Author's Note :
Bang Daehyun : 17 th
Bang Youngjae : 16 th
Bang Jongup - Junhong : 14 th
Youngjae mengibas-ngibaskan tangannya tak beraturan ke arah lehernya yang berkeringat, berharap menarik angin agar setidaknya mampu menyejukkan tubuhnya yang terasa panas. Sunhwa baru saja menghentikan latihan cheers mereka kurang lebih dua puluh menit yang lalu, dan Youngjae terlalu malas untuk segera mengganti bajunya seperti teman-temannya yang lain.
"Ini, minumlah.."
Sebuah minuman isotonik yang sepertinya baru keluar dari ice box disodorkan kepadanya, membuat Youngjae mengangkat wajahnya, dan segera tersenyum lebar. "Ah, Sunhwa eonni, kau memang yang paling perhatian, gomawo !" Ujarnya semangat, mengambil minuman tersebut dan segera menegaknya nyaris menghabiskan setengah botol.
Sunhwa hanya tertawa kecil menyaksikan kelakuan juniornya tersebut. "Aku mau ke lapangan basket, kau mau ikut ?"
Youngjae menggeleng, "hari ini aku pulang sendiri eonni, tidak mau menjadi nyamuk diantara dirimu dan Daehyun oppa, hehehe.."
"Eh ?" Sunhwa menggigit ujung bibirnya tanpa sadar, Daehyun tentu saja sudah menceritakan insiden di depan Sukira dua minggu lalu, dan meski Daehyun sudah meyakinkannya itu adalah sepenuhnya kesalahan Daehyun dan Youngjae juga bersikap biasa saja dengannya, ia tetap saja merasa tak enak. "Jae, soal yang waktu itu, gara-gara Daehyun menemaniku, kau jadi—uhm..maafkan aku ya.."
"Huh ?"
Sunhwa tersenyum canggung, dan segera duduk di sebelah Youngjae, "Daehyun menceritakan semuanya, semenjak aku dan dia sering pergi berdua, Daehyun jadi tidak bisa menghabiskan banyak waktu denganmu, aku—"
"Ahh..itu, aku sudah tidak mempermasalahkannya lagi kok, lagipula Daehyun oppa sudah pintar membagi waktunya sekarang, hehehe, tenang saja eonni, aku tidak merasa cemburu padamu lagi, sungguh.." Youngjae menunjukkan jari telunjuk dan tengah tangan kanannya bersamaan.
"Baiklah kalau memang begitu, gomawo.." Sunhwa memeluk setengah tubuh Youngjae singkat, "Kau benar-benar tidak ingin pulang bersama aku dan Daehyun saja ? Akan kupastikan kami tidak akan menjadikanmu nyamuk.."
"Tidak perlu eonni, kau cukup memastikan Daehyun pulang tepat waktu malam ini, karena dia sudah berjanji akan membantu mengerjakan PR Fisika-ku, hehehe.."
"Siap tuan putri," Goda Sunhwa seraya berdiri dari duduknya, "Kau hati-hati ya pulangnya, kabari Daehyun segera jika sudah sampai, atau oppamu itu hanya akan terus-terusan melirik layar ponselnya daripada aku, hehehe.."
Youngjae mencerna perkataan Sunhwa yang berlalu menjauh, dan ketika ia menyadari apa maksudnya, perempuan enam belas tahun itu tak mampu menahan senyum yang reflek tercipta di bibirnya.
"…..Jae! Ya..Bang Youngjae!"
Kedua kaki Youngjae berhenti melangkah, ia memutar kepalanya menoleh kebelakang seraya melepaskan earphone yang sedang digunakannya, dan keningnnya mengerut sempurna melihat siapa yang berlari ke arahnya.
"Jaebum oppa ?"
"Hai..huf…sebentar…" Jaebum menampilkan senyuman khasnya, mengatur nafasnya, meraih botol minum dari ranselnya, dan segera meminumnya cepat, semuanya nyaris tak sampai satu menit. "..uhm..kau pulang sendiri, kan ? Boleh kutemani ?"
"Ya Tuhan, kukira sesuatu terjadi," sahut Youngjae segera, "Tentu saja boleh Oppa, aku tidak terlalu senang pulang sendiri sejujurnya, hehehe.."
"Oh ya ?" Jaebum mengambil posisi di sebelah kanan gadis mungil yang tingginya hanya sebatas bahunya tersebut, "Kalau begitu, setiap kau tidak pulang dengan Daehyun, pulang bersamaku saja, bagaimana ?"
"Memangnya tidak merepotkan ?" Tanya Youngjae balik. Tanpa sadar keduanya mulai berjalan beriringan menuju halte bus terdekat dari sekolah mereka.
"Tidak akan." Jawab Jaebum cepat dan singkat. "Lagipula aku ingin mengenalmu lebih dari sekadar adik seorang Bang Daehyun, tapi Oppa-mu yang kelewat protektif itu tidak pernah membiarkan siapapun dari klub basket untuk sekedar menyapamu."
Youngjae tertawa kecil mendengarnya, meski ia tahu itu dilebih-lebihkan, tapi ia tahu juga bahwa ada kebenaran dalam kalimat tersebut. Satu-satunya teman Daehyun yang mempunyai priviledge untuk bisa dekat-dekat dengan Youngjae hanyalah Yukwon, dan itupun karena ketiganya sudah saling kenal sejak mereka anak-anak.
"Memangnya apa yang ingin Oppa kenal dariku ?"
"Banyak hal," keduanya berhenti menunggu bis, Jaebum memiringkan sedikit tubuhnya, membuat Youngjae terhindar dari matahari sore, "Buku yang kau suka, minuman faforitmu, drama apa yang sedang kau tonton saat ini, lagu EXO mana yang kau dengar berulang kali.."
"Hahaha…oppa tahu, sekarang kalau aku sedang mendengarkan EXO, aku pasti ingat Oppa, kau benar-benar terlihat keren malam itu, dan setiap melihatmu, rasanya aku ingin terus-menerus mengucapkan terimakasih kepadamu.."
Jaebum ikut tertawa bersama Youngjae. Bis bernomor 57 yang mereka nanti sejak tadi berhenti tepat di dekat mereka, Jaebum segera mempersilahkan Youngjae untuk naik terlebih dahulu, dan segera menempel di belakangnya, keduanya berjalan ke arah tengah. Youngjae berpegangan erat pada tiang bis, sementara Jaebum melindunginya dari belakang.
Sepanjang jalan keduanya habiskan dengan bertukar cerita ini itu, selama ini Youngjae pikir, Jaebum adalah kakak kelas yang kadang terlewat cool dan dingin, tapi melihatnya mendengarkan Youngjae sungguh-sungguh dan bersedia menemaninya seperti ini, tentu saja akan bohong jika ia bilang ia tidak merasa terkesan.
"Noona!"
Dua anak laki-laki dengan tinggi yang nyaris sama, keluar dari dalam minimarket bersamaan, dan segera menghambur ke arah Youngjae.
"Kenapa pulang sendiri ?"
"Mana Daehyun hyung ?"
"Dia meninggalkan Noona untuk pacaran lagi ya ?!"
Keduanya saling bersahutan, berisik, dan sungguh membuat Youngjae merasa malu, karena bagaimanapun mereka semua masih ada di tengah jalan sekarang, meski tak ada satupun orang yang lewat dan melihat, kecuali penjaga kasir minimarket yang mengamati dari balik kaca, dan tentu saja Jaebum, yang keberadaannya seolah tidak terlihat.
"Yak..yak…satu-satu bicaranya, dan jangan memeluk Noona seenaknya di tengah jalan begini !" Omel Youngjae sambil berusaha melepaskan lengan-lengan yang masih menempeli pinggangnya. "Uhm..Oppa..maaf ya.."
Youngjae menatap Jaebum malu-malu, sementara Jaebum hanya membalas tatapannya dengan senyum yang manis.
"Aku rasa bodyguardmu sudah muncul, eh ? Kalau begitu, aku pulang duluan saja, ya ? Pikirkan tawaranku untuk nonton film sabtu besok, aku tunggu jawaban baik darimu Jae-ya," Jaebum mendekat dan mengacak lembut poni Youngjae, mengabaikan tatapan galak yang muncul dari kanan-kirinya, "Bye Jongup, bye Junhong…"
Jaebum berjalan mundur beberapa langkah, masih saja sambil tersenyum, sebelum akhirnya berbalik, membuat Youngjae hanya dapat memandangi punggung tegapnya.
"Appa pulang…"
Yongguk memamerkan senyum lebar yang menampakkan giginya ke arah dua anak kembarnya yang sudah dengan rapi duduk di meja makan, melakukan gerakan tos-tos-an yang menjadi khas antara dirinya dan para anak laki-lakinya. Beranjak ke dapur, dimana Himchan dibantu Youngjae sedang menyiapkan makan malam.
"Hai love.." Bisiknya di telinga Himchan, sambil memeluknya dari belakang.
"Iyuh, Appa, itu menjijikkan, sungguh.." Gerutu Youngjae tak suka, yang hanya membuat Himchan tertawa.
"Hahaha…well, you're my love too, sweaty.." Ujar Yongguk diantara sela tawanya, melepaskan Himchan, dan gantian menarik Youngjae ingin memeluknya juga.
"Appa..aku sudah besar! Dan Appa berkeringat…Appa…" Youngjae meronta tak suka, yang semakin membuat Yongguk ingin menjahilinya.
"Noona bilang begitu tapi tadi membiarkan Jaebum hyung mengacak rambutmu.." Ujar Junhong begitu saja, yang Youngjae yakin demi apapun, sengaja mengeraskan suaranya.
"Jaebum ?! Im Jaebum maksudmu ?! Mengacak rambut Youngjae ?!"
Semua mata menoleh ke arah suara, terlihat Daehyun yang baru datang juga—entah kapan, berdiri di bingkai pintu antara ruang keluarga dan ruang makan, menatap Junhong penuh tanya.
"Iya, Jaebum yang itu, teman Hyung bermain basket, iyakan ? Tadi sore dia mengantar Youngjae Noona pulang sampai ke depan minimarket." Tambah Jongup.
"Kena—"
"Siapa itu Jaebum ?" Suara Yongguk memotong suara Daehyun, terdengar begitu berbeda dari saat ia masuk ke rumah tadi, sangat serius, dan sedikit suram, sungguh Himchan ingin tertawa melihat reaksi suaminya itu.
"Dia teman Daehyun, Guk." Himchan mengamit lengan Yongguk, menariknya untuk duduk di meja makan. "Anak yang baik, kau ingat kan anak aki-laki yang dua mingguan lalu mengantarkan Youngjae pulang saat ia terluka ? Itu yang namanya Jaebum."
Yongguk menganggukkan kepalanya sekilas, tapi kemudian segera menoleh ke arah Daehyun, yang juga sudah mendudukkan dirinya di kursi meja makan. "Jaebum, orangnya seperti apa Dae ?"
"Well, dia anak basket sepertiku, aku tidak pernah satu kelas dengannya, tapi sejauh ini yang aku tahu, Jaebum belum pernah pacaran dengan siapapun di sekolah, tapi tetap saja, aku sudah pernah bilang pada anak basket untuk tidak mendekati Youngjae, apalagi semenjak ia tergabung dalam cheers—"
"Kalian berlebihan," Rajuk Youngjae, tak suka, ia memutar bola matanya ke arah Daehyun, yang sama sekali tak terpengaruh. "Jaebum oppa hanya menemaniku pulang, itu saja.."
"Noona bohong.." Timpal Junhong, yang tentu saja kini membuat perhatian jadi menuju padanya, "Jaebum Hyung mengajak Noona nonton sabtu besok, iyakan ?"
Sungguh. Rasanya Youngjae ingin memukulkan sendok di hadapannya kepada Junhong, yang ia yakin, hanya ingin memperkeruh suasana.
"Nonton ?!" Gelegar suara Yongguk dan Daehyun bercampur bersamaan.
"Hei..hei…ini sudah malam, dan waktunya makan," Himchan menengahi—lagi, "Kita bisa membahas ini setelah makan, oke ?"
"Hime, aku sangat-sangat menyukaimu masakanmu, tapi ini penting, oke ?" Yongguk tersenyum lembut ke arah Himchan, dan kembali terlihat serius ke arah Youngjae, "Jika Jaebum ingin mengajakmu nonton, suruh dia temui Appa dulu, setelah Appa tahu dia orang seperti apa, baru akan Appa izinkan.."
"Besok aku akan menemui Jaebum di sekolah, aku sudah pernah bilang padanya kalau punya urusan denganmu, harus melalui aku dulu.." Tambah Daehyun, sama seriusnya.
"Ugh, kalian menyebalkan!" Salak Youngjae, "Eomma, malam ini aku akan makan dikamarku saja!" Dengan sengaja sambil menghentakkan kakinya, Youngjae segera berlalu dari ruang makan.
"Wow…aku rasa Jae Noona sedang PMS…" celetuk Jongup tanpa dosa.
Himchan menghela nafasnya, "Jong, Junhong…segera makan makanan kalian dan kerjakan tugas sekolah kalian setelahnya, dan..untuk kalian berdua," Himchan menatap galak ke arah suami dan anak tertuanya, "Kita perlu bicara, sekarang."
"Eomma, Appa dan Daehyun Oppa benar-benar menyebalkan, apa salahnya dengan pulang berdua ? Nonton berdua ? Daehyun Oppa melakukan itu nyaris setiap hari dengan Sunhwa Eonni, teman-temanku yang lain juga melakukan dengan pacar mereka masing-masing, nanti kalau akhirnya tidak ada laki-laki yang mau denganku sampai aku Nenek-nenek, bagaimana ?!"
Himchan tertawa kecil mendengar gerutuan Youngjae yang tak ada habisnya sejak beberapa menit lalu ia mengantarkan makan malam untuk anak perempuan satu-satunya itu.
"Eomma sudah memberi penjelasan pada mereka, Jaejae.." Himchan merapikan rambut Youngjae yang tergerai sedikit berantakkan, "Tapi kau juga harus mengerti, bahwa apapun dan bagaimanapun, laki-laki dirumah ini akan bereaksi esktra keras jika itu menyangkut tentangmu, dan Eomma, we're their Queen and Princess, right ?"
"Appa akan benar-benar menyetujui saran Eomma, memberikan izin kepada Jae untuk pergi dengan Jaebum ?"
"Tapi eommamu benar Dae, Youngjae tidak akan memaafkan kita berdua, kalau kita tidak memberikan dia izin untuk pergi dengan Jaebum.."
Daehyun mendesah pelan, memahami benar kelemahannya dan Appanya yang jelas-jelas digunakan sebaik-baiknya oleh Eomma mereka sendiri.
Dibanding teman-temannya yang lain, dalam hati, Daehyun tahu Jaebum tidak buruk. Tapi jika ini menyangkut tentang Youngjae, well, Daehyun sejujurnya hanya merasa tidak rela jika 'adik kecilnya' akan menemukan 'Oppa' lain untuk menggantikan tempatnya.
Meski ia tahu, ia tidak akan terganti. Gosh, apakah ini yang dirasakan Youngjae, saat ia terlalu fokus dengan Sunhwa ?! Tiba-tiba Daehyun jadi merasa bersalah.
"Oke Dae, Appa punya ide.."
"Apa ?"
"Hari sabtu besok, kau, Jongup dan Junhong, Appa tugaskan untuk mengikuti Youngjae dan Jaebum, dan Appa mau laporan yang rinci mengenai apapun yang mereka lakukan, oke ?"
Daehyun menatap Appanya sangsi, bukan ide yang buruk, harus diakui, ia sendiri sempat memikirkan hal ini tadi. Tapi sungguh, untuk seorang Appa-nya, seorang Bang Yongguk yang dikenal penuh karisma dan easy going, menyuruh anak-anaknya untuk memata-matai anaknya yang lain ?!
Well, memang hanya Youngjae yang mampu membuat Appa mereka begini.
Haiiiii ?
Maafkan aku yang setahun menghilang, hiks. Well, my excuse is..work. Huf. Lelah jadi orang dewasa #curhat, hehe, tapi ya berhubung jadi fangirl mahal jadi yha...
By the way, tadaaaaaaa~~~~ enggak terlalu puas sama hasilnya, tapi aku bener-bener enggak nulis apapun setahunan ini, jadi aku harap ada komen dan kritik dan penyemangat buatku hehehe
Buat yang ((mungkin)) baca dan ((nunggu)) Together in Darkness, huhu, demi apapun aku juga kangen cerita itu, hopefully, aku habis ini bisa bagi-bagi waktu buat nyempetin nulis dan lanjutin itu yaaaa
Sekali lagi, kutunggu komen-komennya, semoga belum bosen karena ceritanya masih Jae's centric ((lagi)) ehehehehe
