The Watched

Author: xxBubbleandTroublexx

Translator: meongmungee

Characters: Baekhyun, Kai, EXO


Promise
(Janji)

.

.

.

Ketika Kai Dipilih, ia sangat takut kalau ia akan gagal. Ia takut The Infected akan membuatnya bingung dan ia akan berubah menjadi Infected juga. Sebagai seorang prajurit, kemungkinan besar hidupnya akan berakhir seperti itu. Ia tahu itu, ia sudah melihatnya berkali-kali. Hanya kurang dari sejam dan seseorang akan meronta di atas tanah. Wajah mereka akan berubah kelabu seperti abu dan mereka berteriak hingga mereka berubah menjadi mayat hidup.

Ia takut ia bisa saja menjadi orang yang mati seperti itu.

Suho, pendahulu dan guru Kai, memberitahunya kalau rasa takut tidak memiliki tempat di kehidupannya. Rasa takut hanya sesuatu yang bisa menahanmu, membuatmu tak berdaya sewaktu-waktu dan itu bisa berarti hidup atau mati. Untuk seorang prajurit, rasa takut berarti kelemahan.

Tapi ia masih takut. Saat umurnya tidak lebih dari 14 tahun, Ia tidak dapat bergerak saat Suho kembali dari sebuah misi pengintaian. Ia menangis ketika ia melihat kaki pria itu berlumuran darah. Kai tidak pernah merasakan takut yang amat sangat saat The Brotherhood mengumumkan bahwa prajurit mereka tidak akan bisa berjalan lagi….dan bahwa Desa memerlukan Kai untuk diangkat menjadi prajurit baru mereka saat itu juga.

Kai melarikan diri, bersembunyi di antara ladang jagung yang tinggi. Ia melemparkan tubuhnya ke tanah dan menangis tersedu-sedu. Tidak mungkin ia bisa menjadi seorang prajurit...ia terlalu takut.

Kemudian Baekhyun datang. Muncul dari balik tanaman jagung, ia merebahkan tubuhnya di samping Kai. Kai terkejut melihatnya disana. Sudah berbulan-bulan sejak terakhir mereka bersama. Baekhyun menggenggam tangannya dan membuatnya menatapnya.

"Kai, apa yang kau takutkan?"

Ia menghela napas sambil bergetar, menatap Baekhyun. "Aku, Aku….Aku tidak ingin gagal. Bagaimana jika aku membuat semuanya berantakan, bagaimana jika aku tidak cukup baik atau-"

"Hush." Baekhyun meletakkan jarinya di bibir Kai. Ia menghapus air matanya dengan lengan bajunya. "Itu bukan kesalahan. Kau lah yang terbaik, itulah mengapa mereka memilihmu."

"Tapi-"

"Tidak ada tapi-tapian," potong Baekhyun, wajahnya nyaris tak dapat dibaca. Ia berbaring lagi, menatap langit. "Kai, jangan takut pada rasa takut. Rasa takut membuatmu tetap hidup, hanya saja jangan biarkan rasa takut itu mengendalikanmu. The Watchers tahu yang mereka lakukan, kau akan menjadi kuat, cerdik, dank au akan melindungi kita semua."

"Kau percaya pada semua itu?"

"Tentu saja aku percaya."

Kai menoleh untuk menatap bocah yang lebih mungil darinya itu. Baekhyun tidak menatapnya balik. Ia masih menatap langit. Kemudian Kai tersadar bahwa Baekhyun sangat cantik. Kai terdiam. Ia tidak menganggap siapapun sangat cantik sebelumnya. Cantik, iya. Ada banyak gadis cantik tinggal di Desa, tapi Kai terlalu sibuk untuk memikirkan mereka. Tidak, Baekhyun sangat cantik, tidak ada yang bisa menandinginya. Bocah itu membuatnya terpesona.

"Baekhyun, aku berjanji akan melindungimu."

Ia tertawa. "Kau akan sibuk melindungi semuanya."

"Aku serius."

Baekhyun menoleh dan menatapnya matanya. "Aku tahu, tapi semuanya berubah."

.

.

.

Bertahun-tahun berlalu dan Kai masih takut. Tapi ia tidak takut pada kematian, ia takut ia akan kehilangan Baekhyun. Butuh waktu yang sangat lama hingga ia sungguh-sungguh menyadarinya….tapi ketika ia berlari ke rumah itu dan melihat semua Infected yang mengerumuni Baekhyun, ia menyadari seberapa besar rasa takutnya.

Kai menarik keluar pedangnya dari tubuh The Infected. Ia mengeluarkan sebuah bunyi lemah sebelum akhirnya terdiam selamanya. Ia menoleh ke sekitarnya dan melihat hanya tersisa beberapa The Infected yang sedang diburu oleh prajurit bawahannya. Beberapa prajurit lainnya mencoba memperbaiki dinding. Ia menghela napas lalu memeriksa kerusakannya. Rumah Baekhyun telah hancur berantakan. Atapnya runtuh, dindingnya rubuh, hujan turun dengan deras, rumahnya bahkan tidak terlihat seperti sebuah rumah lagi.

Tapi keduanya selamat.

Kai berhasil mengeluarkan mereka. Kyungsoo telah dibawa ke rumah Suho, sedangkan Baekhyun….ia berhenti. Dimana Baekhyun?! Rasa takut menyerangnya lagi, menjalar melewati pembuluh darahnya seperti es. Kai mendorongnya di tengah kegelapan, dan ia berlari untuk berlindung. Ia menduga Baekhyun akan menunggunya di luar. Namun sekarang ia tidak ada. Baekhyun, dimana kau? Sosok Baekhyun yang telah berubah menjadi mayat hidup melintas di pikirannya. Kai menyingkarkan pikiran itu dengan marah. Ia baik-baik saja…Aku harus menemukannya.

Ia memberi sinyal pada tangan kanannya untuk menggantikan posisinya sementara. Ia harus segera mencari Baekhyun.

"Kehilangan sesuatu?" terdengar suara yang mengejeknya. Kai berbalik, menatapnya dengan wajah marah. Aku tidak punya waktu untuk berurusan dengannya. "Apa maumu, Jae Sun?"

Prajurit itu mengedikkan bahunya. Kai terlihat bertambah marah. Jae Sun adalah seorang prajurit, kuat dan bisa diandalkan…tapi ia brutal. Sikap itu ditunjukkannya dimana-mana. Ia tampan, jadi para penduduk desa mengandalkannya…dan ia terkenal diantara para wanita dan pria (seorang playboy). Akan tetapi Kai pernah melihatnya ketika ia tidak sedang merayu siapapun dan ia tahu bahwa pria ini adalah seorang bajingan sejati.

Jae Sun tersenyum. "Jika kau mencari Baekhyun, dia ada disana." Ia menggerakkan kepalanya kearah yang ia tuju. "Ia terlihat babak belur, kelihatannya kau tidak menyelamatkannya tepat waktu."

Kai menendang kotoran di tanah, bergerak menjauh. Jae Sun berseru lagi. "Dia cukup cantik, kan? Wajahnya terlihat nyaris seperti wanita. Ia juga cukup bersemangat, kan? Kalau kau tidak bisa menanganinya, serahkan ia padaku. Aku suka yang galak."

Membalikkan tubuhnya, Kai menggeram. "Diam," Ia berkata dengan suara kasar. "Diam saja kau."

Jae Sun tertawa, lalu menjauh di bawah guyuran hujan. "Pikirkan lah Kai, Aku akan memperlakukannya dengan sangat baik."

Kai menggeram, lagi. Menyingkirkan pikiran untuk membunuh Jae Sun, ia bergerak untuk mencari di antara rumah-rumah. Semoga ada disini….

Itu dia. Ia terbaring di tanah, tertutupi oleh lumpur dan basah kuyup. Kai segera menghampirinya dan mengangkatnya. Ia memeriksa denyut nadi Baekhyun, ia merasa lega saat ia merasakan denyut nadinya. Kai berdiri, menggendongnya. Kau akan baik-baik saja, Baekhyun, Aku janji.

.

.

.

Kenapa semuanya terasa dingin? Seharusnya tidak terasa dingin…Aku benci dingin. Kenapa- Kyungsoo! Dimana dia? Aku harus menyelamatkannya, dia-

Baekhyun terbangun. Ia melenguh, mencoba untuk mengumpulkan kesadarannya. Dimana The Infected? Aku sedang bertarung, Kyungsoo, dimana dia? Tunggu, aku harus mengingat sesuatu….Apa yang aku lupakan?!

Terdengar suara, bergema dari lorong. Baekhyun bergeser di atas ranjang, sekarang ia sadar bahwa ia sedang berada di Biara. Itu artinya Kyungsoo juga selamat….Kai telah menyelamatkan mereka berdua. Baekhyun duduk tegap. Ia meringis merasakan sakit yang seakan menusuk-nusuk kepalanya. Apa yang seharusnya aku ing-PESANNYA! Baekhyun mengesampingkan rasa sakitnya. The Watchers mengirimkannya sebuah pesan, huruf-huruf bercahaya di langit telah memberitahunya sesuatu yang penting dan ia nyaris melupakannya.

Temukan jalan keluar…Apa maksudnya? Jalan keluar apa? Desa? Tidak ada apapun dibalik Desa, tidak ada apapun selain hutan penuh The Infected. Tidak ada jalan di luar sana, juga tidak ada tempat untuk kabur..Jadi kenapa menyuruhku keluar? Tidak masuk akal! Kupikir pesan dari The Watchers adalah hal yang bagus.

Baekhyun memukul ranjangnya frustasi. Kenapa sulit sekali? Watchers seharusnya berbicara diam-diam, membisikkan sesuatu kedalam pikiran orang-orang. Kenapa dari sekian banyak orang dia yang harus melihat sandi itu tertulis di langit?

Pintunya terbuka. Lay masuk ke dalam, terlihat khawatir. "Baekhyun!" Ia duduk di sebelahnya. "Berbaringlah kau punya luka di kepalamu."

"Tapi aku-"

Ia mendorong Baekhyun. "Berbaring!"

Ia menghela napas, lalu berbaring. "Dimana Kyungsoo?" Ia bertanya, melupakan masalah pesan itu sementara waktu.

"Dia baik-baik saja, dia sedang bersama Suho…." Kata Lay. "Kai menyelamatkannya, luka kecil, cuma tergores, bukan masalah besar."

Baekhyun mengambil napas panjang, merasa tenang. Tiba-tiba ia ingin menangis. Aku tidak gagal….oh…. "Lay," Ia bertanya, sekarang ia ingat. "Kenapa Kyungsoo sakit? The Brotherhood selalu merawatnya dan sekarang-" Ia menelan ludah. "Dia akan mati tanpa bantuan kalian, kau tahu itu."

Lay menggeser duduknya hingga ranjangnya berderit. Ia menghindari mata Baekhyun. "The Watchers bilang jangan, mereka punya rencana lain untuknya." Ia mendekat lalu menggenggam tangan Baekhyun. "Jika Kyungsoo akan bertahan hidup, kau harus menemukan jalan lain."

Temukan jalan lain….

Temukan jalan keluar….

Temukan jalan keluar.

"Apa itu maksud mereka?" Baekhyun tanpa sadar mengatakannya. Lay melepaskan genggamannya lalu berjalan kearah pintu. "Tunggu! Lay, langitnya, mereka-"

"Shhhh…." Katanya, "Sekarang kau butuh istirahat." Ia melangkah keluar dari pintu. "nanti saja kalau kau sudah merasa lebih baik." Sebelum Baekhyun bisa memprotes, Lay sudah pergi, menutup pintunya. Ia mengerang lalu duduk lagi. Ia meraba bagian belakang kepalanya. Ia meringis, merasakan benjolan besar di kepalanya. Ia menggigil lalu mengabaikan rasa sakitnya. The Watchers telah mengirimkan pesan padanya untuk mencari jalan keluar…..dan kemudian mereka mengambil obat Kyungsoo. Apakah mereka ingin ia mencari jalan lain untuk menyelamatkan Kyungsoo? Ini seperti ujian, ujian yang gila. Memangnya apa yang akan mereka dapatkan dari hal ini? Aku—terserahlah.

Baekhyun berbaring. Jika The Watchers ingin ia menemukan jalan lain untuk menyelamatkan Kyungsoo, ia akan menemukannya. Ia menutup matanya. Aku akan menyelamatkannya, apapun yang terjadi.

.

.

.

.

.

"Apakah The Infected akan menyerang lagi?"

"Tidak, sekarang sudah tidak perlu. Kyungsoo sedang sakit, tidak lama lagi dia juga akan mati dengan sendirinya."

"Rasanya buruk membunuh seseorang hanya untuk mengganggu orang lain."

"Tidak masalah. Kita tidak punya aturan."

"Terserahlah…yang penting aku hidup."

"Teruslah gagal dan kau akan mati."

.

.

.


A/N: Ta-da! Update lagi…Aku sudah bekerja keras memikirkan bagaimana cerita ini akan berlanjut, jadi bersabarlah. Aku juga membuat Jae Sun sebagai orang yang sangat brengsek, dan aku tersadar aku payah menulis tentang orang brengsek O_o….Aku berencana untuk menyertakan member Exo-K, jadi nantinya mereka akan muncul di cerita ini. Terima kasih! ^_^