Chapter 2
Pagi harinya,Wonwoo sudah siap dengan celana jeansnya yang dipadukan dengan sweater berwarna dusty abu yang menyembunyikan setengah telapak tangannya,dan membuat namja manis itu semakin manis.
Saat ia menutup pintu apartementnya,ia sudah melihat namja tampan yang sudah menunggunya dengan senyuman diwajahnya membuatnya semakin tampan.
"Kajja"Mingyu segera menggandeng tangan Wonwoo. Hari ini Mingyu terlihat sangat bersemangat dan ceria.
"Kau kenapa?"Tanya Wonwoo yang heran melihat pacarnya begitu ceria. Mingyu menatapnya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya genit. Wonwoo mengernyitkan dahinya.
"Eiii… Kau melupakannya? Hari ini 2 tahun kita"Mingyu mempoutkan bibirnya yang membuat Wonwoo takut melihatnya.
"Aku kira,kau yang lupa" Mingyu menggelengkan kepalanya.
"Tidak mungkin aku melupakannya"Wonwoo hanya tersenyum mendengarnya.
"Berarti hari ini kita berkencan lagi?" Mingyu menaik turunkan alisnya. Kemudian Wonwoo mengangguk sebagai jawaban.
"Tapi,kita harus bekerja hari ini"Wonwoo mengingatkan,dan membuat Mingyu yang tadinya tersenyum lebar menjadi masam,Mingyu lupa jika mereka berdua harus bekerja untuk membayar kuliah. Mingyu membuang nafasnya dari mulut.
"Lagipula,kita harus fokus,sebentar lagi kita akan lulus,tinggal 2 bulan lagi" nyatanya Wonwoo lebih bahagia mengingat bahwa waktu kelulusannya sebentar lagi.
"Ya,kemudian aku akan melamarmu" Blushing. Pipi Wonwoo menjadi merah ketika Mingyu menggodanya tadi. Mingyu segera mencium pipi Wonwoo yang semakin merah.
"Bahkan kau belum mempunyai rumah" canda Wonwoo
"Jika aku sudah mempunyainya,kau mau?"Tanya Mingyu sambil merangkul Wonwoo. Wonwoo tampak berfikir dengan manisnya.
"Mungkin" Mingyu benar-benar bahagia,walaupun memang jawaban itu belum tentu pasti,tapi itu sudah cukup membuat Mingyu sangat senang.
"Aku akan berusaha demi calon istriku" Wonwoo tertawa mendengar Mingyu yang sangat senang itu dengan jawabannya.
.
.
.
Saat matahari mulai tenggelam,Wonwoo dan Mingyu harus kembali ke tempat kerjanya.
"Mengapa kau tidak mendaftar menjadi karyawan disini saja? Dengan begitu,kau bisa terus bersama Jeonghan hyung sambil membantu usahanya"ejek Mingyu ketika melihat Seungcheol yang sedang bersama Jeonghan.
"Sepertinya itu ide yang bagus"Jeonghan menambahkan dan membuat Seungcheol menatap Mingyu tajam.
"Sepertinya,kita tidak akan terlalu lelah untuk hari ini"Wonwoo melihat kesekitar cafe,memang malam itu tidak terlalu banyak pengunjung yang datang. Mingyu ikut mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut cafe,kemudian mengangguk.
"Yeahh… Kita bisa pulang lebih awal Wonie"ucap Mingyu sambil memeluk pinggang Wonwoo dan dibalas dengan sentilan di dahi indah Mingyu. Jeonghan dan Seungcheol tertawa melihat pasangan yang lebih muda dari mereka itu.
"Ya kalian bisa pulang lebih awal"Jeonghan tersenyum kepada Wonwoo dan Mingyu.
.
.
.
Tidak terasa 2 bulan sudah berlalu,Wonwoo dan Mingyu akan di wisuda hari ini.
"Aku sangat senang dan gugup sekaligus"Wonwoo menepuk nepuk pipinya. Mingyu menggenggam tangan Wonwoo sambil tersenyum menenangkan Wonwoo. Wonwoo ikut tersenyum melihat senyuman teduh untuknya itu.
Sesampainya di kampus,mereka berdua langsung memasuki aula,dan melihat banyak orang yang memakai toga.
"Aku tidak menyangka bahwa aku bisa kuliah sampai tamat dengan keringatku sendiri"Wonwoo tersenyum senang setelah semua kerja kerasnya membuahkan hasil.
"Aku juga. Seandainya eomma dan appa ku ada disini,mereka sangat senang melihat anak tampannya ini lulus"Mingyu dengan percaya diri membanggakan dirinya. Wonwoo memang belum pernah bertemu orang tua Mingyu begitu pula dengan Mingyu yang belum pernah bertemu orang tua Wonwoo.
Karena Wonwoo bilang bahwa orang tuanya ada di desa,sedangkan Mingyu berbicara bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal.
"Tapi,itu berarti sebentar lagi kita akan segera berpisah"Wonwoo mempoutkan bibirnya sedih menyadari bahwa sebentar lagi mereka akan berpisah karena faktor pekerjaan. Mingyu memegang kedua pipi Wonwoo yang menatapnya dengan polos. Mingyu tersenyum melihat kekasihnya itu.
"Yang penting kita masih bertemu hyung. Tenang saja walaupun banyak yang melirikku,hatiku ini tetap untukmu" Mingyu menggoda Wonwoo sambil menepuk-nepuk dadanya bangga membuat kekasihnya itu tersenyum geli.
"Kajja"Mingyu menarik Wonwoo untuk segera duduk dikursi yang sudah disediakan.
.
.
.
"Akhirnya acara ini selesai juga" Mingyu meregangkan badannya setelah duduk selama beberapa jam.
"Besok kita harus berbicara pada Jeonghan hyung bahwa kita tidak akan lagi bekerja untuknya" Wonwoo memikirkan Jeonghan yang mungkin akan sedih ketika dirinya dan Mingyu tidak akan bekerja lagi di cafe milik Jeonghan.
Esoknya,Wonwoo dan Mingyu segera mencari hyung cantiknya itu yang (lagi-lagi) sedang berkencan dengan Seungcheol.
"Bagaimana kemarin? Apakah acaranya lancer?"Tanya Jeonghan begitu melihat Mingyu dan Wonwoo. Mingyu dan Wonwoo mengangguk sambil mendudukkan dirinya dihadapan Jeonghan dan Seungcheol.
"Hyung,mungkin kita tidak bisa bekerja disini lagi" Wonwoo berbicara dengan sedikit ragu,ia menggigit bibir bawahnya. Jeonghan hanya tersenyum.
"Aku tau itu. Lagipula kalian juga pasti menginginkan pekerjaan yang lebih baik" Wonwoo dan Mingyu tersenyum mendengar hyungnya itu tidak sedih karena mereka berdua memutuskan untuk berhenti bekerja.
"Kalian akan bekerja dimana? Apakah di perusahaan ynag sama?"Tanya Seungcheol sambil meminum latte miliknya. Wonwoo menggeleng.
"Aku di perusahaan Yoomin Corp,sedangkan Mingyu di Wongyu Corp" jawab Wonwoo sambil tersenyum senang. Seungcheol membulatkan bibirnya membentuk huruf 'o' .
"Oohh… Ternyata kalian sekarang menjadi rival" Seungcheol berucap untuk menggoda pasangan muda itu.
"Sepertinya begitu" Wonwoo membalas ucapan Seungcheol sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
"Rival yang saling mencintai" Mingyu merangkul Wonwoo sambil tersenyum genit dan dibalas dengan sebuah cibiran. Jeonghan tertawa kecil melihat pasangan yang lebih muda dari dia itu.
"Kapan kalian mulai bekerja?"Tanya Jeonghan penasaran.
"Sepertinya aku akan mulai bekerja lusa" membuat Mingyu,Jeonghan dan Seungcheol kaget.
"Lusa? Cepat sekali" Mingyu masih dalam mode shocknya. Wonwoo mengedikkan bahunya.
"Bukankah lebih cepat lebih baik? Lagipula,aku malas untuk berdiam diri dirumah"jawab Wonwoo.
"Kau sendiri kapan mulai bekerja?"Tanya Seungcheol kepada Mingyu.
"Minggu depan"jawabnya singkat. Seungcheol hanya menganggukkan kepalanya.
"Semoga pekerjaan kalian menyenangkan" ujar Seunghceol lagi.
Kemudian Wonwoo dan Mingyu segera pergi dari cafe Jeonghan karena mereka ingin berjalan-jalan sekaligus untuk merayakan anniversary mereka yang sudah terlewat 2 bulan yang lalu.
Wonwoo dan Mingyu memilih untuk mengunjungi beberap tempat untuk memuaskan hasrat(?) untuk berduaan dengan kekasih manisnya itu,karena jika besok Mingyu khawatir jika Wonwoo akan lelah karena lusanya Wonwoo harus bekerja di tempat pekerjaan barunya.
"Kita akan kemana dulu?"Tanya Wonwoo kepada Mingyu yang terlihat sangat bahagia.
"Kebun Binatang?" dan mendapat anggukan dari Wonwoo.
Ketika mereka sampai disana,Wonwoo langsung menarik Mingyu.
Awalnya Mingyu tidak berfikir bahwa Wonwoo akan suka jika ia mengajaknya ke kebun binatang,tetapi justru Wonwoo yang lebih excited daripadanya,tetapi itu sudah membuat Mingyu juga senang melihat wajah ceria kekasihnya.
Mereka berdua banyak mengambil selca dengan binatang yang mereka jumpai.
"Aku ingin duduk dulu,ini sangat melelahkan juga menyenangkan" Wonwoo segera duduk di kursi panjang yang ada di dekatnya,sambil meminum bubble tea miliknya.
Setelah menghabiskan 2 jam di kebun binatang,Mingyu mengajak Wonwoo ke Namsan Tower.
Saat di Namsan Tower,Mingyu dan Wonwoo menuliskan nama mereka di gembok cinta yang terkenal itu. Kemudian mereka berdua pergi ke Lotte World,karena Wonwoo merengek ingin pergi ke area ice skatting disana, sampai 'Rose Garden' tempat yang sangat romantis di rooftop lantai 8 itu yang menyuguhkan berbagai macam bunga mawar itu juga mereka kunjungi.
Dan terakhir,mereka pergi ke 'Café to Café' . Karena hari sudah malam mereka merasa lapar,karena mereka sudah mengunjungi banyak tempat untuk hari ini.
"Gomawo untuk hari ini" Wonwoo tersenyum manis kepada Mingyu saat ia sudah sampai didepan apartement miliknya. Mingyu membalas senyuman manis Wonwoo dan mencium bibir Wonwoo dengan lembut. Wonwoo membalas ciuman lembut Mingyu dan mulai memejamkan matanya.
Mereka masih hanyut dalam sentuhan lembut dari bibir yang saling bertautan itu. Mingyu mulai mencoba untuk memasukkan lidahnya kedalam mulut Wonwoo,dan Wonwoo segera membukanya. Kecupan itu tetap terasa lembut dan hangat,sampai Wonwoo melepaskan tautan bibir mereka. Kemudian keduanya saling tersenyum satu sama lain.
"Masuklah,kau akan sakit jika kau berlama-lama disini"ucap Mingyu sambil memegang kedua pipi mulus Wonwoo. Wonwoo mengangguk kemudian Mingyu melepaskan tangannya dari pipi Wonwoo kemudian memegang sisi kepala Wonwoo dan mencium kening kekasihnya itu.
"Jalja hyung" ucap Mingyu sambil tersenyum dan melambaikan tangannya. Wonwoo segera pergi,tetapi kemudian ia memutar balik badannya lagi dan membuat Mingyu bingung.
"Ada ap-" Wonwoo mencium bibir Mingyu sekilas kemudian ia tersenyum dan masuk kedalam apartementnya. Mingyu terlihat shock kemudian ia tersenyum dan pergi dari tempat itu.
Selesai mandi,Wonwoo segera mengeringkan rambutnya dengan handuknya,kemudian ia pergi ke balkon apartementnya. Ia merentangkan tangannya di atas sana sambil memejamkan matanya. Wonwoo tersenyum saat ingatannya itu memutar kembali semua kejadian hari ini bersama Mingyu.
"Kau sedang apa?" Wonwoo sangat mengenali suara itu,dan saat ia membuka matanya,seorang namja dengan senyuman manis di wajahnya.
"Annyeong Jeon Wonwoo" ucap namja itu tidak melepas senyumnya,dan membuat Wonwoo kaget kemudian berteriak senang.
"Yak! Hong Jisoo! Kapan kau kembali?"Tanya Wonwoo senang melihat sahabat yang sudah lama berkuliah di luar negeri itu kini berada dihadapannya,lebih tepatnya di seberang balkonnya. Namja bernama Jisoo itu tersenyum melihat sahabatnya yang begitu senang melihatnya kembali.
"Baru tadi siang aku sampai disini"jawab Jisoo tetap dengan senyumnya.
"Mengapa kau tidak menghubungiku?"Wonwoo berpura-pura marah tetapi justru membuat Jisoo terkekeh melihat sahabat manisnya itu.
"Surprise"jawabnya dengan logat inggrisnya.
"Bahkan bahasa inggrismu semakin bagus"puji Wonwoo.
"Aku rasa dari dulu bahasa inggrisku memang bagus" Jisoo membanggakan dirinya sementara Wonwoo memutarkan kedua bola matanya,meskipun itu benar.
"Bagaimana kau dengan Mingyu?"Wonwoo tersenyum kembali.
"Aku dan Mingyu baru saja merayakan 2 tahun kita"jawab Wonwoo senang kembali mengingat kejadian yang tidak mungkin dilupakannya.
"Itu bagus. Kalian berdua harus mentraktirku" Jisoo melipatkan tangannya di depan dada.
"Arraseo. Kau sendiri bagaimana? Apakah kau mendapatkannya di LA?"Tanya Wonwoo penasaran. Jisoo menggeleng sebagai jawaban.
"Eiiii… Tidak mungkin,kau mencoba menyembunyikannya?"Wonwoo memicingkan matanya.
"Untuk apa aku menyembunyikannya darimu? Aku juga pasti akan menceritakan padamu jika aku sudah punya satu"ujar Jisoo. Wonwoo menganggukkan kepalanya.
"Kau akan bekerja disini?"Tanya Wonwoo lagi. Jisoo mengangguk.
"Kau akan bekerja-"
"Di Yoomin Corp" potong Wonwoo dan membuat Jisoo mengerutkan dahinya.
"Kau tau itu Jisoo-ya"ujar Wonwoo sambil menatap indahnya jalanan Seoul. Jisoo seperti mengingat sesuatu,kemudian segera mengangguk-anggukan kepalanya.
"Bagaimana dengan Mingyu?"Tanya Jisoo lagi.
"Dia akan bekerja di Wongyu Corp" Jisoo membelalakkan matanya kemudian tertawa dan mendapatkan death glare dari Wonwoo.
"Apa yang lucu?"Tanya Wonwoo masih dengan tatapan tajamnya. Jisoo segera menghentikan tawanya karena tidak mau membuat sahabatnya itu marah.
"Entahlah,aku merasa itu lucu" jawab Jisoo dan membuat Wonwoo mempoutkan bibirnya.
Ini ff macama apaa?
Author juga bingung jadinya gaje ini ff.
RnR yaa jangan lupa J
Buat yang udah review dan udah baca ff ini makasih banget.
Kalo ada kritikan,bisa langsung di review atau mau di pm juga gapapa,author terima itu semua (?)
RnR juseyoooo^^
