Reborn of The EXO Planet Legend: 12 Guardians
Chapter 36: Luhan, Will be Alright?
SamKang
enjoy ^^
Hanya keadaan chaos yang terlihat di sana.
Arena pertarungan bumi, yang menentukan nasib bumi, namun tidak diketahui oleh seluruh mahkluk bumi.
Perang melawan elien. Perang yang selama ini kita ton-ton di filn-film. Film perang antar elien yang sangat seru. Film yang selama ini hanyalah imajinasi belaka. Film dimana bumi sedang diserang oleh elien, dan kini benar-benar terjadi disini, Rusia...
Terlihat ada sesuatu yang bergejolak diatas menara itu. Sesuatu di atas seperti listrik berwarna biru mencuat ke atas, semakin panjang semakin tipis seperti benang.
Penghisapan energi matahari di mulai.
"Kita harus cepat menhancurkan menara ini," ucap Himchan menatap tajam menara yang berada di tengah-tengah arena perang itu.
"Warriors, kumpulkan tenaga, kita serang bersama," perintah Yongguk.
"Siapp!"
Para warriorspun mengeluarkan senjata bazooka tangan mereka. Kembali serangan indah yang waktu itu kita lihat mucul lagi. Tujuh warna dari setiap pancaran diamond para member B.A.P.
Merah-pink-kuning-hijau-putih-biru...
Membalut menjadi satu dan meluncur cepat menuju menara.
DUARRRRR...
"Mwo?"
Serangan combo mereka tidak memberikan efek berarti. Hanya perubahan warna menjadi gelap dan sedikit goresan di dinding menara itu.
"Itu, pasti terbuat oleh baja terkuat di seluruh jagat raya," ucap Minhyuk tercengang.
"Bagaimana bisa?" tanya Taeyeon.
DdorrDdorrDdorrDdorrDdorr... Tembakan beruntun berterbangan ke arah si menara.
"Luhan !" seru Sehun.
Luhan sekarang masih berada di atas pesawat SZR-750 tadi. Keringat mengucur di dahinya, sudah dari tadi ia mengendalikan pesawat dengan telekinensisnya. Namun percuma, malah peluru bumi sama sekali tidak memberikan dampak berarti, bahkan goresanpun tidak.
"Luhan! Serang di titik goresan yang tadi dari serangan para warriors. Serang di satu titik itu saja," suara Taeyeon terdengar di benak Luhan lagi.
Luhan segera menggeser pesawatnya, ia lalu segera meluncurkan semua peluru yang tersisa di dalam pesawat itu, juga rocket dan peluru terbesar di pesawat itu.
"Ini percuma, kita perlu sesuatu yang besar," ucap Sooyoung.
"Aku punya ide," seru Yesung. Ia lalu berkonsentrasi menggunakan kekuatannya. Seketika itu juga awan hitam berkumpul di atas menara itu, menutup cahaya matahari dari menara itu.
"Bagus!l" seru Chen. Namun pujian itu tidak bertahan lama, karena cahaya listrik biru itu terus semakin memanjang dan menembus awan-awan Yesung.
"aku merasa tidak berguna," ucap Yesung memberikan muka datar.
Sementara itu, matahari kini mulai terhisap oleh cahaya biru itu. Dari satelit dapat terlihat ada suatu benang biru dari bumi yang menghisap matahari. Perlahan muncul sesuati yang menyerupai benang dari matahari, matahari kini telah diserap. Terlihat seperti benang biru dan benang merah keoranye-an akan bertemu, semakin lama keduanya semakin bertambah panjang dan mendekat.
"Jessica bisakah kau membekukan yang ada di atas menara itu?" pinta Taeyeon.
"Aku akan coba," jawab Jessica mengabulkan permintaan Taeyeon. Jessica mendekatkan dirinya dengan menara itu dan menaruh telapak tangannya ada dinding itu. Seketika itu juga es menjalar dari telapak Jessica sampai keatas. Namun sesuatu terjadi ketika es itu sampai diatas, menghilang! Es itu tiba-tiba menghilang, seperti terserap cahaya listrik biru itu, dan parahnya lagi listrik itu merambat lewat dinding itu dan mengenai tangan Jessica yang masih menemel di dinding menara. "Akkhhh.." seperti ada asap dari tangan jessica, ia mengibas-kibaskan tangannya mengurangi rasa sakit.
"Noona, biar aku bantu," hadirlah Lay si unicorn. Dengan kekuatan healingnya ia menggenggam tangan Jessica dan menyembuhaknnya.
"Aoo.. Gomawoo.." ucap Jessica memberikan senyumnya. Laypun membalas tersenyum. Adegan ini benar-benar membuat Suho cemburu.
"Sulli! Yoona! Cepat lakukan sesuatu, ledakan dan gelombang kejut, atau apapun," ucap Taeyeon yang sangat tertekan sekarang.
"Aku sudah coba dari tadi, tapi peprcuma, ini sangat tidak efektif," seru Yoona yang masih mengarahkan telapak tangannya ke menara itu dan mengeluarkan kekuatan gelombang kejutnya.
"Aku juga tidak bisa," si Sulli dengan kekuatan peledaknya.
"Sooyung! Tak bisakah kau mengecilkan menara ini? Amberr tak bisakah kau menghilangkan menara ini ke dimensi lain?" seru Taeyeon kepada dua member lainnya itu.
"Tidak bisa, entah mengapa kekuatan ancient tidak berguna dengan menara ini, pasti ada sesuatu di dalamnya yang membuatnya kebal," balas Amber.
"Tunggu, tapi elemen masih bisa, semuanya! Keluarkan kekuatan kalian! Hei guardians jangan diam saja!" seru Jessica..
"Arraseooo... Yeolli ayo kita keluarkan combo blingbling kita, jendral Kangin juga mohon bantuannya," pinta Baekhyun.
"Tentu," jawab Kangin.
Saat itu tiba-tiba ada sinar di bagian bawah dinding menara itu. Bentuknya seperti bar baterai yang ada di telepon genggam.
"Itu, energi mataharinya mulai terisi," seru Gikwang.
Kini sudah satu seperempat bar itu terisi. Menunggu sampai bar kesepuluh terisi, para pasukanpun tidak tinggal diam.
Chanyeol-Baekhyun-Kangin sudah berdiri sejajar, mengeluarkan pose-pose mereka untuk mengeluarkan kekuatan mereka.
"Serangan combo PHOENIX BLINGG BLINGG PLUSS PLUSS"
WOSHHHH
Api berbentukan phoenix ditambah cahaya Baekhyun dan keboran api Jendral Kangin melesat sungguh indah menuju menara itu.
KREKKK..
"Retakann!" seru Suho.
"Niceee !" seru Taeyeon juga.
Padahal baru retak, tapi mereka sudah begitu bahagia.
"Baiklah BTOB juga tidak mau kalah, Kajjaa"
"Oooshhh.." Ser member BTOB.
Secara bergilir merekapun menyerang menara itu. Di titik retakan itu.
Retakan semakin besar, para pasukan kini mulai percaya diri.
Namun parahnya kini sudah setengah penuh. Tinggal 50% lagi, dan kerusakan pun belum ada yang berarti untuk meruntuhkan menara itu.
"Setidaknya Queen Pearls juga harus berpartisipasikan," ucap Tiffany.
"Serahkan pada kami," ucap Sulli.
Seohyun, Yoona dan Sulli. Tiga cewek berkekuatan penghancur, bintang-gelombang kejut-dinamit. Pperpaduan yang hebat kan?
"Sebutan apa yang cocok untuk combo kita?" tanya Yoona.
"Dinamit Star Wave!" ucap Seohyun idee..
"Aigooo.." ucap Sulli tertawa.
"Hyahhhh!"
Ketiga wanita perkasa itu mengeluarkan kekuatannya. "We are Queen pearls!"
BUAARRRR~
Jelas kekuatan mereka sangatlah kuat,
KREKK TREKK KREKKK..
Retakan itu menjalar sampai kebawah menara.
"Daebakkk..." ucap Himchan. Para pasukan lainnyapun tercengang dengan hanya tiga wanita di depan mereka itu.
"Masih belum cukup," ucap Taeyeon.
"Nee? Lihat, tinggal setengah bar lagi!" seru Xiumin.
TINGG~
"Tunggu, apa?" Tanya Tiffany.
"Ini? Kehancuran," ucap chen tercengang.
Rasa ketakutan menjalar pada tiap pasukan. Rasa ngeri dan takut. Menunggu sesuatu yang buruk akan terjadi. Matahari masih disana, namun itu mengecil. Di bagian bumi lainnya bulan sudah kembali nampak terang lagi. Cahaya pucatnya kembali terlihat namun tak sebersinar sebelumnya.
Waktu seperti berjalan sangat lambat. Semua bergerak dengan kecepatan minimum. Para pasukan musuh segera berlari menjauh dari menara itu. Mereka berusaha berlari, namun apa yang dilihat para Guardians dan lainnya begitu lambat. Para monster besar juga mengaung berlari secepat mungkin. Sesuatu yang buruk akan terjadi, mengapa para musuh malah berlarian? Apa ini?
Kai melihat Taeyeon mengaung, meneriakan sesuatu. Di sebelahnya ada Sehun yang memalingkan wajahnya ke arah pesawat dimana Luhan berada. Yoona, Sulli, Seohyun yang tadi menyerang sedang berlari ke arahnya, juga pasukan yang lainnya berlari di depan mereka. D.O masih tercengang disana, tidak mengerti apa yang terjadi. Yunho juga meneriaki sesuatu, seperti memperingatkan sesuatu. Kai berusaha mendengar apa yang diucapkan Yunho, namun entah mengapa ia tidak bisa mendengar teriakannya. Tidak ada suara apapun yang terdengar, hanya suara detakan cepat jantungnya, hanya itu. Ia menatap ke arah D.O yang sedang berlari menghampirinya. D.O menggerakan tangannya, ia mengibaskan tangannya kedepan, seperti mengusir Kai. Kai juga melihat mulut D.O bergerak, terbuka mengatakan sesuatu, namun tak ada suara yang terdengar oleh Kai.
Sampai saat kedua tangan D.O menyentuh wajahnya. Seakan semua kembali menjadi normal. D.O berada di hadapannya, "cepat cari perlindungan," ucapnya panik.
DUAAARRRR~ suara ledakan menara itu. Seperti sesuatu dimasukan kedalam bumi. Ada gelombang yang datang setelah ledakan itu terjadi. Gelombang aneh yang beradius ratusan kilometer. Yunho disana, berdiri melindungi Kai dan D.O juga beberapa pasukan didekatnya. Ia mengeluarkan perlindungan gaya gravitasinya. Gelombang itu benar-benar berbahaya. Setiap daerah yang terlewati gelombang itu mengalami kerusakan. Semua alat teknologi dan mesin mengalami kerusakan. Tiba-tiba semua alat elektronik mati. Semua pesawat yang terbang di atas jatuh setelah terkena gelombang itu.
"Luhan hyung!" pekik Sehun.
Ia melihat ke arah pesawat disana, pesawat yang paling dekat dengan menara, kini sudah terombang ambing siap jatuh ke tanah. Pesawat itu seperti macet dan tak berfungsi. Tiba-tiba kekuatan pelindung Yunho menghilang setelah terkena gelombang itu. Gelombang aneh yang merusak struktur semuanya.
Para member B.A.P mengalami keanehan. Para matoki tiba-tiba terpisah dari pemilik mereka. Robot-robot BTOB mati, tidak bisa beroperasi. Suara komputer Yoseobpun sudah tak terdengar. Semua kekuatan ancient mahkluk exo seperti terserap, hanya tersisa kekuatan elemen yang melindungi mereka. Ini kekuatan gelombang energi matahari.
Beberapa menit kemudian semuanya berhenti. Gelombang tersebut menimbulkan dampak berarti. Kini terlihat setengah belahan bumi padam, tidak ada lampu yang menyala. Semua listrik padam, tidak bisa beroperasi. Sistem komunikasi juga rusak, semua mesin padam mengalami kerusakan. Dunia seperti mati, kehilangan nyawanya.
"Luhann!" seru Sehun lalu berlari ke arah jatuhan pesawat dimana namjanya itu berada.
"Sehun tunggu!" seru Kai lalu mengikuti kemana arah Sehun pergi dan juga diikuti D.O dan Yunho.
Pesawat itu sudah jatuh hancur. Sayap sebelahnya patah dan ada api besar di belakang pesawat itu. Sehun segera berlari menuju pesawat besar itu. Mencari dimana keberadaan Luhan.
"Luhan!"
"Luhan hyungg!"
"Luhann! Kau dimanaa?"
Terus mereka berseru mencari Luhan.
"Disana!" seru D.O.
Sehun terkejut melihat Luhan, ia terbaring disana, kakinya tertimpa potongan kapal yang runtuh. Luhan tidak sadarkan diri, namun ada luka di bagian kepalanya, darahnya mengucur.
"D.O hyung, cepat bantu aku," pinta Sehun.
D.O dengan kekuatan supernya mengangkat timpaan kapal runtuh itu. Sehun segera mengangkat Luhan dan mengerluarkannya dari sana.
"Luhan, tolong bertahanlah," ucap Sehun.
"Dia akan baik-baik saja Sehun, semua akan baik-baik saja, kita akan membalasnya. Sang kegelapan akan membayar semua ini," ucap Yunho menenagkan Sehun.
"Kajjaa.." ucap Kai.
-Next Up- Pada ngerti gakk? Selanjutnya aka ada ROOKIES! all Rookies, NU'EST, BTS, VIXX, SPICA, A-JAX, 100% bahkan ada WINNER, group baru YG yang masih gak jelas gimana ceritanya, haha... cameo: Taeyang, After School, Thor, Kim Hyunjoong, dan Lee Hyori. Pasti pada bingung, penasaran? Let's see..
-TBC-
Thanks For Reading
Leave Your Comment
