MY DESTINY
Chapter 2
Natsume's dream
"Dimana ini ? Dimana aku ?" kataku. Tiba – tiba tampak seorang laki – laki, seorang wanita dan seorang anak laki – laki yang digendong oleh laki – laki tersebut. "Hei.. itu kan aku! Dan ada Mikan dan Kaito. Wow.. kalau kulihat dari sini kami tampak begitu bahagia ya? Ng? Siapa anak itu?". Aku melihat seorang anak laki – laki yang mirip dengan Kaito berjalan menuju kami. Wajahnya kini terlihat jelas. "Kai??". Mataku terbelalak ketika aku tahu bahwa anak itu adalah Kai. Putra sulungku yang sudah meninggal.
Ketika Kai datang, kami hanya melihat anak itu sekilas dan entah kenapa aku malah mendorongnya hingga jatuh. Aku begitu sedih melihat pemandangan itu. Anak itu tidak bersalah tapi kenapa aku malah mendorongnya hingga jatuh? Padahal ia tidak melakukan apapun. Kulihat aku menurunkan Kaito dan mengambil kayu lalu memukulnya hingga terluka. "Tidak! Tidak! Jangan pukul dia lagi!!! Hentikaaaaaannn!!!!!"
End of Natsume's Dream
"...me?? Natsume?? Kau tidak apa – apa?". Mikan membangunkan Natsume, suaminya yang bermimpi buruk. Natsume terbangun dengan mata terbelalak. Seluruh tubuhnya keringat dingin. "Natsume, kamu mimpi buruk lagi ya?" tanya mikan. "Ya. Dan tentang kekerasan yang kita lakukan pada Kai.". Natsume menundukkan kepalanya dan merasa sedih sekaligus merasa bersalah terhadap apa yang ia lihat di mimpinya. Mimpi tentang masa lalu yang benar – benar kalam untuk putra sulungnya itu. "Sudahlah, Nat. Lupakanlah mimpi itu. Itu hanya mimpi buruk." Mikan berusaha menenangkan Natsume.
"Aku tahu, tapi.. Aku merasa benar – benar bersalah atas kejdian itu." kata Natsume. Mikan menghela nafas kemudian berkata," Sudah, sudah, jangan dipikirkan lagi nanti kau bisa stres. Bagaimana kalau sekarang kau mandi saja lalu kita sarapan?". " Baiklah, istriku sayang.." kata Natsume sambil tersenyum. Mikan hanya bisa tersenyum dengan muka yang agak memerah kemudian pergi ke dapur.
Natsume kemudian pergi ke kamar mandi untuk mandi tentunya. Bukan untuk makan (ya iyalah, di kamar mandi mau makan apa? Sabun? ). Setelah mandi, ia memakai baju kerjanya dan membawa peralatan kerja kemudian pergi menuju ruang makan untuk sarapan (enggak langsung pergi kerja. Kan mau sarapan dulu.. kalo enggak bisa – bisa Natsume pingsan gara – gara kelaperan ..kan gawat dan malu – maluin buat dia tentunya..hehe..).
Natsume melihat sudah ada istri dan anak tercintanya yang kini jadi anak satu – satunya mereka, Kaito. "Selamat pagi.." kata Natsume. "Pagi.." kata Mikan sambil senyum. "Pagi, ayah." Kaito menyambut ayahnya dengan suaranya yang imut, ceria dan menggemaskan itu. Kan baru 9 tahun. Kemudian Natsume duduk di samping Mikan dan mulai memakan sarapannya dengan lahap. Masakan istrinya enak sih... (enak, kelaperan atau rakus?). Mikan hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat suaminya makan dengan lahap.
Setelah selesai Natsume pergi kerja setelah memberi istrinya ciuman dan juga untuk anaknya. Dalam perjalanan ia tetap teringat akan mimpinya tetap hati – hati mengendarai mobilnya supaya tidak terjadi kecelakaan. Namun di perempatan jalan di sebuah gang sempit ia melihat..
END OF CHAPTER 2
A/N: Fuh..akhirnya sempet juga di update.. R&R PLEASE..
