Reborn of The EXO Planet Legend: 12 Guardians

Chapter 40: What Happened to Kai?

SamKang

enjoy ^^

maaf Typo

Aku kini sedang berjalan bersama 10 guardians pemberani lainnya. Menelusuri lorong yang asing bagi kami, dengan informasi dan petunjuk seadanya. Atmosfer yang asing dan suasana tegang benar-benar menaikan adrenalin dan seluruh buluk kudukku. Aku dapat merasakan keringat dingin mengucur di balik seragam hitam ketat yang kugunakan.

Aku mendekap senapan dari bumi ini. Kris dan Sehun memimpin perjalanan kami sampai ke depan gerbang penjara di lantai paling bawah markas musuh.

Markas musuh berbentuk kapal antariksa raksaksa, dimana kapal tersebut berbentuk seperti gedung pencakar angkasa yang melayang di tengah ruang hampa semesta yang tak terbatas.

Aku teringat dengan kejadian hari lalu, dimana orang yang kucintai hilang lenyap tepat dihadapanku. Akulah orang terakhir yang menyentuhnya sebelum akhirnya ia menghilang. Bahkan bisa dibilang, akulah yang menyebabkan dia hilang, akulah orang yang melepaskan tangannya dan membiarkannya terhisap awan hitam sial itu.

Kai.. Seorang pemuda tampan berkulit tan yang sudah lama aku menaruh perasaannku padanya. Kami dulu adalah teman, hanya dia temanku satu-satunya disekolah, bersama Sehun. Sampai pada suatu ketika, ketika takdir dan jalan kita sama, disitulah akar cintaku semakin kuat, dan sampai tumbuhlah rasa cinta kami berdua, kuat dan kokoh, siap menerpa dan menerjang apapun. Namun kejadian itu benar-benar menjadi titik puncak kelemahanku.

Kemarahan menjulur disekujur tubuhku, menggantikan rasa gugupku. Aku benar-benar marah pada diriku sendiri, dan kepada mereka, siapapun itu, dalang dibalik semua ini.

Raja kegelapan, ya.. dia yang bangkit dari masa lalu dan dengan sifat kerakusannya ingin menguasai alam semesta. Aku terus terbayang olehnya. Orang yang membuat dunia dalam gelap. Planet dalam kehancuran. Rakyat dalam terror, dan hidupku yang sudah tidak lagi seperti orang pada umumnya.

Aku dapat merasakan otakku memanas. Tubuhku yang sebelumnya dingin karena keringat guguppun berubah menjadi mendidih. Tanganku semakin mendekap, dan tanpa sadar senjata yang ditanganku itu sudah bengkok.

"D.O" tangan mungil Luhan menyentuh pundakku.

"Sadarlah D.O, kau baik-baik saja,?"

aku tidak menjawab pertanyaan Luhan hyung, namun aku dapat merasakan suhu tubuhku sedikit demi sedikit merosot.

"Dengar, hyung, kau ingin menyelamatkan Kai kan?" suara Sehun kini juga terdengar.

Aku menundukkan kepala dan mengangguk. Ada suatu kepedihan saat aku mendengar nama 'Kai'.

"Tenang, kita pasti akan menyelamatkannya, berjanjilah padaku dan Luhan. Kau sendiri yang akan menyelamatkan Kai. Kita pasti akan berhasil mengalahkan sang kegelapan."

Aku sangat bersyukur memiliki keluarga ini. Walaupun kejadian ini banyak memberikan dampak negatif pada hidupku, namun tak bisa ku sangkal bahwa aku bersyukur memiliki keluarga baru disini. 'Teman' teman yang slalu ada dan teman partner berjuang bersama, dimana mereka selalu mendorong dan memberikan kekuatan pada kaki-kakiku.

"Hengg" anggukku yang kini mulai kembali mendidih, terbakar semangat.

"Ayo, selamatkan Kai, dan semesta!"

...

Disisi lain, para pasukan kegelapan menemukan sesuatu di radar mereka, dari hasil alat teknologi mereka.

"Lapor! Raja kondisi gawat! Musuh! Ada musuh!" ucap seorang pasukan dari layar kusus yang berada di kamar sang kegelapan.

"Musuh?"

"Ya tuan, musuh dengan jumlah sangat besar."

Rupanya para pasukan lain membuat rencana untuk mengalih perhatian sang kegelapan. Seakan ingin menantang perang, para pasukan yang bergabung datang berbondong-bondong, padahal pasukan khusus mereka sudah menyusup masuk ke markas musuh.

"Huh berani sekali mereka datang ke sini, bisa apa mereka? Kita punya pelindung super!" seru sang kegelapan percaya diri.

Namun kepercayaan diri itu menciut hilang ketika sebuah ledakan mengenai tubuh gedung kapal markasnya.

"Teknologi dari asgard memang hebat," ucap Taeyeon di seberang sana memberi pujian.

"Kurang ajar!" seru si kegelapan, " siapkan seluruh pasukan. Kerahkan, dan keluarkan juga pasukan terbaru kita." Ucap sang kegelapan dengan tawa evilnya.

...

"Itu tanda serangan sudah dilancarkan, kita harus cepat waktu kita sedikit!" ucap Lay.

"Kalian sudah siap?" ucap Kris si pemimpin.

Setelah mendapat respon dari anak buahnya, Kris pun mendobrak masuk pintu gerbang tahanan.

DUAKK" suara terpentalnya pintu mengalihkan perhatian para penjaga.

Dengan kekuatan airnya Suho men-summon air masuk ke dalam ruangan tahanan. Para penjaga yang kebingunganpun terus berlari di atas air ke arah pintu dimana para guardians exo ada sana.

Namun langkah mereka berhenti, 'SETT' es Xiumin seketika itu juga sudah membekukan seluruh air Suho membuat para penjaga terhenti langkahnya.

"1,2,3,4,5,6,hmm.. ada 17 penjaga disini, banyaknyaa.." ucap Baekhyun yang dari tadi sembari menghitung jumlah pasukan penjaga.

"Sudah, ayo cepat cari Kaii dan lainnya." ucap Chanyeol yang tidak sabaran.

Para guardians segera memasuki ruangan tersebut. Ruangan itu membuat jalan lurus dan panjang dimana di kedua sisi jalan tersebut ada jeruji-jeruji besi yang menahan para tahanan mereka di balik sana.

Namun para guardians tidak bisa menemukan mereka sampai ujung akhir, terdapat sebuah pintu lagi.

"Aku rasa ada dibalik sini," ucap Suho.

Kris tidak berlama-lama lagi segera memanaskan pintu tersebut sampai pintu itu menciut dan terbuka.

Para guardians kembali berlari, memeriksa kiri dan kanan mereka untuk menemukan Kai dan lainnya yang diculik. Namunm tetap tak ketemu. Sampai di ujung dan sebuah pintu menghadang mereka lagi. Ada tulisan level 3 di atasnya.

"Lagi?" tanya Sehun.

Kembali mereka berlari dan lagi tidak menemukan mereka. Sampai dipintu bertuliskan Level 7.

"Ada berapa banyak levelnya" keluh Chen yang sudah lelah.

D.O yang masih bertekad kuat segera menghancurkan pintu dengan pukulannya, iapun segera masuk meninggalkan teman-temannya yang masih berusaha mengumpulkan oksigen di pintu level 7 itu.

Saat pintu terbuka, suasana putih langsung terhampar, sangat berbeda dari level-level sebelumnya membuat para guardians langsung berdecak penasaran akan ruangan tersebut.

Seluruh ruangan itu putih dan amat teramat bersih. Tidak ada noda sedikitpun dan yang hanya ada disana adalah sebuah meja kecil yang berisi monitor diatasnya.

"Apa ini? Tidak ada apa-apa," ucap Luhan.

"Halooo!"loo..loo..lo.. Teriak Chen dengan suara gema yang terbuat karena hampanya ruangan itu.

"Mana yang harus kita tekan? Biru atau merah?" tanya Baekhyun yang sudah berdiri di depan monitor.

"Setauku merah itu buruk, tak maukah kau mencoba yang biru Baekhyunie?" Tanya Chanyeol romantis.

"Tapi aku suka merah, merah melambangkan cinta yeolli.." Balas Baek sambil menatap lekat mata Chanyeol. "Hei ketua! Bagaimana ini? Biru atau Merah?" tanya Baek pada Kris.

"Terserah-terserah," ucap Kris sembari melambaikan tangannya. Kondisi gini masih bisa sok cool ya si Kris ini.

"Oke, merah!" Tet, suara tombol merah kepencet Baekhyun terdengar.

Nit-Nit-Nit tiba-tiba berbagai suara aneh dan suara mesin terdengar.

"Huoo!" Teriak Lay yang terkejut saat sesuatu dibawah kakinya muncul ke atas.

Dari bawah muncul tabung-tabung tinggi yang perlahan-lahan naik keatas. Ada begitu banyak tabung muncul dan tersusun rapih sesuai baris, namun kejutan yang sebenarnya adalah apa yang ada di dalam tabung itu.

"Oh My EXO.. PM Yunho tidak akan menyukai ini." ucap Sehun yang matanya kini tidak bisa lepas dari salah satu tabung disana.

Luhan yang penasaran pun segera menghampiri Sehun, dan.. "Omo! Ini Jendral Jaejoong!"

Yakk. Yang kini diliat mereka berdua adalah manusia-manusia tawanan sang kegelapan, yang merupakan tawanan istimewa. Tabung ini digunakan untuk mencuci otak dan menambah dan uji test ilmiah untuk sang kegelapan. Dan sekarang Jendral Jaejoong sedang dalam keadaan tidak sadar, dalam posisi berdiri dan dalam keadaann... Telanjang.

"PM Yunho tidak akan senang kalau tubuh Jaejoong dilihat banyak orang seperti ini." ucap Sehun lagi.

"Yakk! Kau jangan melihat itunya Jendral Jae teruss!" ucap Luhan marah.

Tak hanya Jendral Jaejoong. Junsu, Yunho, kopral Dana juga ada disana. Juga beberapa pasukan dari planet lain.

"Kai?" tanya D.O yang kini sedang berada di depan salah satu tabung.

"Ini tabungnya Kai," ucap Tao yang menghampiri D.O dan sedang melihat monitor yang ada di depan tabung itu. Tertulis name: Kai. Speciallity: Ancient Teleportation. Origin: EXO planet.

Namun dalam tabung itu, hanya hawa hampa yang ada. Tubuh Kai tidak ada disana. Sesuatu yang janggal dirasakan oleh D.O. Ada tulisan "IN ACTIVE" dengan warna hijau. Perasaan buruk menghinggapi D.O.

"Ayo selamatkan dulu yang lain, tenang kita pasti akan menemukannya, oke?" ucap Tao berusaha menenangkan D.O.

Saat ditekan, semua monitor pada tiap-tiap tabung berubah menjadi 'IN ACTIVE'. Secara perlahan pintu tabung itu terbuka satu-persatu.

Detak jantung berdebar kuat, dan rasa penasaran dan juga takut merasuki Chanyeol dan yang lainnya saat menunggu pintu terbuka.

Pintu tabungpun telah terbuka penuh. Chanyeol menunggu pergerakan dari tubuh Mayjen Junsu.

'Tek' mata Junsu terbuka, dan mengagetkan Chanyeol sampai terjatuh kebelakang.

"Yeollii.. Kau berlebihan sekali," ucap Baek menggelengkan kepalanya.

"Ini namanya 'Variety Skill' Bakhyunniee.." ucap Chanyeol membela dirinya.

"Mayjen, kau baik-baik saja?" tanya Baek.

"Kau.. Siapa?" tanya Junsu sambil mengucek matanya.

"Aku adalah Baek dari EXO Planet datang menyelamatkanmu." ucap Baek. "Ayo kita pergi dari sini Mayjen.

Sehun dan Luhanpun kini sedang membantu Jaejoong. BaekChan membantu Junsu, SuLay membantu Kimbum, TaoKris membantu Yoochun, dan XiuChen membantu kopral Stephanie.

"Awas Chen, jangan sampai kau salah pegang!" ucap Xiumin mengingatkan Chen yang sedang berusha membantu kopral Stephanie keluar dari tabung.

"Maksudmu apaa -_-"

"Bisa kau hubungi para pasukan khusus lain? Kita tidak mungkin membawa orang sebanyak ini kan?" ucap Kris.

"Tunggu," ucap Suho yang lalu menyentuh sesuatu di telinganya. "Halo, para pasukan? Kami sudah berada di bawah penjara level 7. Disini banyak tawanan, dan kami butuh bantuan kalian. Terima kasih," ucap Suho pada angin yang lalu lalang. "Teknologi," ucap Suho lagi pada author.

"Halo.. Test test, b.a.p warrior disini, kami masih dalam kesulitan, kami tersesat!" ucap Yongguk dibalik alat telekomunikasi canggih mereka.

"Apa? Yang benar saja" ucap Suho memasang muka datar.

"Disini VIXX, kami sudah berada di ruangan control. Kami berhasil menguasainya, kita perlu keluar dalam waktu kurang dari 3 menit sebelum bantuan musuh datang." ucap N si anggota VIXX itu.

"A-Jax sedang on the way"

"SPICA juga, kami baru selesai dengan urusan disini."

"WINNER dalam perjalanan"

"100% kami akan mengamankan jalan kita keluar."

"Baiklah, VIXX akan membuka pintu-pintu dari ruang kontrol, kita akan segera keluar sekarang." ucap Suho. "Eh.. Dimana BTOB? Halo BTOB?"

"Kami terjebak, dan kami salah masuk, kita sekarang sedang di gudang persenjataan musuh, rencananya kami akan merusak ini dulu sebelum pergi, kalian keluarlah duluan." ucap Eunkwang mewakili para BTOB.

"Pertempuran diluar sudah dimulai, waktu kita 5 menit." ucap Suho mengingatkan para pasukan lewat alat komunikasi tadi.

"Kita perlu cepat, apakah kau tidak bisa men-summon air untuk mengangkat mereka? Atau es mungkin?" tanya Luhan.

"Buat peti es? Tapi jangan dingin-dingin!" seru Tao.

"Mana bisa Tao!" ucap Xiumin.

"Aku saja!" seru Luhan yang berkekuatan telekinensis.

"Kau yakin bisa?" tanya Chen.

"Tenang, Sehun juga akan membantu dengan angin-anginnya, kita akan buat semuanya melayang." ucap Luhan sambil menyipitkan matanya.

"Baiklah ayooo.." seru Suho.

Saat semuanya sedang berusaha membantu membawa tubuh-tubuh telanjang tawanan tak bersalah yang juga tidak sadarkan ini, seorang pria kecil imut masih terdiam memikirkan sesuatu.

"D.O ssi, tenang, tersenyumlah sedikit, setidaknya kita sudah menemukan Clue kalau Kai tadi ada disini. Kita pasti akan menemukannya." ucap Lay yang berusaha menenangkan D.O.

"Tapi aku merasakan firasar buruk hyung," ucap D.O.

"Mungkin ini karena kau terlalu khawatir, tenang kau punya 10 teman terbaikmu, seluruh pasukan semesta yang mendukungmu. Bahkan kau merubah pikiran para petinggi ras planet. Kita akan segera menemukan Kai, oke?" ucap Lay.

...

Sebenarnya kemanakah Kai? Dimanakah Kai berada? Apa yang dilakukan para kegelapan pada Kai? Mari kita simak berikut ini...

"Seranngggggg!

Serrrrbuuuuuuu!

Hiaaaahhhhh!

Begitulah seruan para pasukan yang sedang bertempur. Perang antara pasukan kegelapan dengan pasukan semesta.

Pasukan kegelapan seperti biasa yang sudah sering dilihat, pasukan kegelapan banyak didominasi oleh zombie-zombie. Banyak juga pengkhianat semesta yang menjadi pasukan kegelapan. Ada juga kaum Frozen, mahluk es musuh buyut Asgard. Pasukan kegelapan juga ditambah oleh mahkluk-mahkluk raksaksa dan aneh juga mahkluk seperti arwah atau roh tengkorak. Terlihat pasukan Termatismou juga ikut dalam perang tersebut.

Pasukan semestapun tidak mau kalah. Mereka mengeluarkan pasukan-pasukan mereka. Gaine dari exo planet dan juga para Queen Pearls disana juga ikut masuk dalam pertempuran.

Pertempuran berjalan rusuh, perang mau yang merupakan perang terbesar yang pernah ada, dengan jumlah pasukan yang tak terhitung terjadi di sebuah planet kosong yang sudah punah ppenghuninya.

Sampai pada suatu sisi dimana Termastimou bertemu dengan Queen Pearls.

"Kita bertemu lagi," ucap anggota Termatismou berangka 0 di jidatnya itu.

"Kali inu, kamilah lawan kalian." ucap Jessica.

"Tentu, tidak masalah. Perang one on one dengan guardians exo waktu itu ternyata menyulitkan kami. Bahkan kami kehilangan setengah dari anggota kami. Tapi tenang, kami juga sudah melakukan penambahan." ucap si pria nmor 0 itu.

"Cih, aku tidak peduli! Yang jelas hasilnya tidak akan jauh berbeda," ucap Taeyeon sangar.

"Tidak peduli? Ohh tentunya kalian akan peduli begitu tau siapa anggota baru kami. Pasukan dari planet Krypton, lihat betappa kuatnya mereka. Juga beberapa dari planet lain, dan juga..." si pria itu menghentikan kata-katanya, sampai seorang pria muncul sevara tiba-tiba dihadapan Queen Pearls. "Dialah yang terhebat diantara kami, perkenalkan 'Minus' (-) atau yang biasa kalian panggil, Kai."

Kata-kata dan kenyataan yang ada di depan Qieen Pearls benar-benar mengejutkan mereka. Seakan tertampar bolak balik, Queen Pearls tidak percaya dengan sosok yang dilihat mereka.

Kai, itu benar adalah Kai. Banyak perubahan yang terjadi. Badannya terlihat lebih besar dengan otot dan urat menonjol keluar. Matanya berwarna hitam, dan disekujur tubuhnya terdapat tatoo garis-garis. Ia mengenakan seragam yang sejenis dengan para termatismou dan di dahinya tergambar sebuh tanda ( - ) yaitu minus, lambang Termastimounya. Di tangannya terdapat pedang hitam yang digenggamnya mantap.

"Nahh.. sekarang kalian peduli," ucap si pria termatismou itu.
"Empatbelas lawan empatbelas, berimbang bukan? Mari kita lakukan.." seru pria itu memulai serangan.

"Biar aku yang menangani Kai, kalian berhati-hatilah! Gunakan techteam, jangan sendirian, mereka licik!" ucap Taeyeon.

Taeyeon lalu mengeluarkan senjata semi pedangnya. Ia berlari maju menghadapi Kai yang juga sedang berlari kearahnya.

'TING' benturan kedua pedang terdengar ditengah pertempuran elit ini. Taeyeon berusaha menahan tebasan vertikal pedang Kai.

Taeyeon memandang lekat wajah Kai. Tidak ada ekspresi disana. Hanya gelap dan dingin yang dirasakan Taeyeon. Ia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi pada Kai, dan ia tidak tau harus melakukan apa.

Benturan kedua pedang itu lalu membuat keduanya terdorong ke dua sisi yang berbeda. Setelah menahan keseimbangannya, Taeyeon lalu mengeluarkan kekuatan mind controlnya. Ia mengarahkan tangannya pada Kai.

Kosong.. dan gelap, hanya itu yang bisa didapat Taeyeon. Ia tidak bisa terkoneksi dengan pikiran Kai, dan saat itu juga Kai sudah berlari dan siap menebas Taeyeon dengan pedangnya.

Dengan sigap Taeyeon menghindar, namun tebasan Kai itu berhasil melukai sedikit lengannya.

Taeyeon lalu mengangkat pedangnya dan menebaskannya ke arah Kai. Terjadi adegan adu pedang yang cukup lama di antara keduanya.

Sedangkan yang lain, dengan kekompakan dan kehebatan mereka, dengan tidak begitu mudah, mereka berhasil unggul dari para Termatismou.

"Tak kusangka ternyata kalian hebat!" ucap si pria angka 0 itu.

"Tentu saja, kami ini yang mengajari para Guardians bodoh, bila melawan mereka saja kau kalah, bagaimana kalian melawan kami!" ucap Jessica sambil masih melakukan perlawanan.

"Baiklah," ucap si pria 0 itu menghindar kebelekang. "Kalau begitu kalian harus merasakan kekuatan minus."

"Minus!" seru pria itu.

Seketika itu juga Kai yang sudah lebih unggul melawan Taeyeon langsung teralih perhatiannya.

"Habisi mereka semua!" perintah pria angka 0 itu.

Setelah mendengar itu, Kai tiba-tiba berteriak. Kedua tangannya memegang frustasi kepalanya. Tatoo yang ada di sekujur tubuhnya bersinar menjadi warna keungu-unguan. Dan tak lama kemudian Kai menjadi tenang kembali. Ia berdiri dengan santai dan tiba-tiba ia menghilang.

Para Queen Pearlspun tercengang dengan apa yang terjadi, dan dalam sekejap tiba-tiba keempat belas Queen Pearls langsung rubuh di tempat, kesakitan. Dan setelah itu muncullah Kai disebelah pria angka 0 itu.

"Seppertinya kita selesai disini, kita biarkan mereka kesakitan sampai mati." ucap pria 0 itu. "Kalian ingin tau apa yang terjadi? minus atau Kai ini pemilik kekuatan Ancient yaitu teleportasi. Ancient memiliki koneksi dengan kekuatan gelap. Sang kegelapan sudah mengincar Kai sejak lama. Dan setelah ratusan percobaan, Kailah yang satu-satunya selamat dan berhasil. Dan kini menjadi minus, orang terkuat diantara kami. Mungkin ia sekarang setara dengan sang kegelapan. Tapi ia dibawah komando kami. Sepertinya cukup penjelasannya, ayo minus, banyak kerjaan menunggu."

Para Termatismou dan Kaipun berjalan meninggalkan para Queen Pearls. Mereka berjalan ke arena pertempuran massal tadi.

"Ahokk-ahokk" Victoria terbatuk-batuk mengeluarkan darah.

"Tadi itu apa?" tanya Sunny yang kesakitan.

"Kai, teleportasi, kekuatan kegelapan, sangat cepat," ucap Krystal terbata-bata. Krystal dengan kekuatan super senses nya melihat kai menggunakan teleportasinya, dengan sekali sentuhan pada tubuh seseorang, orang tersebut langsung rubuh dan mengalami kesakitan. Seperti ada sesuatu di telapak tangan Kai yang membuat orang yang disentuh langsung kesakitan. Apa itu? Krystal juga tidak tau, bahkan author pun tidak tau.

Saat ini yang dipikirkan Taeyeon adalah Kai, dan juga D.O. Bagaimana perasaan D.O bila tau Kai menjadi seperti ini? Apa yang terjadi dengan Kai? Apa yang sudah mereka lakukan? Bagaimana dengan semesta ini? Akankah semuanya dapat selamat dari sang kegelapan?

Tunggu chapter berikutnyaa...

-TBC-

Thanks For Reading

Leave Your Comment