Naruto milik kishimoto-sensei.

Love Class punya kinra chan

Rated : T

PAIRING : ShikaIno slight SaiIno, NaruSaku

Genre : Romance, humor, friendship, action.

Semua adegan tambahan hanya rekayasa. Tidak ada faktor dunia nyata...

Balasan review yang ga log in :)

Shikaluv : kurang panjang? Kinra udah berusaha lebih walau agak molor, tapi dukung terus ya:)

( mulai sekarang kinra balas review lewat pm aj ya )


Ya Dewa… JASHIN-SAMA!

TOLONG AKU

Dalam ruangan super besar itu terdapat kursi bertingkat dengan papan nama setiap dari belakang perwakilan kelas, Klub, OSIS, dan sisi lain ruangan terdapat tempat tersendiri lagi untuk panitia dan ketua asrama nama-nama sensei serta sesuatu yang tertulis VIP? Kau bercanda, bahkan sudah tersedia panggung dan semua alat bantu panggung, sebagian besar kursi sudah terisi, dan ini jumlah yang sangat besar untuk sebuah rapat sekolahan level murid-murid dengan acara bulanan. Apa yang harus kulakukan?

Dan dari belakang si bodoh kuning pinky sama sekali tidak membantu karena mereka justru sibuk sendiri dengan dunia mereka, perlu dua kali tepukan dan beberapa panggilan agar bisa membuat mereka kembali pada tujuan utama. Dan dengan tenangnya mereka mendorongku masuk dan mengarahkanky pada kursi utama yang ada di barian terdepan VIP? Ku lihat rusa burik itu sadah mengisi salah satunya dengan tampang paling membosankan yang bisa dia buat.

Begitu juga bangku belakang rusa sekarat itu telah terisi oleh seseorang yang tidak asing, pria berpakaian resmi ala ikemen jaman pertengahan yang senantiasa menjaga rambut tapi gagal dengan kulitnya, Yup.. Uchiha-sensei. Aku mengarahkan senyuman termanis yang bisa ku buat untuk guru ikemen yang satu ini, dan seketika mengalihkan pandangan ketika aliran petir yang serasa mengalir dari makhluk gaje di depan guru ikemen itu menyambarku.

"Akhirnya tiba juga saatnya melihat tanganmu bergerak lebih banyak dari mulutmu? Berapa lama menurutmu aku harus bertahan hanya dengan kursi keras dan menunggu apapun sambil bernapas di sini?" Ucap si nanas itu, lihat saja aku tidak lupa dengan yang tadi.

"Sayang sekali, aku tidak di sini untuk bisa menjadi bagian dari apapun itu yang bisa menyenangkan seekor siluman rusa nanas… weeeee!" Ucapku sambil menjulurkan lidah kepadanya. Dan dia sendiri hanya menatap tajam padaku untuk persiapan mulut pedasnya.

"Dan aku tidak mengharapkan apapun dari binatang liar semacam Inoshishi*, seperti sesuatu yang ada di sini." Ucap nya menyebalkan. Seusatu? Sesuatu dia bilang? Dia bahkan tidak menganggapku sebagai seseorang? Baru saja aku akan membalas kata-kata busuknya itu tes mic sudah di lakukan pertanda acara segera dimulai.

Tanpa ku sadari pembicaraan singkat tadi sudah menarikku keluar dari sumur kelam bernama kegugupan. Sekarang aku sudah tidak segugup tadi, hanya saja mood untuk berpidato juga sudah hilang, berganti dengan keinginan membuat botak seorang kaicho menyebalkan yang kini duduk tepat di sebelahku, aku penasaran jika serabut nanas itu hilang akankah dia bisa lebih keren layaknya Saitama-Sensei? Lupakan, itu tidak mungkin. Semantara Sakura duduk di sisi lainya. Naruto sendiri sudah berada di barisan Ketua asrama… Ketua Asrama? Naruto ketua Asrama? Sejak kapan? Aku benar-benar tidak menyadarinya, setelah rapat ini selesai harus ku ingat untuk menuntut jawaban akan hal ini.

"TES TES… ehm ehm… Selamat sore semuanya, kembali bersama kita host paling keren tahun ini, hehehe, Ten ten dari kelas 3 Club class." Ucap tiba-tiba seorang cewek bercepol dua dari atas panggung yang menarikku dari pemikiran nista mengenai Naruto.

"Dan Lee dari kelas 3 spade class. Hari ini seperti yang kita ketahui dengan semangat masa muda sebagai rapat perdana untuk festival 3rd life yang sudah pasti dinantikan oleh banyak kalangan." Ucap si cowok yang saat ku lihat lebih teliti punya alis yang sangat tebal. Dan saat ia mengakhiri kalimatnya dengan senyuman, aku percaya jika aku menatapnya lebih dari 10 detik mataku akan buta.

"Ooo... Dan sebagai informasi tambahan, festival kali ini akan menjadi sangat berbeda dari biasanya, karena apa lee-kun?" Ucap gadis bercepol dua itu layaknya seorang idol yang genit #plak.

"Berdasarkan berita yang beredar saat ini, orang yang akan bertanggung jawab penuh dengan terlaksananya festival ini adalah seorang anak baru pindahan dari academy bergengsi yang baru-baru ini terkenal dengan kemampuan murid-muridnya dalam berpedang wooooooo keren." Ucap si alis tebal dengan nada yang entah kenapa mulai membuatku khawatir.

"Berpedang? Wow, apakah dia murid spade class?" Ucap si cepol membuat tingkat kekhawatiranku semakin tinggi.

"Sayang sekali, karena tampaknya demi mendapatkan cinta yang telah lama pergi meninggalkanyalah dia rela pindah kesini, dan di posisikan di heart class. Dan inilah dia, Yamanaka Inoooooo..." Tepat setelah mengucapkan hal itu, entah berasal dari mana, lampu flash light yang sangat terang mengarah padaku, sial.

"Kepada Yamanaka-san, sebagai ketua panitia festival 3rd live saya serahkan panggung ini untuk anda." Ucap kedua orang yang aku akan ingat semua perilaku mereka hari dan akan ku balas suatu hari nanti dengan sangat kompak. Tepat saat itu bisikan-bisikan memenuhi ruangan.

'... Heart class dia bilang?..' 'Kenapa bisa kelas menyedihkan itu...' 'Apa dia bisa? Bahkan anak baru pula...' 'Ku harap tidak terjadi apa-apa dengan festival kali ini' bisikan dari seluruh ruangan terdengar jelas dan membuat suasana gaduh. Ada apa ini? Sayangnya? Kelas menyedihkan? Apa maksud semua ini? Aku mengalihkan pandangan pada Sakura di sebalahku, dan yang ku dapati hanyalah wajah menyedihkan yang tak pernah ku lihat selama ini, matanya menatap ke arah lain dan giginya menggigit bibir bawah dengan pipi yang merah bergetar. Aku akan menuntut penjelasanmu nanti sekarang yang bisa ku lakukan adalah menatap kedepan dengan gencar. Dengan canggung aku berjalan ke atas podium yang telah disiapkan, aku masih sulit memahami kenyataan bahwa rapat ini sangat hiperbola dalam banyak artian.

"Ehm ehm... Konbanwa minna-san, saya Yamanaka Ino dari Heart class 2.2 dan ya, saya hanya murid baru pindahan kemarin yang entah kenapa mendapat jabatan yang sangat menantang oleh ketua yang sangat serius di sana itu." Ucapku sambil menunjuk ke arah Rusa malas itu dengan tangan yang aku buat selentik mungkin. Yang di sambit #plak sambut death glare pedas dari Shikamaru.

"HAHAHA.. ." serentak mereka tertawa lepas yang benar-benar membuatku lega, sungguh, latihan sks (sistem kebut semalam) sukkses besar. Atau hanya para peserta rapat yang terlalu baik hati? Aku tidak tahu. Tapi aku merasa sisi lain dari peserta rapat benar-benar tegang.

"Mengingat saya sendiri masih sangat pemula dalam hal ini, karena itu saya akan dibantu oleh teman-teman dari panitia utama yaitu Haruno Sakura-san, Uzumaki Naruto-kun dan beberapa orang yang disebelahnya aku lupa siapa." Yosh sekali lagi bercanda yang masih ditanggapi dengan tawa lepas dan selanjutnya aku mulai membicarakan tema utama yang dengan paksa di serahkan oleh Rusa burik itu. Dan karena beberapa hal masih sulit di ucapkan aku beruntung sekali punya sahabat setia yang dapat membantuku dalam keadaan ini. Walau orangnya sendiri tampak lebih putus asa dari aku yang harusnya mendapat cap sebagai korban utama ini.

Beberapa pendapat telah disampaikan, bantahanpun diutarakan. Banyak usulan yang agak berlebihan, tapi tetap berjalan lancar. Satu-satunya yang menurutku tak berkontribusi adalah makhluk aneh yang masih duduk santai dengan menyanggah kepalanya itu dengan tangan dan tak lupa wajah mengantuk yang terus menguap. Entah kenapa dari awal pandanganku selalu teralihkan padanya, aku selalu teringat bagaimana dia melempar surat yang sangat suci itu ke tempat sampah, suatu saat aku akan...

"INO... INO... Oi INOOOO...! Kau dengar tidak ?!" Jantungku benar benar akan melompat hingga tenggorokan jika aku tidak segera sadar karena Sakura sedang menyadarkanku dari lamunanku yang nista itu, cukup bisa dibayangkan apa yang akan Sakura lakukan jika aku tidak segera kembali ke dunia nyata.

"Eh..? Iya maaf aku jadi melamun terus." Ucapku apa adanya dari pada harus menerima amarah si mosnter pinky ini.

"Apa kau tidak apa-apa? Jangan memaksakan diri, istirahatlah jika perlu, aku akan mengantarmu ke uks sekarang juga." 'Dasar sial Inoooo, kenapa kau sadar cepat sekali haaaaaaa... Harusnya kau tidak perlu sadar sekalian agar aku bisa membalas perbuatanmu yang tadi pagi haaaàaaaa KusoIno.' Merasa seperti melihat gappatern yang membuatmu Sakura, apakah ini hanya perasaanku saja atau semua yang kau katakan berbeda dengan yang kau pikirkan? Hanya menangis dalam batin yang kurasakan ketika hawa dingin sangat terasa dibalik kehangatan ucapan Sakura.

"Ehhh, ku rasa tidak usah, aku baik baik saja, aku hanya guugup sedikit." Ucapku sedikit khawatir semoga Sakura tidak menyadari dirinya menatap seekor alien rusa yang udik di ujung sana itu. Semoga saja.

"Heeeee... Apa yang kau lamunkan terus sampai menatap kaichou sampai sebegitunya haaaaaa?" 'Kau kira aku tidak menyadarinya dasar Ino bakka bkka bakka... Jangan remehkan Haruno Sakura.' Dasar Sakura, dia selalu berhasil menangkap gerak gerik kecil walau hanya lirikan mata. Jika dia sampai melakukan yang tidak-tidak entah apa yang akan dia lakukan.

"Heh heh,? Apa maksudmu? Mana mungkin mataku yang suci ini menatap makhluk abal seperti itu. Hemh!" Ucapku menutupi kecanggungan yang tentu membuat darah segar mengalir ke wajahku dan jelas, semoga rona merah seperti kepiting tidak muncul sehingga ide nama Mr. crab tidak disematkan padaku.

"Hoooo..." Caranya membalas penjelasanku seakan dalam pikiranya dia punya pemikiran tersendiri... Semoga keberadaanku di sini tidak terancam yooooo jashin-sama.

"Lebih dari itu aku ingin penjelasan dengan keanehan yang terjadi! Kenapa suasana tak bisa lebih baik ketika duo host itu menyebut heart class? Aku merasa ada yang kau sembunyikan Sakura, dan aku akan menuntut itu nanti." Ucapku dengan wajah paling serius yang bisa kubuat. Dan saat itu juga rona wajah Sakura berubah dan firasat menyebalkan yang sedari tadi menggangguku kian nyata.

Tanpa kami sadari rapat hari ini telah selesai dengan cukup lancar, rencananya setiap kelas/club extra akan mengusulkan acara apa yang lebih baik dibuat, dan kami akan menyatukan setiap ide untuk kemudian diundi kepada kelas/club mana acara itu diberikan, berlaku sama untuk letak tempat pembuatan acara itu. Dan masalah dana sudah ditutupi oleh modal yang secara paksa ditanamkan oleh Sensei yang tadi pagi mengajar dikelas, yang mulai sekarang dengan paksa aku panggil Ita-sensei. Aku sedikit terkejut pria baik hati ini baru berusia 20th, dan persediaan masa depan yang tak terbayang, sehingga dengan baik hati meminjamkan dana (paksa) yang kami berjanji akan dikembalikan setelah rapat dari keuntungan featival. Kalau saja hati ini bukan milik seorang pria sayu yang ramah senyum di sana, aku pasti jatuh cinta padamu sensei! Dan memimpin grup fans untukmu hohohoho... Sayangnya tidak.

Berdasarkan teman sekamar dan selamanya :v setiap festival selalu menggunakan dana pribadi, dan karena itu setiap kegiatan acara diutamakan memiliki unsur finansial yang memadai, setidaknya kembali modal, dalam hal ini aku sangat mengucapkan terimaksih untuk Ita-sensei, nanti akan aku kembalikan deh, hehehehe.

.

.

.

Di perjalanan kembali ke asrama banyak hal yang aku tuntut dari duo bakka ini. Mereka harus menjelaskan sedetil mumgkin jila tidak mau merasakan amukan negara api #plak amukanku.

"Narutoooooo... Kenapa kau tidak memberi tahuku kalau kau ketua... Kono yarooo." Ucapku santai sambil meninju pelan lengan kanannya.

"Hehehe, apa aku belum mengatakanya? Aku memang sudah jadi ketua asrama sejak semester 2. Apa terlihat tidak cocok? Hehehe..." Balanya dengan setengah tertawa, dasar kuning yang satu ini. Aku hanya menggelengkan kepala memikirkan bahwa jabatan penting ini akan di emban oleh orang yang seperti Naruto, inikah yang namanya kesan pertama tidak menunjukan segalanya? Ku harap iya.

"Tapi bukanya tadi ketua asrama terdiri cewek dan cowok? Kenapa asrama heart class hanya Naruto saja? Apa yang satunya tidak masuk? Atau jangan-jangan kau Sakura?" Cecarku banyak tanya, ku harap bila memang Sakura, dia tidak terganggu karena juga harus membantuku sebagai panitia utama, dia benar-benar terseret dalam hal ini, aku berhutang banyak.

"Ehhhhhh... Kenapa namaku di bawa-bawa? Aku tidak mungkin melakukan hal membosankan seperti itu, apa lagi harus berpasangan dengan sikonyol kuning itu." Ucap Sakura membantah dan langsung menarik Naruto mendekat dengan tubuh yang secara aneh menjadi gemulai dan bergoyang kesana kemari dan terutama yang paling mencolok adalah matanya yang seakan berubah bentuk dam warna menjadi seperi hati merah muda.

"Uwaàaaaaa... Saki-cwhannnn kejammm... Aku juga sangat berharap kau membantuku tahu... Hari ini melihatmu rapat, walau lelah dan letih, ketegasanmu ternyata sangat cantik dan menawannnn..." Ucapnya diikuti tarian konyol yang dari tadi di lakukanya sembari mendekati Sakura yang juga ikut menyimgkir yang pada akhirnya membuat pola melingkariku yang menjadi poros di tengah, walau menyebalkan tapi melihat perilaku konyol Naruto dan Sakura sedikit melegakan.

"Ketua asrama dipilih oleh pendahulunya, mereka yang memiliki bakat berlebih dalam bidang asramanya akan di pilih menjadi ketua asrama. Tentu saja bagi asrama tetpisah seperti club, spade dan diamond class memiliki dua ketua, putra dan putri, tapi sedikit berbeda bagi heart class." Ucap Sai yang entah dari mana muncul begitu saja dan memberi penjelasan yang aku tunggu tunggu. Sedikit mempengaruhi detak jantungku tentu saja.

"Berbeda? Kenapa?" Ucapku sedikit linglung, penjalasan barusan membuatku ingat akan kejadian absurd sewaktu rapat, bahwa ada keanehan murid-murid lain terhadap heart class.

"Horaaaa, kau ingat Ino? Kemarin sudah kuberi tahu tentang siswa dari asrama heart class bisa masuk wilayah siswi? Begitupun sebaliknya. Karena kedua asrama bebas memasuki wilayah masing-masing sehingga khusus heart class memiliki kebebasan mau memilih dua ketua atau satu, aku sih mau saja jika Sakura mau membantuku. Tapi selalu di tolak." Kali ini Naruto menjelaskan, masih sambil mengejar Sakura yang memasang wajah datar, bedanya kali ini bukan hanya aku porosnya, tapi Sai juga menjadi bagian di dalamnya, memikirkanya saja membuat wajahku memerah.

"Begitu... Sakura aku ingin bertanya tentang yang tadi, kenapa suasana rapat barusan berubah tegang dan menyesakan begitu nama heart class disebut?" Tanyaku mengganti topik yang secara nyata menghentikan gerakan konyol Sakura dan Naruto, terutama Naruto. Tampang konyol itu berubah drastis menjadi tegang, mata berbentuk hati merah muda itu kini berubah gelap ditutupi awan kelabu yang memperlihatkan suasana hatinya kini.

"Kau tahu Ino? Diamond club dan spade class berbeda dengan kita." Akhirnya Sakura berucap. Walau dengan wajah teduh yang gelap seakan akan tengah bersiap untuk kisah kelam yang akan diumbarnya.

.

.

.

Time skip

.

.

.

"Haaaaaahhhh aku lelah sekali hari ini, rasanya ibuku tiba-tiba datang dan menyuruhku kerja rodi setelah romusha (?)." Ucap Ino sambil meregangkan tubuh di sofa empuk di ruang belajar. Sofa? Di ruang belajar? Jangan bertanya kenapa atau bagaimana, setiap asrama punya keunikan masing-masing, termasuk heart class, atau lebih tepatnya terutama heart class. Sungguh, kau akan menemukan perpustakaan penuh buku tua dan super komputer di diamond class, atau rak penuh gulungan mencurigakan di spade class begitu pula alat peraga untuk club class. Tapi khusus untuk heart class, selain peraturan siswa lawan jenis mendapat izin bertamu, ruangan untuk belajarpun tak ubahnya dengan kafe bintang lima, seperti sofa super empuk yang bebas dipakai oleh siapapun bersama siapapun, dan jelas saat ini Inolah penghuninya.

"Inooooooo... Aku sudah mencarimu kemana-mana, apa yang kau lakukan, kenapa kau sudah disini?" Selama masa ketenangan Ino yang berharaga, datanglah makhluk berduri lebat dikepalanya yang kuning iti sambil merengek.

"Kau berisik Naruto... Memangnya kenapa? Rapat sudah selesai, dan aku butuh istirahat barang sebentar. Semalaman penuh aku sudah berjuang menyusun rencana dengan Sakura, apa kau tidak kasihan padaku?" Balas Ino tak kalah memelas.

"Apa kau sudah pikun? Korban kalian semalam adalah aku! Dan bahkan akupun masih terus berusaha membantu kaliannn...Terutama untuk SAKI-CHUWAAAANNNN!" Dalam sekejap kata-kata sok tegas itu berubah menjadi kata-kata genit menyebalkan yang Ino yakin jika pinky melihatnya tak perlu diragukan lagi, pukulan shanaro mendarat tepat di bokongnya. Meski dalam hal lain Naruto pasti akan menerimanya dengan senyuman lebar yang membuat semua orang mulai meragukan kemungkinan Naruto jatuh dalam lembah dalam bernama dunia sado/mazo. Lupakan itu! Karena apa yang Naruto ucapkan setelahnya lebih membuat Ino terkejut.

"Oh iya, aku jadi lupa tujuanku mencarimukan! Karena setelah rapat selesai kita langsung pulang, sekarang kita harus menyusun ide acara seperti apa yang harus kita buat bersama anak-anak heart class 2.2."

DUAAAAARRRRRR...!

Bagai sambaran petir, mata Ino kini sepenuhnya putih dan tak lupa jawdrop yang bagi Naruto sangat lebay. Tanpa mengiraukan posisi Ino sekarang, dia mengeluarkan smartphone orange dari saku jaket kuningnya, dan dengan kecepatan cahaya mengetik sesuatu di sana. Kurang dari 63 detik seluruh anggota heart class 2.2 sudah berkumpul tanpa absen sama sekali.

"Haiiiiiiii... Heart class semua sudah berkumpul, sudah saatnya lagi bagi kita untuk meramaikan lagi acara terbaik kelas kita... 3rd LIVE FESTIVAL...!"

INO P.O.V

"YOOOOOSSSSSSHHHHHHHH!" Teriakan Naruto dibalas dengan sangat kompak oleh oleh Seluruh Love class except me of course... Dan itu hanya membuatku menyumbat telingaku dengan tangan sekuat mungkin, menghindari kunjungan rutin ke dokter tnt.

"Waaaaa... Akhirnya acara terbaik kita datang juga!"

"Iya.. Aku baru tahu loh, Ino-chi jadi ketua panitianya..."

"Iya keren... Sekali, berkat dia kaichou membuat temanya lebih seru juga,,, maid n butler... Wow!"

Aku hanya mendengar secara monoton, apa yang mereka katakan sejak pagi tadi, dasar Naruto! Dia pasti mengatakan banyak yang tidak penting. Tunggu! Apa aku mendengar Ino-chi? Seenaknya saja, mereka benar-benar tahu cara membuat orang risih, dan yang bisa kulakukan hanya sedikit mengangguk mengiyakan saja, sedikit menyatu lebih baik dari pada di asingkan kan? Saat aku sudah mulai mendapat kembali kekuatan untuk kembali menunjukan senyuman panas ala musim panas yang ceria, seseorang di ujung ruangan mengatakan sesuatu yang dengan paksa menarikku kembali ke dunia nyata.

"Bisa segera kita selesaikan? Acara itu tidak akan pernah selesai sendirinya dan Aku sudah mengantuk dan butuh banyak tidur untuk pelajaran pertama besok." Seseorang di ujung ruangan itu membuatku mengingat banyak hal yang sangat aku hindari saat ini, dan itu memberi kesan aku tidak akan akrab dengan seseorang yang lebih jelas dilihat lagi ternyata si merah yang tadi a.k.a Sabaku Gaara.

"Huuuuu, Gaara no bakka... Kenapa harus buru-buru?, lagi pula inikan sekalian menjadi ajang penyambutan untuk Ino." Jawab Naruto yang sama sekali tidak membuatku lebih baik, untuk sangat sedikit alasan aku lebih mendukung Gaara, lebih baik ini cepat selesai sebelum aku pingsan.

"Sudahlah, festival kemarin kalian membuat apa? Mungkin itu bisa memberi ide yang bagus, terlebih yang melakukanyakan bukan kita, sehingga kalian bisa mempertimbangkan hal yang bagi kalian hebat tapi tak bisa kalian lakukan."

"Tunggu Ino-chi! Apa maksudmu bukan kita yang melakukan acara ini?" Tanya si pembuat-nama-sembarangan, aku cukup lelah untu mendebat nama panggilan yang saat ini bukan prioritas, sehingga bagian kedua saja akan langsung ku jawab, ini harus cepat diselesaikan.

"Tentang itu... Setiap kelas akan membuat ide tentang stand atau acara apa yang sebaiknya dibuat, kemudian setiap perwakilan akan menulisnya dalam selembar kertas dan diserahkan pada panitia, yang kemudian akan dibagikan secara random. dan kelas ataupun club yang mendapatkan ide tersebut harus bisa membuatnya dengan cara apapun. hal itu juga berlaku sama untuk letak stand acaranya." jelasku panjang nan lebar berharap dapat tersampaikan secara gamblang, mengingat aku memiliki keyakinan otak mereka tak lebih besar dari Naruto #plak.

1 detik

2 detik

3 detik

krik krik krik...

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA... !" Teriakan yang entah kenapa terdengar horror bagiku, mungkin karena ini tengah malam, atau karena sepertinya guru piket yang berjaga malam sedang lewat di depan asrama, yang manapun itu tidak akan berakhir baik.

"kalau begitu kita bisa begini..."

"tidak kita harus begitu..."

"tunggu dulu bagai mana kalau begini saja?"

para cewe cowo gila cinta itu mulai berdebat dengan saling berebut argumen tanpa melihat murid lain yang tidak mendapat kesempatan bicara, cowo biasamisaknya, yang berambut merah misalnya, bermata panda misalnya, OOPSS... semua itu ada pada cowo di pojokan yang berdiri sambil menutup telinga, well sama denganku juga sih. Dan demi menenagkan anak-anak ayam yang terlalu exited itu Naruto yang entah kenapa terasa dewasa dari pada memberi ide dengan suara lantang.

"BAGAIMANA DENGAN KAFE?" Teriaknya kencang yang aku ragukan apakah benar-benar mendapat perhatian, namun semua murid ternyata langsung terdiam, apakah ini karena posisinya sebagai ketua asrama? sulit dipercaya, tapi untuk kali ini saja aku ingin mengandalkanmu Naruto.

"Tapi tidakkah menurut kalian akan banyak yang membuat kafe juga? mengingat tema kali ini tentang maid dan butler, aku rasa itu akan menjadi pilihan banyak kelas. Aku ingin membuat yang berbeda, seperti maid pesumo misalnya?" dengan muka horror semua orang menatapku. ada yang salah? tidakkah itu biasa?

"tidak tidak tidak... apa kau sudah gila karena terlalu lelah Ino? MANA ADA Pesumo maid? TIDAK MUNGKIN JUGAKAN MEMBUAT PESUMO DARI CEWE SEXY COSPLAY" ucap sekaligus bantah Naruto yang mendengar dan tiba-tiba

DING...

Tidak mungkin ada yang membuat event seperti itu... ITU DIA. Semua anak langsung setuju dengan ideku yang secara nista keluar begitu saja, walau terdengar gila, pada akhirnya aku tahu sebabnya mereka setuju, bagi mereka yang terlalu sering dipermalukan oleh asrama jurusan lain, ini adalah kesempatan balas dendam, sekalipun kena sendiripun sepertinya juga tidak masalah, karena kemungkinan kena sendiri sangat kecil. Dan secara pribadi aku berharap kelas rusa kutub itu yang mendapatkanya hohoho.

Pada akhirnya semua anak setuju membuat kafe dengan pertunjukan gulat sumo antara para cewe maid. sementara para cowo jadi butler beastman a.k.a manusia binatang yang versi imutnya telinga kucing anjing kelinci dan semua yang imut-imut hohohoho. bahkan ide anak anak heart class sekalipun, terkadang tak punya hati seperti ini. mengerikan, dan tanpa ku sadari simerah sudah menghilang dari pojokan dan di ikuti yang lainya mulai meninggalkan ruang belajar super mewah itu. Dan kini tertinggal hanya aku dan Naruto saja.

"Naruto, tentang yang tadi siang... Aku ingin melakukan sesuatu..!" Ucapku lantang dengan wajah serius, walau piyama taddy bear ini sama sekali tidak mendukung. Setidaknya aku tahu kata-kata yang aku keluarkan menarik perhatian penuh Naruto.

"Mmm... Aku tidak berharap banyak, tapi jangan terlalu memaksakan diri, ini bosa berarti berbahaya bagimu." Ucap Naruto dengan wajah tegang, tampaknya masih tersisa kerguan diwajahnya. Aku ingin menyingkirkan wajah menyebalkankan itu.

"Nani...? Kau meremehkanku ya? Jangan salah! Tidak ada yang bisa mengalahkan tekad flash princess tahu lihat saja nanti, lagi pula Naruto, kau tahu? Tampang serius itu tidak cocok untukmu, tersenyumlah, aku yakinn Sakura juga akan memikirkan ulang dirimu, jika dia mau dengan jelas melihat tampangmu yang tersenyum." Ucapku sedikit bercanda, berusaha mengembalikan wajah ceria itu lagi.

"Hahaha... Iya juga ya... Ino-chan, aku tidak yakin apakah akan berhasil, tapi percayalah padaku, pada Sakura-chan, pada heart class, kami semua akan mendukungmu. Lakukan yang terbaik!" Ucapnya bersemangat dengan memgarahkan tinjunya padaku. Tentu saja dengan raut senyum hangat diwajahnya. Akupun mengepalkan tangan dan mengarahkanya pada tangan Naruto.

"Um.. Aku percaya, kalian juga harus percaya padaku!" Ucapku semabari mengadu tinju dengan senyum 3 jari. Aku yakin semua akan berjalan lancar.

"Saaaa, sudah jam segini sebaiknya aku melakukan patroli dan mengabsen semua murid di asrama... Dan tentu saja menemui SAKIIIIllll-CHWAAAAAAANNNNNNNNNNNNN...!" Ucapnya saat alhirnya berjalan pergi meninggalkanku, yang di akhiri dengam goyang gemulai ala Naruto semabri menyebut nama Sakura dengan caranya sendiri.

Aku tahu sekarang, sebanarnya Naruto adalah pria baik yang dewasa dan bersemangat, hanya saja jika berhubungan dengan Sakura jadi aneh sekali, hahaha... Memikirkanya saja membuat hati yang tadinya bergemuruh kini lebih tenang dan terkendali. Aku benar benar bodoh, sekarng jadi iri dengam Sakura, Sakura benar-benar beruntung memiliki Naruto di pihaknya. Aku bangkit sembari membawa kertas peremcanaan yang setalah ini masih akan di bicarakan lagi dengan Sakura.

"Naruto tunggggguuuuu... Aku juga imutttt...!" Teriakku pelan memanggil Naruto. Kami berjalan beriringan kembali keasrama dengan tugas masih dipundak kami, Naruto dengan absensinya, dan aku dengan perencanaanku. Malam ini akan menjadi malam yang panjang... Lagi.

TBC

RnR or DIe? #nodong

Peace... Minna hisashiburi! Apa kabar? Akhir-akhir ini hujan deras sekali, semoga minna tidak ada yang terserang demam atau masulk angin, kalau kinra sih nggak sakit, tapi kegiatan terhambat sekali, mau upload fic juga susah, ini jadimya.. Molor2 minggu 2 hari hehehe.

Sebelumnya kinra ucapkan Otanjoubi Omedetou Ino-chan Shika-kun! (22-23 09 2016) hohoho... Meski begitu belum ada persembahan khusus untuk kalian maap ya. Mungkin di event selanjutnya :).

Terus yang terakhir minna! Minna gmna pendapatnya kali ini? Typo? Terlalu gaje? Banyak kesalahan terlalu lama updat? Kurang panjang? Bertele-tele? Masukan semua ke kolom review dan bagi yang log in bakal kinra balas lewat pm, bagi yang ga log in kinra balas di kop utama. Yang jelas karena mulai hari ini kinra bertekad mengurang kalimat ga penting di luar story (krn kayanya ga da yg baca) jadi yang biasanya ga penting udah dibuang, dan kedepan makin dikit. Mungkin ini nb/ps panjang terakhir. Meski begiti, semoga ide kinra bisa membuat reader n minna semakin mendukung kinra untu terus berkarya :) rnr ya...

.

.

.

RnR