Warning

YAOI, LEMON (NC), Typo, OOC, AU, VULGAR

.

Rate

M

.

Disclaimer

Themself!


Last chap:

Dengan cepat Yunho memutar keadaan menjadi Jaejoong terlentang di bawahnya. Yunho tersenyum kecil, "Sepertinya Joongie kecilku sangat sensitif." Yunho menyentil penis Jaejoong, membuat Jaejoong memekik pelan dan penis Jaejoong mulai bangkit perlahan.

"Sepertinya aku tidak bisa membiarkan kadoku bergerak sendiri. Kadoku ternyata harus kunikmati sendiri." Yunho menyeringai kecil lalu membekap mulut Jaejoong dengan kasar membuat Jaejoong memekik keras.


.

For You

-Z-

.

YunJae Fanfiction

.


"Ah~ Yun..." Jaejoong hanya bisa mendesah. Kedua tangannya mencengkram bantal dengan erat sedangkan kedua kakinya terbuka lebar. Yunho yang berada di antara kaki Jaejoong menghisap pelan paha dalam Jaejoong membuat kissmark di sekitar kejantanan Jaejoong.

Jaejoong sangat frustasi karena Yunho sama sekali tidak memberikan kenikmatan apapun terhadap penisnya yang sudah kembali tegang. Rasa frustasi Jaejoong bertambah saat Yunho memasukan jari tengah tangan kirinya ke dalam lubang rectum Jaejoong. Tidak ada gel ataupun saliva yang menyelimuti jari Yunho membuat gesekan atara jari tengah Yunho dengan rectum Jaejoong berkesan kasar .

Jaejoong menaikkan pinggangnya saat Yunho memasukan jari kedua. Rasanya aneh! Rectum -nya terasa gatal ingin di garuk, hanya saja jari Yunho terlalu besar untuk rectum Jaejoong yang masih virgin.

"Balikkan tubuhmu," ujar Yunho saat rectum Jaejoong tidak bisa membuka lebih lebar lagi. Jarinya terasa terhimpit dengan erat.

Jaejoong membuka matanya yang sedari tadi terpejam. Perlahan dia membalikan tubuhnya menjadi menungging. Menunjukan jelas bagian bawah tubuhnya kepada Yunho.

"Nggh~" Jaejoong mengerang pelan saat Yunho mengigit salah satu bongkahan pantatnya sedangkan jarinya menekan jauh kedalam rectum Jaejoong.

Yunho mengerutkan alisnya saat tidak menemukan titik sensitif Jaejoong. Padahal selama ini dengan mantannya tidak sesulit ini.

Yunho segera memasukan jari ketiga dengan sedikit paksaan dan menuai erangan keras Jaejoong.

"Yun... sakit, keluarkan!" dengan tangan kirinya Jaejoong berusaha meraih tangan Yunho agar mau keluar dari dalam tubuhnya.

Yunho berdecak kesal dan menepis tangan Jaejoong, "Sebentar sayang," ujar Yunho sambil kembali menumbuk rectum Jaejoong.

Jaejoong memejamkan matanya. Ugh, dimana titik sensitifnya? Padahal menurut buku-buku dan cerita yang dia baca titik itu sebenarnya mudah di temukan. Rectumnya terasa sakit di tusuk paksa oleh jari Yunho yang masih kering.

Tangan kanan Yunho perlahan bergerak meraih penis Jaejoong yang sudah tidak tegang lagi kerena rasa sakit di rectumnya. Yunho mengocok penis Jaejoong cepat sedangkan ketiga jarinya bergerak semakin gencar di dalam rectum Jaejoong.

Bingung. Itu yang Jaejoong rasakan. Bagian belakang tubuhnya sangat sakit karena Yunho masih setia menggerakan jarinya dan sama sekali tidak menemukan titik sensitifnya. Tetapi bagian depan tubuhnya sangat nikmat. Tangan Yunho yang kasar bergesekan dengan penis Jaejoong.

"A-ah... Yun," Jaejoong membenamkan kepalanya ke bantal untuk merendam desahannya saat penisnya kembali memuncratkan cairan sperma.

"Masih tidak kena?" Yunho menundukkan tubuhnya dan mencium punggung Jaejoong yang sudah basah kerena keringat.

Jaejoong menolehkan kepalanya ke samping. Tubuhnya masih menungging di depan Yunho walaupun kakinya sudah bergetar, "Co-coba fokus hanya dengan satu jari Yun. Mungkin ketemu."

Menuruti keinginan Jaejoong, Yunho mengeluarkan jari lainnya di dalam rectum Jaejoong dan menyisakan jari tengahnya saja. Yunho mengeluarkan jarinya hingga ujungnya saja dan dengan pelan-pelan menggerakan jarinya untuk masuk ke rectum Jaejoong dengan gerakan berputar agar bisa menyelusuri tempat di mana penisnya akan berdiam nantinya.

Jaejoong mengigit bibirnya karena jari Yunho seakan-akan sedang mengelus bagian dalam rectumnya dengan lembut. Membuatnya tegang dan ketagihan.

Yunho terus mengulang hal yang sama dan tetaplah nihil. Rectum Jaejoong sedikit menyebalkan ternyata. Karena kesal, Yunho mengeluarkan jari tengahnya dan segera melumuri jari itu dengan salivanya sendiri.

Detik selanjutnya Yunho segera menumbuk kembali rectum Jaejoong. Dan ini terasa lebih mudah karena jarinya licin dan basah.

"DISANA!" Jaejoong menjerit sambil mencengkram bedcover yang ada di bawahnya. Serangan mendadak Yunho sukses menumbuk sweet spotnya.

Yunho menyeringai. Akhirnya.

Tidak mengeluarkan jarinya, Yunho malah semakin membenamkannya dan mengelus tonjolan yang hanya bisa di sentuh oleh ujung jari tengahnya. Sedangkan Jaejoong mengigit bantal yang berada di hadapannya dengan keras. Rasa gatal di dalam rectumnya semakin menjadi-jadi dan dia ingin Yunho menggerakan jarinya.

Yunho terdiam lama mencoba menghafal titik ini. Jarinya perlu dikebawahkan sedikit agar bisa menekan titik nikmat Jaejoong.

Setelah merasa yakin, Yunho mengeluarkan jarinya dari rectum Jaejoong. Kedua tangannya mencengkram pinggang Jaejoong agar mau mundur dan mendekat ke arah penisnya yang sudah tegang dan berlumuran pre-cum.

Jaejoong segera menoleh dan menatap horror Yunho. Tanpa pelumas eoh? Dengan jari saja sakit, bagaimana dengan benda besar seperti itu?

"Tunggu, Yun! Aku ada body lotion!" Jaejoong berusaha memberotak dari cengkraman Yunho di pinggangnya.

Yunho yang melihat kekasihnya memberontak hanya tersenyum lembut, "Aku sudah tidak sabar."

Dan...

SLEB

"ARGH!" bukan sakit yang Jaejoong rasakan, tetapi nikmat yang luar biasa karena entah kenapa penis Yunho langsung menusuk rectumnya, "Lagi, Yun... La-lagi!" Jaejoong mendorong pinggangnya kebelakang agar penis Yunho melesak masuk semakin dalam dan menekan titik sensitifnya semakin dalam.

Yunho tersenyum senang. Ternyata mengingat keberadaan titik nikmat Jaejoong membawakan hasil juga. Setidaknya Jaejoong tidak merasakan sakit saat penisnya masuk.

Tubuh Jaejoong bergetar karena Yunho semakin gencar menusuk-nusuk rectumnya. Enak... enak sekali.

"Ah... Yu-Yun!" tangan Jaejoong bergerak untuk mengocok penisnya sendiri saat klimaks sudah terasa dekat dengan dirinya.

Sedangkan Yunho yang berada di belakang Jaejoong berusaha sekeras mungkin untuk dapat mengenjot Jaejoong karena rectumnya yang tiba-tiba menyempit.

"Ngh... AH!" Jaejoong memekik keras saat penisnya mengucurkan sperma dan membasahi bed cover di bawahnya. Tangannya mencakar bantal yang dia gunakkan untuk menahan nikmat yang semakin menjadi-jadi karena Yunho terus menusuk rectumnya membuat cairannya sedikit tersendat-sendat saat keluar.

"Ah~" Jaejoong ambruk seketika dan membuat Yunho yang berada di belakangnya mengecurutkan bibirnya karena sedari tadi dia belum keluar!

Tanpa melepas penisnya, Yunho membalikan tubuh Jaejoong menjadi terlentang. Bibirnya menyunggingnya seringaian diiringi dengan pinggangnya kembali bergerak untuk menhantam tubuh Jaejoong yang sudah mulai lemas.

Jaejoong yang merasakan penis Yunho didalam rectumnya kembali bergerak bahkan semakin keras menyodok titik sensitifnya, mulai kembali tegang. Kaki kirinya dia gerakan ke atas pundak Yunho agar rectumnya terbuka semakin lebar dan Yunho bisa menusuknya semakin dalam.

Yunho yang mendapat respon positif dari Jaejoong menusuk penisnya beberapa kali dan setelah itu menurunkan kaki Jaejoong yang sempat hinggap di pundaknya. Dengan sekali tarikan, Yunho menarik Jaejoong untuk duduk di atas pangkuannya dan hal ini membuat penis Yunho masuk semakin dalam.

Yunho menyeringai melihat Jaejoong menatap Yunho dengan sayu. Yunho mengarahkan tangan Jaejoong untuk melingkar di lehernya, sedangkan kaki Jaejoong melingkar di pinggangya.

Setelah itu, Yunho menggerakan tangannya untuk menaik-turunkan tubuh Jaejoong agar penisnya bisa kembali menusuk-nusuk rectum kesayangannya.

Karena posisinya seperti ini, penis Yunho dapat masuk lebih dalam dan lebih kasar dibandingkan posisi terlentang atau menungging. Kenikmatan yang paling besar Jaejoong dapatkan saat tubuhnya jatuh begitu saja ke penis Yunho dan membuat titik nikmatnya tertumbuk dengan sangat keras.

Sampai akhirnya tanpa sadar Jaejoong menggerakan tubuhnya sendiri untuk menaiki penis Yunho, karena tangan Yunho yang sedari tadi membantunya bergerak perlahan mulai berhenti mengangkat atau menjatuhkan tubuh Jaejoong.

Merasa kekasihnya sudah di ambang kenikmatan, Yunho mencoba untuk melakukan dirty talk.

"Jae, enak sekali, hmm?" ujar Yunho sambil menarik punggung Jaejoong agar semakin menempel di tubuhnya. Membuat penis Jaejoong bergesekkan dengan perut Yunho.

"A-ah..." tidak menjawab, Jaejoong malah mendesah nikmat karena mulai merasakan kenikmatan ganda.

"Bagaimana rasanya penisku menusuk rectummu dengan keras?" gumam Yunho sambil menjilati telinga Jaejoong.

Merasa malu, Jaejoong menundukan wajahnya yang memerah. Tetapi tubuh Jaejoong tidak berhenti naik-turun untuk menikmati penis Yunho yang membesar dan menyodok titik nikmatnya dengan kasar.

"Rectummu sempit sekali, Jae... sempit sekali."

Mendengar perkataan Yunho, refleks Jaejoong semakin menyempitkan rectumnya karena kaget serta malu mendengar dirty talk dari Yunho. Hal ini menuai desahan nikmat dari Yunho karena penisnya dihimpit dengan erat oleh rectum Jaejoong.

"Ah, kau seakan mau menelan penisku dengan rectummu Jae."

"Enggh..." Jaejoong mengigit pundak Yunho menandakan bahwa dia kebali klimaks. Dirty talk dari Yunho sukses membuat dirinya klimaks lebih cepat.

"Enak sekali kan?" Yunho tersenyum dan segera menghempaskan tubuh Jaejoong ke kasur. Setelah itu Yunho kembali menyodok rectum Jaejoong lebih keras lagi. Lebih cepat lagi. Klimaksnya sudah di ujung mata karena Jaejoong terus mendesah dan mengerang membuat libidonya naik dengan cepat.

Jaejoong yang menerima genjotan brutal dari Yunho mencengkram pundak Yunho dengan erat. Kepalanya mendongak karena nikmat kembali menghampirinya walaupun tubuhnya terasa remuk.

Jaejoong sedikit kaget saat Yunho menghentakkan penisnya dengan keras dan berdiam di sana. Sedetik kemudian Yunho menggeram seperti binatang buas dan cairan spermanya keluar dengan cepat melalui lubang penis Yunho, membasahi rectum Jaejoong.

"AAAH!" Bukan Yunho yang mendesah, melainkan Jaejoong. Cairan panas Yunho yang tiba-tiba masuk ke dalam tubuhnya membuat rasa nikmat yang berbeda. Tubuhnya mengejang kaget dan dadanya membusung saat cairan itu mengalir lebih dalam memasuki tubuhnya.

Nafas Yunho terengah-engah. Matanya menatap liar Jaejoong yang sudah ambruk. Matanya tampak sayu dan tubuhnya masih bergetar meresapi rasa nikmat yang tersisa.

Jaejoong perlahan menutup matanya dan mengundang gerutuan dari Yunho.

"Aku mau lagi," ucap Yunho merajuk. Jaejoong yang awalnya sudah mau tidur membelakakakan matanya menatap Yunho tidak percaya.

"Capek!" Jaejoong segera bersingut mundur saat mengingat penis Yunho masih berdiam di lubangnya, "Besok oke?"

Yunho kembali mengecurutkan bibirnya saat penisnya keluar dari rectum hangat Jaejoong, "Awas saja. Besok ku-'hukum' kau seharian. Tidak usah kuliah!" Yunho menyeringai dan menatap lapar ke arah kekasihnya seakan tidak sabar menanti hari esok.

Jaejoong menelan ludahnya takut. Ini sisi lain dari Yunho yang sabar, baik dan pekerja keras. Mesum dan hyper sex.

.


.

Jam sudah menunjukan pukul sepuluh pagi tepat. Dan kedua sejoli ini masih tetap melakukan aktifitasnya sejak jam tujuh tadi...

"Yunho!" Jaejoong melengkungkan tubuhnya saat klimaks ke lima menghampirinya. Sedangkan Yunho yang berada di belakangnya tersenyum senang karena berhasil menggagahi kekasihnya berkali-kali.

Tanpa melepas sambungan mereka, Yunho menarik Jaejoong ke dalam gendongannya. Bibir Yunho segera membungkam Jaejoong yang hendak protes. Dalam keadaan melumat bibir Jaejoong, Yunho mengendong Jaejoong ke kamar mandi...

Hmm... sex di kamar mandi.

.

Air dari bathtub bergoyang membuat riak-riak air. Tentu saja hal ini disebabkan oleh kedua tokoh utama kita yang sedang berbagi nikmat di dalam bathtub yang sudah berisi air penuh. Yunho yang berada di bawah Jaejoong menatap lapar kekasihnya yang sedang bergerak liar di atas tubuhnya. Kedua tangan Jaejoong bertumpu dengan pundak Yunho dan pinggangnya tidak mau berhenti bergerak untuk menikmati penis Yunho yang terus menusuknya.

Kepala Jaejoong mendongak saat kenikmatan menghampirinya.

"Ah~ Yu-Yunho..." Tangan Jaejoong mencengkram pundak Yunho erat saat klimaks menghampirinya. Sperma Jaejoong keluar dan bercampur dengan air hangat yang sudah mulai mendingin di dalam bathtub tersebut.

Yunho yang belum merasakan klimaks, mencengkram pantat Jaejoong erat dan memaksa kekasihnya untuk bergerak naik turun lagi.

Bibir berbentuk hati itu tidak berhenti untuk mengucapkan dirty talk yang membuat kekasihnya terangsang semakin hebat dan berinisiatif untuk kembali menggerakan tubuhnya.

Aigo, ini akan menjadi hari yang panjang.

.

Jaejoong mencengkram pinggiran bathtub dengan erat, tubuhnya menungging dengan Yunho berada di belakangya.

Yunho sendiri sedang mengarahkan shower yang mengeluarkan air hangat ke arah rectum Jaejoong. Jari telunjuk tangan Yunho masuk dan membersikan sisa-sisa spermanya yang masih berada di dalam tubuh Jaejoong.

Tubuh Jaejoong bergetar karena walaupun sperma Yunho keluar dari tubuhnya, tetapi air hangat dari shower memasuki rectumnya dan membawa perasaan yang sama dengan saat Yunho klimaks di dalam tubuhnya.

Oke sebenarnya Jaejoong awalnya mau membersihkannya sendiri. Tetapi karena ini pertama untuknya, Jaejoong merasa geli jika harus memasukan jarinya sendiri kedalam rectumnya. Yunho yang sedari tadi melihat Jaejoong berusaha membersihkan dirinya akhirnya ikut turun tangan dan membantu Jaejoong.

Walaupun Yunho hanya berniat membantu, tetapi hal 'membersihkan rectum Jaejoong' ini malah mengundang Jaejoong untuk tegang karena merasakan jari Yunho keluar masuk rectumnya disertai air hangat yang berasal dari shower dengan nakal menelusup memasuki rectumnya.

Selang dua menit, Yunho menyelesaikan pekerjaannya dan membalikan tubuh Jaejoong untuk menghadapnya. Dan hal itu membuat Yunho membelakakakan matanya kaget melihat Jaejoong sudah dalam keadaan tegang dan mengigit bibirnya sendiri menahan desahan.

Yunho menyeringai dan berbisik pelan di telinga Jaejoong, "Naughty, Jae..."

Dan setelah itu desahan kembali terjadi. Tch, percuma Yunho membantu Jaejoong membersihkan diri jika pada akhirnya kotor lagi.


END


LAMA UPDATE!

LEMON BURUK!

*mewek sambil pelukin readers*

Huwe, lemon pertamaku... gw TIDAK merasa ini bagus (;;A;;"). Maafkan jika banyak kesalahan, gw nggak kuat baca ulang tulisan gw.. (./\.) Malu! D/X

Huhuhuhu, gw lama update *guling-guling* untuk bisa nulis ini aja sampe gemeteran. Untuk dapet feelnya susah, dan hasilnya payah (TTATT")

Readeeers... ;;A;;"

.

Btw link yang kemaren kg bisa di buka ya? )"OwO) Kok aneh... pas gw buka lagi udah ke block.. TTATT" Mianhae...

Pokoknya itu gif yang berisi gif dimana Yunho lagi loncat-loncat di konser. Terus di selangkangan Yunho ada yang loncat-loncat ("O.,O) besar banget XD~ #digeplak karena mesum.

.

Special thanks for...

HONAMI AKIMOTO! XD~

.

And special thanks to you too.. :*

-JaeBear

-OktavLuvJejeTooMuch

-noonacomplicated

-MinnieGalz

-nam seulmi

-heesy

-agisha

-Ndapaw

-Enno KimLee

-lipminnie

-jung yoo rim

-kyucute14

:***~