Reborn of The EXO Planet Legend: 12 Guardians
Chapter 32: Couples Confession
SamKang
enjoy ^^
Maaf ya readers yang kemarin banyak typonya. Karena ini special Chapter jadi kali ini udah Author cek, sebaik mungkin hohoho.. For you guys..
Hari itu sudah terlalu pagi untuk memulai tidur. Namun karena memang rasa lelah berlebihan akhirnya semuapun tepar terhempas ke atas tempat tidur.
Kamar disini tidak senyaman kamar-kamar di istana, namun kebersamaan merekalah yang terpenting. Karena satu ruangan digunakan untuk empat maka adegan NCpun tak terlihat disana. Tapi para couple lebih memilih untuk tidur berdua. Saling peluk dan ringkukpun masih dapat terlihat. Kaki di selangkangan yang lainnya. Air liur yang menjadi satu, tangan yang saling berpautan, kepala yang saling bersender. Bila kalian melihat ini kalian pasti akan bergairah juga, gak perlu pake NC-NC an berlebih. Coba kalian bayangin saja udah bikin merinding adegan yang simple ini tapi sangat dalam.
*alahh*
Pagi tiba, Mataharipun terlihat. Kai terbangun, rambut hitamnya ikut bergeser mengikuti arah kepalanya menatap D.O yang masih tertidur damai. Kai melihat ke sebelahnya, disana HunHan couple masih tertidur pulas. Terlihat Sehun sedang memeluk Luhan dari belakang dengan wajah polos yang sangat tenang. Kai kembali memalingkan pandangannya ke arah Kyungsoo, "Yaa.. Kyeoo.. Baby kyungsoo.. bangunn..nee" Kai menggoyang-goyangkan tubuh Kyungsoo dengan lembut.
"Jongin, kau bangun cepat lagi.." Kyungsoo masih terlihat ngantuk, biasanya Kyungsoo yang membangunkan Kai, tapi sejak Kai pergi training vacation, Kai selalu bangun lebih dulu memastikan kalau Kyungsoo masih disisinya.
"Iyaa, kau masih ngantuk? Perlukah aku memelukmu juga, seperti yang dilakukan hunhan?" tanya Kai lembut, senyum tulus dan lembut Kai terpampang di wajahnya. Selalu begitu bila Kai berada disisi D.O.
Tanpa menunggu jawaban D.O, Kai sudah kembali berbaring di samping D.O, memeluknya seperti Sehun memeluk Luhan.
"Kim Jongin, kau hangat," ucap D.O meringkuk kedalam tubuh Kai, Kaipun semakin memeluk D.O erat.
"Jongin, pernahkah kau berpikir. Apakah kita ini tragedi?"
"Maksudmu?"
"Ya.. Hmm.. Kau tau, kita ini pasangan paling sering terluka, yang hampir mati juga adalah aku. Kau sudah masuk rumah sakit berulang kali. Bukankah ini terjadi sejak kita bersama?" ucap D.O pelan.
"Kau bicara apa sih," Kai segera bangun dari tidurnya ia menatap wajah D.O, "Kenapa kau bicara seperti itu?"
"Tidak, aku hanya berpikir, kenapa kita ini yang paling miris, sering sekali jadi korban luka," jawab D.O.
Tangan Kai segera menyuntuh dagu D.O. Ia menatap mata D.O tajam. Dengar Kyungsoo, kalau cinta kita ini tragedi, kenapa aku selalu selamat dari kematian? Kenapa kau selalu selamat dari kematian? Aku selalu bisa bertahan karena ada kau," jawab Kai.
"Lalu kenapa selau kita yang kena sial, kita yang paling sering terluka kan?" tanya D.O lagi.
"Kita tidak sial, hanya saja dunia dan alam semesta ini iri dengan kita, kita adalah pasangan paling serasih, bahkan mengalahkan HunHan yang terkenal," jawab Kai.
Pernyataan Kai itu membuat D.O tertawa, tapi membuatnya kembali berpikir. 'Benar selama ini aku kuat karena ada Kai'.
"Jonginii, kemarilah," D.O membuka kedua tangannya.
Kaipun tersenyum, lalu masuk kedalam pelukan D.O. D.O kali ini berinisiatif mencium bibir Kai lebih dulu. Ia benar-benar merasa senang, dan aman.
Kai membalas ciuman D.O, melumat dan sedikit gigitan-gigitan nakal, membuat D.O menggeliat. Ciuman Kai beralih ke leher dan pundak D.O.
Eitss.. Ingat rateee..
Ciuman Kai kembali ke bibir merah lembut dan kenyal D.O.
"yakkk! Berhenti.." Suara Sehun terdengar.
Kedua insan itupun menoleh ke arah samping kanannya itu.
"Kalian, membuat aku iri saja," ucap Sehun.
"Waee? Kau juga mau? Minta Luhan sana, jangan ganggu aku!" seru Kai.
Sehun menatap Luhan innocent, Luhan baru saja terbangun karena seruan Kai.
"Luhan, morning!" sapa Sehun.
"Ooo.. Morning," jawab Luhan.
Kai yang melihat itupun memberikan smirknya. Ia terpikir sesuatu, "Kyungsoo-aa saranghae," suara Kai dibesarkan sedikit agar terdengar jelas. Kai lalu kembali mencium bibir D.O. Kelakuan aneh Kai ini hanya bisa dibalas D.O dengan mata O.O dan mulut ya menga-nga mempersilahkan bibir Kai melumat.
"Huh.." eluh Sehun. Sehun merasakan panas dalam dirinya, karena dipanas-panasi oleh Kai.
Sehun mengalihkan pandangannya kearah Luhan.
"Wae Sehunnie?" tanya Luhan innocent.
"Ahh.. Tidak apa-apa Luhannie," jawab Sehun.
Luhan menatap ke arah sampingnya. Kai dan D.O masih melanjutkan adegan ciuman mereka.
"Sehun, aku mau sikat gigi dulu," jawab Luhan langsung bangun dari tidurnya dan masuk ke dalam toilet. Sehunpun meringuk di tempat tidur setelah ditinggal Luhan. Ia merasa sial sekali. Kai kembali menunjukkan smirknya.
"Kau memanas-manasi Sehun ya?" bisik D.O.
"Tidakk.." Jawab Kai,
"Jangan bohong! Tidak baik begitu Jongin," ucap D.O lagi.
"Iya.. Iyaa miann.."
Tak lama kemudian Luhanpun kembali dari kamar mandinya. Semua yang ada diruangan itu tercengang melihat Luhan.
Luhan kini sudah mencuci mukanya. Ia mengikat poninya keatas, wajahnya sangat manis sekali. Dan yang lebih membuat Sehun tak tahan adalah Luhan topless ! Tidak ada baju yang menutupi tubuhnya. Ia hanya memakai trousers yang ia kenakan tidur tadi.
Luhan berjalan ke arah Sehun. Mengarahkan wajahnya tepat di wajah Sehun yang masih bengong. "Oh Sehun," chuu~
Ciuman mendarat dibibir Sehun. Tangan Luhan lalu merangkul leher Sehun, menjatuhkan tubuh Sehun ke tempat tidur membuat posisi Luhan sekarang ada diatas Sehun.
Ciuman yang cukup lama dan bergairah, Sehun agak enggan menyentuh tubuh telanjang Luhan, namun ia akhirnya menyentuh punggung Luhan sambil masih menciumnya.
"Lihat, ini akibat kau memanas-manasi. Ternyata hasilnya tidak buruk, good job Kai," ucap D.O lalu mencium pipi Kai, "aku juga mau ke toilet," D.O lalu beranjak dari tempat tidurnya. Sedangkan Kai hanya terdiam disana mempoutkan bibirnya, rencananya meleset sedikit, tapi ia turut senang, lagipula Sehun itukan temannya dari kecil.
"Tungguu.. Aku ikutt.." seru Kai.
Akhirnya adegan ciuman panas itu selesai. Sehun masih shock dengan apa yang baru saja terjadinya.
"Hyung, neomu sexy, gomawo," ucap Sehun.
Luhan lalu mencium pipi Sehun. "Sehunniee aku masih ngantuk, dan aku agak kedinginan,"
"Oo.. Kalau gitu tidur lagi saja, aa..aku akan menemanimu," jawab Sehun.
Luhanpun masuk kedalam selimut meringuk di dalam pelukan Sehun. Luhan agak terangsang karena sentuhan-sentuhan Sehun langsung menyentuh kulitnya, begitu juga dengan Sehun, dengan hanya adanya keberadaan Luhanpun ia bisa kelabakan.
Diruangan lain...
"Kris gege, kau sudah bangun? Kau baik baik saja?" tanya Tao.
"Iya, aku sudah merasa baikan," jawab Kris sambil bangun perlahan.
"Mau mandi dulu?" tanya Tao.
"Ia," angguk Kris.
Taopun membantu Kris masuk ke dalam kamar mandi. "Tanganku masih terasa sakit," eluh Kris.
"Ge.. Aku temani mandi yaa.." kata Tao.
"Baiklah.."
Tao perlahan membantu Kris, melepaskan pakaiannya. Tao dapat merasakan debaran jantungnya berdetak sangat kencang ketika giliran celana Kris yang harus ia bantu lepaskan.
"Ahh.." Pekik Kris.
"Ehh.. Mian gee.."
"Gwencana."
Akhirnya mereka berhasil melepaskan bajunya Kris. Luka pada kaki dan tangan Kris belum sembuh benar, yahh, jadi akan sedikit perih bila menyentuh air.
"Memangnya kau sudah boleh mandi ge?" tanya Tao.
"Tidak tau, aku tak betah, tubuhku lengket sekali," jawab Kris.
Suara shower airpun mengucur, Kris sedikit meringis ketika air menyentuh lukanya. Tao dengan sabar membasahi tubuh Kris, selanjutnya menyabuni tubuhnya. Karena tangan Kris belum bisa digerkan leluasa, Taopun dengan senang hati menyentuh tiap inchi tubuh Kris.
"Tao kau harus melepaskan pakaian mu juga, rasanya aneh kalau kau masih berpakaian seperti itu," ucap Kris tiba-tiba.
Wajah Tao memerah, tapi dia menuruti kemauan Kris. "Ne.. Tunggu sebentar," Tao melepaskan seluruh pakaiannya. Dia agak malu ketika juniornya terlihat menegang. Tao berusaha menutupinya dan segera duduk di bathup, ia tak mau Kris tau kalau dia sekarang malah menegang.
"Sini gantian aku yang akan menggosok punggungmu," ucap Kris.
Taopun hanya duduk membelakangi Kris berdiam diri. Dengan satu tangannya yang leluasa, Kris menggosok punggung Tao.
"Ge.. Jangan paksakan dirimu," ucap Tao.
"Tidak Tao jangan remehkan aku begitu," ucap Kris.
Sampai pada akhirnya, Tao harus kembali membantu Kris membilas tubuhnya. Tao tidak dapat menghindarkan juniornya itu dilihat oleh Kris. Yahh.. Mau bagaimana lagi.
"Ge, jangan melihat itu ku terus,"
"Kenapa punyamu membesar seperti itu?"
"Tidak tau,"
"Besarnya punyamu,"
"Punyamu lebih besar gee.. Lihatlah sendiri," jawab Tao.
"Sudahlah cukup, jangan sampai kau kucium," ucap Kris.
"Kau yang memulainya duluan gee.." jawab Tao dengan muka datar.
Dengan kecepatan kilat, tangan kiri Kris menjangkau leher Tao. Ditariknya leher jenjang putih itu mendekat pada wajahnya. Dann.. Bibir merekapun bertemu.
Memang pada dasarnya Tao menginginkan sebuah ciuman. Taopun tidak mengelak, ia membalas lumatan Kris itu.
"Auchh.."
"Ehh.. Mian,"
Lutut Tao tidak sengaja menekan sesuatu di selangkangan Kris itu.
"Tao, apa maksudmu?"
"Tidakk.. Mian gege, aku tak bermaksud apa-apa, lagipula kau menarikku terlalu dekat," jawab Tao.
"Aku mau memelukmu Tao,"
Ekspresi wajah Kris berubah tiba-tiba, wajah Tao jadi memerah. Tao lalu membalikan tubuhnya, ia duduk didepan Kris dan bersender pada Kris.
"Peluk aku seerat mungkin ge.. " balas Tao.
Sedangkan di luar pintu kamar mandi...
"Kris ge dan Tao lama sekali, apa yang mereka lakukan," tanya Xiumin.
"Xiuminnn.. Cepat kesini, aku mau dipelukkk..." seru Chen.
"Iya, iyaa.. Aku datang..." Buk~ terjadi adegan timpa-timpaan, guling-gulingan, peluk-pelukan disana. Mereka berdua benar-benar menikmati momen mereka.
Di ruangan sebelahnya lagi, ada couple gila dan couple yang kurang gila.
"Baeki, kau curang!"
"Tidak, kau yang lama,"
"Tidak! kau curang!, sudah giliranku,"
"Dua!"
"Yee"
"Aishh.. Tak bisakah kau mengangkatnya,"
"Kau payah yeolli, giliranku, satuu! Iyahahaha.. Aku menang lg yeolli tiga-kosong!"
Suara berisik dari balik selimut terdengar mengganggu orang-orang di kamar itu. BaekYeol sedang bermain sesuatu dibalik selimut sana. Entah kenapa mereka bermain dibawah selimut, yang pasti itu benar-benar mengganggu tidur Suho..
"Yakk! Aishh.. Berisik sekali," Suho kemudian bangun dari tempat tidurnya. Berjalan menuju tempat tidur di sampingnya itu, dan menendang apa saja yang ada di balik sana.
"Yakk! Hyung! Apa masalahmu?" Chanyeol keluar dari balik selimut.
"Kalian terlalu berisikk!" seru Suho.
"Yakk.. Kau iri hah?" balas Chanyeol.
"Sudahlah yeolli, kalau mood bangun tdurnya begini Suho hyung memang sensitif, biasanya dia juga tidak pernah marah seperti ini, dia akan menyesal nanti setelah memarahi kita, ayo lanjutkan.." ucap Baekhyun.
"Yakk! Jangan bermain lagi!" seru Suho lagi.
"Yasudah, Yeolli ayo kita main di kamar mandi saja lebih seru main di kamar mandi,"
"Benar.. Kita main yang seperti kemarin ya Baekki, aku mau.." ucap Chanyeol.
"Makanyaa, ayoo.."
Mereka berdua pun bergandengan tangan masuk ke dalam kamar mandi.
"Yakk! Apa maksudnya main di kamar mandi" Suho berteriak untuk kesekian kalinya,
Dakkk.. Suara pintu tertutup. "Kau berisik hyungg! Sudah tdur lg sana, hiraukan saja kami!" seru Baekhyun.
"Suhoo.. sudahlah.." ucap Lay membujuk Suho untuk kembali ke tempat tidur.
"Anak-anak itu, huh.." eluh Suho.
"Sudahlah, kau jadi terlihat seperti seorang ahjummah yang bawel,"
"Kenapa ahjummah? aku ini namjaa.." protes Suho.
"Iya, makanya jangan bawel begituu.."
"Arraseoo, aku akan jadi namja yang cool untuk Lay," ucap Suho langsung mengubah wajahnya menjadi wajah sok keren.
Lay pun tersenyum melihat namja itu.
"Hachiiihhh.." Lay bersin-bersin.
"Lay, kau mudah sekali sakit," ekspresi wajah Suho langsung berubah, kembali jadi ahjummah yang mengkhawatirkan anaknya. "Kau harus makan yang banyak,"
"Iya.. aku agak kedinginan, udara di bumi mudah sekali berubah-ubah, sekarang dingin sekali," ucap Lay.
"Kau mau minum vitaminku? Tunggu," Suho lalu berjalan mengecek barang-barang bawaannya. Lalu dia kembali membawa dua botol vitamin. "Mulai sekarang kau juga harus meminumnya, vitamin ini sangat berguna menjaga daya tahan tubuh, saat aku makan vitamin ini kau juga harus, oke?" ucap Suho.
Ini yang selalu membuat Lay luluh. Lay selalu kangen dengan ibunya, hanya Suho yang bisa memberi perhatian yang sama dengan ibunya. Siapa pria yang lebih murah hati dari pada Suho?
"Kajja, makan, ini rasa jeruk, aku menemukannya, rasa kesukaanmu kan?" Suho menyodorkan sebutir vitamin untuk Lay.
Lay tersenyum, lalu mengambil vitamin itu dan memakannya. "Hmm... Ini enak," jawab Lay.
"Benarkan.." Suho merasa lega. "Nanti malam kita makan lagi, oke?"
"Arraa.."
Suho mengembalikan botol vitamin itu, lalu kembali ke ranjang. Lay bergeser sedikit memberikan tempat untuk Suho. Suhopun berbaring disana di balik selimut memeluk Lay.
"Aku senang ada kau, mengobati rasa rinduku pada ibu," kata Lay.
"Aku senang kau merasa begitu, aku akan jadi ibu kedua mu bagaimana?"
"Tidak, kau adalah namjaku," jawab Lay.
Suhopun semakin senang mendengar pernyataan Lay. Suho dianggap sabagai namja! Namjanya Lay!
"Tentu," balas Suho yang kini rohnya sedang terlepas berjingkrak-jingkrak.
...
"Yonggukk.." Panggil Himchan. Kini Himchan berjalan dari tempat tidurnya ke tempat tidur Yongguk.
"Ne?"
"Aku kangenn.." ucap Himchan.
"Kemari," Yongguk memberikan tempat untuk Himchan. Himchanpun segera berbaring disamping Yongguk dan menaruh kealanya diatas dada Yongguk.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Himchan.
"Oo.. Lukaku tak separah yang lain," jawab Yongguk.
"Bagaimana dengan Hyosung noona?" tanya Yongguk.
"Aku tidak tau, dia sudah memilih untuk berkhianat, aku tidak akan membiarkannya,"
"Engg.. Kau berhati-hatilah, jangan menanggung nya sendirian, masih ada aku, ne?" ucap Himchan sambil mengeluarkan aegyonya.
"Tentuu, dasar kau manja," goda Yongguk.
"Hihi.." Himchan terkikik. "Aku hanya manja padamu tau,"
"Ohh, begitu? Bukannya kau terpikat dengan salah satu anak EXO? kau pasti tertarik dengan Suho dan sebentar lagi akan meninggalkanku,"
"Kenapa kau bicara begitu?"
"Terlihat dari wajahmu,"
"Tidak, aku baru bertemu orang yang punya aura menyaingi dirimu," ucap Himchan.
"Jadi kau suka padanya,"
"Tidak, aku hanya mengagumi, suka dan kagum itu beda," jawab Himchan.
"Jadi apa bedanya aku dengan Suho itu?"
"Suho lebih tampan, tapi aku tidak suka, lagipula dia juga sudah punya kekasih,"
"Si pria lembut itu ya?"
"Itu, Lay namanya, biasakan sebut namanya Yongguk," jawab Himchan.
"Lalu?"
"Yaa.. Aku hanya suka padamu, tak ada yang lain," jawab Himchan memalingkan wajahnya tak bisa menatap mata Yongguk langsung.
"Sungguh?"
"Sungguh, seriuss, memangnya kenapa? Jangan-jangan malah kau yang terpikat dengan salah satu dari mereka? Atau anggota BTOB? atau Taeyeon sunbaenim? atau gadis yang lain?" ucap Himchan jadi kesal.
"Hmm.." Yongguk hanya bergumam menggoda Himchan.
"Mengakulah, aku tau, kau tidak akan tahan melihat gadis cantik, Krystal?"
"Hmmm.."
"Sulli?"
"Hmmm.." Yonggukpun tersenyum, menahan ketawanya.
"Sulli! Pasti kau tertarik pada Sulli"
"Sok tau kau channie"
"Huh, yasudah," Himchan pun ngambek, dia beranjak dari tempat tidur Yongguk.
"Yaa.. Jangan ngambek begitu himchann," Yongguk segera bangun menarik tangan Himchan. Yongguk menghempaskan dirinya kembali ke tempat tidur. Alih-alih yang ditarikpun ikut terhempas dan jatuh kepelukan Yongguk.
"Aku cuman melirik kamu kok, gak ada yang lain," Yongguk's confession.
Ciumanpun mendarat juga dibibir Himchan. Mereka juga saling melumat bibir pasangannya itu. Tidak kalah hotnya dengan anak-anak exo. Walaupun Yongguk terlihat sangat manly, tapi ciumannya sangat lembut dan perlahan namun pasti membuat Himchan semakin meleleh.
"Engg.. Hyung, aku masih dibawah umur, bisakah kalian tidak melakukannya didepanku?" tiba-tiba suara Zelo terdengar, ia telah bangun. YongChan sampai lupa kalau mereka juga sekamar dengan si magnae.
"Ehh.. Mian," Himchan langsung berdiri melepaskan ciumannya.
Himchan lalu menarik Yongguk, membimbingnya menuju kamar mandi. Akhirnya semua couplepun berakhir di kamar mandi melakukan adegan panas. Namun mereka saling menghormati kehormatan dan kesucian satu sama lain. Mencintai, bukan haus sex. Merekapun juga tidak punya waktu banyak. Mereka mandi bersama, dan melepaskan lelah dan rasa rindu akan momen-momen berdua mereka.
Yang paling parah mungkin adalah Daehyun dan Youngjae. Mereka sudah di kamar mandi dari tadi, entah apa yang mereka lakukan. Sepertinya mereka tertidur di dalam kamarmandi (?)
Sedangkan di kamar seberang...
"Yakk! Kau ketahuan, kau selingkuh dengan anak exo," Ilhoon ngambek.
"Tidakk.. Siapa bilang?" Tanya Hyunsik.
"Tidak usah dibilangpun juga sudah terlihat," jawab Ilhoon.
"Siapa sih memangnya?"
"Itu yg matanya bulat itu!"
"Ohh D.O,"
"Iya diaa!"
"Tidak, aku hanya seperti mengenalnya, seseorang yang aku kenal mirip dengannya. Lagipula dia sudah punya pacar, dan aku sudah punya kau," jawab Hyunsik.
"(¬_¬") tak bisa dipercaya,"
"Ayolah hooniee.. Jangan begitu, kenapa sihh?"
"Kau pikir saja sendiri, aku tidak mau bicara,"
"Yasudah kalau kau tak mau bicara, aku akan memaksamu!" ucap Hyunsik memberikan smirknya.
"Aku akan melumatmu bila kau tidak bicara," ucap Hyunsik mengancam.
"Yakkk.. Kau kejam Hyunsik.."
Bibir Hyunsik kini sudah menyatu dengan bibir Ilhoon, melumatnya dan memberi sentuhan dan gigitan-gigitan.
Sedangkan didepan Peniel dan Sungjae masih tidur berdua. Dibalik selimut itu dapat dipastikan mereka tidak berpakaian. Celana merekapun terlihat menggantung di balik pintu kamar. Bisa ditebak mereka hanya memakai celana dalam atau boxer, atau mungkin tidak keduanya.
"Engg.. Peniell.. Hajimaa.." Sungjae bergumam.
"Nadoo.. Saranghae.. Sungjae-ahh," balas Peniel bergumam.
Percakapan gumaman yang tidak nyambung itu terus berlangsung. Sampai akhirnya gumaman mereka terdengar menjadi seperti pembicaraan romantis. Sepertinya mereka bertemu dalam mimpi..
...
NGIUNGGG NGIUNGGG NGIUNGGGG
"Yakkkkk! Pasukan bangun semuaa! Dasar pemalasss!" Suara speaker kencang terdengar, membangunkan semua insan di tiap-tiap kamar.
Semua yang tidur pun terbangun dan memberikan respon, "neee..."
Next Up: ehh readers couplenya BTOB itu siapa aja yaaa? Wkwk.. Next Up pertempuran lagi, udah mau selesai nih fanfict, mungkin ini adalah fanfict terpanjangg.. Hmm.. Gimana pada enjoy gakk? Edisi spesialll... Ehh di review dong satu-satu couplenya, adegan yang KaiSoo admin terisnpirasi sama lagunya Zedd ft Foxes - Clarity, yang belom denger coba deh di cek. Liriknya
"If our love is tragedy, why are you my remedy? If our love is insanity, why are you my clarity?"
Leave Your Comment ya readers, saranghaeee
-TBC-
Thanks For Reading
Leave Your Comment
