Aoi Rin Oukumaru Log In

Disclaimer : Masashi Kishimoto x Naruto

Jadi bukan punya saya :v

Pairing : Naruto Uzumaki X …? ( or Harem ? )

Rate : M

WARNING : TYPO, OOC Charac, Ecchi, Highschool!Life, Maybe Harem!Naru, INCEST

DON'T LIKE DON'T READ

Chapter 3

.

.

Konoha Akademi adalah mantan sekolah khusus wanita, tapi sejak dua tahun lalu sekolah ini menjadi sekolah campuran. Tentu saja dengan ujian masuk yang sangat sulit, membuat rasio perbandingan yang mencengangkan 2 : 8, 2 untuk laki-laki dan 8 untuk perempuan.

Sekolah ini memiliki Sistem Pendidikan yang sangat maju, mereka membuat sebuah alat yang mempermudah para muridnya untuk belajar. Sebuah alat yang membuat Visual dan Audio dalam bentuk hologram multitasking, alat itu bernama ' ANRODEX '.

Oke kesampingkan itu semua karena itu Cuma kata sambutan.

.

.

Tap…Tap…Tap….

Terdengar suara derap langkah orang berlari dengan tergesa-gesa, seorang Siswi berambut kuning pucat sedang berlari menyusuri lorong. Dari mata violetnya terlihat memancarkan kekhawatiran yang sangat besar, matanya juga sedikit bengkak seperti habis menangis.

Entah kemana tujuannya, yang jelas dia sangat terburu-buru, dan akhirnya berhenti di depan sebuah ruangan yang berada di lantai 3. Ruangan paling ujung di lantai tersebut.

Ruang OSIS

Ceklek….

" Hah…hah…gomen…Naruto…hah…ada disini ? " tanya gadis itu dengan terputus karena masih mengaturnya. Seluruh penghuni ruangan itu memandangnya dengan binggung, " Gomen Namikaze-senpai, kami juga sedang mencari Naruto-kun " balas gadis berambut biru .

Shion segera pergi tanpa mengucap apapun, kembali berlari menyusuri setiap lorong dan setiap lantai untuk mencari adiknya itu. Oh bukan, dia bukan adiknya lagi, setelah apa yang dia alami tadi dia menepis semua fakta dan takdirnya.

' KAMI-SAMA! APA KAU PUAS MELIHAT INI, APA KAU PUAS MELIHAT PENDERITAAN ANEKIKU '

' Hiks..sudah..hiks…su-sudah cukup…hiks…hiks…jangan menyiksa….hiks…dirimu sendiri…'

' Hiks…Hiks…kenapa….hiks..KENAPA KITA TERLAHIR SEBAGAI SAUDARA! '

' Hikss…Naruto….sadarlah..hiks….kita…hiks…hiks….tidak bisa….hikss…menolaknya…'

' Tidak….tidak…tidak…tidak…TIDAK….TIDAK! '

Shion kembali mengingat kejadian tadi, kejadian yang menampar dirinya. Membuatnya tersadar akan satu hal yang selalu dia pendam dan selalu dia tahan, tapi sekarang dia tidak akan melakukannya lagi.

Dia tidak akan mengulangi lagi kesalahan yang sama, karena sekarang…..

' Aku mencintaimu Naruto-kun, tidak peduli kalau kita saudara, tidak peduli kalau kita dihina. Aku akan tetap mencintaimu, aku ingin selalu melihat senyummu. Aku…aku…aku ingin merasakan kehangatan tubuhmu Naruto-kun '

Tit…Tit…Tit…

" Shion-chan kau sudah menemukannya ? " terdengar suara dari alat Shion, Shion hanya diam. Pikirannya masih berkecamuk memikirkan Naruto, " Belum Kiriya-chan " balasnya dengan nada yang sangat lemah.

" Aku tau dimana dia, dia berada di gunung belakang sekolah. Aku tadi melihat dia berjalan kesana " ucapan Kiriya membuat Shion terkejut, pikirannya membayangkan kalau Naruto berbuat nekad.

" Arigatou Kiriya-chan, aku akan segera kesana " balas Shion dan menutup panggilan tersebut.

.

.

.

Di sebuah gunung yang bertepat di belakang Konoha Akademi, merupakan tempat yang dibiarkan asri untuk menjaga kelestarian alam di Konoha. Dia dekat pohon yang sangat besar terlihat seorang pemuda bersurai kuning dengan seragam laki-laki milik Konoha Akademi, sedang duduk dan menyandarkan punggung di pohon tersebut.

" Hah…apa aku kelewatan ya " ucap pemuda bernama Naruto itu sambil memegang pipi kirinya yang berbekas, " Dia sampai menamparku dengan keras, Hah…sepertinya aku sudah kelewatan. Biarpun dia cantik dan sangat perhatian padaku tapi dia tetap Anekiku " lanjutnya sambil terus bermonolog.

Dia pun melihat kearah Anrodexnya dan menekan sebuah tombol, Hologram mulai muncul dengan beberapa Contact person pribadinya. " Moshi-moshi, Kaichou….gomen aku tidak bisa berkumpul sekarang, aku sedikit lelah jadi mungkin aku akan datang setelah pulang sekolah " ucap Naruto pada Kaichounya, " Daijobu Naruto-kun, kalau kau kurang enak badan sebaiknya segera pulang saja " balas seorang gadis di telpon tersebut.

" Arigatou Kaichou, tapi aku akan tetap kesana saja. Jaa ne " ucap Naruto sambil menutup panggilan tersebut, Dia segera menyandarkan kepalanya dan berusaha untuk tidur. ' Jujur saja, hari ini semua Emosiku keluar dan itu sangat melelahkan ' batin Naruto sambil memejamkan matanya, ' Belum lagi masalah dengan Aneki, aku harus bagai- '

" Onii-san " sapaan seseorang itu mengejutkan Naruto, " Ino-chan, apa yang kau lakukan di hutan ini?! " ucap Naruto sedikit berteriak pada gadis didepannya, tanpa menjawab terlebih dahulu Ino segera berjalan mendekati Naruto dan dengan segera dia duduk di pangkuan Naruto.

" Ino-chan….kau belum menjawab pertanyaanku " lanjut Naruto karena tidak mendapat jawaban dari sang adik, Ino hanya menundukkan wajahnya dan diam tanpa bersuara. Naruto pun hanya membiarkannya dan hanya mengusap surai pirang pucat milik Imoutonya dengan lembut, ' Hah…apa dia diganggu seseorang ya, Sial kalau itu terjadi akan kubunuh orang itu! ' Sisi siscon Naruto mulai kembali mengambil alih dirinya.

Grep

" Onii-chan….apa Onii-chan membenci Ino ? " tanya Ino dengan wajah menahan tangis, Naruto yang melihatnya hanya binggung dengan mansud Ino. " Kenapa kau bertanya seperti itu Ino-chan, tentu saja Nii-san tidak membencimu " balas Nruto sambil tersenyum dan mengusap surai Ino.

Ino hanya menunduk, melepas pelukannya dan menepis tangan Naruto dari kepalanya. " BOHONG! " teriak Ino yang mulai berdiri dari pangkuan Naruto, " ONII-SAN NO BAKA ! " lanjutnya dengan air mata yang mulai mengalir dan menetes ketanah di bawahnya.

" I-Ino-chan, apa yang kamu bicarakan ? " tanya Naruto dengan sedkit gugup, dia binggung dengan keadaan adiknya sekarang. Belum selesai masalah dengan Anekinya sekarang dia harus dihadapkan pada tingkah aneh Imotounya.

Ino hanya diam dan menunduk kembali, dia secara perlahan membuka kancingnya satu persatu. " Oi…Oi..I-Ino-chan a-ap-apa yang kau lakukan " ujar Naruto dengan panic melihat kelakuan adiknya, dia pun memegang bahu Ino dan menguncangkannya dengan cukup kuat.

" Sadarlah Ino-chan, apa yang mau kau lakukan " ucap Naruto di sela kegiatannya tadi, Ino pun mengadahkan wajahnya dan menatap wajah Naruto, " Onii-san…Hiks…hiks..HUWAA…" Ino pun menangis dan memeluk Naruto dengan sangat erat.

" Onii-san tadi bertengkar dengan Onee-san…Ino…Ino…tidak mau Onii-san bertengkar dengan Onee-san " ucap Ino sambil menangis di pelukan Naruto. ' Gomen Ino-chan, ini bahkan sangat rumit untukku jelaskan ' batin Naruto sambil mengelus puncak kepala Ino.

.

Mereka masih terdiam dalam posisi tadi, Ino yang menikmati pelukan Onii-sannya dan Naruto yang masih berkutat dengan kejadian tadi. " Ne, Onii-san bagaimana rasanya Oppai Ino? " tanya Ino dengan nada riang dan tersenyum senang, " BAKA! APA YANG KAMU PIKIRKAN " teriak Naruto sambil memukul kepala adiknya, Ino sendiri hanya bisa meringis dan tersenyum kepada Naruto.

" Ara..ara…Onii-san kau menyukai 'mereka'kan ?" tanya Ino sambil melepas semua kancing bajunya, ' WAHH…IMOTOU OTAKMU TERCEMAR SIAPA' batin Naruto yang mulai panic dan berpikir tidak jelas. Naruto segera mundur menjauh dari Ino, " Onii-san, Oppai desu…Oppai " lanjut Ino sambil mengangga oppainya dengan tangan.

Croot…

' HOLY SHIT! Dia konslet ! ' batin Naruto sambil menutup hidungnya yang mulai mengeluarkan darah, " Ada apa Onii-san? " tanya Ino dengan polosnya. " Ino-chan kau tau apa yang kau lakukan?! " teriak Naruto sambil memejamkan matanya, Ino pun tersenyum dan….

Cup

" Eh?! " Ino mengecup singkat bibir Naruto dan membuatnya diam, " Aku bukan anak kecil lagi Naruto-nii, aku tau semua hal yang kau khawatirkan " ucap Ino sambil memegang pipi kiri Naruto. " Aku tau Onii-san sedang ada masalah, jadi Ino ingin menghibur Onii-san " lanjut Ino sambil tersenyum.

Naruto terpaku pada Ino, dia sangat terkejut Imotonya bisa mengatakan itu. " Ino-chan, APA YANG MERASUKIMU! BAGAIMANA KAU BISA MENGATAKAN KATA-KATA KEREN SEPERTI ITU! " teriak Naruto dengan tampang bodohnya. Ino yang semula tersenyum, mulai mengeratkan kepalan tangannya.

Bletak…

" Ittai….kau kenapa Ino-chan? Hah…! KELUAR KAU MAKHLUK GAIB! " kembali Naruto berteriak sambil mengibas-ngibaskan tangannya di atas kepala Ino. " BAKA ONII-SAN! " teriakan Ino menyadarkan Naruto, dia memandang Ino dengan wajah binggung.

" Hehehehe….Onii-san sudah tidak sedih lagikan ? " tanya Ino sambil terkekeh senang, mendengar itu Naruto mulai mengerti dan mereka pun tertawa bersama dengan tawa Naruto yang paling keras.

Setelah lelah tertawa mereka mulai menyandarkan punggung mereka di pohon belakang Naruto. " Arigatou ne Ino-chan, bersamamu membuat bebanku sedikit berkurang " ucap Naruto sambil melihat rimbunnya daun dipohon besar itu. " Ino senang kalau Onii-san seperti dulu lagi " balas Ino, Naruto pun mulai mengacak-acak rambut Imotounya itu.

Ino langsung memasang wajah cemberutnya, " Hehehe…Arigatou ne Ino-chan " kata Naruto yang tersenyum sambil berdiri dari posisinya. " Jaa…sekarang kau pakai bajumu dan kita kembali " lanjut Naruto yang menyodorkan baju Ino yang tadi terlepas.

Ino hanya memandang binggung Naruto, " Ada apa Ino-chan? " tanya Naruto yang sedikit khawatir melihat ekspresi Imotounya. " Onii-san…kau tidak ingin meremas 'mereka' dulu ? " tanya balik Ino sambil memegang Oppainya.

Croot…

" IMOTOU NO HENTAI " teriak Naruto sambil menutup tubuh setengah bugil Ino dengan baju ditangannya, Ino hanya tertawa senang bisa mengerjai Onii-sannya. Setelah kegiatan konyol tadi, mereka segera beranjak dari situ. Tentunya dengan pakaian lengkap, tapi mereka tidak menyadari kalau ada yang mengawasi mereka.

.

.

Tok…Tok…Tok…

Ceklek…

" Gomennasai Kaichou " ucap seorang yang membuka pintu itu, memliki rambut kuning dan mata biru. Semua yang melihat pemuda itu datang langsung diam seketika, " Arigatou sudah mau datang Naruto-kun, Daijobou ka? " balas sekaligus tanya dari gadis berambut hitam dengan poni pendek dan diikat ekor kuda, mata hijau dan kulit putih yang sangat menawan.

" Ara…ara…duduklah dulu Naruto-kun " ucap seorang gadis berambut biru dan mata orange serta origami bunga yang tersemat di rambutnya sambil menepuk kursi kosong disampingnya. " Arigatou Konan " balas Naruto dan segera duduk di dekat gadis bernama Konan tadi, " Sebelumnya aku mau minta maaf karena tidak menyelesaikan tugas dengan baik " lanjut Naruto sambil menunduk sedikit kearah 6 gadis di sana.

" Ini…minumlah dulu " ucap gadis berambut indigo, bermata putih sambil meletakkan secangkir teh di depan Naruto, " Kau tidak perlu khawatir Naruto-kun, berkatmu kami bisa sedikit mengetahui pencuri itu " lanjut gadis tadi sambil tersenyum.

Naruto tersentak, dia menoleh kearah mereka semua dan mendapati mereka tersenyum kecuali gadis berambut merah yang tersenyum dengan lebar. " T-Tapi…aku tidak melakukan apapun " pertama kali dalam hidupnya, Naruto merasa tidak berguna dan sangat bodoh.

Puk…

Naruto merasakan tepukan dipundaknya, dia menoleh kebelakang dan mendapati Kaichounya tersenyum lembut kearahnya. " Kau sudah berusaha dengan baik, selanjutnya kita tinggal menangkapnya " ujarnya masih dengan senyumnya.

" Minna….Arigatou " hanya itu yang bisa di ucapkan Naruto, mereka terlalu baik. " Hahahaha….Daijobou dayou, Sekarang gunakan otak berkaratmu untuk memikirkan strategi selanjutnya "

Dong

Hancur sudah rasa senangnya, Naruto menatap tajam kearah gadis berambut merah yang sudah menyengir senang. " Oi…apa maksudmu dengan otak berkarat hah! " ujar Naruto sambil menunjuk kearah gadis tadi.

Sang gadis hanya tertawa senang, sedangkan lainnya tertawa kecil melihat interaksi mereka berdua. " Memangnya aku salah, Hentai Ouji " balas gadis tadi dengan sengit, Naruto sendiri hanya mengeram marah. Akhirnya terjadilah perang dingin antara Naruto dan semua anggota OSIS, ' Arigatou minna ' batin Naruto yang melihat tawa lepas mereka semua.

" Jadi Naruto-kun ada usulan ? " pertanyaan gadis Indigo bernama Hinata tadi, membuat semua gadis disana menatap Naruto. ' Oi…Oi…kalian semua menatapku seolah aku pelaku pencabulan..' batin Naruto melihat tatapan menyelidik mereka.

" Matte…Hinata kau tadi bilang kita memiliki sedikit bukti tentang pencuri ini? " tanya Naruto dan dibalas anggukan kecil dari Hinata, " Bisa kau tunjukan padaku ? " tanpa menjawab Hinata segera memproyeksikan hasil risetnya ke dinding putih diruangan itu. " Hemb…Jenis-jenis pakaian dalam, bagaimana membuat seorang pria bergairah dalam hubungan inti- "

" Kyaa….gomennasai, jangan dilihat! " teriak Hinata dengan histeris, ' APA-APAAN ITU TADI! ' batin Naruto yang terbengong mengingat isi dari proyeksi tadi.

" Ne, Hinata bisa aku minta filenya "

" Onee-san, aku mau yang bagian membuat pria bergairah "

" Hinata, aku minta semua file tentang 'itu' "

Terdengar banyak bisik-bisik dari mereka yang mengerubungi Hinata, Naruto semakin syok mendengar suara-suara menyeramkan itu. ' TIDAK! KEPERJAKAANKU TERANCAM ' batin Naruto sambil menutupi 'senjata' nya, sialnya mereka segera menoleh kearah Naruto dan menunjukkan senyum yang sangat manis.

Gluk

" Ano…kita focus dulu ke pencuri itu minna " ujar Naruto dengan sedikit gugup, Kaichou atau Shizuka langsung berdehem sejenak. " Pencuri itu adalah kelas 2, sama seperti kita semua " ucap Shizuka menarik semua perhatian anggotanya.

" Kaichou, apa ada bukti lain yang kita temukan? " tanya gadis berambut cokelat, dengan tubuh kecil tapi propolsional bernama Hyuga Hanabi. " Untuk bukti lain kita belum punya, yang jelas pelakunya adalah gadis dari kelas 2 " balas Hinata dengan cepat.

' Ini sedikit rumit, kenapa seorang gadis mencuri patsun. Dan lagi dia mencuri patsun yang sudah digunakan, apa maksudnya? ' pikir Naruto sambil memejamkan matanya. " Naruto-kun, Daijobou ? " tanya gadis berambut cokelat sepundak dengan wajah imutnya.

Naruto membuka matanya dan menoleh kearah gadis tadi, " Daijobou Matsuri, aku hanya sedang memikirkan motif pencuri itu " balas Naruto sambil tersenyum. " Naruto-kun, jangan terlalu dipikirkan. Nanti kau mengalami Brain Error " ujar Hanabi dengan wajah khawatir.

' Shit! Apa aku sebodoh itu Hanabi ' pikir Naruto dengan kesal, tapi kenyataannya dia sedang menggaruk belakang kepalanya dan tersenyum gugup. " Hah…begini kenapa seorang gadis mencuri patsun dari para gadis di sekolah? " mendengar ucapan Naruto mereka semua segera masuk kemode berpikir.

Naruto menunggu dengan sabar tanggapan mereka semua sambil sesekali menyicipi teh buatan Hinata, " Memangnya ada yang aneh Naruto-kun? " tanya Konan dengan wajah binggungnya. ' GYAH…! BAKA! HOUNTOU BAKA! JELAS ITU ANEH! ' teriak Naruto dalam hati sambil menjambak rambutnya.

Mereka malah memandang Naruto dengan aneh, melihat itu Naruto hanya menatap malas kearah mereka. ' Kenapa aku terjebak dengan orang-orang ini ' kembali Naruto merenungi nasibnya sendiri, " Jelas itu aneh, pasti ada yang dia incar " ujar Naruto masih dengan wajah malasnya.

' Pertanyaannya adalah apa yang dia incar, kenapa harus patsun? ' pikir Naruto sambil menutupi wajahnya dengan tangan, " Kaichou bagaimana sekarang? " atmosfir ruangan itu berubah menjadi serius. Shizuka berpikir dengan keras, mencoba mencari titik terang dari masalah ini.

Naruto masih tetap pada posisinya biarpun begitu dia tetap berpikir. ' Patsun yang sudah di pakai, dan pelakunya adalah gadis. Apa sebenarnya maksud semua ini ' itulah yang terus dipikirkan Naruto, dia mendongak dan mendapati teman-temannya sedang berdiskusi dengan Kaichou mereka.

' Patsun….gadis….apa maksud semua itu ? ' Naruto terus berkutat dengan pikirannya sendiri, entah setan apa yang merasuki Naruto. Dia mengebrak meja dengan sangat keras.

Brak…

" Jangan-jangan dia memiliki dendam " ujar Naruto dengan pelan diakhir, " Tapi dendam kepada siapa? Dan kenapa mencuri pakaian dalam? " tanya Matsuri yang sudah semakin binggung dengan keadaan ini. " Hinata, kumpulkan semua data tentang patsun yang dicuri " perintah Naruto dengan segera di lakasanakan Hinata.

Anrodexnya mulai mengumpulkan data korban pencurian patsun ini, " Dari semua data tersebut, kebanyakan yang diambil adalah patsun berwarna putih polos dan memiliki yang memiliki kain tambahan " ujar Hinata sambil memproyeksikan hasil penelusurannya.

" Ada apa Naruto-kun? " tanya Konan yang melihat wajah gugup Naruto, semua orang disana juga memandang Naruto dengan binggung. " D-Dia…de-dendam…pada-ku "

.

.

.

.

Halo…Halo…gomen kalo jelek, kehabisan ide soalnya. Tugas buat ikut UTS menumpuk, jadi Cuma bisa menyisihkan waktu sedikit.

Oh ya…..Shinobi bakal up agak lama soalnya masih memikirkan Alur cerita buat yang pindah dimensi. Ya biarpun agak sedikit mainstream, tapi saya usahakan bisa berjalan sesuai keinginan kalian.

.

Oke balasan Review desu :

Neko no Kitsune : Yare…yare….persediaan darah cadangan masih banyak jadi tenang aja Neko-san…hahahaha…..yah scene terakhir emang agak gimana gitu…

Tau047 : oke saya usahakan

DeniTria : ne, chapter ini belum sampai penjelasan hubungan NaruShion Cuma sekedar penerusan alur dulu

: Yokai

Miyuki nishikino : Gomen Yuki-san sepertinya chapter ini kurang memuaskan, soalnya ini buat penjelasan Next Chapter biar nggk binggung

Firdaus minato : Arigatou gozaimasu

Pian-sama : oke maksaih pengertiannya Pian-san

Yudha Bagus Satan Lucifer : hehehe….terbawa suasana ya…

Kitsune857 : yah lumayan nggak terduga lah…hehehe

Rais666 : gomen…satu sekolah apa kuat Naruto..?

Rakuta Uzumaki : oke maaf kalo kurang memuaskan

Sinta Dewi468 : maaf sinta-san Cuma kepikiran buat konflik incest…hehehe…maklum sering baca lime/lemon incest…ya mungkin bisa saya bikin OneShot Harem, tapi tidak bisa janji.

DAMARWULAN : untuk musuh mungkin ada, tapi ini Cuma kekuatan manusia jadi nggak ada Shinobi ato apapun itu

.5 : oke

: Yokai desu

The White Anbu : Ano…sepertinya emang agak berlebihan ya…teehee

Jaa…SAYA MOHON KEPADA READER SEMUA! Tolong bantu saya buat Chapter depan ya….imajiner maker saya kayaknya rusak.

Jadi saya menunggu review atau pun PM dari kalian….Arigatou gozaimasu

Yoroshiku Onegaishimasu

Aoi Rin Oukumaru Log Out