SQUEL : Meet Last Under The Tree

"Ini squel dari Under The Tree'

-HobiHope14- -JungRin-

Cast

VHope

YoonMin

Selamat membaca ^^/

"Author cuma minta review, favorite,dan follow dari kalian tidak lebih^^ aku yakin reader yang membaca ff ini pasti mengerti kan"

-HobiHope14-


Meet last under the tree

"Ak.. aku?"

Hazel hitam namja surai peach red itu terus menatap hobi yang sedang berdiri di dekat meja makan.

"Kau bukan jimin.." ucap yonggi dengan datar

Yonggi sangat marah karena hobi mengaku bahwa dirinya adalah Park Jimin alias Jimin tapi jika hobi tidak mengaku namja pemilik eye smile itu maka dia tidak bisa bertemu taehyung bahkan namja ini cukup terkejut jimin juga datang ke sini di samping yonggi.

Tap

Tap

Tap

Suasana sangat hening hanya terdengar derap langkah sepatu converse putih milik namja surai peach red ini. Yonggi pun mendekati sosok namja surai coklat yang sudah membohongi nya

Jari jari mungil tangan nya terus dia mainkan seperti memilinkan sesama ibu jari menarik-narik kuku tangan nya. Jimin takut sangat ketakutan dia tidak berani menghentikan kekasihnya jika saat marah maka sisi gelapnya akan muncul itu menakutkan menurut jimin.

Tap

Tap

Dan saat ini sisi gelap itu sudah mulai terlihat

Yonggi tepat berdiri di depan hobi

"Kau bukan Park Jimin.. kau adalah Jung Hoseok" Ucap yonggi dingin

Namja pemilik kulit putih pucat di depan hobi terus menatapnya tatapan yang terlihat jelas kemarahan yang gelap. Yonggi mempunyai mata yang cukup sipit semua orang bilang orang yang mempunyai mata sipit sangatlah imut memang benar tapi ketika tatapan itu menjadi tatapan kemarahan maka kata imut itu tidak ada di sosok Min Yonggi.

'dia tau nama ku.. ini sudah saatnya' batin hobi

"Pergilah kau dari sini Jung Hoseok ?! Keluar !?" ucap namja surai peach red itu dengan nada tinggi

Yonggi pun membalikkan badan dan mengambil langkah menuju pintu rumahnya.

"Cepatlah keluar.." ucap yonggi seraya membuka pintu rumahnya

Hobi pun melangkahkan kakinya menuju pintu untuk keluar dari rumah yonggi dengan kepala tertunduk ini resiko yang harus di hadapi namja ini dia tidak ingin menyalahkan siapa pun yang terlibat meskipun jimin adalah pelakunya tapi ini harus terjadi ini demi kebaikan nya dan taehyungnya.

Jimin tidak bisa menahan tangisan nya lagi dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong hobi.

'hyung maafkan akuu..' batin jimin

Yang hanya jimin bisa lakukan adalah hanya menangis di balik lengannya untuk menutupi matanya.

Tiba-tiba namja surai coklat ini menghentikan langkahnya

"Keluarlah Jung Hoseok" ucap yonggi pelan namja ini tidak ingin menatap kekasihnya tidak ini bukan kekasihnya ini orang asing dia lebih menatap lantai rumah nya.

"Aku tau kau sangat mencintai jimin.. aku hanya ingin bersama taehyung di musim gugur terakhir ini" ucap hobi pelan

Hobi pun melangkahkan kakinya keluar meninggalkan rumah yonggi.

"Aku harus kemana ? Aku tidak mempunyai rumah lagi" ucap hoseok menatap langit malam yang di hiasi banyak bintang

Ku kira kau mati ternyata kau masih hidup

"Pohon.. aku hanya bisa ke sana"

Hobi pun melangkahkan kakinya meninggalkan halaman rumah milik manusia es menuju lapangan rahasianya yang tidak jauh jaraknya dari sini. Manusia es ? Jung hoseok tidak ingin menyebut nama orang pemarah itu.

"AAARRRGGHHHH"

yonggi pun mengacak surai nya acak dan seraya berjalan menuju dapur

"Kenapa Jimin ! Kenapa kau meninggalkan ku hahh !? Kenapa !?" ucap yonggi dengan nada tinggi

Namja surai peach red ini pun menyingkirkan semua piring di depannya

Jimin hanya bisa menangis menatap kekasihnya

"Hikss yonggie"

Kekasihnya yang sangat terpuruk

"apa harus aku yang merasakan ini ?! Aku tidak bisa melakukannya !? Kenapa aku?!"

Yonggi pun menghamburkan semua gelas kaca nya hingga semuanya jatuh ke lantai

PRANGGG

"Kenapa harus aku yang kehilangan jimin ?! KENAPA!"

Trauma

Trauma ini kembali menghampiri

Seseorang Min Yonggi pemilik senyuman yang sangat manis ,mata yang sipit, kulit yang putih pucat. Semua itu hanya fisik semua orang memandang yonggi sangatlah sempurna tapi tidak jiwa nya rapuh.

Sangat rapuh

Jimin sudah pernah melihat kejadian ini tapi lebih fatal di bandingkan yang dia lihat sekarang.

Kejadian yang hampir menghilangkan nyawa nya sendiri bukan dia maksudnya adalah nyawa Min Yongginya.


Flashback

"aku pulang" ucap jimin dengan nada pelan

Jimin meletakkan handphonenya di atas meja nakas lalu dia menghempaskan pelan badan nya di atas kasur tidurnya, namja ini lelah...sangat lelah dia baru saja pulang dari tempat kerja nya menjadi koki di sebuah kafe kecil hanya membuat pancake, daging panggang, sup, kimchi dll. Cukup melelahkan bukan? Bekerja selama 10 jam.

Lampu kamarnya memang sengaja dia tidak hidupkan hanya ada cahaya matahari senja yang memancar melewati jendela kacanya sangat remang-remang.

"Hahh kapan aku bisa membeli buku novel sialan itu"

Nggggggg

Namja surai peach red ,putih pucat dan mata sipit

'Yonggi..' batin jimin

Seketika tatapan mata namja ini menjadi sendu, dia hanya teringat dengan mantan kekasihnya dulu ya sangat dulu. Jimin sengaja memutuskan hubungannya dengan yonggi karena dia merasa tidak pantas bersama namja pemilik kulit putih pucat itu. Yonggi cukup kaya mempunyai rumah yang cukup besar bukan seperti nya hanya tinggal di apartment kecil. Yonggi sangatlah sempurna sangat sangat sempurna tidak sepertinya yonggi tidak pantas bersama nya yang hanya berkecukupan kehidupannya sendiri.

Ddrrttt drrtt

Drrttt ddrrrttt

Getaran handphone di atas nakas meja itu membuyarkan lamunannya, dengan tenaga seadanya dia gerakkan tangannya untuk meraih Benda persegi panjang itu. Dan segera dia buka lock screen nya

1 pesan

"Tumben sekali ada pesan" ucap jimin heran menatap layar handphonenya

"Mungkin ini pesan untuk membeli bahan dapur besok hahhh"

Namja ini sudah menduga lebih dahulu tentang pesan yang masuk di handphonenya

"Apa boleh buat aku harus membacanya jika tidak aku bisa di pecat si park sialan itu"

Hey jimin nama mu juga memiliki marga Park

From : +825675889***

'nomor asing?' batin jimin

Jimin pun membuka pesan tersebut sehingga membuatnya terdiam

Dia tidak menyangka siapa yang mengirimnya pesan

Ya mantan kekasihnya Min Yonggi

Hey ini aku Yonggi kau mengingatku kan?

Maaf aku pasti mengganggu mu

Ini akan jadi yang pertama dan terakhir mengganggu mu

Jimin aku mencintai mu

Sangat mencintai mu

Ini yang terakhir

Aku harus pergi

"Aku juga mencintai mu" sahut jimin

Tatapannya kembali sendu tapi kali ini matanya tergenang air

Dia ingin sekali menangis

Terharu

Karena yonggi masih mencintainya

'ini yang terakhir? Pergi?' batin jimin mengulang kata-kata pesan yang dia baca

Pikiran nya mulai berantakan

Tidak Min Yonggi tidak mungkin

Jimin pun bangkit dari tempat tidurnya dengan cepat dia melesat keluar dan menutup pintu apartment nya.


.

.

.

"Dia tidak mungkin peduli dengan ku" ucap yonggi melempar handphonenya di atas kasurnya

Dia tidak sedang berada di rumahnya dia sekarang hanya berada di apartment yang cukup berantakan pecahan kaca dimana-mana dan tentunya tumpahan minuman botol alkhol di mana-mana.

Min Yonggi yang hancur

Min Yonggi yang rapuh

Memainkan pemantik hanya itu yang di lakukan namja ini sekarang menatap api pemantiknya lalu mematikan nya.

"Tidak akan peduli dengan ku"

Yonggi pun menatap sebuah jerigen yang berisi bensin di samping pintu kamarnya

"Ini yang terakhir"


.

.

.

"Maaf tuan Min Yonggi tidak berada di sini lagi" ucap seorang penjaga

Kenyataan pahit harus di terima jimin dia tidak bisa menemukan yonggi

'ke mana dia?' batin jimin

"Apa tuan ada perlu?"

"Tidak hhahh aku hanya ingin menemuinya hahhh hah" ucap jimin dengan nafas terengah-engah.

Seorang penjaga itu pun kembali ke pos penjaganya meninggalkan jimin sendirian di depan pagar besar rumah Min Yonggi.

"Hahhh aku harus mencarinya kemana lagi? Hahh hahh "

Namja ini bingung harus mencari yongginya kemana lagi yang dia tau hanya alamat rumah ini

"Sial !?"

Buugh

Jimin memukul tiang listrik di dekatnya

Perasaan akan terjadi hal buruk dengan yongginya terus menghantui otak namja ini

"Mungkin ini akan membantu tuan" ucap sang penjaga

Suara penjaga itu mengejutkan jimin

Ya penjaga itu memberikan nya sebuah secarik kertas kecil yang tertulis sebuah alamat

"Aku pernah mengantarnya kesana mungkin ini akan membantu tuan menemukan Min Yonggi"

Jimin pun dengan cepat mengambil kertas yang di berikan penjaga ini kesempatannya

"Terima kasih paman terima kasih !?" ucap jimin membungkuk 2x lalu melesat pergi jauh

Untuk bertemu dengan Min Yonggi


.

.

.

"semuanya memang harus berakhir"

Yonggi pun mengangkat dan membawa jerigen yang berisi bensin menuju kasur kamar nya.

Pikiran namja ini sudah kosong

Dia putus asa

Dia tidak bisa menjalani hidupnya

Tanpa seorang Park Jimin

Membuka penutup jerigen bensinnya lalu menumpahkan kemana-mana Cairan itu,ruangan tempat tidurnya penuh dengan bau bahan bakar besin.

Yonggi pun mengambil pemantiknya di kantong celana jeans depannya dan mengeluarkan pemantiknya.

"For give me"


.

.

.

Pip

Pip

Pip

"Ayolah cepatt" ucap jimin

Namja ini terus menekan tombol nomor.4 di samping pintu lift

Angka yang berada di atas pintu lift menunjukkan angka 3

Ting

Pintu lift terbuka

"Kau tau gelang permata ini sangatlah mahal"

"Hahh benarkah? Aku jadi iri dengan mu"

2 orang yeoja memasuki lift

Dan jimin dia hanya mendekatkan Dirinya dengan tombol lift jari telunjuk mungilnya terus menekan tombol no.4 dia ingin ke lantai 4

Srtttt

Pintu lift kembali tertutup

Dan kembali bergerak ke atas

"Hey siapa dia?"

"Entahlah aku baru kali ini melihatnya"

Perbincangan 2 yeoja itu terdengar jelas dengan pancapendengaran jimin. Dia menghiarukan perbincangan 2 yeoja di belakang nya dia hanya ingin bertemu min yongginya.

Ting

Sreettttt

Pintu lift terbuka jimin pun langsung melesat keluar dari lift

Permisi apakah ada apartment yang pemiliknya Min Yonggi?

Ah Tuan Min Yonggi berada di lantai 4 no.181

Ya 181

Jimin pun terus berlari di lorong apartment

"Hiks Yonggie"

Jimin mengusap kasar air matanya yang terus mengalir di lekuk wajahnya, dia menangis

Dia mengkhawatirkan yongginya


.

.

.

"Jimin Aku mencintai mu ku mohon berbahagialah" ucap yonggi pelan menatap api pemantiknya

Jari jari panjang nan berkulit putih pucat itu pun melepaskan genggaman dan membiarkan pemantiknya yang dia hidupkan terjatuh mengenai cairan bahan bakar yang tertumpah.

Semuanya menjadi api

Suhu panas mulai terasa

Ini bukan suhu panas musim panas

Api yang cukup besar

Terbakar

"Terbakar lalu hilang bagai abu di tiup angin"

Yonggi pun hanya diam membiarkan sekeliling kamarnya terbakar ,suhu sangat panas di seluruh ruang tidurnya namja ini bisa saja terbakar.

"Aku menginginkan mu Jimin" ucap yonggi parau lalu menutup matanya


.

.

.

"nomor 81" ucap jimin menatap pintu di depannya Ya namja ini tepat berdiri di depan pintu apartement yongginya. Jimin pun menghapus sisa air matanya yang membasahi lekuk wajahnya dengan lengan baju kemeja putihnya. Dia hanya tidak ingin terlihat berantakan di depan min yongginya. Apalagi menangis..

"Asap?" ucap jimin heran

Di sela-sela pintu apartment di depannya terlihat mengeluarkan asap, asap itu terus keluar bahkan itu bukan asap biasa melainkan asap hitam pekat.

"Apa yang terjadi !?"

Saat melihat asap itu

Sontak Tangan jimin pun mencoba membuka pintu di depan nya..

Tapi usahanya nihil

Pintunya terkunci

Tangan mungil itu terus memutar Knop pintu ke kiri dan ke kanan Tapi tetap saja pintu nya terkunci

'terkunci di dalam.. Mungkin kah..?!' batin jimin

Terlintas pikiran itu

Namja ini semakin panik hingga tangan kanan mungil terus mencoba memutar knop pintu dan tangan kiri satunya mencoba mengetuk berkali kali..

Memanggil nama kekasih nya

"Min Yonggi buka lah !?"

Took tokk tok tookk

Jimin terus mengetuk pintu nomor 81 di depan nya

"Yonggi buka ?!"

Tapi tetap saja tidak ada jawaban dari dalam

Tangannya pun merasakan panas saat mengetuk pintu di depannya

Ini tidak apa-apa? Tidak mungkin ini pasti sesuatu terjadi di dalam

Jimin pun mengambil beberapa langkah mundur ya dia mulai mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu di depanya. Dia sudah kehabisan cara untuk mencoba masuk dan ini cara terakhirnya ya mendobrak pintu di depan nya.

Brukkkk

Dan sialnya pintunya tetap tidak terbuka

Tringgggggg

Bel peringatan ada kebakaran pun berbunyi sehingga seluruh lorong mengeluarkan hujan buatan.

"Yonggi !"

Jimin pun mendobrak pintu dengan menendang sekuat tenaganya

BRAKKKK

Dan berhasil

Saat pintu itu terbuka karena usahanya dia berharap yonggi menyambutnya dan memeluknya

Tapi sekarang tidak

Yang menyapanya adalah

Apartemen yonggi yang terbakar

Semuanya terbakar

Tanpa berpikir panjang namja ini pun melesat memasuki apartement yonggi meskipun di kelilingi api tapi Jimin tidak peduli panasnya suhu api di apartement ini dia hanya ingin

Menyelamatkan cintanya

"Yonggi!"

"Yonggi!"

"Uuhukk YONGGIII!"

Jimin memanggil nama kekasihnya tapi tetap saja tidak ada sahutan atau jawaban terus melangkahkan kakinya mencoba mencari kekasihnya ya dia mencoba mencari kekasihnya di dapur

Sedangkan yonggi

Terbaring tidak berdaya

Dia sesak nafas akibat asap di kamarnya dan suhu api yang cukup panas

Dia tidak bisa melakukan apa apa

"jimin.." ucap yonggi lirih

Ya dia mendengar jimin memanggil namanya

"A..aku di sini.. "

Yonggi pun menatap sendu pintu kamarnya yang terbuka ya dia hanya berharap bisa melihat jimin sebelum dia pergi

"tidak ada di sini uhhuk"

Jimin tidak menemukan yongginya di dapur pikir namja ini jadi menuju dapur mungkin saja yonggi sedang memasak sesuatu dan gasnya meledak.

'di kamarnya.. ' batin jimin

Dia pun melangkahkan kakinya cepat menghindari benda benda yang terbakar dan api tentunya

Tapi pada saat di depan pintu dapur apinya sangat besar

"Arghhh ck sialan uuhuk. .bagaimana aku melewatinya" ucap jimin

Namja Ini pun mengambil langkah mundur mungkin saja ini bis membuat dia terbakar jika Di lewatinya.

Dia tidak berani melewatinya

Apinya terlalu besar untuk di lewati

Tapi bukan kah dia harus menuju kamar yonggi bukan?

Menyelamatkan kekasihnya

"tidak aku tidak boleh menyerah"

Jimin pun menatap api didepannya

"aku tidak ingin kau menghalangi ku dan mengambil YONGGI KU !?"

Ya dia tidak ingin api di depan nya bisa mengambil yongginya, meskipun jimin hanya status Ex-boyfriend tapi namja ini tetap mencintai yonggi dan dia ingin

Mengambilnya

dan

Memilikinya..

"BIARKAN AKU LEWATTT! " ucap jimin dengan nada keras

dia pun berlari menuju pintu keluar

Dia tidak peduli panas nya api

Meskipun api bisa saja membuatnya terbakar

Membuat nyawa hidupnya menghilang

Tidak dia tidak peduli

Karena dia harus menyelamatkan

Kekasihnya


.

.

.

Namja ini pun mengerjapkan matanya mencoba menormalkan pembiasan penglihatannya

Karena cahaya matahari mengenai matanya

"Aku ada di mana? Apa aku mati?" ucap yonggi

Dia heran kenapa dia berada di lapangan

Tidak ini bukan seperti lapangan

Melainkan

Semak semak belukar di sekeliling nya

"Apa aku mati? Tapi kenapa aku di sini bukan di alam baka"

Namja ini pun melangkahkan kakinya

Dia tidak tau harus kemana bahkan dia tidak tau kenapa ada di sini

Bahkan dia tidak menggunakan alas kaki untuk berjalan melewati semak semak belukar bisa saja namja ini terluka jika kakinya terkena duri tanaman liar yang di lewatinya

Tapi selama ini kaki mungilnya masih bisa melangkah menghindar seperti menghidari ranjau

Yonggi terkejut

Apa telinga nya

Indra pendengar nya tidak salah dengar

Dia mendengar sesuatu

Tapi bukan kah dia sendirian

Di semak semak seperti hutan ini

Namja ini pun mempercepat langkahnya mengikuti suara itu

"Hiks jja..ngan ganggu ak...aku hiks"

Dia mendengar suara tangisan itu lagi bahkan lebih jelas terdengar dengan indra pendengar nya

Ya suara anak kecil

Tiba tiba sekelilingnya berubah menjadi

Tempat lapangan yang banyak di tumbuhi ilalang

"tempat ini familiar.. sepertinya aku pernah ke sini.. "

Yonggi tetap melangkahkan kakinya menuju pohon di depan nya sepertinya suara anak kecil itu berasal dari sana

Kaki kaki nya merasakan sangat bebas dan lembut saat melewati rumput rumput kecil yang dia lewati

"kenapa sangat lembut.. Bukankah ini rumput"

Ucap namja ini mulai heran menatap rumput di kakinya

"ini temp-

"Hahaha ya kau mungkin anak yang sangat kaya tapi buktinya tidak ada yang peduli dengan kau hahahahaha"

"ne benar hahaha"

Yonggi pun mempercepat langkah kakinya mendekati pohon di depannya

Dia mempercepat langkahnya karena dia mengira anak anak itu akan berkelahi

Saat dia melihat di balik pohon yang dia dekati

Tapi yang dia lihat adalah

Diri nya waktu kecil

Yonggi pun mendekati anak anak itu mencoba melerainya tapi usahanya gagal dia tidak bisa menyentuh atau menggenggam baju anak anak itu

Saat tangan nya mencoba menggenggam kerah baju anak itu jari jari itu hanya bisa melewatinya dia seperti transparan

Dia tidak bisa melakukan apa apa untuk menolong dirinya sendiri

"Hiks jangan ganggu aku hiks"

Yonggi hanya bisa diam saat melihat diri nya sedang di ganggu anak anak lebih tua darinya

"jadi ini tentang masa kecil ku.."

Ucap yonggi menyadari apa yang dia lihat sekarang

"hey kaliann!"

Yonggi pun menolehkan kepalanya menatap anak kecil yang sedang berlari mendekatinya

Ya seorang anak kecil yang tingginya sama dengan diri nya waktu kecil dengan wajahnya yang seperti babi tidak bukan wajahnya melainkan pipinya

"jangan ganggu dia.. Dia teman ku"

Ucap anak Itu dengan nada tinggi

'Entahlah kenapa anak ini sepertinya aku kenal..' batin yonggi

Dia seperti mengenal anak kecil yang mencoba menolongnya ini ya wajahnya saja bahkan familiar sekali

"kau pikir siapa? Bahkan Kau saja kecil dan mencoba menolongnya? Dasar bodoh!? " ucap anak yang lebih besar

Anak kecil itu pun langsung melayangkan pukulan nya meskipun dengan tangan gengaman kecil nya tapi usahanya gagal karena tangan nya di tahan anak besar itu

"Lepaskan tangan ku?! "

Anak kecil itu terus menarik tangan nya dan terus membrontak

"kau bahkan kesulitan untuk melarikan diri dasar bodoh"

Cuhhhh

Anak besar itu meludahi wajah anak kecil yang dia tangkap

"hahaha rasakan itu"

"hahaha benar bos dia harus merasakan akibatnya mengganggu kegiatan orang"

Bughh

Yonggi terkejut apa yang dia lihat

Dirinya memukul anak besar itu dengan ranting pohon yang cukup besar

"apa aku dulu waktu kecil sekuat itu?" ucap yonggi heran melihat dirinya waktu kecil

Arghhh

Anak besar itu pun merintih kesakitan di punggung nya sehingga dia melepaskan genggaman tangannya.

"JANGAN GANGGU DIA!"

Anak besar itu pun terkejut melihat perlawanan yang di lakukan anak kecil di belakangnya sehingga dia berusaha melarikan diri bersama anak buahnya

"ayo cepat pergi!? "

"baik bos"

Kedua anak itu pun pergi meninggalkan lapangan itu sehinggia hanya tersisa kedua anak kecil ini

"aku ingat ini.."

Ucap yonggi menatap kedua anak kecil di depan nya

"hiks hikss"

"hey jangan menangis.. Seharusnya aku yang menangis karena di ganggu bukan kau"

"hiks maafkan aku"

"tak apa kau sudah menyelamatkan ku .. Jadi berhentilah menangis"

anak kecil putih pucat itu pun mencoba menghapus air mata dan ludah di wajah anak kecil di depan nya

"hmm hiks"

"aku tidak ingat bagian ini.. " ucap yonggi menatap kedua anak kecil itu lagi

"hiks nama ku hikss jimin"

Yonggi terkejut mendengar perkataan yang di ucapkan anak kecil yang sedang menangis ini

Jadi dia jimin

"sudah ku duga aku mengenal mu.." ucap yonggi pelan dia meridukan jimin nya sekarang

"nama ku min yonggi kita berteman sekarang" ucap anak kecil ini dengan tersenyum

Yonggi hanya bisa menundukkan kepalanya dia mencoba menahan tangisannya menahan bulir bulir air matanya

Yonggi waktu kecil sangat ramah jika bersama jimin tapi jika dengan anak anak yang lain dia akan bersikap dingin dan tidak peduli

"jadi aku sudah mengenal mu waktu kecil.. kenapa aku baru menyadari hal ini"

Tangannya pun menutup matanya dia mencoba menahan dan membendung air matanya yang baru saja keluar

Dia menangis

"Yonggi-ya kau harus tersenyum"

Namja ini pun mendongkakkan kepala nya

"kenapa aku harus tersenyum bukan kah aku sudah tersenyum dengan mu? "

"Kau harus tersenyum dengan semua orang bukan hanya aku.. Dunia harus tau bahwa kau bukan orang yang dingin dan menyebalkan saat bertemu dengan orang lain melainkan pemilik senyuman yang sangat manis saat bertemu dengan orang"

"kau terlalu puitis jimin"

"Ani ini harus kau lakukan dan harus kau ingat"

"ne baiklah tapi kau harus jadi milik ku"

"pffftt hahaha ayolah yonggi-ya kau pasti bercanda bukan? Ffppt lol"

"aku bersungguh sungguh jimin jadi lah milik ku.. aku hanya bisa tersenyum saat bersama mu jadi lah milik ku"

"yonggi.. "

"jadilah milik ku jimin"

"hmm ne baiklah aku milik mu"

Yonggi hanya bisa menangis

Dia hanya bisa menangis saat ini

Melihat di depan nya

Saat moment itu dia mengungkapkan perasaannya ingin memiliki jimin

"Aku mencintaimu jiminn hiks"

"jadilah milik ku lagi kumohon hiks"

"hiks ku mohon jadi lah milik ku lagi"

Namja surai peach red ini pun hanya bisa memeluk lututnya

"hiksss jimin jadilah milik ku lagi"

Yang dia lakukan hanya bisa menangis sejadi jadinya

Membiarkan bulir air mata itu membasahi pipinya membiarkan bulir bulir itu menuruni lekuk wajahnya.

"Hyung"

"Hyung?!"

"Hyung!"

"Hyung bangunnnn!?"

"Yonggi hyung?!"

"Bangunnnnnn!"

Kelopak mata pemilik surai peach red itu pun mengerjap pelan

"Yonggi hyung.."

Yonggi pun membuka matanya perlahan dia merasakan wajah nya basah seperti terkena air hujan

"Jimin?"

"Ne ini aku" sahut jimin dengan senyumannya

"Kenap-

Yonggi terkejut sekarang dia berada di luar apartement nya bukan kah dia di dalam dan membakar dirinya

'tidak mungkin jimin menyelamatkan ku..' batin yonggi menyakinkan diri nya tidak mungkin jimin menyelamatkan nya

"Aku yang menyelamatkan mu" ucap jimin

"Akhh mian aku lancang tapi kau harus tau aku menyelamatkan mu" sambung nya lagi

Mata sipit itu menatap namja di sebelahnya yang sedang terduduk di sampingnya, menatap tidak percaya bahwa jimin menyelamatkan nya dan itu terlihat bahu kemeja putih kerja nya terlihat terbakar sedikit.

Jadi jimin masih peduli dengan nya

Ini seperti dejavu mengingat jimin pernah menolongnya saat mereka berdua kecil tapi saat itu yonggilah menolong jimin

Dan kali ini jimin menolong nya

Bulir air mata itu kembali lolos keluar dari tempatnya

"hiks jimin.."

Jimin terkejut apa yang dia lihat

"hyung kau kenapa? Apa ada yang terbakar?"

"Jimin hiks jadilah milik ku lagi hiks"

Jimin terkejut apa yang dia dengar yongginya ingin memiliki nya lagi

Jari tangan nya pun mengusap pucuk surai peach red yonggi lalu memeluknya

"Hmm tentu hyung aku mau" ucap jimin sambil tersenyum memeluk namja kulit putih pucat itu

'Aku tidak tau apa kau ingat waktu kita masih kecil.. Tapi waktu itu kau bilang jangan menangis tapi sekarang kau juga seharusnya berhenti menangis dan tetap lah tersenyum min yonggi' batin jimin

Memeluk mu erat tapi ini harus terlepas

Ya saat itu jimin tidak menangis

Tapi sekarang dia harus menangis tanpa di hentikan yonggi atau kekasihnya lagi

Aku ingin kau tetap tersenyum bukan menangis atau kesakitan


.

.

.

Srrekk

Srekkkk

Terdengar langkah seseorang ingin datang

Mendengar suara itu hobi pun bangkit dari posisi duduk nya dan bersembunyi di belakang pohon

'Ada orang..' batin hobi

Dia sangat ketakutan dan dia mencoba menormalkan detak jantung nya yang sangat cepat.

"Jimin! "

"Aku tau kau di belakang pohon itu! "

Ucap taehyung dengan nada keras

'ck ternyata dia tapi kenapa dia ke sini malam hari.. ' batin hobi

Hobi pun keluar dari tempat persembunyiannya

"Kau kenapa kesini? Ini sudah gelap tae"

"maksud ku taehyung"

Taehyung pun hanya memiringkan kepalanya menatap namja di samping pohon itu ya hobi

"kau sendiri kenapa ada di sini?"

Dia tidak menjawab pertanyaan hobi,dia melemparkan pertanyaan yang sama

"aku tidur disini.." ucap hobi pelan

"kau tidur di bawah pohon itu? Kau di usir? Apa kau sedang frustasi? Apa kau sedang berkelahi dengan manusia es itu? "

Taehyung melemparkan banyak sekali pertanyaan dengan hobi

'Ne benar aku di usir' batin hobi

Hobi hanya diam tidak menjawab pertanyaan taehyung satu pun dia lebih memilih diam dan menatap kunang kunang di sampingnya

"jadi benar kau di usir?"

Hobi tetap diam

'kenapa dia bisa membaca pikiran ku' batin Hobi

"Baiklah jika kau tidak memberitahu ku" ucap taehyung

Dia pun mendekati hobi

Dan menggenggam tangan namja di depan nya

"Menginaplah di rumah ku jimin"

Hobi terkejut taehyung tiba tiba menarik tangan nya

"kau tau ide mu sangat buruk jika tiduran di pohon itu jadi menginap saja di rumah ku"

'ya aku tau itu ide yang sangat tidak recommended' batin hobi mengkritik idenya sendiri

TBC..


Hai aku kembali '-'/

ada yang kangen Ff ini ? nggak ada :')

maaf baru up 6 bulan lamanya :'v

pasti kesel nunggunya

tabok aja hobihope ini :") *menyerah

jangan lupa fav,follow adn review kalian '-'/

*tebar hug

see u next chapter guys *-*/