prevention
.
Warning : OOC(maybe), GaJe, typo, bahasa sehari-hari dll.
.
Disclaimer : vocaloid isn't mine :) ©crypton future media inc and Yamaha corp. but this story is MINE! DON'T YOU DARE TO 'BAJAK BAJAK' THIS! (apalah -.-) 'copy' maksud saya hehe -_-v
.
Don't like? Don't read!
.
Like? Review!
.
.
Chapter 2
.
.
Sesampainya di rumah Len,
"nah~ selamat datang di rumah gue~ dan jangan anggap ini rumah lu sendiri, karena gue lah pemilik rumah ini. Karena gue pemilik rumah ini, dan lu itu numpang tanpa biaya alias gretong, lu harus bayar dengan jadi maid gue selama di sini, okaaay~?" Len memanfaatkan situasi ini. Inilah renacananya sejak awal jika Rin jadi nginep malam ini.
"W-WHATT? ? heheh.. hellowh~ gue, jadi maid lo? Mimpi!"
"ya, mimpi jadi kenyataan."
"ngga ya, sorry!"
"oke oke, kalo gitu silakan keluar dari rumah gue~" usir Len.
"heh~ fine!"
"tapi barang-barang lu gue sita ya."
"eh? licik!"
"hahaha itulah Len. Bukan Len namanya kalo ga licik." Len menjulurkan lidahnya pada Rin.
Rin hanya mendengus kesal sambil menggembungkan pipinya dan melipat kedua tangannya di depan dada.
"so, deal ya? Jadi maid gue selama lu di sini." Len menjulurkan tangannya.
Dan dengan berat hati takut dia harus tidur di luar, Rin pun menerima uluran tangan Len dan bersalaman tanda setuju.
"nah, gitu dong! Good dog!" Len mengelus rambut Rin, mungkin lebih tepat mengacaknya.
"sigh.. gue cewe, bukan doggy!"
"ya ya ya, tugas pertama sebagai maid gue, beresin tuh kamar, simpen barang-barang lu dengan rapi, okay?"
"kamar gue dimana?"
"ya, berhubung disini cuma ada 3 kamar, lu harus sekamar sama gue."
"hah? Kan ada 2 kamar lainnya? Kenapa harus sekamar sama lu?"
"ya, begini ya Rin-chan , 3 kamar itu, satu kamar gue, satu kamar mandi, dan satu lagi kamar yang baru jadi setengah. So, mau pilih tidur dimana?"
"…." Rin hanya terdiam bingung dengan option yang di berikan Len. Karena ketiga-tiganya tempat yang sangat buruk untuknya.
"okay, itu artinya lu setuju tidur di kamar gue."
"gue di kamar lu, lu di kamar yang baru jadi setengah aja, Len."
"dasar tamu ga tau di untung ya lu. Udah bagus gue kasih lu tidur di kamar gue dengan gretong nya, lu malah nyuruh gue tidur di kamar yang setengah jadi. Lu mau gue jadiin bahan makan malem gue, malem ini ya? !"
"ng-ngga.."
"yaudah, gara-gara ngomongin soal makan malem, gue jadi laper nih. Siapin dulu makan malem deh. Gue mau mandi dulu." Len pun pergi.
"sigh. Mentang-mentang ini rumahnya dia jadi seenaknya saja." Rin pun berjalan dengan langkah berat ke dapur.
-skip-
Rin sedang menaruh makan malam di atas meja. Tiba-tiba Len lewat dengan santainya hanya dengan memakai handuk.
"eh udah siap ya? Waa jadi laper~"
"lu udah selesai mandi ya? Yaudah sekarang gue yang man—" ucapan Rin terpotong karena kaget melihat Len yang dengan polosnya hanya memakai handuk di depan seorang cewe.
"L-LEEENN! Se-engganya lu kan bisa pake baju dulu baru muncul di depan gueee!" ucap Rin yang sudah bersiap-siap melempar Len dengan semangkuk kare yang mendidih.
"o-oh.. iya ya.. gue lupa.. hehe.." ucap Len dengan polosnya dan sukses mendapat tendangan maut dari Rin.
"dasar BaShooo!" (BAka SHOta)
-skip-
Len sedang membaca komik di atas kasurnya.
"hey." Panggil Len pada Rin yang sedang asyik meminum jus jeruk.
"hm?"
"ambilin gue minum dong. Haus~"
"ini aja nih. Gua ga sengaja bikin lebih. Ada satu gelas lagi. Minum aja. Gua males ke sananya lagi." Rin menyodorkan segelas jus jeruk pada Len.
"sigh.. tadi gua liat ada lalat di sini. Gua takut jusnya udah di lalatin."
"heuuh.. ya ya ya bawel."
"panggil gue Len-sama, okay?"
"whatever basho!" Rin pun pergi keluar kamar membawa segelas jus jeruk yang tadi di tolak Len.
"iiih sialan. Si pesek!"
Tak lama setelah itu, Rin datang lagi membawa segelas jus jeruk yang tadi, hanya saja berbeda gelas.
"nih."
"fufufu itu kan jus yang tadi."
"grr.. terus lu maunya apa? Gua ganti juga jus nya? ?" Rin mulai kesel.
Len hanya mengangguk dan Rin pun keluar lagi membawa segelas jus jeruk yang tadi.
Beberapa menit kemudian,
"nih." Rin menyodorkan jus jeruk yang baru pada Len.
"ckck hellowh~ Rinrin~ lu kayak yang baru kenal gue aja deh? Sejak kapan gue demen jus jeruk, hei?"
"lu suka apa emang?"
"P-I-S-A-N-G~"
"baru belajar ngeja ya?"
"udah cepet sono bikinin."
"yaudah, oke oke gue ganti." Rin pun keluar kamar lagi dengan kesalnya.
Beberapa menit kemudian,
"ini." Rin menyodorkan jus pisang pada Len dengan kesalnya.
Len mengamati jus pisang itu.
"apa? Apa lagi yang salah sekarang!"
"ini pisangnya lu ambil di meja deket telepon, bukan?" tanya Len sambil menunjuk jusnya.
"ya, kenapa? Ga suka? Takut terinfeksi sama orang flu yang nelpon ke rumah lu kemaren, HA?" Rin mulai emosi.
"ngga."
"kalo gitu ayo minum. Tunggu apa lagi?"
"itu pisangnya udah busuk, sayang~"
"grrr…" Rin kesel.
"yaudah, gue udah ga mood minum jus. Mending sekarang lu ambil—"
BRAK!
Rin memotong ucapan Len dengan memukul pintu kamar hingga tertutup.
"CUKUP TUAN BASHO YANG MEMERINTAH SEENAKNYA! GUE BUKAN BABU LO! GUE GAMAU DI PERINTAH-PERINTAH KAYAK GITU! GUA—"
"eh… Rin…" Len nunjuk-nunjuk pintu kamarnya.
"APA! LU BERANI MOTONG PIDATO GUE HA?"
"nn.. bukan gitu. Masalahnya…"
"APA!"
"masalahnya…"
"APA!"
"LU GAUSAH NYOLOT, PESEK! INI DEMI LO JUGA! TADI GUE TUH MAU NYURUH LO BUAT AMBIL FUTON, SUPAYA LO GA USAH TIDUR SEKASUR SAMA GUE! TAPI LU MALAH MUKUL PINTUNYA, OTOMATIS ITU PINTU BAKAL KEKUNCI, BAKAAA!" Len kesel.
"eh.. kekunci..?"
"coba aja buka. Kaga bakal bisa."
Rin langsung mencoba buka pintunya.
KLEK KLEK
"ga bisa! Huwaa gimana ini? !" Rin masih terus mencoba buka pintunya.
"salah sendiri." Ucap Len dengan santainya hanya melihat Rin yang susah payah mencoba ngebuka pintunya.
"huaaa! Toloooong!"
"udahlah. Percuma. Pintunya emang begitu. Kalo kebanting, engsel pintunya jadi keras, jadi ga bisa di buka. Tunggu aja, ntar juga kendor lagi." Len kembali membaca komiknya.
"tunggu berapa menit?"
"ntar pagi paling udah bisa di buka." Ucap Len dengan santainya.
"APAAA?"
"iya."
"tapi gue gamau sekasur sama lo!"
"ya udah, silakan sih, sepele aja." Len nunjuk keset sambil natap Rin dengan tatapan 'selamat-menikmati-tuh-keset-haha'
"ouch! Siaaaaal!" Rin kesel.
"lagian ini kan salah lo."
Rin pun nyerah dan akhirnya mau tidur di kasur Len. Rin pun duduk di kasur Len.
"ya ya ya bawel! Jangan apa-apain gue!"
"ya, ga akan."
"awas lo kalo pegang-pegang! Jaga jarak 3 meter!"
"heh, ini kasur lebarnya juga ga ada 3 meteran, pesek!" Len mulai kesel.
"ya ya ya, awas lu megang-megang gue, pervert."
"sekali lagi lu ngejek gue, gue grepe juga nih!" Len ngancem Rin.
Rin pura-pura ga denger dan langsung tidur.
Keesokan paginya,
Sinar matahari masuk melalui jendela kamar Len. Membangunkan Rin karena silaunya.
"fuaah~ sepertinya semalam gue ga mimpi soal itu lagi deh? Yaa~ baguslah~" Rin masih setengah sadar. Samar-samar dia melihat ada seorang anak perempuan yang duduk manis di antara dia dan Len.
'eh? itu kayak anak yang dimimpi gue, jadi anak gue deh?' Rin ngucek-ngucek matanya takut dia salah liat.
Tapi ternyata anak itu masih ada di situ.
"he? Pasti mimpi! Siaaal! Mimpi ini mulu!" Rin ngucek-ngucek matanya lagi.
"mama." Panggil anak perempuan itu pada Rin.
"eh? mimpi!" Rin ngucek matanya sekali lagi, untuk memastikan yang dilihatnya. Tetap saja anak itu masih ada di depannya.
"bukan, ini ga mimpi. Ini nyata, mama." Ucap anak itu pada Rin.
"eh? nyata? Kamu siapa? Kok ada di kasur gue? Eh, maksudnya kasur Len." Rin masih setengah sadar.
"aku Lenka, anak mama sama papa." Ucap anak itu sambil tersenyum manis.
"iya, semua juga anaknya mama papa. Kenapa lu di sini?"
"kan sama mama papa."
"siapa?" Rin mulai bingung.
"mama Rin sama papa Len." Anak itu memeluk Rin.
"APAAAAAA? ! ! !"
TBC~
(A/N : chapter 2 update~! Yah~ keliatan deh miripnya -_- maaf yah semua~ janji deh cuma mirip dikit, ga bakal sama semuanya! Karena Glori juga ga ngikutin anime/manga itu dengan jelas. Jadi Cuma tau inti-intinya aja. Ga bakal sama semua pastinya. Yaudahlah, review? Please? Review? Pleaseeeee? Review? Ya? Ya ya yaaaaaa? Pleasseee~)
Bales review :
IchigoMei-chan : Ichigo-chan makasih udah mau baca dan review~! :D iya, Ring emang bisa baca pikiran orang haha. Miku bisa jadi jahat, bisa jadi tidak, hohoho. Baca aja deh~ keep reading and review ya :)
Kyon Kuroblack : ahaha jangan meninggal dulu dong..um.. panggilnya apa ya? Hehe. Ya, Len nya ga pervert-pervert amat kok. Miku bisa jadi jahat, bisa jadi tidak, hehe. Keep reading and review ya~ makasih udah mau review :D
Rani-chan : wah~ bawa ikan sama pisang? Buat Glori nih? :3 (GR) *plok. eh? kocak ya :D? ku kira ngga loh? Hehe.. ya, kalo soal humor sih ga terlalu bisa hehe.. jadi ke depannya mungkin ada mungkin tidak. um, iya hehe ini emang ikutin salah satu anime, gpp? Makasih udah mau baca dan review, keep reading and review ya, makasih~
Ssharon : hehe, makasih udah mau baca dan review. Itu tadi udah baca kan di atas hehe. Tebakannya jitu :p okay, keep reading and review ya makasih~
