The Watched
Author: xxBubbleandTroublexx
Translator: meongmungee
Characters: Baekhyun, Kai, EXO
.
Monster Below
(Monster di ruang bawah tanah)
.
.
.
Baekhyun tidak terbiasa sendirian. Ia tinggal di Desa, orang-orang selalu berada di sekitarnya sejak ia lahir. Sebagai seorang penjaga, ia juga sangat jarang sendirian. Penjaga berjaga di dalam kelompok berisi dua orang atau lebih, kecuali kau sedang tidak beruntung seperti Baekhyun malam itu sehingga dikirim sendirian. Di Desa, meskipun ia tidak sedang bersama Kyungsoo ataupun Lay, masih terdapat orang di sekitarnya. Ya, tentu saja mereka menghiraukannya, tapi mereka tetap berada di sana.
Ia sangat terbiasa pada kebisingan sehingga keheningan membuatnya takut.
Baekhyun berbaring di sebuah ranjang mungil, matanya terpejam erat-erat. Hal pertama yang ia sadari ketika ia tersadar adalah keheningan. Ia berbalik, melihat ke sekelilingnya. Ia sedang berada di dalam sel biara, kemungkinan besar berada di bawah tanah jika dilihat dari sekelilingnya yang lembab dan langit-langitnya yang kotor. Sebuah pintu yang terkunci rapat berada di hadapannya. Baekhyun merinding. Keheningan dan kesunyian tempat itu membuat Baekhyun ketakutan.
Baekhyun memfokuskan pendengarannya, mencoba mendengar apa saja selain detak jantungnya sendiri. Tidak ada apapun. Bernapas….Bernapas…kau tidak boleh panik di sini. Ia menutup matanya lagi. Berpikirlah. Ia mengingat telah berhasil pulang dan kemudian Dewan Tinggi membawanya pergi. Kai nampak tidak senang. Prajurit itu sempat berdebat semampunya, kemudian berbisik ke telinga Baekhyun saat mereka membawanya. Semuanya akan baik-baik saja Baekhyun, aku bersumpah. Beritahu saja mereka apapun yang perlu mereka dengar.
Namun sampai sekarang Dewan Tinggi belum juga membiarkannya berbicara. Mereka melemparkannya ke dalam sel kecil di bawah Biara. Baekhyun membencinya. Ia sering kali mendapat masalah karena mulutnya sendiri, namun mulutnya juga yang membuatnya berhasil keluar dari masalahnya. Apakah Dewan Tinggi akan menghakiminya tanpa mendengar penjelasannya? Baekhyun bahkan tidak punya kesempatan untuk berbohong.
Lagipula Baekhyun juga tidak bisa merencanakan sebuah kebohongan yang dapat dipercaya.
Ya, aku melihat tanda dari The Watchers di langit yang memberitahuku untuk menemukan jalan keluar dari tempat terkutuk ini. Jadi aku keluar dari Desa dan bertemu dengan Chanyeol, yang memberitahuku kalau Kyungsoo akan meninggal…dan aku bertemu dengan Sehun, yang gila dan monster raksasa yang menghancurkan sebuah Desa yang sekarang sudah hancur dan ada sihir hitam di sana. Meskipun begitu aku tetap mengambil obat dari sana dan tidak sanggup berlari lagi, kemudian Kai menemukanku. Ia menciumku dan aku tidak tahu apa maksudnya dan itu membuatku bingung dan aku tidak dapat berpikir dengan baik.
Itu lah kenyataannya, namun kenyataannya membuat ia terdengar seperti orang gila. Berbohong akan jauh lebih baik. Tapi kebohongannya haruslah kebohongan yang luar biasa. Dewan Tinggi tidak sembarangan menjadi Dewan Tinggi, mereka tidak bodoh. Mereka ditempatkan sebagai Dewan Tinggi karena mereka luar biasa cerdik. Berkali-kali mereka telah mengagetkan semua orang dengan mengetahui semua hal dan dengan betapa brutalnya mereka menanggapi semua hal itu.
Ingat dengan wanita tua yang dituduh melakukan ilmu hitam? Mereka menuduh wanita tua itu telah dirasuki iblis. Rencananya mereka akan melakukan upacara pengusiran setan untuk menyingkirkan iblis di dalam tubuhnya, jadi mereka menyiapkan sebuah bejana raksasa berisi minyak mendidih untuk membakar iblis itu dan mengeluarkannya. Jika hal itu gagal (dan jika wanita itu masih hidup) masih ada 'cara lain'. Baekhyun, yang pada saat itu baru berusia sepuluh tahun, memutuskan untuk tidak mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi apalagi mengetahui cara-cara lain apa saja yang mereka siapkan. Beruntung, wanita itu meninggal sehari sebelum upacara pengusiran setan itu dilaksanakan. Karena usia, begitu kata beberapa orang, jantungnya sudah tidak berfungsi dengan baik. Beberapa yang bermulut kejam berkata bahwa iblis telah menyeretnya ke neraka. Atau mungkin The Watchers menghukumnya atas semua dosanya.
Suho memberitahu Baekhyun untuk tidak memikirkannya sebagai kematian, namun sebagai cara melarikan diri. Karena beberapa hal di dunia ini terlalu menakutkan untuk dihadapi sendirian…Ia berhasil melarikan diri dengan caranya sendiri dan bukannya dengan cara yang orang lain tentukan.
Baekhyun ragu ia akan berada di titik pelarian itu. Ia membuka matanya, lalu duduk tegap di ranjang yang berderit. Yang ia butuhkan sekarang adalah bagaimana supaya ia tidak merasa takut, ia harus tenang. Berpikirlah Baekhyun, Kyungsoo selalu memberitahumu untuk berhenti sejenak dan berpikir. Kau tidak akan mendapatkan hasil apapun jika kau panik.
Baekhyun membuat daftar dalam hati. Ia harus (1) keluar dari sel, (2) tidak dihukum mati oleh Dewan Tinggi, (3) memastikan Kyungsoo mendapatkan obat yang ia butuhkan, (4) menghadapi bahaya apapun yang dikatakan oleh Chanyeol dan mungkin, mungkin saja ia juga bisa mencaritahu kenapa Kai menciumnya.
Dari semuanya, ciuman itu adalah hal yang paling membuatnya bingung. Satu-satunya hal yang tidak ia rencanakan, yang tidak ia antisipasi, dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Apa ia menyukainya? Ya, ya Baekhyun menyukainya. Itu adalah ciuman pertamanya, dan ia meleleh, seakan telah terikat pada Kai. Kehangatan bibirnya, kelembutannya, caranya mendekapnya, caranya memiringkan kepalanya untuk menciumnya lebih panas. Baekhyun memang pernah membayangkan bagaimana rasanya mencium Kai sebelumnya, namun ia tidak pernah menduga ia akan benar-benar merasakannya. Baekhyun mengira Kai menyukai gadis…jadi perasaannya selalu terpendam dalam-dalam dan terlupakan.
Sekarang perasaannya muncul kembali dan menghantuinya. Baekhyun meraba bibirnya sekilas. Apa yang harus kulakukan? Ia menurunkan tangannya, lalu menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Hentikan! Jangan bermimpi terlalu tinggi, mungkin saja ia kelepasan dan tidak akan pernah melakukannya lagi, atau bahkan tidak akan pernah mengungkit apapun tentang itu. Urus saja hal itu nanti.
Baekhyun menatap dinding. Karena ia sedang berbaring, ia melihat goresan-goresan di permukaan batu dinding. Ia menjulurkan tangannya dan mengusap debu dan kotoran yang menutupinya. Goresannya panjang dan dalam, jelas-jelas dibuat oleh manusia. Ia mengusap lagi dan sebuah nama pun terbaca. Luhan, di sebelahnya terdapat garis-garis hitungan. Baekhyun mengerutkan alisnya. Luhan? Itu adalah nama yang diteriakkan oleh Sehun. Kenapa nama ini ada di sini?
"Baekhyun?" sebuah suara memanggilnya dengan lembut. "Apa kau ada di sana?"
Ia berbalik, melihat Lay mengintip dari celah-celah di pintu. Baekhyun merasa lega melihatnya, ia bangkit dan mendekati pintu. Ia mengangkat salah satu pergelangan kakinya dan melompat-lompat dengan kaki satunya dengan seimbang. "Lay?" ia bertanya. "Apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku datang untuk memastikan kau baik-baik saja," katanya.
"Apa yang terjadi?" Baekhyun bertanya. "Mengapa mereka tidak mencariku?"
"Mereka sedang berdiskusi sekarang, sepanjang malam mereka berusaha mencaritahu apa yang terjadi. Baekhyun, apa yang sebenarnya terjadi?" Lay bertanya. "Apa yang kau lakukan?"
"Aku-Aku-The Watchers….ada, Lay….Aku ingin menyelamatkan Kyungsoo…." Baekhyun berusaha mengatakan apa yang terjadi. Pikirannya kacau luar biasa, sehingga yang keluar dari mulutnya tidak bisa dimengerti. Lay menjulurkan tangannya melalui celah jeruji besi dan meraih tangan Baekhyun.
"Baekhyun, tidak apa-apa," ia berkata, berusaha menenangkan Baekhyun. "Kita akan membicarakan mengapa kau pergi nanti, tapi apa yang kau lihat di luar sana?"
"Aku, ada banyak hal…..infected-"
Lay menggelengkan kepalanya. "Tidak Baekhyun, bukan The infected. Kau tahu apa yang kukatakan. Hal-hal yang tidak bisa kau jelaskan, manusia dan monster dan cerita tentang hal yang tak pernah kau dengar sebelumnya." Ia mendekat dengan wajah serius. "Kau telah melihat semuanya, bukan? Aku dapat melihatnya dari wajahmu. Kau sudah melihat semuanya. Baekhyun kau harus memberitahuku apa yang kau lihat atau Dewan Tinggi yang akan menemukannya sendiri dan membunuhmu."
Baekhyun melangkah mundur. "Apa?" ia bertanya. "Lay, aku tidak-"
"Sehun memberitahuku kalau kau ada di luar sana," kata Lay. "Hanya hal itu yang dikatakannya sebelum ia menendangku dan kabur ke hutan. Si gila itu…"
Baekhyun berhenti, menatap Lay dengan rasa tidak percaya. "Sehun? Kau tahu tentang Sehun?"
"Dulunya ia salah satu penduduk Desa, sudah lama sekali. Aku masih muda, dan kau juga masih kecil…Aku tidak terkejut kalau kau tidak mengingatnya. Aku juga mungkin tidak akan mengingatnya jika bukan karena Luhan."
"Luhan? Siapa Luhan?"
Lay menghela napas. "Ia dulunya seorang Brother, seseorang yang kukenal dengan baik. Ia bertingkah seperti bocah ketika Dewan Tinggi melakukan sesuatu yang tidak ia sukai, namun ia selalu baik padaku…Sehun adalah prajurit. Ia suka melakukan sesuatu secara rahasia, seperti membuat peta tentang hutan. Namun kemudian ia bertemu dengan Luhan, dan mereka saling jatuh cinta."
Baekhyun terdiam. The Brother tidak diizinkan untuk 'mencintai'. Cinta membuat mereka terganggu dan tidak dapat melayani The Watchers seperti seharusnya. Pernikahan sangat langka, ia tidak dapat mengingat kapan terakhir kalinya ada Brother yang menikah. Anggota Brother berasal dari penduduk Desa sendiri, mereka dipilih di usia yang muda. Baekhyun nyaris menjadi seorang Brother…namun kemudian mereka memutuskan sangat sulit menghadapi bocah berumur empat tahun yang gemar berteriak.
"Dewan Tinggi mengetahuinya," Lay melanjutkan. "Luhan dipenjarakan di sini sementara Sehun dibuang ke hutan. Kebanyakan orang menyangka ia telah meninggal….namun beberapa rumor mengatakan ia terlalu banyak menghabiskan waktu bersama The Infected sehingga ia tidak meninggal begitu saja. Mereka berkata ia sudah gila, selalu berlari di hutan untuk mencari Luhan." Ia menghela napas. "Mereka benar, Sehun memang sudah gila dan tidak ada yang bisa kulakukan untuk menghentikannya. Sekarang ia bahkan tidak mengizinkanku untuk berada di dekatnya."
Itu mengerikan, aku tahu Dewan memang kejam….namun itu tidak manusiawi. "Bagaimana dengan Luhan?" Ia bertanya, meskipun tidak yakin ia sungguh-sungguh ingin tahu. Ia memikirkannya, garis-garis hitungan di dinding pastilah diukir oleh Luhan. Garis-garis itu, sudah berapa lama ia berada di sini?
"Luhan berada di sini hingga Dewan memutuskan mereka bisa menggunakannya untuk hal lain."
"Apa?" Baekhyun bertanya. "Apa yang mereka lakukan?"
Lay membuka mulutnya, berusaha menemukan kata yang tepat untuk diucapkan. Ia menyerah dan kemudian menghilang dari balik jeruji besi. Beberasa saat kemudian pintunya terbuka. Lay menggendong Baekhyun, bergegas menuruni terowongan. Baekhyun memperhatikan sekelilingnya. Mereka pasti berada di bawah Biara, lebih tepatnya berada di sebuah sistem terowongan bawah tanah yang tersembunyi.
"Apa yang akan kuperlihatkan padamu bisa membuatku terbunuh," kata Lay. "Ini lah yang terjadi pada Luhan, dan itu juga yang akan terjadi padamu jika Dewan Tinggi memutuskan kalau kau berbahaya. Aku menunjukkan ini padamu sekarang supaya kau mengetahui apa kemungkinan buruk yang bisa terjadi…setelah ini aku tidak akan memberitahukan apapun padamu. Kau mengerti? Itu saja."
Ia berhenti di depan pintu besi yang gelap. Ia menurunkan Baekhyun, merogoh jubahnya untuk menemukan kunci. Ia mengeluarkannya dan membuka pintunya. Lay mengisyaratkan Baekhyun untuk masuk ke dalam. Baekhyun mengedipkan matanya begitu ia masuk, berusaha membiasakan matanya dengan pencahayaan yang redup. "Kenapa aku-" Demi Tuhan apa itu?! Baekhyun tersentak kaget ke belakang, ia membelalakkan matanya. Lay menahan tangannya sebelum ia dapat berlari.
Pintu itu mengarah pada sebuah ruangan besar dengan kumpulan meja di tenga ruangan. Lilin dan gulungan perkamen mantra berserakan di sekitarnya, menunjuk simbol-simbol dan angka-angka… dan di hadapan dinding terdapat kandang-kandang.
"Lay," Baekhyun berbisik dengan mata terbuka lebar, "Lay!"
"Shh…" jawab Lay. "Mereka sedang tidur."
Di dalam kandang terdapat The Infected. Atau sesuatu yang Baekhyun kira The Infected. Mereka tidak terlihat seperti monster yang berada di luar sana. Tubuh mereka terpilin, seperti sehabis dirobek-robek lalu dijahit kembali. Salah satunya memiliki dua kepala yang dijahit menjadi satu, yang lainnya memiliki anggota tubuh yang bermacam-macam hingga tak karuan. Tubuh mereka membusuk dan terbaring lemah di kandang seperti onggokan mayat….Yang berada di kandang yang lebih besar, sama sekali tidak seperti The Infected. Mereka jauh lebih besar daripada manusia, dengan kulit berwarna merah membara seperti otot manusia yang membengkak. Bekas jahitan menutupi sekujur tubuh mereka. Mereka tidak sedang tidur, mereka berdiri tegak, dengan kedua mata terbuka dan menatap langsung kearah Baekhyun.
Ini adalah Monster yang ia lihat di Desa lain. Mungkin lebih kecil, tapi sudah pasti makhluk yang sama.
"Lay makhluk apa mereka?"
Ia menggelengkan kepalanya, lalu melingkarkan lengannya pada tubuh Baekhyun. "Mereka dulunya manusia, kemudian terinfeksi menjadi The Infected. Sekarang tidak ada lagi yang tahu makhluk apa mereka. The Brotherhood telah mengubah mereka menjadi binatang buas."
Baekhyun tidak bisa mengalihkan pandangannya dari mereka. Ia bergetar hebat, merasa ingin muntah. Lay melanjutkan. "Dewan Tinggi pikir mereka bisa mengendalikan mereka, lalu mengubah mereka menjadi senjata. Pernah berhasil sekali, setidaknya mempan untuk melawan The Infected. Kau ingat malam rumahmu diserang? Dewan Tinggi sengaja melakukannya, untuk membunuh Kyungsoo dan mungkin kau juga."
Baekhyun berbalik. "Kyungsoo? Dewan Tinggi yang berusaha membunuhnya? Memangnya tidak cukup mereka menghentikan obat-obat Kyungsoo? Sekarang mereka ingin mengenyahkannya dengan menggunakan The Infected? Dan di dalam Desa?"
Lay menyuruhnya diam, sesekali melirik kearah kandang-kandang. "Dewan Tinggi pikir kau terlalu ingin tahu, terlalu cerdik, terlalu berbahaya. Mereka mencoba membunuhmu, namun sesuatu menggagalkannya. Kemudian mereka mencoba membunuh Kyungsoo malam itu, untuk menghancurkanmu. Tapi Kyungsoo masih hidup dan sekarang mereka tidak tahu lagi apa yang harus mereka lakukan." Lay menarik Baekhyun lebih dekat, lalu menatap matanya. "Baekhyun, mereka berbahaya, jauh lebih berbahaya daripada The Infected. Besok mereka akan mencari tanda-tanda jika kau mengetahui hal-hal yang seharusnya tidak kau ketahui….dan mereka akan membunuhmu seperti mereka membunuh Luhan."
Sebelum Baekhyun bisa menjawab, ada suara langkah kaki yang mendekat. Lay menggendongnya kembali lalu berlari keluar ruangan. Ia menutup pintu kemudian buru-buru kembali ke sel Baekhyun. Lay membaringkan Baekhyun di atas ranjang kemudian mengunci pintu sel itu lagi. Sebelum pergi, Lay mengintip dari balik jeruji besi.
"Baekhyun, kumohon," katanya. "Aku tidak tahu apa lagi yang harus kuberitahu jadi aku terpaksa menunjukkan semua itu padamu. Monster-monster di luar sana tidak ada bandingannya dengan Dewan Tinggi yang berada di atas kita sekarang….Aku berjanji akan melindungimu, dan inilah hal terbaik yang bisa kulakukan. Berbohonglah pada Dewan Tinggi, katakan saja apa yang ingin mereka ketahui. Tapi jika kau kelepasan dan mengatakan apapun tentang makhluk itu, atau Chanyeol, atau Sehun, mereka akan membunuhmu dan Kyungsoo juga. Berbohonglah, Baekhyun, berbohonglah demi hidupmu."
Langkah kaki itu semakin dekat, suaranya bergema di sepanjang lorong. Lay melirik dengan gelisah. Ia tersenyum kemudian menghilang. Baekhyun duduk terdiam di ranjang, berusaha memahami semuanya.
Ternyata semuanya jauh lebih rumit dari perkiraannya.
Terlalu rumit. Ia berbaring lalu memejamkan matanya. Besok ia akan berbohong. Berbohong demi Kyungsoo. Jika Dewan Tinggi adalah monster yang sesungguhnya, maka ia harus menjadi lebih cerdik dari mereka….
Lakukan apapun.
Berbohonglah.
Selamatkan Kyungsoo.
.
.
.
"Bagaimana kau bisa menemukannya?" Pertanyaan itu terus ditanyakan. Kai menghela napas, menggelengkan kepalanya pada penjaga itu. Ia telah mendengar pertanyaan itu berulang kali. Sejak ia membawa Baekhyun dari gerbang Dinding seluruh Desa telah terbakar oleh rumor dan gosip. Kenapa ia berada di luar sana? Berapa lama ia berada di luar sana? Kudengar ia sudah seminggu berada di luar, tapi itu bohong kan? Bagaimana mungkin seseorang sepertinya bisa bertahan hidup? Apakah The Watchers menyuruhmu untuk menemukannya?
Pertanyaan-pertanyaan itu cukup aman, hanya sekedar penasaran. Namun Kai juga ditanyai pertanyaan-pertanyaan berbahaya.
Jadi ia pergi sendirian? Kurasa bukan The Watchers yang menyuruhnya melakukannya….Jadi apa yang menyebabkannya pergi? Apakah ia ingin menemukan sesuatu? Apakah ia kerasukan setan atau ia telah melakukan sebuah perjanjian tertentu? Apakah itu sebabnya mengapa The Infected tidak membunuhnya?
Apakah Baekhyun menggunakan ilmu hitam?
Kai mendengus dengan muka masam mendengar pertanyaan itu. Orang-orang langsung mundur, berusaha menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan maksud mereka. Mereka bilang mereka tidak bermaksud menyinggungnya, namun Kai melihat rasa takut di mata mereka. Seorang penyihir berarti bencana di Desa mereka….dan Baekhyun bisa jadi seorang penyihir. Kai membenci kenyataan bahwa penduduk Desa bisa berpikir seperti itu. Ia ingin memukul semua yang bertanya, mengangkat tubuh mereka lalu melemparkannya keluar Desa. Namun hal itu hanya akan memperparah rasa takut mereka.
Jadi yang ia lakukan adalah tersenyum, memberitahu mereka sebisanya. "Ia BUKAN seorang penyihir, ia menderita demam tinggi setelah penyerangan malam itu. Ia mulai berhalusinasi dan kemudian berlari ke hutan. Suho memberitahuku dan aku menemukannya. Sesederhana itu. Tidak ada sihir, hanya sebuah kesalahan. Aku bersyukur The Watcher melindunginya."
Beberapa orang mempercayainya. Sisanya tidak yakin. Kai mengulang kebohongannya lagi dan lagi hingga ia sendiripun nyaris mempercayainya. Kai tidak tahu apa yang Baekhyun lakukan di hutan. Suho dan Kyungsoo tidak memberitahunya dan Baekhyun sedang dikurung di Biara. Tapi tidak masalah, Baekhyun masih hidup. Hanya itu yang penting baginya.
Sekarang ia hanya perlu memastikan kalau ia tidak akan kehilangan Baekhyun. Kai bisa mengatasi rumor soal ilmu hitam. Ia adalah pemimpin dari para prajurit, ia yang Terpilih. Orang-orang lambat laun akan mempercayainya, kemudian melupakan rasa takut mereka. Dewan Tinggi lah yang merupakan ancaman baginya. Mereka akan mendengarkan penjelasan apapun dari Baekhyun besok dan mereka lah yang menentukan apakah mereka akan melepaskannya atau menghukumnya. Yang manapun keputusannya, masalah yang membuatnya khawatir adalah soal pernikahan.
Akankah mereka menyerahkan Baekhyun pada Jae Sun? Atau apakah mereka akan mempertimbangkan dirinya sebagai suami Baekhyun? Ia tidak tahu akankah kejadian ini akan mempengaruhi keputusan Dewan Tinggi dan hal itu membuatnya takut.
Ia akhirnya berhasil mencium Baekhyun, persis seperti yang telah ia impikan selama bertahun-tahun. Kai telah mengumpulkan semua keberaniannya dan melakukannya begitu saja. Ciuman itu melebihi harapannya. Bibir Baekhyun terasa seperti stoberi, dan Ya Tuhan, suara yang keluar dari bibirnya ketika ia menciumnya…semua itu cukup untuk membuat siapapun yang mendengarnya tergila-gila. Desahan lembut Baekhyun….cara Baekhyun meraba dada Kai lalu berpegang erat padanya. Kai bisa ketagihan memeluk pemuda mungil itu, menciumi kulitnya dan mendengar suara desahannya. Ia memang sudah ketagihan. Kai menggelengkan kepalanya. Pertama-tama, ia harus menyelamatkan Baekhyun, kemudian ia akan bertanya jika Baekhyun memang ingin menciumnya lagi.
Jika Baekhyun tidak mencintainya, ia tidak akan memaksanya. Menghancurkan Baekhyun akan menghancurkannya juga. Kai tidak bisa membiarkan Baekhyun menikah dengan Jae Sun, tapi ia lebih tidak sanggup membayangkan kemungkinan Baekhyun tidak mencintainya juga….Bagaimana jika ia memang tidak mencintainya? Bagaimana jika apapun yang Kai rasakan di hutan hanyalah imajinasinya belaka? Jika ia terlalu menginginkannya hingga ia merasa betul-betul mengalaminya?
Pikiran-pikiran mengerikan itu hanya bisa dihentikan setelah ia bicara dengan Baekhyun.
Kumohon Baekhyun, yang kuinginkan adalah kau baik-baik saja.
.
.
.
.
.
.
T/N: Oke fix ini chapter terpanjang sejauh ini. Selamat ya yang udah lulus SMA. Semangat buat yang lagi UN (hayoloh ketahuan baca FF) dan yang lainnya juga hehehe. Ikutin terus cerita ini ya :D see you!
