Reborn of The EXO Planet Legend: 12 Guardians

Chapter 17: Kai's Promise to Protect D.O

SamKang

enjoy ^^

Day 13

"Kai, kau sudah sadar?" Tanya Sehun yang sudah seharian menjaga Kai.

"Kau baik-baik saja?" Tanya Suho perlahan.

"Ekhh.." Kai memegang kepalanya sambil brusaha bangun.

"Apa yang terjadi?" Tanya Kai.

"Kau terhempas tak sadarkan diri." Kata Lay.

"Bagaimana berasa lebih baik?" Tanya Sehun.

"Ahh.. Punggungku, masih sakit." Kata Kai.

"Pelan-pelan, jangan memaksakan diri" kata Suho.

"Sudah berapa lama aku disini?"

"2 hari." Jawab Lay.

"2 hari? Separah itukah?" Kai memegang kapalanya lagi, tiba-tiba Kai teringat sesuatu, matanya terbuka lebar,

"D.O hyung! D.O hyung ! Dimana dia?"

"Dia masih di ruangannya, dia tidak apa-apa kok, hanya shock." Kata Sehun.

"Dimana dia?" Kai berusaha berdiri.

"Tunggu kai, kau belum sembuh betul." Kata Sehun mencoba menahan.

"Tunggu.. Kai, kau bisa menyakiti dirimu sendiri" kata Suho "bijaksanalah sedikit."

"Aku tak peduli" jawab Kai, lalu kai mencopot semua kabel yang menancap pada tubuhnya.

"Kaii.." Sehun menahan kai.

"Jangan menahanku Sehun" Kai mendorong sehun, lalu berjalan keluar, zettt... Dia menghilang.

"Dia terlalu memaksakan dirinya." Kata Suho.

"Sudah biarkan saja." Lay menggeleng-geleng kepalanya.

"Dia terlalu kawatir dengan D.O hyung" Sehun pun berdiri. "Ini buruk.".

"Ah kai? Kau sudah sadar?" Tanya Chanyeol yang bertemu Kai di lorong koridor.

"Dimana D.O hyung?" Tanya Kai tanpa basa-basi.

"Kau terlalu memaksakan diri, lihat dirimu kau masih sulit berjalan."

Kai yang tak sabaran pun menyerang chanyeol, ia menarik baju Chanyeol "dimana D.O?"

"Hei santai sedikit, kau ini masih sakit ! Apa yang akan D.O katakan bila ia melihatmu seperti ini? Kuatkan dirimu Kai.D.O tak apa" kata Chanyeol, Kai pun melepaskan remasannya. Ia merasa bersalah.

"Ohok hokk.." kai terbatuk-batuk, kondisinya benar-benar masih buruk.

"Ayolah, biar kuantar, ingat jangan memaksakan dirimu."

...

Nuttt.. Nutt... Nutt... Suara alat rumah sakit terdengar di seluruh penjuru ruangan, ruangan itu begitu sepi.

"D.O hyungg.." Kai memegang tangan D.O

"Kenapa kau jadi begini, kapankah kau akan memanggil namaku lagi? Kapan kau akan sadar?" Kai menteskan air mata.
Chanyeol yang melihat Kai dari pintupun menitikan air mata.

"Tenang Kai, D.O pasti akan baik-baik saja."

"Terima kasih Chanyeol, aku ingin sendiri disini, bisa kau bilang kepada yang lainnya aku akan menjaga D.O"

"Tentu, aku akan membawa makanan untukmu. Kau juga harus beristirahat, oke?"

Tak ada jawaban dari Kai. Chanyeol pun berjalan keluar ruangan. Klekk.. Pintu tertutup.

"Maaf hyung, aku terlalu lemah, aku.. Aku masih tak bisa... menjagamu" (╥﹏╥) wajah kai kini benar-benar sudah dibajiri air matanya, sampai sampai menetes di tangan D.O.

Saat itu sudah larut malam, terlihat sinar bulan exo pucat terpantul lewat kaca jendela, bintang-bintang pun bersinar mengisi gelapnya langit, malam itu Kai tertidur sambil mengenggam tangan D.O.

Saat pagi harii..
Di kamar Queen Pearls.

"Ahh tidurku nyenyak sekali." Taeyeon merenggangkann otot ototnya."Hmm.. Aku lapar, apa yang akan aku makan pagi ini?" Taeyeon pun turun dari ranjangnya, dengan masih setengah sadar ia membuka pintu.. "Hoammm ╭(¯o ƪ), ehhh! Kau ?!"

Taeyeon terkejut melihat ada seseorang menunggu di depan pintunya.

"Mohon ajari aku, agar lebih kuat." Kata orang itu. Orang itu lalu berjongkok dan berlutut. "Mohon ajari aku" kata orang itu lalu menunduk ke lantai.

"Kau?, kau si teleportasi kan?"

"Benar."

"Siapa namamu?"

"Kai." Jawab Kai singkat.

"Kai yaa.. Kenapa kau ingin jadi kuat?"

"Tentu saja aku harus."

"Tidak ada yg menyuruhmu jadi lebih kuat kan?"

"Tapi aku harus."

"Untuk apa?"

"Untuk melindungi orang-orang yang aku sayangi." Kata Kai kembali mulai meneteskan air mata, "Kumohon.."

"Heh cengeng, Kau kenapa egois sekali?"

"Egois?"

"Ya egois, kau tak mengerti dari apa yang baru saja kau katakan?" Kata Taeyeon.

"Apakah aku salah?"

"Tidak salah, tapi itu bodoh. Kau pikir sebagai seorang Guardians tugas mu hanya melindungi orang yang kausayangi saja? Orang yang kau anggap penting bagi hidupmu? Kau ini guardians ! Penjaga, kau akan menjaga semua orang, baik yang kau kenal ataupun tidak, baik orang-orangmu, maupun tidak, bahkan kau akan jadi pelindung alam semesta ini, bukan hanya planet ini. Tidakkah kau mengerti?" Taeyeon berbicara dengan nada tinggi, membuat keributan di pagi hari, Taeyeon terlalu emosi mendengar alasan Kai yang terlalu egois menurutnya.

Kai pun berdiri, ia siap dengan ocehannya "Memangnya ini pilihanku? Apakah kau tak tau? Ini terlalu berat bagi kami ! Tiba-tiba aku disuruh menyelamat kan dunia, katanya aku yang akan jadi salah satu guardians, penyelamat ! Layaknya Super Hero! Kenapa harus aku? Memangnya aku yang mau? Memangnya aku mengajukan diri untuk mempertaruhkan nyawaku? KAU YANG TAK MENGERTI!" Bentak Kai pada Taeyeon, perasaan Kai meledak-ledak, ia tidak habis pikir, menurutnya ini terlalu berat, yang Kai mau hanya hidup damai dan bisa terus bersama D.O, kai benar-benar kehilangan akalnya karena D.O masih terbaring, belum juga bangun dari pingsannya.

"itu karena kau spesial" kata Taeyeon santai menjawab semua pertanyaan Kai.

"Spesial?" Kai gak mengerti maksud dari kata Taeyeon.

"Ya iya.. Ahh dasar seperti yang aku bilang kemaren-kemaren, kalian sama sekali tidak ada yang paham dngan kekuatan kalian sendiri."

"Maksudmu?" Tanya Kai sambil mengusap air matanya.

"Kalian itu orang-orang terpilih, pohon kehidupan yang memilih kalian, selain raja, dan perdana mentri tidak ada lagi orang yang dipilih langsung oleh Pohon Kehidupan untuk memenuhi jabatannya, bahkan ratu juga tak dipilih. Aku juga mengerti kalau ini berat, tapi kalian adalah orang-orang terpilih, pohon kehidupan memilih kalian pasti ada alasannya, dan karena kalian spesial, mengerti? Harusnya kau bersyukur kalau.." Belum selesai Taeyeon berbicara..

"Sudah cukup, aku mengerti kok. Jadi bagaimana? Mau mengajari ku?"

"Dasar bocah, baiklah persiapkan dirimu, aku mau membersihkan diriku."

"Benarkah? Kau mau?"

"Iya iyaa.. Sudah sana jangan sampai aku berubah pikiran."

"Ahh nee.. Gamsahamnida."
Klekkk pintu kamar tertutup.

'Baiklah, aku akan menjadi semakin kuat, aku akan melindungimu hyung! Ya.. Orang lain juga tapi kau yang utama, D.O hyung! Liat aku nanti.' Begitulah Kai dalam hatinya. kai jadi semangat, dia akan melakukan yang terbaik, semua untuk melindungi D.O nya diaa.. Sweett gakk ?

...

"Oke aku siap" kata Taeyeon.

"Noona, kenapa kau malah makan?"

"Aku belum makan tau, aku merelakan waktu sarapan ku untukmu, harusnya kau berterima kasih, lagipula kau kan yang berlatih, aku tinggal mengawasi." Kata Taeyeon sambil menggigit sandwich nya lagi.

"Ahh baiklah -_-"

"Begini jadi aku sudah berpikir selama aku mandi tadi."

"Apa? Kau bicara apa?"

"Aku sudah berpikir tadi."

"Hah? Kau jangan sambil mengunyah aku tidak mengerti." DUAAKK.. Kai dijitak Taeyeon.

"Kau cerewet sekali" tiba-tiba terdengar suara taeyeon diotak Kai.

"Ehh, apa ini?" Tanya Kai.
"Ini kekuatanku, mengontrol pikiran orang, salah satu nya telapati juga." Kata Taeyeon lagi diotak Kai. "Jadi aku bisa sambil makan, aku akan bicara lewat pikiranmu saja yaa.." Kata Taeyeon.
Kaipun menatap Taeyeon, taeyeon sedang asik makan, padahal dari tadi Taeyeon bicara di otak Kai.

"Dasar, kau mau pamer ya? Jadi ini? Pasti kau yang membuat Kris tiba-tiba berlutut memohon maaf" Kata Kai membalas.

"Benar" jawab Taeyeon.

"Kekuatanmu mengerikan noona."

"Kau bawel -_- dengar, aku tadi telah berpikir, begini kekuatan telepati ku ini bukan kekuatan ku sesungguhnya, kekuatan ini sudah ku kembangkan dari kekuatan basic ku, jadi bila kau sudah punya basic kuat, kau bisa menggunakan kreatifitas mu untuk membuat kekuatan basic mu agar lebih beragam, dan disesuaikan."

"Lalu?"

"Apa yang sudah kau pelajari sebelumnya? Oh yaa, siapa gurumu? Minho ya?"

"Kok kau tau?"

"Kan ini kekuatanku juga -_- kau ini entah bodoh atau polos."

"Sial, cepat lanjutkan."

"Jadi apa yang kau pelajari"

"Aku memerkuat basic ku saja sih, membuat jangka jarak teleportasi ku lebih jauh, dan menambah kecepatanku."

"Baik, ternyata kau mengerti apa yang kau pelajari."
Si kai pasang muka -_-

"Jangan bete gitu."

"Bete? Jadi kau bisa merasakan perasaan orang juga?" Kata kai kesal, dia merasa privasi nya tidak aman bila berada didekat Taeyeon.

"Ya tidak, tapi kan aku punya mata, aku bisa melihat tampang bete mu, kau ini -_-"

"Ahh begitu ya, yasudah ayolah, kita gak mulai-mulai nih."

"Jadi gini, aku punya ide, bagaimana kalau kau menteleportasikan serangan lawan."

"Hah? Bagaimana caranya?"

"Makanya kita belajar bodoh, untuk melakukan itu, kau harus melatih ketepatan timing mu dan ketepatan pintu yang harus dibuka dari teleportasi."

"Kok pintu, aku kan tidak menggunakan pintu."

"Bodohh -_- anggap saja pintu, memangnya ada nama untuk itu?"

"Tidak adasih, iya baiklah.. Lanjutkan"

"Dasar bocah, jadi.. Ehmm.. Kau bisa menteleportasikan serangan lawan sehingga tidak mengenaimu, dan kau bisa melepaskannya membuka pintu lain sehingga serangan itu kau teleportasikan ke musuhmu, jadi senjata balik ke tuannya, mengerti.?"

"Ngerti sihh, jadi apa yang harus kulakukan sekarang."

"Pertama teleportasi benda mati, yang tak bisa bergerak lalu, coba teleportasi benda yang lebih besar dan bergerak, lalu nanti baru coba menteleportasikan serangan. Mengerti."

"Baiklahh oshhh.. Aku akan melakukannya."

Di balkon istana, diatas sana ada orang yang tersenyum melihat Kai.

"Gaine, ada apa?"

"Tidakk apa-apa,"

"Kau masih belum mau ngaku?"

"Tidak usah, dia itu benar-benar payah juga ya masih belum sadar siapa aku, padahal sbelumnya aku yang mengajari dia."

"Jangan-jangan kalian bukan ayah-anak?"

"Ya bukan begitu -_-"

"Kalau gitu aku akan pergi dulu."

"Yasudah.."

'Bertambah kuatlah Kai, ayah selalu mengawasimu.'

Next Up: kini Kai berapi-api semangat sekali bukan? Siapa tuh ayah nya Kai? Pada tau dongg ! Haha, kenapa si bapaknya begitu? Masa si Kai gak kenalin bapaknya? Ada apa si? Dan gimana perkembangan Kai? Lihat di Chapter selanjutnya.

"Author, kenapa kau buat ceritanya sperti ini? Aku sedih, sakit rasanya bila anak kandungku sendiri tidak mengenaliku."
"Sudah jangan banyak omong" (ヽ`д´)┌┛ )`з゜) "disini aku! Author yang berkuasa! Hahaha.." Author kejam.

Leave Your Comment
Thanks For Reading
-TBC-