Reborn of The EXO Planet Legend: 12 Guardians
Chapter 30: Guardians-Warriors-BTOB Unite
SamKang
enjoy ^^
UPDATE KILAT!
di cek juga ya kata pengantar, udah di update cats yang baru-baru.
Oke guys,, sebelumnya dijelasin dulu yaa..
Gikwang BEAST, kenapa namanya Gikwang Stark? Karena ide kekuatan BTOB ini mengadopsi robot Ironman. Setelah nonton Ironman 3 dengan banyak macam ironman bikin Author jadi suka, pokoknya Uthor suka deh klo ada banyak-banyak, kalo cuman satu agak bosen soalnya. haha..
So, yang mau mereka cari berikut ini itu Energi yang dipake sama kayak energi biru punya-nya Tony Stark (Ironman) yang dipasang di dada itu loh.. Understood?
Nahh.. rencananya sih ntar bentuk dan kekuatannya disesuaikan dengan kekuatan yang mereka dapet di tiap belahan dunia masing-masing, soo.. happy Reading..
*ohh ya, sebenernya gak cuman terinspirasi dari Ironman doang, tapi juga Pasific Rim. Cuman kalo ini monsternya keluar tiap malem doang, ntar kalo matahari terbit mereka langsung balik lagi ke kandang mereka (?) Dan usaha Bumi untuk melindungi planet mereka dari monster-monster ini itu dengan mmbentuk pasukan BTOB, PBB bekerja sama dengan Stark Comapny yang ceritanya udah diwarisin ke Gikwang sebagai anak Tony dan berpusat di Korea.
Tujuan Sang Kegelapan datengin monster ke bumi masih Author misteriin ya guys, tapi si Taeyeon kan pinter, dia suka banget nerawang otaknya Author, jadi ntar dia suka bocorin di sepanjang cerita nanti. :o Penasaran? ayokk dibacaaa..
/
Misi pertama ketiga group bersama. Kini ke tiga kelompok itu sudah di bagu-bagi ke dalam tujuh kelompok. Masing-masing dari kelompok sudah mempunyai tempat tujuan masing-masing, yaitu mencari inti energi dari zaman kejayaan yang ada di pelosok bumi ini.
Kekuatan macam apa itu? Kekuatan magis dari peninggalan jaman beratus-ratus tahun dibumi. Tempat-tempat yang kini jadi legenda masyarakat bumi.
Kini ditempat bersejarah, terkenal dengan arsitektur klasik dan luar biasa. Patung dewa-dewa mythology yang sangat melegenda dapat terlihat di setiap gedung. Arsitektur dari bangsa hebat yang kini menjadi inspirasi bagi banyak bangunan penting seperti Gedung Putih Washington DC.
Yunani-Roma, tempat bersejarah ini menjadi tempat pertama yang berhasil dikunjungi oleh kelompok 5.
Cuaca sangat cerah sekali, di taman dimana kuil Dewi Athena berada, kini Kris, Tao dan Jongup bergabung membantu Peniel menemukan inti kekuatannya.
"Menurut alat radar Mr. Gikwang, seharusnya ditempat ini," ucap Peniel.
Kris menatap bangunan didepannya. Memang sangat indah, berwarna putih, terdapat patung dewi Athena yang sangat besar di tengah bangunan tersebut. Meskipun bangunan itu sudah agak rapuh mengingat umurnya, namun tetap saja berdiri megah mecengangkan pasang mata yg menatapnya.
"Kalau begitu kita langsung masuk saja kan?" tanya Jongup yang tak sabar.
Mereka berempatpun mencari dimana keberadaan batu inti tersebut.
"Harusnya ada dibawah patung raksaksa ini, tapi bagaimana caranya?" tanya Peniel sambil memeriksa lagi peta posisi yang diberikan Gikwang.
Kris menatap setiap detail patung tersebut. Benar-benar buatan seorang master pasti.
"Gee.." panggil Tao, "lihat ini". Tao sedang berjongkok di depan patung tersebut, "apakah ini sebuah tulisan?" Tanya Tao sambil meraba-raba ukiran yang ada di bawah patung dewi Athena itu.
"Apa isinya?" tanya Kris, "ada yang bisa mengartikan ini?"
"Sebentar, harusnya aku ada alat penerjemah," jawab Peniel langsung memeriksa tasnya. "Ini dia," Peniel mengeluarkan sebuah alat, terlihat seperti potongan kaca persegi.
Peniel lalu mendekatkan alat itu ke tulisan tersebut. Mengambil gambar dengan alat itu, sebuah tombolpun muncul bertuliskan 'translate'. Peniel menyentuh pilihan tombol tersebut. Tak lama kemudian alat itu berproses dan 'click' arti dari bahasa itu sudah terjemahkan.
"Kekuatan dewi Athena sebagai hadiah bagi para manusia menghiasi kepala dewi itu sendiri, menandakan kepintaran dan kecerdasan sang Dewi," ucap Peniel yang sedang membaca hasil dari terjemahan itu.
"Menghiasi kepala?" tanya Tao.
"Lihatlah ke atas," Kris sudah memandang ke arah kepala patung dewi Athena itu.
"Disana!" seru Jongup.
"Baiklah akan kucoba," Kris lalu menggunakan kekuatannya. Seketika itu juga Kris melayang di udara. Dia terus nmrhadapan dengan wajah sang patung. Mahkota dengan sesuatu seperti bola permata menghiasi kepala patung itu. Kris bingung dengan apa yang harus ia lakukan, menariknya? Atau menekannya? Kris akhirnya memutuskan untuk melakukan keduanya. Saat dia menekan batu itu, sesuatu terjadi.
"Gempa!" Seru Tao.
"Bangunan ini akan roboh!" Sahut Jongup. "Cepat keluarr!"
"Tidak! Tunggu," kata-kata Peniel berhasil menenangkan Tao dan Jongup sementara.
Kejadian yang mengejutkan terjadi, patung raksaksa itu bergeser kebelakang. Krispun turun dari layangannya.
"Ini,, ruang bawah tanah?" tanya jongup tercengang melihat apa yang ada dibawah patung itu.
"Sepertinya kita harus turun kebawah," ucap Kris. Kris lalu menyulutkan api dari telapak tangannya, menjentikkan jarinya dan seketika api segenggam tangan pun muncul.
"Kajjaa.." lanjut Kris.
...
Tidak jauh dari tempat dimana markas BTOB berada. Di pulau sebelah, negara yang terkenal akan samurainya. Xiumin, Chen, Krystal dan Changsub kini sudah mendarat di Jepang. Kuil Meiji, kuil yang diambil dari nama Kaisar terhormat pembawa perubahan bagi Jepang, Kaisar Meiji.
Menurut mythologi Jepang, kaisar Jepang merupakan keturunan langsung dewa matahari Ameterrasu. Kini di kuil yang luas itu mereka sedang mencari lokasi benda inti itu.
"Harusnya ada disini," ucap Changsub sambil memperhatikan radarnya sekali lagi.
Kini mereka sekarang tepat berada di bagian belakang bangunan utama kuil Meiji.
"Apakah ada di bawah sini? Haruskah kita menghancurkan lantai kayu ini?" tanya Xiumin.
"Tunggu Xiumin, lihatlah," Krystal menunjuk pada dinding di atasnya. Terlihat ada frame besar yang terdiri dari berbagai potongan balok kayu.
"Apa ini?" Tanya Chen sambil memandang seksama.
"Teka teki tersimpannya sesuatu kekuatan besar," ucap si penjaga kuil yang daritadi menemani mereka.
"Teka-teki? Apakah kau tau jawabannya?" tanya Changsub.
"Tidak ada yang tau, mungkin terakhir kali ini dibuka sudah 100 tahun, sejak kuil ini dibangun, pintu itu tak pernah bisa terbuka, tidak ada yang tau dibalik dinding itu apa" jelas si penjaga kuil. "Banyak orang yang ingin merusak dinding itu, untuk mencari tau ada apa dibalik sana, namun tetua penjaga tidak mengijinkan. Sejarahnya justru kuil ini dibuat sendiri oleh Kaisar Meiji dan sengaja tersimpan suatu benda rahasia milik Kaisar Meiji." Jelasnya lagi.
"Kalau gitu kita harus menebak teka-teki ini, terlihat seperti puzzle, namun kita harus menggeser tiap baloknya, dan balok-balok ini tidak bisa diangkat," ucap Krystal sambil meraba-raba balok yang tertempel pada dinding pintu tersebut.
"Ini sulit, bagaimana kita bisa tau? Kita bahkan bukan orang sini," ucap Chen pesimis.
"Tenang, kita pasti bisa, kan ada aku, ini sama saja berusaha membobolkan brankas besi berkode. Aku punya great sense of hearing kan," ucap Krystal agak meninggikan dirinya.
"Terserah padamu saja," jawab xiumin sedikit terganggu sama sifatnya Krystal ini.
Berbeda dengan Changsub yang malah bersemangat mendengar penuturan Krystal, "mohon bantuannya" ucap Changsub sambil membungkuk.
...
Di jauh di benua yang meruakan benua liar. Di peradaban yang menyimpan begitu banyak sejarah dan misteri. Afrika bagian utara, yaitu Mesir!
Kini berjalan 4 orang namja perkasa dengan diselimutkan pakaian yang menutupi seluruh badan, dan wajah mereka. Berjalan melawan kencangnya angin dan terpaan butiran pasir.
"Hyung, kapan kita sampai?" Si namja tinggi Zelo mengeluh.
"Tenang, paling sebentar lagi," jawab Yongguk.
"Kenapa kita tidak naik pesawat saja sihh?"
"Ktany karena ini tempat bersejarah, kita tidak diperkenankan membawa kendaraan bermotor," jawab Youngjae.
"Lihat! Kita sudah sampai," Eunkwang si mahkluk bumi mengumumkan berakhirnya perjalanan mereka.
"Jadi ini bangunan pyramid yang terkenal itu," ucap Yongguk yang memperhatikan bangunan itu dan sekelilingnya.
"Radarnya mengarah pada bangunan yang ini, sepertinya energi inti-nya ada di dalam sana," ucap Eunkwang.
"Memangnya ada pintu untuk masuk ke dalam?"
"Setauku sih tidak," jawab Eunkwang.
"Jadi? Kita bobol saja!" Seru Zelo.
"Jangan! ini adalah bangunan bersejarah, gali saja lewat bawah," ucap Yungjae memberitahukan idenya.
"Baiklah, aku yang akan menggalinya," Zelo kini bergabung dengan Totomato. Sinar biru menyelubungi tangannya. Kini di tangan Zelo sudah ada bor besar terbuat dari batu sapphire.
DURRRR~
Suara bor berputar keluar dari cepatnya bor menembus pasir disana. Dengan waktu singkat Zelo berhasil membuat lubang di tumpukan pasir itu menembus berjalan masuk ke dalam bawah pyramid, sampai berhasil menembus kembali kepermukaan disisi lain dinding pyramid itu. 3 namja lainnyapun mengikuti kemana arah Zelo menggali.
"Hoaa.. Disini sungguh indah,"
Keempat namja itu terpukau dengan semua yg ada di dalam sana.
"Emass dimana-mana !" Seru Zelo.
"Ini? Emass? Sangat jarang ada di planet Matoki," tambah Yungjae yang melihat dan menyentuh pajangan emas disana. Semua peralatan dan benda yang ada di dalam sana semua terbuat dari emas. Entah berapa ton emas yang ada disana, yang pasti bisa membuatmu kaya.
"Ke arah sini," si Eunkwang terus mengikuti petunjuk radarnya. Mereka terus berjalan, makin-lama semakin banyak benda-benda emas terpampang idsana. Patung-patung manusia-manusia mesir pun semakin banyak, dan dinding bergambarkan tulisan-tulisan mesirpun semakin penuh menghiasi
Setelah beberapa menit merekapun sampai disuatu tempat. Sepertinya mereka sekarang berada di tengah-tengah pyramid tersebut. Lantai dibawah mereka membentuk suatu bentuk lingkaran. Ditengahnya terdapat tiang persegi empat yang berdiri lurus tegak sampai ke atas ujung puncak pyramid. Pada bagian tiang itu terdapat sebuah patung kepala raja Firaun dengan patung tangan yang mengadah kedepan. Di atas patung tangan itu, terdapat suatu benda bulat tidak beraturan.
"Itu! Itu energinya!" Seruu Eunkwang.
Eunkwangpun segera melangkahkan kakinya masuk ke daerah lingkaran itu. Namun sesuatu hal aneh terjadi. Pyramide itu berguncang. Patung-patung yang mengelilingi ruangan tersebut terbuka. Ternyata itu bukan sekedar patung! Tapi peti Mummy! :o
Mata mummy itu terbuka! Mata berwarna merah bersinar dalam kegelapan bayangan peti. Tangan para mummy terangkat kedepan. Kaki mereka bergerak, melangkahkan kakinya.
Sekitar 50 mummy disana. Banyaknyaa...
"Mwoyaa?" Pekik Zelo.
"Zelo, Youngjae! persiapkan diri kalian kita akan mengalahkan ini semua. Eunkwang, ambil energinya bila ada kesempatan, lalu kita akan cepat kabur, mengerti?"
"Baikk!"
Kini para warriors sudah bergabung dengan Matoki mereka,
"Ayo! Kita mulai!"
...
"Wah-wah, ini besar sekali," ucap Baekhyun terpesona dengan bangunan bersejarah dan lingkungan alam di sekitarnya.
"Ini namanya Candi Borobudur, bangunan ini sangat besar dan luas. Terdapat berpuluh-puluh, mungkin ratusan patung, dan salah satunya tersimpan bola energi inti yg kita cari. Energi ini tidak bisa dibaca oleh radar, jadi akan sulit mencarinya." jelas Minhyuk.
"Bagaimana kita akan mencarinya? Naik ke atas saja mungkin sudah akan melelahkan," keluh Daehyun.
"Menurutku energi inti-nya ada di atas sana," ucap Chanyeol sok ide.
"Aku setuju," jawab Baekki.
"Baiklah! Ayo cari dari atas!" Seru Daehyun.
Akhirnya merekapun mendaki tangga menuju puncak candi borobudur. Setelah beberapa jam yang melelahkan, belum juga mereka menemukannya, sampaii..
"Yaakk! Ketemu!" pekik Baekhyun senang.
"Benarkann, memang ada diatas," balas Chanyeol.
"Tapi kenapa hanya setengah?" tanya Daehyun.
"Kau memecahkannya ya Baekk?" ucap Chanyeol heboh asal tuduh.
"Enak saja kau Channii! Apa maksudmu?"
"Tenang, sebenernya setengahnya lagi ada di tempat lain," ucap Minhyuk, "candi-candi ini menyimpan banyak sejarah, dan terjadi banyak kisah misteri dibaliknya, setengah energinya lagi ada di candi satu lagi, kita akan kesana, jaraknya tidak terlalu jauh dari sini."
"Ne? Jadi kita harus mencari satu-persatu dari patung disana lagi?" tanya Baekki yang gak bakal betah kalau disuruh nyari-nyari lagi.
"Tidak kok, tidak ada patung seperti ini disana," kata-kata Minhyuk menenangkan hati Baekhyun.
"Ahh.. Baguslah aku kira akan sa$a seperti ini. jadi bangunan seperti apa?"
"Candi Prambanan, tidak sebesar yang borobudur kok, tapi ada 99 bangunan candi disana, dan energinya ada di salah satu 99 bangunan itu," kata-kata Minhyuk cukup menjelaskan keadaan yang akan mereka temui nanti.
Ketiga namja lainnyapun memasang muka horror, "sembilan puluh sembilan" -_-
Dibawah Pulau Jawa disana, Australia menjadi tempat perhentian bagi Ilhoon untuk mencari kekuatan untuk robotnya.
"Jadi disini tempatnya?" Suho yang bertugas menemani Ilhoon turun dari mobil yang mereka kendarai.
"Benar, selamat datang di Sydney Opera House," Ilhoon menyambut para alien ini ke tempat bangunan yang terkenal didunia.
"Jadi dimana energinya?" tanya Himchan.
"Didalam sana, tapi kita tidak bisa mengambilnya begitu saja, kita akan ambil setelah acara pertunjukannya selesai. Jadi lebih baik kita sekalian ikutan menonton pertunjukkan saja bagaimana ?" ucap Ilhoon menawarkan idenya.
"Boleh," jawab Lay, " ini pasti akan sangat keren,"
"Baiklah ayo masuk"
Hari itu sudah malam. Lampu berwarna-warni memancar dari gedung Opera House, menambah keindahan bangunan tersebut. Suasana didalampun juga sangat megah dan classy. Dihiasi dengan lampu-lampu emas dan besar diatas, dan karpet yang menyelubungi dinding dan lantai. Isi ruangan utama itu didominasi warna merah dan emas. Tak lama setelah mereka mengambil tempat duduk, tirai merah yang menutupi panggung terbuka, pertunjukan dimulai.
.
.
"Romeoo, jangan tinggalkan aku, kumohon" seorang wanita disana terlihat sedang bersedih, air mata menitih di pipinya.
"Aku tidak ku..kuat Juliet, sepertinya aku, aku.. akan mati," ucap seorang pria, ia terbaring disana. Kepalanya terpangku dipaha sang wanita. Tangannya berusaha menggapai wajah sosok cantik dihadapannya itu.
Si wanita mengarahkan tangan si pria menuju pipinya.
"Aku mencintaimu Juliet, sekarang maupun diakhirat,"
"Romeoo, aku juga mencintaimu, bertahanlah."
Tangan si pria melemah, dan terjatuh tak bertenaga.
"Romeooo! Romeooo! Bangun romeooo"
Si wanita terus mengguncang tubuh si pria.
"Kenapa kau meninggalkanku Romeo?"
si wanita mengusap air mata yang jatuh dipipinya.
"Kalau begitu, tunggulah aku, aku akan menyusulmu," si wanita mengambil pisau yang terjatuh bersimbah darah di sisi si pria. Ia bersiap dan menarik nafas, "selamat tinggal dunia kejam!" ZRATTT.. "Ahhh..." eluhan sang wanita menandai menusuknya pisau itu ke tubuhnya. Si wanita terjatuh tak sadarkan diri, suara orchestrapun terdengar, memainkan lagu sedih yang menambah suasana kelam di ruangan itu.
Tirai merah bergeser, tepuk tangan riuh terdengar memenuhi studio.
"Benar-benar mengharukan, dunia ini benar-benar kejam," eluh Suho mengarahkan tissue ke hidungnya dan menghembuskan angin.
"Ini benar-benar pertunjukan hebat! Daebakk.." Teriak Himchan sambil terus menepuk tangannya terharu.
Lay dan Ilhoon juga masih menepuk tangan mereka.
"Chagii.. akankah kau melakukan hal seperti Juliet itu ketika aku mati?" tanya Baekhyun yang masih menangis tersedu terbawa suasana pertunjukan itu.
"Kau tidak akan mati konyol seperti itu Chagie, lagi pula ada aku yang pasti akan melindungimu my Hyunniee.. Bila kau mati, aku akan membalaskan dendamku dan aku bersedia menemanimu sampai ke akhirat, percayalah pada cintaku hyunnie," uca Chanyeol memaparkan kata-kata seperti drama tadi membuat Baekhyun semakin tersedu.. Chanyeol lalu merangkul Baekhyun dan memberikan kecupan di dahinya.
"Yeollii, saranghaee.." kecupan Baekhyun juga mendarat dipipi Chanyeol, membuat Chanyeol tersenyum lebar.
"Nadoo.. Saranghae.." balasnya.
"Oh yaa teman-teman, disana energinya," ucap Ilhoon sambil menunjuk ke arah depan. Terlihat di atas tiang tirai itu ada suatu bundaran kecil yang mengeluarkan cahaya. Jelas itu bukan lampu, namun itulah energinya.
"Kenapa bisa ada disana?" tanya Lay.
"Konon katanya itu adalah pemberian suku asli Australia yaitu Aborigin kepada pendatang Inggris yang datang kesini. Hadiah itu pemberian sebagai tanda perdamaian, namun kebenarannya masih samar-samar di kalangan rakyat, namun itulah yang terjadi, dan banyak orang yang tidak tau bahwa batu itu meyimpanm kekuatan kuat," jelas Ilhoon.
"Wahh, kenapa terpampang disana?" tanya Lay lagi.
"Tidak tau, tapi kekuatannya sangat kuat, lihat itu terus bersinar," jawab Ilhoon.
"Jadi malam ini? Setelah opera ini tutup?"
"Yappp.."
...
Dibelahan bumi lainnya, group pretty boys sudah sampai ditempat bersejarah di Mexico. Chichen Itza bangunan peninggalan suku Maya.
"Tempatnya agak menyeramkan," ucap Luhan berkomentar.
"Tapi bangunannya sangat keren," ucap Kibum.
"Radarnya mengarah kesini. Sepertinya ada di dalam sini," ucap Sungjae berusaha mencari sisi masuk ke dalam.
"Sepertinya ada suatu tombol disini," Sehun yang sok ide menekan-nekan dinding bangunan tersebut.
KLEKK~ tiba-tiba dinding yang disentuh Sehun masuk kedalam. "Ehh..?"
Sesuatu di atas bangunan itu tiba-tiba muncul dari bawah. Keempat namja itu tidak bergerak. Mereka menunggu sesuatu kejutan lagi dari sana. Nyittt nyittt nyittt. Tiba-tiba kerumunan serangga keluar. Serangga aneh yang belum pernah mereka lihat keluar dari atas sana. Semua serangga itu mengucur kebawah, kearah dimana keempat namja tampan itu berada. Serangga-serangga itu menggerogoti semua yang ada di depannya, sangat ganas dan agresif sekali.
Kibum refleks me-summon air-airnya. Menghempaskan serangga-serangga yang datang, "sial mereka terlalu banyak!,"
"Lariiii !" Seruu Sehun.
"Tunggu! Lihat! Diatas sana, itu energinya," Sungjae menunjuk ke arah atas bangunan itu. Terlihat batu itu memancarkan cahaya diatas sana, namun disekelilingnya serangga-serangga itu terus bermunculan.
"Sehun! sebenarnya kau habis ngapain?" tanya Kibum.
"Tidak, aku hanya menekan-nekan dinding, aku juga tidak tau apa-apa," seru Sehun berusaha terlihat innocent.
"Tanggung jawab! Gunakan kemampuan anginmu! Terbang kesana dan ambil energinya," perintah Kibum.
"Bagaimana aku akan mengambilnya? Aku tidak akan menyentuh serangga-serangga itu !" ucap Sehun kukuh.
"Tidak bisa, aku ini masih atasanmu, gunakan kekuatanmu, hanya kau yang bisa terbang!" ucap Kibum.
"Kau kejam hyungg ! Kenapa tak suruh Luhan hyung saja?" Protes Sehun.
"Tidak bisa, Luhan sedang sibuk!" ucap Kibum tak mau kalah.
"Sudah Sunbae, biar aku saja," ucap Luhan mengajukan dirinya.
"Makasih Luhaniiee telah membelaku, bbuingg bbuingg" ucap sehun sambil memeragakan Aegyonya.
...
Kai masih kesal dengan kejadian tadi, ditambah lagi sekarang dia harus menemani Hyunsik untuk menjalankan misinya.
Kai dan Taeyeon berjalan dibelakang, sedangkan D.O dan Hyunsik sedang asik berbincang didepan mendahului mereka.
Mereka sekarang sedang berjalan dipasar di India, berjalan menuju tempat wisata terkenal tempat energi itu tersimpan. Pakaian mereka sudah mengikuti masyarakat disana, pakaian panjang, selendang, dan juga topi khas India.
"Kai, jangan cemburuan begitu," ucap Taeyeon menasihati Kai.
Kai yang sedari tadi mem-poutkan bibirnya terus berjalan menghiraukan kerumunan padatnya orang di pasar yang terus berbenturan dengannya.
Kai semakin kesal melihat tangan Hyunsik dipundak D.O, melindungi D.O dari maraknya penduduk disini.
"Tidak baik cemburuan, toh D.O hanya mencintaimu kok," lanjut Taeyeon.
"Kau tak tau mereka sudah pernah ngapain saja noona! Bahkan Hyunsik sudah pernah bertelanjangan didepan D.O," jawab Kai yang semakin kesal.
"Kau terlalu berlebihan Kai, memangnya kau tak pernah? Kau dengan Sehun juga sering kan?" balas Taeyeon.
"Tapi Sehun itu temanku, sedangkan Hyunsik!"
"Lihatlah, sekarang kita juga rekan tim kan? kau harus berusaha lebih berbaur Kai,"
"Kai! Taeyeon! Lihat kita sudah sampai," ucap Hyunsik yang menoleh kebelakang memberitahukan kesampaian mereka.
"Wahh.. Indahnya," gumam Taeyeon.
Terlihat gua dan kawah dengan ukiran-ukiran bebatuan bercorak Hindu-Buddha. Begitu banyak ukiran seperti candi, dan guanya sangatlah luas.
"Selamat datang di gua ellora dan ajanta," ucap Hyunsik.
"Woahh,, daebak! Benarkan Kai?" ucap D.O menanyakan pendapat Kai.
"Yah, lumayan," balas Kai malas.
"Kau kenapa? Ayolahh bersemangat sedikit," ucap D.O.
"Aku bersemangat kok,ayo noona" balas Kai sambil menarik tangan Taeyeon, lalu berjalan melewati mereka.
"Yak? Kenapa dia?" D.O benar-benar tidak mengerti.
"Lihatlah, dia sangat bersemangat, ayo kita susul mereka," sahut Hyunsik memberikan senyuman manis pada D.O.
membalas senyuman Hyunsik, "nee.."
"Jadi dimana energinya?" tanya Kai tak sabaran.
"Tunggu, harusnya ada disekitar sini," ucap Hyunsik kembali memeriksa radarnya. "Ahh.. Dibawah sana, sepertinya di bawah air.
Terlihat ada sungai yang mengalir dibawah mereka. Sebenarnya mereka sedang berdiri di atas sesuatu seperti jembatan.
"Aku akan mengambilnya, lalu kita segera pergi dari sini, oke?" kata Kai.
"Berhati-hatilah, pasti akan sulit dibawah sana, bawalah radar ini" ucap Hyunsik lalu menyodorkan alat itu.
"Baiklah, aku pergi," WOOT Kai menghilang.
"Ehh.. Kemana dia?" tanya Hyunsik heran.
"Dia punya kekuatan teleportasi," jawab D.O.
"Wahh keren sekali," balas Hyunsik, "dia kekasihmu kan D.O?"
"Benar, memangnya kenapa?"
"Tidakk, pasti dia beruntung sekali mendapatkan orang sepertimu," ucap Hyunsik.
Penuturan Hyunsik itu membuat wajah D.O memerah, dia tidak tau harus menjawab apa. Taeyeon pun hanya menggeleng-gelengkan kepala, tersenyum melihat kelucuan dihadapannya itu.
"Kai, bagaimana?" suara Taeyeon terdengar dalam otak Kai.
"Aku belum menemukannya, ini benar-benar aneh, seperti ada dunia lain di bawah sini," balas Kai.
"Berhati-hatilah, pasti ada sesuatu," ucap Taeyeon memperingatkan.
"Noona! Aku menemukannya!"
"Hati-hati Kai, ada yang aneh sepertinya."
WOOT..
Kini Kai yang basah kuyup sudah berada di samping mereka.
"Lihat, semua sudah beres," ucap Kai sambil menunjukan bola energi yang ia temukan.
"Kai, kau basahh.." ucap D.O berkomentar, yang terpaku pada tubuh Kai yang basah dan menjiplak.
Tak lama kemudian seluruh gua itu berguncang. Bebatuan yang menggantung di langit-langit gua berjatuhan menimpa mereka.
"Cepat larii.." Seruu Hyunsik..
Kai segera memeluk mereka semua dan.. WOOOT..
Mereka sekarng sudah berada di luar gua, ketika pintu gua itu sudah tertutup oleh reruntuhan batu.
"Oke, itu hampir saja," ucap Hyunsik masih terpaku melihat apa yang akan terjadi bila mereka tidak berhasil keluar.
"Iyuuhhh.. Kai, kau basahhh.." ucap Taeyeon, "kau harus cepat-cepat berganti." Taeyeon segera membersihkan tangannya dan menjauhi Kai.
"Jonginn.. Gwencana?" tanya D.O.
"Tentuu.. Chagie.." Jawab Kai.
D.O lalu memalingkan pandangannya ke Hyunsik. "Hyunsik, kau baik-baik saja,?"
"Iya, aku baikk.." jawab Hyunsik.
Kai kembali mempoutkan bibirnya. Kai benar-benar terlihat berantakan, seperti tikus yang kecebur got (?)
"Ayo cepat kita pergi," ucap Kai, lalu kembali berjalan duluan lagi.
"Ada apa dengannya?" Tanya D.O mempertanyakan pertanyaan yang sama.
"Dia cemburu D.O," jawab Taeyeon menepuk pundak D.O, lalu berjalan menyusul Kai.
"Sepertinya memang begitu," kata Hyunsik. "Lebih baik kita susul dia,"
"Baiklahh.. JONGIN!" Panggil D.O.
-Next Up- Bagaimana kelanjutannya? Apakah mereka semua berhasil? Ikutin terus di chapter selanjutnya...
pada ngerti ceritanya gak sihhhh? wkwk commen ya readers.
Panjang kann kali ini? wkwk..
chairun: makasih udah semangatin Author terusss.. haha
fahrikpop: panggil hyung saja tak apaa.. thanks udah mau ikutin, coba di cek penjelasannya di atas, ngerti gk ? :o wkwk
ArRuSwari96: wkwk.. maksih yaa.. kalo itu sih bajunya agak terlalu heboh ya.. Author suka yang simple tapi tetep keren. Author sih bayanginnya kayak baju di TRON LEGACY, wkwk disesuaikan warna lampunya, lol
Lee MingKyu: wkwk.. Author update tiap weekends doang Jumat-Sabtu-Minggu, dan langsung kilat, abis katanya pada kurang panjang, jadinya sehari langsung dua dehh.. wkwk.. Boleehhh hihi.. Author sih seneng-seneng aja di promote, lol.. Lumayan yaa yang liburan gak ada kerjaan mending baca FFnya Authhor bhaha.. Thanks a lott..
-TBC-
Thanks For Reading
Leave Your Comment
