Reborn of The EXO Planet Legend: 12 Guardians

Chapter 11: Special Yadong: Mandi Bersama

SamKang

yakk akhirnya ada sedikit Yadongnya, tapi gak berlebihan yaaa, enjoyy..


"Satu kamar untuk berdua, jadi silahkan kalian memilih kamar kalian masing-masing, semua keperluan sudah tersedia di kamar, sarapan pukul 7 pagi, lewat dari 7.10 kalian tidak akan dapat jatah makanan, jadi lebih baik kalian malam ini tidur cepat, saya tinggal dulu, anyeong" Hyukjae berjalan meninggalkan keduabelas insan yang tampan-tampan cenggo ini.

Kai pun segera menarik D.O "Aku duluan semua, selamat malam".
"Yaa.. Kai, kenapa kau menarikku.?"

D.O pun pasrah ditarik Kai.

"Hmm.. Luhan hyung, maukah kau sekamar denganku?" Tanya Sehun.
"Ahh tentu, ayo kita masuk aku sudah lelah" jawab Luhan

Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar nomor 2, Sehun mengikuti Luhan dari belakang dengan senyum terpampang diwajahnya.

"Tao, ayo"
"Hao gege"

"Chen, kau mau kan tidur denganku?"
"Ya memang aku bisa dengan siapa lagi?"
"Yaa!, jadi kau terpaksa?"
"Ahh tidak Xiuminn sssiii.. Dengan senang hati chu~"

"Yeolli cepatt, aku tak kuat"
"Arraseo, goodnight semua." Chanyeol melambaikan tangan kepada yang lainnya.

"Ehmm.. Sepertinya hanya tinggal kita berdua." kata Lay memulai pembicaraan.
"Ahh iya, hmm.. Lay kau tak masalah kan sekamar denganku?" Suho agak gugup nanya ke Lay.
"Tentu, lagi pula aku tak kenal siapa-siapa disini, aku senang ada kau." kata Lay lalu menatap Suho.
"Ahh benarkah? Ahh hmm.." Suho jadi malu mendengar kata-kata Lay, entah mengapa mukanya memerah, ia tidak sanggup menatap Lay balik.
"Ada apa?"
"Ahh, tidak, aku hanya..." si Suho ngomongnya kelamaan.. "aku hanyaa..."
"Ayolah, aku masuk duluan ya" Lay gak sabar, sepertinya dia sudah terlalu lelah.
"Ahh, tunggu.."

Klekkk, suara pintu tertutup.
"Ahh hyung, maaf menarikmu, tapi aku benar-benar ingin ditemani kau." Kai langsung memeluk D.O
"eehh.. Kaa.. Kaii..ii"
"Hyung, kau tak apa-apa kan?" tanya Kai melepaskan pelukannya, memegang dua lengan D.O lalu menatapnya langsung ke mata D.O
D.O tertunduk, mukanya memerah, diapun menganggukkan kepala.
Melihat tanda persetujuan D.O, Kai pun tersenyumm "ahh Gomawo hyung, kau yang terbaik."

Kaipun melepaskan genggamannya pada D.O, dan berjalan ke arah tempat tidur, "ahh pengatnya, aku ingin mandi" Kai pun melepaskan pakaiannya.
D.O matanya mengikuti gerak gerik Kai, melihat setiap lekukan tubuh sexy Kai. 'Ada apa inii, ahh kenapa Kai membuka bajunya seperti itu? ahh ada apa denganku, kenapa aku tidak bisa memalingkan wajahku dari tubuh Kai?'
Kai menengok ke belakang lalu menatap D.O "Hyungg ayo mandi bersama!"
Brukkk..
"Hyungg ? Kenapa kau? Kenapa kau malah jatuh?" Tanya Kai, menghampiri D.O yang tiba-tiba jatuh pingsan karena ruangan kamarnya terlalu HOT, Kai pun datang dan memeluknya.

Di kamar sebelah, suara shower sudah memenuhi kamar.
Luhan sudah ada dikamar mandi, ia pun menatap ke semua sisi kamar mandi itu, besar sekalii.. padahal cuman kamar mandi doang, lalu Luhan berjalan ke arah pintu lalu menengok keluar kamar mandi.

"Sehun, kau mau menemaniku?"
Sehun yang merasa dipanggil lalu nengok ke arah pintu kamar mandi. "ne? Menemanimu? Mandi?"
"Iyaa, mandi sendiri disini tidak enak, apalagi kalau kamar mandinya sebesar ini, kau harus masuk juga kesini."
"Ahh hyung, serius?" tanya Sehun dengan matanya yang membesar.
"Iya, aku serius cepatlah"
"Dengan senang hati." Sehun langsung bugil siap menerjang Luhan.

"baekki ya, kau mau mandi duluan?"
"Iya" Terlihat Baekki sedang mengambil handuk dan menyiapkan piyama yang tersedia di lemari pakaian.
"Kau tidak mau aku menemanimu?" Goda chanyeol yang sedang tiduran di tempat tidur menatap BAaekhyun yang masih sibuk.
"Ahh sudah terlalu sering, aku mau menikmati kamar mandi ini" Lalu Baekki berjalan masuk ke kamar mandi, "lihatlah, ahh ini nyaman sekali"
"Ayolah baekki, aku mau menggosok punggungmu" Chanyeolpun berdiri mengikuti arah jalan Baekki.
"Tidak perlu yeolli, maaf kau harus keluar, keluar sanaaaa"
"Baekki yaaa, bbuingg bbuingg"
"Sirrrooo !" Dak, pintu kamar mandi tertutup.
"Ahhh jahatnya" Chanyeolpun mempoutkan bibirnya, dan merebahkan badannya ke kasur, "ahh kenapa ruangan ini besar sekali? aku jadi takut."

"Ahh, punggungmu kotor sekali"
"Ya Bakpao, sudah jangan berisik, apa mau kau aku suruh keluar?"
"Yaa ! Jongdae ya ! Kau tega? Siapa yg akan menggosok punggungmu kalau bukan aku?"
"Ahh benarr juga"
"Jadi kau menerimaku mandi bersamamu hanya terpaksa? Karena memang tidak ada orang lain?"
"Ahh bukan begitu Xiumin"
"Kau tegaa.."
"Aniiii..."
"Ahh aku akan keluar"
"Ahh Xiumin ahh"
Chen pun memeluk Xiumin dari belakang, tidak mau Xiumin pergi. Xiumin seperti terkena benih-benih setruman listrik pemikat.
"Xiumin, mianhaee, haruskah aku melakukan gwiyomi untukmu?"
"Baiklah, lakukan sampai angka 10 !"
"Ahh bagaimana aku akan melakukannya?"

"Buka bajumu Tao"
"Hahh? Apa yg akan gege lakukan?" Tao menatap Kris horor
"Kita harus membersihkan badan kita, sudah kau tidak perlu malu-malu panda begitu" (?)
"Ahh gege (•̪ . •̪) "
Saat sudah dalam kamar mandi.
"Ge, bagaimana menurutmu, kau benar-benar akan mengikuti ini"
"Yaa.. Ini sudah ditakdirkan, aku juga penasaran, dan ini pasti akan menarik, memangnya kenapa? Kau tak mau ikut?"
"Selama gege ada disampingku, semua takkan jadi masalah."
"Benarkahh?"
"Iyaaa"
"Taoo, heii lihat ada yang berdiri di bawah sana"
"Yaaa ! Gege, kau cabul."
"Heii enak saja, lihat siapa yg cabul, kau kan yang terangsang, padahal aku hanya menggosok kepalamu"
"Ahh gege, tapi kau malah mengganti topik pembicaraan"
"Memangnya tidak boleh?"
"Ahh gege yaaaa"
Tao maluuuu (ʃ⌣ƪ) :$

"Aku akan mandi duluan ya Suho."
Lay membuka bajunya dan menaruhnya di meja. Suho pun terkagum, dan malah bengong ngeliat badan Lay. 'Sejak kapan badan Lay jadi menggoda seperti ini' Suho bertanya dalam hatinya melihat teman kecilnyaini yang akhir-akhir ini sudah jarang bertemu.

Lalu Lay pun melanjutkan membuka resleting celananya, dan melepaskan celana panjangnya, dan menaruhnya di meja. Terlihat Lay tinggal hanya mengenakan boxer x_x
"Suhoo, ... Suho!... Ya! Suho!"
"Ahh, knp?"
"Kau, melamun?"
"Ahh tidakk"
"Hmm, kalau bgitu aku mandi duluan"
"Ahh.. Lay tunggu"
"Ya?"
"Apa kau perlu bantuan?" Suho agak grogi, mencoba kesempatannya.
"Bantuan ? Ahh.. Aku bisa sendiri kok, tidak perlu repot-repot"
"Ahh.. Benar, hmm oke, hmm baiklah, yahh.. Hmm ahh. Iya silahkan."
"Baiklah, aku mandi duluan ya"
Suhopun menunggu gelisah. setelah 10 menitt menungguu...
"Aku selesai, silahkan kau bisa pakai."
"Ahh baiklah."
Suho menutup pintu kamarmandi,
"Ahhh wanginya harum sekali" iyapun melepaskan semua pakaiannya, dan segera memasuki ruangan shower,
SRASSHHH.. Air hangatpun keluarr.
KREKK DAARRR
Tiba-tiba pintu terbuka
"Ahh sial aku lupa mengunci pintu." Kata Suho, dia pun segera keluar melihat apa yang terjadi.
SRRRR... Suara orang sedang buang air kecil
"Lay?"

Laypun nengok kebelakang, sambil buang air kecil.
"Ahh hyung maaf, aku kebelet pipis" Lay belum memakai baju, dan dia handuk yang iya pakai kini terlepas.
"Ahh .. Ii.. Iyaa , tak a, apa, apa" tiba-tiba detak jantung Suho berdetak kencang.
"Ahh.. Maaf hyung" Lay pun memakai handuk kembali, dan membalikan badannya menghadap Suho."Ahh hyung, sepertinya kau harus kembali masuk ke tempat shower"
"Hah? Apa?"
"Itu, kau belum selesai kan mandinya?"
Kini Suho benar-benar sedang telanjang bulat, cengok akan pemandangan yang baru saja dilihatnya, bagian belakang tubuh Lay yang full naked, namun kini Suho yang menunjukkan tubuh full nakednya, dan ini bagian depan.
"Ahh.. Ahh! iyaa" Suho menutup kemaluannya."Aku akan melanjutkan"
"Ahh maaf sekali hyung"
"Tidak apa-apa Lay"
Kleekkkk Darrr.. Pintu kembali tertutup.
"Ahh sial, ahhh kenapa kau berdiri seperti itu? kenapa kau malah menegangs di depan Lay?, Lay tadi melihatmu! Apakah kau tidak malu?" Suho pun berbicara dengan juniornya sendiri, hari ini sangat menarik.

Kembali ke kamar pertama

Terlihat Kai sudah duduk di dalam bathtub. Terlihat D.O sedang berjalan dengan merasa tidak nyaman ia menutup tubuhnya.

"Hyungg.. Kau tak perlu malu-malu memperlihatkan kemaluanmu, aku sudah pernah melihatnya kok"
"Hah ? Apa? Kapan Kau lihat, dimana?"
"Aku kan selalu memerhatikanmu"
"Yaa Kai ya, kau cabul, pervert"
"Hyungg maaf, sini duduk di depanku, aku bantu menggosok punggungmu."
D.O tidak menjawab, dia langsung duduk di depan membelakangi Kai.
"Hyung jadi bagaimana? Kau pasti akan ikut ini?"
"Ahh sepertinya iya, tidak ada jalan lain, aku harus ikut serta"
"Bagaimana dengan sekolahmu? semua usahamu untuk dapat beasiswa sia-sia dong?"

"sepertinya aku tidak masalah dengan itu, lagipula sepertinya ini ada kaitannya dengan ayahku."

"ayahmu? hubungan apa?"

"ayahku pekerja tambang, 10 tahun lalu dia meninggalkan karena ledakan tambang, penyebabnya masih belum diketahui. Bahkan mayat para pekerja tambang tidak pernah ditemui"

"aku tau tentang itu, tapi apa hubungannya?"

"yahh bukankah aneh? aku curiga ini salah satu pekerjaan sang Kegelapan."

"ohh begitu" Kai pun gak tau mesti ngomong apa, dia tidak punya katakata yang dapat menenangkan D.O, lalu Kai berkata lagi "Hyung, apapun yang akan terjadi aku akan selalu mendukungmu hyung, aku akan membantu mencari ayahmu."

"sungguh? gomawwoo kaii.." D.O hampir menitikan air matanya, ternyata masih ada yang peduli dengannya, selama ini D.O hidup susah, karena ayahnya sudah tiada, dan dia jadi penyendiri, hanya Kai dan Sehun lah teman setianya, itupun mereka bertemu karena orangtua mereka saling kenal.

"sama-sama hyung, apapun untukmu" Kata Kai, D.O jadi maluu

"hyung, Performance mu tadi sangat baik, kau kuat sekali."
"Ahh tidak, itu karena tadi aku melihatmu terjatuh sakit, eehhh..."
"Hahh jadi hyung juga peduli denganku? Karena orang itu menyakitiku, kau jadi marah? Benarkan?"
"Yaaaa ! Jongin yaa, berhenti menggodaku.."
"hhaha arra arraseo..." Kai tersenyum, entah itu senyum kegeeran , atau senyum kemenagan.
"Kau sendiri bagaimana?" D.O angkat bicara

"tuhkann kau peduli denganku"

"tentu saja, masa aku tidak perduli? teman macam apa aku" D.O berusaha mengatakannya senormal mungkin, menahan detak jantungnya yang kencang.
"Aku baik-baik saja, tidak ada yang serius, akan ku balas budimu hyung, aku akan menjagamu terus"
"Yaa Jongin yaa, tidak perlu seperti itu (•̪ . •̪)" muka D.O memerah.
"Ahh hyung, boleh aku cium ya" Chu~ bibir Kai nyelonong, pipi D.O kena imbasnya.
"Yaa Kai yaa, memangnya aku apa."
"Sudah hyung gantian, kau yang menggosok badanku"

merekapun membalikkan tubuh mereka.
"Dasar dekil!"
"Yaa ! Kau bilang apa?"
"Wae? Lihat saja badanmu, warnanya saja seperti ini" sebernya si D.O salah tingkah.
"Warna kulitkukan memang begini, memang salahku? Hyung kau jahat, kau menyakiti perasaanku, jangan sentuh aku. aku kecewa" Kaipun berdiri, dan membasuh badannya bersih, lalu memakai handuk dan keluar.
D.O dengan mata O.O nya hanya bisa menyaksikan.
"Aa. Ka.. Kai.. Mian" D.O pun ikut berdiri dan mengikuti Kai. "Kaiii.. Mianhae"
"Hyung kau bisa pindah ke kamar lain, biarkan aku sendiri."
"Kaiii, mianhae, jeongmal, (っ -̩̩-̩̩͡_-̩̩-̩̩͡)っ"
"Kan sudah aku bilang jangan sentuh aku"
"Kai yaaa.. Bbuinggg bbuinggg"
"Kau terlihat konyol hyung"
"Konyol? Apa maksudmu?"
"Lihat kau masih telanjang bulat, rambutmu masih penuh shampoo, dan badanmu juga masih penuh sabun"
D.O melihat kearah tubuhnya sendiri, "Ahh :$ aishhh, jinjaaa" D.O kembali ke kamar mandi sambil menghentakan kakinya kencang.
"Ahh Kyeoptaa.." Kai menggumam.

-TBC-

Next Up -haha.. KaiDo paling banyak, maklum bias saya, well gak berlebihan, apakah cukup? kalo kurang, leave your comment, kalo cukup leave your comment juga, haha.. next up penjelasan tentang sejarah dan kekuatan Pohon Kehidupan, yang bingung sebenernya Pohon Kehidupan yang di MV MAMA itu apa, nihh gua bikin ceritanya, hha.. kasian nih ayah D.O meninggal dan ada kaitanyya entar, penasaran kan? anggota DB5K dan Suju juga ada next Chapter, jadi jangan lupa baca.. untuk Chapter berikutnya akan ditunggu kalo review nya lenih dari 25 baru bakal dilanjutin hehehe...-

and I want to introduce my dongsaeng Xylo yang bantuin bikin fanfict, hehe.. dia lebih berpengalaman, lebih punya sense of romantic, dramatic, dan nilai bahasa dia sangat baik, so untuk CHapter 12 keatas akan dibantu my Dongsaeng Xylo, sebenernya dia punya acc ff BIMBEMBOM tapi dia malu, karena itu pas jaman SMP dia yang masih alay, tapi tetep bisa di cek! wkwkwk..

dan jangan lupa kasih comment, thank you semua yang udah baca dan memberikan respon, hehe yang pada baca jangan lupa komen, soalnya berikutnya pengen nargetin 25 review before I post CHapte 12.

Penasaran gak sih sama next Chapter? udah di upgrade tata bahasanya, hehe..

maacih banyakk, saranghae readers, tebar bunga bangkai..

Leave Your Comment

Thank You for reading

-TBC-

Next Up Chapter 12