Konbanwa Minna-san… Sebelumnya saya hendak minta maaf, perihal janji saya yang akan menyisipkan scene mature di chap ini, sudah saya coba tapi saya benar-benar frustasi membuatnya, alhasil saya pun tetap di lajur Rate- T saja karena hasilnya benar-benar buruk.

Sekali lagi gomenne.

Fillers Heart

Story by : Me

Disclamer : Masashi Kishimoto

Rate : T

Pairing : Sasuke U x Hinata H

Genre : Romance, Hurt

Warning : So Many Typo, OOC, Cerita tidak jelas dan sebagainya,


Chap VI

Ku lihat rasa sakit, ku lihat kesenangan

Tak ada yang lain kecuali dirimu

Ku ingin mendekapmu, malam ini dan selamanya

Ku ingin terbangun disisimu

Hinata… jangan pernah menjauh dari sisi ku lagi

Semua atensi karyawan tertuju pada dua insan yang saling berbagi kerinduan, Hinata yang terisak dan Sasuke yang bergetar jelas menjadi perpaduan yang sangat manis, situasi ini seperti melihat adegan terakhir dalam drama-drama romance yang sering dilihat di TV.

Kurang lebih 10 menit Hinata dan Sasuke saling berbagi kerinduan, dan keheningan menjadi latar belakang yang pas, tapi… lama kelamaan suara bisikan dari para karyawan yang melihat interaksi Direktur Utama mereka menyadarkan Hinata dan Sasuke.

Setelah sadar dengan apa yang terjadi, Hinata pun reflex melepaskan pelukannya… "A-ano… maafkan aku Uchiha-sama." ucap Hinata sambil perlahan menjaga jarak dengan Uchiha didepannya ini.

'Uchiha-sama?' Ucap Sasuke dalam hati.

Hatinya terasa tercubit, mendengar apa yang Hinata ucapkan. Kenapa Hinata berganti suffix untuk memanggilnya? apa ia sudah tidak menganggap Sasuke seperti dulu lagi?.

Sasuke terus memperhatikan pujaan hatinya yang terus menundukkan wajahnya, membenamkan wajahnya dalam surai pendeknya, dadanya bergemuruh… ia benar-benar ingin mengexpressikan perasaan bahagianya saat ini, rasa-rasanya Sasuke benar-benar ingin melompat-lompat ia kegirangan, perasaan bahagia membuncah di hatinya… ia butuh distraction "Hyu-hyuga-san…" panggil Sasuke gugup sambil menggaruk tengkuk belakangnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.

"Ya…?" jawab Hinata

"Banyak yang ingin kutanyakan padamu, kutunggu kau sepulang kerja di lobby." titah Sasuke dalam satu kali tarikan nafas, lalu ia berbalik dan melangkahkan kakinya meninggalkan beribu pertanyaan bagi Hinata serta seluruh penghuni ruangan itu.

Jika Kami-sama ingin memberikan berkah atas perbuatan baik yang sudah aku buat di dunia ini, yang aku minta hanya satu mahluk ciptaanya… yang selalu aku harap berada disekitarku, karena aku… benar-benar tidak bisa bernafas tanpanya… Hyuga Hinata, pengisi hatiku.


Sasuke melangkah dengan penuh perasan gembira, rasa-rasanya ada sesuatu dalam hatinya yang berhamburan keluar, tapi rasanya menyenangkan… wajah stoic nya tetap berekpresi datar seperti biasa, tapi dalam hatinya sungguh ia ingin sekali melompat-lompat atau meungkin berdiri diatap gedung Uchiha dan berteriak sekencang-kencangnya jika ia sangat bahagia, jika ia bukan seorang Uchiha mungkin deskripsi diatas sudah ia lakukan sedari tadi.

Ia berdiri bersandar pada meja resepsionis di lobby utama gedung Uchiha, ia mendengus… jam pulang kantor masih kurang 5 menit lagi, tapi ia sudah berdiri sejak setengah jam yang lalu… lagi, ia mendecih sambil mengecek waktu di jam tangannya.

Semua mata pegawai maupun tamu yang kebetulan ada di lobi saat itu tidak bisa lepas dari Direktur Uchiha ini, bagaimana tidak… ia berdiri, sambil sedikit bersandar pada meja resepsion dan memasukan satu tangannya kedalam kantung celananya, aura yang di keluarkan dari prodigy Uchiha ini terasa berbeda sore ini… aura hangat dipadukan bau citrus yang menyebar membuat siapapun pasti bersedia merelakan waktunya untuk berlama-lama melihat Uchiha Sasuke ini.

"Jugo… apa kau ubah jam operasional kantor tanpa sepengetahuan ku?" tanya Sasuke datar pada Jugo yang sedari tadi ikut berdiri di samping bos nya.

"Mana mungkin aku berbuat begitu Sasuke-sama…" jawab Jugo datar.

"Lalu… mana? kenapa tidak ada tanda-tanda pegawai yang sudah selesai bekerja berhamburan keluar?" tanya Sasuke dengan sedikit geraman pada orang kepercayaannya ini.

"Maksud anda Hinata-chan?" tanya Jugo balik bertanya padanya.

Sasuke mendelik, menatap Jugo tajam matanya memicing seakan siap menembus jantung siapapun "Jangan pernah berani memanggilnya dengan suffix seperti itu!" ucap Sasuke sedikit keras.

Jugo yang sadar akan tatapan atasan yang sudah bersama dengannya bertahun-tahun, lantas membungkukkan badannya tanda meminta maaf "Maafkan kelancangan saya Sasuke-sama."

Sasuke mendengus "Hn" onyx-nya tetap bergerak liar mencari sosok yang ia tunggu, seketika sekelebat surai indigo yang tertimpa cahaya lampu menarik atensinya, ia menahan nafasnya… berusaha mengurangi nervous-nya serta menyembunyikan kegugupannya, onyx-nya berbinar melihat yang ia rindu-kan ada dalam jangkauan matanya… Hinata-nya terlihat anggun dengan setelan pakaian kerja, dengan rok sepan selutut-nya serta kemeja putih berenda depan yang di masukkan rapih kedalam roknya, ia menggunakan sepatu formal yang berhak sedang… dan apa-apaan itu surai indigonya yang di potong sebahu… jelas menambah aura yang sudah di miliki putri Hyuga ini.

Sasuke gugup, terlihat dari tangannya yang bergetar… jika bisa, ia ingin sekali membawa Hinata dan menguncinya dirumahnya… hanya ia yang bisa melihatnya, dan hanya ia yang boleh melihatnya.

poor Sasuke

Lupakan imajinasi mu saat ini, dan saat ini saatnya berjuang untuk pengisi hatimu.

"Maafkan aku membuatmu menunggu." ucap Hinata sambil sedikit membungkukkan badannya.

Sikapnya tetap lembut seperti dulu, dan suaranya pun tidak berubah sama sekali, Sasuke menggeleng, berusaha menghilangkan pikiran absurd yang ada di otaknya "Hn, tidak masalah, aku pun baru datang." ucap Sasuke berbohong.

Hinata tersenyum, kelegaan jelas terpancar di wajahnya dan melihat Hinata-nya tersenyum Sasuke mati-matian menahan kebahagian yang terasa merangsak keluar dari dirinya, ia tidak ingin memalukan dirinya didepan Hinata dengan berjingkrak-jingkrak bukan?

Tidak, Sasuke itu Uchiha… jelas ia harus menjaga sikapnya.

"Baiklah… kau masih suka coffe bukan? kita ke café di sebrang saja!" tawar Sasuke tapi terasa lagi-lagi seperti sebuah perintah untuk Hinata, dan Sasuke seketika merutuki nada bicaranya yang lagi-lagi tidak bisa berkompromi.

Hinata hanya mengangguk lalu mengikuti langkah lebar Sasuke.

##

Ya… hanya ada mereka berdua di café yang biasanya jam pulang kerja sedang penuh-penuhnya dengan para pegawai yang mungkin menghabiskan waktunya sebelum kerumah atau sekedar melepas penat setelah bekerja seharian, tapi sore ini terasa berbeda. Hanya beberapa pelayan yang berjaga dan hanya ada dua pengunjung yang menempati café itu.

Kenapa sore ini berbeda?

Ya… tentu saja jawabannya jelas karena bungsu Uchiha itu, ia sengaja memblok semua pengunjung sore ini, karena café ini masih milik Uchiha bukan? jadi hal yang seperti ini jelas mudah bagi Sasuke.

Ia hanya ingin memiliki waktu berdua bersama pengisi hatinya.

Dan sore ini,

Hangat mentari senja terasa menembus dua insan yang saling meluapkan rindu, hanya keheningan yang menemani mereka. Sasuke bilang, banyak yang ingin ia tanyakan pada Hinata? tapi, kenapa saat ini ia diam tak bersuara, dan Hinata… Sasuke hanya merasa, Hinata tak sehangat dulu, ia lebih banyak menundukan kepalanya, berusaha menghindari tatapan Sasuke, dan Sasuke benci itu… tapi ia pun tidak tahu harus berbuat apa?.

Tapi… lambat laun,

Entah siapa yang memulai, akhirnya ada interaksi antara Uchiha dan Hyuga ini, Sasuke bertanya bagaimana kabar Hinata selama ini, dan Hinata pun bercerita bagaimana ia selama satu tahun lebih ini, dan kronologis mengapa ia bisa berada di Jerman selama beberapa bulan.

Sasuke menghembuskan nafas penuh kelegaan…

Mendengar cerita dari Hinata yang seakan menjelaskan bahwa Hinata-nya tidak ada hubungan sama sekali dengan dokter brengsek itu, membuat jantung Sasuke seakan dipompa lebih keras… ia jelas bahagia.

Lalu perlahan ia menulurkan kartu namanya, ya…

Kartu nama berwarna putih dengan tinta berwarna emas yang menerangkan data diri Sasuke Uchiha beserta alamat email atau no ponsel pribadinya jelas terukir rapi di sana "Aku harap kau mau menyimpannya, Hyuga." ucap Sasuke kemudian.

Hinata tersenyum…

Bias senyumnya bersatu dengan warna mega langit sore, menambah rasa hangat yang menyenangkan dalam diri Sasuke Uchiha, ia bersumpah dalam hati, hanya ia yang boleh melihat senyum Hinata, dan senyum Hinata hanya untuk dirinya.

Karena… Sasuke Uchiha akan menjadikan Hyuga Hinata miliknya… bagaimanapun caranya.


Malam buruk Sasuke Uchiha sudah berakhir, malam ini ia benar-benar bisa tidur dengan nyenyak, malam-malam menyakitkan karena jauh dari belahan jiwanya berakhir di malam ini, tidak perlu lagi ada wanita lain yang Sasuke butuhkan di kamar pribadinya ini, ia tidak perlu takut untuk sendiri lagi, ia tidak perlu takut akan menyakiti dirinya sendiri lagi… karena semua alasan mimpi buruknya sudah berakhir, nafas hidupnya sudah kembali, Hinata-nya kembali dalam jangkauannya.

Ia terus-terusan tersenyum sendiri di kamar-nya.

Sampai ketika, baru saja ia melepas jas yang dikenakannya berniat untuk membersihkan dirinya di kamar mandi, ponsel yang Sasuke letakkan di meja bergetar, dan jelas menarik atensinya, nomer asing yang tertera di layar-nya "Halo?" jawab Sasuke datar.

"Uchiha-sama tolong aku!" sahut si penelpon, nada suaranya jelas bergetar penuh ketakutan.

Onyx Sasuke membesar sempurna, seluruh otot di tubuhnya menegang "Hyuga! apa yang terjadi?!" tanya Sasuke, suaranya meninggi dan penuh kepanikan.

"To-tolong aku…" sahut Hinata semakin lirih, dan jelas membuat Sasuke semakin kalang kabut "Baiklah! kau dimana sekarang?" tanya Sasuke lagi-lagi dengan suara yang naik beberapa oktaf.

"Ya… aku akan kesana sekarang! kau jangan kemana-mana… usahakan tetap berada dalam keramaian, aku kesana sekarang!" titah Sasuke panik, ia mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi meninggalkan kamar dan onsen pribadinya yang sempat menjadi tujuannya tadi.

Aaah persetan dengan Onsen!

Dengan seluruh nafas yang memburu dalam dadanya, bahkan ia pun tanpa aturan memarkirkan mobil kesayangannya, jika Hinata-nya menelponnya dengan kepanikan seperti tadi, memang apa lagi yang bisa Sasuke pikirkan?.

Bruuuukkk

Suara pintu mobil yang Sasuke tutup dengan penuh emosi yang mengalir di setiap darahnya, ia berlari dan menabrak pintu minimarket, seluruh pengunjung maupun pegawai yang kebetulan ada disana mengubah atensinya pada pria Uchiha yang masuk dengan membuat kehebohan.

Dan, Sasuke sama sekali tidak perduli, matanya tetap bergerak liar mencari tujuannya, degup jantungnya benar-benar terasa menyakitkan.

Kami-sama…

Hati Sasuke yang seperti terbakar beberapa saat lalu tiba-tiba berubah terasa menyejukkan, onyx-nya sedikit memanas, Hinata-nya terlihat di matanya, sedang berdiri disamping trolley belanja. Tubunya jelas terlihat bergetar ketakutan "Hyuga!" sahut Sasuke nafasnya tak beraturan terdengar jelas.

"Uchiha-sama?" jawab Hinata lirih.

Greeppp

Mata Sasuke membulat sempurna, ia merasa detik waktu berhenti di saat ini, apa ini… bahkan dalam mimpi sekalipun Sasuke tidak berani memimpikannya. Hinata berlari dan memeluknya, seluruh tubuhnya bergetar dan terasa jelas dalam pelukannya.

"Hyuga tenanglah, aku disini." ucap Sasuke, tangannya terulur membelai surai indigo Hinata, alih-alih memberikan rasa tenang untuk Hinata ia malah merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya, lembut surainya serta wangi lavender yang menguat dalam indra penciumannya membuat Sasuke menegang.

"A-aku takut sekali, maafkan aku menghubungi mu, karena aku tidak tahu harus meminta bantuan siapa lagi…" jawab Hinata, suaranya yang memang kecil terdengar semakin lirih terendam dalam pelukan sang Uchiha.

"Baiklah, ku antar kau pulang yah?" tawar Sasuke menenangkan, ia kemudian menarik trolley belanjaan Hinata dan membawanya kekasir. Dan Hinata hanya mengangguk, sambil terus berpegang pada lengan baju Sasuke

"Uchiha-sama, orang-orang itu yang sedari tadi mengikuti-ku dari keluar apartemen sampai disini." ucap Hinata sambil mengarahkan pandangannya pada sekumpulan pria berjas rapih yang menunggu di luar minimarket "A-aku takut sekali." sambung Hinata.

"Tidak masalah, kuantar kau pulang… kau tenang saja." jawab Sasuke penuh penekanan, matanya terus memperhatikan pria-pria yang jadi subjek ketakutan Hinata.

'Bukannya mereka orang suruhan Jugo yang kuperintahkan untuk menjaga Hinata?' tanya Sasuke dalam hati 'Aaahhh! sial, brengsek Jugo… kenapa ia memerintahkan orang-orang amatiran untuk menjaga Hinata. Brengsek! bukannya melindungi, mereka justru membuat Hinata ketakutan seperti ini!" raung Sasuke dalam hati.

'Jugooo…!' geram Sasuke


Sejak hari itu…

Sejak malam itu…

Sasuke merasa hidup kembali…

Kembalinya Hinata dalam jangkauannya jelas mengubah seluruh perasaanya. Sasuke yang saat ini, bukan Sasuke yang dingin dan arogan lagi, ia jadi pribadi yang hangat, ia kembali membuka interaksi dengan anggota keluarganya yang jelas membuat hati Mikoto Uchiha maupun Itachi aniki juga bersorak gembira, anak kesayangannya dan adik tersayangnya… sudah kembali ceria seperti dulu.

Siapa yang tahu?

Kalau setiap hari yang Sasuke lakukan di ruangan pribadinya selain mengerjakan tumpukan dokumen adalah melihat CCTV dari laptop pribadinya yang terpasang diruangan kerja Hinata yang memang sengaja Sasuke pasang tepat posisinya menghadap Hinata.

Sasuke selalu mendengus geli setiap ia melihat gerak gerik Hinata. Hinata-nya, bukan lagi gadis manis seperti dulu, ia berubah menjadi angsa cantik yang penuh dengan sejuta pesona, wajahnya yang selalu ia lapisi dengan make-up natural semakin mempertegas pesonanya, dan sudah sering membuat Sasuke menelan air ludahnya jika tiba-tiba memandang bibir merah Hinata, rasanya ia selalu gemas menahan hasrat yang tiba-tiba selalu hadir dalam otaknya.

"Hyuga…" sapa Sasuke

"Hai…" jawab Hinata, ia beserta beberapa pegawai yang ada di meja kantin seketika berdiri sambil sedikit membungkukkan kepalanya tanda memberi hormat.

"Kebetulan kita bertemu disini, bisakah aku bergabung untuk makan siang bersama?" tanya Sasuke pada Hinata yang saat itu sedang menikmati makan siangnya bersama rekan kerjanya di kantin yang memang tersedia di setiap lantai gedung Uchiha Corporation ini.

Acara makan siang yang tadinya di penuhi gelak tawa oleh rekan kerja satu team Hinata mendadak menjadi hening dengan hadirnya direktur mereka, dan itu pun yang terjadi pada Hinata. Lagipula, apanya yang kebetulan? Sasuke Uchiha ini memang sengaja turun dari lantai teratas ruangan pribadinya hanya untuk makan siang di lantai 31 bersama hime Hyuga ini, seorang direktur utama terlihat makan siang di kantin yang diperuntukan untuk staff jelas pemandangan yang langka.

Akibatnya…

Yang terdengar hanyalah bunyi peralatan makan yang digunakan.

Satu persatu, para pegawai yang sudah selesai menikmati makan siangnya, meminta ijin untuk meninggalkan meja kantin dan yang tersisa hanya tinggal Hinata Hyuga yang sedari tadi tak lepas dari pandangan onyx milik Uchiha.

"Hyuga…" ucap Sasuke membuka percakapan, Sasuke yang sekarang ini sudah lebih berani untuk memulai percakapan dengan Hinata.

"Ya, Uchiha-sama." jawab Hinata

Sasuke mendengus '-sama' lagi-lagi gadis didepannya ini memanggilnya dengan suffix –sama "Bisakah kau memanggil nama belakang ku saja?" tanya Sasuke.

Seketika raut wajah Hinata mendadak tegang "A-ano… apa-apakah tidak menimbulkan masalah nantinya?" tanya Hinata gugup.

"Masalah?" Sasuke bertanya balik padanya "Aku tidak melihat masalah yang akan terjadi, lagipula aku sendiri yang meminta, jadi bukan masalah." jawab Sasuke enteng.

"Ta-tapi…" Hinata menggantungkan pertanyaanya, ia hanya masih ragu dengan permintaan atasannya ini.

"Tidak ada penolakan, dan apakah kau bersedia jika aku memanggil mu dengan nama belakangmu saja?" tanya Sasuke

"I-itu sudah menjadi hak anda Uchiha-sama." jawab Hinata

"Ck, sudah kubilang jangan panggil aku dengan suffix itu!" sahut Sasuke sedikit sinis.

"Go-gomen… Sa-sasuke-san." ucap Hinata dengan susah payah ia mengucapkan nama kecil Sasuke.

Onyx Sasuke bersinar, dadanya terasa meletup-letup, ia hanya tidak menyangka jika nama kecilnya keluar dari bibir pengisi hatinya akan terasa menyenangkan seperti ini.

Sementara itu untuk Hinata.

Saat Sasuke tersenyum lembut, senyum yang seketika membuat Hyuga Hinata yang melihatnya mendadak menjadi tegang. Hinata menggelengkan kepalanya, berusaha mengenyahkan imajinasi aneh yang mulai memenuhi otak-nya… ia buru-buru merapihkan peralatan makannya berniat meminta ijin pada direktur didepannya ini untuk kembali ke ruangan kerjanya.

Tapi, lagi-lagi suara Sasuke menghentikan aktivitasnya.

"Hi-hinata…" ucap Sasuke yang jelas terasa bergetar saking gugupnya "Apakah janji yang kau buat dulu masih berlaku untuk saat ini?" tanya Sasuke.

"Janji?" tanya Hinata heran

"Ya… kau berjanji untuk membuatkan ku makan siang sampai luka ku mengering, apakah masih berlaku sampai saat ini?"

"Ta-tapi… apakah luka Uchi- oh maaf Sasuke-san belum kering sampai saat ini?" tanya Hinata, suaranya mendadak berubah penuh kecemasan.

"Ya… luka diperut ini memang sudah mengering yang tersisa hanya tinggal goresannya saja, tapi jika aku terluka kembali apakah janji itu masih berlaku?" Lagi, Sasuke menanyakan pertanyaan aneh menurut Hinata.

"Ma-maksud anda?"

Prakkkk

Gelas yang ada di meja sengaja Sasuke jatuhkan ke lantai, dan pecahannya berhamburan di lantai.

Hinata tersentak, terlebih amethyst nya membulat sempurna melihat Sasuke Uchiha dengan tenangnya mengambil salah satu pecahan kaca dan menggenggamnya dengan erat di kepalan tangan kanannya, dan jelas darah segar seketika mengalir dari setiap celah-celah jarinya.

"Sasuke-san apa yang anda lakukan?!" tanya Hinata, karena ketakukan ia sedikit berteriak pada atasannya ini.

Dan Sasuke hanya menarik ujung bibirnya, saat ia merasa cukup dengan luka yang dibuatnya, kemudian melempar pecahan kaca itu, ia sedikit tersenyum sambil memamerkan telapak tangannya yang berdarah pada Hinata "Lihat, aku terluka lagi… sampai luka ini mengering, aku harap kau mau membuatkan aku bekal makan siang lagi seperti waktu di universitas, Hinata." ucap Sasuke

Hinata hanya bisa diam tanpa bisa merespon apapun karena masih terlalu shock dengan apa yang Sasuke lakukan barusan.

"Sudah yah, aku pamit keruangan ku dan jangan lupa besok siang Hinata-chan." titah Sasuke sambil berdiri dan melangkah pergi dari kantin, ia berlalu dan meninggalkan Hinata yang masih belum bisa merespon apapun yang dikatakan Uchiha Sasuke.

Wajah Hinata merah padam…

'Hinata-chan?' Sasuke-nya tadi memanggil dengan casual begitu?

Setelah semua ini…

Bisakah Hinata menaruh harapan untuk perasaanya?

Setelah semua sikap Sasuke Uchiha padanya…

Bolehkan Hinata menggantungkan hatinya?


Yang aku mau,

Hanya bernafas dari cintamu…

Jangan menghilang lagi dari kehidupanku…

Karena kau penerang Hatiku…

Aku tersenyum setiap kali memikirikan mu…

Tapi senyumku berubah menjadi ketakukan setiap kali aku memikirkan kau hilang dari kehidupanku

Dan hal ini terasa sulit bagiku…

Segalanya tentang dirimu…

Jika kau pergi…

Maka kau mengambil seluruh kehidupanku.

Hari berlalu terasa menyenangkan bagi Sasuke, hubungannya dengan Hinata benar-benar mengalami kemajuan. Walaupun Hinata masih bersikap pasif padanya, Sasuke sama sekali tidak mempermasalahkannya. Karena, Hinata bersedia berada dalam jangkauannya saja, Sasuke sudah sangat bahagia.

Berawal dari menghabiskan waktu makan siang berdua, lalu perlahan Hinata bersedia untuk diantar pulang olehnya, dan… setiap malam sebelum tidur, walaupun selalu Sasuke yang memulai terlebih dahulu, mereka berdua selalu berinteraksi melalu aplikasi pengiriman pesan. Dan menurut Sasuke… tidak ada kebahagian yang lebih bahagia bagi dirinya selain hal ini.

Tapi,

Perasaan bahagia yang Sasuke miliki saat ini, tampaknya tidak akan bertahan lama.

Pesta ulang tahun Uchiha Corporation selalu dirayakan dengan penuh kemewahan setiap tahunnya, seluruh staff, para manajemen, jajaran direksi di kantor pusat maupun kantor cabang hadir memenuhi salah satu Hotel prestisius asset resmi keluarga Uchiha.

Begitupun dengan Hinata Hyuga…

Ia hadir dengan gaun simple berwarna hitam panjang menjuntai yang menutupi mata kakinya, bagian ceruk lehernya terbuka sempurna menampilkkan leher jenjang putih tanpa noda, poninya ia sampirkan ke belakang dengan accesoris jepit bermata crystal bening.

Bahkan,

Sasuke Uchiha pun sampai menjatuhkan gelas yang sedang ia pegang saat pertama kali ia melihat Hinta Hyuga dalam tampilan malam ini. "Hinata… kau cantik sekali malam ini." puji Sasuke.

"Eh?" respon Hinata, perlahan rona merah memenuhi pipinya… ia tersipu, Sasuke menyanjungnya, jelas membuat hati Hinata merona "Te-terima kasih Sasuke-san." balas Hinata dengan terbata.

"Selamat menikmati pesta-nya Hinata."

"Terima kasih, ini pesta yang sangat mewah Sasuke-san." ucap Hinata.

"Hn, tentu… kau mau ku ambilkan minum?" tanya Sasuke

"Ti-tidak usah, biar aku yang mengambilnya sendiri." tolak Hinata halus.

"Baiklah... " sahut Sasuke "Hinata…?" tanyanya kembali.

"Ya, Sasuke-san?"

"Kau pulang denganku malam ini?" tawar Sasuke pada gadis Hyuga di depannya ini, sungguh semua gerak gerik Hinata malam ini tak ada satupun yang luput dari pandangan Sasuke Uchiha.

"Ta-tapi… aku takut menjadi merepotkan." ucap Hinata ragu dengan pipinya yang lagi-lagi merona.

"Tidak sama sekali." ucap Sasuke "Baiklah, ada yang harus kubicarakan dengan Otou-san ku, nikmati pestanya malam ini Hinata-chan… tunggu aku di lobby saat selesai pesta." titah Sasuke, ia pun berlalu ke ruang Utama pesta, dimana tempat berkumpulnya para inti keluarga Uchiha.

Dan Hinata,

Kembali ke dunianya…

Bergabung bersama dengan rekan se-teamnya, menikmati pesta, dan membicarakan berbagai hal dengan mereka, sampai akhirnya… topik pembicaraan pun berganti dengan kehadiran sosok wanita anggun berambut merah, ia terlihat sangat cantik dan terlihat sangat percaya diri, dari auranya ia terlihat sangat mengagumkan.

Dan bisik-bisik pun tentangnya terdengar menyebar. Tak henti-hentinya setiap tamu undangan memuja dan memberikan pujian untuk wanita tersebut.

"Hei… Lihatlah, bukankah dia Karin Uzumaki?"

"Mana-mana?"

"I-itu yang berambut merah."

"Oh… ya Tuhan, benar dia Karin Uzumaki dokter selebritis si jenius pemenang berbagai penghargaan itu?"

"Untuk apa ia ke pesta keluarga Uchiha?

"Hei… kau lupa, jika Uchiha dan Uzumaki sudah lama bersahabat sejak dulu."

"Oh Iya,,, atau jangan-jangan dia akan dijodohkan dengan Uchiha Sasuke?"

"Benarkah?"

"Wahhhh… Jika benar, benar-benar pasangan serasi, aku jadi iri."

Deggg

Hinata teras tehempas oleh gelombang yang besar, ia tersentak… tak terasa ia menggengam sangat erat gelas yang ia pegang sedari tadi. Mendengar obrolan rekan-rekannya jelas membuat angannya kembali ke asal, harapannya yang membumbung jauh terasa jatuh terhempas.

Hinata sadar satu hal…

Seperti apa pun hubungannya dengan Sasuke, ia jelas tidak layak jika disandingkan dengannya. Ia menghirup nafasnya perlahan, berusaha mengurangi rasa sakit yang mendadak hadir dihatinya.

Melihat wanita yang bernama Uzumaki Karin, lengkap dengan segala kesempurnaan yang dimilikinya, menyadarkan Hinata akan satu hal. Bahkan sejak dulu, sejak di Universitas, ia yang selalu berusaha mati-matian untuk terus mendapatkan mendali olimpiade agar ia setidaknya bisa sedikit lebih layak untuk Sasuke, tapi kenyataanya? apa lagi saat ini? apa yang bisa Hinata banggakan dari dirinya? hanya staff biasa yang bekerja untuk Uchiha Corporation.

Bangun Hinata…

Semua sikap baik yang Sasuke tunjukan selama ini pun mungkin hanya karena ia satu-satunya teman sesama universitas nya dulu, tidak lebih.

Perlahan, aura pesta terasa menyesakan untuk Hinata, ia pun melangkah keluar ruangan, meninggalkan rekan-rekannya atau mungkin menghindari pembicaraan segala tentang Uzumaki Karin yang terus-menerus dibiacakan sedari tadi.

Ponsel dalam dompetnya bergetar, ada panggilan masuk rupanya "Halo?" sesaat rona kebahagian menyebar kembali dalam raut wajahnya yang sendu "To-toneri kun?!".

Ia pun seketika mematikan panggilannya dan berlari keluar Hotel, nafasnya terengah… tapi, senyum dipipinya terukir manis di wajah sang Hyuga "To-toneri-kun? kenapa bisa ada disini? sejak kapan kau di Jepang? a-aku merindukan mu…" tanya Hinata beruntun padanya, nafasnya terdengar tak beraturan.

"Hei, sebegitu rindunya kau padaku Hime? sampai-sampai berlari menggunakan hak seperti itu?" tanya Toneri sambil tersenyum geli melihat gadis Hyuga didepannya ini. Ia bersandar pada mobilnya perlahan merentangkan tangannya, menjemput Hinata untuk memeluknya.

Greppp

Hinata pun memeluknya erat.

"Aku juga merindukan mu." balas Toneri sambil mengusap puncak kepala Hinata "Sudah, kita pulang… aku ingin makan masakan buatanmu, aku lapar." rengeknya pada Hinata.

"Baiklah…" jawab Hinata "Ta-tapi…" sahut Hinata, ia pun mengarahkan pandangannya pada ruangan yang terlihat penuh dengan pengunjung pesta, di sana… diruangan itu ada Sasuke-nya, tadi ia berjanji untuk pulang bersamanya, lalu bagaimana sekarang?.

"Hinata?" panggil Toneri yang sudah duduk di kursi pengemudi.

"Hei… Hinata-chan?" panggil Toneri kembali, karena tidak ada respon dari Hinata yang sedari tadi diam berdiri di pintu mobil.

Hinata tersentak "Eh… ya ya.." ia pun seketika duduk di sebelah Toneri dan menutup pintu mobil.

"Apa ada masalah?" tanya Toneri memastikan

Hinata tersenyum "Tidak ada, ayo jalan yang cepat… aku juga lapar." ucapnya kemudian.

'Tidak, tidak akan jadi masalah kan? Sasuke-san pasti bersama Uzumakin-san' ucap Hinata dalam hati.

Skip time

Sementara itu, nafas Sasuke terasa panas… ia berlari ke setiap ruangan pesta mencari Hinata-nya, tapi nihil… jangankan bayangannya.. aromanya saja tidak dapat Sasuke rasakan.

"Jugo! dimana Hinata?!" lagi, Sasuke murka pada orang kepercayaannya ini, ia tadi menitipkan untuk terus memperhatikan Hinata padanya tapi kenapa sekarang ia kehilangan jejak Hinata.

"A-ano, maafkan saya Sasuke-sama, saya kehilangan jejak Hyuga-san."

"Sial! kau payah sekali Jugo!" bentak Sasuke padanya

"Saya coba check di CCTV keamanan dahulu, mungkin Hyuga-san terlihat disana." ujar Jugo

"Ide bagus!" sahut Sasuke ia pun berlari menuju ruangan keamanan yang terdapat puluhan monitor yang menampilkan setiap sudut yang terekam dengan CCTV.

Dan akhirnya yang terjadi.

Hati seorang Sasuke terasa remuk, matanya menatap nyalang pada layar monitor yang menampilkan gambar gadis Hyuga-nya sedang berpelukan di taman utama dengan seorang lelaki bersurai putih.

Brakkk!

Ia menendang kursi yang terlihat di matanya, semua staff keamanan yang kebetulan ada di ruangan itu hanya bisa menunduk dan bergetar, aura hitam jelas terasa menyelingkupi tubuh Uchiha muda ini.

"Hinata!" geram Sasuke, ia berbalik meninggalkan ruangan itu dan pesta yang masih berlangsung.

##

Derit bunyi mobil terasa mengerikan, ia melarikan diri dari perasaan sakit hatinya, sambil melaju dengan kecepatan maksimal ia terus menerus memukul stir mobilnya, berusaha mengurangi rasa sakit hatinya.

Kenapa seperti ini?

Saat hubungan ia dengan Hinata terasa semakin baik, kenapa Kami-sama kirimkan dokter brengsek itu?

Dalam rekaman cctv itu Hinata-nya tersenyum bahagia, senyum yang bahkan tidak pernah Hinata tampilkan jika bersamanya, senyum yang menyakitkan bagi Sasuke, kenapa harus pria itu yang menjadi alasan senyum Hinata tercipta.

Tadinya, selepas pesta malam ini Sasuke berniat ingin mengungkapkan perasaannya pada Hinata, ia sudah berusaha mati-matian untuk berlatih setiap hari, berlatih merangkai kata untuk meminta Hinata Hyuga menjadi miliknya, bahkan Sasuke sudah menyiapkan sebuah kalung bermata-kan berlian yang ia pesan khusus dengan bentuk yang ia rancang sendiri dan akan Sasuke berikan pada Hinata malam ini, tapi kenapa seperti ini yang terjadi?

Tidak puaskan Kami-sama membuatnya menderita selama satu tahun lebih?

##

Apartemen Hinata

"Hinata-chan?"

"Heeem…" sahut Hinata tanpa minat sambil terus merapihkan peralatan makan yang telah selesai di gunakan.

"Bagaimana dengan Sasuke mu itu?" tanya Toneri sambil meminum teh hangatnya.

"Tidak ada." jawab Hinata datar.

"Jangan berbelit-belit Hinata ! kau selama ini selalu menolakku dengan alasan menunggu Uchiha-mu itu." sahut Toneri sebal pada gadis didepannya ini.

"Jangan mengungkit hal yang sudah berlalu Toneri-kun, lagi pula saat ini kau sudah bertunangan jadi lupakan masalah yang lalu, oke." jawab Hinata santai sambil ikut duduk di samping Toneri.

"Hei Hinata, jika kau bersedia berpaling padaku akan aku putuskan tunangan ku saat ini juga, lagi pula aku menerima pertunangan ini karena ibuku yang terus-terusan merengek membuat sakit kepala."

"Hahahahaha…" hinata tertawa lepas, seakan beban sakit hatinya melebur dengan kedatangan pria yang ia sudah anggap sama seperti Neji-nisan kakak laki-lakinya "Oh iya, bagaimana kabar oka-san?".

"Oka-san ku baik-baik saja, ia bahkan terus-menerus menanyakan tentang mantan calon tunangan anaknya." ucap Toneri memberengut sebal.

"Hahahahahaha… sampaikan salamku pada Oka-san, bilang padanya aku merindukannya." jawab Hinata disela-sela tawanya.

"Hinata… dengar satu hal, aku bersedia melepaskan mu agar kau merasa bahagia, jadi tetaplah hidup dengan kebahagian… agar aku tidak menyesal karena melepaskanmu." sahut Toneri, suaranya yang ceria berubah menjadi sendu.

Dan Hinata pun tersenyum lembut "Aku pasti akan selalu bahagia, kau tenang saja Toneri-sensei."


Dan selepas hari itu, perusahaan yang memang diliburkan beberapa hari menjadi alasan bagi Hinata untuk tidak bertemu dengan Sasuke Uchiha, ia hanya tidak ingin hatinya yang terus menerus menaruh harap jika ia bertemu dengan belahan jiwanya.

Dan Sasuke sungguh frustrasi!

Ia berkali-kali menghubungi Hinata, mengirim pesan puluhan kali tapi, sama sekali tidak ada respon dari Hinata. Segala pikiran buruk menguasai hatinya, ia memang beberapa kali mendatangi apartemen Hinata, tapi… selalu saja langkahnya terhenti hanya sampai gerbang apartemen, ia mendengus dan berbalik.

Bagaimana jika ia menemukan pria bersurai putih itu di apartemen Hinata?

Tidak… Sasuke sungguh tidak ingin, hatinya tidak ingin merasakan sakit yang lebih dalam, maka dari itu… langkahnya hanya terhenti sampai gerbang.

Tapi ini sudah beberapa hari…!

Tidak melihat Hinata beberapa hari jelas membuat kacau seluruh fungsi organ tubuhnya.

Dan ia, kembali kepada kebiasaan lamanya…

Menghabiskan dan mengalihkan pikirannya dengan berbagai minuman alcohol serta mengurung dirinya dalam ruangan pribadinya.

Tapi, getaran di ponsel Sasuke jelas membawa aura kebahagian bagi adik dari Itachi Uchiha ini, saking bahagianya ia sampai bergetar memegang ponselnya.

Hinata-nya mengiriminya sebuah email.

From : H_Hinata

To :

Subject :

'Sasuke-san, bisakah kita bertemu sore ini? ada yang ingin kubicarakan.'

Terima kasih

Hyuga Hinata.

Seketika senyum bahagia terukir di wajah stoic Uchiha Sasuke.

As you wish Hime…

-tbc-

Konbanwa semuanya, sebelumnya minal aidzin walfaidizin buat reader yang merayakan Hari Raya Idul Fitri kemarin, seperti janji saya, chap ini saya update sehabis lebaran, yahhh walaupun lebih dari seminggu baru bisa di up.

Saya paham, di chap ini banyak sekali kekurangannya, terutama alurnya yang terlalu lambat, sudah saya coba untuk merubah beberapa scene tapi tetap saja chap vi lebih dari 4K, dan untuk chap VII akan saya up sabtu minggu depan.

Saya memang masih perlu banyak belajar, maka dari itu saran positif dari reader sekalian sangat saya hargai.

Sudah di baca saja saya sudah senang. Dan untuk yang sudah review I love you all …

Sekali lagi, Sankyu Arigatou –ttebayo ^-^

PojokReview :

Tatsu Hashiru Katsu : Baper... mungkin pengalam pribadi ? wkwkwk

sasuhina69 : yahhh.. gomen karakter sasuke tidak seperti yang di harapkan

Reichan Hiyukeitashi : Tenang saja, saya Hinata- centrik, jadi hinata pasti tidak akan kenapa-kenapa wkwkwkwk

aindri961 : yawudah sama Sasuke saja #Pisss

Reza Juliana322 : ahhhh, jangan beper... gomen Reza-san, scene mature nya gagal total.. wkwkwk

sasuhinaF :ini sdh update kok

dearsha : sedikit bocoran nih bwt dearsha-san, next chap bakal di jelasin kok perasaan Hinata termasuk sikapnya selama ini

shiori avaron : terima kasih juga

arisankjm : Hehehehehe... terima kasih

seman99i : jangankan Hinata, saya juga punya kok rasa buat Sasuke-kun... wkwkwk

Hime Hime Lavender : enggak janji :p

Rei Sakureiru : yahhh... bukan digorok dokter toneri, mungkin lbh tepatnya di suntik...wkwkwk

Chikuma Yafa-DamselFly: terima kasih buat sarannya, kedepannya akan saya perbaiki

hinatachannn2505 : lanjut nih

karin : terima kasih, semoga chap ini juga tidak membosankan.

Hin : yahhh... gimana dong ?

lovely sasuhina : chap ini panjang nih :D

Guest: hehehehehe

: mengharukan apa amazing nih ?

nazuka : Sasuke akan saya buat lebih bejat lagi *evilsmirk* hahahahaha, terima kasih sudah membaca

n: terima kasih buat reviewnya, salam kenal

myungjo :terima kasih buat reviewnya.

himaimechan : yahhh... gomen, semoga chap ini juga tdk mengecewakan

Membaca review dari kalian saya benar-benar merasa di hargai, dan terima kasih juga untuk silent reader yang sudah mebaca sampai di chap vi ini

see you in chap vii

Oyasuminasai

Intan.