Account sekarang : Kinra Chan

Naruto milik kishimoto-sensei.

Love text milik miyuki-sensei.

Love Class punya kinra chan

Rated : T

PAIRING : ShikaIno slight SaiIno, NaruSaku

Genre : Romance, humor (garing) , friendship, little action

WARNING : OOC, AU, TYPO, GAJE, ABAL-ABAL,NEWBIE

Semua adegan tambahan hanya rekayasa. Tidak ada faktor dunia nyata...

Minna sama #sembah_sujud aku kembali lagi…. Hanya saja aku akan update lagi dari awal agar pembaca baru pun tau

Genie luciana : seperti biasa... arigatou #ojigi aku benar benar senang bila ada yang membacanya, walau hanya satu orang :'( semoga semangat ini ga hilang :) nantikan terus yaaaaa

happy reading minna-sama


"APA…..?"

Teriak histereis Ino seketika setelah mendengar penuturan Shika.

"Kau tuli ya? Sudah ku katakan, kau lah yang bertanggung jawab atas festival 3rd live besok." Tegas Shika.

"Hey, mana mungkin aku bertanggung jawab , aku baru beberapa jam menginjakan kaki di sini, dan sekarang kau menunjuk ku untuk menempati posisi itu. Itu tidak mungkin." Bantah lno merasa tidak terima.

"Itu benar Kaichou, Ino-chan tidak mungkin bisa, aku bahkan tidak yakin dia tahu apa itu festival 3rd live." Kini Naruto angkat bicara.

"Tidak ada bantahan, tema besok adalah maid-butler , Ino sebagai penanggung jawab dan aku ingin kalian membuat rancangan kegiatan dan dibahas besok sepulang sekolah, TITIK ! GA PAKE KOMA (?)." Ujar Shika tegas dan diakhiri dengan kick ass (?) melewati pintu dan membuat pemandangan empat makhluk gaje bertumpuk-tumpuk.

Blam ... ..

Pintu ditutup dengan keras hingga menimbulkan suara yang cukup menggema di sepanjang lorong.

Mengingat hari ini adalah hari yang cukup berat bagi panitia dadakan yang baru dibentuk itu terutama pria bertudung nyentrik kita a.k.a Shino yang telah kita tahu bahwa dewi keberuntungan tak ada bersamanya. Kini tersisa NaruSaIno yang tengah berjalan sembar mengobrol di koridor, Shino sendiri lebih memilih kembali ke kelas dan menyerahkan keputusan pada trio kuning-kuning-item (rambutnya) untuk menentukan kegiatan festival 3rd live. Semangat Shino-kun!

"Aduh…. Bagaimana ini…..? masa si-rusa tengil itu nyuruh beginian, jelas-jelas aku ini murid baru, mana bisa dia se-enaknya gitu?" gumam Ino dengan tampang ditekuk a.k.a BETE.

"Sudahlah Ino-chan, kamu tenang aja, kita pasti bantu kok, iya kan Sai?" Ucap Naruto menyemangati Ino.

"Iya Ino-chan. Kamu nggak usah khawatir gitu, maklumin aja. Shika kan orangnya emang sewenang-wenang."

On The Other Place

"Huatchi ... Huatchi ..."

"Ano … daijobu ka, Shika-sama? Apa anda sakit?" ucap Yamato menampakan kekhawatiran mendengar majikanya bersin-bersin.

"Hn entahlah, ku ra sa ada orang yang memujiku." Ujar Shika narsis.

Yamato hanya bisa sweetdrop dengan penuturan narsis bin lebay majikanya.

Kembali ke cerita

"Well, dari pada rusuh-rusuh gaje disini, entar diceramahin guru piket yang lagi jaga, mending sekaran kita bahasnya di-Dojo Kendo milik spade class, selagi hari ini mereka nggak ada jadwal latihan di sana." Terang Sai memberi usul untuk rapat di dojo kendo (lho?).

Sontak Naruto yang mendengar usulan Sai mencoba memberi protesan kenapa harus di dojo kendo, sementara Naruto merasa di sana tempat yang kurang baik untuk mengadakan jenis apapun rapat kecuali tentang kendo itu sendiri.

Namun sayang, belum sempat Naruto mengutarakan pendapatnya keburu diserobot lno.

"Waaaahhhh….. iya iya, aku mau, sekalian ingin lihat dojo tempat kamu berlatih, melihat kwalitas sekolah ini, pasti dojonya bener-bener keren." lno tampak kegirangan dan nampaknya sudah melupakan masalah sesungguhnya untuk membahas festival.

"Ahahahaha, nggak kok. Biasa aja, bahkan ku rasa masih lebih nyaman di-Dojo klan yamanaka, aku sudah lama sekali nggak ke sana, jadi kangen." Kini Sai nampak memperlihatkan raut muka merindukan sesuatu.

"Hei, haruskah aku ingatkan kalian kembali tujuan kita memilih lokasi itu? Bukan untuk nostalgia ataupun sparing kan?" akhirnya Naruto mengemukakan uneg-unegnya.

Ino yang mendengar Hanya bisa tersipu malu, sementara Sai sendiri memilih diam tak menanggapi.

"Gomen nee, aku hanya sedikit terbawa suasana."

Merekapun melanjutkan perjalanan dengan dipimpin Sai, sementara itu Naruto terus mengoceh tanpa henti, menganggap bahwa ini merupakan tour (?) kedua untuk Ino. Ino sendiri memilih diam dan mengikuti di belakang Sai, saat itu tanpa disadari oleh dua remaja cowo tanggung itu, dalam hati Ino sedang berkecamuk hal yang luar biasa.

'Sai... Bahkan tingginya... Wajahnya... Caranya berjalan... Semua berubah, bahkan si pendek yang dulu cengeng itu jadi pria yang besar. Masih bisakah kami seperti dulu?' Ucap Ino dalam hatinya, mengingat masa lalu dan menatap masa sekarang seorang pria yang selalu di hatinya. Mata Ino tak bisa teralihkan dari pundak yang lebar Sai, khas seorang sportsman dan di sebelahnya berada Naruto, masih mengoceh layaknya penasehat setia seorang Ino Yamanaka. Tak menyadari empunya nama yang tengah diajak bicara tak mendengarkan barang sekata.

Mereka melewati koridor yang nampak masih lengang, mengingat ini masih jam pelajaran. Dari gedung Diamond class di gedung bagian utara, mereka harus melewati jalan yang cukup jauh mengingat letak Spade class terletak di gedung sebelah selatan, saat mereka memasuki area spade class, Ino di bawa ke bagian belakang gedung menuju dojo kendo, ia melewati beberapa dojo beladiri lainya seperti karate, judo, aikido bahkan hingga sumo.

Setelah mereka menempuh jarak dari gedung utama spade class kurang lebih satu kilo meter, akhirnya mereka sampai ke sebuah bangunan mirip kuil yang berukuran cukup luas, walaupun menurut Ino pribadi masih lebih luas milik dojo klan Yamanaka.

Bagian dalamnya tampak sangat luas karena tidak terdapat sekat ataupun pembatas. Mereka bisa melihat katana dari berbagai ukuran menghias dinding, Sai bilang katana itu adalah katana asli bersejarah yang hanya tersisa beberapa saja didunia, sontak hal itu langsung membuat Naruto merinding, bukan karena katanya asli, melainkan karena informasi dari Sai yang menyatakan bahwah katana itu merupakan benda sejarah kuno yang menurut Naruto ada penunggunya. Maklum saja, Naruto bukan tipe orang yang bertahan dengan hal-hal berbau gaib.

Ino sendiri nampak heran, bagaimana mungkin bisa ada senjata tajam asli diletakan dengan nyamanya di dinding seolah itu merupakan hiasan belaka?, memang sih, ayah Ino juga memiliki katana, samurai, serta senjata tajam lainya, namun mereka menyimpanya di ruang khusus yang hanya bisa dimasuki orang tertentu saja yang boleh masuk, Ino saja hanya pernah masuk 2 kali, tapi ini..? sungguh mencengangkan.

Setelah puas melihat lihat dojo, serta mendengar sedikit penjelasan mengenai dojo itu, mereka melanjutkan dengan membahas masalah festival sambil duduk duduk beralaskan tatami dan minum minuman ringan yang didapat dari mesin minuman di pojok ruangan.

'sugoi….. di dalam ruangan aja ada mesin minuman, hebat…' batin Ino terkagum-kagum.

Mereka terus membahas tentang festival dengan santai tapi serius(?) .

"….Jadi bagaimana pendapatmu Ino-chan ?" tanya si blonde mengakhiri penjelasanya.

Ino yang sedang asik-asik melihat boneka jerami di sisi lain ruangan sedikit terkejut mendengar namanya disebut-sebut.

"Eh.. n-nani..?" tanya Ino ragu, semburat merah tipis nampak jelas tercetak di paras putih bak porselenya, nampak sekali dia merasa malu karena ketahuan tidak mendengarkan.

"Hah… kau ini, sudah ku duga, kalau kita mengadakan rapat di sini Ino-chan nggak akan pernah konsen deh." Gerutu Naruto sembari menghela nafas pasrah.

"Hehehe… maaf maaf, aku nggak sengaja ngelamun, bisa diulang nggak penjelasanya? Terutama pengertian festival 3rd livenya?!" balas lno ragu-ragu.

"Hah.. ck, ya sudah ku-ulang sekali lagi, tapi kali ini dengarkan dengan baik yaaa…. Kau tahu nggak, dulu saat sekolah ini pertama kali didirikan saat dikepalai oleh Nara Yoshiko a.k.a neneknya kaicho, sekolah ini belum terlalu terkenal, sehingga kepala sekolah yang dulu menggagas usulan mengenai festival pembukaan sekolah di awal musim semi dengan tujuan promosi, kemudian karena mendapat respon bagus dari penduduk dan para donatur, acara ini dilakukan lagi diawal musim panas sebelum liburan." Jelas Naruto panjang lebar yang disela dengan menenggak beberapa teguk minuman digenggamanaya demi menghilangkan dahaga sebab harus menjelaskan cerita panjang lebar ada Ino.

"Kemudian festival itu diadakan lagi saat menyambut musim gugur mengusung tema perkembangan teknologi, sejak saat itu festival berikutnya mengusung tema-tema unik seperti pahlawan, kafe, bahkan sampai ninja-ninjaan. Festival itu akhirnya dillangsungkan setiap musim berganti dan dengan tema yang tak pernah sama karena itu sekarang menjadi festival 3rd live, paham …?" Jelas Naruto yang diakhiri dengan nada sangsi akan pemahaman dari Ino.

"OOO…." Respon singkat dari Ino yang sukses membuat Naruto naik darah.

"Terus, maksudnya kita ini di suruh itu ketua SOSIS buat program itu apa? Bukanya yang kalau kaya festival itu dibuat berdasarkan usulan kelas masing-masing ya?" Ino bertanya dengan muka super 'bego'.

"Well, festival ini memang akan mengambil usulan tiap kelas , namun tetap menggunakan tema dan usulan dari pengurus, dalam hal ini yaitu kamu Ino-chan." Jawab si cowok blonde dan dilanjutkan Sai.

"Misalkan tema festivalnya tentang hantu, nanti pengurus menentukan tiap asrama menggunakan program berbeda, bila spade-class membuat drama seputar hantu, nantii club-class membuat rumah hantu, sehingga dapat bervariasi."

"Ohhh…" sekali lagi, tanggapan pasif dari Ino yang kembali membuat telinga Naruto mengeluarkan asap.

"Udah paham belum nih….. ?"

"Udah dong, percuma kan punya otak jenius kalo yang begitu aja ga paham." Balas Ino menyombongkan dirinya sendiri.

"... Itu. Narsis !"

"Biarin weeeeeeeeekkkkk…." Balas Ino nggak terima dibilang narsis, walaupun sendirinya udah nyadar sih.

Perdebatan diteruskan, berbagai pendapat dikemukakan, hingga kesimpulan akhirnya didapatkan juga. Perlu waktu hingga jam terakhir untuk dapat menuntaskan pemikiran hingga dicapai persetujuan antar 3 remaja itu.

Setelah menyelesaikan rapat, mereka segera kembali ke kelas demi mengambil tas tercinta yang ditinggalkan di kelas masing-masing sedari pertemuan dengan Kaichou, sehingga Sai berpisah dengan Naruto dan Ino koridor yang menghubungkan spade-class dengan Love-class.

Naruto harus berjuang keras untuk mencapai ruang kelasnya karena harus menyeret Ino yang sedari berpisah dengan Sai dipersimpangan karena Ino memaksa ingin mengikuti Sai. Beruntung bagi Naruto, sekuat-kuatnya Ino ia tetaplah seorang perempuan, sehingga tenaga Naruto cukup untuk menarik (menyeret) Ino walau sebenarnya sangat kepayahan.

"Akhirnya… sampai juga, Ino-chan! Berhentilah meronta! Kita sudah sampai kelas, cepat ambil tasmu dan kuantar ke asrama mu, kau mau tidur di luar ha?" keluh Naruto yang mulai sebal karena kelelahan harus menyeret Ino cukup jauh mengingat jarak spade class dengan Love class yang tak bisa dibilang dekat.

"Ck… Urusai na… kau menyebalkan Naruto." Bentak Ino karena menurutnya Naruto menghalangi kisah cinta (?) Ino dengan Sai. Namun akhirnya Ino menyerah dan mengambil tas ransel berwarna ungu bermotif bunga cosmos kesukaanya dan segera menyusul Naruto yang sudah mendahuluinya di luar kelas.

Perjalanan panjang di lalui Naruto dengan susah payah karena harus menerima semua bentakan dari Ino yang masih belum terima dengan kejadian di koridor tadi.

"Iya iya Ino, aku minta maaf, aku yang salah, nah kamarmu sudah dekat. Oh iya, sekedar Info, kalau dikelas lain cowok dilarang memasuki asrama cewek begitupun sebaliknya, tapi khusus Love-class hal itu diperblehkan, ini dia kamarmu, sebentar ya…" Kemudian Naruto mengambil jeda untuk menarik nafas sebentar. kemudian…

KNOCK KNOCK KNOCK

"SAKIIIIII-CHAAAAAANNNNNN…! KAU ADA DI DALAM TIDAK..?" Naruto berkoar koar gaje dan ga tau malu, Ino sendiri Cuma melongo dengan mata melotot dan mulut sedikit terbuka melihat perilaku teman sekelasnya itu.

"Ck, BAKAAA…! Apa mau mu? Pergi sana! Jangan ganggu aku!" balas setengah berteriak seseorang dari dalam, Ino merasa familiar dengan suara seseorang yang dari dalam itu.

"Chotto.. Naruto, sebenarnya siapa dia itu? Dan kenapa kalian saling berteriak-teriak begitu, kalau kalian terus berteriak begitu kita bisa dimarahi." Ucap Ino merasa tidak enak pada penghuni asrama lain.

"Tenang saja Ino-chan, dia ini pacarku, kau akan sekamar degan dia hihihi."

"Ha…?" Ino masih tampak bingung mendengar penuturan Naruto.

BRAKKKK ...

"SIAPA YANG MAU JADI PACARMU, SHANNNNAAAROOOOO…!"

BUK! BAK! BUK! Prang (?) BYURRR (?)

"k..ka..kau…?" ucap Ino terbata melihat siapa yang baru saja mendobrak pintu dan menghajar si kepala duren busuk.

"He…? Omaee..?" balas sang pendobrak pintu tak kalah terkejut dengan keberadaan Ino yang sempat tak diperhatikan keberadaanya karena terlalu sibuk menghajar Naruto . Dan tanpa diduga-duga, wanita berambut serupa gulali itu melompat salto ke belakang dari posisinya awalnya yang berada di atas Naruto, tepat setelah mendarat ia langsung menciptakan kuda-kuda beretarung yang tampak sangat terlatih.

Terjadi keheningan untuk beberapa lama diantara Ino dan Sakura, mereka saling berhadapan dengan jarak tak lebih dari 10 meter dengan Naruto yang masih tepar diantara mereka.

"Ternyata kabar yang kudengar bahwa Beast Crushing yang legendaris bersembunyi di asrama menyedihkan itu benar ya…?" Ucap Ino dengan wajah menunduk dan tampak aura gelap yang mengitarinya.

"Heh, maaf saja ya, ku rasa tak ada sesuatu yang mampu membuat lututku bergetar hingga harus bersembunyi darinya, terlebih, tak ku sangka orang yang ku nanti ini adalah seorang flash princess, sudah berapa lama ya, kira-kira." Balas Sakura yang tak kalah memancarkan aura suram yang membumbung layaknya api yang berkobar.

"Kurasa kata yang kau butuhkan adalah dua tahun….. DUA TAHUUUUUUN…." Tepat setelah mengucapkan itu, keberadaan si rambut blonde menghilang dan muncul tepat di samping Sakura dengan kaki yang yang siap menghancurkan kepala Sakura.

Belum sempat mengenai ujung rambutnya, tangan Sakura terlebih dahulu menghalau serangan mendadak itu. Tak berhenti disitu, ia lantas menggenggam pergelangan kaki Ino yang masih di udara dan membantingnya ke arah depan. Tepat saat masih melayang, Ino melakukan salto kebelakan sehingga dapat mendarat indah dengan kedua kakinya.

Sekarang gilliran Sakura yang berlari dengan tangan yang bersiap melakukan tinju dari arah depan.

Ino sendiri sudah menyiapkan kuda kuda untuk melawan dengan kaki kanannya. Tepat saat akan kedua jurus mematikan itu akan bertemu Nauto yang berada tepat di tengah-tengah mereka baru saja sadar dan bangkit, tak menyadari serangan combo 2 arah itu, membuatnya tak bisa menghindar.

HIYAAAAAAAAAAAAAAAHHHHH ...

SHANNNAAAAAROOOOOOO ... ..

BUK ...

BUK ...

BRUK… (SUARA Naruto jatuh pingsan untuk ke-dua kalinya)

tbc


Entah kenapa aku merasa seperti kehilangan kepercayadirian karena sama sekali tidak banyak yang tertarik :'( aku berencana bila sampai chapter depan belum ada kemajuan , ada kemungkinan kisah ini memang ga akan pernah ditakdirkan selesai? ku harap tidak. aku ingin menyelesaikan kisah ini apapun yang terjadi.

ngomong-ngomong untuk genrenya.. apakah udah ada kerasa bumbu romance walo cuma secuil? meski sudah aku remake aku merasa ada yang kurang, bila ada masukan aku terima dengan senang hati. karena itu minna-san... mohon bantuanya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

review