The Watched
Author: xxBubbleandTroublexx
Translator: meongmungee
Characters: Baekhyun, Kai, EXO
.
Fear
(Rasa Takut)
.
.
.
Baekhyun benci merasa takut. Merasa takut berarti ia tidak memiliki kendali. Artinya ia tidak dapat berpikir dengan baik, artinya ia akan bergerak lamban. Rasa takut mengingatkannya bahwa tidak peduli apapun yang ia lakukan akan SELALU ada sesuatu ataupun seseorang yang dapat menyerangnya dan menjatuhkannya dalam hitungan detik.
Baekhyun benci perasaan itu. Tapi ia tinggal di Desa, sebuah tempat yang yang dikelilingi The Infected and diperintah oleh The Brotherhood. Tempat itu adalah sarang rasa takut. Baekhyun dapat merasakan ketakutan yang hidup di tiap penduduknya. Ketakutan itu terlihat di mata mereka, dari cara mereka berjalan seakan ada sesuatu yang mengikuti mereka, mereka akan melompat ketakutan tiap kali mendengar suara aneh sekecil apapun. Rasa takut adalah emosi yang berkuasa di seluruh Desa. Baekhyun membencinya karena rasa takut mereka membuat ia takut. Dulunya ia tidak takut pada apapun, kemudian kedua orangtuanya tewas. Tiba-tiba saja Baekhyun sadar bahwa di dunia ini ada hal-hal yang ditakuti, dan hal-hal tersebut dapat membunuhnya. Di malam upacara pemakaman ia hanya ingin meringkuk dan menekuk tubuhnya seperti bola lalu tidak dapat merasakan apapun lagi.
Kemudian ia sadar bahwa ia tidak akan pernah merasa tidak takut.
Pikiran itu datang dengan cepat dan di saat bersamaan ia juga menyadari bahwa tidak ada yang bisa menahannya. Jika ia akan selalu merasa takut, bukankah tidak masalah jika melakukan hal-hal yang justru membuatnya takut.
Ya, Baekhyun masih merasa takut. Ia masih benci merasa ketakutan, tapi keadaan sudah berubah baginya. 'Rasa takut' adalah sebuah motivasi, sesuatu yang akan mendorongnya melakukan hal-hal yang dulunya tidak mungkin ia lakukan. Baekhyun pikir ketidak takutannya terhadap rasa takut itu lah alasan mengapa ia berada di hutan saat ini. Ia, lebih dari segalanya, sangat takut kehilangan Kyungsoo. Ya, hutan memang menyeramkan, namun tidak lebih menyeramkan daripada menyaksikan Kyungsoo meninggal. Jadi Baekhyun mengabaikan rasa takutnya dan meninggalkan Desa, terseret masalah karena dua orang gila yang tidak diketahui asalnya.
Mungkin jika ia lebih pintar, mungkin jika ia tidak mengabaikan instingnya begitu saja, Baekhyun akan aman sekarang. Tapi tidak, dan di sini lah ia. Berlari di hutan seakan-akan telapak kakinya berada di atas api. Baekhyun terengah lalu berhenti. Ia melihat deretan pepohonan yang tidak ada habisnya. Ia masih tidak tahu dimana ia berada, tapi mungkin ia bisa menemukan jalannya dari peta. Baekhyun menarik peta dari tasnya lalu membacanya dengan cepat, sepenuhnya sadar bahwa Chanyeol bisa saja sedang mencarinya. Itu dia, ia membaca nama yang tertulis di atas peta, Kuburan The Infected. Sebuah daerah yang ditandai tepat dibelakang bukit besar. Jika bukan ini yang dimaksud Chanyeol maka tamatlah Baekhyun. Ia menggulung peta tersebut kemudian memasukkannya kembali ke dalam tas dan berjalan kearah Desa lainnya.
GGrrrrrrrrrrrr…..
Sebuah geraman rendah terdengar. Baekhyun berhenti, tangannya mencengkeram tasnya erat-erat. Geraman lain terdengar, kali ini lebih dalam dan jauh lebih dekat. Di belakangku…Perlahan Baekhyun berbalik.
Dan langsung bertatapan dengan mata The Infected yang membusuk.
Grrrrrrrrrrrrrrr…
OH. Sial.
Baekhyun tidak bergerak. The Infected berdiri kurang dari dua meter di hadapannya. Ia menggerakkan rahangnya yang membusuk ke atas dan ke bawah perlahan-lahan. Setengah wajahnya telah robek, dan ada sebuah panah usang yang menembus lehernya. Baekhyun melirik kebawah (dengan oh sangat hati-hati) dan menyadari kaki The Infected itu telah patah dan nyaris tidak berguna. Ia hanyalah shambler. Aku bisa mengatasinya….
Dan ia melakukannya. Baekhyun berbalik dan berlari melewati pepohonan. The Infected itu terdiam sejenak, kemudian ia menjerit. AHHHHHHHHHHH! Sangat keras dan memekakkan telinga, suaranya bergema keseluruh penjuru hutan. Baekhyun mendengarnya berteriak terus-menerus, namun ia tidak berbalik. Ia terus berlari secepat yang ia mampu. AHHHHH! Teriakan lain terdengar. Dari dalam hutan, teriakan terus bergema.
Yang lain akan segera datang.
Sial! Jangan berpikir, tidak perlu berpikir, LARI saja. Baekhyun menyingkirkan rasa takutnya, mengenyahkannya hingga ia bisa bernapas lagi. Ia berlari semakin dan semakin cepat, diburu oleh kedatangan The Infected yang bisa saja menyusulnya. Baekhyun melihat sebuah pergerakan. Ia menoleh sedikit dan ia melihat The Infected berbondong-bondong turun dari bukit, bertekad untuk menangkap mangsanya. Sial, sial, sial….paru-parunya serasa terbakar saat ia berusaha berlari lebih cepat. Baekhyun menghindari sebuah pohon yang tumbang, dan ia kembali merasakan sakit dari pergelangan kakinya dan menjalar keseluruh kakinya.
Jangan mati, jangan mati…Aku sanggup, aku hanya perlu berlari.
The Infected berhasil turun dengan cepat dari sisi bukit. Sekarang mereka berlomba untuk menangkapnya di tanah yang rata. Baekhyun berhasil melewati pepohonan, lalu berlari ke lapangan terbuka. Pandangannya bergerak ke atas bukit dan terfokus pada dinding hitam di atas bukit.
Ia telah menemukan Desa lain.
Baekhyun mendengar raungan dari belakangnya, ia mulai mendaki. Ia susah payah mendaki, menggunakan tangannya untuk menarik tubuhnya lebih cepat. Pergelangan kakinya sakit sekali, rasanya tidak akan sanggup untuk mendaki lebih jauh. Baekhyun mencoba mengabaikan rasa sakitnya. Air mata menumpuk di pelupuk matanya, membuat dinding di hadapannya kabur. Hampir sampai! Baekhyun menabrak gerbang, lalu menarik-narik paksa pintunya dengan panik. The Infected berteriak tepat di belakangnya. Baekhyun menoleh, menatap The Infected bergerak cepat dengan kedua tangan terjulur dengan gerakan mencakar.
Sialan! Pintunya terbuka dan Baekhyun segera masuk.
The Infected berhasil meraih pintunya, memaksa masuk kedalam. Baekhyun menendang pintunya hingga tertutup, lalu membanting pasak yang mengunci pintu gerbangnya. Geraman dan erangan terdengar di balik dinding dan The Infected terus menabrakkan tubuh mereka ke dinding. Baekhyun ingat pintu itu adalah bagian dari dinding yang telah gagal melindungi seluruh Desa, ia kemudian bergerak panik untuk menemukan tempat berlindung.
Seluruh tempat itu telah tertutup oleh pepohonan. Pepohonan dengan batang besar yang tinggi menjulang hingga ke langit. Baekhyun mendongak dan melihat Desa yang dibangun di atas ranting-ranting pohon. Rumah-rumah, jembatan, papan-papan dan yang lainnya tergantung di udara, semuanya terhubung dengan tanah oleh tangga-tangga yang terbuat dari tali. Baekhyun mengamatinya, melihat perbedaan yang besar antara Desa ini dan Desanya.
Dindingnya mulai bergetar, Baekhyun terkejut. Baekhyun berlari ke pohon terdekat, bergerak untuk menaiki tangganya. Baru setengah jalan ia memanjat, pintu gerbangnya ambruk. The Infected berbondong-bondong masuk, berteriak sambil mengelilingi pohon yang Baekhyun panjat. Mereka menggeram padanya dan mencakar-cakar pohonnya. Baekhyun tiba di atas lalu melemparkan tubuhnya ke atas papan. Oh. Astaga. Hampir tewas…Tidak baik. Ia menarik napas dalam-dalam lalu melepaskan sepatunya. Ia meringis merasakan sakit lalu mengamati pergelangan kakinya yang merah dan bengkak.
Baekhyun berbaring dan memejamkan matanya. Meskipun terluka, dikerubungi The Infected di bawah, dan ada dua pria gila yang sedang mencarinya, ia baik-baik saja. Dan bukan hanya baik-baik saja, ia juga berhasil menemukan Desa.
.
.
.
Sekuat apapun tekadnya untuk menemukan 'Jalan Keluar'-nya The Watchers, Baekhyun kesakitan dan sangat lelah. Ia berbaring di papan itu dan menunggu rasa sakit di pergelangan kakinya mereda. Ia menghela napas lega lalu duduk dan mengintip dari ujung papan. The Infected masih berada di bawah, namun mereka bergerak pasif sekarang. Para mayat hidup itu bergerak di antara pepohonan, saling bertabrakan satu sama lain, dan menabrak benda-benda lainnya. Dari atas sana, mereka terlihat tidak berbahaya. Baekhyun nyaris menertawakannya, kemudian ia mengalihkan perhatiannya pada rumah di atas papan.
Rumah itu berbeda dari rumahnya. Rumah itu banyak hiasannya, dicat warna-warni dan banyak gambar-gambar yang diukir di dinding kayunya. Baekhyun bangkit lalu perlahan-lahan bergerak mendekati pintu. Pintunya terbuat dari kayu berwarna gelap dengan ukiran besar, sebuah ukiran seorang prajurit berdiri di atas tumpukan The Infected. Baekhyun bergidik. Siapa yang memasang ITU di pintu depan mereka?
Ia membuka pintunya perlahan, lalu melangkah masuk. Di dalamnya remang-remang, Baekhyun berkedip untuk menyesuaikan pengelihatannya. Isi rumah itu mengejutkannya. Mejanya rapi namun kursi-kursinya berantakan dan ada yang terbalik. Mainan berserakan di atas karpet. Sebuah perapian besar terletak di sisi dinding, dan ada sebuah lukisan kecil terpasang di atasnya. Bergerak perlahan, Baekhyun mendekati lukisan tersebut. Lukisannya sudah tua, ada banyak retakan di permukaannya, namun warna-warnanya masih terlihat. Seorang pria bertubuh besar memeluk pinggang seorang wanita mungil bergaun merah muda. Dua anak meramaikan lukisan itu, masing-masing bergelantungan di lengan orangtuanya. Hati Baekhyun terasa sedikit sakit, menyadari mereka semua sudah tewas.
Ia meletakkan kembali lukisan itu, tidak ingin melihatnya lagi. Aku kemari untuk menemukan sesuatu yang bisa menyelamatkan Kyungsoo. Tidak kurang tidak lebih. Baekhyun berjalan ke ruang belakang. Ia melangkah masuk kemudian berhenti. Ruangan ini ternyata tempat dimana keluarga ini tewas. Dua dari tiga ranjangnya hancur, selimutnya robek. Jendelanya pecah dan pecahan kaca berserakan dimana-mana. Baekhyun masuk perlahan-lahan, berhati-hati memijakkan kakinya yang telanjang. Ia menebak jika ada obat di rumah ini, maka obatnya akan disimpan di kamar. Kyungsoo selalu tidur dekat dengan obat-obatnya, takut jika ia menghilangkannya.
Kira-kira dimana ya…ah disana! Sebuah lemari yang sepertinya jarang disentuh berada di ujung kamar. Ia berlutut di sampingnya, lalu meraba permukaan kayunya. Ia menemukan pintunya lalu ia menariknya. Pintunya tersangkut. Baekhyun memasang wajah cemberut lalu menariknya sekuat tenaga. Pintunya rusak dan terbuka. Baekhyun memutar bola matanya lalu meletakkan pintu rusak tersebut ke samping kemudian meraba isi lemari tersebut. Ia tidak kecewa. Botol-botol kecil berserakan di dalam lemari, semuanya terisi cairan dan obat-obatan herbal. YEY! Baekhyun lega sekali, ia menangkup semuanya dengan kedua tangannya lalu membawanya ke pangkuannya. Ia membuang semua botol yang rusak lalu memasukkan sisanya kedalam tasnya dengan terburu-buru.
Baekhyun sekarang menyesal karena ia tidak mengetahui apapun tentang pengobatan. Ia tidak pernah punya kesabaran untuk mempelajarinya. Hal-hal semacam pengobatan adalah hal yang ditekuni dan diajarkan oleh orang-orang seperti Kyungsoo dan Lay. Namun meskipun Baekhyun telah berulang kali melihat mereka melakukan pekerjaannya, ia tetap tidak mengerti yang mana yang mematikan dan yang mana yang dapat menyembuhkan. Tapi setidaknya ada banyak botol di tasnya, salah satu dari mereka pasti akan bekerja. Sebuah senyum kecil nampak pada wajahnya. Meskipun tersesat, dan dikejar-kejar oleh dua orang gila dan The Infected, ia berhasil.
Aku tidak mati, dan aku menemukan yang aku butuhkan. Terima kasih The Watchers!
Baekhyun baru saja hendak bangkit, namun sesuatu menarik perhatiannya. Baekhyun ragu-ragu, lalu kembali berlutut. Apa itu? Ia meraih kembali ke dalam lemari, perlahan mengeluarkan benda di dalamnya. Itu adalah sebuah pisau. Ia mengangkatnya di bawah cahaya, Baekhyun melihat pisau yang terbuat dari batu hitam. Sisi pisaunya bergerigi, dibuat untuk mencabik daging. Menatap pisau itu membuat Baekhyun merinding. Baekhyun pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya….tapi dimana? Pisau itu nyaris seperti senjata Chanyeol, tapi tidak sama. Senjata Chanyeol adalah pedang ramping yang terbuat dari logam yang diasah dan dipoles. Sedangkan pisau ini terbuat dari batu kasar. Mendadak Baekhyun tahu darimana pisau itu berasal.
Sihir hitam. Pisau yang digunakan untuk ilmu hitam.
Baekhyun melemparkan pisau itu lalu bangkit. Ilmu hitam adalah sesuatu yang harus dihindari. Dikatakan ilmu hitam adalah sesuatu yang digunakan oleh pria yang menciptakan The Infected pertama. The Watchers telah melemparkannya kedalam lubang kekosongan atas kejahatannya, menghukumnya dengan keheningan abadi. Ilmu hitam, atau bahkan memikirkan tentangnya, sangat dilarang di Desanya. Pernah sekali seorang wanita tua dituduh mempraktekkannya. Dewan Tinggi segera menanyainya. Dikatakan ia telah dirasuki oleh iblis melalui penggunaan ilmu hitam.
Untungnya, wanita itu tewas tepat pada malam sebelum mereka sempat berusaha mengeluarkan iblis itu. Baekhyun mendekap erat tasnya di depan dada, menimbang untuk membawa botol-botol itu bersamanya. Jika The Brotherhood tahu jika ia membawa sesuatu yang mungkin saja berhubungan dengan ilmu hitam, mereka akan membunuhnya. Tapi ini untuk Kyungsoo. Ini untuknya. Baekhyun merasa yakin lalu berbalik untuk meninggalkan tempat itu.
BRUAK!
Baekhyun membeku.
Grrrrrrrrrrrrrrrrrr…..
Geraman itu membuatnya mundur dan kembali ke dalam ruangan. Apa itu? Suaranya terdengar seperti The Infected, tapi The Infected tidak bisa memanjat pohon. Jantung Baekhyun berdebar keras. Makin banyak terdengar suara tabrakan dan makin dekat pula suaranya. Baekhyun dengan panik mundur, mencari tempat untuk bersembunyi.
Grrrrrrrrrrrrrrr….
Kali ini suaranya tepat di depan pintu. Lantai kayunya berderik, Baekhyun bersembunyi di bawah ranjang yang masih utuh. Ia berhasil merangkak mundur di pojokan dan meringkuk bersandar pada dinding. Ia berusaha keras untuk tidak mengeluarkan suara apapun, namun ia tetap mencoba mengintip dari celah kecil. Baekhyun hanya bisa melihat sedikit, ia merasa frustasi dengan pandangannya yang terbatas.
Pintunya didobrak paksa, pecahan kayunya berterbangan kemana-mana. Baekhyun nyaris berteriak kaget. MAKHLUK itu bergerak ke dalam, menggetarkan lantai dengan setiap langkahnya. Baekhyun merinding ketakutan. Duk, duk, duk….makhluk itu mendekat, semakin dekat, semakin dekat, menumbuk-numbuk semakin dekat ke ranjang.
Baekhyun memejamkan matanya rapat-rapat. Ia tidak ingin melihat. Aku akan mati, makhluk itu akan membunuhku. Suara itu berhenti. Karena tidak ada suara apapun, ia membuka matanya. Seharusnya ia tidak melakukannya. Makhluk itu dapat dilihat sebagian. Sebuah kaki, atau sesuatu yang terlihat seperti kaki, berdiri di sebelah ranjang. Kakinya BESAR, dan merah. Uratnya menonjol dan terlihat jelas. Jari-jari kakinya panjang dan melengkung tajam. Baekhyun menggigit bibirnya supaya ia tidak berteriak. Itu bukan The Infected.. itu bukan The Infected. Apa ITU?
Monster itu meraung, membuat seisi rumah bergetar. Baekhyun menutup kepalanya dengan kedua lengannya, susah payah menahan teriakannya. Kaca-kaca bergemerincing di atas lantai, lantai kayunya berderik. Baekhyun gemetaran. Aku akan mati, makhluk itu akan menemukanku dan memakanku.
Kaki itu mendekat, lalu berhenti tepat di depan kepala Baekhyun. Wahai Watchers jangan biarkan aku mati di sini. Tidak sekarang ketika aku sudah berhasil menemukannya…Kumohon, aku harus menyelamatkan Kyungsoo! Aku sudah berjanji akan kembali!
BRUAK!
Suara itu bergema ke seluruh rumah, membuat makhluk itu menegang. Makhluk itu mengendus seperti serigala raksasa. Sebuah tangan besar dengan cakar menyeramkan muncul, tangan itu meraih ranjang seakan ingin membalik ranjang itu. Baekhyun menutup matanya lagi, tidak ingin menyaksikannya membunuhnya.
BRUAK!
Suara itu terdengar lagi. Sebuah geraman membalasnya, kemudian hening. Baekhyun tidak bergerak. Ia berbaring dan meringkuk seperti bola, ia bahkan tidak berani bernapas. Rasa takut mungkin adalah motivasi yang hebat, namun saat ini ia sangat ketakutan sampai-sampai ia tidak mampu berpikir.
Apa-apaan makhluk itu?
Baekhyun membuka matanya sambil bergetar hebat.
Makhluk itu lenyap.
.
.
.
.
.
.
A/N: Halo dear readers Aku sadar aku udah lama nggak update tapi ini dia chapter baru! Aku memutuskan chapter kali ini tentang Baekhyun semua, soalnya aku jarang pake sudut pandang dia di chapter-chapter awal. Aku cukup suka sama hasilnya…tapi tetap aja cerita ini harus jalan dan maju terus! Bagian di chapter sebelumnya (Pas Kai jatuhin pot di kepala Jae Sun) sebenernya terinspirasi dari kenakalanku sama saudara-saudaraku setiap kali kita main balon air 0_O…jadi yah… kami pernah melakukan itu sebelumnya…
Terima kasih semuanya yang sudah baca!
T/N: saya juga mau mengucapkan terima kasih buat yang sudah baca dan ninggalin review:D masih ada banyak chapter yang perlu saya terjemahkan, jadi stay tune! See you!
