Chanyeol Pov.

Aku sudah berada di luar kamar Baekhyun. What the hell dengan diriku. Itu tadi benar-benar mengagumkan. Baiklah ku akui mungkin aku memang menyukai dirinya. Tadi itu benar-benar manis dan lembut. Aku bisa gila memikirkannya. Hampir saja tadi aku tak tahan untuk tidak bergerak. Ciuman dari bibir Baekhyun benar-benar menggoda, andai saja aku bisa membalasnya.

Tapi kenapa harus ada Kriss dan Tao Hyung. Andai saja tidak mungkin aku bisa menikmatinya lebih lama. Tampak dua pemuda itu tengah duduk di sofa sambil memandangku aneh.

"Wae? Kenapa memandang seperti itu?" Dengusku.

"Baiklah, sekarang apa ada yang ingin kau bicarakan?" Tanya Kriss dengan senyum yang memuakkan menurutku.

"Tidak ada, aku ingin pulang. Aku sudah pamit dan memamitkanmu pada Baekhyun." Jawabku cuek.

"Apa kalian baru saja melakukan itu?" Tanya Tao.

"Aniya, mana mungkin aku melakukannya. Aku tidak semesum Kriss hyung." Sentakku sewot.

"Tidak bisakah kita segera pulang." Tambahku.

-o0o-

My Love for You

Cast: Byun Baekhyun – Park Chanyeol (ChanBAek)

Rate: TM

Warning! BL!

NC SCENE

Typoo berjuta

"Jadi, apa hubunganmu dengan adik sepupu Kriss alias Chanyeol?" Tanya Tao pada Baekhyun. Hari sudah menunjukkan waktu malam. Baekhyun dan Tao sedang duduk di dalam kamar Baekhyun. Sejak tadi Tao sudah bertanya pada Baekhyun berkali-kali. Tapi Baekhyun selalu memberi alasan tidak mau membahasnya. Padahal yang sebenarnya terjadi pada Baekhyun adalah dia belum menemukan alasan yang tepat untuk disampaikan. Tidak mungkin Baekhyun mengatakan kalau dia melakukannya karena menginginkannya.

"Sudahlah, aku tak ingin membahas itu lagi." Jawab Baekhyun kesal sambil mengerucutkan bibirnya.

"Kau tahu? Aku baru kali ini melihat Chanyeol mau menolong seseorang. Mungkin dia menyukaimu." Ucap Tao tampak serius. "Apa itu karena kau masih memilki perasaan pada Kriss?" Tanya Tao.

"Aniya, aku tidak memilik perasaan apapun padanya sekarang. Aku bisa merasakan tidak ada sedikitpun perasaan cemburu ataupun tidak suka saat tadi kalian bermesraan." Jelas Baekhyun.

"Baiklah, kuharap kalau memang kau menyukai Park Chanyeol kau segera menyadarinya. Yakinlah dia bukan orang yang buruk." Ujar Tao.

-o0o-

"Chanyeol, tidak bisakah kau katakan saja yang sebenarnya?" Ucap Kriss.

"Memangnya apa yang harus kukatakan?" Jawab Chanyeol kesal. Mereka berdua sudah di rumah Chanyeol. Kali ini Kriss memutuskan untuk menginap di sini.

"Apa benar tidak ada sama sekali yang ingin kau katakan? Tentang Baekhyun mungkin." Ujar lagi Kriss. Kriss hanya ingin memancing Chanyeol agar mengatakan tentang surat Baekhyun yang salah alamat.

"Eobso. Ini sudah malam, tidak bisakah kita tidur saja?" Keluh Chanyeol.

"Aish, berbicara denganmu memang susah sekali. Kau benar-benar tidak tahu sesuatu tentang surat." Ucap Kriss akhirnya.

'Surat, apa yang dimaksud Kriss Hyung adalah surat itu.'

"Surat? Surat apa?" Jawab Chanyeol pura-pura tidak tahu.

"Haish, baiklah aku saja yang mengatakan. Kau mendapatkan surat bukan dari Byun Baekhyun? Dan esok harinya kau mencari nama Byun Baekhyun sekolah, aku sudah menduganya saat kita bertemu waktu itu. Tapi kau menyangkalnya. Dan kemudian kau mulai memiliki perasaan pada Byun Baekhyun meskipun belum bertemu dengannya. Tepat saat kau ku ajak ke Myeongdong bersama Tao kau bertemu dengannya. Sikapmu saat itu aneh, dan raut mukamu berubah. Itu karena kau baru tahu bukan, kalau surat itu sebenarnya untukku. Kau kecewa bukan, karena itu? Dan aku juga semakin yakin kalau kau menyukainya karena tadi pagi adalah pertama kalinya kau menuruti untuk ikut denganku tanpa imbalan, tapi dengan embel-embel Byun Baekhyun." Kriss menerangkan semua laporan yang ia terima. Chanyeol melongo.

'Kenapa Kriss Hyung tahu semuanya dan bahkan menyadarinya.'

"Emmm, soal itu." Chanyeol berfikir sejenak. Bagaimana dia menjawabnya. "Yach, Hyung mana bisa menuduhku menyukainya begitu saja. Kami kan baru beberapa kali bertemu." Jawab Chanyeol, sedikit ragu-ragu.

"Kau masih menyangkalnya? Lalu tadi apa saja yang sudah kalian berdua lakukan saat aku dan Tao keluar? Dan ada apa dengan mobil Baekhyun? Dan bagaimana kau menjelaskan ciumanmu tadi? Sekarang bagaimana kau menyangkalnya?" Kriss bertanya beruntut.

Chanyeol diam seribu bahasa. Tak ada lagi yang bisa diucapkan. Kriss benar-benar sudah memojokkannya.

"Arrasho, arassho. Baiklah aku memang menyukainya." Chanyeol menarik nafas kasar sejenak. Ia tidak menyangka akan mengatakan hal ini. "Tidak ada yang kami lakukan. Dia merusakkan ponselku, saat kami akan membelinya kami mengalami kecelakaan selesai. Puas?" Terang Chanyeol cepat. Kriss manggut-manggut tersenyum.

"Bagaimana dengan ciuman itu?" Pancing Kriss lagi.

"Bukan akau yang memualainya. Aku sudah lelah berbicara dengan Hyung. Aku akan pergi tidur." Chanyeol segera menuju kamarnya. Ia benar-benar kesal dengan Kriss. Seumur hidup Chanyeol ini adalah pertama kalinya dia menyukai seseorang dan bahkan mengungkapkannya. Selama ini orang lainlah yang menyukainya dan menyatakan perasaan padanya, dan kemudian ia tolak.

-o0o-

Pagi.

"Emm, Tao, apa hari ini kau mau membantuku?" Tanya Baekhyun.

"Apa kau butuh bantuan? Akua akan berusaha membantumu." Jawab Tao.

"Sebenarnya aku masih punya urusan dengan Park Chanyeol. Dan bisakah kau menyuruhnya untuk kemari." Ucap Baekhyun sedikit ragu-ragu.

Entah, sejak tadi malam Baekhyun terus saja memikirkan Chanyeol. Ia juga memikirkan perkataan dari Tao. Baekhyun juga kembali teringat kejadian memalukan kemarin. Itu semua semakin membuat Baekhyun terus terbayang wajah Chanyeol. Sejenak Baekhyun teringat perihal ponsel Chanyeol. Ia jadi tertarik untuk menggantinya. Bukan, bukan tertarik untuk mengganti ponsel Chanyeol. Ia hanya tertarik untuk bertemu dengan Chanyeol. Entah apa yang menyebabkan Baekhyun malah merindukan Chanyeol setelah ia mengalami kejadian yang memalukan itu.

Tao terdiam, Sudut bibirnya naik. Air mukanya berubah semangat. " Ehm, Baiklah, pasti aku akan menghubunginya." Tanpa basa-basi Tao mengambil ponselnya dan segera menghubungi sebuah nomer. Tao mengangkat ponselnya sembari tersenyum ke arah Baekhyun.

Baekhyun POV

Kenapa Tao tersenyum seperti itu. Ah,aku benar-benar bodoh. Kenapa juga tadi aku mengatakan itu. Seharusnya aku menunggu Chanyeol saja yang menghubungiku.

"Emm, kenapa tidak aktif. Akan kucoba lagi." Tao bergumam sendiri.

"Kenapa masih tidak bisa."

Ups, bodohnya. Kenapa aku lupa kalau ponsel Chanyeol sudah hancur. Ah, aku tidak perlu mengatakannya pada Tao. Tapi bagaimana sekarang? Bagaimana aku menggantinya? Apa harus ke rumahnya? Ah tidak-tidak, untuk apa aku kesana buang-buang waktu saja.

"Em, sepertinya lebih baik aku menghubungi Kriss untuk ke sini sekaliyan mengajak Chanyeol. Seperti kemarin. Bagaimana?" Tanya Tao. Ah benar juga. Aku tidak harus ke sana.

"Baiklah, itu lebih baik." Ucapku.

Tao mengangkat kembali ponselnya dan menghubungi seseorang. Kenapa aku jadi berdebar seperti ini. Ya ampun aku belum mandi. Aku harus segera mandi sekarang.

-o0o-

Chanyeol Pov

"Jinja?"

"Iya, Tao bilang Baekhyun sendiri yang memintanya." Ucap Kriss kemudian menuju ke kamar mandiku. "Kau, segeralah mandi dan berpakaian yang tampan. Kau menyukainya bukan? Buatlah kesan yang baik." Tambahnya sebelum menutup pintu kamar mandi. Ah, benar juga. Yah? Apa tadi Kriss bilang aku menyukai Baekhyun. Aish, Pabbo Chanyeol. Bagaimana bisa kemarin kau mengatakan itu padanya.

"Kya! Hyung! Bisakah kau mandi dengan lebih cepat." Teriakku. Sebaiknya aku memikirkan apa yang akan ku pakai nanti. Aku mulai melangkah menuju almari. Mencari-cari setelan baju. Persis seperti kemarin saat juga akan ke rumah Baekhyun. Kenapa aku jadi sangat memperhatikan penampilanku, berpakaian apapun aku akan tetap tampan.

Beberapa menit kemudian Kriss keluar dari kamar. Huh, akhirnya dia keluar juga. Aku segera menyambar handuk dan masuk ke kamar mandi.

-o0o-

"Ada dengamu? Kau tampak gerogi. Ayolah ini hanya sekedar pertemuan, kau bukan akan melamarnya." Ucap Kriss Hyung tampak menggoda.

"Aniya, aku tidak gerogi sama sekali kok." Jawabku. Nyatanya jantungku berdetak cepat dan tanganku berkeringat dingin. Kami berdua sudah dalam mobil menuju rumah Baekhyun. Ayolah Chanyeol bersikaplah biasa saja. Jangan sampai kau lebih buruk dari kemarin. Ingat aku hanya akan pergi dengan Baekhyun untuk membeli ponsel kemudian pulang. Sudah selesai hanya itu saja. Mungkin hanya 30 menit saja. Itu tidak akan sulit pastinya.

Sudah hampir sampai di rumah Baekhyun. Aduh kenapa aku jadi pengen pipis. Dan kenapa tanganku semakin licin dengan keringat. Tenanglah Chanyeol, tenang. Kau kan selama ini pria yang cuek tapi tampan. Tidak akan ada masalah karena itu.

"Baiklah kita sampai." Kata Kriss Hyung. Kenapa cepat sekali.

Kriss Hyung memakirkan mobilnya di halaman luas rumah Baekhyun. Dia segera turun, aku mengekor di belakangnya. Kami berdua melangkah menuju pintu putih lebar itu. Kriss Hyung menekan bel. Jantungku berdegup kencang. Sekarang rasanya bukan ketakutan seperti kemarin. Ini lebih terasa aku tidak sabar untuk melihatnya. Eh, apa aku merindukannya? Tidak tidak. Ah baiklah aku memang merindukannya. Bahkan tadi malam aku masih tidak bisa melupakan moment saat Baekhyun menciumku. Itu sangat manis. Bibirnya juga manis.

Pintu terbuka. Terlihatlah sosok kecil. Ya tuhan kenapa dia terlihat semakin imut dan menggemaskan. Mataku tak bisa lepas dari wajah manis itu.

Baekhyun tersenyum manis ke arahku dan Kriss Hyung.

"Ah, Hyung kau bisa masuk. Ada Tao yang sudah menunggumu. Maaf aku merepotkanmu, aku tidak akan keluar lama. Mungkin tidak sampai satu jam." Ucap Baekhyun pada Kriss Hyung sambil tersenyum manis. Ya tuhan senyuman itu kenapa sekarang terlihat lebih manis. Wajah cantiknya lebih terlihat dari pada yang kemarin.

"Ah, tidak masalah. Kau pergi lama juga tidak apa-apa. percayakan padaku tentang rumahmu." Jawab Kriss Hyung sama ceria. "Baiklah aku masuk dulu." Tambahnya.

Baekhyun mempersilahkan Kriss Hyung. Kriss Hyung melangkah masuk sebelum kemudian berbalik lagi. " Eh, Baekhyun!" Panggilnya pada Baekhyun.

"Waegeurae?" Tanya Baekhyun.

"Emmmm, Bolehkah aku menggunakan kamarmu untuk melakukan itu?" Tanya Kriss Hyung ragu-ragu. Yach, apa Kriss Hyung akan melakukan itu dengan Tao Hyung di Kamar Baekhyun. Mesum sekali dia.

"Apa itu "itu"? Tanya Baekhyun penasaran dan menekankan kata itu yang kedua. Huh? Apa dia tidak mengerti masalah itu.

"Eh, tidak jadi kalau begitu. Aku akan menggunakan kamar mandimu saja." Ujar Kriss Hyung selanjutnya. Hahaha, aku tertawa dalam hati. Memang kegiatan mesum seperti itu harusnya dilakukan di tempat semacam kamar mandi.

"Mwoya! Kenapa harus di kamar mandi, itu jorok sekali. Kau tidak apa-apa melakukannya di kamarku." Jawab Baekhyun akhirnya. Apa dia tidak tahu kalau kegiatan yang dimaksud Kriss Hyung lebih jorok dari pada Kamar mandi.

"Jinja, kau memang anak yang baik hati." Mata Kriss Hyung berbinar. Dan aku bisa melihat kilatan mesum di mata naganya. "Baiklah kalian bisa pergi sekarang." Tambahnya.

Kriss Hyung segera menutup pintu rumah Baekhyun. Baekhyun mengahdap ke arahku.

"Selamat pagi," Sapaku.

"Baiklah, kita bisa pergi mengganti ponselmu sekarang." Ucap Baekhyun. Leganya melihat reaksinya yang sedikit santai dan tidak secanggung kemarin.

Kami berdua mengendarai mobil Baekhyun yang kemarin. Untung saja mobil ini memiliki asuransi. Aku tidak harus mengeluarkan biaya. Mulai kunyalakan mesinnya dan kami berangkat.

"Emm, maaf soal kemarin. Aku belum meminta maaf." Bukaku.

"Owh, Gwenchana. Lagi pula mobil ini memiliki asuransi. Jadi kau tidak perlu khawatir." Jawabnya. Bukan mobilnya yang kumaksud.

"Bukan mobilnya. Tapi bagaimana dengan tubuhmu. Kepalamu sampai lecet bukan. Dan itu masih membekas." Jelasku dengan menatap kearah perban Baekhyun yang menempel di kepalanya.

"Oh, tidak masalah. Hanya luka kecil."

"Jinja? Tapi kenapa sampai lemas seperti itu?"

"Molla, mungkin aku terlalu takut."

"Yak, Baekhyun. Apa kau tahu apa yang akan dilakukan Kriss hyung di kamarmu?" Tanyaku. Ini harus diberitahukan.

"Apa maksudmu? Apa yang tadi? Entahlah aku tidak mengerti maksdunya kenapa dengan hanya menggunakan kata itu." Jawabnya. Ya ampun menggemaskan sekali. Apa dia masih polos.

"Aku akan memberi tahumu. Kau tahu bukan apa itu sex?"

"Ne," Tiba-tiba air muka Baekhyun berubah. "Apa Kriss hyung akan melakukan itu?"

"Kurasa begitu. Aku pernah memergokinya dia melakukan itu bersama Tao Hyung." Jawabku.

Kami berdua mulai mengobrol dengan lebih akrab. Ini sangat menyenangkan. Tidak secanggung kemarin. Dia banyak bertanya bahkan tentang diriku. Akupun penasaran dengan kehidupannya. Ternyata dia memiliki saudara di China juga.

"Ah, kau lihat toko besar itu. Kita sudah sampai." Ucap Baekhyun. Ternyata mengobrol bersamanya sangat asik dan membuat lupa waktu.

Baekhyun dan aku segera turun dari mobil. Kami berjalan beriringan. Hanya beberapa menit dan selesai. Kami kembali ke mobil. Aku masih ingin berlama-lama denganya.

"Apa tidak mau pergi suatu tempat?" Tanyaku.

"Terserah kau saja." Yup! Aku ingin mengajaknya ke sebuah taman hiburan. Sudah sangat lama aku tidak ke sana. Sepertinya akan menyenangkan bersenang-senang dengan Baekhyun.

Kami sudah sampai. Taman hiburan ini dulu sangat sering kukunjungi bersama keluarga atau Kriss Hyung. Suasana sangat ramai banyak anak kecil yang berlarian. Aku mengajak Baekhyun menuju area wahana.

"Kita aka kemana?" Tanya Baekhyun.

Ada sedikit ide jahil yang terfikirkan olehku.

"Bagaimana kalau rumah hantu? Pasti seru sekali." Tawarku. Wajah Baekhyun berubah gelisah.

"Wae? Tidak ada yang lain?"

"Apa kau takut? Cemen sekali." Tanyaku sedikit mengejek.

"Ah, aniya. Aku tidak cemen. Baiklah kita masuk saja." Jawabnya sok berani.

Untung saja antrian tidak terlalu penuh. Giliran kami berdua masuk. Baekhyun tampak ragu-ragu. Ia berjalan mengekor di belakangku. Memasuki pintu pertama, keadaan sangat gelap. Hanya jalanan yang bersinar. Baekhyun memegang pundakku. Apa dia ketakutan.

Baekhyun berjalan sangat pelan di belakangku sambil merapatkan pegangannnya di pundakku. Saat kutengok ternyata dia memejamkan matanya. Ah, kujaili saja dia. Aku mempercepat langkahku mendadak sehingga genggaman Baekhyun terlepas.

"Chanyeolie, eodiso?" Teriak Baekhyun panik. Ia segera berlari ke arahku dan menggandeng lenganku erat.

"Wae? Kenapa kau meninggalkanku. Aku sangat takut." Rengek Baekhyun.

"Tadi kau bilang tidak takut."

Baekhyun menggelengkan kepala. "Ani, aku sangat takut."

Tiba-tiba sosok hantu jatuh menggantung tiba-tiba.

"KYAAAAAAA." Baekhyun melompat dan memelukku erat sambil memejamkan matanya. Dia terlihat sangat ketakutan. Padahal itu hanya boneka.

"Eomma, Eomma, selamatkan aku." Ucap Baekhyun merengek.

"Tidak ada Eomma mu di sini. Ayo kita jalan." Ucapku.

"Aku tidak mau. Ayo pulang." Baekhyun masih memelukku.

"Kalau begitu ayo kita selesaikan dan pulang." Jawabku. Baekhyun diam sesaat kemudian memanggutkan kepalanya. Eh, tapi kenapa dia masih tidak melepaskan pelukannya.

"Apa kau akan berjalan dengan seperti ini?"

"Ne," jawabnya sembari manatapku dengan aegyo yang minta ampun imutnya.

"Aish, ."

Kami berdua mulai berjalan dengan super lamban. Baekhyun berada di depanku dengan posisi memeluk erat dan menyembunyikan wajahnya di dadaku. Sesekali ia merapatkan pelukkannya dan mengerang ketakutan saat terdengar suara hantu. Aku sangat kesusahan berjalan tapi juga sangat mneikmati situasi ini.

Rasanya nyaman juga di peluk seperti ini. Kutaruh kedua tanganku ke punggung Baekhyun dan mengeratkan pelukan kami. Ah, nikmatnya. Tiba-tiba hal kotor melintas difikiranku. Ah tidak-tidak. Aku segera melepas kembali tanganku.

"Wae? Kenapa dilepaskan?" Tanya Baekhyun pelan seolah tak ingin membangunkan para hantu.

"Uh?"

"Peluk lagi. Aku merasa lebih nyaman." Rengeknya. Emm, baiklah. Aku memasang tanganku kembali dan memeluknya erat. Ini benar-benar sangat nyaman, aku bahkan tidak bisa sedikitpun merasakan ini adalah rumah hantu. Ini benar-benar membahagiakan.

Akhirnya kita sampai di pintu keluar. Aku berhenti melangkah.

"Kenapa berhenti apa sudah selesai?" Baekhyun masih dalam posisi yang sama.

"Ne, Bukalah matamu." Perlahan Baekhyun membuka matanya. Begitu ia melihat cahaya yang terang, ia bernafas lega.

"Pandang aku!" Ucapku memerintah.

"Waegeurae?" Baekhyun mendongakkan kepalanya menatapku. Kurendahkan kepalaku dan Cup!. Menikmati setiap inci bibir manis Baekhyun. Sangat lembut dan manis. Beberapa detik kemudian Baekhyun memutuskan sepihak sekaligus melepas pelukan. Mukanya memerah.

"Wae?"

"apa?" Tanyaku.

"Kenapa menciumku?"

"Kau sangat manis." Ucapku.

"Aku tahu aku memang manis. Tapi-

"Sudahlah, anggap saja itu balasan yang kemarin." Potongku cepat.

Baekhyun menggaruk belakang lehernya yang tak gatal, sepertinya dia merasa malu.

"Ah, apa kau tidak lapar? Bagaimana kalau sekarang kita makan?" Tawarku.

-o0o-

Rumah makan ini tampak lenggang dan sepi. Hanya ada beberapa meja yang terisi. Sangat berbalik dengan keadaan di taman hiburan tadi.

"Aku mau memesan minuman jus stroberi. Kamu." Baekhyun tampak bersemangat. Nadanya bahkan terdengar manja. Hehehee, sangat berbeda dengan kemarin.

"Ehmmm, terserah kamu saja. Aku mau ke kamar mandi dulu.

Beberapa menit kemudian aku kembali dan meja sudah berisi beberapa makanan. Ada kimbab di sana. Aku jadi lapar.

"Kau sudah selesai? Aku memesan beberapa makanan. Semoga kau menyukainya." Ucap Baekhyun sembari memasukkan sepotong Kimbap ke dalam mulutnya dan mengunyah dengan sangat imut.

Author Pov.

Baekhyun mengunyah semangat kimbapnya. Ia sangat lapar sehabis ketakutan tadi. Chanyeol tampak behagia dengan itu. Ia mengambil sepotong kimbap dan memakannya. Ia mengunyahnya. Awalnya ia mengunyah cepat namun, tiba-tiba ia merasa tidak enak, ia merasa nafasnya tertahan. Chanyeol menekan dadanya kemudian memukul-mukulnya. Ia berusaha memuntahkan makanan yang baru dikunyahnya. Wajahnya memerah dan berkeringat. Baekhyun ketakutan.

"Chanyeolie, Gwenchana?" Baekhyun gelisah.

"Chanyeolie, Chanyeol, wae? Apa kau sakit?"

Tubuh Chanyeol semakin melemas. Kepalanya merasa pusing. Dadanya sesak dan bernafas pendek terburu. Baekhyun memegang pundak Chanyeol. Tiba-tiba Chanyeol terjatuh. Baekhyun terkejut.

"Chanyeolie? Wae?" Baekhyun hampir menangis. Ia segera memanggil seseorang di sekitarnya dan meminta tolong mereka membawa tubuh besar Chanyeol ke mobil. Baekhyun ingin segera membawanya ke rumah sakit.

Baekhhyun menyetir dengan kecepatan tinggi. Dirinya benar-benar khawatir sampai tak bisa menahan tangisannya. Sesampai di rumah sakit Baekhyun segera meminta tolong pada perawat agar segera membawa Chanyeol.

-o0o-

Baekhyun menunggu diluar UGD. Seorang dokter keluar.

"Keluarga pasien Park Chanyeol?" Ucap perawat yang mengekor sang dokter.

"Nde?" Sahut Baekhyun.

"Apa dia memiliki alergi? Ini seperti gejala alergi." Ucap dokter. Dugaan Baekhyun benar. Bodohnya dia tidak bertanya dulu.

"Aku tidak tahu, dia adalah teman dekatku. Tadi kami sehabis makan Kimbap Udang."

"Kalau begitu coba anda tanyakan padanya. Kemungkinan besar dia memang alergi udang. Mungkin dia akan sadar beberapa jam lagi. Tubuhnya terlalu lemas untuk mengatasi alerginya. Anda bisa melihatnya." Ucap dokter.

Baekhyun memasuki ruangan Chanyeol. Tangan kirinya tertancap selang. Matanya terkatup. Wajahnya tampak lemah. 'Ini semua salahku'. Batin Baekhyun. Baekhyun mendekat ke arah tubuh Chanyeol. "Chanyeolie, Mianhee. Jeongmal mianhe." Baekhyun memegang tangan kanan kanan Chanyeol. Ia hampir saja menangis.

"Sebaiknya akan kukabari Kriss hyung."

-o0o-

Baekhyun Home

"Eh, kau sudah datang." Ucap Tao yang sejak tadi sedang menonton kartun.

"Dimana Chanyeol dan Baekhyun?" Tambahnya. Kriss hanya membalas dengan Smirk yang aneh. Tao jadi khawatir dengan smirk aneh Kriss. Ia sudah pernah mengalaminya.

"Tao-ah." Kriss mendekat. Dan tanpa babibu segera menyambar bibir Tao. Kriss melumat bibir bawah Tao. Merasakan tiap inci daging lembut milik Tao. Tao hanya bisa pasrah, pada akhirnya dia juga akan menikmatinya. Ciuman Kriss semakin menuntut, mereka mulai bertukar saliva. Tao berusaha mengimbangi dan mulai bertarung lidah, saling dorong hingga terdengar suara kecipak. Tetap saja Kriss yang mendominasi dan menang, ia berhasil memasukkan lidahnya dalam rongga mulut Tao. Menyusuri, mengoreksi dan menjelajahhi setiap senti mulut Tao. Tao mulai kehabisan nafas . ia mendorong dada Kriss sehingga terlepas pagutan mereka. Mereka berdua mengambil nafas panjang.

Tanpa pikir panjang Kriss menerjang tubuh Tao hingga roboh di sofa. Kriss mencium leher kanan Tao, kemudian menjilatnya lembut.

"Ahsssss," Tao mendesah kenikmatan.

Kriss memberikan beberapa gigitan kecil pada leher Tao hingga membuat Tao berjengit beberapa kali. Beberapa kissmark terbentuk di sana. Kriss beralih pada leher sebelah kiri dan melakukan hal yang sama. Perlahan ia mulai membuka kancing Tao, satu, dua, tiga, dan tanpa Tao sadari Kriss menyingkap bajunya dan kini dia telah setengah telanjang. Kriss turun menuju dada Tao. Lidahnya menyambar puting kanan Tao dan tangan kirinya memelintir puting Tao yang satunya.

"Ahh, emm." Sesekali Tao melengkungkan tubuhnya ke atas menahan rasa geli dan nikmat.

Kriss menjilat, melumat, menghisap seperti bayi kelaparan dan sesekali menggigit kacil membuat Tao semakin gelinjangan. Semua itu membuat puting kanan Tao memerah. Kriss beralih ke puting sebelah kiri, dan tangan kirinya menuju junior Tao yang masih terbalut celana. Ia meremas dan menggosok-nggosokkan telapak tangannya.

"Ahh, ahh,Emmm." Tao menggeranng nikmat. Kriss semakin beringas. Ia merasa pemanasan ini sudah cukup. Sejak tadi junior miliknya sudah tegang sempurna hampir merobek celananya. Kriss sangat tersiksa,

"Ayo kita lanjutkan di kamar Baekhyun, aku sudah meminta izin padanya." Tanpa menunggu jawaban dari Tao Kriss mengangkat ala bridal tubuh Tao menuju kamar Baekhyun.

Sampai di kamar Kriss merebahkan tubuh Tao. Tanpa Komando Kriss membuka zippernya kemudian melepas celana hingga celana dalam Tao. Tampaklah junior Tao yang lumayan besar mengacung ke atas. Sepertinya Kriss sudah membuatnya terangsang. Kriss segera membuka baju miliknya dan celananya. Junior besarnya sudah berdiri tegak hingga memerah dan mengeluskan percum karena terangsang. Kriss segera menuju junior Tao dan melumatnya, ia melumat dengan pelan dan lembut, Tao mendesah keenakkan berkali-kali.

"Ah, Ehmm, Oshh,ashh. Kriss." Kriss semkin bersemangat. Ia mengulum milik Tao dan memanju mundurkan mulutnya. Tangan kanannya meraih puting Tao memelintir membuat Tao semakin bernafsu.

"Ahh, Ehmm, Kriss, Aa...kku.. ah." Tao benar-benar kuwalahan merasakan kenikmatan yang diberikan Kriss. Juniornya masih dalam rongga mulut Kriss, menjilat bagian kepala junior Tao kemudian mengulum kembali. Kriss merasakan Junior milik Tao semakin besar dan berkedut kecil. Pertanda Tao akan segera sampai.

"AHH, AHAHH Akhh, Akku,, sammpaii." Tao melengkungkang tubuhnya ke atas. Ia sudah tidak bisa menahan lagi nikmatm itu. Tubuhnya mengejang dan keluarlah cairan sperma milkinya. Kriss merasakan Sperma milik Tao muncrat di mulutnya. Ia menelan beberapa dan menumpahkannya beberapa ketangannya dan melumaskan ke bagian Hole Tao. Tao nampak kelelahan, tubuhnya bernafas pendek dan memburu. Dua butir keringat menetes dari dahinya.

Kriss hampir saja tidak tahan untuk segera memasuki Tao, namun melihat ekspresi kelelahan Tao membuatnya tak tega kalau Tao harus merasakan sakitnya Junior besar miliknya. Walaupun Juniornya sudah tidak bisa dikompromi, Kriss mencoba menahannya sebentar. Ia memberikan ciuman lembut kepada Tao, ciuman yang tanpa kesan menuntut hanya sekedar menenangkan. Kriss menatap mata panda Tao. Seolah berkata 'bolehkah? Aku tak tahan.'

Tao yang seolah mengerti dengan bahasa mata Kriss menganggukan kepalanya seperti anak kecil. Kriss mengangkat kedua paha Tao dan menarunya di pudaknya. Sekarang dia bisa melihat hole milik Tao yang indah. Hole yang sudah pernah ia masuki sekali. Kriss mengocok sebentar juniornya dan mulai mengarahkan kepala besar juniornya lubang milik Tao. Tao menggigit bibir bawahnya ia tahu ia pasti akan sakit pada awalnya. Kriss memasukkan perahan bagian kepalanya, ia sangat kesusahan, miliknya benar-benar terlalu besar. Blussh, bagian kepala milik Kriss telah terbenam.

"Ahmm." Tao menjerit tertahan. Baru bagian kepala ia sudah bisa merasakan perih. Kriss mendiamkan sebentar kemudian mendorong kuat tubuhnya ke depan dan Blussssmm. Hampir seluruh miliknya terbenam sudah.

"AHHhmmmmmm." Tao menjerit tertahan dan panjang. Itu sangat sakit sekarang ia merasakan perih yang luar biasa di bagian bawah tubuhnya. Tao bahkan hingga meneteskan air mata. Kriss mendekatkan kepalanya dan mencium kedua mata Tao lembut. Tao kembali mengangguk menyuruh Kriss untuk melanjutkan.

Kriss menegakkan kembali tubuhnya dan dengan perlahan. Ia merasa kesusahan, tubuh Tao ikut terseret-seret. Kemudian Kriss menambah tenaganya dan menggerakan tubuhnya lebih cepat. Tao merasa kesakitan luarbiasa. Ini sakit. Ia memejamkan matanya dan menggigit kuat bibirnya.

Kriss terus menggerakkan miliknya. Sekarang mulai mudah setelah Kriss memberikan lumayan banyak salivanya pada hole Tao. Ia mulai mempercepet tumbukannya pada hole Tao. Tao mulai merasa terbiasa. Dan memberikan isyrat pada Kriss agar melakukan lebih. Kriss semakin mempercepat tumukannya ia mulai merasa nikmat dijepit hole sempit milik Tao. Kriss merasa di mabuk kepayang dengan hole Tao. Ia semakin memperdalam tumbukannya dan mempercepat tempo.

Pack,pack,pack, pack. Tubuh mereka yang bertumbukan terdengar keras. Kriss terus menumbuk cepat dan memperdalamnya. Ia mendongakkan kepalanya merasakan nikmat yang luarbiasa.

"Ahhhhh, Emmmm." Tao menjengit panjang saat tiba-tiba Kriss menyentuh titik miliknya di dalam sana. Kriss tersenyum saat menyadari Tao mulai mendapatkan kenikamatnnya. Ia kembali menumbuk di tempat yang sama dan menggapai titik yang sama.

"Ahhh, AAA,,,hhh. Kkkrri...ssss. Ouchhhh. Emmmmm.. Moresss. Akkhh. Krisss ssaarrahhhhnggae." Tao meracau tak karuan. Kriss terus saja menumbuk bagiannya membuatnya menggelinjang kenikmatan dan membuat juniornya berdiri lagi.

"Ahh, Ohhh." Kriss ikut mengeluarkan suara seksehnya.

Ia terus menumbuk hole Tao. Semakin lama semakin cepat. Baik Kriss maupun Tao keduanya merem melek merasakan sensai surga dunia yang benar-benar memanjakan.

Junior panjang Kriss terus maju-mundur dengan tempo cepat. Desahan keduanya menyatu. Keduanya mulai berkeringat. Tanpa rasa lelah Kriss terus menumbuk dan menumbuk.

"ahhh, assahhh, oemmmmsssssshhh,,akhhhhhhhhhhh, Kriss mhhrhheh. Aku akan ...ahhh..aahhh aku akan... , shsmmmpai." Ujar Tao berantakan merasakan nikmatnya tumbukan kriss.

Kriss yang juga hampir sampai semakin mempercepat tumbukannya hingga sekarang benar-benar sangat cepat.

"Ahhh, Oohh."

"Ookhh, akhh."

Desahan mereka bersahutan. Tao sudah berada di puncak. Tubuhnya mengejang hebat. Crooot, croot, croot, Tao keluar keduakalinya. Sperma miliknya mengotori sprei dan perutnya. Disusul dengan Kriss yang mengakhiri tumbukannya dengan tumbukan keras dan dalam.

"Ohh, Oohmm." Tubuh Kriss mengejang berkali-kali. Nikmatnya sudah berada di puncak. Crroot, croot,croooot. Berkali-kali sprema miliknya ia biarkan membasahi hole Tao. Tao merasa sesuatu yang hangat mengalir dalam tubuhnya. Kriss mengeluarkan juniornya dari hole Tao. Ada sperma yang ikut mengalir keluar karena saking banyaknya.

Tubuh basah Kriss dan Tao tergeletak lemas di ranjang milik Baekhyun. Mereka berciuman kembali. Kemudian tertidur lemas. Keduanya benar-benar lelah setelah memanjakan diri masing-masing.

Tanpa mereka sadari sepasang mata mengawasi mereka.

-o0o-

Baekhyun berjalan memasuki rumahnya. Ia sangat khawatir dengan keadaan Chanyeol sekarang. Ia ingin segera memberitahu Kriss, mungkin Kriss bisa memberi tahu tentang keadaan Chanyeol sekarang. Baekhyun langsung saja memasuki rumah tanpa menekan bel rumah. Tidak akan masalah baginya ini adalah rumahnya sendiri. Baekhyun berjalan terburu. Ia tidak menemui Kriss maupun Tao di ruang keluarga. Tiba-tiba telinganya menagkap suara aneh.

'pack,pack,pak.'

'ah ouh, oh, ahh.'

'ah, ehmm,oh. Kriss.'

Ah, itu pasti mereka. Tapi kenapa mereka bersuara seperti itu. Baekhyun mengikuti arah suara itu dan sampailah Baekhyun di dekat kamarnya. Suara-suara itu semakin jelas. Baekhyun mendekat kearah pintu kamrnya yang ternyata sedikit terbuka. Dan Ups! Baekhyun meneguk keras ludahnya. Ia merasakan sensasi aneh dari tubuhnya. apa yang dikatakan Chanyeol benar. Mereka sedang melakukan sex. Baekhyun termangu di depan pintunya yang terbuka sedikit. Ini adalah pertama baginya, ia mengerti pelajaran tentang ini tapi baru kalipertama ia melihatnya secara live dan itu di kamarnya. Baekhyun masih mengikuti kegiatan TaoRiss NC itu. Baekhyun melihat Tao tengah mengangkang di hadapan Kriss, kemudian Kriss memasukkan miliknya ke dalam lubang Tao. Sambil maju mundur. Ah, milik Kriss besar sekali, jauh dari miliknya. Baekhyun bisa mendengar jelas TaoRiss itu sedang mendesah dan suara tumbukan Kriss dalam hole Tao.

Muka Baekhyun memerah, tubuhnya merespon aneh. Baekhyun segera kembali keluar rumah dan memutuskan kembali ke rumahsakit. Sesekali ia meneguk susah salivanya yang tersangkut di tenggorokan. Baekhyun menyalakan mesin mobilnya. Ia benar-benar tidak bisa lepas dari bayang-bayangan adegan NC Taoriss tadi.

Sampai di rumah sakit Baekhyun segera berlari ke arah ruangan Chanyeol. Baekhyun membuka pintu ruangan, tampaklah Chanyeol sedang menyandarkan kepalanya di bantal yang ditata sedikit lebih tinggi, matanya onyxnya telah terbuka. Ia sudah sadar selama Baekhyun tadi pergi. Niat Baekhyun untuk menceritakan kejadian yang baru dilihatnya hilang sudah, ia merasa lega Chanyeol sudah sadar, Baekhyun berlari mendekat dan memeluk Chanyeol.

"Akhirnya kau sadar juga, aku sangat khawatir." Baekhyun sambil memeluk Chanyeol. Chanyeol merasa senang, tapi ia segera mngubah ekspresinya. Chanyeol mendorong Baekhyun agar melepas pelukannnya.

"Wae?" Tanya Baekhyun. Chanyeol memalingkan muka.

"Apa kau marah pada ku? Mianhe, aku tidak tahu kalau kau alergi dengan beberapa makanan, mianhee." Mohon Baekhyun. Chanyeol masih memasang wajah tak ramah.

"Kau pergi saat aku belum sadar. Huh." Chanyeol mendengus.

"Mianhee, tadi aku ingin memberitahu Kriss Hyung. Mianhee, Chanyeoliie." Baekhyun semakin memohon.

"Baiklah, tapi aku suka dengan bibirmu. Boleh aku memintanya." Ucap Chanyeol seraya mengubah ekspresi wajahnya. Baekhyun merona malu. Baekhyun mendekat perlahan, ia menundukkan kepalanya. Chanyeol menanti dengan memejamkan mata dan memajukan bibirnya. Baekhyun meraup bibir Chanyeol pelan. Hanya sejenak kemudian melepasnya kembali. Chanyeol membuka mata dan tersenyum melihat wajah Baekhyun yang merona. Chanyeol hampir tertawa melihat wajah lucu Baekhyun.

"Wae? Kenapa tertawa?" Tanya Baekhyun. Wajahnya masih merona.

Baekhyun teringat dengan kejadian yang ia lihat.

"Chanyeol. Aku ingin memberi tahu sesuatu." Ujar Baekhyun dengan wajah serius.

"Nde?" Chanyeol penasaran.

"Aku tadi melihat adegan sex." Ucap Baekhyun berbinar seperti anak kecil sehabis menemukan kucing.

"Omo! Jinja?" Jawab Chanyeol terkejut.

"Aku melihat Tao dan Kriss Hyung berciuman, kemudian mereka berdua telanjang di kamar ku. Kriss Hyung memasukkan miliknya yang besar ke dalam lubang Tao. Tao mengangkang dengan sangat lebar di depan Kriss Hyung. Kriss Hyung maju mundur dan mereka berdua berkata tidak jelas seperti ah, uh, oh dengan suara yang aneh. Kemudian mereka berdua...emmmmmbbbb."

Chanyeol menelan salivanya. Ia membekap mulut Baekhyun dengan tanganya. Bagaimana bisa Baekhyun menceritakan semua itu. Chanyeol sudah terlanjur bernafsu setelah mendengar cerita polos Baekhyun. Di bawah sana miliknya berdiri. Ah, ini sudah terlanjur.

"Wae? Aku belum selesai menceritakannya."

"Aku tidak tahan. Memangnya kau mau memegang punyaku?" Ucap Chanyeol kesal. Sekarang Chanyeol bingung bagaimana melemaskan kembali miliknya.

"Owh? Memegang itu. Ups." Baekhyun berbicara lambat dan menunjuk ke arah milik Chanyeol kemudian segera menutup mulutnya saat melihat sebuah gundukan besar yang semakin menggembung.

"Wae? Memangnya kau mau menuntaskannya membantuku." Ujar Chanyeol.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Baekhyun berfikir.

.

.

Baekhyun membuka mulutnya hendak mengucapkan sesuatu.

.

.

.

.

.

"Bolehkan?"

Bersambung...

Maafkanlah kalau membosankan atau typo atau kekurangan lain yang super duper banyak bingits. Makasih buat yang nge comment meskipun dikit ;-|

Riview dan kasih saran plisssss. Kasihanilah daku ini.

Sarannya di tunggu loh babe.

Btw, nc nya maafkan kalau biasa bangets, aduh nggak profesional ane buat gituan.

Untuk NC Chanbaeknya sabar. Ch depan mungkin.

Kemarin ada yang ngira ini bukan yaoi. Ini yaoi loh. Cuma di chp yang awal emang salah ngetik Namja jadi yeoja

Untuk;

Babybaek

Maafkan typonya. Makasih sarnnya, jngn lupa riview ya.