Konichiwa, minna-san..
Kagoya kembali dengan chapter keempat..
Read, and please enjoy..
:D
Natsu's Choice: White L or Yellow L?
Summary: Siapa yang Natsu pilih? Lisanna Strauss atau Lucy Heartfilia?
Disclaimer: Hiro Mashima
Chap. 4
Lucy tidak bisa menghentikan derai airmatanya.
"Dasar kau bodoh, Lucy!" gumamnya merutuki dirinya sendiri terus menerus.
Kembali teringat kejadian kemarin. Semua masih tersimpan dengan rapi di dalam memori Lucy. Lucy meremas bantalnya dan menangis lebih keras.
XXX
Lucy berjalan lesu ke arah Fairy Tail. Semalam, ia sudah menangis kencang dan sekarang ia memutuskan bahwa menghindari Natsu akan semakin buruk. Ia harus bertemu pria itu sesering mungkin dan belajar merelakannya. Namun, apa daya. Ketika Lucy sampai dai Fairy Tail, membuka pintunya, dan melihat Natsu sedang bercanda dengan Lisanna, hatinya kembali remuk. Ia meneteskan sebutir air mata, namun dengan cepat dihapusnya. Ia menarik nafas dalam-dalam, lalu berjalan mantap menuju request board. Tidak. Tidak sekarang. Ia belum siap. Hatinya masih remuk, dan ia masih belum bisa melupakan Natsu.
Hanya ini satu-satunya cara yang terpikir oleh Lucy. Bekerja untuk melupakan betapa hancur hatinya kini.
"Lucy!" panggil Erza.
Lucy yang masih sibuk memilih pekerjaan segera menoleh ke arah gadis berambut merah panjang itu.
"Ada apa Erza?" tanya Lucy.
"Kau ingin bekerja?" tanya Erza.
Lucy mengangguk.
"Kami sudah mengambil pekerjaan. Kau ikut saja dengan kami." ujar Erza.
Lucy hanya terdiam. "Yang kau maksud kami itu..?" tanya Lucy.
Erza mengerutkan kening. "Tentu saja kau, Natsu, aku, Gray, Happy. Lisanna juga ikut." ujar Erza.
Seketika itu juga, kerongkongan Lucy terasa kering. Ia menjilat lidahnya yang kering, dan berkali-kali menelan ludah. Hatinya semakin nyeri.
"Tidak, Erza." akhirnya Lucy menemukan suaranya dan menggeleng pelan. "Aku bekerja sendiri saja." lanjut Lucy.
"Lho, kenapa?" tanya Erza.
Lucy hanya menggeleng-geleng pelan.
"Lucyy!" seru Natsu.
Lucy hanya memalingkan wajahnya, tidak berani menatap Natsu. Ia menggigit bibirnya kuat-kuat menahan agar air matanya tidak tumpah. Tapi ia tidak bisa menahan debaran jantungnya ketika Natsu dengan santai merangkul dirinya.
"Kau ikut saja bekerja dengan kami. Pekerjannya pasti lebih mudah dan lebih seru. Kau ikut saja ya, Lucy? Kau kan anggota tim ini!" ujar Natsu.
"Bagaimana dengan Lisanna?" tiba-tiba Lucy bertanya.
Natsu mengerjapkan matanya. "Maksudmu?"
Lucy terdiam sebentar, sebelum bertanya pada Natsu. "Bagaimana dengan Lisanna? Apakah dia juga anggota tim?" tanya Lucy.
Natsu tersenyum lebar. "Tentu saja!" jawabnya gembira.
Hati Lucy semakin nyeri, sementara wajah Lisanna tersenyum cerah. Lucy pun dengan kasar menyingkirkan tangan Natsu dari bahunya.
"Aku bekerja saja sendirian." ujarnya dingin, lalu dengan cepat merobek sebuah pekerjaan dari request board.
"Mira, aku ambil ini." ujar Lucy sambil meletakkan pekerjaan itu di meja bar.
Mirajane hanya mengangguk pelan, sambil memandangi Lucy.
"Lucy, kau kenapa?" seru Natsu.
Lucy hanya diam, dan berjalan cepat meninggalkan Natsu.
"Lucyy!" seru Natsu.
"Lucy." panggil Gray.
Lucy akhirnya berhenti berjalan, dan menoleh pada Gray. "Apa?" tanyanya dingin.
"Aku akan menemanimu bekerja." ujar Gray.
Lucy memandang Gray dengan tidak percaya. "Apa?" tanyanya.
"Aku akan menemanimu bekerja." ulang Gray.
Lucy hanya mengerjapkan mata. Sepertinya bagus juga untuk mengajak Gray. Lucy butuh seseorang yang bisa menenangkannya ketika dia menangis, dan sepertinya Gray adalah orang yang tepat.
"Baiklah. Ayo." ujar Lucy.
Entah mengapa, hati Natsu serasa nyeri ketika ia melihat Gray dan Lucy berjalan bersama keluar dari guild. Entah mengapa, hati Natsu serasa perih ketika ia dengan bodohnya membayangkan bahwa dirinyalah yang menemani Lucy bekerja hari ini. Entah mengapa, Natsu merasa…. Cemburu.
Lisanna pun merasakan hatinya nyeri melihat ekspresi wajah Natsu yang begitu.. Begitu.. Terluka.
'Lucy, apakah kau yakin Natsu menyukaiku juga? Kalau ia benar-benar menyukaiku, ia tidak mungkin.. Terlihat begitu terluka dan cemburu melihat kau dan Gray bekerja bersama.' batin Lisanna.
XXX
"Ice make, Lancer!" seru Gray sambil menyatukan kedua tangannya. Sihir yang Gray gunakan pun memukul lawan.
"Open! Gate of the Archer, Sagittarius!" seru Lucy. Dan sihirnya pun menghabisi lawan.
Gray tersenyum pada Lucy, yang dibalas senyum pula oleh Lucy. Lucy kira dia akan menangis karena teringat Natsu dan Lisanna, namun ternyata, kehadiran sahabat esnya itu membekukan seluruh airmatanya, sehingga dia tidak menangis sama sekali.
XXX
"Mirajane! Kami kembali!" seru Lucy, sambil membuka pintu guild.
"Ara, selamat datang kembali!" balas Mirajane.
"Kenapa kalian baru kembali?" tanya Natsu.
Lucy hanya diam. "Kami baru selesai bekerja, Natsu." ujar Gray dan langsung berjalan meninggalkan Lucy. Ia pun bergabung dengan Erza dan Happy.
Lucy juga hendak menghampiri Levy bila Natsu tidak mencengkeram lengannya.
"Natsu!" tegur Lucy.
"Jangan pernah bekerja sendirian lagi dengan Gray. Atau dengan pria lainnya." ujar Natsu.
Lucy mengerutkan keningnya. "Kenapa? Apa maksudmu?" tanya Lucy bingung.
Natsu menatap Lucy lurus. "Aku tidak suka kalau kau bekerja dengan pria lain selain aku." ujar Natsu.
Lucy mengerjapkan matanya. "Apa?" tanyanya.
Natsu menarik nafas, lalu mengulang perkatannya dengan mantap. "Aku tidak suka kalau kau bekerja dengan pria lain selain aku."
"Kenapa?" tanya Lucy.
"Aku.. Aku tidak tahu. Tapi aku tidak suka." ujar Natsu.
Lucy hanya bisa menatap Natsu bingung, sementara Lisanna merasa hatinya sudah remuk. Natsu tidak menyukainya. Sama sekali tidak menyukainya. Natsu menyukai Lucy. Natsu cemburu pada Gray yang menemani Lucy bekerja. Natsu hanya menyelamatkan dirinya ketika diculik dulu karena bagi Natsu, dia adalah teman masa kecil yang penting. Hanya itu. Hanya teman masa kecil yang penting. Hanya itu. Tidak lebih. Tidak seperti Lucy yang bagi Natsu adalah… Cinta.
Horeeee!
Akhirnya, chap 4 selesai jugaaa…
Maaf ya minna, kalo chap ini jauh lebih sedikit.. hehe
:D
Review please?
