Reborn of The EXO Planet Legend: 12 Guardians

Chapter 22: Going To Matoki Planet

SamKang

enjoy ^^

EXO - B.A.P

Chapter kali ini salah satu chap yang banyak skinshipnya, wkwk.. Author's Favorite.

Di Istana Imperium

"Raja apa yang sebaiknya kita lakukan?" PM Yunho baru saja melaporkan apa yang baru mereka lihat, asap hitam, zombie menghilang, sang penerus kegelapan, hancurnya planet matoki, dan ancaman serangan.

"Kirim guardians ke Matoki Planet, yang lainnya bersiaplah untuk perang."

"Baik Raja."

"Apakah ini keputusan yang baik?" Tanya Ratu khawatir dengan kejadian yang semakin cepat.

"Tentu, semua akan baik-baik saja, kita akan mengatasi ini, benarkan?" Raja mengenggam tangan ratu, menghadap lurus ke matanya.

"Tentu, aku akan selalu berada disisimu," ratu BoA membalas dengan senyumannya.

Rasa lelah menyelubungi tubuh guardians. Di ruangan tengah dorm untuk guardias, kini sedang berbaring 5 lelaki di sofa. Melepaskan rasa lelah mereka, dan hati mereka setelah melihat banyak saudara mereka dari distrik 78 yang mati, dan berubah menjadi mahluk aneh yang kehilangan akal.

Seseorang berjalan kearah mereka, menganggu ketenangan.

"Semuanya, tolong perhatian, besok kalian semua akan pergi ke Planet Matoki, persiapkan diri kalian, Captain Choi dan Gaine Minho akan ikut dengan kalian. Bersiaplah," selesai memberi pemberitahuan tersebut, Yunho pun langsung pergi lagi tanpa menunggu jawaban dari anak-anak ini.

"Ada apa dengannya? Biasanya kita harus menjawab dulu baru dibiarkan pergi." Chanyeol masih meregangkan tubuhnya bersender disofa.

"Tapi, untuk apa kita kesitu?" Suho yang penasaranpun membangunkan dirinya kini duduk serius.

"Sudahlah hyung, kita istirahat saja, liat instruksi lagi besok, ahh ini sangat melelahkan." Baekhyun agak frustasi sepertinya, ia terlalu lelah.

Sedangkan di balkon dorm guardians.

"Hyung, aku menemukan sebuah lagu indah." Seorang laki-laki dengan rambut pelanginya jalan menghampiri seorang laki manis yang sedang duduk bersender menikmati indahnya bulan malam itu.

"Oo? Mana?"

"Ne, aku akan memutarnya" Sehunpun mengarahkan telunjuknya ke gambar segitiga yang ada ipod touchnya itu. Suara lantunan piano mengawali lagu tersebut.~

"Uoo.." Luhan merespon setelah mendengar permainan piano itu.

"Romantic romantic" sehun lalu duduk bersemangat berdekatan dengan Luhan.
Sehunpun ikut menyanyi, menuturkan kata-kata lirik lagu tersebut sesuai irama nadanya.

"Aku sangat membutuhkan ini, bukankah lagu ini cocok sekali disaat seperti ini?"

"Tentu hyung, lihat bintang malam ini banyak sekali, neomu yeppo."

"Sehunnie, kau tau? Aku senang kita masih berdua disini."

"Ne? Ya tentu hyung, aku selalu akan bersamamu."

"Setelah apa yang kita lalui, aku senang ternyata kau juga bagian dari ini, bukankah ini takdir, sehunie?"

Hati Sehun jadi berdebar, ia tersenyum entah mengapa. Sehun menatap luhan, lalu mendekatkan wajahnya lebih dekat ke wajah Luhan.

"Hyung" panggil sehun.

"Ne?" Luhan memutar kepalanya kekanan. Saat itu Luhan merasakan ada sesuatu yang lembut langsung menyentuh bibirnya. Luhan terkejut mengetahui bahwa Sehun tiba-tiba menciumnya, setelah beberappa detik mengumpulkan jiwanya, Luhanpun merespon membuka bibirnya membiarkan lidah Sehun masuk bertemu lidahnya.

Malam itu dibawah indahnya bintang dan pucatnya bulan. Dengan lagu berjudul "All My Love" Luhan dan Sehun menikmati momen mereka berdua, mereka masih menikmati hembusan nafas hangat mereka, merasakan bibir mereka berdua.

"Kau tau Sehun, bila aku mendengar lagu ini nantinya, pasti kau yang akan muncul dalam pikiranku."

"Benarkah?"

"Ne."

"Baguslah kalau begitu.. Hmm.. Hyung"

"Ne? Sehunnie"

"Ayoo, kita masuk, naiklah ke punggungku."

"Ne? Kenapa?"

"Disini dingin hyung, anginnya kencang sekali, ayo didalam saja, aku ingin berdua denganmu, aku ingin menggendongmu."

"Ahh arraseo"

Merekapun berdua masuk ke kamarr...

"Lay, kau kedinginan?"

"Iyaa, malam ini dingin sekali" Lay bersembunyi dibalik selimutnya dari hembusan angin.

"Aku akan menutup jendelanya." Semua jendela dan pintu pun ditutup Suho, dinginnya hembusan angin sudah tidak begitu terasa.

"Suhoo.. Kau mau mandi?" Lay melihat Suho sudah berisap dengan handuknya, Lay merasa ini bukan saat yang tepat untuk mandi, akan sangat dingin sekali pikirnya.

"Tentu, air hangat akan sangat menyegarkan. Kamu gak mau mencoba?"

"Tidak, sepertinya aku tidak sanggup keluar dari selimut."

"Baiklah, aku mandi dulu ya."

"Ne.."

Suho pun menikmati mandi malamnya. Sebenarnya dia agak kecewa tidak berhasil membujuk Lay ikut mandi bersamanya. Tapi dia masih sangat malu untuk menunjukannya, ia benar-benar menyesal.

Suara derasan shower sudah berhenti, Suho sudah mengeringkan tubuhnya. Ia mengenakan celana piyama panjangnya, lalu keluar dari kamar mandi. Saat ia mau membuka lemari, ia memandang Lay, menggigil kedinginan, saat itu ia jadi ingat adegan sebuah film. Akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk mengambil pakaian dari lemarinya dan langsung berjalan menuju tempat tidur. Ia menggosok-gosokan tubuhnya dengan tangannya, setelah terasa panas ia masuk kedalam selimut dan bergeser mendekati Lay.

Lay merasakan ada sesuatu yang memeluknya. Ia pun memutar badannya.
"Ne? Suho ya, kenapa kau topless begitu?"

"Kenapa? Aku sudah melatih tubuhku, lihat." Kata Suho lalu membuka sedikit selimut agar bisa menunjukan tubuhnya pada Lay.

"Ne? Apa maksudmu?"

"Tidak, aku hanyaa.. Aku pikir.. Dengan memelukmu seperti ini.. Kau.. Kau akan merasa lebih hangat." Kata Suho gugup tidak dapat menatap langsung wajah Lay. Suho sudah berikiran bahwa dia gagal lagi. 'Apa yang aku lakukan? Bodoh sekali,' Suho menganggap dirinya sangat bodoh, iya benar-benar tidak sanggup menatap wajah Lay.

Lay tersenyum mendengar namja didepannya ini. Ia lalu mendekatkan dirinya ke Suho, menekukan tubuhnya mendekat ke Suho, "Gomawoo".

Suho terkejut, respon Lay tidak sesuai dengan apa yang dipikirkannya. Suho pun tersenyum, akhirnya dia bisa melakukan sesuatu untuk Lay. Suho menggerakan tangannya memeluk Lay.

"Kau benar, ini terasa lebih hangat." Lay semakin mendekatkan dirinya lagi, mencari posisi nyaman dan terdiam disana.

"Tentu, kau harus mendengarkanku lebih sering," kata Suho.

"Suho yaa.. Jantungmu berdetak cepat sekali.

"Ehh? Ini.. Karena kau."

Lay tersenyum mendengar penuturan Suho, menurutnya Suho sangat lucu ketika ia sedang menunjukkan perhatian untuk dirinya. Lay pun menaikan tubuhnya, wajahnya berusaha menjangkau pipi Suho. Chu~ sebuah ciuman tulus mendarat di pipi Suho.
Suho terdiam, suhu badannya menjadi lebih tinggi. Dan detak jantungnya..

"Suho yaa.. Kenapa suara detak jantungmu menhilang." Lay terbangun kini menggoyangkan tubuh Suho, namun tidak ada respon dari Suho. "Yaa.. Suhooo.. Gwencana?"

Esok harinya.
"Perjalanan akan kita lakukan sekarang, semua sudah siap?"

"Siap!" Jawab para guardians sangat semangat, sepertinya banyak yang terjadi malam tadi.

"Baiklah, perjalanan munuju planet Matoki akan berlangsung 2 hari. Kalian akan menggunakan pesawat disana, jadi langsung saja, Captain Choi dan Gaine Minho akan membimbing kalian, berhati-hati lah" yunhopun selesai memberikan penjelasan

"Ne! Gamsahamnida" jawab guardians sangat bersemangat.

Setelah semua masuk perjalananpun dimulai. Kapal yang mereka kendarai sangat besar. Tentunya kapal ini menggunakan kecepatan cahaya. Didalam kapal sudah ada awak kapal, dan kapten kapal yang memastikan mereka sampai ditujuan dengan selamat. Kapal itu mempunyai fasilitas lengkap, ada 8 kamar tersedia untuk beristirahat, ada dapur, dan ada tempat pertemuan juga kebutuhan lainnya lengkap. Kini mereka sedang membagi kamar, lagi-lagi 1 kamar berdua (ʃƪ′⌣`). Setelah itu merekapun berkumpul di ruang pertemuan.
"baiklah, aku akan menjelaskan tujuan kita ke planet matoki. Dikabarkan Ratu planet tersebut masih hidup, rakyatpun ternyata juga masih banyak yang hidup, tugas kita adalah membantu mereka dan mencari informasi tentang musuh kita. Mengerti?"

"Ne!"

"Tapi kenapa mereka membiarkan Ratu hidup? Bukankah itu aneh?" Baekhyun seperti biasa, selalu punya pertanyaan.

"Sebernya apa yang dilakukan sang kegelapan itu bukan untuk merusak atau menghancurkan planet, namun mengambil energi source planet yang memeliki kehidupan."

"Maksudnya?" Tanya Kris.

"Seperti kita, mempunyai Pohon kehidupan sebagai energi planet EXO, biasanya planet lain yang memiliki kehidupan juga punya energi source seperti kita. Itulah yang ingin diambil sang kegelapan."

"Untuk apa?" Kini Chanyeol yang bertanya.

"Kami juga masih belum tau tujuannya apa, yang pasti kini sudah 6 dari 8 planet yang berkehidupan diserang."

"Dan dari 6 ada 4 yang sudah berhasil dicuri energi sourcenya."

"Uoo.. Bagaimana yang dua lagi bisa mempertahankannya?" Tanya Suho.

"Itu akan panjang lagi ceritanya yang jelas kita harus siap siaga, tinggal hanya 2 planet tersisa, kita dan bumi. Yang pasti kita akan diserang juga segera." Ucap Minho menjelaskan.

Waktupun berjalann...

Setelah setelah hampir 14 jam dikapal, seharusnya ini sudah malam kalau sesuai dengan jam waktu kota imperium.

Para Guardians pun benar-benar bosan, merekapun memutuskan untuk nonton film horror.

"Ne?" Nonton film horror?"

"Ayolah Captainn.. Kita perjalanan 48 jam akan bosan sekali, ayolahh.." Rayu Chanyeol.

"Yee appa, ayo kita nonton bersama" Suho sebagai anak punya kekuatan merayu ke bapaknya ini.

"Ne, baiklahh.. Tapi awas kerja kalian nanti mesti baik."

"Ofcoursee!" Semuanya menjawab bersemangat. Xiumin segera memutarkan film horrornya. Ternyata kapal ini benar-benar lengkap TV dan dvd player pun tersedia.

Sebenarnya D.O sangat tidak menyukai ini, iya tidak takut apapun, kehidupan berat membuat dia kuat, tapi kalau hal berbau mistis beginii...

"Ya kyungsoo., gwencana? Apa kita masuk ke kamar saja?" tanya Kai khawatir dengan keadaan D.O

"Aniii.. Ini pasti seruu.." Jawab D.O

"Serius? Kau tau kan ini film horror, yang banyak hantu setannya." kata Kai memastikan lagi apa yang akan nantinya disaksikan D.O.

"Iya aku tauu.."

"Kau sudah berani sekarang?"

"Iyaa.."

"Sejak kapan?" Tatapan Kai makin serius.

"Sejak kau disisiku."

Aigoooo... Kai jadi blushing-blushing jarang D.O bisa berkata seperti ini.

"Kau aneh kyungsoo."

"Ya? Apa maksudmu?"

"Kau aneh, kau selalu bisa membuatku jatuh cinta padamu."

"Ne?" Kai memberikan serangan gombal balik, yang sebenernya agak anehh..

Ketika kedua insan KaiSoo ini memalingkan wajah mereka kedepan, mereka jadi cengok malu-malu. 10 guardians + Minho + Siwon ternyata menatap KaiSoo dan mendengarkan percakapan mereka yang agak aneh.

"Waee? Cepat mulai filmnya sebelum aku berubah pikiran." Kata Kai.

Semuanya pun memalingkan wajah mereka lalu menatap ke layar TV.

Semua tiap pasangan punya pasangan penakut. Ada Suho, Tao, Luhan, D.O. Kecuali pasangan BaekYeol dan XiuChen mereka semua sangat menyukai hal creepy seperti film horror ini.

Malam itu, teriakan terdengar dimana-mana. Ketika sang hantu keluar semuanya berteriak. Mungkin alam semesta ini bisa mendengarnya.

Yongguk: "suara teriakan apa itu? Dari tadi terdengar, seertinya asalnya dari langit sana"
Jongup: "benarkah?"

"Sebenarnya hantu itu mirip sekali dengan sang penerus kegelapan." Kata Baekhyun.

"Ne! Benarkah, aku juga berikiran seperti itu." Kata Xiumin.

"Ya, ingat saat itu dia tiba-tiba muncul dengan asap? Itu sangat persis seperti yang ada di film. Bhahahaa" kata Chanyeol sambil tertawa.

"Benar, si kegelapan datang lalu tertawa, Buahahahhaa.. Aku sang penerus kegelapan buahahaha.." Ucap Chanyeol sambil meniru kedatangan sang penerus kegelapan di sidtrik 78 waktu itu.
Baekyeol, XiuChen kemudian tertawa bersama, mereka sangat menikmati ini. Tapi tidak ada satupun dari yang lainnya tertawa. Menurut mereka 4 orang itu benar-benar aneh.

Waktupun terus berjalan.. Merekapun sampai dengan selamat.

Sehun menjadi orang yang pertama kali menginjakkan kaki di planet Matoki, "Wah ini benar-benar hancur semua." Ucap Sehun.

"Ayo kita masuk." Captain Choi Siwon memimpin jalan.

"Penduduk EXO Planet?" Ratu Sunhwa terkejut dengan kedatangan mereka.

"Iya ratu, kami datang dengan damai, kami mengetahui kejadian ini, semua juga ada hubungannya dengan planet kami, berikutnya kemungkinan planet kami juga akan diserang. Kami ingin membantu planet Matoki dan berharap mendapat informasi tentang sang kegelapan."

"Aku tau kalian akan datang, EXO dan Matoki sudah sering melakukan kerja sama sejak puluhan tahun lalu. Tapi sekarang istana kami hanya tinggal sebelah." Ucap Ratu Shunhwa memandang istananya penuh dengan kesedihan.

"Tidak apa-apa ratu, kami bisa beristirahat di kapal kami, kami ingin mencari informasi tentang kegelapan." Ucap Gaine Minho.

"Baiklah, akan kuperkenalkan kalian dengan pasukan kami yang tersisa, the Warriors." Lalu Ratu Bora memanggil 6 pasukan hebat mereka yang masih selamat.

"Ratu memanggil kami?" Yongguk datang menghampiri.

"Benar, ini adalah penduduk exo, mereka akan membantu kita dan ingin mencari informasi tentang sang kegelapan, bisa kau bantu jelaskan?"

"Tentu ratu. Silahkan ikut kami. Saya permisi dulu Ratu."

"Kami juga permisi ratu." Ucap Siwon.

Next Up: guardians meet warriors, apa kekuatan warriors? Saksikan di chapter selanjutnya.

Himchan: "sial authornya bohong lagi. Kali ini aku tidak muncul lagi. Berikutnya akan kupastikan aku berbicara paling banyak, tunggu saja hahaha.."

Leave your comment
Thanks for reading
-tbc-