KELAS 3E DI BULAN PUASA

RATED: T

GENRE: HUMOR, SHOOL LIFE

DISCLAIMER: FF INI HANYA SEBATAS CERITA YG MENYANGKUT TENTANG BULAN RAMADHAN. DAN SAYA SENGAJA PAKE CHARA ANSAKYOU KARENA BINGUNG MAU PAKE SIAPA. AND PLEASE JANGAN RASIS DAN NGEWAR BAWA-BAWA AGAMA YAA… SAYA BIKIN FF INI HANYA UNTUK MENGHIBUR.

WARNING: FF INI MENGANDUNG TYPO, KALIMAT YG TIDAK JELAS, TATA BAHASA YG KURANG. BAGI YG MEMBACANYA DAN MENEMUKAN KESALAHAN SILAHKAN REVIEW. KALAU BISA TABOKIN AUTHORNYA.

Chapter 3: Itona Comeback

Kegiatan belajar mengajar di SMP Kunugigaoka masih berjalan cukup lancar. Semuanya masih menjalankan ibadah puasa mereka dengan khusuk, walaupun kadang-kadang masih saja khilaf. Hari ini mereka kedatangan murid baru, lebih tepatnya murid baru yg pernah bersekolah beberapa hari yg lalu di 3E. Murid yg pernah mengaku sebagai adik dari Koro-sensei.

"Baiklah minna-san, hari ini Itona-san akan kembali bersekolah disini" ucap Koro-sensei. Disampingnya sudah ada murid bersurai abu-abu dengan bandana di kepalanya.

"Ohayou minna-san, hari ini aku akan mulai bersekolah disini. Maaf atas kejadian beberapa hari yg lalu" ucap Itona dengan tampang dan suara yg datar. Murid-murid lain menyambutnya dengan senyum ramah. Itona melangkah mendekati bangkunya yg ada disamping Terasaka.

"Itona-kun karena kamu tidak masuk mungkin kamu tidak tahu peraturan selama bulan puasa. Selama bulan puasa kalian tidak boleh membunuh sensei selama sebulan. Dan siang nanti kita akan melaksanakan shalat dzuhur. Mengerti?" Jelas Koro-sensei.

"Wakkata" ucap Itona singkat.

"Baiklah minna-san, kita lanjut belajar lagi"

.

Adzan dzuhur berkumandang dari masjid-masjid terdekat. Mereka menghentikan aktivitas belajarnya sejenak untuk beribadah.

" Hey Itona-kun, ayo kita shalat sama-sama" ucap Terasaka sambil merangkul Itona.

"sebentar" Itona merogoh laci mejanya dan mengeluarkan peci hitamnya kemudian memakainya. "Ayo"

Mereka semua berjalan ke tempat wudhu, disana sudah ada Nagisa dan yg lainnya yg sedang berwudu. Itona merasa sedikit aneh melihat Nagisa yg memakai peci hitam dengan rambut birunya yg terurai di bahunya.

"Nagisa-kun kenapa kamu pakai itu?" Tanya Itona sambil menunjuk peci yg bertengger di kepalanya.

"Oh ini, aku hanya ingin memakainya saja. Memangnya ada apa?" Ucap Nagisa

"Tidak apa-apa, tapi kau terlihat tidak cocok memakai peci. Kau lebih cocok memakai jilbab seperti murid perempuan lainnya." Ucap Itona dengan tampang datarnya kemudian ia berwudhu. Nagisa yg mendengar itu mukanya langsung sweatdrop. Nada bicaranya datar tapi kata-katanya menusuk, batinnya.

Setelah berwudhu mereka semua masuk ke masjid (dadakan) lalu bersiap untuk shalat.

"Minna-san kali ini siapa yg mau jadi imamnya?" Tawar Karasuma-sensei. Sudah jadi peraturan bagi semua murid laki-laki untuk bergantian menjadi imam.

"Aku saja Karasuma" ucap Koro-sensei antusias.

"Tidak mau" ucap semua murid serempak, kecuali Itona.

"Nyuuaaa... kenapa tidak mau? Kali ini saja biarkan sensei yg jadi imamnya" Koro-sensei memohon sambil mengeluarkan air matanya.

"Tidak mau, kalau sensei jadi imam nanti kita shalat dengan kecepatan 20march" ujar sang ketua kelas.

"Sensei janji tidak akan cepat-cepat. Ayolah Karasuma biarkan aku menjadi imamnya sekali saja" Koro-sensei memohon sambil memegang tangan Karasuma. Tidak lupa dengan air mata yg mengalir dari matanya-atau hidungnya- itu.

"TIDAK MAU!" Teriak semua murid serempak. Koro-sensei tersentak dengan teriakan murid-muridnya itu.

"Kalai kalian tidak mau dia jadi imam lalu siapa yg mau jadi imamnya?" Tanya Karasuma.

"Daripada berisik lebih baik aku saja." Itona melangkah maju menempati tempat imam. Koro-sensei mau tak mau minggir dari tempat imam.

"Kenapa kalian memperbolehkan Itona jadi imam sementara sensei tidak diperbolahkan huhuhu..." Koro-sensei menangis.

"Karena Itona lebih pendiam dari pada Koro-sensei" ucap Maehara membuat Koro-sensei terdiam.

"Hoyy... kalau ribut mulu kapan shalatnya" protes Kataoka.

"Buruan woyy ntar keburu waktu dzuhurnya abis" sambung Kurahashi.

"Baiklah, aku mulai. Rapatkan shafnya dahulu" perintah Itona. Yg lainnya menurut merapikan shafnya. Koro-sensei yg habis menangis mau tak mau ikut ke shafnya walau dengan hati tak rela. Setelah melihat shafnya rapi, Itona memulai Takbiratul Ihram. Mereka semua shalat dengan khusuk.

.

Setelah shalat mereka semua di perbolehkan untuk pulang kerumah. Mereka semua berjalan meninggalkan kelas.

"Hoyy Itona" panggil Terasaka. Yg mempunyai nama itu menengok.

"Ada apa Terasaka-kun?"

"Karena kau baru masuk, bagaimana kalau kita jalan-jalan sekalian ngabuburit" ajak Terasaka.

"tapi ini kan masih siang. Waktu maghrib masih lama." Ucap Itona.

"Kalau begitu kita jalan-jalan menunggu waktu ngabuburit. Ayo Itona-kun, ikut saja" ajak Yoshida.

"Baiklah, aku ikut" ucap Itona. Terasaka langsung merangkul Itona dan berjalan bersama-sama genknya itu.

To be Continue~

Yay, hyoshin balik lagi. Maaf ya, hyoshin hiatus selama seminggu lebih. Soalnya minggu kemaren hyoshin masih sibuk remedial. Remedialnya sih gampang, tapi nyari gurunya itu loh susah banget. Seketika guru itu udah kayak gunting kuku yg kalo lagi dibutuhin kaga ada. Da disitu hyoshin udah kayak fans fanatik yg ngejar-ngejar idolanya. Dan baru hari senin bener-bener selesai remedialnya. wkwkwkwk kok hyoshin jadi curhat gini.

Intinya hyoshin minta maaf atas kehiatusan hyoshin. Gomenne, hontoni gomenasai. Dan untuk cerita ini kayaknya juga kurang karena hyoshin kehabisan ide. Mungkin efek dari remedial yg melelahkan wkwkwkw. Hari ini hyoshin bener-bener minta maaf -/\- m( _ _ )m

Oh ya terimakasih untuk yg udah baca ff ini. Makasih udah nerima cerita hyoshin yg tidak jelas. Dan mohon reviewnya untuk perbaikkan kedepannya. Terimakasih bagi yg sudah membaca... Love You...