Account sekarang : Kinra Chan

Naruto milik kishimoto-sensei.

Love text milik miyuki-sensei.

Love Class punya kinra chan

Rated : T

PAIRING : ShikaIno slight SaiIno, NaruSaku

Genre : Romance, humor (garing) , friendship, little action

WARNING : OOC, AU, TYPO, GAJE, ABAL-ABAL,NEWBIE

Semua adegan tambahan hanya rekayasa. Tidak ada faktor dunia nyata...

Minna sama #sembah_sujud aku kembali lagi…. Hanya saja aku akan update lagi dari awal agar pembaca baru pun tau

HAPPY READING MINNA

TitaniaGirl amin... kalo bisa ngusir suntuk kamu, hehehe, gomene typo lagi :P udah panjang belum? ikutin terus yaaaaa...

Genie luciana : domo arigatou... Akhirnya pembaca lama ada juga... Hehehe baca dari awal lagi ya... Sebagai permintaan maap dah menelantarkan selama lebih dari jutaan taun kinra buat aga beda dari yang dulu. Biar ga bosen anggap aj version two :p review terus yaa

HAPPY READING MINNA….

"Well, aku rasa ini tidak jauh-jauh dengan acara festival 3rd live." Jelas Naruto membalas rasa penasaran cowok itu.

"Benarkah ? Kalau begitu kuharap Shi-con masak yang lebih enak dari festival yang kemarin." Tambah Sai menimpali, tidak lupa dengan kebiasaan memberi nama orang seenak jidatnya.

"Ck, aku tidak akan pernah membuatkanmu makanan yang kau mau selama kau masih menyebutku dengan omong kosong dari mulut baumu itu." balas cowok berkacamata nyentrik itu dengan sarkastik.

"Aahaha... Ayolah, kau tahu kan bahwa aku sedang memujimu? karena masakanmu sangat lezat, bahkan melebihi masakan Marukon, karena itu kau pantas menyandang gelar -con di belakang namamu." balas Sai masih dengan tampang WATADOS menyamakan cowok bertudung itu dengan chef gembul dari kafetaria khusus Diamond class.

"Kalau begitu jangan harap memasuki stan-ku besok, karena aku tidak akan pernah masak lagi khusus untukmu." kini cowok berudung itu berjalan semakin menunduk dengan ekspresi yang bahkan seluruh dunia tiak ketahui . Cowok itu mulai ngambek.

"Eh? Jangan begitulah, Shino-kun, kau tau kan tidak ada yang lebih lezat dari masakanmu?" kini Naruto mulai angkat bicara mencoba menghalangi niatan cowok bertudung yang ternyata bernama lengkap Aburame Shino itu.

"Tetap sata, kata-kata Sai terlalu menyebalkan." tegas Shino masih merajuk.

"Percayalah Shino, aku tahu bagaimana perasaanmu, tapi kita masih patut bersyukur, jika dibandingkan dengan Kaichou, kau tahu sendirikan?"

"Aku tahu... Hanya saja tidak ha...

JDUAGGG...

Bruuuukkkkhhhh...

Tcuuuuppppp...(?)

Yamato yang terlalu lelah menunggu sehingga mengakibatkanya mengantuk setengah tidur(?) dan berulang kali menguap, dirinya yang postur tubuhnya tidak terlalu tinggi alias pendek #plak tidak sadar dengan kedatangan dari Shino dan kawan-kawan. Sementara Shino yang badanya bisa dibilang tinggi namun sekarang tampak pendek karena masih dalam keadaan merajuk, tentu saja dirinya yang berjalan dengan menunduk tidak menyadari meberadaan Yamato yang sudah berada di depan matanya.

Yamato yang tidak sadar akan sekitarnya secara tiba-tiba ditabrak Shino yang badanya terhitung jauh lebi besar dari pada Yamato sendiri membuatnya tak mampu menahan beban dan mereka berduapun terjatuh dalam posisi ternista di dunia. Shino mendarat tepat di atas Yamato dan membuatnya sukses mendarat di bibir Yamato yang belum pernah terjamahpun medapatkan kissu pertama kalinya seumur hidupnya sejak dilahirkan. Yamato yang terkejutpun secara sadar mendorong(baca:tendang) Shino hingga Shino terjungkal ke belakang.

Kini seluruh dunia dapat melihat ekspresi pertama yang diperlihatkan oleh ahli memasak kita. Aburame Shino. Mukanya kini tampak gelap warna hitam keunguan mendomonasi hampir setengah wajahnya. HORROR. Satu kata itu saja yang sapat dikatakan dari ekspresi paling langka sedunia itu.

Naruto sendiri yang katanya mengaku sebaga sahabat sejatipun melakukan hal pertama ketika sahabatnya terjatuh... Menolong? mengulurkan tangan? bertanya apakah kau baik-baik saja? jangan harap! Naruto justru tertawa paling keras terpingkal-pingkal hingga di setiap sudut matanya muncul butiran air mata. Dan siapa yang menyangka bila yang mengulurkan tangan pertama justru zombie kutub bermulut penuh cabai kita a.K.A Sai. Dia langsung sigap mengulurkan tangan kepada Shino yang masih terduduk dengan tampang horrornya. Shinopun yang masih terguncangpun tak perduli lagi siapa yang mengulurkan tangan. Dia menggenggam erat tangan Sai., dari sana Sai menyadari tangan Shino yang gemetar hebat. Shinopun berdiri dengan kepala semakin menunduk dan dan aura yang suram parah.

"Maaaaaa... Shi-con tara, aku bahkan tidak tahu jika kau punya hobi seperti itu." Ucap Sai dengan mudahnya tanpa melihat keadaan, Naruto yang mendengar itupun hanya tertawa semakin kencang dengan memegang perutnya.

"Wahahahah... Sudah hentikan.. Hahahaha... Aku bisa mati tertawa... Wuhahahaha...

BLETAK...

WADAAAWWW..."

Shino yang entah sejak kapan sudah pulih dari krisis gelapnya itu menjitak kepala duren si Naruto. Aura gelapnyapun sudah hilang entah kemana, cara berdirinyapun sudah tegak yang membuat wajahnya yang datar seakan tanpa emosi terlihat jelas.

"Ada apa Naruto? kenapa kau tertawa seperti orang bodoh ha? kita sudah sampai di ruangan kaicho lho." Ucap Shino datar dengan ekspresi yang tak bisa dijelaskan.

'Uwaaaa... Seperti tidak terjadi apa-apa... Dia menyangkal kenyataan' pikir Naruto sambil mengusap kepalanya berharap tidak gagar otak. Yamato sendiri sudah bangkit dan pura-pura membersihkan celana dan merapikan bajunya seakan tidak terjadi apa-apa walaupun dalam hatinya kita semua tahu telah terjadi perang batin yang sangat keras. Berjuanglah Yamato!

"Iya-iya tenang saja... Aku tidak akan memberitahu siapapun. Sebaiknya kita segera masuk dari pada Kaicho menyuruh yang tidak-tidak."

Baru saja Naruto menyebut Presiden Konoha gakuen, mereka mulai mendengar suara sang kaicho yang awalnya hanya terdengar pelan lama-lama semakin jelas. Namun suara perdebatan di dalam tampaknya terjadi cukup tegang dan membuat mereka semua semakin tenang dan memasang telinga (baca : nguping)

"Nanas busuk."

"Babi jelek."

"Cowok judes."

"Cewek bodoh."

#sweetdrop

Yamato yang sudah tahu bahwa cewek itu adalah Ino juga terkejut, mengingat perdebatan sedari ia masih di ruangan hingga kembali membawa 3 abg gaje ini masih terus berlanjut. Sementara Yamato hanya bisa menunggu si belakang tiga cowok yang masih menempelkan telinga di depan pintu dengan raut muka yang ... err SYOK. Mereka hanya bisa cengo mendengar Kaicho mereka yang terkenal otoriter dan galak tengah saling melempar ejekan dengan seorang cewek... tunggu...

CEWEK...?!

Bagaimana mungkin ada cewek masuk ruangan Kaichou? sementara ia sendiri melarang ada cewek masuk tanpa ijin. mereka serentak menghentikan pergulatan batin masing-masing serta melupakan perdebatan mereka sendiri dan memilih masuk dan melihat kenyataan yang sesungguhnya.

TOK TOK TOK...

Terdengar suara ketukan pintu yang membuat perang (?) hina-menghina ShikaIno terhenti dan memutuskan untuk gencatan senjata(?) untuk sepersekian detik.

"SUMIMASEN." ucap trio SaiNaruShino dan bergegas masuk nyelonong kaya tuan rumah aja, si-penghuni asli hanya menatap datar SOK jaim. Sementara Yamato masuk paling belakangan menutup pintu.

"SAI.. NARUTO…?" Ucap Ino terkaget mendapati Sai and the gang masuk ruangan.

"INO-CHAN…?!" Serentak duo NaruSai itu melongo mendapati cewek yang dari tadi berargumentasi dan hina menghina dengan Kaichou mereka adalah Ino. Sementara Shino sendiri yang belum mengenal Ino hanya terdiam mematung memandang Ino dari ujung kaki hingga ujung rambut mencoba menelisik Ino.

Suasana menjadi sunyi sementara.

"Ehm…. Akhirnya kalian datang juga, aku nyaris jera meladeni omongan makhluk ganas(?) satu ini." Ucap Shikamaru memecah suasana hening itu, walau dengan beberapa hal yang jelas itu ditunjukan sepenuhnya kepada Ino.

"Apa yang kau lakukan di sini Ino-chan?" Tanya Naruto terlebih dahulu mengungkapkan rasa penasaranya. Sebab sejak dari mulai Ino meninggalkan kelas, pikiranya tak henti-henti memikirkan kemana lno pergi, sementara ia tahu kalau lno adalah murid baru. Itu memberikan pukulan kedewasaan yang tak lain bernama tanggung jawab.

"Eto…. Aku sebenarnya ingin bertemu kepala sekolah, tapi rusa burik ini bilang aku tidak bisa bertemu denganya, jadi sekarang aku berurusan dengan TUAN PRESIDENT KONOHA GAKUN TERCINTA ini." Ucap lno setengah menghina pada Shikamaru. Sementara Shika yang tak rela dengan hina-an itu angkat bicara.

"Dari pada aku membiarkan babi jelek sepertimu terus berkeliaran di wilayah ini dan merusak suasana nyaman di sekolah ini, sebaiknya kau ku bawa ke sini, ada masalah?"

'Mereka ini…. memalukan' batin Shino merasa kalau Shika sebagai Kaicho telah merendahkan harkat dan martabatnya.

'Sejak kapan Shika dan Ino dekat ya… apa musti aku jadi cupid lagi ya?' batin Naruto nista, menjodohkan Ino dengan Shika.

'Ino…' tak ada yang dipikirkan Sai selain nama lno.

'wah, suasananya nambah keruh nih' batin Yamato di pojokan ruangan sambil menyimak kira-kira apa yang bakalan terjadi berikutnya.

"er... jadi bisa kita mulai Kaichou?" Ucap Shino mencoba melerai dan mengembalikan suasana seperti semula.

"well, kurasa kalian tahu inti pertemuan ini, jelas aku ingin meminta pendapat tema baru untuk festival 3rd live minggu depan, DAN UNTUKMU..." jelas Shika yang diakhiri dengan setengah berteriak sambil menunjuk Ino dengan tak sopanya. "...kau memilih menetap disini dan menunggu disana, atau angkat kaki dan kutendang bokongmu." Ucap Shika galak kaya ibu-ibu ngomelin anaknya yang ketahuan ngompol(?)

'GRRRRRRRRR... DIA INI... menyebalkan sekali, tapi sebaiknya aku menunggu saja, sekalian nemenin Sai, jarang-jarang nih kesempatan.' Batin Ino yangternyata memilih menunggu karena 'alasan sucinya'.

"ehm, eeeeeeeeee... kurasa aku menunggu saja deh, sekalian kepo`in Sai, hehehe." ucap lno sambil tertawa malu mengakui alasanya Gajenya, dan langsung angkat kaki menuju sofa dipojok ruangan yang tampaknya sangat nyaman, ia disana ditemani Yamato yang kini menyuguhkan teh jasmine dan kue kering.

"Jadi seperti yang kukatakan tadi, apa kalian ada ide mengenai Tema untuk 'festifal 3rd live minggu depan?" tanya Shika kepada ketiga pemuda didepanya.

"em... Menurutku, bagaiman kalau tema besok seputar 'MAID' saja, kan musim gigur besok identik dengan dunia maid & butler, dan kita dapat berpenampilan ter-KAWAI yang kita bisa, pasti menyenangkan." ucap pria bersurai pirang itu dengan lantang dan memperlihatkan sedikit ingatanya dari membaca majalah OTAKU.

"kau dengan ide bodohmu, menurutmu apa bagusnya maid, ha?" Ucap Shika setengah menghina, tampak sekali kalau Shika adalah seorang ANTIOTAKU.

"menurutku itu ide naruto lumayan bagus kok, bayangkan saja, gadis manis di mana-mana, makanan lezat disajikan butler tampan dan bla bla bla..." ucap Ino ikut nimbrung pembicaran empat makhluk adam itu, ia tampak berbunga-bunga membayangkan hal-hl yang manis, aneh memang, seorang Ino Yamanaka ahli Kendo, Judo, Karate, Aikido dan banyak ilmu beladiri lainya itu nampak tergila-gila dengan sesuatu yang berbau feminimisme.

Tak pelak Shika yang mendengar cuma menatap datar dan membalas dengan kata-kata menyebalkan.

"Ck, mendokusei... apa kau babi jelek ikut campur, ini bukan urusanmu, lagi pula menurutku Maid itu ide yang bodoh, tak ada orang didunia ini yang mau melewatkan awal musim gugur dengan melihat dan menyaksikan perilaku bodoh maid." ucap Shika sarkastik, tampak sekali ia menghina duo NaruIno.

"sok tahu ya..." ucap Ino berbisik bisik pada yamato dan langsung tertawa cekikikan, yang tentu saja mengundang deathglare manis daru tuan rusa.

"ayolah Shika, lagi pula aku tahu kok, kau berlagak membenci maid dan butler, padahal kau selalu membawa-bawa butler bersamamu, terlebih kau juga punya satu pleton maid yang manis-manis di-istanamu." ucap Naruto masih merayu agar pendapatnya diterima.

"aku rasa juga tidak masalah kok dengan maid dan butler, lagi pula kau jarang emberi kebebasan berpendapat pada anak-anak heart class kan, SHIN-CHAN"

TWITCH...

Pwrempatan siku nampak jelas didah lebar Shika, namun demi menjaga imagenya #cie... Shika jaim #plak sehingga ia tetap berusaha staycool dihadapan para penghuni ruang ketua OSIS lain, walaupun dihatinya sudah meletup-letup ingin membungkam mulut menyebalkan Sai #alah, kau juga Shika

'calm down Shika, calm down' ucap suara didalam pikiran Shika berulang ulang menyemangati Shika agar terhindar dari bahaya OOC(?)

"khu khu khu..." terdengar kikikan duo YamaIno di pojok ruangan, Shika langsung memberi deathglare gratis untuk dua orang Gaje itu.

"hey kalian..." ucap Shika datar pada dua manusia beda gender itu.

"hihihi..." namun sayang suara kikikan itu berubah jadi tawa rendah yang semakin terdengar.

"KALIAN..." Kini Shika mulai setengah berteriak, masih setia dengan deathglarenya.

"hahahaha..." kin suara tawa rendah itu bukanya berhenti malah tertawa semakin kencang,

"DIAM KALIAN..." Teriak Shika yang kini benar benar naik pitam akan perilaku duo YamaIno yang sepertinya bersekongkol menertawakanya itu. Seketika itu juga, tak ada suara lagi didalam ruangan, semuanya kembali sunyi dan senyap.

"er... jadi Kaicho, apa kita bisa menggunakan tema Maid butler untu festival 3rd live minggu depan?" tanya Naruto sedikit gemetar, takut-takut Kaichou nya itu kembali naik pitam, ia bertanya dengan sedikit dipaksakan, karena ia tak menyukai suasana tegang itu.

"Ck, mendokusei... mood ku sudah hilang sekarang, terserah kalian saja mau pakai tema apa, mendokusei." Ucap Shika ogah-ogahan, tampaknya ia benar-benar kehilangan moodnya sekarang, tampak dari raut mukanya yang benar-benar suntuk.

"benarkah...? yeaaaaaaaaaa, asyikkkk..." teriak Naruto kegirangan, akhirnya temanya diterima juga, rasanya ia harus berterimakasih pada mulut (ehm maaf) sampah Sai. berkatnya, Shika mengtalah dan menerima usulanya. tapi tampaknya dewi fortuna hanya hinggap dalam sekejap, karena berikutnya Shika mengucapkan kata-kata yang tak terduga.

"tapi denagn syarat, semua kegiatan ini akan di tanggung jawabkan pada Ino Yamanaka dari heart class."

JGLEERRRRRRRRR...

Dengan becksound petir menyambar, semua yang ada dalam ruangan terkejut mendengar ucaspan Shika...

"APA...?"

TBC

Domo mina-san… tampaknya reader saya yang dulu masih belum nongol semua ya? Maaaaaaaaaaa… harap maklum saja mengingat diriku yang rendah ini telah menodai janji indah author #plak.

editing kali ini aku pamai hp Android hampir keseluruhan 😓😓😓 sehingga jika minna menemukan typo bertebaran mohon ampuni hamba.

Untuk 3-4 CHAPTER kedepan sih kinra masih pd tepat waktu... Tapi untuk selanjutnyapun semoga tetep lancar.. Minna doakan kinra biar laptopnya kembali lagi yaaaaaa.

Aku berharap semoga begitu aku melanjutkan lebih dari lima chapter mereka segera kembali #aminnnnnnnnnnnnn sujud sembah…

Oleh karena itu terimaksih semuanya… bagi yang belum pernah tau cerita ini silahkan dinanti yaaaa fufufufu… karena dari sekarang kisah utama akan dimulai hohoho..

Seperti biasa…. Kinra chan mengaharapkan hal kecil tak seberapa berupa review yang hanya satu dua kata saja :p #tehe_pero mohon bantuanya minna

I

I

I

I

I

I

V