'Hai Chanyeol. Besok hari libur bukan. Bagiamana kalau kau ikut bersamaku.' Ucap sesorang yang berada disebrang telepon Chanyeol.

"Untuk apa? Aku mungkin akan bermain dengan Sehun dan Kai. Kenapa Hyung mengajakku. Tidak biasanya." Jawab Chanyeol

'Benarkah? Tao kekasihku akan datang besok. Dia bilang kalau kau mau diajak dia akan membelikan semua yang kau mau.' Kriss mengiming-iming.

"Jinja? Panda itu akan datang? Baiklah kita akan kemana?" Jawab Chanyeol bersemangat. Chanyeol akan selalu semangat saat Huang Zitao, kekasih Kriss Hyung itu datang. Dia pasti akan banyak membelikan Chanyeol sesuatu.

'Myeongdong. Kudengar barang di sana banyak yang bagus.'

"Baiklah."

My Love For You

Cast: Chan-Baekh

BoyxBoy

Rate T M

Typo bertebaran

"Tao Hyung memang daebak. Sekarang kita akan kemana? Bisakah kita makan aku sangat lapar." Ujar Chanyeol.

"Baiklah." Jawab Zitao, yang sejak tadi terus daja menuruti apa kata Chanyeol. Chanyeol sudah seperti anak yang manja minta ini itu. Memilih barang-barang yang dirasanya bagus bahkan sebenarnya itu sangat tidak penting untuk Chanyeol. Misal saja topi dengan model dan ukuran yang sama dengan yang sudah Chanyeol miliki di rumah. Tao sendiri belum melihat hal yang menarik baginya. Kriss hanya bisa mendengus lesu. Sebenarnya siapa kekasihnya di sini. Kriss memang tidak terlalu menginginkan barang atau apa. ia sudah cukup merindukan Zitao. Tapi malah ia yang banyak diabaikan.

"Kenapa terus saja Chanyeol kau turuti. Aku bahkan belum dapat apa-apa darimu." Protes Kriss saat mereka bertiga sudah duduk di bangku restoran mewah.

"Salah sendiri Kriss hyung mengajakku." Ejek Chanyeol.

"Aku mengajakmu karena keinginan Tao. Siapa juga yang mau pergi bersama anak manja sepertimu." Ucap Kriss kesal.

"Tenang saja Kriss, aku akan pulang ke China seminggu lagi. Dan kau masih liburan sekolah kan." Tenang Tao pada Kriss.

"Bisakah kau pindah ke Korea? Aku sangat ingin sering bertemu denganmu." Ucap Kriss.

"Aku juga menginginkannya. Tunggulah saja." Ujar ZiTao pada Kriss.

"Aku merindukanmu." Sahut Kriss.

"Aku juga." Jawab Tao. Kriss menghapus jarak antara dirinya dengan Tao. Ia memegang pundak pandanya, dan perlahan mendakatkan wajahnya sampai mereka bisa saling merasakan nafas masing-masing. Kriss menikmati sejenak hembusan nafas Tao kemudian memejamkan matanya dan menmpelkan bibirnya pada bibir Tao. Kriss melumat pelan bibir bawah Tao, meluapkan semua kerinduannya pada panda yang sangat dicintainya.

Chanyeol diam melongo. 'Kenapa mereka melakukannya di depanku?' Batin Chanyeol. Chanyeol memilih fokus pada ponselnya dan terus menguploade foto yang baru diambilnya beberapa saat tadi. Uh, ciuman itu belum berakhir juga. Chanyeol memalingkan wajahnya ke arah jendela. Matanya menangkap dua orang namja yang sama-sama cute sedang membawa boneka. Menggemaskan sekali. Tck, sepertinya ciumannya sudah selesai.

Tao melepaskan pagutan bibirnya dengan Kriss. Huh, huh, huh, meraup banyak nafas setelah harus menahan nafas saat Kriss menciumnya lembut sampai beberapa menit.

"Kenapa melakukannya di sini?" Ucap tau dengan bibir cemberut yang makin membuat Kriss gemas.

"Wae?" Tanya Kriss.

"Banyak Orang di sini." Ucap Tao.

"Aku setuju dengan Tao hyung. Kenapa Kriss hyung tidak bisa menahan nafsumu sebentar." Protes Chanyeol.

"Tidak, hanya ada sedikit orang di sini. Lihatlah!" Ucap Kriss sambil mengadarkan matanya ke seluruh ruangan restoran yang memang tak begitu ramai. Gerak bola mata Kriss berhenti sejenak, ia melihat sosok yang tampak tak asing baginya.

-o0o-

"Minseok, Apa kau tidak ingin membeli boneka bebek ini? Ini sangat lucu. Kudengar JongDae hyung menyukai hal yang berbau bebek." Baekhyun bersaran pada Minseok. Mereka sedang berada di toko boneka. Saat Baekhyun tengah berjalan-jalan manatanya menangkap boneka panda yang sangat lucu. Baekhyun sebenarnya tidak terlalu menyukai boneka, tapi tidak salah mungkin kalu ia memiliki satu saja. Dan jadilah mereka berdua sedang berada dalam toko boneka.

"Dimana? Aku akan membelinya. Mungkin saja Hyungku menyukainya." Jawab Minseok.

"Ini." Baekhyun memberikan boneka bebek kuning yang dia maksud pada Minseok.

"Wah, daebak . ini sangat lucu. Kalau Hyungku tidak mau aku akan memilikinya sendiri." Seru Minseok.

Setelah mereka membeli boneka. Baekhyun dan Minseok kembali berjalan-jalan melihat-lihat barang yang menurut mereka bagus kemudian membelinya, atau hanya sekedar berfoto bersama barang itu. Dan waktu sudah tengah hari. Matahari terassa panas menyengat.

"Baek, apa kau tidak lapar atau haus?" Tanya Minseok yang mulai merasa lapar.

"Kau benar, aku juga haus. Kita cari tempat makan." Jawab Baekhyun.

Baekhyun dan Minseok berjalan beriringan sambil sesekali berguarau dan tertawa. Baekhyun memasuki rumah. Matanya mengedar melihat suasana ruangan yang tampak menyegarkan. Deg. Dua orang namja sedang bercuman. Baekhyun memperhatikan sejenak dua orang yang tampak sedang menikmati kemesraannya. 'Apa tidak ada tempat lain selain di sini?' Batin Baekhyun.

Ciuman itu terlepas. Baekhyun mulai mencari tempat duduk bersama Minseok. Ia menengok kembali meja orang yang sedang berpagut bibir tadi. Pupil matanya menyipit, salah satu dari dua namja itu sedang menoleh ke arahnya dan itu adalah Kriss Hyung. Salah satu orang yang tadi sedang berciuman mesra adalah Kriss Hyung. Baekhyun tidak harus kecewa. Ia hanay mendengus kecil. Apa yang Minseok katakan sepenuhnya benar dan Baeknhyun tidak berharap itu kebohongan. Selama ini Kriss hyung juga tidak pernah memberikan sedikitpun harapan padanya. Kriss tampak tersenyum dan melambaikan tangan pada Baekhyun dan Minseok, tampak seolah menyuruh mereka untuk kesana.

"Baek, bukankah itu Kriss Hyung, dan dia memanggil kita. Sudahlah lebih baik kita ke sana. Sepertinya dia bersama kekasihnya mungkin." Ujar Minseok. Ia berkata seperti itu karena sebenarnya sejak tadi dirinya juga melihat adegan Kriss Hyung. Namun ia hanya diam saja.

-o0o-

'Bukankah itu Baekhyun dan bersama dengan temannya.' Batin Kriss.

"Kau melihat siapa?" Tanya Tao yang melihat ekspresi Kriss seolah menemukan sesuatu.

"Ada temanku dari sekolah lamaku." Jawab Kriss singkat. Berusaha mengabaikan Baekhyun.

"Bagaiman kalau kita ajak bergabung saja. Biar aku yang membayar makan mereka juga." Usul Tao. Selalu saja Tao tidak pernah perhitungan masalah uang.

"Wah, daebak! Tao hyung benar-benar baik. Tidak seperti Kriss hyung." Sahut Chanyeol. Kriss mendengus kesal.

"Baiklah akan kupanggil mereka." Kriss membalik badannya dan melambaikan tangan saat Baekhyun dan temannya menatap kearahnya. Ia melambai dengan senyuman seolah menyuruh mereka kearahnya. Benar saja, Baekhyun dan Minseok tampak berdiri dan mengambil langkah kearhnya.

Perlahan Baekhyun dan Minseok mendekat ke arah meja Kriss yang ternyata ditempati tiga orang. Satu orang adalah yang tadi berciuman dengan Kriss. Wajahnya sangat imut dan kantung matanya membuatnya tampak mirip seperti panda. Yang satu lagi seorang pemuda yang sedang berfokus dengan ponselnya. Baekhyun tak bisa melihat wajahnya dengan jelas.

"Hai, lama tidak bertemu. Duduklah bersama kami." Ucap Kriss.

"Iya, kami akan membayar makananmu. Kalian temannya Kriss bukan?" Tambah pemuda panda itu. Baekhyun dan Minseok menatap heran.

"Iya kami berdua teman lama Kriss Hyung. Dia Sunbae kami dulu. Tapi untuk apa anda mentraktir kami. Kami akan membayarnya sendiri." Jawab Baekhyun sesopan mungkin.

"Ku mohon. Duduklah terlebih dahulu aku akan memperkenalkan diri." Pinta Tao pada dua orang teman Kriss. Baekhyun dan Minseok mengambil tempat duduk di meja Kriss. Baekhyun duduk berhadapan dengan pemuda yang sedang bermain ponsel tadi. Sementara Minseok dihadapan Zitao.

"Perkenalkan namaku Huang ZiTao. Aku berasal dari China, dan Kriss adalah kekasihku. Aku yakin dia pasti tidak pernah bercerita." Jelas Tao memperkenalkan diri. Dugaan Baekhyun benar.

"Owh, Anda kekasih Kriss hyung. Nama saya Kim MinSeok. Senang bisa bertemu dengan anda. Dan untuk anda ingin membayar makanan kami." Jawab Minseok dahulu.

"Hehee, sebelum itu kalian tidak perlu berbicara sesopan itu. Anggap saja ini sambutan dariku. Aku belum pernah mengenal satupun teman Kriss, hanya dia yang kutahu orang sekitar Kriss. Tidak salah bukan kalau aku menyambut kalian dengan makanan. Kumohon terimalah." Pinta Tao lagi. Kriss hanya diam sesekali tersenyum. Ia sendiri sebenarnya tidak terlalu akrab dengan Baekhyun dan temannya.

"Baiklah kalau begitu terimakasih banyak. Dan perkenalkan namaku Byun Baekhyun." Sahut Baekhyun. Kekasih Kriss Hyung sangat baik. Dan sangat pantas jika bersanding dengan Kriss Hyung yang sama-sama baik. Baekhyun harus benar-benar menghapus perasaannya.

-namaku Byun Baekhyun." Chanyeol berhenti dari ponselnya. Apa dia tidak salah dengar. Pemuda itu bernama Byun Baekhyun. Bukankah itu adalah nama yang sama. Apakah dia adalah orangnya. Atau hanya namanya saja yang sama. Apakah dia memang orangnya, lalu kenapa harus mengirim surat untukku. Apa mungkin yang dikatakan Sehun benar kalau surat itu bukan untuknya tapi untuk Kriss hyung. Hati Chanyeol tiba-tiba merasa kecewa. Sepertinya surat yang selama ini terus saja fikirkan bukan ditujukan untuknya. Chanyeol tiba-tiba menjadi kesal pada Kriss Hyung. Dan itu juga terlihat dari sorot mata Baekhyun yang tampak sedikit suram. Sangat kentara ia sedang cemburu.

"Nama yang bagus. Dan kau sangat manis dan lucu. Aku menyukaimu." Ucap ZiTao spontan saja.

"Yach, apa kau sudah tidak menyukaiku lagi?" Kriss mendengus kesal dan menghentikan makannya.

"Bukan begitu. Aku menyukainya karena wajahnya sangat manis. Tapi aku tetap mencintaimu sayang." Ucap Tao sambil menatap imut ke arah Kriss.

"Jinja. Sun?" Kriss tersenyum kemudian memberikan pipinya ke arah Tao.

Cup. Tao mencium pipi Kriss dihadapan banyak orang. Baekhyun menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya pelan. Ia tidak menyangka kalau akan melihat kemesraan daro orang yang pernah ia sukai. Minseok menatap sendu ke arah sahabatnya, berharap Baekhyun baik-baik saja. Chanyeol menatap tak suka pada sikap Kriss yang manja pada kekasihnya di depan banyak orang.

"Tidak bisakah kalian melakukannya di tempat lain." Protes Chanyeol.

Tao hanya memasang sedikit cengiran pada Chanyeol.

"Oh, Baekhyun, Minseok, perkenalkan juga yang itu namanya Chanyeol. Dia sepupupku." Kriss mulai mengambil bicara. Baekhyun dan Minseok hanya mengangguk-angguk. Chanyeol tampak tak suka dengan Ekspresi biasa itu. Terutama pada Byun Baekhyun.

"Ya'. Kau Byun Baekhyun bukan. Apa kau tidak ingin bertanya tentangku. Kau tahu? Aku juga tinggi dan tampan. Lebih tampan dari pada Kriss Hyung. Dan kurasa aku juga baik." Tukas Chanyeol sambil berdiri seolah memamerkan tinggi tubuhnya, kemudian duduk kembali. Baekhyun menatap heran. Kelakuan pemuda itu lucu sekali. Di susul dengan tawa semua yang duduk di situ.

"Hei, kenapa kau kekanakan sekali?" Ucap Kriss yang masih cekikikan menertawakan kelakuan Chanyeol yang tak biasa. Chanyeol baru menyadari kelakuannya. Dirinya terlalu kesal sampai-sampai dengan percaya diri melakukan hal yang sangat memalukan.

'Aish, kenapa malah seperti itu. Dia malah justru mentertawaiku. Kau pikir lucu? Dasar Byun Baekhyun menjengkelkan. Tapi dia terlihat lebih manis saat tersenyum dan lihat mata sipitnya. Oh itu sangat menggemaskan sekali.' Batin Chanyeol.

"Lupakan saja." Chanyeol mendengus kesal.

-o0o-

Mereka berlima menikamati makanan dengn hikmat. Sesekali Tao mengajak bicara pada Baekhyun dan Xiumin.

"Kalian berdua sangat lucu dan imut. Apa kalian bersaudara?" Tanya Tao yang baru saja menyelesaikan makannya.

"Tidak, kami hanya teman dekat." Jawab Xiumin.

"Aku mengenal dirimu, kau adiknya Jongdae bukan?" Tanya Kriss. Dirinya memang kerapkali bertemu dengn Xiumin saat bermain ke rumah JongDae temannya.

Xiumin hanya mengangguk sambil tersenyum lucu. Baekhyun masih meneruskan makannya. Sesekali ia menatap tiga orang didepannya. Kriss, sepertinya Bakehyun memang bukan untuk Kriss. ZiTao, kekasih Kriss. Dia orang yang sangat beruntung dan sepertinya sangat baik. Sangat tidak pantas kalau Baekhyun marah dan kecewa jika Kriss bersanding dengan ZiTao itu. Orang ketiga, 'Eh, siapa tadi namanya? Kelakuannya tadi sangat lucu.'Batin Baekhyun sambil tertawa kecil, masih dalam keadaan memandang ke arah Chanyeol. Chanyeol menyadari hal itu. Ia mulai merasa tak nyaman jika ditertawakan diam-diam seperti itu.

"Wae? Kau mentertawakanku?" Protes Chanyeol spontan menegakkan punggungnya dan menatap kesal ke arah Baekhyun. Baekhyun jadi gelapan.

"Maaf, tidak ada. Hanya saja sikapmu yang tadi." Jawab Baekhyun masih tertawa kecil.

"Ish." Chanyeol mendengus kesal. Dia benar-benar kesal dengan Byun Baekhyun.

Sikap Chanyeol benar-benar lucu menurut Baekhyun. Ia semakin tertagih untuk untuk menggoda Chanyeol.

"Mianhe, aku tidak bermaksud seperti itu. Apa kau mau boneka panda ini." Baekhyun menunjukkan boneka panda yang baru dibelinya ke hadapan Chanyeol sambil memasang aegyo yang sangat imut tingat dewa. Tidak akan ada yang bisa menolak mau Baekhyun kalau sudah begini.

Chanyeol menelan susah ludahnya. 'Apa yang dia lakukan. Wajahnya kenapa manis sekali. Aku benar-b enar jadi tidak tahan untuk meremasnya.'

"Owh, tidak perlu, aku tidak menyukai boneka. Berikan saja pada Tao hyung. Dan singkirkan wajah jelekmu itu!" Jawab Chanyeol ketus.

"Apa kau menyukai boneka?" Tanya Baekhyun pada Tao. Tao hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.

"Kalau begitu ini untukmu!" Ucap Baekhyun langsung saja memberikan boneka pandanya pada Tao.

"Jinja?"

"Ambilah, aku juga bukan penyuka boneka. Dan anggap ini sebagai tanda terimakasihku atas makanannya. Kumohon terimalah." Lagi-lagi Baekhyun memasang aegyonya.

"Baiklah, terimakasih banyak. Ini sangat lucu dan aku menyukainya." Ucap Tao.

"Itu mirip sepertimu." Puji Baekhyun.

Sedari tadi Kriss hanya memperhatikan setiap percakapan Baekhyun dan Tao juga Chanyeol. Sesekali Kriss tampak menimbang kecocokan antara Baekhyun dan Chanyeol. Terlintas sebuah ide di otaknya.

"Ah, Minseok, apa kau akan ada acara liburan ini?" Tanya Kriss pada Minseok. Minseok sedikit terkejut.

"Sepertinya Hyungku akan mengajak pergi bersama ke rumah kakak tertua kami." Jawab Minseok. Sebenarnya Kriss sudah mengetahui rutinitas Jongdae yang akan pergi kerumah saudara tertuanya bersama adiknya saat liburan. Hanyalah sebuah trik agar terlihat natural. Kriss hanya ingin membuat Chanyeol dan Baekhyun pergi bersama.

Flashback

"Sehun-ah. Aku ingin bertanya sesuatu padamu. Kau teman baik Chanyeol bukan?"

"Iya. Wae?" jawab Sehun.

"Akhir-akhir ini aku melihat dirinya kap Chanyeol yang sedikit berubah, dirinya makin sering berangkat sekolah lebih pagi. Dan seperti sedang mencari seseorang. Eommanya juga bilang akhir-akhir ini dirinya sering menanyakan tentang surat-surat yang datang. Apa kau tau sesuatu."

Sehun menceritakan semua pada Kriss tentang sebuah surat yang datang beberapa waktu lalu ke rumah Chanyeol.

Minggu selanjutnya Kriss berkunjung ke rumah Chanyeol untuk mengetahui surat itu. 'sepertinya dia menyukai orang i ni.'

Flashback end

"Bagaimana dengan mu Baekhyhun?" Tanya Kriss pada Baekhyun.

"Aku mungkin akan pergi ke suatu tempat. Hampir sama dengan Minseok, keluargaku akan mengajakku jalan-jalan."

'Sayang sekali' Batin Kriss.

-o0o-

"Dasar menyebalkan! Kau sudah benar-benar mempermalukanku. Dan kenapa wajahmu sangat imut seperti itu." Monolog Chanyeol pada dirinya sendiri. Sambil menunjuk dan menatap surat dari Baekhyun.

Masih melekat kuat dalam ingatan Chanyeol bagaimana wajah cantik dan imut Baekhyun. Membayangkan kembali saat bagaimana jemari lentik itu menyodorkan panda kepadanya disertai aegyo yang benar-benar menggemaskan. Itu benar-benar menarik.

Chanyeol Pov.

Wajah imut itu kenapa tidak bisa hilang dari pikiranku, mengganggu saja. Ini sudah sangat larut tapi kenapa aku bahkan belum mengantuk sama sekali. Bagaimana ini? Bagaimana kalau insomnia? Aku belum pernah tidur sampai selarut ini. Mungkin google bisa membantu.

'Cara cepat tidur nyenyak'

Berbaris-baris link muncul di layar ponselku. Satu persatu kubaca dan kucoba. Mulai dari melelahkan diri sampai saran untuk mendengarkan musik sedih. Tapi bahkan mengantukpun tidak. Tiba-tiba muncul difikiranku.

'Byun Baekhyun'

Nama Lengkap: Byun Baekhyun

Tempat, tanggal lahir:

Bla

Bla

Bla

Sekolah:

Hobi:

Ketertarikan:

Author Pov

Chanyeol terus men-scrol-layar ponselnya sambil asik membaca sejumlah artikel yang ada di blog milik Baekhyun. Detik dan menit terus berlalu, hampir sejam lamanya mata Chanyeol berfokus pada tiap baris kalimat. Perlahan kelopak matanya mulai mengatup-ngatup sesekali. Kepala Chanyeol mulai merendah dan terjatuhlah kepalanya diatas meja tempat ia tadi sedang membaca.

-o0o-

Sinar mentari mulai menerobos masuk jendela kamar Baekhyun. Baekhyun menegakkan tubuhnya, mengusap kedua matanya. Baekhyun menyibakan selimutnya kemudian turun dari ranjang dan berjalan menuju jendela. Ia membuka lebar kedua daun jendela dan merentangkan lebar kedua tangannya, memejamkan mata sembari menyesapi setiap kesejukan pagi yang begitu tenang. Hari ini hari libur. Ada sedikit yang berbeda dari hari libur Baekhyun biasanya. Kali ini Orangtuanya harus pergi ke China untuk urusan perusahaan. Ia mungkin akan menghabiskan liburannya sendiri. Xiumin sendiri sudah dipastikan kerumah kakak tertuanya.

Baekhyun ingin keluar sebentar sambil mencari sarapan. Sangat jarang ia keluar rumah sepagi ini. Sangat berbeda dengan biasanya. Jalanan masih tampak sepi lengang. Mentari masih sedikit menampakkan sinarnya. Di sebuah halte Baekhyun menunggu bus datang sambil memandangi keadaan sekitar. Beberapa orang mulai berdatangan bersama keluarganya. Benar-benar terlihat menyenangkan. Seorang pemuda bertopi sedang membagikan selebaran dan sampai di tempat Baekhyun berdiri, diberikanlah salah satu selebaran yang dibawanya kepada Baekhyun.

"HADIRI PEMERAN DAN SEMINAR DI SEOUL ART CENTER"

'Sepertinya menarik. Aku akan mencobanya'

Bus telah datang. Bersama beberapa penumpang lainnya Baekhyun memasuki bus. Ia mengambil tempat duduk disamping seorang namja lain.

"Hai, selamat pagi." Sapa Baekhyun memecah kecanggungan diantara mereka berdua.

"Hai," Jawab pemuda itu singkat.

"Perkenalkan namaku Byun Baekhyun, aku tinggal di sekitar sini." Baekhyun mencoba mencari topik pembicaraan lain. Pemuda disampingnya tampak manis. Memiliki bibir yang lucu dan mata lebar yang membuatnya semakin imut.

"Oh, namaku Dokyungsoo. Aku bukan sekitar sini. Aku kesini untuk menghabiskan liburan." Jawab pemuda yang menyebut dirinya Kyungsoo. Pemuda itu tampak sedang memegang selebaran yang serupa dengan yang dibawa Baekhyun.

"Apa kau akan hadir di acara itu?" Tanya Baekhyun sambil menunjuk ke arah selebaran yang dibawa Kyungsoo.

"Entahlah, hanya saja aku tidak memiliki teman untuk pergi." Jawan Kyungsoo.

"Bagaimana kalau kita pergi bersama? Kebetulan aku tidak memiliki rencana untuk liburanku." Tawar Baekhyun.

"Boleh juga. Aku akan menghubungimu, bolehkah aku meminta salah satu kontakmu." Ucap Kyungsoo.

"Tentu saja." Baekhyun memberikan kontaknya. Tidak lama bus telah sampai di pemberhentian pertama. Sebuah swalayan, Kyungsoo memamitkan diri pada Baekhyun. Ia sudah sampai di tujuannya. Sementara Baekhyun masih harus menunggu beberapa pemberhentian lagi, tujuannya adalah restoran yang sudah menjadi langganannya delivery.

-o0o-

Park Chanyeol, pemuda itu mulai membuka kelopak matanya perlahan. Setengah trbuka namun kembali memejamkan erat kelopak matanya, cahanya matahari sudah terlalu tajam menyilaukan. Chanyeol segera berdiri dan mengulat merenggangkan setiap ruas tulangnya. Tubuhnya terasa lelah setelah beberapa jam tidur sambil duduk.

'Kling Kling' Bunyi notifikasi Line dari ponsel Chanyeol terdengar.

'Apa nanti sore kau mau menemaniku ke sebuah acara, sebenarnya aku mengajak Sehun tapi dia tidak bisa. Apa kau berminat? Acaranya pukul 3 sore nanti. Aku akan menjemputmu sebelum itu jika kau membalas mau.' Pesan dari Kai.

Sebenarnya tawaran yang cukup bagus bagi Chanyeo mengingat jadwal liburannya yang benar-benar. Memang dirinya sudah terbiasa dengan berdiam di rumah saar liburan. Orangtuanya selalu mengajak Chanyeol ke rumah Kakek-neneknya, hanya saja Chanyeol tidak terlalu suka dengan kehidupan pedesaan. Jadilah dia lebih sering tak ikut dan hanya berdiam di rumah tau sekedar pergi bersama Kai dan Sehun. Mungkin Chanyeol lebih baik mengikuti tawaran dari Kai ketimbang dirinya kebosanan terus-terusan dalam kamarnya.

'Aku akan ikut. Tapi kau bawa mobilmu sendiri, aku tidak suka jika kau mengotori mobilku terus-terusan.'

Send...

Chanyeol segera mengambil handuknya dan berjalan menujuh kemar mandi.

-o0o-

'Kling Kling' notifikasi Line Baekhyun.

'Ini aku DoKyungsoo, sepertinya aku ada waktu untuk acara nanti. Apakah kau juga akan kesana?' Pesan dari Kyungsoo.

Baekhyun membalas pesan dari Kyungsoo dengan semangat. Jari lentiknya menyentuh beberapa kali Touchpadnya.

'Aku juga akan datang. Tapi di rumahku tidak ada kendaran yang bisa kugunakan, mungkin aku akan naik Bus lagi.'

Kirim...

-o0o-

14:30

Tinn Tinn.

"Yach! Park Chanyeol! Bisakah kau sedikit lebih cepat." Kai berteriak dari dalam mobilnya dengan menegokkan kepalanya keluar. Kai begitu bersemangat berangkat ke acara itu. Ada seseorang menurutnya juga akan hadir.

"Semoga dia memang hadir dalam acara kuliner itu." Monolog Kai dalam mobilnya.

Chanyeol baru keluar dari rumahnya. Berbalut dengan celana jeans dan kaos putih kasual dengan sepatu kets coklat dan berpadu dengan topi hitam. Terlihat simpel dan tampan. Ia segera mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi dan menghampiri Kai yang menunggu diluar rumahnya.

"Baiklah, kau duluan aku bahkan tidak tahu dimana tempatnya."

Mereka berdua berangkat.

-o0o-

Dua pemuda mungil tampak tengah berbincang hangat sambil menunggu bus yang akan datang.

"Dimana kau bersekolah?" Tanya Baekhyun.

"Aku bersekolah di HwanSang High School. Dan tinggal di daerah situ." Jawab Kyungsoo. Baekhyun seperti tidak asing dengan nama sekolah itu. Dia seperti sudah pernah mendengar nama sekolah itu. Mukanya mencondong kekanan seolah mengingat sesuatu.

"Wae? Apa ada masalah?" Tanya Kyungsoo yang heran dengan reaksi Baekhyun.

Dan Baekhyun mengingatnya. Itu adalah sekolah yang pernah disebut oleh Xiumin sebagai sekolah Kriss Hyung akan pindah.

"Apa sekolahmu menerapkan asrama untuk siswa tingkat dua dan tiga?" Tanya Baekhyun meyakinkan dugaanya.

"Ya." Jawab Kyungsoo singkat.

"Aku mengenal seseorang yang baru pindah ke sekolah itu. Namanya Wu Yi Fan atau Kriss, apa kau mengenalnya?" Tanya Baekhyun.

"Maaf aku tidak terlalu mengenalnya." Jawab Kyungsoo.

Tiinn, Bbbbbbbbbccccssssshhhhhhhh. Suara mesin Bus yang baru saja berhenti menghentikan percakapan mereka. Baekhyun dan Kyungsoo menempati satu kursi yang bersebelahan.

"Apa kau tahu tentang acara ini." Baekhyun membuka kembali percakapan dengan Kyungsoo setelah beberapa saat mereka diam.

"Iya, sebenarnya aku sudah menantikan acara ini sejak lama." Jawab Kyungsoo.

"Apa kau menyukainya? Bagaiman acaranya?" Ucap Baekhyun.

"Ada sangat banyak acaranya, Kau bisa memilihnya. Hampir setiap tahun acara ini diadakan di tempat yang sama setiap liburan. Aku selalu hadir disana." Ujar Kyungsoo.

"Acara apa yang akan kau pilih?"

"Aku akan memilih sub-kuliner. Aku selalu memilih itu sejak dulu."

"Apa kau suka memasak?"

Kyungsoo mengangguk.

"Daebak, tapi aku tidak terlalu menarik untuk memasak. Apa kau punya saran untukku tentang sub acara apa yang akan kupilih."

"Yang aku tahu disana ada sub-Buku, kemudian Seminar, pameran barang kuno dan musik. Sebenarnya masih banyak tapi aku tidak begitu ingat." Terang Kyungsoo.

Mereka berdua semakin asyik bercakap. Hingga tak terasa mereka sudah sampai di lokasi acara. Begitu banyak orang yang hadir di tempat ini. Seperti apa yang dikatakan Kyungsoo, acara ini tampak begitu meriah. Sepertinya memang sengaja diadakan saat liburan agar pengunjungnya semakin melimpah. Tak hanya anak kalangan pelajar remaja saja yang hadir. Anak-anak kecil hingga kakek tua juga banya yang telah memadati lokasi. Ada juga yang datang beramai-ramai bersama keluarga mereka. Acara ini benar-benar seperti wahana liburan.

"Baekhyun, maaf acara kulinernya akan segera dimulai aku harus segera datang. Apa kau mau ikut denganku atau mencari acara sendiri. Maaf tidak bisa membantumu lebih banyak." Kyungsoo tampak sedikit terburu.

"Tidak, aku bisa sendiri, aku akan mencarinya sendiri. Lagipula aku sudah memiliki kontakmu bukan, aku akan menghubungimu jika kesulitan."

"Baiklah. Aku pergi dulu, berhati-hatilah." Kyungso beranjak pergi dari tempatnya dan Baekhyun berdiri.

Baekhyun memandangi sebentar sekelilingnya., semua tampak bersenang-senang. Ia mulai melangkah mencari sesuatu yang mungkin menariki baginya. Ia mencari tempat papan petunjuk. Tapi terlalu banyak orang yang datang membuat Baekhyun sedikit kesusahan ditambah tinggi Baekhyun yang banyak kalah dengan orang lain.

-o0o-

"Tempat ini sangat ramai, dan kau bisa mencari sendiri bukan apa yang kau mau. Aku akan pergi sebentar. Lagipula kau bawa mobil sendiri dan tahu jalan pulang. Baiklah aku pergi dulu." Ucap Kai pada Chanyeol. Mereka berdua baru saja sampai dan Kai sesuai dengan niatnya ia segera pergi ke tempat kuliner. Menurutnya tidak masalah jika meninggalkan Chanyeol, lagipula dirinya mengajak Chanyeol karena Chanyeol sendiri yang memintanya untuk mengajak ke suatu tempat saat liburan.

"Baiklah, pergilah aku bisa jalan sendiri." Balas Chanyeol. Kai melangkah menjauh dengan sedikit terburu. Mungkin ia akan terlambat.

Chanyeol mulai berjalan sambil mengedarkan pandangannya, kali saja ia menemukan sesuatu yang menarik. Sangat ramai di sini, begitu banyak hiburan yang disediakan. Chanyeol mulai bingung dengan keadaan sekitarnya, akhirnya dia memilih untuk menuju ke sebuah papan petunjuk. Kakinya melangkah mendekat kearah papan yang sedang dikerumuni berpuluh orang. Untung saja dia tinggi menjulang, tidak perlu mendekat untuk melihat papan itu, cukup dengan sedikit berjinjit Chanyeol bisa melihat lumayan jelas. Chanyeol semakin mendekatkan kepala condong kearah papan, padahal kakinya sudah sangat berjinjit tapi kerumunan orang benar-benar sangat banyak.

Tiba-tiba seorang anak berbadan besar yang tengah berlari-lari menabrak keras tubuh Chanyeol. Chanyeol yang sudah menjinjit sangat rentan kehilangan keseimbangannya. Tubuh Chanyeol limbung kearah depan. Beberapa orang segera dengan sigap menyingkirkan diri dari dekat Chanyeol dan menjauh dari papan. Seorang namja yang lebih kecil dari Chanyeol masih tampak berdiridi tempatnya, di depan Chanyeol. Chanyeol menabrak tubuhnya. kedua tubuh namja itu kini dalam posisi akan terjatuh menghantam papan. Tubuh besar Chanyeol segera memutar posisi.

;BRAK. BRUUUUUAAAK!; CHUP!

Suara papan yang menghantam tanah terdengar keras hingga menarik perhatian banyak orang. Chanyeol memejamkan matanya karena takut, tubuhnya bagian belakang menghantam kayu bingkai papan, kepala sedikit terasa perih terbentur sesuatu. Posisinya masih dalam memeluk orang didepannya tadi. Bibirnya terasa basah, sesuatu yang lunak menempel dimiliknya. Perlahan Chanyeol membuka matanya.

-o0o-

Tubuh jakung itu tiba-tiba jatuh dan limbung ke arahnya. Baekhyun ketakutan dan hanya bisa memejamkan mata, sebelum ia merasakan tangan besar yang merangkulnya dan ia jatuh limbung. Baekhyun menanti rasa sakit yang mungkin akan diterimanya. Namun setelah suara keras papan jatuh ia justru merasa terjatuh diatas kasur. Dan bibirnya terasa basah. Perlahan Baekhyun membuka matanya.

-o0o-

Dua-dua nya membuka mata perlahan secara perlahan, saling menatap kearah mata dihadapannya, sedetik, dua detik, tiga detik. Mereka berdua masih saja belum bisa mencerna apa yang terjadi. Dan Baekhyun membulatkan mata sipitnya, menyadari posisinya yang benar-benar intim ini dan terjadi di tempat umum, bahkan saling berciuman. Baekhyun segera mengangkat kepalanya namun belum beranjak dari tubuh Chanyeol.

"Sepupi Kriss Hyung/Byun Baekhyun." Ucap mereka bebarengan.

'Pletak'

"Aw! Wae?" Racau Chanyeol setelah Baekhyun menjitaknya.

"Apa yang baru saja kita lakukan? Apa kita berciuman?" Tanya Baekhyun cepat bernada cemas.

"Molla," Jawab Chanyeol dengan ngambek. " Yach! Tidak bisakah kau menyingkir dari tubuhku, ini berat tau." Rengek Chanyeol karena sejak tadi Baekhyun masih menindihnya. Baekhyun yang tersadar dengan hal itu segera bangkit Dan berdiri.

"Issh," Chanyeol mendesah kesakitan. Dirinya segera bangkit dan hanya sampai terduduk punggungnya sangat sakit. Tangannya memegangi punggungnya dan tangan kirinya memegang bagian belakang kepalanya yang juga perih. Air muka Chanyeol benar-benar menunjukkan kalau dia sedang kesakitan. Baekhyun mulai khawatir.

"Omo! Lihat kau berdarah." Racau Baekhyun saat melihat tangan kiri Chanyeol berdarah. Baekhyun segera mendekat kearah Chanyeol dan memgang tangan kirinya.

"Gwednchana?" Tanya Baekhyun gelisah.

"Badanku rasanya sakit sekali." Jawab Chanyeol pelan.

"Eottohke? Tunggulah sebentar aku akan memanggil ambulans." Baekhyun segera mengambil ponselnya di saku dan mengetik nomor, namun sebelum ia menekan CALL Chanyeol menghentikannya.

"Tidak perlu, apa kau bisa menyetir?" Tanya Chanyeol.

"Ne."

-o0o-

Baekhyun duduk dengan suasana hati khawatir. Ia benar-benar merasa bersalah, orang itu tadi sudah menolongnya tapi Baekhyun malah menjitaknya, dan sekarang dia sedang terluka sampai berdarah. Padahal yang seharusnya ia lakukan adalah berterima kasih. Ditambah lagi dia sepupu Kriss Hyung.

15 menit berlalu. Chanyeol keluar bersama dokter. Ada perban di kepalanya. Sang dokter segera berlalu dan meninggalkan Baekhyun dan Chanyeol.

"Gwenchana?" Tanya Baekhyun cemas.

"Ye." Jawab Chanyeol singkat.

Baekhyun sepertinya tahu kalau suasana hati Chanyeol sedang tidak enak.

"Ehm, Mianhe." Ujar Baekhyun perlahan.

"Ne," Chanyeol masih menjawab dengan muka cemberut, dirinya kini sedang duduk dikursi tunggu sebelah Baekhyun. Chanyeol memang masih kesal dengan Baekhyun. Baru saja kemarin dan sekarang lagi.

Baekhyun semakin panik. "Apa aku harus mengantarmu ke acara tadi atau mungkin pulang? Mianhe." Tanya Baekhyun lagi-lagi memasang aegyonya.

Sesaat Chanyeol terpaku dengan keimutan ekspresa Baekhyun. Namun ia segera tersadar.

'Eh, ya ampun lihatlah itu benar-benar menggemaskan.' Batin Chanyeol sebelumnya.

"Gwenchana, aku akan pulang sendiri." Jawab Chanyeol jutek.

"Baiklah, Mianhe." Lagi-lagi Baekhyun meminta maaf. Chanyeol segera melangkah pergi menjauhi Baekhyun dan menuju tempat parkirnya. Benar-benar mengesalkan baginya. Bukannya menikmati acara yang tadi justru malah mendapat luka gara-gara Byun Baekhyun itu.

Chanyeol mulai menyalakan mobilnya dan berangkat. Dalam perjalanan sesekali ia merasakan ada yang aneh dengan bibirnya. Sesekali Chanyeol mengecap bibirnya, seperti rasa stroberi. Chanyeol mulai mengingat apa tadi pagi ia sarapan stroberi. Dan dia baru teringat kalau tadi sempat terjadi sedikit insiden yang mengakibatkan skinship dengan Baekhyun yang melibatkan kedua bibir mereka. 'Apa dia suka stroberi?' Batin Chanyeol.

Chanyeol Pov

Yang tadi benar-benar mendebarkan bagiku. Wajahku sangat dekat dengan wajahnya, dan jantungku sempat berdetak lebih cepat. Ditambah lagi itu adalah ciuman pertamaku, dan benar-benar terasa manis. Aku tersenyum-senyum sendiri dalam mobil. Wajah imut itu masih saja tergambar dalam ingtanku dengan jelas. Benar-benar menggemaskan, apalagi saat dia sedang memohon, Ya tuhan itu benar-benar membuatku tidak tahan.

Hari masih sore, mungkin aku bisa jalan-jalan sebentar. Mungkin lebih baik aku kembali ke acara tadi. Aku memutar setirku dan mengubah arah. Kenapa tadi tidak sekaliyan mengantarnya saja. Bagaimana dengan keadaanya sekarang. Entahlah aku jadi khawatir padanya. Apa aku harus menjemputnya? Eh, tapi untuk apa. Apa aku sedang menyukai Baekhyun. Oh tidak! Tidak, tidak tidak. Ya tuhan apa yang baru saja kau pikirkan Park Chanyeol. Kau bahkan memuji manisnya wajah Baekhyun dan bahkan merasa senang dengan first kissmu yang direnggutnya. Tidak. Tidak perlu menjemputnya, dia pasti bisa sendiri.

Tak terasa mobilku sudah mendekati acara pameran itu. Pengunjung masih tampak sangat ramai. Aku akan mencoba-bersenang di sini. Tapi, entah kenapa hatiku merasa tidak tenang.

-o0o-

Normal POV

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Acara kuliner telah selesai. Kyungsoo mulai melangkah keluar dari ruangan acara sembari membawa buku resep yang baru didapatnya. Kyungsoo merasa senang karena telah mendapat banyak pelajaran memasak. Ia sangat tidak sabar untuk mencobanya di rumah. Sesaat kemudian ia memutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu.

Di sebuah kafetaria kecil, dirinya sedang menikmati kopi hangat yang terasa pas diminum saat sore seperti ini. Kyungsoo membuka kembali resep makanan yang didapatnya tadi untuk sekedar melihat-lihat.

Seorang namja tinggi dengan kulit tan mendekat kearah Kyungsoo dan sepertinya memang Kyungsoo tujuannya. Pemuda itu duduk semeja dengan Kyungsoo tanpa memohon izin.

"Hai." Sapa pemuda itu. Kyungsoo menghentikan aktivitas membacanya dan memandang pemuda yang duduk di hadapanya. Ia sedikit mengernyitkan dahinya. Sejak kapan pemuda ini ada di sini.

"Dugu?" Tanya Kyungsoo yang memang sangat asing dengan wajah pemuda di hadapannya.

Pemuda dihadapannya memasang wajah bingung. Dia mengira Kyungsoo pasti mengenalnya. Namun dilihat dari ekspresi Kyungsoo, sudah sangat jelas kalau Kyungsoo memang asing dengan wajahnya. Pemuda itu kemudian memasang senyuman.

"Hai, namaku KimJongin atau Kai. Apa kau benar tidak mengenalku?" Ucap pemuda itu yang ternyata adalah Kai.

"Owh, maaf aku memang tidak mengenalmu. Memangnya apa kau mengenalku?" Sahut Kyungsoo.

"Ya, aku mengenalmu. Aku bersekolah di Hwansang High School sama denganmu." Terang Kai. Kyungsoo sedikit kaget dengan informasi kalu pemuda tadi satu sekolah denganya.

Mereka berdua mulai mengobrol lebih hangat. Perlahan Kyungsoo tampak merasa nyaman ada di dekat Kai. Kyungsoo bercerita banyak pada Kai, begitupula sebaliknya. Dan sekarang Kai tahu kenapa Kyungsoo sampai tidak mengenalnya, adalah karena memang sikap Kyungsoo yang pendiam dan menyendiri. Kai sangat berniat menjadi kawan dekatnya. Bahkan ia ingin lebih dari itu. Karena dia menyukai Kyungsoo. Suatu saat Kai ingin mengungkapkannya.

Tak terasa sudah pukul tujuh malam. Dan hujan mulai turun.

"Ini sudah malam dan hujan, apa kau mau kuantar pulang?" Tanya Kai. Kyungsoo sedikit bingung dengan tawarn Kai. Mereka berdua baru bertemu satu jam yang lalu. Tapi Kai sudah sangat baik padanya. Mungkin sebaiknya diterima saja. Sepertinya Kai bukan tipe orang yang tidak baik.

"Ehmm, baiklah." Kyungsoo menjawab dengan canggung. Kai merasa lega dengan jawaban Kyungsoo.

Tiba-tiba Kyungsoo teringat kalau dia datang bersama dengan Baekhyun. Tapi dia juga sudah terlanjur menerima tawaran Kai.

"Tunggu sebentar." Kyungsoo mengeluarkan Ponselnya dan menghubungi Baekhyun. Ia mengambil posisi sedikit menjauh dari Kai.

'Ada apa?'

"Maaf, tapi aku tidak bisa pulang bersamamu. Apa kau mau pulang sendiri."

'Baiklah aku akan naik bus.'

"Tapi ini hujan. Apa kau akan baik-baik saja?"

'Gwenchana'

"sekali lagi maafkan aku."

-o0o-

Hujan sudah mulai deras dan udara terasa dingin. Lokasi acara yang tadinya ramai kini sudah tampak sepi. Chanyeol mulai menjalankan mobilnya untuk segera pulang. Udara sudah benar-benar dingin. Dirinya sudah terlalu seru dengan pertunjukan tadi membuatnya lupa waktu. Perutnya sudah terasa lapar. Chanyeol berharap segera sampai di rumah dan memesan makanan.

Dalam remang-remag dan hanya berandalkan beberapa lampu jalanan dan lampu mobil. Chanyeol dapat melihat seseorang sedang menggigil kedinginan di sebuah halte. Kasihan sekali orang itu. Chanyeol merasa harus menolongnya. Ia mendekatkan mobilnya kedekat halte. Sekarang ia bisa melihat jelas wajah yang kedinginan itu. Byun Baekhyun. Akal Chanyeol berfikir cepat. Ia segera menghampiri Baekhyun yang sudah tampak sangat pucat dan dingin. Chanyeol memakaikan jaketnya ke pundak Baekhyun.

"Gwenchana?" Tanya Chanyeol.

Tidak ada responn dari Baekhyun. Bibir tipisnya tampak membiru dan bergetar. Kulit mukanya telaj pucat pasi. Perlahan matanya mulai menutup perlahan, dan nafasnya sedikit tersengal dan berat hingga akhirnya dia terjatuh. Dengan sigap Chanyeol segera menangkap Bakehyun dan memeluknya erat.

Bersambung...

Terimakasih banyak buat yang kemarin komen, meskipun cuma dikit. dan saya berharap riview dan sarannya lagi...

maaf juga kalau mmbosankan, atau masih kurang baik. memang masih newbi disini.

gumawo

see you