Reborn of The EXO Planet Legend: 12 Guardians

Chapter 21: The First Mission

SamKang

enjoy ^^

"Pagi semua"

"Pagi!" Semua pasukan sudah berkumbul berbaris sejajar sesuai dengan kelompok mereka.

"Baik guardians, ini akan jadi misi pertama kalian."

"Ne !" Keduabelas guardians menjawab serempak.

"Silahkan Koral Dana and Stephanie."

"Baik, saat kemarin malam kalian bersenang-senang, terjadi penculikan kembali, setelah penculikan 4 tahun lalu, kali ini terjadi di daerah distrik 78 dimana 350 orang hilang, menurut saksi mata ada sekumpulan orang berjubah yang kemudian muncul dengan asap tebal hitam, asap tebal hitam itu semakin banyak menyelimuti distrik, begitu para penduduk terkena asap itu, maka akan langsung menghilang."

"Ne? Menghilang?" Baekhyun memekik mendengar kekuatan mengerikan itu.

"Yaa.. Kemungkinan begitu, masih belum jelas siapa saja dan tujuannya apa yang pasti ini ada hubungannya" kata Kopral dana lagi.

"salah satu saksi mendengar bahwa mereka akan melanjutkan serangan di salah satu distrik dekatnya, dan kemungkinan adalah distrik 75, 77, 79 dan 80"

"Benar, seperti pengalaman 4 tahun lalu juga terjadi penyerangan dalam 2 malam ada 2 distrik yang diserang, dan dalam jarak yang berdekatan. Kemungkinan akan terjadi hal yang sama kali ini." Kata Kopral stephanie menambahkan.

"Ne, terima kasih Kopral, seperti yang sudah kalian dengar, kalian akan menuju 4 distrik tersebut, Queen Pearls dan beberapa Gaine akan ikut dengan kalian, jadi akan di bagi 4 team. Kita akan tunggu samai nanti malam salah sau dari distrik yang kalian jaga akan diserang, jadi bila kalian melihat mereka, segera laporkan agar yang lain juga dappat segera pindah membantu. Baiklah jalan sekarang."

"Kai, kau ikut dengan tim yang sebelah sana." Perintah Yunho.

"Siroo yoo, aku mau tetap dikelompok ini"

"Yaa! tidak bisa"

"Suruh saja Lay yang pindah, disana kan ada Suho hyung."

"Tidak bisa ini sudah perintah, kau tidak bisa seenaknya."

"Sudahlah kai" D.O akhirnya angkat bicara mendengar perdebatan mereka "aku akan baik-baik saja, yang penting nanti kita harus bertemu lagi, disini, oke?"

"Tapi kyungsoo, aku sudah berjanji padamu."

"Ssstt.." Kyungsoo menutup mulut Kai "aku tau, pokoknya kau janji akan bertemu lagi denganku setelah ini, oke?"

"Arra"

"Saranghae" D.O menyium Kai lalu pergi membalikan badannya kembali ke timnya.

Keempat kelompok kini berjalan masing-masing ke distrik yang sudah ditentukan, mereka menyamar disana, berusaha untuk jadi rakyat biasa.

"Ya! Kai, jangan sedih begitu, kau harus fokus, nanti bisa-bisa kau menghilang lagi."

"Aku tidak akan hilang sehunnie." Jawab Kai, mood nya sedang tidak terlalu bagus.

"Hyung! Bukankah ini kampung mu? Distrik 80" tanya Sehun ke Luhan.

"Ah nee.. Aku ingin bertemu ayah ibuku, perlukah kita kesana?"

"Tentu harus, aku ingin melihat kedua orangtua mu, bagaimana muka mereka sehingga bisa membuat anak sepertimu."

Akhirnya mereka pun memutuskan untuk mampir ke rumah Luhan dulu.

"Sepertinya tidak ada orang" kata sehun tidak menemukan lampu yang menyala.

"Ini masih pagi, kemana ibu pergi?" Luhan juga bertanya-tanya dimana ibunya.

"Luhanie?"
Suara seorang ibu paruh baya terdengar.

"Eomma !"

"Luhann! Aigoo anak eommaa.."

"Eomma.."

"Kenapa kau ada disini? Ah, teman mu?"

"Nee.. Kita sedang ada misi bu, ini Sehun dan Kai."

"Ohh, Sehun anak Henli, dan Kai anak taeminie?"

"Nee" jawab Kai Sehun serentak.

"Aaa.. misi? Wah kalian harus bercerita padaku, ayo masuk masuk."

"Nee eomma"

...

"Ohh jadi begitu, jadi akan terjadi malam ini?" Tanya key eomma sambil membawa nampan dengan 3 cangkir teh diatasnya.

"Nee eomma"

"Wah, aku harus memberitau ayahmu, agar ayahmu cepat pulang, ayo diminum lagi tehnya"

"Ne emmonim," jawab Kai dan Sehun kompak.

...

Di distrik 77.

"Aku mau menemui seseorang." Kata Gaine Minho, "kalian pergi saja duluan ke markas penjaga 77"

"Ne.." Kata Taeyeon.

"D.O kau ikut aku." Kata Gaine Minho.

"Ne, kita kemana Gaine?"

"Mau kerumahku." Kata Minho sambil tersenyum.

"Keluarga mu tinggal didistrik ini?"

"Iya, aku kangen sekali."

"Wahh, kalau gitu kita harus melakukan yang terbaik malam ini."

"Tentu." Jawab minho singkat, dibalik senyumannya tentu saja dia khawatir, istrinya tinggal di distrik ini, dan entah kapan nanti malam sewaktu-waktu akan ada serangan, entah itu ke distrik ini atau tidak.

"Yeoboo"

"Minhoo" sosok wanita berparas cantik disana terkejut melihat kedatangan pria tampan ini.

"Taeminiiee aku merindukanmu" Minho memeluk taemin lalu mengangkatnya.

"Ahh, kenapa kau tiba-tiba datang kesini?"

"Ini misi sayang, nanti malam diperkirakan ada serangan, kau jangan keluar rumah ya."

"Begitu ya, baiklah, ehh siapa itu?" Taemin melihat ada seseorang yang mengikuti suaminya.

"Ohh itu, perkenalkan, dia calon menantu kita."

"Ne?" D.O memekik.

Minho hanya tersenyum menatap D.O

"Ohh D.O Kyungsoo? Ini anaknya, lucu.." Komentar Taemin eomma mengejutkan d.o.

"Dari mana kau tau namaku? Sebenernya kalian siapa?"

"Kami orangtua Kim Jongin." Kata Taemin menjelaskan.

"Ne?" D.O kembali memekik, "jadi selama ini Gaine Minho ayah Kai? Kenapa muda sekali?"

"Sebenernya ini jurus dimensi juga, hebatkan bisa mengembalikan penampilan fisik begini" kata Minho bangga.

"Ne?" D.O benar-benar tidak mengerti.

Kini mereka sudah ada di dalam duduk di sofa diruang tamu.

"Jadi bagaimana dengan Kai? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Taemin kepada D.O.

"Iya dia baik-baik saja"

"Waktu dulu Kai mau masuk SMP kami sekeluarga harus pindah ke distrik ini, namun Kai menolak, katanya ia ingin tetap dekat denganmu." Kata Taemin.

"Aku juga tau ibumu, tapi itu sudah lama sekali sejak kita bicara dan terakhir aku melihatmu waktu kau berumur 5 tahun."

"Wah dunia ini benar-benar sempit" kata D.O

"Iya, dan waktu berjalan cepat, kau sudah tumbuh besar, dan tak disangka sudah jadi kekasih kai, hahaha.." Taemin tertawa lembut.

"Ahh iya, lalu kai nge kos saat SMP, dia jadi sangat mandiri." Kata D.O

"Tidak juga, sebnernya dia manja sekali" kata Taemin eomma.

"Yeobo, kita sudah harus pergi, aku akan menuimu lagi nanti." Minho baru saja kembali dari kamarnya, ia mengganti bajunya. Minho lalu menghampiri Taemin dan mengecup dahi Taemin.

"Arraa.. Jaga diri kalian, berjuanglah aku akan meunggu." Kata taemin.

"Aku juga permisi tante."

"Iya D.O jaga dirimu ya, sampaikan salamku untuk Kai."

"Nee.."

Setelah pamit dengan oemma Taemin, merekapun segera berjalan keluar, kembali ke markas pertahanan distrik.

"Gaine Minho, istrimu benar-benar sangat baik."

"Iya, aku sangat beruntung. Ehh.. Jangan bilang ke Kai kalo kau pergi denganku, oke?"

"Loh kenapa?"

"Si Kai itu benar-benar, dia bahkan belum tau siapa aku."

"Ne? Benarkah? Kenapa bisa begitu?"

"Sejak dia masuk SMP, aku belum pernah lagi bertemu dengannya, soalnya saat dia pulang bertemu ibunya, aku selalu sedang dalam misi,"

"Begitukah? Kasihan sekali, kau tau dia sangat merindukan sosok ayahnya." Kata-kata D.O sejanak membuat Minho menghentikan langkahnya.

"Sunbae, kau harus lebih memerhatikannya, dia remaja sekarang." Kata D.O

"Iya iyaa.. Untung ada kau ya, laporkan padaku bila Kai melakukan hal yang aneh-aneh."

"Aneh bagaimana? Dia selalu berbuat aneh"

"Haha.. Iya sihh.. Hmm terima kasih ya Kyungsoo sudah ada di kehidupan Kai, kai pasti akan jadi penyendiri bila tidak ada kau."

"Ahh tidak begitu juga Gaine, kau terlalu berlebihan"

"Ya, sepertinya begitu."

Merekapun melanjutkan perjalanan mereka menuju pos penjagaan 77.

...

Malam yang ditunggu-tunggu sudah tiba, semua siap bersiaga di posisi. Dengan kooperasi dengan penjaga setempat, malam itu penduduk bisa diarahkan untuk tidak keluar rumah.

"Baiklah apa semua siap?" Kangin memimpin tim distrik 79.

"Siap" distrik 79 yang berangotakan Suho, Kris, Tao, Donghae, Hyoyeon Sooyoung dan Victoria sudah bersiap.

...

Distrik 77 yang beranggotakan Jaejoong-Minho-Taeyeon-Sulli-Sunny-Kyungsoo-Lay-Ba ekhyun, kini juga sudah pada posisi, masih tidak ada tanda musuh di distrik 77.

...

Di Distrik 80
Dipimpin Yunho dan beranggotakan Kai-Luhan-Sehun-KiBum-Seohyun-Tiffany-Luna juga masih belum ada pergerakan.

"Bagaimana hyung?"

"Masih belum terlihat apa-apa"

"Penjaga 1! Bagaimana terlihat sesuatu?" Tanya Yunho kepada pasukan di depan gerbang masuk distrik 80 dengan radio.

"Belum ada perdana mentri, masih tidak ada tanda" kata sang penjaga.

"Baiklah awasi terus" perintah Yunho.

Suara sangat sunyi, tidak terdengar suara apapun. Atmosfer perang dan gelap sudah menyelubungi tempat tersebut. Para binatang lari entah kemana, sepertinya mereka sudah tau akan terjadi sesuatu buruk disana. Sangat sunyi malam itu. Para pasukan yang gugup bersiap mengambil kuda-kuda untuk menghadapi apa yang akan datang. Sangat sunyi disana, sampai-sampai setiap orang bisa mendengar detak jantung mereka sendiri. Ini akan menjadi perang pertama mereka setelah berratus-ratus tahun.

"Lapor Laporr! Situasi darurat. Kami dari distrik 75 mengalami serangan, sekali lagi, lapor situasi darurat kami distrik 75 telah diserang. Mohon untuk semua pasukan menuju distrik 75." Suara dari radio terdengar.

"Semuanya musuh ada di distrik 75!" Yunho mengatakan pada semua pasukan."

"Tungguu! Di distrik 77 juga ada serangan, tiba-tiba ada asap hitam muncul menelan para prajurit" suara radio terdengar lagi.

"Ne?" Kai kaget, "itu tempat D.O"

"Bagaimana bisa? Bukan nya harusnya hanya 1 distrik saja?" Tanya Tiffany.
"Aku juga tidak tau."

"Lapor disini distrik 79, kami juga diserang!"

"Ne?" Kibum memekik tidak percaya.

"Pasukan musuh sangat banyak, jumlahnya mencapai ratusan!" Kembali radio dari distrik 79 melaporkan.

"Perdana Mentri, disini penjaga 1, mereka datang dari arah distrik 78." Laporan dari penjaga kepada perdana mentri tanda distrik 80 juga diserang.

"Bagaimana ini mungkin terjadi?" Tanya Kibum.

"Perdana mentri, mereka tidak berjubah hitam seperti yang menyerang distrik 78 kemarin, melainkan, itu penduduk distrik 78, entah apa yang terjadi, tapi mereka menyerang para pasukan kita.

"Bersiaplah kalian semua" kata Yunho memperingatkan.

...

Sementara dari istana.

"Lapor Raja, laporan terakhir dari distrik 78 mengatakan bahwa asap hitam muncul kembali, dan para penduduk distrik keluar dari asap tersebut seperti zombie dan meyerang para penjaga, lalu menyebar ke distrik 75, 77, 79 dan 80." Kopral Dana melaporkan sesuatu yang sangat mengejutkan.

"Siall.. Sang kegelapan, dia terlalu kuat, dia pasti sudah merencanakan ini dari awal, benar-benar di luar dugaan. Kopral Dana kirimkan pasukan segera, suruh mereka menutup distrik 78, jangan biarkan mereka berkeliaran lebih banyak lagi." Perintah Raja.

...

"Mereka penduduk distrik 78" D.O baru menyadari, "mereka orang-orang kita sendiri"

"D.O mereka bukan orang-orang kita lagi, mereka sudah mati sejak awal, sejak mereka dihisap asap hitam itu, mereka bukanlah apa-apa hanya mayat hidup, tegarlah!" Minho membangkitkan kesadaran D.O.

"Sial aku tidak bisa berbuat apa-apa, otak mereka sudah mati, aku tidak dapat mengendalikan mereka." Taeyeon kini mengeluarkan pedangnya dan hanya bisa melawan dengan pedangnya.

"Taeyeon, awasi dari tempat yang tinggi, cari strategi untuk melawan mereka lalu telepathy kan keada kami." Jaejong memerintah Taeyeon sambil menebas para Zombie dengan pedangnya.

"Baik Jendral."

...

Di distrik 75 dimana MeyJen Junsu yang memimpin ditemani Changmin, captain Choi, Chanyeol, Xiu, Chen, Jessica, Krystal, Amber sedang sibuk mempertahankan kedudukan mereka.

Tentu saja distrik 75 tau lebih dulu apa yang terjadi, soalnya ada Krystal, dengan sense eye nya yang kuat, dapat melihat jauh, dimana musuh muncul.

Kini Xiumin dan Jessica sedang membuat dinding es yang menutup perbatasan distrik 78-75.

Changmin menyerang mereka dengan bahan logam yang ada disekitarnya.

Captain Choi memukul mementalkan mereka satu persatu.

Chen dan Chanyeol menyerang mereka satu persatu dengan kekuatan mereka. Para zombie pun dapat diatasi dengan mudah.

...

Di distrik 79 juga mudah saja dikontrol.
Ada Tao dengan penghentian waktunya.
Suho membuat para zombie hanyut dengan airnya, hyoyeon dengan karetnya membuat mereka lengket tak bisa bergerak, si Sooyung membuat para zombie itu jadi ukuran mini, Victoria menghajar mereka satu persatu. Si bapak anak Kris-Kangin menggunakan semburan api mereka menyudutkan para zombie, dan sentuhan terakhir Donghae membuat tembok diantara perbatasan sehingga zombie tidak bisa masuk lagi. Sepertinya semua distrik sudah mengetahui cara mengatasi ini.

Semua pasukan pun dalam sekejap berhasil mengatasi invasi zombie tersebut. Mereka memutuskan untuk masuk ke distrik 78 melihat keadaan.

Terlihat masih banyak zombie-zombie disana.

"Tidak ada yang bisa diselamatkan" kata Suho lemas.

"Lebih baik kita kembali" usul PM yunho.

Namun sebelum mereka kembali awan hitam muncul menyelubungi distrik 78. Semuanya benar-benar tidak tau harus berbuat apa, awan-awan hitam itu menyelubungi para zombie dan lagi-lagi para zombie menghilang.
Kemudian Awan-awan hitam itu tertarik kembali ke satu arah, yaitu ke tengah-tengah distrik 78.

Para pasukan kerajaan pun mendekati distrik 78. Pasukan yang bertugas di distrik 75,77,79,80 pun bermunculan dan bertemu satu sama lain.

Disaat mereka sudah berkumpul tanpa disangka muncul asap hitam mengempul dan membentuk sesosok raksaksa berjubah hitam dan memiliki 2 tanduk di sebelah kanan dan kiri kepalanya. Ia terlihat seperti kambing hitam.

Dengan suara menggema sosok itu mengucapkan kata-kata "BUAHAHA... Bagus sekali, kalian membunuh penduduk kalian sendirii! Sangat ironis."

"Siapa kau?" Jendral kangin menatap sosok itu tajam, tidak gentar menghadapinya.

"Kau tak tau siapa aku? Aku sang penerus kegelapan."

"Penerus kegelapan?"
"Apa maumu?"

"Tentu saja aku mau kekuatan! Menguasai alam semesta ini, menghancurkan kalian yang menjadi bibit-bibit keturunan 4 orang tua bodoh itu. Kalian akan musnah dan memohon pada kekuatan kegelapan. Buahahaha"

"Apa? 4 orang tua bodoh?" Yunho mendengar dengan baik setiap kata yang orang itu katakan.

"Lihatlah" sosok hitam itu mengangkat tangannya, memunculkan suatu seperti hologram bulat. Terlihat sebuah bola yang sepertinya adalah planet, banyak ledakan besar yang terjadi disana.

"I.. Itu planet Matoki," Taeyeon tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Inilah keadaan planet Matoki sekarang. Hancurr! Kerajaan mereka sudah hancur. penyerangan zombie ini bukanlah apa-apa, kami akan membawa yang terbesar untuk kalian, tunggu saja. Bahahahaha.." Suara gema tawaan menutup pidato sosok hitam itu. Perlahan asap hitam itu merambat naik ke langit, dan sosok hitam itupun menghilang."

"Apa yang harus kita lakukan?" Kris tidak percaya, kini saatnya the guardians menghadapi yang terburuk.

Next Up!
Himchan: "katanya kita bakal muncul disini?"
Author: "ini skarang kau muncul."
Himchan: "tidak bukan begitu -_- aku ingin benar-benar muncul dalam ceritam"
Author: "iya, chapter 22 akan menjadi awal kemunculan kalian."
Himchan: "bohong!"
Author: "ciuss dehh.."
Next Up: going to Matoki Planet. Bagaimana dengan mereka? Apa yang akan terjadi? Apakah planet matoki akan bekerja sama dengan exo planet? Saksikan di Chapter 22.
UPDATED: B.A.P's members power.

-TBC-

Thanks For Reading

Leave Your Comment