02. Backstage - Meanie
.:.
Seventeen Boys Wish encore concert hari pertama telah usai. Semua anggota dan staf berkumpul di belakang panggung untuk sekedar memberi selamat atas suksesnya konser hari ini. Boy group yang saat ini sangat digilai ini tidak bisa berhenti tersenyum meskipun terlihat gurat kelelahan di wajah mereka yang sangat kentara.
"Hyung," panggil si jangkung bertaring kepada pemuda di sebelahnya yang lebih pendek darinya,
"Hm?"
"Apa tidak sakit?" Wonwoo -pemuda yang dipanggil hyung tadi- mengernyitkan jidat tak mengerti. "Jidatmu"
"Ooh ini," Wonwoo mengelus jidatnya, "lumayan. Maaf ya tadi aku terlalu bersemangat jadi-"
"Tidak, aku juga mendorong sedikit keras jadi bukan salahmu sepenuhnya."
"Tapi tetap saja.." Ucapan Wonwoo terhenti ketika Mingyu menangkup pipinya. Oh tidak wajahnya mulai panas, apa AC tidak dinyalakan?
Mingyu menatap dalam ke mata Wonwoo nyaris tanpa kedip. Dirasanya wajah Mingyu semakin mendekat, hingga pucuk hidung mereka bersentuhan. Wonwoo buru-buru memejamkan matanya, menunggu sesuatu yang kenyal menyentuh bibirnya.
Tapi yang dirasa adalah kecupan di jidatnya, pas di benjolan. Wonwoo membuka matanya dan tiba-tiba saja wajah Mingyu sudah ada di depannya.
"Itu obat agar tidak sakit, sekarang giliranku yang diberi obat."
Wajah Wonwoo sudah memerah rasanya ia ingin sekali menggeret Jihoon membeli es krim.
"Ayolah, Hyung, apa kau tega melihat kekasihmu kesakitan?"
"Tutup matamu"
"Tidak mau, kau pasti melarikan diri"
"Aku janji tidak akan lari"
"Baiklah"
Dengan ragu, Mingyu menutup matanya sambil sedikit membungkukkan badannya.
Ada sesuatu yang lembut menyapa dahinya lalu turun ke bibir secara kilat. Sangat kilat hingga Mingyu ragu itu sungguhan atau tidak. Saat dia membuka mata, dilihatnya Wonwoo pergi menarik Jihoon dari pelukan Soonyoung.
fin
a/n :
*awalnya mau bikin SoonHoon tapi gaada ide, jadi aku post ini yg udah lama nangkring di laptop :')
*ini kemungkinan bakal jadi kumpulan drabble OTP SVT, mungkin ada yg berminat request? h3h3
*aku mau ucapin makasih banget buat temen-temen yang udah baca, ngfav, ngfollow, sampe yg sudi ngreview fic gajelas ini. kalian warbyasah :')
((aku juga gangerti ff yg isi cuma dialog doang macem ff sebelumnya itu jenis apa, aku cuma males nulis narasi. maap huehue))
*ini tanggal 20, tanggal keramat, saat dimana aku dan para suami menginjak tanah yg sama, menghirup udara yg sama, melihat langit yg sama, tapi tetep gabisa ketemu. aku tak kuasa :" *garuk ubin*
*mungkin minat buat scroll bawah dikit?
.:.
#omake
Mingyu memegang bibirnya, matanya memandang kosong ke depan.
Seungkwan datang menepuk bahu Mingyu, "Hyung, lihat Jihoon Hyung?"
Tidak ada jawaban, Seungkwan mengikuti arah pandang Mingyu. Tidak ada siapa-siapa...
"HYUNG!" masih tidak ada jawaban.
Dengan botol air mineral yang dibawanya, Seungkwan memukulkannya ke kepala Mingyu sedikit keras.
Mingyu menoleh, tersenyum sumringah.
Seungkwan mulai takut hyungnya kesurupan atau bagaimana. Buru-buru ia meminum air, tidak ditelan, tapi langsung disemburkan ke Mingyu.
Setelah menunggu beberapa detik, Mingyu baru tersadar.
"Kau baik.., Hyung?"
Mingyu merasa wajah dan bajunya basah, dengan segera melirik Seungkwan, lalu ke botol yang dipegang vokalis utama itu secara bergantian. Seungkwan meneguk ludah dengan susah payah mampus urang!, batinnya.
Merasa sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi, Seungkwan dengan spontan mengangkat botolnya ke telinga layaknya ponsel,
"Ha-halo, Jihoon Hyung, iya aku segera kesana,"
Dan lari tanpa menoleh Mingyu.
...
...
Mingyu berkedip,
Kedip,
Kedip,
"YA! BOONTELAN KUDA!" bak serigala mencari mangsa, Mingyu langsung melesat mengejar Seungkwan.
