Reborn of The EXO Planet Legend: 12 Guardians

Chapter 44: The Lost and The End

SamKang

enjoy ^^

maaf Typo

Sebelumnya samkang mau minta maaf karena samkang telat banget post nya dan gak nepatin janji. Maaf juga karena banyak typo dan kalimat yang kirang sepanjang chapter terakhir ini. And here I present you.. The last chapter of REPL: 12 Guardians.

Perang berakhir, kemenangan aliansi semesta ini tentu betul-betul membawa alam semesta ini menuju pada suata era yang baru, era persatuan. Pasca lenyapnya sang kegelapan, semesta tampak terasa lebih terang. Udara serasa lebih ringan, dan bintang bintang disegala penjuru menampakan sinar kemilaunya tanda kemenangan cahaya atas gelap.

Terlihat para pasukan dari segala penjuru galaxy saling bahu-membahu gotong royong membantu satu sama lain. Berjalan kembali ke tempat mereka dengan penuh kemenangan. Dada terbusung keatas, tatapan kepala yang tinggi mengadah kedepan. Tentu ini sebuah pencapaian bersama yang luar biasa.

Namun perang, kata perang tak lepas juga dari kehilangan. Banyak pasukan yang hilang, banyak pasukan yang mati, banyak memori perih terasa. Ribuan pasukan aliansi juga banyak yang tergeletak bahkan bangak yang sudah lenyap tinggal arwah. Tak terlebih Kris.. Pasukan dari EXO planet, pasukan yang selalu akan jadi bagian dari EXO. Seorang ayah bagi EXO dan seorang pejuang.

Tao kekasihnya dan Kangin yang adalah ayahnya, berdua mereka membawa tubuh tak bernyawa Kris. Masih terlihat pedih air mata Tao terus bercucur di pipinya sampai jatuh pada wajah Kris. Pedih dan serasa memori bahagia bersama Kris tiba-tiba menjadi gelap begitu saja. Dengan susah payah Tao dan Kangin menaruh tubuh kris diatas sebuah batu lebar yang sudah disiapkan untuk tempat berbaring terakhir tubuh Kris.

Dengan berat hati, Kangin mengambil obor yang sudah disiapkan dan mendekatkanya pada jerami dan batu tempat Kris berbaring sekarang. Sampai akhirnya api itu menyambat dan dengan cepat telah mengelilingi tubuh Kris yabg terdiam dengan tangan tersilang di dadanya.

Aksi Kangin itu diikuti ratusan orang lainnya. Berjejer meja batu dan kerami yang diatasnya sudah berbaring tubuh-tubuh pasukan tak bernyawa.

Ini adalah pemakaman masal pejuang-pejuang perang melawan kegelapan. Sebuah penghormatan juga sebuah perpisahan.

Tao tak mampu melihat kepergian Kris. Oya menundukan kepalanya menangis. Terisak tak berkata.

Melihat itu, Luhan pun datang dan memeluk Tao, begitu juga member EXO lainnya memeluk Tao dan menyaksikan bersama kepergian tubuh Kris dilahap api.

"Selamat jalan... Kris..."

...

IMPERIAL CASTLE - EXO PLANET

Dilapangan besar depan istana Imperial di Planet EXO berbarislah para pasukan dari seluruh planet yang telah berjuang melawan kegelapan.

Dan didepan terdapat panggung yang disana telah ada Ratu BoA, dan juga pejabat dan perwakilan ketua dari seluruh planet.

Ada ratu Sunhwa dari planet Matoki dan juga warrior BAP.

Stark Gikwang dari planet Bumi dan juga pasukan BTOB.

Jendral Taeyang dari planet Krypton dan para pasukan WINNER.

King Taecyeon dari planet JYP dengan pasukan GOT7nya.

King Thor dari planet Asgard dan pasukan NU'EST.

Ratu Lee Hyori dari planet B2M dan pasukan SPICA.

Raja Kim Hyunjoong dari planet DSP dengan pasukan A-Jax

Raja Niel sari planet TOP dan pasukan 100%.

Raja Seo In Guk dari planet Oath dan pasukan VIXX.

Raja Hongki dari planet FNC ddnegan pasukan AOA.

Dan Raja Jokwon dari planet BIGHIT dengan pasukan BTS boys.

Ratu Boa kemudian naik keatas podium dan menyampaikan sepatah dua kata.

"Selamat para pasukan gabungan semesta alam, selamat atas kemenangan kita! Semua ini adalah hasil bentuk nyata dari sebuah persatuan. Walau sebelumnya seperti tak ada pertemanan diantara kita, bahkan mungkin banyak perselisiham diantara kita, tp dengan cobaan ini, kita dipersatukan, kita semakin kuat menghadapi tekanan dan masalah-masalah dan juga kegelapan. Kita telah buktikan kehebatan kita! Dan banyak juga dari kita yang hilang, banyak juga perpisahan terjadi. Rajaku pun juga salah satunya. Dan banyak teman, sahabat kita yang gugur dalam perang. Namun pengorbanan mereka tidaklah sia-sia, pengorbanan kita tidaklah sia-sia.. Marilah kita menatap masa depan gemilang kita. Masa depan penuh eengan kedamaian dan cinta. Dan saya ingin mengundang setiap dari kalian untuk datang kepesta kita bersama pesta persatuan kita! Besok malam ditempat ini, dan saya bertrima kasih pada kalian semua yang sudah mewujudkan impian persatuan ini menjadi nyata! Terima kasih.."

Terdengar riuk priuk para pasukan setalah mendengar pidato ratu BoA. Suara tepuk tangan, seruan, dan siulan kemenangan terdengar keras penuh kebahagiaan.

Kini dapat terlihat senyum diantara para pasukan, sebuah kelegaan dan keberhasilan, kepuasaan, dan juga damai sukacita.

...

Setalah pidato tersebut, para pasukan kembali dapat beristirahat, dan di atas bukit padang rumput disana berbaringlah

Kai dan D.O sedang menikmati waktu bersama mereka. Mereka berbaring berdampingan sambil menatap keatas melihat langit biru dan awan putih.

"Aku senang aku dapat melihatmu lagi," ucap Kai yang menaruh tangan kirinya dibawah kepalanya dan tangan kanannya mendekat pada tangan D.O dan menggenggamnya.

"Aku juga, aku senang kau kembali, aku dapat merasakan hangatmu lagi." Jawab D.O yang sedaritadi tak dapat menahan bibirnya yang terus tersenyum lebar.

Langit begitu cerah, terasa hangatnya sinar matahari, namun juga terasa sejuk oleh hembusan angin. Benar-benar damai dan membuat Kai jadi rindu akan rumah.

"Apa kau rindu dengan keluargamu?" tanya Kai.

"Tentu! Entah sudah berapa lama kita tidak bertemu keluarga. Aku rasa ibu ku tak bisa berhenti khawatir." ucap D.O yang kini wajahnya berubah menjadi wajah yang sedang berpikir. Berusaha membayangkan nasib ibunya yang harus tinggal sendiri dan menunggu anaknya pulang.

Mendengar itu Kai lalu membangunkan tubuhnya dan menjadi posisi duduk. "Kalau gtu kita kerumah mu sekarang" ucapnya menatap D.O. "Aku ingin bertemu ibumu."

D.O kemudian merubah posisinya menjadi duduk berhadapan dengan Kai. "Kemudian kita akan bertemu dengan keluargamu. Bagaimana?"

"Ide yang bagus, sebaiknya kita tidak berlama-lama, ayoo.."

Kai dan D.O pun segera berdiri dan berlari menuruni bukit.

...

Semengara itu disalah satu kamar..

Pyungg pyungg..

Wizzzz..

Terlihat dua sejolo lainnya sedang asyil bermain game playstation.

Game merupakan salah satu hal yang disukai Sehun. Ia selalu mengajak kekasihnya untuk menjadi lawan mainnya. Walaupun Luhan tidak pernah memaknkannya sebelumnya, nampaknya Luhan merupakan orang yang pandai. Berkali-kali Luhan yang awam ini mengalahkan Sehun yang sudah begitu sering memainkan game ini.

"Ahhhhh.. Aku mati lagi! Kenapa kau begitu kejam," Sehun terus saja mengeluh karena yaa Luhan trnyata lebih lihai dari drinya.

"Kau harusnya tidak menembakan jurusmu itu terburu-buru, kau terlalu ingin cepat menang." Balas Luhan santai.

"Harusnya aku yang mengajarinu bukan sebaliknya," ucap Sehun cembetut, ia lalu membiarkan sticknya tergeletak begitu saja dan membaringkan dirinya di sofa.

"Kau marahh?" tanya Luhan.

"Tidak." Jawab Sehun singkat.

"Aku tau kamu pasti ngambekk.." Luhan kemudian mendekati Sehun, ia berbaring disampingnya sambil menatap Sehun.

Sehun yang malupun mengambil bantal dan menutup wajahnya.

"Ada apaa?" tanya Luhan, "jangan kacangin akuu.." ucapnya lemahh.

Sehun terdiam sejenak, "aku hanya ingin mengajarimu akan sesuatu, maksudku.. Aku ingin bisa setidaknya melindungimu, maksudku.. Aku.. aku ingin kamu bisa mengandalkanku. Setidaknya dalam satu hal aku bisa punya sesuatu kelebihan yang lebih darimu agar aku bisa.. Kau tauu.. Aku ingin bisa jadi priamu, aku.. Mau melindungi kamu.. Aku.. Aku.."

Chu~

Tanpa membiarkan Sehun berkata-kata lagi, Luhan mengecuo bibir Sehun lembut dan membuat Sehun terdiam.

"Aku tau, tapi kau sudah melakukannya kok. Aku merasakan aman bila bersamamu." jawab Luhan.

Sehunpun tak kuasa menahan senyumnya, ia kemudian menarik Luhan dan mengganti posisi mereka. Luhan berada dibawah Sehun sambil Sehun mencumbu bibirnya sampai ke bagian bawah-bawah..

"Kau membuatku geregetan.." ucap Sehun.

Dan... Berlanjut lah adegan cumbu mereka..

...

Di tempat lain Xiumin Chen Barkhyun dan Chanyeol juga beberapa Queen Pearls berpergian ke taman Istana.

Mereka memetik buah disana dan sambil menikmati alam dan berpiknik.

Saat itu Taeyeon sedang berusaha mengambil buah diatas pohon sana, namun karena tubuhnya yg pendek ia terus saja tak berhasil menggapainya, sampaiii..

Pikk..

Sebuah tangan berhasil memetik buah yang diinginkan Taeyeon.

"Ini.." Ucap sang pemilik tangan tersebut dan memberikan buah tersebut pada Taeyeon.

"Baekhyun.." tak lama kemudian Taeyeon merasakan pipinya panas dan ia membalikan badannya malu.

Begitu juga dengan Baekhyun ia tidak tau harus melakukan apa, iya pun juga tertunduk malu.

Dari kejauhan terdapat mata runcing yang menyaksikan adegan manis tersebut. "Kurang ajar kau baekki, ternyata kamu ini pria yang masih normal, aku kira kau cinta sepenuhnya padaku, siall, lihat saja nantii.. Huohoho.." yang tak lain adalah Chanyeol yang tentunya sedang cemburu.

Xiumin dan Chen pun asikk bermain dan saling melemparkan canda tawa pada satu sama lain. Sampai mereka bertemu chanyeol.

"Yeolli? Ada apa dengan matamy, kenapa terlihat semakin sipit dan memanjang?" tanyaa Xiumin bingung.

Chen yang menyadari sekitarnya itupun tak bisa menahan tawanya. Chanyeol yang merasa terganggupun menempeleng kepala Chen.

"Wadaaaaw!" Chen pun sampai tergeletak jatuh.

Xiumin pun jadi bingung dengan apa yang terjadi. "Heii! Ada apa siii?"

Chen kemudian berdiri sambil mengusap kepalanya yang sakit itu. "Ituloh sudah sedari tadi Chanyeol memperhatikan Baekhyun yang terus memperhatikan Taeyeon noona." ucap Chen yang memberi penjelasan.

Mendengar itu Xiumin pun malah ikut tertawa "BHAHAHAHA.. Kena sial si Chanyeol Bkakakakk jealouss.."

Mendengar ejekan Xiumin Chen pun ikut tertawa.

HAHAHAHAHA..

"Sial kalian," PPPAAANNGGG! Kedua bocah itu pun habis dilahap api Chanyeol.

"kurang ajar kurang ajar kurang ajar kurang ajar kurang ajar.." Si Chanyeol ngedumel terus dan kemudian ia berjalan keluar dari taman.

...

Disisi lain istana, terdapat sebuah gazebo kayu tempat untuk bersantai.

Di dalam gazebo tersebut berserakan tempat makan dan keranjang yang kosong yang tersisa rempah-rempah serpihan makanan. Tampaknya ada yang barusan nyemil banyak disana, dan ternyata di dalam gazebo tersebut berbaringlah Lay dan Suho couple yang tertidur pulas dengan mulut yang masih belepotan makanan. Sepertinya bila perang usai mereka berubah menjadi kebo, yang kerjanya hanya beli makanan terus dengan kredit card Suho lalu menghabiskan makanannya dan tidur. Begitu terus kerja mereka setelah perang usai. Dan dapat terlihat mereka berbaring tidur lucu sambil memeluk keduanya.. Kita doakan biar mereka langgeng yaa..

...

Sampai dirumah D.O

"Anyeinghaseyooo ommaa!" D.O berseru ketika melihat ibunya sedang menjemur pakian didepan rumah.

"Kyungsoookuuu kau sudah kembali.!" Omma D.O yang tak lain dan tak bukan adalah Ryeowook segera meninggalkan jemurannya dan berlari kearah D.O.

"Aigoooo anak eommaaa.." Ryeowook memeluk erat tubuh D.O melepaskan rasa kangen mereka.

"Aigoo.. Kai? Pria tampan ini, makin tinggi saja kamu, juga makin tampan." Ucap Ryeowook begitu menyadari kehadiran Kai.

"Iya ahjumah.." sahut Kai.

"Sudah panggil aku emmoa saja jangan ajummah." ucap Ryeowook, yang membuat Kai dan D.O jadi saling bertukar pandangan.

"Ayo masuk masukk," perintah ryeowook.

Rumah D.O tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil. Rumah sederhana namun sangat nyaman dan suasananya bnar-benar serasa seperti home sweet home.

"Ini ibu aku bawakan roti dari kerajaan, dan barang-barang lainnya."

"Wahh banyak sekali nakk, sebenyar ibu bawa ke dapur ya, Kai kau mau minum apa? Mau coba teh kuning spesialis omma Ryeowook?" tanya Ryeowook pada Kai sambil siap membawa barang-barang bawaan D.O kedapur.

"Ohh kau harus coba Jongin ah, teh kuning itu keahliam ibuku." ucap D.O meyakinkan Kai.

"Tentuu.." Setelah mendpat jawbaan dari Kai, Ryeowookpun masuk kedapur dan meyiapkan makanan. "Kyungsooaa bantu ibu memasak.."

"Nee omma.." jawab D.O. "Aku akan berganti baju dulu yaa.." ucap D.O ijin pada Kai.

"Bolehkah aku ikut?" Tanya Kai.

"Ne? Untuk apa?" tanya D.O balik.

"Aku pengen ngintipin kamu.."

"Yaa! Pervv!" D.O lalu segera berlari ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.

Kaipun terkekeh melihat imutnya kekasihnyaa.. Ia kemudian berdiri dari kursinya dan berkeliling rumah D.O melihat-lihat pajangan foto yang tertera dipenjuru rumah.

Terdapat foto masa kecil D.O terpajang dimana-mana. Ada D.O saat bermain ditaman, berpose narsis, naik sepeda, naik kuda, tidur, saat disebuah pesta, dan kemudian Kai berhenti pada sebuah foto yang menarik perhatiannya , terpajang disana foto saat D.O kecil dicium oleh Hyunsik kecil. Kai tau mereka adalah teman sedari kecil, tp pose itu benar-benar membuatnya iri, jealous.

D.O kemudian keluar dari kamar, mengenakan kaos dan celana pendek rumahan. Ia lalu menghampiri Kai.

Saat D.O tau Kai sedang melihat foto dirinya dngan Hyunsik dengan cepat D.O mengambil fotonya dan menyembubyikannya dibalik tubuhnya.

"Yaa.. Aku sudah lihat, percuma kau sembunyikan" ucap Kai yang malah D.O takut kalo Kai malah. Soalnya Kai memang agak sensitif dengan Hyunsik apalagi tau kalau Hyunsik sampai sekarang menyukai D.O.

"Kau playboy, sejak kecil kau sidah dicium pria lain." ucap Kai.

"Ne? Apa maksudmu? Aku tidak begitu." jawab D.O.

Kai mentap lekat D.O. Dengan perlahan ia menatapkan kakinya kedepan ke arah D.O dengan perlahan dan dengan tatapan menghakimi, Kai berjalan mendekati D.O.

D.O yang salah tingkahpun takut, dan ia berjalan mundur juga perlahan.

"Sudah berapa pria yang menciummu hah?" tanya Kai.

"Tak tau.."

"Gak tau?" Terdengar suara Kai semakin dingin. "Aku kira kamu pria yang kalem, yang baik tidak memainkan hati pria."

"Apa maksudmu? Aku tidak memainkan hati pria."

Kai semakin mendekati D.O.

"Lalu bagimu aku ini apa? Apakah mainanmu juga? Atau hanya pria yang kebetulan berada dalam misi perang yang sama denganmu?" tatapan Kai semakin dalam, ia semakin menekan dan berusaha memojokkan D.O.

D.O berjalan mundur, ia merasa tubuhnya semakin kecil dan kecil oleh karena tatapan intimidasi Kai. Ia takut Kai marah dan ia berjalan semakin lama semakin mundur mundur mundur.. Sampai..

Tek..

"Sial," umpat D.O dalam hati. Ada tembok dibelakangnya yang membuat ia tidak dapat menghindari Kai, ia sudah terpojokan.

"Kenapa kau tak menjawab hah? Do Kyungsoo?" Kai menghentakan tinjunya pada dinding dibelakang D.O dan kini posisi mereka sudah sangat dekatt sekalii..

"Aku.. Aku.." D.O tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengan Kai. Ia takut lalau ia salah bicara dan malah membuat Kai makin menjadi-jadi.

"Akuu.. Aku.." D.O tak dapat melihat wajah Kai.

"TATAP AKUU!" ucap Kai menekankan setiap katanya.

D.O bergemetar, ia mengangkat perlahan kepalanya ke atas menatap Kai, setelah tepat wajah D.O bertemu wajah Kai. Pelahan D.O semakin lama semakin sulit bernafas. Jarak diantara keduanya makin menipis, menipis, semakin dekat dam sampai jarak diantara mereka hilang. D.O tak dapat bernafas..

Bibir mereka telah bertemu, saling pangut menempel dan menekan bibir satu sama lain.

Ryeowook eomma yang bermaksud keluar dari dapur dan memanggil D.O tertahan ketika melihat adegan ciuman mereka. Ryeowook kemudian tersenyum dan kembali masuk kedalam dapur meninggalkan mereka berdua menikmati gejolak cintanya.

Chu~

Hftt tfttt

Hoshh hosshh

Nafas D.O berat, ciuman mereka telah terlepas, dan D.O berusaha menarik nafasnya dalam, namun udara tampaknya ikut berubah jadi panas, dan tak mampu memberi D.O oksigen yang cukup.

"Jangan ada lagi pria yang menciummu, hanya boleh aku. Aku cemburu tauu.." ucap Kai imut di kata terakhirnya.

Kai kemudian menjauhkan tubuhnya, memberikan D.O ruang bernafas.

Sekujur tubuh D.O lemas, D.O terduduk perlahan bersender pada dinding. Dengan sigap Kai mengambil tangan D.O dan merangkulkan lengannya pada tubuh D.O. Mereka terduduk bersama sambil Kai memeluknya.

"Maafkan aku, aku tak bermaksud untuk marah, hanya saja aku kesal melihat lagi lagi Hyunsik yang dekat dengamu.."

Tak ada jawaban dari D.O.

"Heii, apakah aku terlalu 'HOT dan SEXY' untukmu sampai kau lemas begini?" goda Kai pada D.O yang tak memberinya jawaban.

D.O lalu menatap Kai lekat, ia kemudian mengusap sedikit air matanya yang keluar tadi.

Kai melihat itu membuat pedih hatinya, ia merasa bersalah..

Kai memeluknya eratt dan terus berkata "maafff.. Miannn, saranghaee.."

Kai mendekap D.O erat, dan D.O menyender pada dada bidang dan pundak Kai.

Pudak dan dada bidang Kai memang tempat ternyaman bagi D.O. Iya dapat merasakan aman, nyaman, dan kehangatan.

"Ehmm.. Ibu butuh bantuan disinii.." seru Ryeowook dari dalam dapur yang memecahkan suasana mereka.

Kai dan D.O pun tersenyumm. "Nee eomma kita kesanaa.." jawab Kai yang membuat wajah D.O kembali releks. Kai kemudian mengecup kening D.O.

"Ayoo.." Kai perlahan mengending tubuh D.O dan membawanya ke dapur.

"Yaa.. Aku malu dilihat ibuk nanti." protes D.O.

"Sudah, nikmati saja." Kai membawa D.O ke dalam dapur.

"Kalian berencana akan menikah?" tanya Ryeowook.

"Nee?" Pertanyaan Ryeowokk tersebut berhasil membuat D.O shock susah nafas lagi.

"Kita masih musa eomma jangan bicara yang tidak-tidak." jawab D.O sambil meminta Kai agar ia menurunkan tubuhnya.

"Yaa kapanpun itu, eomma memberikan restu." Ucap Ryeowook sambil asik memotong bawang putih.

Mendengar itu Kai langsung bersemangat. "Beneran eomma? Aku akan menjaga D.O dengan baik, bisakah kita menikah sekarang?"

"Yaaa.. Jangan bercanda terusss Jongin-ah.." protes D.O lagi.

"Sudah-sudah kalian pasti lapar, ayo bantu eomma biar cepat selesai masakannya. Kai, bagaimana kalau kamu mengajak orangtua mu kesini. Kita harus makan bersama." ucap Ryeowook.

"Bolehh nihh eomma, aku akan ajak mereka sekarang." jawab Kai.

"Ne.. Ne.. Cepat hubungi orangtuamu."

Mungkin satu-satunya yang tidak setuju dengan ide ini adalah D.O. Ia bukanlah orang yang gampang bergaul seperti Kai. Kai rasanya seperti tidak malu atau gugup bertemu dengan ibunya D.O. Tapi D.O? Ia pasti akan sangat gugup ketika bertemu orangtua Kai. Walaupun D.O sudah mengenal ayah Kai yang adalah Gaine Minho. Tapi yaa.. Patut dicoba.

...

'Tengg tengg tengg'

Jam dinding dibrumah D.O menunjukan pukul 7 malam.

Seharusnya Minho dan Taemib sudah datang untuk makan bersama.

"Daddd!" Seru Kai didepan pintu rumah,

Terlihat minho dan taemin berpakaian rapih masuk ke dalam rumah.

"Halooo.." sahut Minho.

Ryeowook yang mendengarnya lalu segera keluar dari kamar dengan D.O dan menyambut mereka.

"Haii taemin ahh, minho. Ayoo kita sudah telat makan." ucapnya.

Dengan segera kini mereka sudah duduk di meja makan. Terlihat banyak sekali masakan yang tersaji didepan mereka. Porsinya sepertinya berlebih, tapi tak perlu kuatir, minho dan kai akan habiskan semua.

Selagi menikmati makanan mereka, ada sedikit perbuncangan yang terjadi disana.

"Jadi kapan kalian menikah?" Makanan Kai hampir saja meluncur keluar dari mulutnya ketika ayahnya bertanya hal tersebut.

"Ohokk ohokk, yaa appa, ini terlalu cepat." protesnya.

"Tidak juga, kalian saling mencintai kan? Kurasa sudah mantap, iya kan D.O ssi?" tanya Minho.

Tak ada jawaban dari bibir D.O habya masih tatapan terkejut sejak tadi Minho membawa pembicaraan.

"Ee.. Ne gainee" jawab D.O

"Panggil saja abboji, aku tidak keberatan" goda Minho.

"Aku setuju, D.O dan Kai bagaimana kalian bertunangan dulu saja?" usul Ryeowook.

"Tunangan?" tanya D.O yg akhirnya membuka mulutnya untuk bicara.

"Ahhhh ide yang baguss.." seru Taemin yang sangat setuju dengan ide tersebut. Minho pun mengangguk-anggukkan kepala.

Mendengar itu Kai pun tersenyum melihat D.O. Hingga membuat wajahnya merah panass akan malu dan grogi.

...

"HERE WE AREEE! Celebrating our victory!" sambut MC pada malam itu, alias captain Choi Siwon yang mengenakan setelan jas biru gelap sepadan, dengan kumis indah yang membuatnya tampak macho.

"Dan spesial untuk malam ini, D.O kyungsoo, Luhan, Lay our new champions akan membawakan lagi bersama Amber, Krystal, dan Luna! Mari kita saksikan.."

Semua para hadirin bertepuk tangan riah, tak lupa di sebelah kiri sana nampak seseorang yang bertepuk tangan paling kencang diantara lainnya, siapa lagi kalau bukan, Kai, Suho dan Sehun.

Dengan dibantu permainan piano Lay dan guitar amber, D.O, Luhan, Krystal, Luna menyanyikan sebuah lagu mellow yang sangat indah membuka perayaan tersebut.

D.O mengikuti beat musik yang dimainkan, dan ia mulai menyanyikan bait pertama pada lagu tersebut, begitu di lanjutkan oleh Luhan, Krystal, dan Luna. Tentunya semua terpukau dengan penampilan mereka.

"Setelah ini, ada our new rookies yang akan menampilkan lagu mereka, yang tentunya akan membuat kita selalu... happy! Happinesss!" sambut Siwon diujung kata dengan panjangggg, menyambut Red Velvet group gadis 4 orang untuk naik ke atas panggung.

"Lalalalaal...lalalala.. Happiness!" ~ lagu berlanjut...

"Setelah ini akan diadakan dance battle boygroups! Dan kompetitor pertama kita.. Inilah... B.A.P WARRIOR!"

"WOOOOOOO" Semua berseru menyambut masuknya b.a.p keatas panggung.

"Disisi sebelah kiri ada BTS!"

"Setelah itu disusul battle dance WINNER vs. GOT7! Mari kita saksikan kompetisi panas ini!"

...

Acara pun terus berlanjut, memuaskan begotu banyak pasukan yang sudah berhasil menang dan melewato perang abad mengalahkan kejahatan.

Disisi lain ruang pesta, nampaklah Jaejong dan Yunho sedang bercumbu di balkon. Yunho terus mengecup Jaejong, membuatnya sesak dan menempel pada pagar balkoni.

"Uhh, yunho sayangg, jangan terlalu dekat, mepet nih.." ujar Jaejong sambil melihat ke arah belakangnya.

"Ohh.. Sayang, kau mau kita kembali di kamar saja?" tanya Yunho.

"Tapi aku bosan di kamar.." jawab Jaejongg yang menbuat Yunho berpikir sejenak.

"Ahh! Bagaimana kalau kita seks party saja, dengan anak-anak lainnya setelah pesta?" ungkap Yunho semangat.

"YA! Apa kau gila!" Jaejong memukul kecil lengan Yunho, "kau ini.. Aku tak menyangka."

"Iyaa.. Aku salah lagi, maaf" :( Yunho menampakan muka sedih nya dan menunduk.

Jaejong yang gemas melihat tingkah Yunho pun tidak kuasa untuk menahan jari2nya untuk tidak mencubit pipi Yunho. "Kau ini buat aku gemass..."

"Hehe.." Yunho cengengesan,

"Sayang..." Panggil Jaejong.

"Iya, kenapa sayang?"

"Cepat cumbu aku disini, aku sudah tidak tahan."

Mendengar itu wajah Yunho tampak bersinar.. "With pleassure.."

...

2 TAHUN KEMUDIAN

TENGG~ TENGG~~

Suara bell gereja terdengar menggena diseluruh kota imperium.

"Dengan ini saya nyatakan, anda suami dan... suami," ucap sang pastur .. "you may kiss your broom"

Disanalah dengan secara resmi dan sah bibir antara D.O dan Kai bertemu.

"Kyaaaaa! Selamatttt Jongin ahhh Kyungsoo ahh!" Teriak para fans2 dan masyarakat setempat.

Pernikahan ini menjadi pernikahan termeriah selain pernikahan perdana mentri Yunho dan Jaejong juga pernikahan Raja terdahulu.

Pernikahan ini juga terbikang spesial karena di sahkan oleh Raja Yunho dan sang suami Jaejong. Juga perdana mentri yang baru yakni Kangin dan wakilnya Choi Siwon. Pernikahan ini juga dihadiri oleh jajaran pasukan kusus dan kerajaan.

Berbagai perwakilan dari planet lain pun datang sebagai penghormatan dan juga pertemanan mereka. Terlihat ruangan penuh dengan senyum dan keterpukauan atas event ini.

Hall istana mewah dijadikan tempat kedua sejoli ini mengucapkan janji setia mereka. Disaksikan oleh banyak masyarakat karena kedua sejoli ini adalah pahlawan bagi rakyat EXO planet,

Kai tidak bisa menahan gejolak yang ada pada dirinya, dia serasa ada kupu-kupu yang terbang sampai ke ubun-ubunnya. Iya begitu bahagia sampai deru nafasnya tidak beraturan. Namun saat ia berhadapan dan menatap wajah Kyungsoo, debar di dada malah menjadi-jadi. Ia namun merasa damai dan tentram karena senyum lembut D.O.

Wajahnya begitu sempurna, mata, alis, hidung, biburnya. Semua sempurna bagi Kai, dan tidak ada di jagat semesta ini yang dapat menggantikan rasa cintanya pada Do Kyungsoo, dialah satu-satunya.

Kai mendekatkan wajahnya pada Kyungsoo, ia menekan bibir D.O dengan bibirnya. Kai menikmatinya beberapa saat, sampai ia melepasnya, dan tersenyum penuh kegembiraan menatap wajah D.O.

Wajah D.O memerah, iya begitu bahagia sampai ia merasakan panas di wajahnya, ia menunduk karena malu, dan sambil curi-curi melihat ke arah Kai, D.O pun tersenyum lebar menampilkan gigi putih bersihnya dan binar cahaya kegembiraan di matanya.

...

THE END

SAMKANG MAU BILANG TERIMA KASIH BANYAK BUAT SENUA READERS. Kalian bagaikan oksigen untuk paruparuku, jantung pada hidupku, air pada tubuhku, darah pada pembuluku, kalsiun pada tulangku, dan lain lain, pokoknya kalian the best dan thank you banget.

Maaf samkang masih amatiran, samkang emang pengen bikin cerita yang panjang, karena samkang suka sedih kalo baca ff orang terus kalo udah tamat itu rasanya.. Kayak jdi kosong dan hilang. Tapi walaupun samkang udah mencoba kenyataannya kata per chapter gak seberapa, cuman ya emang chapternya banyak. Tapi semua tidak ada yang abadi. Samkang pun gak bisa bikin kayak seri cintra fitri yang beratus ratus episode serta berbelas-belas season. Demikian sampai sini. Tapi samkang pengen bikin pas 45 chapter. Mungkin kalo ada ide dan waktu samkang mau review per karakter setelah 2 tahun kemudian gimana. Untuk reader bisa partisipasi dengan ketik saran dan komentar juga rekomendasi ide dah event apa yang bakal terjadi di 2 tahun kesepan ini untuk chapter 45, yang mungkin akan samkang kerjakan.

Sekali lagi mohon maaf atas salah salah samkang. Dan terima kasih banyak untuk reaser yang udah setia ngikutin, baca, comment, dan juga yang udah kasih banyak saran, kritik, dan masukan buat samkang. I love you all! Saranghae!

THE END

-TBC KALO SEMPAT-

LEAVE TOUR COMMENT

THANKS FOR READING