2) FIRST REACTION

Bertemu lagi. Sebelumnya maaf kalau misal banyak typo yang bertebaran sana-sini. Dan maaf soal mungkin ceritanya yang membosankan, atau kalimatnya atau alurnya. Karena ini juga masih belajar. Oke s

HAPPY READING.

"Chanyeol! Ada surat untukmu." Teriak ibu Chanyeol dari arah luar. Surat? Chanyeol segera meletakkan PSP-nya dan tetap membiarkannya menyala. Ini adalah pertama kalinya ia mendapatkan surat.

Kenapa warnanya seperti ini. Chanyeol masih menatap heran pada amplop surat yang baru diterimanya. Berwarna pink sangat cerah dan feminim, dan berhias bunga-bunga. Apa ini sebuah surat cinta? Saat Chanyeol akan akan membuka amplop surat itu, matanya menangkap sebuah tulisan kecil dipojok bawah amplop

'From: Bakehyun'

'Eh, siapa itu Baekhyun?'

My Love for You

Main Cast: Chanyeol-Baekhyun

Other Cast: EXO Couple and othe.

Rated T - M

"Aku sangat bingung harus bagaimana mengatakannya. Aku berharap semoga saja Hyung tidak marah saat membaca surat ini. Aku hanya ingin menympaikan yang sebenarnya. Aku adalah pengagummu sejak pertama kita bertemu saat masa Orientasi. Dan setelah itu aku selalu menawasimu. Aku sangat pada kepribadian Hyung. Hyung yang ramah dan baik serta tidak sombong.

Dan sebenarnya aku sedikit malu mengatakan ini. Tapi hyung juga sangat tampan, tinggi dan saat Hyung senyum semakin tampan.

Mian kalau Hyung tidak menyukai aku mengirimkan surat untuk Hyung. Gomawo sudah mau membaca.

~Byun Baekhyun~

Semoga kau masih ingat.

Chanyeol membaca surat yang baru diterimanya. Sesekali bibirnya tersenyum dan tersipu. Apa dia adalah seorang penggemar rahasia Chanyeol. Sesaat Chanyeol merasa melambung, dirinya seolah tidak berbeda dari seorang artis. Chanyeol mulai membaca kembali surat itu.

"Aku adalah pengagummu sejak pertama kita bertemu saat masa Orientasi."

Sejenak Chanyeol mencoba mengingat siapa saja kira-kira yang ia temui saat Masa Orientasi dulu. 'Eh, bukankah aku hanya hadir satu kali saat masa Orientasi. Dan bukankah itu hanya saat upacara pembukaan. Kemudian langsung pulang.' Ah, mungkin dia langsung kagum padaku saat pandangan pertama.

'Aku sangat penasaran dengan Byun Baekhyun.' Monolog Chanyeol.

Chanyeol Pov

Aku sangat penasaran dengan orang ini. Byun Baekhyun, nama yang indah. Muncul dibayanganku seorang yeoja jelita, atau mungkin namja cantik manis dan imut. Aku membayangkannya sambil tersenyum tanpa arah.

Eh? Kenapa aku jadi seperti ini. Mana imej cool ku. Aku tidak boleh terlalu mudah percaya dengan hanya surat gombal seperti ini. Jangan-jangan dia adalah orang yang mukanya jelek dan sangat tidak pantas untukku, jadi dia hanya berani berkirim surat. Dia pikir aku orang bodoh.

Author Pov

Suasana muka Chanyeol berubah kesal. Ia membuangnya surat itu ke tempat sampah. Dan kembali memainkan PSP nya. 'Menggangu waktuku saja' Chanyeol menggerutu sesaat. Chanyeol memulai gamenya. Dia tak bisa fokus. Tiba-tiba hatinya merasa ada yang salah. Ia masih berada dalam pengaruh surat itu. Kenapa rasanya dia masih terbuai dengan pujian itu. Kalimat-kalimat itu terus saja melintas di otaknya. Chanyeol tidak bisa berkonsentrasi dengan PSP nya. YOU LOSE.

"Aish, kenapa aku malah memfikirkan surat itu."

Trakk. Di buangnya stik game lalu menghempaskan tubuhnya di sofa.

"Bagaimana kalau dia bukan orang sembarangan. Bagaiamana kalau ternyata aku menyia-nyiakan kesempatan berharga? Aish, kenapa aku malah berfikiran seperti itu, seperti tidak ada orang lain yang lebih bagus saja." Monolog Chanyeol.

Tetap saja Chanyeol tak bisa melupakan surat itu. Ia terlalu bimbang antara menjaga Imej coolnya dan juga sangat penasaran. Sepanjang malam ia terus saja menimbang-nimbang apakah ia harus memedulikan surat itu. Saat ia berpihak pada ego dan gengsinya, Chanyeol merasa membenci surat itu. Namun itu hanya membuatya semakin tak bisa tidur.

"Baiklah, akan kucoba mencari tahu dulu. Dia pasti satu sekolah denganku."

-o0o-

Senin pagi, dengan sangat tidak biasa Chanyeol berangkat lebih pagi, bahkan terlalu pagi untuk berangkat ke sekolah. Sekolah masih tampak begitu sepi. Hanya ada satpam dan tukang kebun. Hari ini Chanyeol mencoba untuk berangkat lebih pagi demi mencari sebuah nama Byun Baekhyun di setiap absensi kelas. Ia sengaja melakukannya di pagi hari saat yang lain belum berangkat. Akan sangat aneh saat Chanyeol terlihat sedang memeriksa absensi kelas, dimana selama seminggu ini bahkan dia tidak hafal wajah teman sekelasnya. Chanyeol yang cuek dengan urusan sekolah tiba-tiba memeriksa setiap absensi kelas. Terdengar begitu menjijikan baginya.

Dengan semangat kelas demi kelas ia masuki. Mencari buku absensi, menajamkan matanya pada urutan abjad B. Kemudian mendengus kesal saat tak ada satupun nama seperti yang ia cari. Bahkan untuk menemukan marga Byun saja ia belum sama sekali menemukan. Chanyeol mulai lelah. Sudah seluruh kelas siswa tahun pertama, beberapa siswa juga mulai berdatangan. Ia memutuskan untuk kembali ke kelasnya. Koridor sekolah masih hanya tampak beberapa siswa yang rata-rata siswa tingkat 2 dan 3. Karen asram sekolah memang lebih dekat.

"Chanyeol?" Seseorang menyapa Chanyeol dari belakang. Chanyeol menolehkan kepala. Suara itu sangat tidak asing.

"Kriss Hyung?" Benar saja Chanyeol tak asing dengan suara itu. Orang itu sangat dikenalnya.

"Apa ini benar kau?" Tanya Kriss.

"Kau pikir siapa lagi? Wae? Tampan? Memang ada yang lebih tampan dari pada aku?" Tanya balikChanyeol dengan gaya percaya diri tingkat dewa.

"Huh? Kau sudah di sekolah sejak pukul berapa? Dan, sejak kapan kau jadi berbangga diri dengan ketampananmu seperti itu. Kau memang tampan tapi aku masih lebih tampan." Jawab Kriss mode angkuh.

Eh, Chanyeol baru sadar. Selama ini belum pernah sama sekali ia membanggakan ketampanannya, meskipun semua sudah tahu kalau dia tampan.

"Aku berangkat sebelum pukul tujuh." Jawab Chanyeol asal. Ia tidak menyadari kalau itu akan sangat mencurigakan bagi mereka yang mengenal Chanyeol.

"Mwoya? Jinja? Kau berangkat sepagi itu? Apa yang... " Kejut Kriss. Ups! Sepertinya Chanyeol salah ucap.

"Ani. Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya melihat-lihat sekolah saja." Jawab Chanyeol gugup.

"Hmm.." Kriss memanggut-manggut. "Tapi bukankah kelasmu bukan di situ. Tapi tadi kulihat kau keluar dari kelas itu." Lanjut Kriss sambil menunjuk kearah kelas yang baru saja dimasuki Chanyeol. Chanyeol semakin gugup.

"A, aniya. Aku hanya sekedar melihat saja. Mungkin saja kelas itu lebih bagus dari kelasku, dan jika benar aku akan menuntut sekolah ini, karena semua siswa membayar dengan harga sama." Cerita Chanyeol mengada.

"Jeongmalia? Kukira kau tidak peduli dengan urusan begituan. Apa itu bukan untuk memeriksa absensi tiap kelas dan mencari sebuah nama siswa yang kau sukai?" Tanya Kriss dengan tatapan dan senyuman evil. Onyx hitam Chanyeol membelalak lebar. Bagaimana bisa Kriss hyung tahu.

"Eh, Ani. Siapa yang melakukan hal bodoh seperti itu. Kurang kerjaan saja." Jawab Chanyeol berusaha sesantai mungkin agar tak dicurigai. Meskipun sebenarnya Kriss sangat yakin kalau Chanyeol gugup. Apalagi dengan ekspresi matanya yang membelalak seperti tadi.

"Kau benar, hanya orang bodoh yang melakukan hal itu. Baiklah aku akan pergi dan membiarkan seorang yang bodoh melanjutkan kegiatannya." Ucap Kriss santai dengan senyumam kemenangan. Kemudian berlalu meninggalkan Chanyeol yang benar-benar sangat dipermalukan.

"Aish, bagaimana Kriss Hyung bisa tahu?" Monolog Chanyeol. Ia memutuskan segera kembali ke kelasnya. Sebelum tragedi ini berulang lagi.

-o0o-

Chanyeol meletakkan kepalanya dengan malas diatas meja. Sejak pagi para siswa tampak sibuk membicarakan Chanyeol yang mulai tidak terlambat. Untung saja guru pada jam pertama sedang tidak hadir.

Pintu kelas terbuka tampak dua pemuda yang menggantung tasnya sebelah pundak. Memandang temannya sesaat, kemudian mengedarkan mata mencari satu temannya. Keduanya membelalak. Awalnya mereka kira tidak akan menemukan Chanyeol. Tapi bahkan Chanyeol sudah duduk di bangkunya.

"Hai, apa hari ini kau berangkat pagi?" Sapa dan tanya Sehun.

"Ne." Jawab Chanyeol singkat.

"Apa kau sudah berubah menjadi baik?" Kai benar-benar kelewat polos.

"Ya'. Apa kau tidak ada pertanyaan lain yang lebih berkelas setingkat senior high School? Bahasamu sangat kekanakan." Sewot Sehun.

"Aku hanya ingin menjadi polos." Jawab Kai(nama lain Jong In) lebih kekanakan lagi.

"Hah? Apa kau ingin menutupi hobimu yang suka nonton vidio yadong dengan kepolosan yang kau buat-buat? Sangat menjijikan." Balas Sehun.

"Bisakah kalian diam." Chanyeol menginterupsi. Dua sahabat diam. Sebenarnya Sehun sangat penasaran dengan alasan Chanyeol berangkat pagi, sayangnya Kai membuatnya jadi membatalkan niatnya.

"Emm, Apa diantara kalian ada yang mengenal siswa bernama Byun Baekhyun?" Tanya Chanyeol.

"Eh, siapa itu?" Tanya balik Sehun, tidak biasanya Chanyeol bertanya tentang seseorang.

"Apa kau menyukai murid itu?" Tambah Kai.

Chanyeol mengerutkan dahinya. Tidak mungkinlah Chanyeol menyukai orang itu yang bahkan tidak ia kenal, ia hanya penasaran. Ingat hanya penasaran.

"Apa karena itu kau berangkat pagi." Ujar Sehun. Chanyeol sedikit gelapan, persis dengan saat tadi pagi ia bertemu Kriss.

"Tck, bisakah kalian hanya menjawab iya atau tidak!" Protes Chanyeol. Ia memasang wajah garangnya, yang sebenarnya untuk menutupi gelagapnya.

"Ani. Aku tidak mengenalnya." Jawab Sehun santai.

"Nado, aku bahkan belum pernah mendengar marga Byun." Tambah Kai.

Sehun dan Kai tidak mengetahui siapa itu Byun Baekhyun. Bagi Chanyeol cukup masuk akal mengingat status mereka bertiga yang sudah sangat terkenal bahkan hanya dalam waktu seminggu. Kedudukan Kai dan Sehun memang sama dengannya. Tidak begitu mengenal nama-nama siswa. Hanya beberapa siswa yang juga sama tenarnya yang mereka kenal.

-o0o-

Trio itu tampak tengah makan siang di kantin sembari berbincang basa-basi. Sebenarnya bagi mereka bertiga adalah keadaan yang sangat tak nyaman. Terlalu banyak pasang mata yang terus saja mengikuti gerak-gerik mereka. Sesekali para gadis yang duduk tak jauh dari meja Chanyeol, Kai, dan Sehun terdengar tengah memuja ketampanan mereka dengan sangat berlebihan.

Mereka bertiga masih diam sembail memasukkan gulungan ramen masing-masing. Sehun sudah menghabiskan ramennya dahulu sebelum Chanyeol dan Kai. Sehun sempat teringat dengan niatnya untuk bertanya pada Chanyeol tadi pagi. Ditambah lagi ia sempat bertemu dengan Kriss hyung yang dengan yakin mengatakan Chanyeol berangkat pagi karena alasan yang Kriss Hyung yakini dan menceritakannya pada Sehun.

"Yeol! Aku ingin bertanya padamu?" Ucap Sehun membuka percakapan.

"Waegeure?" Jawab Chanyeol sambil membersihkan bibirnya dengan tissu.

"Ini masih soal tadi pagi. Apa benar kau berangkat tadi pagi untuk mencari nama yang kau tanyakan tadi pagi." Tanya Sehun menuntut.

'Darimana dia tahu. Oh NO! Gak boleh sampek ada yang tahu aku sudah melakukan itu.' Batin Chanyeol.

Chanyeol memalingkan mukanya ke sembarang arah yang penting ia harus menghindari kontak mata dengan Sehun sementara. Bisa saja Sehun curiga dengan ekspresinya.

"Oh, Aniya. Mana mungkin aku melakukan hal bodoh itu. Hahahahahahaaa." Jawab Chanyeol dengan tawa yang di buat-buat. Rencana agar meyakinkan Sehun namun malah gagal total. Ini semakin mencurigakan.

"Apa ada yang lucu?" Tanya Kai yang baru menyelesaikan makannya.

"Oh, apa kau pikir lelucon Sehun tidak lucu. Hahahaha (tawa garing) Dia pikir aku datang pagi untuk melakukan hal bodoh dengan memasuki setiap kelas dan memeriksa semua absen hanya untuk menemukan seorang bernama Byun Baekhyun. Lucu sekali bukan. Hahahahaha." Jelas Chanyeol yang terus saja tertawa tidak jelas.

Sehun dan Kai menatap Chanyeol aneh. "Itu tidak lucu sama sekali." Jawab Kai singkat dan mematikan.

"Baiklah lupakan saja hal ini. Ah, Kai bisakah kau belikan kami air mineral? Aku haus." Perintah Chanyeol seenaknya.

"Eh? Na? Wae?"" Tanya Kai.

"Tidak bisakah kau tidak bertanya." Ujar Chanyeol dengan nada ketus. Kai hanya pasrah. Tinggal Chanyeol dan Sehun sedang berbicara basa-basi.

Seorang yeoja cantik tengah berjalan menuju meja kantin yang cukup dekat dengan Chanyeol.

"Hyunie, bisakah kami duduk bersamamu." Ucap Yeoja lain yang tampak berdiri disamping Yeoja canti itu untuk memohon izi.

"Owh, silahkan!" Ucap Yeoja cantik itu.

'Hyun? Byun Baekhyun? Apa itu dia?" Batin Chanyeol. Chanyeol memalingkan wajahnya dan mencari-cari orang yang bernama hyun itu. 'Cantik dan terlihat ramah.'Batin Chanyeol lagi-lagi,

Chanyeol mengambil langkah, ia berdiri dan berniat menghampiri gadis itu. Ia mulai melangkah mendekati meja gadis itu. Setiap pasang mata tampak terus memperhatikan di aman Chanyeol akan duduk. Sehun tercengan dengan apa yang sedang Chanyeol lakukan. Apa dia sedang mencari muka? Uh, tidak berkelas sekali. Mencari muka dengan cara seperti itu. Chanyeol memulai tersenyum pada gadis itu. Hampir semua orang di kantin sedang meleleh melihat senyuman Chanyeol, termasuk gadis yang duduk di depannya. Tiba-tiba 'Eh, bagaimana bisa aku seyakin ini kalau dia memang Byun Baekhyun. Tapi sudah terlanjur duduk, bagaimana ini?'

"Anyeong Oppa." Sapa gadis di depannya dengan malu-maluy centil.

"Oh, ne. Emmm, siapa namamu?" Tanya Chanyeol. 'Kenapa jadi memalukan sekali.' Batin Chanyeol.

'Eh? Untuk apa Chanyeol ingin tahu nama gadis itu? Sangat tidak elit.' Gerutu Sehun dalam hati.

"Omo! Oppa bertanya namaku? Oh,,, Omo! Omo!... kau dengar? Oppa Chanyeol ingin tahu namaku." Ucap gadis itu pamer pada teman-temannya. Bagi Chanyeol itu sangat memuakkan.

"Perkenalkan namaku Kim-

'Benar-benar bukan. Yang ini marganya Kim.'

-SeoHyun. Emm, apa Oppa menginginkan sesuatu dariku." Ucap Seohyun sambil mengibaskan rambutnya seolah untuk menarik perhatian Chanyeol.

"Tidak, aku ada kepentingan, aku harus pergi. Sehun ayo kita pergi." Tukas Chanyeol kemudian berdiri dan menarik lengan Sehun pergi. Benar-benar memalukan, harusnya dia tidak terlalu gegabah seperti tadi.

"Loh Oppa! Apa Oppa tidak penasaran di mana kelasku? Oppa,,Oppa,," Panggil SeoHyun yang malah membuat Chanyeol buru-buru menjauh.

"Di mana Chanyeol dan Sehun?" Tanya Kai sendiri setelah ia kembali sambil membawa tiga botol air mineral.

"Hai, Oppa! Apa Kai Oppa yang tampan ini juga ingin tahu namaku?" SeoHyun menghampiri Kai. Kai menatap heran. 'Eh, siapa dia?' Batin Kai.

"Chanyeol Oppa dan Sehun Oppa sudah pergi. Tapi Kai Oppa tidak perlu khawatir. Aku akan menemanimu di sini." Kata SeoHyun yang makin ke-pede-an. 'Anak ini kenapa sih?' Batin Kai lagi.

"Tidak usah, aku akan pergi." Kai segera berdiri dan meninggalkan SeoHyun yang tampak jengkel.

-o0o-

"Apa yang tadi kau lakukan? Apa kau menyukai gadis itu?" Tanya Sehun buru-buru pada Chanyeol setelah mereka berdua berhenti di koridor sekolah yang sepi.

"Bukan. Bukan dia." Jawab Chanyeol.

"Lalu siapa? Dan kenapa tadi kau tiba-tiba bertanya namanya?" Tanya Sehun.

"Nama panggilannya mirip dengan nama yang tadi pagi ku cari-cari di setiap absensi kelas." Jelas Chanyeol.

"Eh? Kau benar-benar melakukan itu?" Tanya Sehun dengan senyum yang konyol. Ups! Sepertinya Chanyeol salah biacara.

"Ah, tidak..." Sangkal Chanyeol.

"Berhentilah menyangkal dan akui saja. Kau sudah mengatakannya sendiri Chanyeol." Ucap Sehun.

"Baiklah, baiklah. Nanti ikut aku pulang dan akan aku jelaskan." Jawab Chanyeol putus asa. Ia sudah terlanjur mengatakannya dan tidak punya kata-kata lagi untuk menyangkalnya.

"Di sini rupanya kalian. Apa aku ketinggalan sesuatu?" Sergah Kai yang baru saja menemukan keberadaan Chanyeol dan Sehun.

-o0o-

Chanyeol mencari-cari surat yang sudah dibuangnya. Untung saja Ibunya belum membuang isi tempat sampah.

Sehun dan Kai menatap lamat-lamat surat milik Chanyeol. Sesekali membaca ulang dan mengamati amplopnya. Barangkali ada petunjuk lain selain hanya sebuah nama Byun Baekhyun.

Kerut mata Sehun berubah. Ia menemukan satu petunjuk.

"Lihatlah! Apa kau tidak menyadari ini. Dia memanggilmu Hyung. Itu artinya dia seorang namja." Ucap Sehun sambil menunjuk bagian yang mengatakan surat itu memanggil dengan kata Hyung.

"Kau benar. Kenapa aku tidak menyadarinya. Andai saja aku tahu aku tidak akan berurusan dengan perempuan kecentilan itu." Gerutu Chanyeol.

"Apa kau benar-benar begitu penasaran dengan pengirim surat ini. Menurutku bahakan kalimat yang dia gunakan sangat biasa untuk ukuran dari seorang penggemar." Tukas Sehun seolah mengejek penulis surat.

"Entahlah, aku hanya merasa itu terdengar lebih tulus. Dan lebih indah dari puisi mungkin. Dan kaliamat itu terdengar sangat polos." Kata Chanyeol menerawang.

"Sejak kau menjadi melankonis seperti ini." Ujar Sehun.

"Apa itu artinya kau juga menyukaiku? Aku sering menggunakan dan bersikap polos." Tanya Kai dengan senyuman yang di polos-poloskan.

"Itu tidak akan pernah terjadi. Kepolosanmu justru terdengar menjijikkan, itu hanya kepolosan untuk menutupi kemesumanmu. Jangan harap aku menyukaimu." Tegas Chanyeol.

"Kenapa sewot sekali. Lagi pula tipeku bukan rasaksa sepertimu." Ucap Kai lebih sewot.

"Kukira lebih kaun simpan dulu surat ini. Mungkin suatu saat akan berguna saat kau ingin mencarinya lagi." Saran Sehun pada Chanyeol.

"Baiklah, kau benar. Aku tidak seharusnya membuang surat ini. Ini bahkan surat pertama yang kuterima sepanjang hidupku." Terang Chanyeol.

"Tunggu dulu, bagaimana kalau surat ini salah alamat. Bagaimana kalau ternyata surat ini untuk orang lain. Mungkin Kriss Hyung atau Appamu. Mereka juga tinggi dan tampan, dan mereka lebih baik hati dari pada kau." Sangkal Kai.

"Kau benar juga. Mungkin saja seperti itu." Sehun mendukung Kai. Chanyeol tampak jengkel.

"Appa sudah punya istri. Dan dia bilang dia bertemu saat masa Orientasi bukan, apa Appaku sedang bersekolah. Dan Kriss Hyung berniat tinggal di sini hanya satu malam." Sangkal Chanyeol.

Sehun dan Kai memanggut-manggut.

"Bagaimana kalau ternyata itu untukku. Bukankah aku juga tampan tinggi dan baik hati." Sehun ber-argument tentang dirinya dengan sangat percaya diri.

"Atau mungkin untukku." Sahut Kai.

"Mana mungkin untukmu. Kau tidak lihat disini di tulis 'dan saat Hyung senyum semakin tampan.' Dan saat kau tersenyum kau terlihat makin mesum." Jawab Sehun disusul dengan tawanya dan Chanyeol.

Kai menggerutu sendiri. Selalu saja seperti itu. Padahal dia hanya melihat vidio mesum itu sebayak dua sampai empat kali tiap harinya.

-o0o-

Jam sudah menunjuk pukul sepuluh malam. Rembulan telah bersarang dan bermanja bersama bintang. Menghias langit malam dengan begitu anggun dan mewah. Angin malam berhembus dingin melewati setiap lekuk ranah malam. Mengelus dedaunan, membelai lembut hewan yang tengah terlelap, dan memasuku sebuah kamar yang tengah terbuka jendelanya. Menghampiri seorang pemuda tampan yang bersibuk diri dengan kertas yang sesekali ia buang.

Sudah dua bulan sejak Chanyeol menerima surat itu. Ia berfikir mungkin akan ada surat lagi yang datang dari orang yang sama. Tapi itu sama sekali tidak datang. Chanyeol berfikir mungkin ia harus membalasnya terlebih dahulu. Sayangnya ia sama sekali tak pandai membuat kaliamat. Chanyeol sudah menulis bekali-kali tapi selalu saja ia merasa hasilnya sangat buruk.

"Kenapa susah sekali. Apa aku tidak perlu membuat kalimat yang indah. Mungkin cukup seperti dia yang menulis dengan kalimat sangat biasa. Baiklah akan ku coba." Monolog Chanyeol.

Akhirnya setelah dua jam Chanyeol telah menyelesaikan suratnya. Sayangnya ia bahkan tidak tahu dimana alamat Byun Baekhyun itu. Chanyeol membanting kepalanya ke meja belajarnya.

"Bagaimana bisa aku tidak memikirkan alamatnya. Mana bisa terkirim kalau begini."

-o0o-

Di Lain Kota

"Baekhyun, aku ingin memberitahumu sesuatu. Tapi mungkin kau akan sedih." Ucap minseok sesaat menghentikan memakan bakpao.

"Apa? apa itu tentang Kriss Hyung. Aku merasa sudah tidak terlalu menyukainya lagi. Surat yang kukirim bahkan tidak sama sekali dibalasnya. Dan mungkin aku sudah melupakan perasaan itu. Sudah dua bulan lamanya aku tidak pernah bertemu lagi." Jelas Baekhyun.

"Itulah yang ingin kuberi tahu. Ternyata Kriss Hyung bersekolah dan tinggal di sekolah asrama. Pantas saja dia tidak membalas suratmu. Mungkin saja dia bahkan tidak menerima dan membaca surat darimu." Terang Minseok.

"Ukh!" Baekhyun tersedak karena terkejut dan segera mengambil air minum untuk meredakan sakitnya.

"Jinja? Pantas saja." Ucap Baekhyun.

"Dan berita lainnya adalah. Jongdae Hyung bilang kalau Kriss Hyung sudah memiliki pacar sebelumnya yang tinggal China." MinSeok berujar pelan takut menyakiti sahabatnya. Raut muka Baekhyun berubah. Dia kecewa tapi tidak terlalu menyakiti hatinya.

Baekhyun menarik nafas dalam dan menghembuskannya pelan, ia berusaha tersenyum. Baekhyun sadar Kriss Hyung memang pantas sudah memiliki kekasih. Dirinya sangat tampan.

"Owh." Jawab Baekhyun singkat. Dan kembali meneruskan makannya.

"Kau baik-baik saja?" Tanya MinSeok.

"Gwenchana. Sebenarnya aku sudah menduganya. Kriss Hyung sangat tampan. Tidak mengherankan kalau dia sudah memiliki kekasih. Lagipula kau tahu bukan kalau selama ini sebenarnya Kriss Hyung tidak pernah memandangku lebih. Hanya saja aku yang terlalu percaya diri. Saat dulu dia berlaku baik padaku mungkin karena sudah sifatnya yang ramah. Tapi aku justru menganggapnya berlebihan. Gumawo sudah memberitahuku. Itu akan membuatku semakin mudah melupakan Kriss Hyung." Jelas Baekhyun dengan halus. Ia memang kecewa namun memang begitulah pada kenyataannya.

"Besok hari libur bukan. Bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan?" Tanya Baekhyun pada Minseok. Mungkin ia perlu sedikir refreshing.

"Itu ide bagus. Bagaimana kalau kita pergi ke MyeongDong. Aku ingin membeli sesuatu yang bagus disana." Usul Minseok.

"Wah, daebak. Usul yang tepat. Sudah lama aku tidak kesana." Baekhyun bersorak gembira. Benar-benar melupakan kekecewaannya.

-o0o-

'Hai Chanyeol. Besok hari libur bukan. Bagiamana kalau kau ikut bersamaku.' Ucap sesorang yang berada disebrang telepon Chanyeol.

"Untuk apa? Aku mungkin akan bermain dengan Sehun dan Kai. Kenapa Hyung mengajakku. Tidak biasanya." Jawab Chanyeol

'Benarkah? Tao kekasihku akan datang besok. Dia bilang kalau kau mau diajak dia akan membelikan semua yang kau mau.' Kriss mengiming-iming.

"Jinja? Panda itu akan datang? Baiklah kita akan kemana?" Jawab Chanyeol bersemangat. Chanyeol akan selalu semangat saat Huang Zitao, kekasih Kriss Hyung itu datang. Dia pasti akan banyak membelikan Chanyeol sesuatu.

'Myeongdong. Kudengar barang di sana banyak yang bagus.'

"Baiklah."

Bersambung...

Maafkan kalau membosankan. Maklumlah masih pemula ini. Tolong kasih sarannya ya. Makasih juga untuk yang sudah men-Fav ff abal ini. Dan saya berharap untuk Riview-nya.

Jeongmal Gomawo.

See you

{Jangan lupa para EXO-L, Army, mem Vote idolanya masing-masing di MAMA Award.}