Account sekarang : Kinra Chan
Naruto milik kishimoto-sensei.
Love Class punya kinra chan
Rated : T
PAIRING : ShikaIno slight SaiIno, NaruSaku
Genre : Romance, humor (garing) , friendship, little action
WARNING : OOC, AU, TYPO, GAJE, ABAL-ABAL,NEWBIE
Semua adegan tambahan hanya rekayasa. Tidak ada faktor dunia nyata...
Minna sama #sembah_sujud aku kembali lagi…. Hanya saja aku akan update lagi dari awal agar pembaca baru pun tau
Balasan review :
: iya terimakasih. Aku akan terus berusaha hingga titik tinta penghabisan ;). RnR terus ya! ;)
luciana genie-san : seperti biasa genie-san yang paling baik selalu menjadi pembacaku yang paling paling paling baik... arigatou.. aku juga akan berusaha sekuat tenaga melanjutkan kisah ini.
reader-san : arigatou, baca terus.
KRING…..
KRING….
KRING…
Pagi yang sudah menyingsing menyambut hari yang mulai siang ini, diawali suara alarm gaduh bak pengganti ayam di kampung. Di sana, di pinggir ruangan tepatnya masih di meja belajar, Gadis berambut blonde yang masih setengah sadar itu mulai membuka mata, mencoba meraih alarm yang baginya itu menyebalkan dan berisik. Masih di sekelilingnya berserakan kertas dan bermacam gumpalan aneh. Bekas pertemuan tante-tante udik semalam masih ada di mana-mana, tentu saja hal seperti ini wajib dianggap normal, siapa sangka di sekolah paling elite se-Hi no Kuni Ino akan bertemu rekan semasa CHUUNIIBYOUnya dulu… ya anda tidak salah baca atau author salah tulis, selalu ada masa dimana karakter utama menderita penyakit nista semacam chunibyou.
Biarlah itu menjadi cerita masa lalu yang kelam, mengingat hal tabu diungkit hanya akan membangkitkan amarah flash princess #plak. Back to the story.
"huwaaaaaahhh…." Ino dengan kepayahan dan nyawa yang masih belum genap mencoba berjalan ke arah jendela agar bisa memasukan udara segar pagi ke kamar yang kini masih kelihatan kumuh itu, wajar saja, tepat setelah pertemuan duel monster semalam, banyak curhatan tante gossip kita kepada si pinky ini, termasuk ulah kejam sang Pangeran jenius kita Shikamaru. Masih di bawah matanya terdapat kantung tebal hitam yang mengurangi kecantikanya. Begitu pula Sakura yang masih memejamkan mata di ranjang sebelah, semalaman suntuk Sakura membantu perencanaan untuk rapat hari ini.
Ino yang sudah cukup terkumpul penuh nyawanya setelah menghirup udara segar. Mengalihkan pandangan pada Sakura yang masih di ranjang. Tepat saat itu bangkit jiwa nista Ino. Dia bergerak ke sudut ruangan dan mulai berjongkok ke arah Sakura yang masih terlelap dengan posisi yang WOW tentu saja.
Lalu…..
Satu detik….
Dua detik…
Tiga detik….
Ino langsung berlari… ya saudara-saudara, anda tidak salah lihat, Ino berlari dengan kecepatan penuh ke arah ranjang dan tepat sebelum 1.5 meter dari ranjang Sakura…
"Hiyaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh …"
Ino melompat tinggi sekali hingga kuncir bokong kudanya mencium atap kamarnya….
Dan…
Dukkkkhhhh…..
Bruakhhhh…..
Tepat mengenai antara perut keatas Sakura, dan lantas saja Sakura yang mendapat serangan mendadak dari Ino langsung terbangun dari tidurnya yang terhitung singkat, dengan mata sewarna susu yang nyaris melompat dari tempatnya dan mulut terjulur cukup panjang dengan sedikit liur yang keluar #iewwww….
Ino yang menyadari bankitnya sang monster mengerikan langsung salto ke belakang dengan wajah yang sumringah dan tampak sangat hidup #watados.
"Iiiiiiiiiiiinoooooooooooooooooooooooooooooo….." Teriak Sakura yang sudah bangun sepenuhnya dikarenakan cara Ino membangunkan yang tidak berperike-moe-an.
Dan berakhir sudah, pagi yang tenang bagi Sakura tak akan pernah kembali :v.
Setelah melewati pagi yang melelahkan bagi Sakura, masih dengan kantung mata tebal itu. Ia dan Ino bersama-sama berangkat ke gedung sekolah yang berjarak tidak jauh dari asrama cewek love class. Walau begitu, bagi Sakura sendiri merupakan perjalanan terpanjang semasa dari pertama kali ia melewati taman bunga itu. Tentu saja penyebabnya tak bukan dan tak lain adalah Ino.
"Bagaimana ini? Aku masih ngantuk, gugup, lelah, tapi masih tidak yakin dengan rapat itu... bagaimana in? Bagaimana kalau aku gagal?" Ujar Ino mengulang kalimat yang entah sudah berapa kali diucapkanya. Sakura yang sedari tadi mendengarnya hanya merasa sebal.
'apanya yang gugup, apanya yang lelah, apanya yang ngantuk... KAU BENAR-BENAR SEMANGAT MENUNGGU RAPAT ITU KAN ?!' pikir Sakura yang terlalu lelah untuk menimpali setiap perkataan Ino. Melihat bagaimana Ino yang sangat segar dan bersemangat, dia tidak habis pikir bagaimana Ino mengartikan kata gugup, lelah, ngantuk?.
"Ah Ino, aku lewat sini...kelas .1." Ucap Sakura memberi tahu dia berbeda jalur dengan Ino, yang tentu sangat disyukuri Sakura bahwa mereka tidak satu kelas.
"Uwahhh... Sayang sekali... Ku harap kita satu kelas, Sakura." Ucap Ino mulai berpundung ria.
"Ya ya... Yang jelas temui aku sebelum rapat, jaa ne." Ucap Sakura tidak sabaran dengan sahabat lamanya. Di rasa baginya akan semakin melelahkan jika tetap berjarak kurang dari 20 meter dari orang berambut Blonde. Entah itu Ino ataupun cowok menyebalkan yang sekelas denganya. Sakura tak pernah beruntung dengan sesuatu yang berwarna kuning... Sabar ya Sakura-chan, pasti akan tiba waktumu.
"Mmm... Jaaa..!" Ucap Ino setengah berteriak dengan berlari melewati lorong yang mulai sepi mengingat jam pertama sudah hampir dimulai.
teng teng teng...
tepat saat lonceng pertama berbunyi Ino telah selamat mencapai kelasnya dengan sedikit terengah-engah.
"SAVEEEEEEEEE..." Ucap Ino tepat saat ia berhasil mencapai kelasnya. kemudian dia mencari tempat duduk yang kemarin dia sempat tinggalkan begitu saja. Masih banyak hal asing bahkan orang yang masih tampak asing baginyapun tak sedikit, mengingat ia sendiri bahkan belum berkenalan dengan seharusnya.
.
.
INO POV START
HUWAAAAAAAA AKU GUGUP SEKALI... BAGAIMANA INI. TIDAK ADA YANG KU KENAL DI SINI, Sakura baka, kalaupun di heart class se-enggaknya kenapa tidak di kelas yang sama dengan Sakura sih. Oh iya kemarin tempat dudukku dimana ya kalau tidak salah... AKU BAHKAN BELUM DUDUK SAMA SEKALI KEMARIN... BAGAIMANA INI... Jika ini dunia Anime pasti sudah ada awan kelabu dengan petir yang menyambut kebodohanku ini. Aku hanya bisa cengo dengan diri ini, tepat waktu saja tidak cukup. Kalau sudah begini aku harus mengingatnya...
Eerghh...
1 detik...
2 detik...
3 detik...
DINGGGG...
Sebagaimana orang sedang terdesak, ada saatnya otak ini bahkan bisa bekerja. wakatta ada dua bangku kosong kemarin, paling pojok kanan belakang dan dua bangku setelahnya. aku ambil bagian belakang saja.
kriett... suara bangku ini nyaring sekali ku harap tidak menarik perhatian... sedari tadi aku terus menunduk karena aku nyaris yakin mereka melihatku memalukan karena kejadian Kemarin.
Setelah duduk, aku langsung mengeluarkan buku-buku gaje pemberian Kure-ntah siapa namanya-sensei. Dengan pura-pura sibuk semoga mereka melupakan keberadaanku.
SREEEEKKK... SREEEEKKKK...
TAP TAP TAP...
Brukh
Sejenak semua suara berisik itu mereda, aku mulai mengangkat kepala dan melihat suasana kelas yang tadinya berisik bagai kandang kuda di rumah utama, kini semua tampak duduk rapi di kursi masing-masing. Sekilas aku juga mendapati orang yang membawa perubahan suasana yang tiba-tiba ini, dan jelas bukan wanita nyentrik tempo hari. Melainkan seorang pria muda dengan rambut yang panjang sepundak namun diikat bagian ujungnya saja, membuat sisa rambut yang tak terikat itu membingkai raut muka remaja yang tampak dewasa karena... Keriput? Aku tidak tahu tapi bagiku dia cukup terlihat berwibawa dengan setelan jas dengan dan kemeja yang formal. Beberapa gadis di kelas justru tampak semakin tenang dan dari sudut yang berbeda jelas mereka sedang berpose seimut atau cantik mungkin.
"Ohayou gozaimasu, Seito-tachi." Sapa Guru muda itu dengan senyum ramah yang jikalau belum ada yang mengisi hatiku pasti sudah direbut pria ini sekarang.
"Ohayou gozaimasu Sensei." Jawab serentak murid-murid love class, tentu dengan bumbu suara yang dibuat-buat oleh beberapa cewek di kelas. Sedikit memberiku pengetahuan baru bahwa guru yang satu ini tampaknya cukup populer, harus diingat, siapa tahu bermanfaat hehehe. Sebelum pemikiran nista ini berlanjut guru itu sudah mulai memanggil nama setiap murid satu persatu.
"Uzumaki Na...
DRAP DRAP DRAP...
ZSREEEEKKKK..
BRUUUKHH..."
Tepat saat Sensei memanggil nama selanjutnya, suara derapan kaki yang kasar terdengar dari luar ruang kelas dan langsung membuka pintu itu dengan kasar dan segera menghambur ke dalam kelas menyisakan suara khas orang terlambat persis yang aku lakukan tadi dengan pengecualian suara yang lebih keras dan pelaku terlambat berjumlah dua orang. Salah satunya cowok berambut merah yang masih setengah jongkok untuk bernafas, dan cowok yang terduduk dan berambut kuning... NARUTOOOO... Tentu saja ada Naruto, kemarinkan aku ke kelas yang sama juga denganya, syukurlah... aku kira tidak akan ada orang yang ku kenal.
"UZUMAKI NARUTO... HADIRRRR... HOSH...HOSH...HOSH..." Teriak Naruto cukup kencang walau diakhiri oleh nafasnya yang terengah-engah, dan langsung mengambil sikap berdiri.
"Maaaaa... Uzumaki-kun, sudah berapa kali ku beritahu agar tidak terlambat, dan kau juga Sabaku-kun, ada apa denganmu hari ini? tidak biasanya terlambat, terlebih dengan Uzumaki-kun." Ucap Sensei dari depan ruangan dengan muka putus asa melihat dua cowok itu.
"Gomenasai Sensei." Ucap kedua cowok itu berbarengan.
"Ehm ehm... Maaf sensei, tidak seperti biasanya hari ini aku terlalu lelah akibat ulah Naruto semalam sehingga tidak dapat cukup beristirahat." Ucap Si merah menyalahkan Naruto, yang entah kenapa membuat anak cewek di kelas jadi berteriak 'kyaa' ria dan mengubah bentuk mata mereka seperti heart pink yang entah kenapa menjijikan huelkkk.
"Garraaa Temeee... jangan menggunakan kata-kata yang dapat membuat salah paham.!" Ucap Naruto sedikit marah kepada cowok yang dipanggilnya Garra itu. Walau begitu di pipi Naruto terlihat semburat merah tipis yang meyakinkan persepsi bahwa selain penakut Naruto juga pemalu huhuhu...
"Tapi benarkan seperti itulah yang terjadi semalam?" Ucap Garra yang membuat beberapa cewek berteriak makin keras.. Haaahhh... Aku tahu sekarang, mereka pasti makhluk mengerikan bernama fujo-apalah itu- yang kata Okaa-sama tidak boleh didekati.
"Sudah-sudah... Hentikan perdebatan kalian, dan segeralah duduk di tempat kalian masing masing kita akan segera mulai pelajaranya." Tegur Sensei tepat sebelum Naruto mengeluarkan balasan. Sementara kedua cowok itu hanya mengangguk dan beriya ria saja, Naruto dan Si merah mulai berjalan kerah barisanku berada. Naruto sendiri mengambil posisi paling depan nomer dua sementara si merah ... diam... tepat disamping mejaku? Oh tidak...
"Hay Kau... Kenapa kau duduk di bangkuku?" Tanya cowok disampingku itu dengan muka datar. Sialllll... aku tidak memperhitungkan pemilik bangku lain yang kemungkinan tidak masuk kemarin. Bagaimana ini... baiklah aku harus tenang dan meminta maaf dengan memberi tahunya bahwa aku murid baru. Ya, aku harus memberitahunya.
"A..AA...AANO, Ma.. Maaf aku tidak tahu kal.. kalo ini tempatmu, aku akan segera..." Ucapanku benar benar kaku seperti roboooottt... siallll aku terlalu gugup. Oh tuhan ... Jashin-sama.. Dewa... Saitama(?) siapapun tolong aku dari keadaan absurd bin awkward ini...
"Oh di sana rupanya kau Ino-chan..? Aku tidak menyarimu di sana. Sebaiknya kau pindah lhooo.. Itu bangkunya si panda merah yang disana itu Hohoho..." celetuk Naruto bodoh, benar benar tidak bisa mem-follow-dengan benar.
"Ino? Yamanaka Ino-san? Oh jadi kamu murid pindahan kemarin ya? silahkan maju dulu perkenalkan dirimu, biar nanti saja pindahnya setelah perkenalan." Oh dewa.. tidak.. Sensei-sama, Arigatouuuuu telah menyelamatkanku dari keadaan ini. Begitu mendengarkan follow yang sangat membantu itu aku langsung mantap melangkahkan kaki ke depan kelas.
"Silahkan, Yamanaka-san, kemarin belum melakukan perkenalan kan?" Tanya Sensei itu mempersilahkan.
"Ha'i.. Arigatou.. Aano namaku Yamanaka Ino pindahan dari Sword Art Academy. Terjadi beberapa kesalahan kemarin sehingga aku harus meninggalkan kelas. Tapi mulai hari ini aku akan mengikuti pelajaran yang sama dan tinggal di asrama yang sama. karena itu mulai sekarang, MOHON BANTUANYA." Ucapku lantang, beruntung aku sudah berlatih perkenalan kemarin dengan Sakura. Beberapa anak laki-laki terkejut sekolah asalku dan bertanya tanya. Sementara yang lainya menjawab permintaanku dengan ceria ala Love Class yang membuatku tidak lagi gugup dan bisa bergaul dengan yang lainya. Setelah perkenalan yang panjang aku kembali ke meja belakang untuk mengambil tas dan buku ku untuk pindah ke barisan tengah, tepatnya belakang Naruto.
"Baiklah, untuk Yamanaka-san jika ada yang tidak kau ketahui tanyakan saja pada Uzumaki-kun yang ada di depanmu. Sisa pelajaran aku yakin kau bisa mengejarnya. Dan untuk yang lainya, keluarkan paket 5, dan tunjukan hasil tugas kalian semalam." Ucap Sensei dan memberi perintah untuk mengeluarkan buku paket yang kali ini terlihat normal. Aku bisa mendengar yang mengeluh dan berkata belum mengerjakan, dan tampaknya Sensei adalah orang yang punya toleranshi tinggi yang terlihat dari caranya memaafkan murid yang tak membawa tugas dan hanya membeinya nasehat lembut.
Sisa pelajaran berjalan dengan tenang, bahkan saat jam istirahat banyak yang datang dan mengajaku untu berkenalan, meski aku menyebutnya kelas yang gila, mengabaikan terdapatnya mata pelajaran aneh dan guru nyentrik, yang lainya normal, bahkan pelajaran umum seperti Matematika bahasa inggris dan sejarah... Hingga bel pulang berbunyi semua normal. Namun saat Naruto datang dan mengingatkanku tentang rapat hari ini jantungku kembali berdetang sangat kencang.
"Ayolah Inooooo... kita harus segera menjempu Saki-channnnn." Teriak Naruto kegirangan begitu aku memberi tahunya bahwa hari ini Sakura juga akan membantuku dalam persiapan festival 3rd live. Aku jadi heran, benturan kemari sama sekali tidak berpengaruh padanya, aku jadi berpikir, jangan-jangan dari awal Sakura sudah sering menghajar boch kuning itu, sembari berjalan mengikutinya di belakang pemikiran itu membuat jantungku sedikit lebih tenang.
Saat sampai di belokan tadi aku berpisah dengan Sakura, ternyata si pinky itu sudah menunggu dengan tampang jutek. dan ku lihat Naruto yang langsung menghambur kearahnya hanya membuat mukanya makin ditekuk saja.
"Lamaaaaaaaaaa, butuh berapa lama untuk berjalan ke sini ha? aku sampai sekarat karena dehidrasi tahu. Omakeni, KAU JUGA MENJAULAH DARIKU.. SHANAAROOO." Ucap Sakura padaku sebelum mengalihkan pandangan dan melempar pukulan mautnya pada Naruto.
"Gomen gomen, di kelas semua sangat tertarik padaku dan nggak mau ngepasin aku." ucap ku berusaha jujur, memang benar terlalu banyak anak yang menghalangiku, entah hanya karena penasaran atau tertarik sungguhan dan jadi fans dadakan? hohoho #narsis_mode_on
Segera kami pergi ke ruang rapat yang arahnya agak jauh dari gedung Love class. Di perjalanan kami membicarakan lagi rencana hari ini, dan mengutarakan hipotesis kemungkinan penolakan dan sanggahan yang baik, dalam hal ini aku sangat bergantung pada Sakura, aku mungkin cukup ahli mengayunkan pedang, tapi tidak dengan mulutku.
.
.
.
"Ano... ONEGAISHIMASU... TERIMALAH SURAT DARIKU... AKU HANYA INGIN MENYAMPAIKAN PERASAANKU, KAU TIDAK PERLU MENJAWABNYA SEKARANG, ATAU BAHKAN JIKA KAU TIDAK MENJAABNYPUN AKU TIDAK APA-APA."
"Ck.. mendokusei.."
.
.
.
Apa ini? deja vu? terjadi lagi? Saat aku dan teman teman melewati kebun di perjalanan ke ruang rapat secara tidak sengaja aku mendengar hal yang hampir sama dengan kemarin... dan lebih buruknya... pada orang yang sama.. kalau kali ini dia..
"Maaf, bukan aku tidak mengerti perasaanmu..." Heeeeeee apa yang terjadi? Nanas busuk itu meminta maaf dan mencoba menolak dengan sopan? Dan heeeeeeeeee? Sejak kapan aku bersembunyi di balik pohon? Sial, aku terbawa suasana dan jadi mengikuti kebodohan duo kuning pinky ini.
"Aku sedang fokus dengan belajar, dan tahun depan aku sudah kelas tiga, sebentar lagi juga banyak kegiatan yang akan menyita waktuku, karena itu aku tidak bisa menerima perasaanmu." Ucap si kepala nanas dengan SOK sopan. Aku bahkan melihat jelas di mata gadis yang menyerahkan surat itu mulai menitikan air mata, walau begitu senyum diwajahnya tidak hilang. dia kembali mengangkat tanganya dan mengacungkan amplop pink itu.
"Setidaknya... Setidaknya... Tolong ambilah, aku ingin menyampaikanya padamu, meski perasaan ini tak berbalas, aku ingin kau mengetahuinya. Bahwa perasaanku bukan main-main." ucap lantang gadis itu di depanya dan mencoba menahan air bening yang telah menggenangi matanya itu. Tanpa diduga Si rambut nanas itu mengambilnya.
"Baiklah, jika itu membuatmu merasa lebih baik. Aku akan menerimanya." Tanpa kusadari saat ia mengeluarkan kalimat itu, darah panas mengalir ke wajahku, dan dampaknya mukaku terasa panas, aku yakin saat ini wajahku sangat merah, bahkan jantungku terpaku lebih cepat dari bisanya. Tepat saat surat itu berpindah tangan gadis itu berlari sambil mengucapkan terimakasih. sangat jelas butiran kristal itu menetes deras saat ia berlari. Begitu gadis itu pergi kami langsung keluar dari tempat persembunyian dan aku yang membuat langkah awal dengan mendekatinya, si Nanas busuk yang disaat yang sama langsung berjalan ke arah berlawanan (ruang rapat).
"Rupanya kau bisa juga mengularkan kata-kata sebaik itu. Jika kau bisa, kenapa tidak dari awal saja tidak kau lakukan.?" Ucapku sambil memalingkan muka ke arah lain, mengamankan wajahku yang masih semerah tomat.
"Ck, terlalu merepotkan jika seperti ini terus, mereka tidak akan pernah menyerah. Tapi jika ku lakukan seperti yang kemarin kau pasti akan membuat masalah yang lebih merepotkan. Dasar Buta(babi)." Ucapan pedasnya yang kembali seakan sopan santun yang tadi tidak pernah terjadi langsung menohokku. Untuk apa aku sampai terharu hanya karena melihat drama murahan itu? Sementara aku mulai bergumam sendiri ku lihat rusa tengil tak tahu sopan santun itu mulai meremuk amplop itu dalam genggaman tanganya hingga menjadi bulatan kecil dan melemparnya ke tong sampah terdekat dengan tepat sasaran. Dasar bodoh! Apa yang dia lakukan?
Dari belakang kepalanya kuhantamkan pukulanku lagi... Kali ini aku langsung berlari ke arah tong itu dan mengambil amplope itu.
"Inoshishi OMAEEEE! Apa yang kau lakukan? kenapa kau terus memukulku?" Teriak Rusa itu sembari memegangi nanas yang ku harap jatuh ke tanah itu.
"Kau yang kenapa.? kenapa kau membuangnya? Padahal sudah susah payah gadis itu buat, sudah kau terima pula dengan cara yang lebih baik... Tapi kenapa harus kau buang?" ucapku marah sambil menatap pada bulatan kertas itu dan berusaha meluruskanya kembali.
"haaaahhh... Aku sudah menerimanya dengan benarkan? aku tidak bisa berbuat lebih dengan benda itu, pemikiran paling logis adalah jika aku menerima benda itu dalam seminggu hanya akan jadi sampah di ruanganku setinggi gunung. Dan aku tidak mau kerepotan... jika sekarang kau juga ingin aku menerima semua surat itu, setidaknya biarkan aku melakukan yang harus ku lakukan." ucapnya dengan wajah datar dan tampang malas itu lagi. Aku benar-benar heran dari bagian mana cewek cewek sekolah ini jatuh cinta dengan rusa kutub tanpa hati ini?
"Kalau begitu berikan padaku." Ucapku datar.
"ha?"
"ku bilang, jika ada yang memberikan surat seperti ini lagi, berikan padaku. akan aku simpan semua yang aku bisa." Ucapku lantang, tidak akan ku biarkan rusa kutub ini berbuat sesukanya lagi.
"Ck.. Mendokusei... Lakukan saja sesukamu." Ucapnya malas lagi dan pergi begitu saja meninggalkanku. membuatku merasa ada yang 'hilang'. Saat rusa burik itu sudah pergi, Naruto dan Sakura mendatangiku. Mereka mulai menanyakan yang tidak-tidak seperti keberanianku menghajar Kaicho. hohoho... ini akan menjadi kisah yang seru. Sepanjang perjalanan ke ruang rapat aku menceritakan kejadian kemarin, Sakura sudah tahu, hanya saja masih terkejut juga katanya begitu melihat yang ku katakan kemarin terbukti benar. dasar Sakura, kapan memangnya aku pernah bohong! Naruto? Tentu saja dia terkejut bukan kepalang, dia justru menyulut api agar aku terus memojokkan rusa itu, aku tidak tahu apa tujuanya, tapi yang jelas dia mendukungku sebagai teman sekarang, ku harap kau bisa se-kooperatif ini jika menyangkut dunia asmaraku Naruto.
Sudah kuduga, untuk sekolah kelas dunia seperti ini, setiap kegiatan selalu mempunya ruang tersendiri, termasuk ruang rapat. Kami sampai di depan ruang dengan pintu hijau besar, dan kamipun masuk kedalamnya, seketika itu juga jantungku akan lepas...
Ya dewa, Jashin-sama!
TOLONG AKU...
TO BE CONTINUED
I
I
I
V
Yo minna-san... awalnya kinra mau update nanti sekitar jam 3'an abis nonton fil yang paling dinanti seluruh pecinta anime terutama oplovers ya... GOLD... HOHOHOHO, tapi karena takutnya kira jadi terlalu shock dengan kehebatan luffy n the gang, jadi ada baiknya kinra update sekarang... semalaman ga tidur karena terlalu exited.
Akhirnya kita memasuki chapter yang benar-benar baru dan hampir jauh berbeda dengan latar tempatnya(love text manga). hohoho selain latar dan dunianya yang kucicipi, tidak akan lagi kesamaan yang terjadi dengan manga miyuki sensei. Miyuki-sensei-sama arigatou gozaimasu. hohoho aku mengucapkan terima kasih juga pada teman teman semua yang sudah membaca sampai sekarang karena jika dilihat lagi dari kisah awalnya(sebelum re-update), chapter ini belum pernah ada sebelumnya jadi aku benar-benar menanti pendapat dari minna-sama semuanya. termasuk pembaca lama agar kembali membaca cerita ini. dan memberikan motiasi bagiku untuk bisa berkarya.
kedepanya jika chapter ini sedikitnya mendapat review terhitung belasan, aku berencana memperpanjang cerita, yang biasanya cuma 1300 - 2000, mungkin kinra akan mencoba 3000-5000 word, atau ada kemungkinan ASAP. kira kira bagaimana ya? aku mohon bantuanya minna.
ga usah banyak omkos lagi ... minna-samaaaa yoroshiku tanomu ne minnnaaaa
RnR
RnR
RnR
RnR
RnR
RnR
V
