Reborn of The EXO Planet Legend: 12 Guardians

Chapter 38: Abduction, Penculikan :o

SamKang

enjoy ^^

Author suka deh erita yang ini, silahkan dinikmati, maaf ya kalo Author kurang bisa menyampaikan kondisi dan imajinasi yang ada di otak Author, hehe..

Day 1: Conference

Pagi itu bumi menjadi pusat perhatian alam semesta. Conference pertama semesta alam! Untuk pertama kali semua mahkluk di penjuru semesta berkumpul bersama, dan langkanya lagi, mereka akan bekerja sama sebagai kesatuan untuk melawan sesuatu yang mengancam mereka. "The Darkness has returned".

Di hari ke tujuh di bulan duabelas dan di tahun ke dua ribu tiga puluh tujuh. Berbagai pesawat dari belahan semesta sudah memasuki garis atmosfer bumi. Korea Selatan menjadi tempat pertemuan bersejarah ini. Perang! Tak lama lagi didepan akan ada perang. Pertemuan inilah yang akan menjadi titik awal perjuangan para Guardians beserta teman-temannya.

Seorang wanita berpakaian hitam rapih berjalan menelusuri lorong, dan menemui seorang pria yang duduk di balik kursi itu. "PM Yunho, semua sudah berkumpul. Rapat akan segera dimulai."

Seorang pria perkasa kesukaan author, dengan menggunakan seragam jendralnya rapih memutar kursinya dan menatap wanita itu. "Kopral Dana, aku akan kesana segera," ucap Yunho.

...

Perwakilan dari bumi, duduk di tengah sebagai tuan rumah. Mr. Gikwang dan Divisi Keamanan PBB Jendral Dongwoon. Duo manusia yang terkenal sebagai duo Beast dengan keseksian dan keahlian mereka, sangat diakui dunia.

Disebelah kiri ada perwakilan dari planet Matoki. Seorang wanita cantik berkulit pucat dan bibir merah menawan, ditemani dengan pria macho, cool yang berada di samping wanita itu, Ratu Sunhwa dan Bang Yong Guk.

Di sampingnya, dari planet Asgarad duduklah seorang pria kebanggaan dan terkenal, kesukaan banyak orang Raja Thor dan Baekho dari Nu'Est sudah berada di tempat duduknya.

Planet Oa atau planet Green Lantern, di wakili oleh seorang pria muda namun menghanyutkan! N dan anggota VIXX lainnya yang terlihat sangat kuat dan disiplin, menjadi kelompok pendatang baru yang menarik banyak perhatian.

Planet Krypton, di wakili oleh Jendral yang sudah dikenal seantera semesta. Dengan rambut khas yang tidak pernah berubah sejak tahun 2008 duduklah Jendral Taeyang, beserta seorang pria hot yang memenangkan kompetisi tentara tertampan sejagat raya yakni, Captain T.O.P! Bersama pasukan rookie barunya yang baru terbentuk pasca hancurnya planet Krypton yang lama yaitu WINNER. Mereka sudah duduk rapih danterarah menunggu PM Yunho datang.

Planet Bangstan di wakili oleh seorang laki-laki berpakaian heboh layaknya penyanyi diva dengan segerombol bulu-bulu melapisi jubahnya layaknya trend 10 tahun lalu oleh seorang penyanyi terkenal Lady Kaka ini dia raja Jokwon beserta para anggota BTS duduk di samping kelompok WINNER.

Planet Stardom di wakili oleh wanita paling seksi sejagat raya menurut majalah Forbes, yakni Ratu Lee Hyori sendiri ditemani dengan anak didiknya, anggota SPICA.

Planet Shinhwa juga di wakili Raja Eric yang merupakan pria legendaris sahabat dari Raja Kangta. Raja Eric datang bersama pasukan 100%.

Disebelahnya, sudah ada raja Kim Hyunjoong yang merupakan pria multitalented dan terpandang di seluruh antera semesta. Bersama pasukan baru planet DSPnya yaitu A-Jax.

Pada akhirnya, di tempat terakhir, pria Hot kesukaan author ini yaitu PM Yunho duduk disebelah ratu BoA yang dari tadi sudah didampingi oleh si sutet dan si tiang mungil alias Kris-Suho.

"Baik, karena PM Yunho sudah di sini, mari kita mulai," ucap Gikwang. "Saya akan menjelaskan dengan kejadian terakhir beberapa waktu lalu," ucap Gikwang mengambil jeda untuk menghirup nafas.

"Pertama, sang kegelapan beberapa waktu yg lalu berhasil mengambil energi bumi, energi terakhir yang dibutuhkan untuk membangkitkan sang raja kegelepan," ucap Gikwang.

"Diperkirakan sekarang sang kegelapan tidak akan menyerang dalam waktu dekat. Tapi mungkin ia akan menculik dan merekrut pasukan."

"Jadi apa yang perlu kita lakukan?" tanya Taeyang si jendral rambut mohawk itu.

"Kita harus menyerang duluan, dan mengunci kembali sang kegelapan, PM Yunho akan menjelaskan cara untuk mengunci kembali sang kegelapan," ucap Gikwang mempersilahkan Yunho untuk mengambil alih.

Yunhopun bangkit dari duduknya. "Kita harus mengembalikan sang kegelapan di tempat aslinya, yaitu di exo planet. Kita harus mendekatkan dia dengan Pohon Kehidupan dan mengunci kembali dengan menggunakan pusaka yang terkutuk." ucap Yunho menjelaskan.

"Tapi itu akan sangat sulit dilakukan," ucap raja Hyunjoong. "Apakah tidak ada cara yg lebih mudah?"

"Sayangnya sampai saat ini belum ada, tapi kita harus segera bertindak sebelum sang kegelapan yang melancarkan serangannya duluan." Balas Dongwoon.

"Ini akan jadi perang terbesar yang pernah ada, pertanyaannya, apakah anda semua bersedia ikut?" ucap Gikwang.

"Kami mohon bantuan anda semua, kami memohon maaf karena ini juga semua berawal dari EXO Planet. Kami akan mengganti rugi semua, tapi kami butuh bantuan, mohon bantuannya," ucap Ratu BoA.
DAKKK!

Belom selesai Ratu BoA berbicara, tiba-tiba ada seseorang yang membanting pintu.

"laporan mendadak!" ucap Taeyeon. "Ada awan hitam menyelimuti markas besar! Terjadi penculikan!"
"Jendral Jaejoong, Junsu dan Yoochun menghilang! Kai! Kai menghilang juga!" ucap Taeyeon membuat seisi ruangan konferens tercengang.

"Ne?"

...

Pagi itu, 2 jam sebelum konferensi semesta dimulai...

"Luhan, kau sudah bangun?" tanya Sehun yang berusaha menyesuaikan cahaya matahari yang masuk ke dalam matanya.

Udara sangat segar sekali, Luhan sedang duduk di tempat tidur rumah sakit. Sedangkan Sehun duduk di samping tempat tidurnya berhadapan dengan jendela besar yang memancarkan sinar matahari.

"Engg.." Luhan mengangguk-anggukan kepalanya lucu menatap Sehun yang masih mengucek matanya.

"Kau sudah makan?" tanya Sehun lagi.

"Sudah, tadi Suho membawakanku bubur, ini dia bawakan juga punyamu," ucap Luhan sambil menatap kearah sampingnya dimana semangkuk bubur hangat dengan susu putih tersaji disana.

"Kau sudah kenyang memangnya?" tanya Sehun penuh perhatian.

"Sudah kok," angguk Luhan. "Kau makanlah.."

"Aku makan yaa.." Sehun lalu mengambil mangkuk bubur itu dan mulai menyuapi dirinya sendiri.

Luhan menatap lekat Sehun yang sedang makan dengan lahap. Jelas sekali Sehun sedang lapar. Alih-alih yang dari tadi diperhatiin, si Sehun menatap balik manik mata Luhan. Sehun lalu meraup sesendok bubur ayam itu lalu menyodorkannnya pada Luhan.

"Aaaaa.." Sehun memeragakan mulutnya terbuka, bermaksud agar Luhan mau membuka mulutnya dan memakan suapan itu.

Luhanpun akhirnya luluh, entah mengapa bibir mungilnya itu langsung terbuka mengikuti tingkah Sehun.

Dengan perlahan makanan itu masuk dan dicerna oleh Luhan..
"Enakk?" tanya Sehun.

Rambut pirang dengan senyuman manis, senyumnya begitu manis sampai-sampai matanya tak terlihat. Ditambah pantulan sinar matahari di wajah tampannya. Perfection.

"Engg.." Angguk Luhan bersemangat, "enakk.."

"Yak! Magnae!" tiba-tiba suara Baekhyun terdengar. "Kau jangan berkutat dengan Luhan terus, enak sekali! Dari kemarin kau tidak kerja apa-apa! Konferens akan dimulai sebentar lagi!" seru Baekhyun emosi melihat Sehun yang dari tadi santai-santai sedangkan dirinya sudah bersimbah keringat karena membantu mempersiapkan konferens yang kurang dari 2 jam itu.

'Sial, merusak suasana saja, awas Baekhyun hyung akan kubuat perhitungan' begitulah isi otak bocah Sehun itu. Sehun tetap mempertahankan senyumannya itu dan menatap Baekhyun, walaupun sebenarnya hatinya sedang terbakar...
"Iya, aku akan kesana sebentar lagi," jawab Sehun lembut.

(¬_¬") beginilah kira-kira bentuk wajah Baekhyun ketika mendapat jawaban Sehun. Baekhyun lalu menutup kembali pintu kamar rumah sakit, dan berjalan ke arah dimana ia akan tuju.

"Sehun, aku sudah baik-baik saja, aku akan ikut membantu," ucap Luhan yang kemudian berinisiatif untuk turun dari ranjang, sampai Sehun menggenggam tangannya.

"Jangan!" seru Sehun, "tidak baik, kau nanti akan sakit lagi, kau masih lemah," ucap Sehun khawatir.

"Tidak apa-apa Sehunnie, kan ada kau yang menjagaku," balas Luhan yang membuat Sehun ditampar lembut oleh kupu-kupu yang berterbangan.

"Tapi kau harus berjanji, jangan jauh-jauh dariku! Oke!?" perintah Sehun.

"Arraseoo sehunniee.." ucap Luhan sambil mencubit pipi Sehun lembut dan menciumnya. Luhan lalu turun dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi. Sehun lalu berdiri mengikuti Luhan.

"Sehun, jangan ikuti aku, aku mau ganti baju!"

"Ne? Tapi kau tidak boleh jauh-jauh dariku."

"Tidak apa Sehun, aku kan mau ganti baju doang, tidak akan ada hal yang buruk terjadi."

"Tidak bisa, turuti aku atau tak kubiarkan kau berkeliaran keluar!" seru Sehun.

"Nee.. Arraseoo.. Tapi jangan ngintip."

"Kenapa memangnya? Kita kan sering mandi bersama." ucap Sehun yang tampak bingung.

"Tetap saja ini bukan hal yang pantas dilakukan," ucap Luhan lalu menutup pintu kamar mandi. Klekk..

Malangnya Sehun...

.

Para the Guardians sedang berada di ruangan mereka bersama para senior mereka. Baru saja mereka selesai merapihkan semua dokumen dan keperluar untuk konferens yang sebentar lagi akan dimulai. Setalah lelah bersimbah keringat, para alien dari exo planet inipun diperkenankan mandi lagi, dan bersiap untuk menungggu dan menyambut kedatangan para teman-teman mereka dari berbagai planet.

Di salah satu kamar..

"Suho! Nanti kau harus ikut konferens kan? Cepatlah mandi!" perintah Lay pada Suho yang masih bermalas-malasan di tempat tidur.

"Iya tampan, tapi aku lelah," jawab Suho sambil mengeluarkan aegyo muka sedihnya.

"Haruskah aku memijatmu?" tanya Lay yang tanpa disuruh sudah mendekati Suho dan menaruh kedua tangan dan jari-jarinya dipunggung Suho.

Yah.. Kalian mungkin tau, Lay adalah uri hyung yang paling baik dan peduli. Ia mempunyai hati yang besar, yang membuat ribuan hati wanita luluh, bahkan hati para pria, terlebih lagi Suho.

Suho menikmati setiap langkah dan cengkraman jari-jari Lay. Nyaman.. Sangat enak!

Suho tidak bisa membuat Lay memijatnya terlalu lama, mereka kan sama-sama lelah, tak adil rasanya..

"Lay!" seru Suho lalu berdiri dari tidurnya. Suhopun berbalik dan duduk di belakang Lay, "gantian, aku yang akan memijatmu."

Masih di posisi duduk, Suhopun perlahan memijat Lay. Setelah beberapa waktu, Lay kemudian angkat bicara, "bagaimana menurutmu? Apakah kita akan berhasil?"

"Tentang apa?" tanya Suho balik.

"Ya.. Sang kegelapan," ucap Lay.

"Aku tak tau, aku juga gugup, aku nanti juga tak tau kenapa hauaku yag ikut dalam konferens," ucap Suho sambil terus memijat Lay. "Aku terus berpikir kenapa aku yang hars menjadi salah satu the guardians. Aku tak yakin pada diriku sendiri, tapi aku senang aku tidak sendiri, ada kalian. Kita tak tau sekuat apa sang kegelapan dan pasukannya, yang pasti selama kita bekerja sama, kita akan bisa melawan apapun. Ini sudah menjadi takdir kita kan? Kita juga akan dibantu oleh banyak pertolongan, pasti kita akan berhasil. Aku harap aku bisa memberikan kemampuan terbaikku. Tapi untuk sekarang aku masih gugup tentang konferens nanti. Apa yang harus kulakukan nanti? Dan yang terpenting, selama ada kau, aku merasa seperti bisa melakukan apapun. Aku juga akan melindungimu, Lay.." ucap Suho.

Jantung Suho berdetak tidak karuan, ia menunggu jawaban dari Lay. Ia benar-benar mengungkapkan isi hatinya yang terdalam pada Lay. Apakah Lay akan merespon positif?

"Lay?" tanya Suho yang dari tadi menunggu respon Lay.

Ngrokkkk.. Zzzzzz.. Ngrokkkk... Zzzzz...

"Eh? (¯―¯٥) tertidur?" ucap Suho setelah mengetahui namja tersayangnya ini tertidur dalam keadaan duduk dan Suho yang masih memijatnya. Sepertinya Suho kelamaan bicara, sedangkan Lay sudah terlalu lelah.

Suho tidak bisa berbuat banyak setelah melihat tingkah laku namjanya ini. Ia hanya bisa tersenyum melihat kelakuan namjanya itu. Terlalu baik dan polos, dua pria yang mempunyai hati yang besar dan saling mencintai.

Suho kemudian membaringkan perlahan tubuh Lay, ia kemudian menyelimutkan tubuh Lay. Suho lalu mengambil kesempatan emas itu untuk mencium kening Lay, setelah itu ia mengambil handuknya dan berjalan masuk kamar mandi.

Malangnya Suho...

.

Setelah beberapa menit berselang, BaekYeol couple sudah keluar dari kamar mereka. Mereka berjalan ke tempat biasa para pasukan sering berkumpul.

Disana sudah terkumpul hampir semua member Guardians, QueenPearls, dan para Gaine serta pemegang jabatan. Bisa dibilang hubungan mereka sangat harmonis. Setelah semua apa yang mereka lalui bersama, sulit bagi mereka untuk tidak kembali saling berbincang. Saat-saat seperti ini menjadi saat paling menyenangkan bagi BakYeol couple yang talkative ini.

Terlihat para member Guardians sudah mengenakan pakaian suit seragam mereka yang memberikan ciri tersendiri bagi mereka. Warna abu-abu hitam menghiasi pakian rapih mereka, dengan lencana silver yang berbentuk lambang EXO.

Sedangkan para Queen Pearls mengenakan jubah putih ala yunani yang sering mereka pakai, namun kali ini terasa lebih formal.

Para gaine juga memakai baju abu-abu mereka yang merupakan baju suit militer exo dengan berbagai hiasan dan lencana sesuai jabatan mereka.

"Yoo.. Kris hyung! Kau akan ikut dalam konferens?" tanya Chanyeol.

"Ne," jawab Kris singkat.

"Oahh, keren sekali," ucap Chanyeol lagi, "sukses hyung! Kau harus tampil keren!"

"Tentu, aku memang sudah tampan kok," ucap Kris yang akhir-akhir ini senang meninggikan dirinya sendiri.

"Oah! Luhan! Kau sudah sembuh benar?" tanya Chanyeol begitu melihat Luhan.

"Sudah, aku terlalu lama terbaring disana. Rasanya rindu sekali," ucap Luhan.

"Dimana si hyung leader satu lagi?" tanya Baekhyun.

"Sepertinya mereka masih dikamar," balas Sehun.

Dari arah kanan muncullah Suho dan Lay mereka berdua berjalan berdampingan

"Yak! Kalian paling lama!" seru Kai.

"Maaf, aku tadi ketiduran," ucap Lay.

"Tidak apa-apa kok Lay hyung," ucap Chen yang berusaha tidak membuat Lay semakin tidak enak hati.

"Oah! Luhan! Kau baik-baik saja?" tanya para Queen Pearls mendekati Luhan.

"Engg.. Aku baik-baik saja," jawab Luhan.

Queen Pearls yang berkerumunan itu membuat tempat sekitar Luhan penuh. Mereka berdiri mengelilingi tempat duduk Luhan membuat Sehun yang berdiri di samping Luhan harus tergeser keluar dari jarak radius 1 meter dari Luhan. Hal ini terntunya membuat Sehun kesal.

"Tenang Sehun, Luhan itu terlalu terkenal, kau harus membiasakan diri," ucap Kai yang kesannya seperti ejekan dari pada kata-kata membangun.

"Sial, selalu saja begini. Waktu itu juga saat Luhan pertama kali datang, lalu saat latihan, lalu saat berkumpul makan, arkkhh.." Sehun sudah tidak dapat berpikiran jernih lagi.

"Sudah sabar saja," ucap Xiumin menenangkan dengan senyumnya.

Namun ada kejadian aneh, secara tiba-tiba Kai menarik tangan D.O. "Kyungsoo, aku merasa mual," Kai memegang perutnya yang terasa sedang bercampur aduk.

"Kai! Ada apa?!" D.O panik tiba-tiba melihat Kai yang sudah membungkuk sampai hampir menyentuh lantai.

Semua perhatian langsung tertuju pada Kai setelah mendengar suara D.O panik tadi.

"Kai?" panggil Taeyeon yang kemudian berjalan mendekatinya.

Tak lama kemudian munculah asap hitam yang keluar entah dari mana. Dengan komposisi yang agak banyak awan hitam itu menggerumul dan terlihat ada bayangan manusia disana. Sercara tiba-tiba seorang mahkluk berakapakaian aneh dengan masker di kepala mencuat keluar dari balik awan itu.

Para insan yang ada disana terkejut melihat apa yang terjadi. Namun yang sialnya lagi, ternyata tidak hanya satu, tapi manusia itu terus keluar hingga jumlah mereka memenuhi isi ruangan itu.

"Siapa kalian?" seru Tao.

Namun tak ada jawaban.
kemudian yang terjadi malahan asap kembali muncul dari mulut masker mereka. Membuat seluruh ruangan dipenuhi asap yang tebal.

"Awass!" dengan cepat Jaejoong menendang salah satu dari mereka yang berusaha menculik Kris.

Namun ketika Jaejoong melakukan kontak fisik dengan mahluk tersebut, tiba-tiba Jaejoong merasa seperti ada sesuatu yang menghisapnya.

"Jendral Jaee!" seru Kris yang tadi tertolong.

Kris lalu menyemburkan api naganya. Namun api itu seperti tidak mengenai apapun. Mayjem Yoochun yang melihat itu kemudian berusaha menarik tangan Jaejoong. Setengah dari tubuh Jae kini telah menghilang, seperti sudah terhisap kedimensi lain. Namun tenaga Yoochun tidak berkutik. Dalam kedipan mata, Mayjen Yoochun dan Jendral Jaejoong sudah menghilang.

"Apa?" seru Kris horror. Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat. "Jendral Jaee! Mayjen Yoochun!" serunya.

"Sial, ini pasti penculikan lagi," ucap Junsu.

Salah satu dari mahkluk itu kemudian berjalan mendekati Lay.

"Lay!" teriak Junsu memperingatkan. Junsu lalu menarik tubuh Lay kearahnya. Junsu lalu mengeluarkan kekuatan ultrasoniknya.

Wooshhh...

Berhasil! Kabut awan itu seerti terhemas terkena kekuatan ultrasonik Junsu. Namun dari arah belakang mahkluk itu telah berusaha menculik dan menghisap Lay. Kaki Lay terlihat sudah menghilang setengah.

"Mayjen Junsuu!" seru Lay yang berkutat berusaha keluar dari hisapan mahkluk itu.

Dengan kekuatannya Junsu meluncurkan serangan kearah Lay. Woosshh! Awan kabut itu seperti terhempas, dan Lay selamat dari hisapan awan itu.

Kekuatan Junsu jelas menjadi daya tarik para mahkluk itu. Secara bergerombol para mahkluk itu merubah sasaran mereka. Semuanya kini berjalan mengarah Junsu. Kabut awan masih menyelubungi ruangan itu.
Woot! Junsu merasa dirinya terhisap.

"Mayjen!" seru Lay. Lay yang panik kemudian berusaha berpikir. Ia lalu mengeluarkan kekuatannya. Woshhh..
Namun apa daya kekuatan energi Lay tidak berguna, sampai pada akhirnya seluruh tubuh Mayjen Junsu sudah tak terlihat.

Di sisi pojok, D.O Taeyeon dan Jessica sedang membuat lingkaran melindungi Kai. Entah kenapa dengan Kai, ia masih terbaring disana, dan para mahkluk ini mengincarnya. Entah mengapa kejadian ini begitu kebetulan bertepatan. Mahkluk aneh datang disaat Kai tiba-tiba sedang kesakitan.

Segerombolan mahkluk itu datang mengepung mereka berempat. D.O Taeyeon dan Jessica terus mempertahankan posisi mereka melindungi Kai.

Mereka mengeluarkan kekuatan mereka, namun kekuatan mereka seperti tidak berdaya melawan mahkluk itu. Sampai pada akhirnya ada seperti angin kencang bertiup, bukan angin! Tapi hisapan!

D.O, Taeyeon dan Jessica kemudian berusaha untuk meraih sesuatu agar tak terhisap. Pusaran hisapan itu begitu dahsyat sampai Kai terangkat dan tertarik ke arah hisapan itu.

D.O tak rela, ia kemudian melepaskan genggaman tangannya pada meja dan melompat ke arah Kai. D.O lalu menginjakan kakinya ke tanah. Dengan otot-ototnya ia berusaha agar tak ikut terhisap. D.O berhasil meraih tangan Kai disaat 3/4 dari tubuh Kai sudah tidak nampak terlihat.

"Kai! Bangunlah!" seru D.O meneteskan air mata.

"Kumohon Kai! Bagunn,,,! Bangunn!" seru D.O yang terus berusaha menarik Kai dari hispan. Namun seperti tidak ada kemajuan, yang ada Kai malah terus terhisap.

"D.O lepaskan tangan Kai! Nanti kau juga bisa ikut terhisap!" seru Taeyeon.

"Aku tidak peduli! Aku mau Kai! Aku tidak akan melepaskannya, aku pasti akan menyelamatkannya!" seru D.O. Air mata terus semakin mengalir deras, wajahnya memerah, ia terus mengeluarkan kekuatannya, menarik Kai, menyelamatkan Kai.

"Tidak bisa D.O! Jangan bertingkah bodoh, bila kau juga ikut terhisap, siapa yang akan menyelamatkan Kai!" seru Jessica.

D.O bimbang, ia terus berpikir keras. Apa yang harus ia lakukan? Kai! Tidak mungkin ia bisa hidup tanpa Kai. Bagaimana hari-harinya nanti tanpa Kai? Apa? Apa yang harus dilakukan?

Hisapan pusaran itu terasa semakin kuat. Genggaman tangan D.O pada Kai terus melemah sampai tinggal hanya ujung jari Kai yang bisa digenggam D.O.

"Cepat D.O lepaskan!" seru Taeyeon.

"Kita pasti akan menyelamatkannya lagi bersama!" suara Jessica juga kembali terdengar.

"D.O! Cepat!"

D.O tidak kuat dengan semua ini, ini terlalu berat untuknya. D.O lalu menutup kedua matanya, "Maafkan aku Kai.." ucap D.O lalu genggaman tangannya pada Kai terlepas.

Woooshhhh...

D.O terlempar kebelakang. Dalam hitungan detik, awan hitam itu berkumpul di satu titik, dan dengan hentikan jari, awan yang meyelimuti seisi ruangan itu hilang.

Terlihat para insan yang tersisa itu tercengang. Bingung dengan apa yang baru saja terjadi.

Kopral Stephanie, Gaine Kimbum, jendral Jaejoong, Mayjen Junsu, Mayjen Yoochun dan Kai menghilang.

"Kai?" D.O sangat terguncang dengan apa yang baru saja terjadi. Kini Kai telah tiada, tidak jelas apakah dia masih hidup atau tidak. 'Aku? Apa yang harus kulakukan?' tanya D.O.

.

Taeyeon segera berlari menyusuri lorong. Perasaannya sangat acak adul, ia tidak tau ekspresi apa yang harus ia tunjukan.

Ada dua orang penjaga disana menjaga pintu.
"Hei apa yang mau kau lakukan?" tanya salah satu penjaga.

Taeyeon tidak menjawab, ia terus berlari ke arah pintu. Kedua penjaga itu tiba-tiba pingsan oleh kekuatan Taeyeon. Taeyeon kemudian mendobrak pintu ruang konferens.

Dengan nafas yang masih memburu, Taeyeon berusaha menenangkan diri dan membuka mulutnya.

"laporan mendadak!" ucap Taeyeon. "Ada awan hitam menyelimuti markas besar! Terjadi penculikan!"
"Jendral Jaejoong, Junsu dan Yoochun menghilang! Kai! Kai menghilang juga!" ucap Taeyeon membuat seisi ruangan konferens tercengang.

-TBC-

Leave Your Comment

Thanks For Reading