Reborn of The EXO Planet Legend: 12 Guardians

Chapter 41: Shocking Truth

SamKang

enjoy ^^

maaf Typo

Kini para guardians telah berada di lorong menuju pintu ke luar dari markas kegelapan. Pada saat itu juga mereka bertemu dengan para Warriors dan BTOB.

"Hei kalian! Disini!" panggil Xiumin yang sedang berusaha mengontrol kekuatannya untuk membuat seluncuran es dimana didalamnya berbaring para pasukan yang diculik oleh sang kegelapan.

"Bisa bantu kami? Karena ini banyak sekali," ucap Chen menunjukan 4 kereta selancar es yang masih-masing berisi 5 orang.

"Tentu, serahkan pada kami," balas Yongguk yang langsung mengerahkan teman-temannya untuk membantu membopong tubuh telanjang pasukan yang diculik itu. Bagitu juga para BTOB.

"Baiklah ayo kita segera masuk, pasukan lainnya sudah masuk ke dalam kapal penyelamat. Bom akan di ledakan setalah kita berangkat menjauh dri markas ini," jelas Eunkwang yang sedang siap mendorong salah satu kereta es Xiumin.

Bom? Mungkin readers belom author SamKang ceritain. Sepanjang misi mereka, selain menyelamatkan tawanan dan mengambil informasi, para pasukan kusus ini juga ditugaskan untuk memasang bom picu di seluruh penjuru markas kegelapan yang akan diledakan pada saat mereka sudah terbang menjauh dengan pesawat penyelamat.

"Kajjaa.." ucap Kris.

"Tunggu, tapi kita belom menemukan Kai," sela D.O yang masih dikuasai dengan perasaan gundahnya pasca hilangnya Kai dan belom di temukan.

"Tapi tadi kan kita sudah sepakat, kita tidak bisa mencari disini. Kai tidak ada, kita harus kembali sekarang, waktu kita sudah habis." balas Kris.

"Tidak, aku tidak bisa," ucap D.O yang sambil menjalan menjauh. "Aku harus menemukan Kai. Kita tidak tau pasti dimana dia, tapi kalau yang lain yang diculik ada disini, harusnya Kai juga ada." ucap D.O berusaha meyakinkan teman-temannya.

Para Guardians yang lain pun tidak tau dengan apa yang harus mereka lakukan. Tugas mereka memang untuk menyelamatkan teman-teman mereka yang diculik, tapi batas waktu mereka kini sudah habis. Sudah saatnya mereka kembali.

"Ayolahh.. Kai salah satu dari kita. Kita adalah satu, kita tidak bisa meninggalkan Kai begitu saja disini," ucap D.O lagi berusaha meyakinkan yang lainnya. Wajah D.O kini mulai memerah.

"Baiklah, aku rasa tidak masalah," ucap Suho. "Bagaimana Kris?".

Kris yang sedang berpikirpun memejamkan mata. Memikirkan untuk kebaikan semua, mengambil kebijakan seadil-adilnya. "Baiklah, kita pergi mencari Kai."

"Baiklah, kalau begitu kita juga akan membantu," ucap Himchan mengajukan dirinya.

"Tidak perlu Channiee.. Kau disini saja bawa para pasukan yang diculik ini kembali kekapal, terima kasih untuk bantuan kalian. Tapi kami tidak bisa membahayakan kalian juga. Lagipula jumlah kita juga sudah cukup. Kami pasukan yang jumlahnya paling banyakkan." ucap Suho sambil memasang wajah dan senyum angelicnya.

"Aaa.. Arraseoo.. Kalian berhati-hatilah," jawab Himchan.

Pada titik tersebut akhirnya pasukan terkeren sepanjang masa berpisah. Warrior dan BTOB bersama membawa para tawanan kembali ke kapal mereka, sedangkan Guardians EXO akan kembali masuk ke markas musuh untuk mencari Kai.

Guardians kini berlari mencari lokasi ruang utama, ruang kontrol pusat markas untuk mencari Kai.

"Ke kanan!" seru Tao bersamaan dengan suara tembakan dari arah kiri yang melancar kearah mereka.

SYUNGG SYUNGG..

"Damn it!" rutuk Sehun. "Kenapa mereka masih saja muncul, kukira mereka semua sudah ke medan perang."

"Ini markas mereka Sehunnie, mereka tidak begitu bodoh meninggalkan markas mereka tanpa ada orang yang menjaga." jawab Luhan.

WOOSHH WOOSHH - Lay mengeluarkan kekuatan bola energinya ke arah pasukan musuh dan meledakkan mereka semua.

"By the way, bagaimana kau bisa tau kalo ada musuh di sebelah kiri Tao? Kau bahkan belom melihat ke arah sana." tanya Lay penasaran.

"Kemampuanku berkembang hyungg," jawab Tao membanggakan dirinya. "Aku bisa melihat masa depan, tapi hanya dalam hitungan detik kedepan, sampai 1 menit saja belum. Itu sulit." ucap Tao.

"Benarkah? Ternyata kemampuan pengontrol waktu itu begitu kuat." ucap Lay memberi pujian.

"Baiklah, cukup rumpinya, pasukan di arah jam dua!" seru Baekhyunn yang kemudian dilanjutkan dengan suara tembakan musuh.

Woooshhhh..

"Suho!" seru Kris.

Woooshhhh.. - Suho dengan sigap membentuk dinding air yang dapat meredakan tembakan musuh yang bersifat panas api.

Fungggg Fungggg - dari tembok air tersebut meluncurlah es-es tajam ke arah para musuh yang adalah es-es Xiumin. Para pasukan musuhpun terhunus es tajam Xiumin.

Para Guardianspun langsung mengambil langkah panjang dan segera menuju ke ruang kontrol.

"Luhan, kita ke arah mana?" tanya Chen yang terhenti langkahnya karena ada dua jalur kedepan.

"Harusnya ke samping kiri, tapi disini tidak ada apa-apa." ucap Luhan yang bingung.

"Apa kau yakin? Buka lurus atau kekanan?," tanya Chen lagi.

"Aku yakin, pasti ke kiri, ruang kontrolnya ada disebelah kiri."

"Pasti ada tipuan," ucap Chanyeol. "Serahkan pada ku!"

Chanyeol pun berjalan maju ke arah depan dinding sebelah kiri mereka. Chanyeol memasang kuda-kudanya dan mengedepankan tangannya dann...

Wooooshhhhh... Api keluar dari kedua tangannya. Api itu menyembur bertolakan dengan dinding sebelah kiri.

Wooshhh..

Tak lama kemudian, remuklah dinding tersebut, menciut karena panasnya api Chanyeol.

"Benarkann.. Ini pintunyaa.." ucap Chanyeol yang kemudian dengan satu tendangannya, pintu yang meniut itu terlempar ke dalam.

Namun apa yang menanti mereka di balik itu ternyata juga tak kalah siap. Mereka dengan jumlah sekitar 20an orang sudah siap dan menodongkan senjata mereka tepat ke arah Chanyeol.

"Woo woo woww.. Wait waitt, calm down people," ucap Chanyeol mengangkat kedua tangannya. "Guys,, some help pleasee?"

Woossshhhh.. Seketika itu juga api Kris sudah menyembur ke arah mereka dengan dinding es yang tiba-tiba muncul dari bawah dan melindungi Chanyeol.

Syunggg Syunggg Syunggg suara tembakan musuh terus melancar ke arah tembok pelindung es Xiumin. Namun apa daya, Xiumin yang adalah anak didik dari si princess ice Jessica, sangatlah kuat, dan tak tertembus oleh tembakan musuh.

Setelah suara tembakan redaa.. Dinding es tersebut mengeluarkan es tajam yang menyerang seluruh ruangan tersebut..
Tinggg Tinggg Tinggg Tinggg..

Terus terdengar suara benturan es tajam, dan suara teriakan para pasukan musuh. Sampai beberapa saat kemudian, Xiumin menghilangkan tembok esnya.

Kini dengan pedenya, Chanyeolpun berjalan kedepan. Melangkahkan tiap kakinya mantap. "HAhAHAHA.. Rasakan kaliann!" seru Chanyeol.

Beberapa dari pasukan terluka dan sebagian selamat karena sembunyi dibalik meja.

"Chanyeol lalu berjalan menuju ke arah monitor yang sangat besar di tengah-tengah, diikuti dengan para Guardians lainnya.

Chen pun berjalan kearah monitor dan mulai mengotak-atik komputer besar tersebut, dan mencari keberadaan Kai.

D.O yang begitu gelisahpun mendahului Chanyeol dan berjalan ke samping Chen. "Bagaimana?"

"Kai harusnya berada di penjara level 7, tempat kita menemukan Jendral Jaejoong dan lainnya." ucap Chen yang masih terus mencari keberadaan Kai.

D.O pun tidak mengerti dengan semua ini. Iya begitu emosi, dan benar-benar pusing mencari keberadaan Kai. Ia mulai merasakan rasa sakit dan pengat di kepalanya. Tubuhnya melemah, ia memandang ke seluruh penjuru ruangan. Ruangan kontrol tersebut dipenuhi dengan komputer-komputer yang terususun rapih, namun beberapa diantaranya sudah rusak dan porak poranda di hiasin dengan para pasukan musuh yang terbaring karena es Xiumin.

Pandangan D.O terhenti pada salah satu orang yang diam diam bergerak, ingin meraih suatu tombol merah, dan nampaknya tombol itu berbahaya. D.O dengan cepat berlari kearah orang tersebut. Meremas kedua kerah baju orang tersebut, dan mengangkatnya keatas.

"HEI! Jawab aku! Dimana Kai? Salah satu dari kami yang kalian culik itu!? Cepat jawab aku!" Bentak D.O

"Fuck off!" ucap orang tersebut tak berdaya, namun tetap berkeras melawan.

Tak kuasa D.O menahan. Sebuah tinjupun melayang pada wajah orang tersebut. DDAKK

"Dimanaa Kaiii?! JAWAB AKU, AKAN KUBUNUH KAU!"

"Bunuh saja," ucap orang itu lagi.

Tinju beruntunpun kini melayang tak henti menuju wajah orang tersebut. D.O kini sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.

"Hey.. Hey.. Do Kyungsoo, tenanglah sedikit, aku tau ini sulit, tapi ada kami. Kau tidak perlu seperti ini. Seperti bukan dirimu saja, kemana dirimu yang biasanya.." ucap Lay yang datang dan menahan tangan D.O, berusaha menenangkannya.

Melihat aksinya yang tertahan, membalikkan badannya menghadap pada Lay, "Dimana? Kau tanya aku dimana? Yang harusnya kau tanya dimana itu KAI! KAI! Yang harus kau tanya dimana itu KAII! Apakah kau bodohh? Hah?"

Lay yang pada dasarnya seorang yang lemah lembut seakan tertusuk melihat sikap D.O yang seperti ini. Ini bukan d.o yang ia tau, dan ia sangat terkejut dengan d.o yang bisa bersikap seperti ini. Laypun mengeluarkan ait matanya.

"Hei hei, kau terlalu kasar D.O, jangan perlakukan Lay seperti itu." ucap Suho yang berubah jadi posesif bila sesuatu terjadi pada Yixingnya.

"Kau! Kau lagi, apa yang kau lakukan sebagai leader hah? Menjaga membermu sendiri saja tidak bisa, bagaimana kau memimpin kami hah? Kau bisanya hanya membela Lay! Lay Lay teruss! Kau sama saja tidak lebih dari pecundang!" ucap D.O dengan kata-kata yang menusuk hati Suho.

Plakkk - suara tamparan terdengar. Pipi D.O berhentakan dengan telapak tangan Kris.

"Kau! Sadarlah!" balas Kris membentak D.O.

D.O pun terdiam, dan merunduk. Luhan pun segera menghampiri D.O dan memeluknya. Sedangkan Tao datang dan menenagkan Kris.

Sehunpun juga berjalan mendekati D.O yang adalah teman lamanya. "Hyungg, tenanglah. Kita pasti akan menemukan Kai oke? Lagipula untuk itulah kita semua disini. Kai juga teman kita, bukan hanya kau yang kehilangan, tapi kami juga. Kita pasti akan menukan dia, tenangkan dirimu, oke?"

mengangguk-anggukkan kepalanya. Air mata menetes dari ujung lipatan matanya.

"Maafkan aku.. Maafkan akuu.. Maafkan akuu.." Ucap D.O sambil terisak tangis, berulang-ulang mengucapkan kata maaf.

Sehunpun lalu juga mengeluarkan air matanya. Di luar memang ia berusaha kuat, namun dilubuk hatinyapun juga gusar. Kai adalah temannya selama masa kecil, ia juga sama gusarnya dengan d.o. Tak adil rasanya bila d.o bersikap seperti tadi. Sehunpun mengerti perasaan D.O iya juga memeluk D.O.

Laypun yang masih dibanjiri air mata ikut memeluk D.O. Suhopun juga memeluk mereka. Diikuti Kris, Tao, Baekhyun, Chanyeol, Chen dan Xiumin.

Suasana tempat tersebut berubah menjadi haru. Melihat kebersamaan dan kekuatan mereka yang satu. Inilah EXO, memang terdiri dari banyak member, memang berbeda-beda, namun mereka satu. Berbagi kebahagiaan bersama, berbagi kesedihan bersama, agar beban terasa lebih ringan.

"Terima kasih semuanya, terima kasihh.." ucap D.O lagi ditengah-tengah pelukan besar yang hangat.

Perlahan semua memberpun melepas pelukan mereka. Mengusap sedikit air mata mereka. Dan mulai tersenyum memandang satu sama lain.

"Aku cinta kalian," ucap D.O yang semakin membuat suasana membaik.

"Kami jugaa.." ucap Lay sambil mengusap rambut D.O.

"Miann ya hyung, suho hyung jugaa," ucap D.O.

"Tidak masalah D.O, aku juga akan buktikan sebagai leader omma yang baik," ucap Suho.

"Baiklah, jadi kita harus apa sekarang?" tanya Chanyeol.

"Aku juga tidak tau," jawab Chen. "Catatan terakhir disini Kai berada di penjara level 7, tempat kita tadi."

Sreekk srekk kesrekkk.. - suara radio dari earphone Kris berbunyi.

"Tunggu, ada panggilan," seru Kris. "Haloo.."

"Halo! Disini kopral UEE, kalian sedang apa? Kenapa tidak kembali?"

"halo! Kami disini sedang berada di ruang kontrol musuh, kami mau mencari teman kami yang masih hilang, Kai." ucap Kris menjawab pertanyaan di ujung telekomunikasi disana.

"Kai? Tentang Kai, aku baru saja mendapat laporan, Kai ada di medan perang."

"Kai, di medan perang?" ucap Kris terkejut yang sontak menarik perhatian semua Guardians.

"Syukurlah, kai baik-baik saja," ucap Xiumin.

"Tapi, ia menjadi aneh. Kami masih belum tau apa yang terjadi dengannya. Ia tidak dipihak kita, melainkan dipihak musuh. Kai berubah menjadi jahat." Ucap Uee.

"Kai.. Jadi jahat?," ucap Kris.

"Ne? Apa maksudnya?" tanya Baekhyun.

"Kalian kembali dulu, kita akan bicarakan lagi selengkapnya setelah kalian disini. PM Yunho juga memanggil kalian perihal ini." tegas kopral UEE dari Asgard.

"Baiklah, we are on the way." jawab Kris.

...

"Kami tidak tau apa yang terjadi. Tapi sudah dikonfirmasi bahwa benar Kai lah yang menyerang para queen pearls ini dengan begitu kejam. Entah apa dengan dirinya tapi ia brubah menjadi sangat kuat dan kejam." jelas gaine Donghae.

Raut wajah sedih menggelapkan wajah para pasukan exo planet. Terasa seperti sebuah pukulan yang tak terduga, dan mereka tidak tau bagaimana. Kerabat dekat, teman, bahkan sahabat mereka dibuat tak berhati oleh sang kegelapan. Sang kegelapan jelas adalah the true evil.

Suho melihat ke arah kanannya. Hanya tundukan kepala D.O yang ia terima. Tak kuasa Suho menahan, air matanya pun mengucur bersama dengan derasnya air mata yang terluncur dari mata DO Kyungsoo. Suho mendekatkan dirinya pada D.O. Merangkulnya, dan memeluknya. tak mampu menopang tubuhnya lagi meski ia kini sedang dalam posisi duduk. Ia menyenderkan kepalanya pada dada Suho dan terus menangis.

Lay yang penuh dengan kasihpun juga berdiri dan berjalan ke arah samping D.O. Memeluknya dan berusaha membuat D.O nyaman. D.O terus terisak, tak dapat menghentikannya. Begitu sakit dan sedih mengetahui kenyataan. Kenyataan itu terkadang menyakitkan, namun hidup harus terus dijalani. Cinta memang rumit tapi kekuatan cinta adalah kekuatan yang paling kuat. Itulah yang setidaknya dipercayai oleh seorang D.O. Walaupun memang punya kekuatan super, tapi hati D.O lemah saat ini.

"Tidak apa-apa D.O, tak apaa.. Keluarkan semua tangisanmu.. Jangan berhenti sampai habis.. Keluarkan semuanya dan temukanlah kekuatanmu kembali.." ucap sang omma leader Suho.

Semua member guardians exo menatap kebawah. Tak ada yg bisa bergerak atau berkutik mendengar isak tangis D.O akan kenyataan ini. Kai teman mereka, memang secara fisik ia masih hidup, namun dari dalam ia tampak mati. Tak tau apakah bisa diselamatkan atau tidak. Tak seorangpun tau apa yang harus diperbuat.

Tak lama kemudian, suara PM Yunho memecahkan suasana kelam itu. "Pertemuan kita selesai hari ini, kalian sudah bekerja baik. Kembalilah ke tempat kalian masing-masing, beristirahatlah untuk besok, kita akan kembalikan Kai bagaimanapun juga," ucap sang perdana mentri EXO sambil berjalan keluar dari ruangan pertemuan. Terlihat wajahnyapun memerah, berusaha menahan perasaannya yang merasa gagal menyelamatkan pasukannya sendiri.

...

Suho dan Lay yang membantu D.O berjalan kini membaringkan tubuh D.O yang lemah ke tempat tidurnya. D.O yang dari tadi sudah begitu lelah akhirnya tertidur pulas dengan air mata yang mengering di pipinya.

"Apakah D.O akan baik baik saja?" tanya Lay.

"Di awal memang akan sangat pedih, namun D.O adalah orang yang kuat, tangisannya sudah habis, nantia ia pasti akan siap," ucap Suho.

"Siap? Siap untuk?" tanya Lay bingung polos.

"Merebut cinta kembali Kai dari sang kegelapan, dan mengembalikannya seperti semula." jawab Suho dengan senyum angelicnya.

Ucapan dan wajah Suho membuat Lay berdecak sebentar. Ia pun mengangguk "hengg.."

"Suho hyung, kau tak akan pergi kan?"

"Kenapa kau bertanya seperti itu, Lay-ah?" tanya Suho balik.

"Aku tak tau, aku hanya takut kau akan pergi juga, jauh dariku. Aku takut."

"Tenang saja Lay, aku akan selalu disisimu," ucap Suho yang kini sudah ada di depan wajah Lay dan mengusap rambut Lay lembut dan juga sambil menunjukkan senyum angelicnya.

"Suho, ayo ke kamar sekarang!" ucap Lay yang seketika berubah raut wajahnya. Lay pun mengambil tangan Suho dan berjalan ke arah kamar mereka.

"Mwoo?" tanya Suho bingung dengan kelakuan Lay. "Kenapa kau tiba-tiba jadi begini? Kau sudah tidak takut lg?"

Lay pun membalikkan badannya, ia menatap Suho dan menganggukkan kepalanya. "Karena ada kau," ucap Lay yang kemudian mengambil langkah mendekati Suho dannn...
Chu~

Suho mendapatkan first kiss nya! Dan itu Lay! Akhirnya Suho si leader tua mendapat kecupan pertamanya dari Lay setalah berjuang terus menerus mendapatkan hati Lay.

"Aku merasa sangat panas," ucap Lay yang membuat wajah Suho semakin memerah.

Laypun berjalan menuju kamar mandi mereka sambil melepaskan perlahan bajunya. "Hyung, aku mau mandi, kau mau ikutt?" tanya Lay menoleh ke arah Suho yang kemudian diikuti dengan suaraa..

GUBRAKKK!

"Suho hyung! Kenapa? Kau baik baik saja? Heii sadarlah!" seru Lay menghampiri Suho yang sepertinya jatuh pingsan karena suhu di kamar terlalu panas.

...

"Yaaaa! Channiee.. Jangan bersedih teruss.." seru Baekkie yang sedari tadi menganggu Chanyeol yang sedang merenung.

"Aku tidak mengerti dengan semua ini." ucap Chanyeol yang kemudian berhenti bicara sejenak. Chanyeol lalu menatap Baekhyun. "Baekkiee.. Kau tak akan pergi hilang kan?"

"Ne? Tentu tidak channiee, kalau aku hilang aku akan mengajak mu kok," canda Baekhyun.

"Yaa! Mwoo?! Apa maksudmu?"

"Yaa! Kau tak mau hilang brsamaku kalau aku tiba tiba menghilang? Kau ttidak mau bersamaku?"

"Bukan.. Bukan begitu.." ucap Chanteol melemah.

"Aku hanya tidak mau kejadian Kai ini berulang lagi, terutama padamu, okey?"

"Hengg.." Baekhyun mengangguk-angguk. "Aku tidak tau kalau kau bisa serius seperti ini Channie."

"Tentu aku bisa bila tentangmu!" gombal Chanyeol.

"Yaa! Kau mau ku cium hah?"

"Tentuuu..." jawabb Chayeol yang kemudian menarik Baekhyun ke atas tempat tidur dan menindihnya dengan tubuhnya yang tinggi.

Adegan terpanas dalam lima chapter terakhir ini terjadi disini, antara baekhyun dan chanyeol.

Bibir mereka saling berpautan, saliva merekapun melekat, dan lidah mereka bertemu. Ciuman lembut lembut sangar BaekYeol ini benar-benar membangunkan para imajinasi readers.

Chanyeol lalu membuka resleting baju seragam Baekhyun sambil terus tetap mencumbunya. Membuka baju Baekhyun dari atas. Memperlihatkan kedua pundak Baekhyun yang bersih putih mulus mengalahkan pundak setiap wanita.

Baju Baek terus ditarik turun perlahan sampai dada Baekhyun. Chanyeolpun turun dari bibir ke leher sampai pada dada putih Baekhyun. Menjilat puting Baekhyun dan memutar-mutarnya dengan tangannya. Tak lupa sedikit gigitan yang membuat Baekhyun layaknya tersengat listrik.

Pergerakan baju baek terus turun ke perut sexy non six pack Baekhyun. Terus bibir Chanyeol menelusuri permukaan tubuh Baekki sampai pada akhirnya ke bagian junior Baekhyun yang dari tadi sudah tegang. Sentuhan bibir Chanyeol pada bagian junior baekkie membuat baekhyun menggelinjang.

...

Sementara itu disisi lain kamar tampak Sungjae dan Peniep yang terpaksa harus mendengar suara suara desahan tak layak didengar dari kamar sebelah.

Peniel yang sedang mengistirahatkan dirinya tiba-tiba menegang. Ia pun semakin tegangbdan terkejut ketika ada tangan yang menyentuh bagian selangkangannya. "Sungjaee?"

Dengan kecepatan kilat, bibir Sungjae sudah menempel di bibir Peniel.

"Bolehkah kita juga melakukannya?" tanya Sungjae yang mengejutkan Peniel.

Wajah kedua pria tampan yang sedang terangsangpun memerah. Dan begiti juga readers. Tenti readers tau kan bagaimana kelanjutannya?

...

Tak jaih berbeda dari kamar-kamar sebelumnya. Beberapa kamar lainnyapun juga menyajikan adegan yang sama. Desahan berbagai suara dan note tinggi rendahpun terdengar di bagian barat markas persatuan galaxy tersebut.

Yunho yang pasangannya Jaejoong yang sedang sakit tak sadarkan diri tersebutpun tak bisa berbuat apa-apa mendengar desahan-desahan biadap tersebut.

"Jaejooongg! Cepat sadarlahhhh..." rengeknyaa..

-TBC-
Thanks for Reading
Leave Your Comment