Konichiwa, minna-san..
Kagoya kembali dengan chapter kedua..
Read, and please enjoy..
:D
Natsu's Choice: White L or Yellow L?
Summary: Siapa yang Natsu pilih? Lisanna Strauss atau Lucy Heartfilia?
Disclaimer: Hiro Mashima
Chap. 2
Suasana Fairy Tail pagi ini tidak seceria biasanya. Seluruh anggota Fairy Tail memasang wajah serius. Tidak ada yang tersenyum. Semua merasa khawatir dan takut. Terlebih Natsu. Ia merasa bersalah.
"Kenapa Lucy belum kembali.? Ini sudah hari keempat semenjak ia pergi." ujar Erza.
"Pekerjaan pertamanya hanya membutuhkan waktu satu hari. Apakah pekerjaan keduanya memerlukan waktu selama ini?" lanjut Juvia.
"Aku khawatir padanya." ujar Wendy.
Natsu meremas kepalan tangannya. Seandainya.. Seandainya.. Seandainya waktu itu ia tidak melanggar janjinya dengan Lucy, pasti kini Natsu bisa lega melihat Lucy berada di guild dan baik-baik saja.
Braak!
Tiba-tiba, pintu guild Fairy Tail terbuka. Dan berdirilah Leo disitu, sambil menggendong Lucy yang tubuhnya dibalut perban.
"Loke!" seru Erza. "Astaga—Lucy!" serunya panik sambil menghampiri Lucy yang masih tertidur di gendongan Leo.
Seluruh anggota Fairy Tail menyerbu ke arah Leo dengan ribut.
"Apa dia baik-baik saja?"
"Kenapa tubuhnya penuh perban?"
"Astaga, dia kelihatan lemah sekali!"
"Apa dia terluka parah?"
"Kenapa dia mengambil pekerjaan berbahaya?"
"Lukanya sudah sembuh?"
"Kuharap dia baik-baik saja."
"Lucy.."
"Loke." panggil Natsu, memecah keributan yang terjadi ketika teman-temannya menyerbu Leo dengan pertanyaan.
Leo menatap Natsu dengan mata yang dingin dibalik kacamatanya.
"Mira." panggilnya.
"Bawa Lucy ke ruang kesehatan. Ia butuh istirahat." ujar Leo sambil menyerahkan Lucy kepada Mirajane.
Mirajane pun mengangguk mengerti, lalu pergi.
"Erza." panggil Leo.
"Ini. 10 juta jewel. Lucy memenangkan taruhan dan ini reward-nya." ujar Leo sambil menyerahkan dua kantong uang kepada Erza.
"Natsu." kini Leo beralih pada Natsu yang terdiam.
"Aku punya pertanyaan padamu, dan aku mau kau menjawabnya." ujar Leo.
Natsu mengangguk mengerti.
"Kenapa Lucy bekerja sendirian? Bukankah kau berjanji akan bekerja dengannya waktu itu?" tanya Leo.
Natsu hanya diam. Ia tidak sanggup menatap Leo, apalagi menjawab pertanyaannya.
"Aku.."
"Leo."
Sontak, seluruh kepala menoleh ke arah belakang. Disitu berdirilah Lucy, yang dipapah oleh Mirajane.
"Lucy?" panggil Leo.
Lucy menatap Natsu yang tertunduk diam, lalu menatap Leo.
"Aku saja yang menjawab pertanyaanmu." ujar Lucy. "Aku memutuskan untuk bekerja, karena aku butuh uang untuk membayar uang sewaku. Sesederhana itu."
"Lucy. Kau tahu kan, pekerjaan yang kau ambil berbahaya?" tanya Leo khawatir.
Lucy tersenyum, lalu mengangguk.
"Lalu kenapa kau menerima taruhan itu?" tanya Leo.
Lucy tertawa. "Dia menantang celestial mage yang dimiliki Fairy Tail. Sudah sepantasnya aku menerima tantangan itu. Ayolah, Leo. Setidaknya, aku masih utuh. Iya, kan?" canda Lucy.
"Maaf."
Lucy menatap Natsu yang mengucapkan kata itu dengan lirih. Meskipun pelan, tapi Lucy bisa mendengarnya dengan jelas.
Lucy tersenyum. "Natsu.." panggilnya.
"Kau boleh marah padaku. Kau boleh memukulku. Kau boleh mendiamiku. Tapi.. Aku minta maaf karena telah melanggar janjiku padamu." potong Natsu.
Lucy tersenyum, lalu menggeleng pelan. "Aku tidak marah padamu. Untuk apa? Karena kau melanggar janji? Itu bukan masalah bagiku. Sudahlah, jangan sedih seperti itu. Aku baik-baik saja." ujar Lucy.
"Lalu kenapa sekarang kau baru kembali?" tanya Natsu.
"Dia kubawa ke desa terdekat untuk beristirahat, dan baru bisa kubawa kembali ke guild hari ini. Dia beristirahat selama 2 hari di desa itu." jawab Leo.
"Leo." panggil Lucy.
"Ya?"
"Kembalilah. Kau juga butuh istirahat. Aku baik-baik saja." ujar Lucy.
Leo terdiam, lalu mengangguk mengerti. Ia pun menghilang, kembali ke dunia roh.
"Nah, sekarang," ujar Lucy ceria. "Bisakah kita tersenyum, menyambut kepulanganku?" tanyanya ramah.
XXX
Lisanna duduk lesu dan bersandar di sebatang pohon di sebuah taman di dekat Fairy Tail. Dan Lisanna menangis. Ia menangis karena kini ia mengerti bahwa Natsu menyukai Lucy. Natsu M.E.N.Y.U.K.A.I Lucy. Natsu melupakan janji masa kecilnya dengan Lisanna. Itu sangat menyakiti hati Lisanna.
"Lisanna." panggil Lucy.
Lisanna menoleh kearah Lucy.
"Astaga!" seru Lucy. "Kenapa kau menangis?" tanya Lucy panik.
Lisanna menggeleng pelan, seraya menghapus air matanya.
"Boleh aku duduk disampingmu?" tanya Lucy.
Lisanna mengangguk. Lucy pun duduk di samping Lisanna.
"Kau menyukai Natsu, kan?" tanya Lucy.
Lisanna hanya diam. "Ya." jawabnya lirih.
"Dan Natsu menyukaimu." lanjut Lucy.
Lisanna sontak menoleh kearah Lucy dengan kaget. "Apa?"
Lucy menghela nafas. "Kurasa itu sudah cukup jelas, Lisanna. Ia selalu mementingkan dirimu." ujar Lucy.
Lisanna hanya diam.
"Saat kau mengajaknya bekerja, ia langsung menyetujui, bukan? Melupakan janjinya denganku. Saat itulah, aku tahu bahwa ia menyukaimu." lanjut Lucy.
Wajah Lisanna memerah. Benarkah Natsu menyukainya?
"Lucy.." panggil Lisanna.
Lucy tertawa. "Astaga," desahnya. "Aku tidak percaya aku membantu Natsu dengan masalah percintaannya."
Lisanna tersenyum. "Terima kasih, Lucy."
DUAKKK!
Lucy membelalak kaget, lalu jatuh pingsan.
"Lucy? Lucy! Lucy!" seru Lisanna kaget.
"Humphh.." gumam Lisanna, karena seseorang membekap mulutnya.
Lucy membuka sebelah matanya dengan susah payah. Dari balik matanya yang cokelat, ia bisa melihat seseorang menyergap Lisanna, lalu membawa gadis itu pergi.
Lucy mencoba bangun. Kepalanya terasa sakit dan berputar-putar, karena orang itu memukulnya.
"Lisanna?" panggil Lucy sambil meringis.
"Lisanna!" seru Lucy, setelah menyadari Lisanna tidak ada.
Lucy pun berlari menuju Fairy Tail. Ia membuka pintu dengan kasar, lalu berteriak pada Natsu.
"Natsu, Lisanna diculik!"
Natsu yang tengah sibuk bercanda dengan Happy langsung membeku. Lisanna..? Lisanna diculik?
Dan hati Lucy berdenyit sakit, ketika ia melihat ekspresi di wajah Natsu. Ya, ekspresi itu. Ekspresi yang menunjukkan ketakutan dan kekhawatiran yang amat sangat. Lucy menundukkan kepalanya dengan lesu. Sudah ia duga. Natsu M.E.N.Y.U.K.A.I Lisanna. Ia melupakan janjinya untuk bekerja dengan Lucy, demi menemani Lisanna bekerja. Dan itu sangat menyakiti hati Lucy.
Dan akhirnya, Lucy hanya bisa menghela nafas, sambil berjalan menuju Natsu.
"Ayo kita cari dia. Jangan murung seperti itu, Natsu." ujar Lucy menenangkan Natsu, sekaligus menegarkan hatinya.
Hore…!
Selesaiiii….!
Hmmm..
Di chap kedua ini, minna bisa lihat, bahwa sekarang giliran Lisanna yang harus Natsu pikirkan..
Jadii..
Apakah Lisanna yang akan dipilih Natsu? Atau Lucy yang akan dipilih Natsu?
Read the chapters, and you'll find out!
Soo..
Review, please?
*Vote dong, minna! NaLi or NaLu?*
:D
