MATE

Jaehyun x Taeyong


Flashback

Selama perjalanan pulang, Jaehyun lebih banyak diam. Pikirannya melayang memikirkan Taeyong yang begitu dekat dengan teman-temannya. Ia cemburu tentu saja. Terlintas dikepalanya bagaimana jika salah satu dari mereka mendekati Taeyong. Atau malah sudah ada yang dekat dengan Taeyong. TIDAK! Bibi Lee pernah bilang kalau Taeyong tidak punya teman 'dekat' apa lagi pacar. Ia harus bergerak cepat sebelum seseorang merebut Taeyong darinya.


"Hyung, mulai hari ini kau jadi pacarku!"

"HAH?! APAA?!"

"Aku mencintaimu, hyung. Aku ingin kau jadi pacarku. Dan kau tidak boleh menolak!" ucap Jaehyun tampak serius dan memaksa.

"Hah? Tapi?" ucap Taeyong bingung.

"Tidak ada tapi-tapian, Hyung. Pokoknya kau jadi pacarku! Titik!" ucap Jaehyun lagi.

"Tuan muda Jaehyun?" ucap Taeyong.

"Hyung, karena aku sudah jadi pacarmu. Kau tak perlu memanggilku dengan sebutan 'Tuan muda', cukup sebut nama saja ya. Kau mengerti, hyung?" Jaehyun berkata menatap mata Taeyong.

Taeyong yang ditatap oleh Jaehyun hanya mengangguk. Seperti terhipnotis.

"Baguslah kalau kau mengerti, hyung. Mmm.. sekarang aku mau kembali ke kamar. Nanti malam kita makan bersama ya, hyung" ucap Jaehyun. Taeyong hanya mengangguk lagi tak bisa berkata-kata.

"Sampai ketemu lagi nanti malam, hyung sayang" ucap Jaehyun lalu pergi dari kamar Taeyong.

Taeyong masih tak berkutik. Masih berdiri ditempatnya. Tak bergerak.

Apa ia sedang bermimpi. Tidak. Ia tidak sedang bermimpi. Tuan muda Jaehyun.. Mmm.. Jaehyun mencintainya dan memintanya untuk jadi pacarnya.

Lalu Taeyong tersadar sesuatu.

Bukan memintanya. Tapi ini pernyataan sepihak. Taeyong bahkan tidak mengatakan apa pun. Tidak mengiyakan. Tidak juga menolak. Menolak? Apa mungkin ia akan menolak? Tapi setidaknya beri ia waktu paling tidak untuk berpikir. Dan apa itu tadi. Hyung sayang? Ahh Jaehyun benar-benar.

.

.

Keluarga Jung dan keluarga Lee sedang makan malam bersama. Tentu saja ini permintaan Jaehyun. Jaehyun meminta malam ini dan seterusnya keluarga Lee juga akan makan bersama mereka.

"Makan yang banyak ya, hyung" ucap Jaehyun menaruh nasi dan lauk ke piring Taeyong. Semua orang melihat pemandangan itu tersenyum dan saling memandang.

Taeyong merasa malu sekali, mungkin wajahnya saat ini sudah seperti cherry. Ya Tuhan Jaehyun, tak perlu sampai seperti itu.

Setelah selesai makan malam, Jaehyun bukannya kembali ke kamarnya tapi ia malah mengikuti Taeyong ke kamar Taeyong

"Tuan mud.. Mm Jaehyun, untuk apa kau mengikutiku?" tanya Taeyong.

"Aku ikut ke kamarmu ya, hyung" jawab Jaehyun.

"Untuk apa? Aku mau belajar" tanya Taeyong lagi.

"Aku temani kau belajar" jawab Jaehyun terseyum. Dan Taeyong tak bisa menolak lagi. Membiarkan Jaehyun mengikutinya ke kamar.

Saat di kamar Taeyong, Jaehyun duduk di kasur Taeyong yang kecil. Tidak ada sofa. Kamar Taeyong kecil. Hanya ada kasur, lemari pakaian dan meja belajar.

Taeyong sedang mengerjakan tugas kuliah, Jaehyun hanya duduk memperhatikan.

"Hyung, kau sudah lama kenal dengan Doyoung hyung? Kalian sangat dekat?" tiba-tiba Jaehyun bertanya

"Dia hanya sahabatku. Dia sudah punya kekasih. Kenapa?" jawab Taeyong.

"Tidak apa-apa. Aku hanya bertanya. Mmm, kalau teman-teman yang bertemu hyung di depan kampus itu? Mereka siapa?" tanya Jaehyun lagi.

"Mereka teman-temanku" jawab Taeyong melirik Jaehyun.

"Aku tidak suka kalau kau dekat-dekat dengan mereka, hyung" ucap Jaehyun.

"Mereka hanya teman-temanku, Jaehyun" Taeyong memberi penjelasan.

"Tapi aku tidak suka, hyung! Kau sekarang pacarku hyung, jadi kau tidak boleh dekat-dekat dengan mereka!" ucap Jaehyun lagi bangkit dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan Taeyong yang menatap tak percaya. Baru juga beberapa jam jadi pacarnya, Jaehyun sudah protektif begitu.

.

.

Hari pertama Jaehyun masuk kuliah, ia sangat bersemangat tentu saja. Sudah sejak semalam ia membayangkan akan berangkat kuliah dan pulang kuliah bersama Taeyong. Bisa dibilang ia akan seharian bersama Taeyong. Membayangkannya saja sudah bikin ia melayang ke awan-awan.

Jaehyun sudah di meja makan untuk sarapan sebelum yang lainnya datang menyusul. Ia keliatan sangat bahagia sekali. Nyonya Jung yang melihat putra kesayangannya bahagia ikut juga merasa bahagia. Tidak pernah ia melihat putranya seperti ini sebelumnya. Ia tau ini karena Taeyong. Ia harus berterima kasih pada putra Nyonya Lee itu.

"Kalian diantar Paman Lee ya, setelah Paman Lee mengantar kalian baru Paman Lee mengantar ayah ke kantor" ucap Tuan Jung.

Jaehyun dan Taeyong mengangguk. Sebenarnya Taeyong tidak suka ide ini. Ia lebih suka naik bis tapi mengingat ia akan berangkat bersama Jaehyun ia terpaksa mengiyakan. Karena tak mungkin Jaehyun naik bis.

.

.

Taeyong dan Jaehyun tiba di kampus. Saat Taeyong berjalan bersama Jaehyun disampingnya. Ia melihat beberapa pasang mata sedang menatap mereka. Tapi bukan benar-benar kearah mereka tapi hanya kearah Jaehyun, mereka semua memandang Jaehyun. Ya ampun baru hari pertama kuliah Jaehyun sudah jadi pusat perhatian.

"Nanti tunggu aku ya, hyung" ucap Jaehyun saat sudah sampai di kelas barunya. Taeyong hanya mengangguk.

Hari pertama kuliah Jaehyun sudah selesai. Hari ini cukup melelahkan baginya. Mata kuliahnya full dari pagi hingga siang. Ia bahkan tak sempat mengecek handphonenya. Ada beberapa pesan dari ibunya. Seperti menanyakan 'Bagaimana kuliahmu?' 'Jangan lupa makan siang' dan lain-lain. Setelah membalas pesan ibunya, ia pun menulis pesan untuk Taeyong.

To : Taeyong hyung

Hyung, aku baru selesai. Apa kau juga sudah selesai. Kau ada dimana sekarang?

Tak beberapa lama kemudian Taeyong membalas pesan.

From : Taeyong hyung

Aku juga sudah selesai, aku di kantin dengan teman-temanku. Kau mau kesini atau aku yang kesana?

To : Taeyong hyung

Aku saja yang kesana. Tunggu aku ya, hyung.

Dan Jaehyun pun menuju kantin. Sesampainya di kantin, ia mencari sosok Taeyong dan menemukannya sedang duduk bersama temannya. Lalu ia duduk dibangku kosong disamping Taeyong.

"Jaehyun, kau masih ingat Doyoung?" tanya Taeyong memperkenalkan Doyoung lagi.

"Iya aku masih ingat" jawab Jaehyun memberi senyuman pada Doyong.

"Yang ini Taeil hyung, ia pacar Doyoung" ucap Taeyong mengenalkan kekasih Doyoung, Moon Taeil.

Mereka berdua pun berjabat tangan sambil mengenalkan diri masing-masing.

"Kau lapar, Jaehyun. Kau mau makan apa?" tanya Taeyong.

"Aku belum lapar, hyung. Aku mau minum saja" jawab Jaehyun.

"Sebentar ya aku ambilkan" ucap Taeyong lagi. Lalu pergi membelikan minum untuk Jaehyun

Doyoung yang melihat pemandangan itu hanya tersenyum pada kekasihnya. Kebiasaan Taeyong dirumah terbawa ke kampus ckck, batin Doyoung.

Saat mereka hendak pulang, Taeyong bertemu lagi dengan teman-temannya didepan kampus, Jaehyun sudah memasang tampang tidak suka, ia langsung menggandeng Taeyong. Taeyong yang digandeng Jaehyun hanya menyapa teman-temannya itu. Tidak berbincang-bincang seperti kemarin. Taeyong tau Jaehyun tidak suka jika ia sampai terlalu dekat dengan mereka.

.

.

Saat mereka sampai rumah. Jaehyun langsung menuju kamarnya sedangkan Taeyong membantu ibunya di dapur.

"Jaehyun sepertinya sangat serius denganmu ya, Tae?" tiba-tiba ibunya bertanya.

"Heh? Mmm.. Aku tidak tau ibu" jawab Taeyong sedikit gugup.

"Apa kalian sudah?" tanya Nyonya Lee lagi. Tak menanyakan pertanyaan secara lengkap tapi Nyonya Lee tau pasti Taeyong mengerti.

"Jaehyun memintaku jadi pacarnya semalam" jawab Taeyong masih terdengar gugup.

"Benarkah? Jadi kalian sudah pacaran?" tanya Nyonya Lee dan Taeyong mengangguk. "Wah Jaehyun bergerak cepat sekali ya" ucap Nyonya Lee sambil tertawa.

"Aku bahkan tidak memberi jawaban, bu" ucap Taeyong sedikit memajukan bibirnya. "Dia memutuskannya secara sepihak" tambah Taeyong lagi.

"Hahhaa, Tuan muda Jaehyun memang seperti itu. Semua keinginannya harus terpenuhi" ucap Nyonya Lee sambil tertawa.

"Iya ibu, kau benar" ucap Taeyong membayangkan kata-kata Jaehyun semalam. Tidak boleh ada penolakan. "Tapi ibu.. Apa Tuan Jung dan Nyonya Jung akan setuju. Jika Jaehyun bersamaku?" tanya Taeyong tiba-tiba ragu.

"Mereka sangat baik pada kita, Tae. Dan mereka sangat menyayangi putra mereka. Kebahagian Jaehyun lah yang terpenting" jawab Nyonya Lee. "Kau hanya perlu membuat Jaehyun bahagia. Maka mereka pasti akan menyetujuinya" tambah Nyonya Lee. Taeyong mengangguk, ia mengerti.

.

Taeyong tak melarang saat Jaehyun datang lagi ke kamarnya. Taeyong sedang belajar dan Jaehyun hanya duduk dikasur memperhatikan.

"Hyung, apa kau tidak bosan belajar terus?" tanya Jaehyun.

"Tidak, aku tidak bosan. Belajar itu penting, Jaehyun" jawab Taeyong melirik Jaehyun.

"Aku sudah belajar kok" ucap Jaehyun, seperti ia tau apa yang ada dipikiran Taeyong. "Hyung, kenapa tidak ada tv di kamarmu?" tanya Jaehyun lagi.

"Aku tidak suka menonton tv" jawab Taeyong singkat. Jaehyun hanya mendengus.

Jaehyun sedikit melamun, ia sepertinya memikirkan sesuatu. "Hyung, bagaimana kalau kau pindah kamar saja. Ke kamar yang lebih besar, dan ada tvnya. Aku perlu menonton tv kalau aku bosan, hyung. Dan kasur ini kecil. Tidak muat untuk dua orang" ucap Jaehyun santai. Membuat Taeyong membulatkan matanya.

"Kalau kau bosan, kau bisa kembali ke kamarmu yang ada tvnya, Jaehyun. Dan memangnya kau mau tidur disini?" jawab Taeyong wajahnya menghangat.

"Yaa kalau kau butuh teman tidur, aku mau kok menemanimu tidur, hyung" ucap Jaehyun tersenyum mencurigakan.

"Jaehyun!" ucap Taeyong sedikit membentak. Wajahnya sudah merona membayangkan ia dan Jaehyun tidur dikasur yang sama.

"Aku bercanda kok, hyung" ucap Jaehyun tertawa. Sepertinya ia sangat senang menggoda hyungnya.

"Sudah sana kembali kekamarmu" usir Taeyong. Ini pertama kalinya ia mengusir Jaehyun.

"Kau mengusirku, hyung? Ini kan rumahku. Jadi ini kamarku juga" jawab Jaehyun, dan bukannya pergi ia malah berbaring di kasur Taeyong. Membuat Taeyong jengkel.

Taeyong membiarkan Jaehyun berbaring di kasurnya. Ia lalu kembali berkutik dengan buku-bukunya. Satu jam lebih Taeyong baru selesai mengerjakan tugas kuliahnya. Ia melihat Jaehyun yang ternyata sudah tertidur di kasurnya. Ia bingung, membangunkan Jaehyun atau membiarkan Jaehyun tidur di kasurnya. Tapi jika Jaehyun tidur di kasurnya, lalu ia tidur dimana? Ia pun memutuskan membangunkan Jaehyun.

"Jaehyun" ucap Taeyong memanggil Jaehyun. Namun Jaehyun tidak merespon. "Jaehyun bangun!" ucap Taeyong lagi kali ini menepuk-nepuk pundak Jaehyun.

"Mmmm..." Jaehyun bergumam.

"Bangun Jaehyun, kembali ke kamarmu" ucap Taeyong lagi.

Namun bukannya Jaehyun bangun. Ia malah menarik Taeyong, Taeyong pun jatuh ke kasur, ia berbaring dengan posisi menghadap Jaehyun. Wajahnya dan wajah Jaehyun sangat dekat, hidung mereka hampir bersentuhan. Dengan mata yang masih terpejam Jaehyun menjadikan Taeyong sebagai bantal gulingnya. Ia pun kembali terlelap. Meninggalkan Taeyong yang wajahnya semerah cherry dan jantungnya berdebar sangat kencang.

Jung Jaehyun sialan

TBC


Hai hai... Ketemu lagi, semoga belum bosan yaa.. Hehehe.. \^^/

See you next chapter.. (^^)