Disclaimer : Masashi Kishimoto x Naruto
Jadi bukan punya saya :v
Pairing : Naruto Uzumaki X …? ( or Harem ? )
Rate : M
WARNING : TYPO, OOC Charac, Ecchi, Highschool!Life, Maybe Harem!Naru, INCEST
DON'T LIKE DON'T READ
Chapter 2
.
.
.
" Sial….seharusnya aku tetap menolak, menyesal aku menuruti mereka. Tapi ini lebih baik dari pada membuat mereka marah " racau Naruto yang sedang berdiri didalam rak ganti tak terpakai.
Oke mungkin kita flashback lebih dulu
Beberapa saat yang lalu
" Baiklah minna, kita harus bisa menangkap pencuri itu ! " sorak Shizuka dengan semangat, " Yokai! " dan anggota yang lain pun membalas dengan semangat pula. ' Sebenarnya karakter mereka seperti apa sih ? ' batin Naruto sweatdrop melihat kejadian itu.
Naruto sangat malas sekarang ini, karena dia harus mengerjakan hal yang merepotkan menurutnya. Tangannya meraih cangkir di depannya dan menyesap teh dengan pelan. " Naruto-kun kau siap ? " Narutopun melirik kearah Konan yang besemangat hari ini.
" Sebenarnya tidak, aku sedang malas hari ini " balas Naruto dengan santainya.
Bletak….
" Ittai, apa yang kau lakukan ! " teriakan kesakitan Naruto tidak dihiraukan oleh Amaru, dia hanya memberikan senyum pada Naruto. Naruto hanya mendengus kesal, " Kau sudah bersedia kemarin Naruto-kun " ucapan Hinata membuat Naruto mendesah pasrah.
' Aku harap tidak terjadi hal yang buruk ' batin Naruto sambil menyatukan tangannya, dia pun mencoba meminum kembali tehnnya untuk merilekskan pikirannya. " Kau tenang saja Naruto semua akan baik-baik saja " ucap Shizuka.
Memandang bosan pada Kaichounya, dan akhirnya melanjutkan acara minum tehnya. " Kau hanya tinggal bersembunyi di rak ganti perempuan ".
Breetttt…..
" APA KAU BILANG ! " syok, itu lah yang Naruto rasakan saat mendengar ucapan Kaichou tadi, " Ara…Naruto-kun aku basah " Naruto menangkap suara tidak lazim di telinganya, dengan pelan dia mencoba menoleh kearah depan.
" Hemb….hemb…..! " dengan segera Naruto membekap mulut dan hidungnya menahan darah segar yang akan keluar dari hidungnya. ' What the Fuck ! ' batinnya berteriak karena melihat Konan, ternyata teh yang dia semburkan mengenai Konan.
Wajah dan bajunya pun basah oleh air teh Naruto tadi, tapi yang lebih parah tatapan sayu dengan linangan air berkilap di wajah dan rambutnya sangat menggoda apalagi Bra yang di pakai Konan tercetak jelas di seragamnya. ' O-o-op-oppai !' tangan kiri Naruto mulai bergerak kearah Konan yang masih menatapnya sayu, ' Oh Shit! Dia terlalu Hot, 'juniorku' mulai berontak '
Greb…Cretak…
" ITTAI! ITTAI…HOHHH…ARGHH… ITTAI…! " teriak Naruto sambil memegang tangan kirinya dan berguling-guling di lantai, Amaru hanya tersenyum senang berbeda dengan Shizuka yang sweatdrop. " Kono Hentai " ucap lirih Shizuka melihat kejadian tadi.
" Oi….Gorila apa masalahmu hah ?! " bentak Naruto pada Amaru yang sudah mengepalkan tangannya dengan kuat, " Apa kau bilang, Kono Hentai ! " sambil berusaha memukul wajah Naruto. Naruto segera berlari dan bersembunyi di belakang Matsuri, " Kembali kemari, Hentai no Baka ! "
" Wah ! Matsuri tolong aku ! " pinta Naruto sambil bersembunyi di belakang Matsuri, " Minggir kau Matsuri " ucap Amaru dengan nada setannya. " Ano….Amaru-chan jangan marah pada Naruto-kun " ucap Matsuri sambil memerah.
Amaru hanya memandang binggung ekspresi dari Matsuri, dia melihat Naruto memeluk perut Matsuri dengan erat. Entah kenapa Amaru merasa jengkel melihatnya, dia pun berbalik dan meninggalkan mereka berdua.
Mengintip kesamping dia melihat Amaru sudah menjauh darinya, " Hah….selamat. Arigatou Matsuri " ucap Naruto sambil berdiri dari persembuyiannya, sadar atau tidak Naruto belum melepaskan tangannya. " Ahh…."
Naruto P.O.V
" Nande Matsuri ? " kenapa dia aneh sekali, " ano…Naruto-kun, a-ap-apa k-kau suk-ka o-oppa-I ku ? ". Heh? Apa yang kau bicarakan Matsuri. " Kenapa kau menanyakan hal itu? " dia hanya diam dan mulai memegang dadany-, Cotto matte….dia memegang dadanya kan?
Tapi kenapa aku merasa tanganku di sentuh, ah bukan lebih tepatnya digenggam.
Nyut…
" Ahh…." Nani?! Kenapa kau meremas tanganku baka!
Nyut…Nyut…
" Ahh….dai-daisuki, N-Naruto-kunh…" kenapa? apa yang terjadi, kenapa aku merasakan aura membunuh yang kuat dibelakangku. " Are? Minna kenapa kalian membawa pemukul besi da-da-dan g-ge-gergaji ? ITU BERBAHAYA BAKA !"
Nyut….
" Ahh! Naruto-kunh…j-jangan di-remas " aku mendengar Matsuri lagi? KENAPA KAU SANGE SENDIRI MATSURI ?!
Tu-tunggu…tangan ku memegang sesuatu yang tidak asing? Ini seperti 'de javu' aku seperti pernah mengalami situasi seperti ini.
" Sepertinya kau menikmatinya ya, Baka Hentai " KENAPA KALIAN TERLIHAT MENYERAMKAN !
Apa ini? Ja-jangan-jangan…." Wah! Matsuri ! lepaskan tangan ku ! " kenapa bisa tangan ku ada di oppainya!
Naruto P.O.V End
Naruto terus memberontak untuk menyingkirkan tangannya dari genggaman Matsuri, tapi tidak sadarkah kau Naruto. " Ahh…Naru-ahh…to-kunh…jang-an..diremas…de-denganhh….ehh…ku-kuath…ahhh…." saat memberontak kau malah meremas-remas dada Matsuri.
" Gomen Matsuri ! lepaskan tanganku ! " teriak Naruto terus memberontak, Matsuri malah makin erat menggengam tangan Naruto.
Nyut….
" Ahhhh….! " erangan Matsuri membuka sedikit celah untuk Naruto karena genggaman tangannya sedikit melemah, dengan sigap Naruto menarik tangannya kebelakang dan terbebas dari Matsuri.
" Akhirnya aku bisa beba- ARGH ! ITTAI! " ucapan Naruto terputus karena teriakan kesakitannya sendiri, terlihat Hinata memegang pemukul di tangannya yang memasang ekspresi datar dibelakang Naruto.
Srekk…Bruk…
" Lepaskan aku ! " terlambat Naruto, Hanabi dan Konan sudah mengikatmu. Mereka pun menyeret kesuatu ruangan, membawa Naruto menuju kursi dan mendudukan Naruto disana, para anggota OSIS kecuali Matsuri yang masih berfantasi ria, mengelilingi Naruto yang sedang pingsan.
.
.
Naruto P.O.V
" Engh…dimana aku ? " kenapa gelap...? Tunggu apa yang terjadi, ingat baik-baik Naruto apa yang terjadi, seingatku aku masih di ruang OSIS.
' Ahh…. Ahh! Naruto-kunh…j-jangan di-remas….'
' Ahh…Naru-ahh…to-kunh…'
' ano…Naruto-kun, a-ap-apa k-kau suk-ka o-oppa-I ku ? '
CROOT….
Gyah….apa yang aku lakukan ! kenapa aku selalu sial !
Tapi oppai Matsuri sangat lembut dan bulat…..APA YANG AKU PIKIRKAN!. Baiklah Naruto tenangkan dirimu, tarik nafas…hehh….buang perlahan..hufh….sekarang coba ingat lagi apa yang terjadi.
' Hah….selamat. Arigatou Matsuri '
' Nande Matsuri ? '
' ano…Naruto-kun, a-ap-apa k-kau suk-ka o-oppa-I ku ? '
'Are? Minna kenapa kalian membawa pemukul besi da-da-dan g-ge-gergaji ? '
'Ahh….dai-daisuki, N-Naruto-kunh…'
' Sepertinya kau menikmatinya ya, Baka Hentai '
'Ahh…Naru-ahh…to-kunh…jang-an..diremas…'
'Gomen Matsuri ! lepaskan tanganku ! '
Gyah..! AKU AKAN MATI….! Ini cuma mimpi, ya ini cuma mimpi! Hal yang harus aku lakukan adalah bangun dan melupakan mimpi buruk barusan…ahahaha….
" Sepertinya dia sadar " siapa itu ?
" Kita apakan dia Kaichou " are? Kaichou?
" Kita kebiri saja dia, atau kita lempar dia ke sarang buaya " APA! KEBIRI! BUAYA! Apa yang terjadi sebenarnya!
Tiba-tiba lampu itu menyala menerangi tempatku duduk, aku harus keluar dari mimpi ini. Bangun Naruto! Bangun... ! Are ? Kenapa, aku terikat ? Jangan Lagi!
" Ohayou Naruto-kun " suara Hinata? ' Tunggu dulu, apa yang mereka rencanakan padaku. Apa mereka marah padaku? Tapi aku tidak berbuat hal aneh. '
" Hinata, kau disana kan. Bisakah aku minta tolong padamu, sepertinya aku terikat di kursi ini " Sial...kenapa ikatannya kuat sekali, firasatku mulai buruk dengan ini.
Lampu disini mulai menyala dengan terang, Shit mataku sakit karena cahaya ini. Terlalu menyilaukan, aku seperti dibutakan oleh cahaya. Oh man, firasat burukku berada pada level max.
" Kau sudah bangun ya Naruto-kun " ada orang lagi, Kaichou kah? Holy Shit! aku terjebak pada situasi yang membingungkan, Eh? Ada 5 bayangan orang? Sedang apa mereka disini?
" Ano….kau Kaichou kan, Seito Kaichou Shizuka kan ? " semoga aku mendapat sedikit petunjuk, tadi aku mendengar suara Hinata, dan sekarang Kaichou.
M-mat-matte….suara Hinata, suara Kaichou, duduk dalam keadaan terikat, dikurung didalam ruangan kecil. Hahh..hahhh…HAHH?! " AKU DICULIK! "
" Baka...jangan berteriak! " suara orang lain lagi? Cih aku tidak peduli, biarpun kalian bisa meniru suara Hinata dan Kaichou tapi aku tidak akan tertipu. Aku harus berusaha keluar dari sini….MOTHERFUCK, SIAPA YANG NGIKAT INI!
" Sudahlah, percuma kau memberontak. Kami sudah mengikatmu dengan kuat agar kau tidak bisa kabur, Naruto-kun " biarpun kau bilang percuma, aku akan tetap berusaha keluar dari sini. Aku harus meminta maaf pada Matsuri, ya biarpun secara teknis dia yang meremas dadanya sendiri dengan tanganku….TAPI…. aku tetap harus minta maaf.
" Ara…Naruto-kun kenapa kau memberontak, kau tidak suka disini ? " Konan, kenapa dia ada disini juga. Dia ada di belakangku? Haruskah aku menoleh ?
Aku berusaha mengerakkan kursi ku untuk memutarnya, setidaknya memastikan wajah penculikku tidak masalah. Tapi kesalahan terbesar itu tidak akan pernah aku ulangi….
CROOT….
" APA YANG KALIAN LAKUKAN! BAKA ! " bagaimana tidak syok dan berteriak, mereka semua telanjang. Ah bukan mereka masih memakai celana dalam…tapi….KEMANA BRA MEREKA!
Naruto P.O.V End
" Kau tidak boleh seperti itu Naruto-kun " ucap Hinata dengan nada sebal sambil membuang pandangan kesamping, tangannya dia gunakan untuk menyangga Oppai bombastis itu. " Kenapa kau pilih kasih Naruto-kun ? " lanjut Hanabi, dia menyatukan tangannya didepan dada. Dan ekspresinya imut sekali ditambah tubuhnya yang sedikit condong ke depan, It's so HOT men.
Naruto sendiri berusaha mati-matian agar tidak langsung pingsan, darahnya terus mengalir biarpun tatapan dan ekspresinya datar. ' Holy Shit, otak mereka konslet ! ' batin Naruto sambil melihat mereka tanpa canggung berdiri di depannya.
" Apa maksud kalian? Aku sama sekali tidak mengerti " biarpun nadanya datar tapi dalam diri Naruto terus memberontak. Shizuka berjalan kearah Naruto dan berdiri di belakangnya, sedangkan yang lain hanya tersenyum misterius. ' APA-APAAN MEREKA INI! ' pikir Naruto melihat ekspresi mereka.
Grep….Nyut…
Naruto sekarang merasakan apa itu ketakutan, dia merasakan ada yang memeluknya dan dia merasa ada sesuatu yang menekan bahunya dari belakang. " Kau harus adil pada kami Naruto-kun, karena kau sudah memulainya dengan Matsuri. Sekarang kau juga harus melakukannya pada kami " bisik Shizuka di telinga Naruto membuatnya merinding disko.
" Tunggu Kaichou, a-a-aku ti-tidak me-mengerti " ucap Naruto ketakutan, " Daijobou Naruto-kun, kami akan membuatmu mengerti " balas Konan yang sudah ada di depan Naruto.
Croottt…
Darah Naruto kembali keluar melihat Oppai Konan yang mengantung tepat di depan wajahnya. ' Tidak! 'junior' ku berdiri ' batin berteriak Naruto merasakan sesak di selangkangannya, dia semakin merinding karena ada yang menyentuh 'junior' nya. Naruto melirik kebawah dan dia melihat rambut berwarna merah memandang Boxernya, " Wah! Kemana celanaku ! " teriak Naruto setelah fakta menamparnya.
" Daijobou Naruto, seragammu aman " balas Amaru tanpa dosa kepada Naruto sambil tersenyum, " Lagi pula sepertinya 'senjatamu' sudah siap tempur " lanjutnya sambil menyentuh gundukan Boxer Naruto. ' Okaa-san, Otou-san! Anak kalian akan diperkosa! ' pikirannya mulai kacau sekarang, Naruto pun mulai berontak kembali tapi sayang mereka sudah berubah menjadi liar sekarang.
" Slurp…Na-ru-to-kyun…kau sangat enak " ujar Konan sambil menjilati pipi kanan Naruto, " Aku tidak akan kalah, nikmatilah Naruto-kun...embh…slurp…embh…" tubuh Naruto menegang merasakan benda lunak yang masuk ketelinganya lalu daun telinganya dijilat secara pelan.
Hinata dan Hanabi juga tidak mau kalah, saudara kembar itu memiliki santapan yang sama. " Ugh…a-apa lagi i-ni " racau Naruto merasakan sesuatu di dadanya, " Hanabi-chan, saatnya makan " ujar Hinata setelah sampai ke putting Naruto.
" Ha'I Nee-san, Ittadakimasu…aaemmbh…slurp…" balas Hanabi sambil menghisap putting Naruto dan memainkan lidahnya. " Agh….hembh..k-kali-an ke-kena-pa? " tanya Naruto dengan susah payah menerima berbagai serangan di tubuhnya. " Shutt…nikmati saja Na-ru-to-kun " bisik Shizuka yang mulai turun dan mejilat leher Naruto.
" Ahh…Ugh…he-henti-Ugh…kan " perkataan Naruto tidak digubris oleh mereka, malah membuat mereka semakin bersemangat dalam menjamah tubuh Naruto. " Hei….Ugh…ki-ta harus me-nangkap..ehh…pencuri…" mendengar itu mereka berhenti, Naruto hanya bisa bernafas lega karena berhasil lolos dari singa kelaparan.
" Kau benar Naruto-kun, kita harus menyelesaikan tugas dari Kepala Sekolah " ucap Shizuka sambil berdiri tegak, " Minna segera ambil pakaian kalian dan kita selesaikan tugas ini " lanjut Shizuka, dia juga sudah membuka ikatan Naruto dan memberikan baju seragam Naruto.
" Kaichou, aku masih mau makan " rengek Hinata, Naruto sendiri merinding dan menyilangkan tangannya kearah dada. ' Mereka gilaaa! Aku sudah di perkosa, bagaimana aku menjalani hidupku! ' batin nista Naruto, melihat tatapan nafsu dari mereka kecuali Shizuka yang berdiri disampingnya.
" Kita lanjutkan setelah misi ini selesai " balas Shizuka yang sedang memakai bajunya, " Lagi pula aku juga belum puas " lanjutnya dengan senyum menggoda. " WAH….! AKU TIDAK MAU LAGI ! " Naruto segera berlari dari para singa lapar.
" Dia sangat lucu ya " ucap Konan dan dibalas anggukan mereka semua, " Ne, Ikuzo. Kita selesaikan misi ini dengan segera! " teriak Amaru dengan semangat. Mereka semua segera pergi ke ruang OSIS meninggalkan ruangan yang menjadi saksi bisu perbuatan nafsu mereka.
Oke, Flashback End. Otak author sudah mulai berasap.
" Mereka benar-benar mengerikan " ujar Naruto mengingat kejadian tadi. Dia terus menunggu dengan sabar apa yang akan tejadi, sesekali membalas pesan dari anggota OSIS yang berjaga tidak jauh dari kamar ganti itu.
Tit…tit…tit…
' Siapa yang menghubungi ku disaat seperti ini ' batin Naruto dengan kesal, dia masih tidak mood karena kelakuan ketua dan anggota OSIS tadi. Diapun melihat hologram didepannya, ' Ane-ue? Kenapa dia menelfon ku ? ' Naruto segera menekan tombol terima.
" Moshi-moshi, ada apa Ane-ue ? " tanya Naruto dengan malas, " Naruto dimana kau sekarang? " mendengar itu Naruto binggung, ' Sial kalau aku salah menjawab, aku tidak dapat makan selama seminggu ' pikir Naruto mencoba mencari alasan yang pas untuk kelangsungan hidupnya.
" Ano…aku sedang ada tugas OSIS, memang kenapa Ane-ue ? " jawabnya dengan sedikit gugup, Shion hanya diam dan tidak membalas atau pun bertanya lagi. Hal itu membuat keringat dingin Naruto mulai berjatuhan, kalau ketauan berbohong.
" Oh ya sudah aku sudah meletakkan bento di laci mejamu, setelah tugas OSISmu selesai segera kau makan ne, Naruto " Naruto terdiam mendengarnya, dia tidak menyangka Kakaknya akan memperhatikannya. " Arigatou Ane-ue " balas Naruto dengan pelan, " Daijobou dayou, kau adalah adikku yang bodoh. Jadi aku harus tetap mengawasimu " hancur sudah rasa kagum Naruto pada Kakaknya. " MAKSUDMU AKU BODOH HAH?! " teriaknya dengan emosi yang memuncak, " Kau sendiri yang bilang, Jaa ne "
Duagh….
' BAKA! KENAPA AKU TADI TERHARU! ' rutuk Naruto dalam hati sambil membenturkan kepala ke dinding loker tersebut, dia sempat melupakan kenyataan bahwa Aneki nya itu selalu mengejeknya.
Naruto P.O.V
Aku memang bodoh, percaya begitu saja perkataan Aneki.
Ceklek…
Ada yang datang, baiklah siapa pencuri itu sebenarnya. " Ahahaha…bagaimana pelajaran Kurenai-sensei tadi? " tunggu kenapa aku mendengar banyak orang, " Hah…aku sangat pusing dengan pelajarannya " suara itu.
" Kau ini mengejek kami ya, Shion-chan " Ane-ue? Ja-jadi ini jam renang kelas Aneki, Wah! Bagaimana kalau dia tau aku disini!.
Hah…hah…hah…baik…hah…baik…tenang atur nafas, kau hanya tinggal menunggu mereka keluar Naruto. Setelah itu kau bisa keluar dengan tenang dan aman, jangan membuat pergerakan yang mencuri-
Croot…
" Wah Shion-chan kau memakai Bra biru lagi " Biru! Sial aku harus menahan ini, ' Kami-sama kenapa cobaanmu berat sekali '.
" Ne, Shion-chan berapa ukur payudaramu sekarang " itu dia aku tidak boleh melewatkannya, asalkan tetap tenang aku masih bisa selamat. " Kenapa tidak punyamu dulu Kiriya-chan ? " seperti biasa dia selalu bertele-tele, yah kalau tidak begitu mungkin dia bukan Anekiku. " Ah, ukurannya sedikit membesar, sekarang sudah masuk C-cup "
Croot…
Wah oppai segar! Dimana-mana oppai!. Setidaknya aku bisa menikmati pemandangan ini dulu, ambil sisi positifnya Naruto. Disini adalah surga para lelaki.
" Ah…oppaimu mengemaskan ne "
Croot…
" Ahh….matte…j-jangan di-remas…ahh…ehhmhh…."
Crooottt….
" Hehehehe…tapi kau suka kan...Kyaaahh….ahh…j-janganh…ahh.."
" Sekarang kau yang akan merasakannya "
Croottt….
What the Fuck ini lebih bagus dari yang aku bayangkan, heh…heh….aku jadi ingin meremas oppai mereka juga. Disana A-cup, disitu B-cup, Huwaa! E-cup! Sugoi….! Disini benar-benar spot yang bagus, aku bisa melihat semua kegiatan mereka.
Khekhekhekhe…kalau aku bisa mengajak Kiba dia pasti sudah pingsan, darah ku juga belum mau berhenti.
" ne, Sekarang giliranmu Shion-chan " eh, Ane-ue. Yosh, aku juga ingin tau berapa ukurannya. Oppai nya terlalu besar untuk ukuran tubuhnya, " Eto…ukurannya D-cup " Huwooo…Ane-ue punya mu besar sekali.
" Sugoi….oh ya, Shion-chan kau sudah memberikan bekalnya " apa maksud Kiriya-senpai? Bekal? Ja-jangan –jangan pacar Aneki, bagus! Dengan ini aku bisa membalasmu Aneki!
" Eto…aku sudah memberikannya, tapi dia tidak ada. Jadi aku menaruhnya di meja " teruskan Aneki aku siap mendengarkan siapa pacarmu itu..khekhekhe…" Sayang sekali ya, Shion-chan. Tapi aku tidak menyangka kau mencintai adikmu sendiri "
Hah? Nani? Apa maksudnya mencintai adikmu sendiri, apa yang dimaksud Kiriya-senpai. " Aku juga tidak tau Kiriya-chan, saat ada didekatnya jantungku berdebar-debar, dan aku menjadi salah tingkah " kenapa dia malu-malu begitu, KENAPA DENGANMU ANE-UE! Katakan kalau kau hanya bercanda!
" Ganbatte ne Shion-chan, mungkin memang akan susah karena kau mencintai Naruto-kun. Tapi kau tetap harus memperjuangkan cintamu itu, aku akan mendukungmu " Kiriya-senpai, kau bercandakan. Kau tidak serius akan hal ini kan Aneki, katakana sesuatu Aneki!
" Ha'I aku akan terus berusaha melakukan yang terbaik untuk Naruto-kun agar dia tau kalau aku mencintainya "
JEDERRR….
Kenapa jadi seperti ini? Aneki mencintaiku? Tapi….kita saudara Aneki, kau tidak boleh memiliki perasaan itu. Kau tidak boleh mencintaiku, aku adikmu dan kau adalah Aneki ku. Kenapa? Kenapa kau bisa mencintai saudaramu sendiri.
" Kiriya-chan apa aku salah memiliki perasaan ini, kau tau dia adalah adikku dan aku….aku….hiks...hiks….aku orang yang bodoh…hiks..hiks…" Ane-ue kau menagis? Argh…kenapa? Kenapa aku merasa sakit melihat ini? Kenapa hatiku sakit melihat ini?
" Sudahlah Shion-chan, kurasa kau tidak salah. Hanya dia yang paling mengerti dirimu, dan aku yakin kau juga paling mengerti dia. Perasaanmu tidaklah salah, kau juga tidak bodoh…hanya saja kalian dipermainkan oleh takdir "
Kiriya-senpai….apa itu benar, sebesar itukah kau mencintaiku Aneki. Sebesar itukah perasaan yang kau simpan kepadaku.
' Ane-ue, kau tidak boleh makan terlalu banyak. Kau bisa sakit '
' Tapi aku masih mau lagi, Naruto '
' Tidak boleh, ayo pergi '
' Ane-ue nanti malam akan masak apa? aku mau masakan kesukaanku ya '
' Yokai, kau tunggu saja ya '
' Naruto kau demam, istirahat lah dulu. Aku akan mengambilkan kain dan air untuk menurunkan demammu '
'Arigatou Ane-ue, Hountou ni Arigatou '
Tes…Tes…Tes…
' Ane-ue…tenyata kaulah yang paling mengerti tentang diriku ' kenapa aku baru menyadarinya, DASAR OTAK UDANG! KAU MENYIKSA ORANG YANG SANGAT MENCINTAIMU BAKA!
" Sudah Shion-chan jangan menangis lagi, ayo kita pergi " Ane-ue, Gomen….Hountou ni gomennasai. Aku adalah orang terbodoh, aku bahkan tidak menyadarinya. ' Gomen Ane-ue…..Hountou ni gomenasai '
Ceklek….
Naruto P.O.V End
Naruto yang masih merutuki kebodohannya pun keluar, dari ruang ganti tersebut. Tidak peduli akan ketahuan atau tidak, yang terpenting baginya sekarang adalah kesendirian.
.
.
Duagh…Duagh…Duagh…
" KAU MEMANG KEPARAT NARUTO, KAU MEMANG PECUNDANG, KAU TELAH MENYAKITI PERASAAN KAKAKMU SENDIRI " teriak Naruto melampiaskan semua beban yang di terimanya, " KAU TIDAK PANTAS BERSAMA DENGAN ANEKI, KAU HANYA AKAN MENYIKASANYA, BRENGSEK! "
Duagh…Duagh…Duagh…
Kepalanya dia benturkan berkali-kali kearah pohon di depannya, tidak peduli dengan darah yang mulai mengalir melalui dahinya. " KAU PUAS SEKARANG NARUTO, KAU PUAS SUDAH MENYAKITI HATINYA, BAJINGAN MACAM APA KAU INI "
Duagh…Duagh…
" hiks…hiks…hiks…gomennasai…hiks…Ane-ue…Hountuou ni gomennasi…hiks…hiks…aku…hiks..memang…hiks…bodoh " ucap Naruto sambil menagis, menagisi perbuatannya yang membuat Anekinya memendam rasa padanya. Menagisi kebodohannya, menagisi takdir yang membawanya.
" KAMI-SAMA! APA KAU PUAS MELIHAT INI, APA KAU PUAS MELIHAT PENDERITAAN ANEKIKU " teriak Naruto melampiaskan kesedihannya.
Duagh…Duagh….
Grep…
" Hiks..sudah..hiks…su-sudah cukup…hiks…hiks…jangan menyiksa….hiks…dirimu sendiri…" ucap Shion yang sudah memeluk Naruto sambil menagis, dia sudah melihat semuanya. Dia sudah tidak kuat melihat Naruto menyiksa dirinya sendiri.
" Hiks…Hiks…kenapa….hiks..KENAPA KITA TERLAHIR SEBAGAI SAUDARA! " teriak Naruto yang masih menagisi takdirnya. Shion pun semakin mempererat pelukakannya, " Hikss…Naruto….sadarlah..hiks….kita…hiks…hiks….tidak bisa….hikss…menolaknya…" Sungguh ucapan Shion serasa menyayat hati, suara paraunya yang bercampur isakan sudah cukup menyakitkan.
' Kiriya-chan apa aku salah memiliki perasaan ini, kau tau dia adalah adikku dan aku….aku….hiks..hiks….aku orang yang bodoh…hiks..hiks…'
'Sudahlah Shion-chan, kurasa kau tidak salah. Hanya dia yang paling mengerti dirimu, dan aku yakin kau juga paling mengerti dia. Perasaanmu tidaklah salah, kau juga tidak bodoh…hanya saja kalian dipermainkan oleh takdir '
Ingatan tentang percakapan Anekinya tadi terus terngiang di kepala Naruto, terus berputar dan selalu terulang. Suara tangis dari Anekinya, suara paraunya yang menyayat hati membuat Naruto frustasi dan menjambak rambutnya dengan sangat kuat.
" Tidak….tidak…tidak…tidak…TIDAK….TIDAK! " teriakan penuh akan kesedihan, penderitaan dan keputus asaan, suaranya yang parau dan airmata yang mengalir pasti membuat siapa saja yang mendengarnya ikut sedih.
" Naruto…sadar…hiks…jangan..jangan seperti ini " Shion terus memanggil dan memeluk Naruto yang mulai membenturkan kepalanya lagi. " Aku tidak pantas untukmu Ane-ue, aku….aku….hiks….hikss…." air mata Shion makin deras mengalir, suara Naruto sangat menyayat hatinya.
" LIHAT…! LIHAT KAMI...! kau puas sekarang…kau sudah puas melihatnya Kami-sama….KAU PUAS MELIHAT KAMI MENDERI- "
PLAK….
Perkataan Naruto terputus karena tamparan Shion, mereka pun terdiam. Naruto hanya menunduk dalam diam sedangkan Shion masih dalam posisi setelah menampar pipi Naruto tapi air mata tidak berhenti mengalir dari mata Violetnya.
" Gomenasai " hanya itu yang terucap dari Naruto sebelum akhirnya berbalik dan pergi meninggalkan Shion disana sendirian.
" A-a-apa yang telah aku lakukan " ucap Shion sambil menutup mulutnya, " Naruto…..NARUTO…! Hiks..hiks…gomen..Naruto-kun…hiks...huaa….! "
.
.
.
.
TBC
YEEI UPDATE…..!
Gomen saya putus dulu ya, nggk kuat soalnya.
Saya mau meluruskan kesalahan nama anggota OSIS yang rambut merah itu AMARU bukan AMANO, gomennasai minna.
Selanjutnya untuk balasan review :
Neko no Kitsune : oke, makasih udah mau review. Sebenernya banyak kok genre Harem, mungkin Cuma belum beruntung aja hehehe…
Yami10Tenshi : Arigatou yami-san, ya kalo pair itu cuma sekelebat ide yang muncul di otak saya, hehehe…
Rais666 ( Quest ) : soal pair saya nggk bisa tentuin, Ya maaf tapi saya kurang suka Single pair. Nggk ada taring tambangnya, kalo harem kan masih ada biarpun jatuhnya single pair ( Harem, OneSide ). Sekali-lagi maaf Rais-san
Pian-Sama : Arigatou pian-san sudah mengamati cerita saya, jujur kalo humor saya emng susah bikin. Saya lebih suka bikin yang Romance. Sekali lagi maaf kalo kurang sedap di baca pian-san.
The White Anbu : ok sebelumnya terima kasih sudah membaca dan mengkoreksi cerita saya. Karena saya mau yang beda, di Chapter ini pasti bisa tau maksud saya pake Ane-ue. Yah seperti konflik di bagian akhir tadi.
miyuki nishikino : Arigatou sudah mau membaca fic saya yuki-san, kalau memang ada yang perlu di komen….tulis aja supaya saya bisa tau kekurangan fic saya. Semoga puas dengan Chapter ini ne, Yuki-san
rikudou Pein 007 : siap, asal di ikuti teru perkembangannya dan me-review setiap chapter agar bisa lebih baik.
DAMARWULAN ( Quest ): ya, kita liat aja ide / review selanjutnya. Ehehehehe…..
DeniTria : hemb…sesuai pesanan, Chapter ini ada adegan Haremnya ( alias GangBang ) wkwkwkwk….terus ikuti perkembangannya ya Deni-san.
Sinta Dewi468 : ne Sinta-san saya sudah memenuhi pesanan anda, saya mengambil konflik tentang hubungan Incest hehehe….biarpun masih saya gantung penyelesaiannya.
firdaus minato : sebelumnya saya mau berterimakasih firdaus-san sudah mengunjungi Fic saya yg satunya dan meninggalkan review penyemangat, hehehehe….untuk saat ini saya usahakan update terus walaupun mungkin agak telat.
Kitsune875 : Arigatou, ikuti terus perkembangannya ya
Sekian, terima kasih sudah menyempatkan waktu kalian untuk membaca fic saya. Semoga Chapter ini memuaskan, kalau ada kesalahan silahkan langsung review, atau kalian memiliki pendapat yang nyambung kecerita ini.
Langsung review dan kalau cocok akan saya kembangkan menjadi ide chapter selanjutnya. Karena kepuasan pembaca adalah kebahagiaan penulis.
See you next Chapter minna-san
Aoi Rin Oukumaru Log Out
