Reborn of The EXO Planet Legend: 12 Guardians

Chapter 25: The Guardians Fall

SamKang

enjoy ^^

...

"Apa itu? Api hitam" Chanyeol menatap sesuatu ditangan si nomor 7 (Efta) itu.

"Ini Api Hitam, bukan api biasa tentunya. Api ini akan membakar habis semuanya tanpa sisa bahkan tanpa abu sekalipun, semuanya akan lenyap begitu juga udara, oksigen."

"Oahh.. Daebakk" seperti biasa Chanyeol King of Reaction, "aku iri dengan api mu" tutur Chanyeol.

"Kau pasti pengendali api juga ya?" Tanya Efta.

"Benar" jawab Chanyeol.

"Kalau begitu ini akan menarik, HIAAAA" Efta tiba-tiba menyerang Chanyeol begitu saja. Bola api hitam kini sedang terbang menuju Chanyeol.

"Baiklah akan kucoba," chanyeol pun mengeluarkan segenggam api ditanganya, dan meleparkannya pada gumpalan api hitam itu.

Sesuai apa yang dikatakan Efta, api hitam itu memakan habis api Chanyeol. Api hitam itu pun juga menghilang setelah memakan habis api Chanyeol.

Chanyeol mengamati kejadian tersebut. 'Sifat apinya tidak seperti biasa' kata Chanyeol dalam hatinya. "Baiklah aku akan menyerang duluan," Chanyeol membuat bola api yang besarr.. Ia lalu mengarahkannya pada Efta.

WOOOZZZ... Api chanyeol membelah udara, suara kobaran api terdengar meluncur sangat cepat.
Efta pun membuat bola api hitam juga sama besarnya dengan bola api chanyeol lalu mengarahkannya.

Ketika api itu bertemu, terlihat api Chanyeol terkikis, termakan oleh api hitam efta.

Melihat kejadian itu Chanyeolpun memberikan smirknya.

Setelah melihat peristiwa Chanyeol sekilas, Baekhyun pun menatap lawannya.

"Hai, jadi apa kekuatanmu?" Sapa Dyo si angka 2.

"Kekuatanku? Cahaya? Kau?" Balas Baekhyun.

"Aku cahaya hitam" jawab Dyo.

"Kebetulan sekali, apakah kau dan orang disebelah itu bersaudara?" Tanya Baek sambil melihat ke arah pertarungan Chanyeol dan musuhnya.

"Ahh tidak, bukan saudara" jawab Dyo.

"Kebetulan sekali, kalian pasti sudah mengetahui kekuatan kami kan? Bagaimana bisa kalian membagi lawan kalian yang berelemen sama dengan kalian?" Tanya Baek.

"Tentu saja, pertarungan kalian dengan Zombie waktu itu memberikan kami informasi tentang kekuatan kalian. Kami akan menang melawan kalian," jawab Dyo

"Percaya diri sekali, pelajaran pertama yang aku pelajari disini adalah, jangan melihat lawan dari penampilanya." Kata baekki.

Lalu Baekhyun mengeluarkan cahaya menyilaukan. Dyopun menutup matanya, dan dari belakang tubuh Dyo tak disangka Baekhyun sudah disana, dan siap mengeluarkan serangannya. WOZZZ...
Serangan Baekhyun mengenai Dyo.

"Kecepatanmu meningkat, tapi kau taukan kami tau kekuatan kalian. Keuntungan dari mengetahui serangan lawan adalah, kami jadi tau cara menghadapi kalian, kekuatanmu kuat, aku tidak bisa menhapus semua cahayamu, tapi aku pastikan salah satu teman kalian akan mati."

"Sudah kubilang, jangan remehkan kami." Jawab Baekhyun.

"Bukan meremehkan, tapi memang kenyataannya begitu, kami sudah tau kekuatan kalian, kami akan menaruh orang yang kekuatannya lebih unggul dari kalian, bahkan menyakiti kami pun kalian takkan bisa, karena kami tau kekuatan kalian."

"Sial, jangan remehkan kami bodoh."

"Aku tidak meremehkan. Jujur saja aku yakin kau akan menang melawan ku. Tapi orang disana tidak akan bertahan dalam waktu lama." Kata Dyo lalu menunjuk pada pertarungan diseberang mereka.

"D.O? Kau jangan remehkan dia." Kata Baekki.

"Kalian yang meremehkan."

...

Sementara itu pertarungan di samping kiri sanaa..

"Kekuatanmu sama seperti Kyungsoo."

"Kyungsoo? Maksudmu D.O? Dan kekuatanmu teleportasi."

"Ya benar, sepertinya kalian mengetahui kekuatan kami"

"Tentu saja, aku akan meyerangmu!"
Angka 4 tessera, kekuatan super strength, ia mengeluarkan kekuatannya, membuat tanah dibawahnya terbelah.

Namun tentu saja dengan mudah Kai menghindar, menghilang dan muncul dibelakang Tessera. "Bodoh"

"Sial kau!" Tessera lalu melayangkan tinjunya ke arah Kai, namun Kai menahannya dan tiba-tiba tangan Tessera menghilang. "ARGHHHH"

tangan Tessera tiba-tiba muncul dibawah dan meninju perut Tessera sendiri. Tangan Tessera putus! Ini kekuatan teleportasi yang mengerikan.

"Kalian salah memasangkan lawan." Ucap Kai menatap Tessera yang kini memegang tangan kanannya.

"Kau! Mungkin kau memang berhasil mengalahkanku! Tapi lihat temanmu disebalah sana, dia akan mati."

"Kyungsoo?" Kai menatap area disebelah sana, Kyungsoo sedang tertunduk memegang kakinya, darah mengucur disana.

"Sialll !" Kai mengumpat, dia lalu mematahkan leher Tessera. Dinding yang mengurungnya kini menghilang. "Kyungsoooo !" Teriak Kai. Namun D.O tidak bisa mendengar suara Kai dari luar.

"Kau D.O kan? BHAHAHA.. Kau sudah ditakdirkan mati hari ini! Sayang sekali kau mendapat aku sebagai lawanmu. Ini boneka Voodoo mu, kau sudah berada di dalam kekuatan magisku! Harus kuakui kaulah orang pertama yang berhasil melukaiku! Kupikir ini akan berakhir dalam hitungan 1 menit. Tapi kau cerdas, sungguh cerdas. Tapi kau sudah ditakdirkan mati hari ini, HAHAHA.."

D.O tidak bisa menatap lawannya, kakinya mengucurkan darah, tapi tidak ada luka disana. Ini semua karena kekuatan lawannya. Voodoo.. Atau boneka santet.

"Berlututlah dikakiku! Sebelum aku mnusuk jantung boneka voodoo mu ini, dan kau akan mati!"

"Bunuh saja aku!" Jawab D.O pelan, ia sudah tidak sanggup lagi berkata-kata.

"Haha.. Angkuh sekali, baiklah sesuai keinginanmu." Jawab si termaismou berangka 9 itu.

"Jongin, maafkan aku.. Aku tidak bisa.." D.O meneteskan air matanya.

"Kyungsoo..!" Kai berusaha menggunakan teleportasinya masuk ke dalam area itu. Tapi ia tidak bisa. "SIAL SIAL SIAL, Kai memukul dinding yang memisahkan D.O dengan lainnya.

"Kyungsoo! Bertahanlah! Kumohonn.." Kai mengeluarkan air matanya. Kaki Kai tidak kuat menopang tubuhnya. Ia sangat berharap D.O bisa melakukan sesuatu, ia harap dirinya bisa melakukan sesuatu. Selama ini Kai belum pernah benar-benar melindungi D.O. Terakhir malah rasa sakit yang ditinggalkan Kai ada D.O saat ia pergi latihan tanpa sepengetahuan D.O. Kai tidak tau apa yang harus dilakukannya.

"Wah.. Wah siapa itu? Setelah membunuhmu aku akan membunuh dia!" Ucap si angka 9 ennea itu.

"Kai!" terdengar suara Taeyeon dalam otak Kai. "Taeyeon noona!" Mata Kai terbuka.

"Dengar, kau ini jangan memalukan kami semua, hapus air matamu!" Perintah Taeyeon. Kai pun menuruti perkataan Taeyeon.

"Cepat katakan, apa yang harus aku lakukan, kau pasti punya ide." Ucap Kai.

"Aku sudah meneliti dinding tersebut. Dinding itu yang menjadi masalahnya, namun dinding itu hanya membatasi depan, kiri, kanan, belakang dan atasnya. Bagian bawahnya tidak dilapisi dinding. Selama ini yang kau lakukan adalah teleportasi horizontal. Kau ingat latihan kita yang menggunakan teleportasi vertikal? Di gunung Abou?"

"Tentu aku ingat."

"Gunakan itu, lewat bawah!" Ucap Taeyeon.

Kai lalu kembali mengingat latihannya 1 bulan lu. Latihan teleportasi vertikal, kai sangat menyesal menganggap teleportasi vertikal tidaklah penting toh dia bisa berteleportasi secara horizontal dan hasilnya akan sama. Namun kai sekarang benar-benar menyesal tidak memperhatikan dengan baik. Kai kembali mengingat ajaran sensei di gunung Abou.

"Aku ingat!" Kai lalu membuka matanya. Kai memandang ke arah D.O "KYUNGSOO!"

SLASSHHHHH...

Kai memandang horor menatap Enea, jarum itu telah menusuk dada sebelah kiri boneka voodoo D.O. Kai membeku tak dapat bergerak. Sulit sekali menggerakan tubuhnya, hanya mata Kai yang dapat menyaksikan. Darah menetes banyak sekali, tanah telah menjadi tampungan darah D.O. Tangan D.O mendekap dadanya, jantungnya berhenti berdetak. D.O menatap balik wajah Kai, dan kemudian D.O terjatuh.

"KYUNGSOOO!" Kai berteriak kencang sekali, membuat burung disekitar ketakutan terbang menjauh dari sana. Kai menunggu pergerakan dari D.O, namun hanya tatapan D.O yang kosong, tatapan yang Kai dapat sebelum D.O... Mati.

...

...

"Kau masih dibawahku Yongguk" Hyosung menebas kan pedang yang menyatu dengannya, terlihat pedang terbuat dari batu emerald disana bersitegang dengan pedang merah bercahaya Ruby milik Yongguk.

"Aku tidak akan lebih lemah dari pada pengkhianat" Yongguk menatap Hyosung tajam mengeluarkan makiannya bersama tebasan pedangnya.

Benturan kedua pedang membuat mereka terhempas. Hyosung masih tetap stabil berdiri, ia lalu mengeluarkan sesuatu dari tangan kirinya. Bentuk tangannya berubah kini menjadi senjata tembakan.
DOARRR... Cahaya hijau keluar mengarah pada Yongguk.

Dengan sigap Yongguk mengubah tangan kirinya menjadi sebuah tameng Ruby untuk melindungi dirinya.

BASSHHH..

Tameng Yongguk berhasil menahan serangan emerald Hyosung. Yongguk pun siap menyerang kembali, ia mengubah tangan kirinya menjadi pedang. Namun dari atas disana Hyosung sudah menyiapkan tebasannya melompat ke arah Yongguk.

TANGGG!

Kembali terjadi benturan antar kedua pedang. Hyosungpun melompat menjauh.

"Perubahan tanganmu semakin cepat, dan sekarang senjatamu lebih beragam Yongguk. Batu Ruby benar-benar hebat." Hyosung memberikan pujian kepada Yongguk namun tetap membeberkan senyuman meremehkan.

"Terima kasih, tapi aku tak butuh pujian darimu." Yongguk lalu mengubah tangan kirinya menjadi tembakan Ruby mengeluarkan pantulan cahaya batu Ruby mengarah pada Hyosung.

Hyosungpun bersiaga juga melepaskan tembakan batu emeraldnya.

BAMMM.. WOSSHHH...

Benturan tembakan itu sangat kuat. Yongguk kemudian berlari mendekati Hyosung, tangan Yongguk kini sudah dia ubah menjadi tangan berbalut Ruby tajam membalut tinjunya.

Hyosung tak mau kalah. Terjadilah baku hantam hebat antar kedua Mahkluk Matoki tersebut.

"Kenapa kau mengkhianati Ratu? Kau adalah orang kepercayannya! Kenapa kau mengkhianati kami?" Tanya Yongguk penuh amarah melepaskan tinjunya.

"Kau sedang bertarung, berkonsentrasilah sedikit," tanpa disadari Yongguk, tangan Hyosung kini sudah ada disamping kepalanya, siap menembakan meriam kekuatan batu Emerald.

BAAMMM
Yongguk terhempas, darah mengalir dari kepalanya. Untungnya kepala Yongguk masih dilindungi dengan tangannya, namun serangan tadi sangat keras, kepala Yongguk tetap harus terluka.

"Aku punya alasan tersendiri, harusnya 8 tahun lalu akulah yang menjadi Ratu Matoki!" Hyosung mengeluarkan pengakuan yang tak pernah diketahui penduduk Matoki.

"Kau? Ratu?" Yongguk menganga, menurutnya ini sangat tidak masuk akal.

"Percuma juga aku jelaskan, toh kau akan mati kan" Hyosung kembali mengarahkan tangannya ke Yongguk yang masih terbaring di tanah. "Selamat tinggal Captain Yongguk"

Next Up- semuanya tersudut, semuanya mengalami kesulitan! Next Chapter - sesuatu keajaiban terjadi! Namun dibalik keajaiban juga ada hal yang harus dikorbankan. Apakah itu? Cari tau di Chapter selanjutnya!

Himchan: "Authorr aku juga ingin bertarung"
Author: "kaukan memang sedang bertarung"
Himchan: "tapi aku mau dibuatkan seperti Yongguk! Yongguk curang!"
Aunthor: "iya kalo ada ide ya Channiee.."
Himchan: "aku ngambek, aku mau brenti aja."
Author: "ne? Jangan himchannn !" Kejarr himchan ke Korea. (?) Gaje.

Leave Your Comment
Thanks For Reading
-TBC-