Chap 7
Maafkan kemarin lebih banyak Jihan atau Seunghan moment…
Sekarang Meanie nya dibanyakin kok …
Oiyaa,makasih buat yangudah review dan baca ini ff,makasih juga buat yang udah follow+fav ini epep
Luv ya gaissssss muahh
Tepat pukul 5 pagi,Wonwoo sudah selesai mandi. Ia segera mengecek ponselnya,dan ada satu pesan masuk. Wonwoo tersenyum lega ketika melihat nama Mingyu yang tertera dilayar ponselnya. Setelah ia membalas pesan Mingyu,Wonwoo segera pergi ke ruang makannya.
Wonwoo mendengus ketika melihat tidak ada apapun untuk sarapannya. Wonwoo melihat ada ramen yang tergeletak didekat rak piringnya. Wonwoo menarik nafasnya dan membuangnya melalui mulut. Ketika Wonwoo dalam mode bingungnya,ia mendengar suara bel apartement-nya berbunyi.
"Siapa orang gila yang bertamu sepagi ini? Ishh.."setelah merutuki orang yang memencet belnya,Wonwoo langsung membuka pintu apartementnya. Wonwoo terkejut ketika melihat kekasih tampannya sudah berada didepan pintu apartementnya.
"Annyeong hyung" sapa Mingyu sambil mengerlingkan sebelah matanya. Wonwoo tersenyum geli melihat kelakuan Mingyu,kemudian mereka berdua segera memasuki apartement Wonwoo yang sangat rapi itu.
"Kau memang kekasih yang pengertian,kau tau saja jika dirumahku tidak ada makanan."ucap Wonwoo sambil tersenyum senang,tetapi Mingyu mengerutkan keningnya.
"Tapi,aku tidak membawa makanan hyung"senyuman Wonwoo langsung luntur ketika mendengar ucapan Mingyu.
"Aishh… Kau ini,aku sedang tersiksa,aku sangat lapar,dan tidak ada satupun makanan untuk sarapanku. Ishh.." Wonwoo memegang perutnya yang rata itu,Mingyu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baiklah,aku akan keluar sebentar untuk membeli makan."ucap Mingyu. Wonwoo yang sudah kelaparan hanya memberi isyarat agar Mingyu cepat pergi.
Baru saja beberap detik pergi,Mingyu sudah kembali lagi sambil tersenyum,Wonwoo yang melihatnya langsung menatapnya bingung,ia menautkan kedua alisnya.
"Yak! Mengapa kau balik lagi? Kau tidak lihat aku sangat kelaparan?"ucap Wonwoo.
"Aku membawa keberuntungan untukmu hyung,berterimakasihlah"ucap Mingyu,tetapi Wonwoo masih menatapnya bingung. Saat Wonwoo akan memaki Mingyu lagi,Wonwoo segera membulatkan matanya ketika melihat namja tampan yang berada dibelakang Mingyu membawa banyak makanan untuknya.
"Hong Jisoo… Kau yang terbaik"ucap Wonwoo sambil mengangkat kedua jempolnya,lalu segera membantu Jisoo membawa makanannya. Jisoo hanya tersenyum ketika Wonwoo terlihat sangat senang saat ia membawa makanan untuknya.
Wonwoo segera menyiapkan alat-alat untuk mereka makan. Mingyu ikut membantu Wonwoo untuk mengambilkan piring,sedangkan Jisoo hanya duduk sambil memainkan ponselnya. Saat semuanya sudah siap,mereka bertiga segera melahap makanannya.
"Jisoo-ah,kau darimana? Mengapa kau membeli makanan sebanyak ini? Mungkin ini yang disebut sebagai ikatan batin antar sahabat."ujar Wonwoo sambil melahap makanannya,Jisoo terkekeh ketika mendengar ucapan Wonwoo.
"Saat aku pulang tadi,aku ingat bahwa kau tidak bisa memasak,lalu aku memutuskan untuk membeli makanan,karena di apartementku juga tidak ada makanan"jelas Jisoo sambil menyuapkan kimbab kemulutnya.
"Ini sangat enak hyung"ucap Mingyu yang sedari tadi makan dengan sangat lahap. Wonwoo menyetujuinya sambil menganggukkan kepalanya.
"Ohya,Mingyu-ya,bagaimana hari pertamamu bekerja?"Tanya Jisoo.
"Pekerjaan pertamaku tidak terlalu berat,dan aku juga tidak terlalu sibuk untuk hari pertama,mungkin minggu ini aku tidak akan terlalu sibuk,karena Yoomin kan sedang berada diatas."ucap Mingyu sekaligus mengejek kekasih manisnya yang tersedak ketika ia mendengar bahwa perusahaan tempatnya bekerja yaitu Gyuwon diejek oleh kekasih tampannya yang memang tempat perusahaan Mingyu bekerja sedang diatas karena saham Gyuwon yang turun. Mingyu mendapatkan death glare dari Wonwoo,tetapi dia tidak takut sama sekali,justru menurutnya Wonwoo terlihat sangat imut ketika ia melakukan death glare.
"Mengapa kau seperti itu hyung? Kau terlihat lebih imut ketika kau seperti itu."ejek Mingyu dan sukses membuat keningnya dikecup oleh sendok yang dilempar Wonwoo. Namja tampan yang sedang menonton adegan pertengkaran kecil itu hanya terkekeh.
"Mengapa kalian selalu bertengkar? Bahkan saat kalian sedang makan"ucap Jisoo masih dengan tawanya.
"Dia selalu mengejekku bahwa aku imut,dan aku tidak menyukainya"ujar Wonwoo sambil menatap Mingyu tajam.
"Tapi aku berbicara fakta,aku tidak boleh berbohong hyung sayang"ucap Mingyu gemas melihat kekasihnya itu mengerucutkan bibirnya.
"Tapi aku ini namja,aku ini tampan,iyakan Jisoo?"Wonwoo mencoba mendapatkan pembelaan kepada sahabat tampannya itu. Jisoo tampak berfikir sejenak. Belum sempat ia menjawab,Mingyu sudah meminta pembelaan juga kepadanya.
"Wonwoo hyung itu maniskan hyung? Dia itu imutkan hyung? Kau tidak boleh berbohong hyung"Mingyu menuntut Jisoo.
"Aku tidak boleh berbohong?"Tanya Jisoo dan dua orang yang sedang menunggu jawabannya langsung mengangguk.
"Menurutku… Wonwoo itu tampan"ucap Jisoo dan membuat Wonwoo berdiri sambil mengepalkan tangannya keatas,tetapi Mingyu menatap Jisoo dengan tidak percaya.
"Tapi Wonwoo juga sangat manis,bahkan terlalu manis untuk namja"ucap Jisoo dan membuat Wonwoo melunturkan senyumnya,sebaliknya Mingyu segera menghampiri Jisoo dan memeluknya.
"Kau yang terbaik hyung"Mingyu mengacungkan kedua jempolnya dan membuat Jisoo terkekeh kembali.
"Kalian berdua yang terburuk."ucap Wonwoo kembali melahap kimbab nya dengan kesal.
Setelah asik sarapan bersama,Jisoo segera pamit untuk pulang,karena waktu sudah menunjukkan pukul 6,dan ia tau bahwa Wonwoo dan Mingyu harus segera pergi bekerja.
"Gomawo makanannya Jisoo-ah"ucap Wonwoo saat Jisoo akan pergi,dan Jisoo hanya membalasnya dengan senyuman.
"Kajja hyung,kita bisa terlambat"ucap Mingyu sambil melihat jam dinding.
"Aku akan mengambil tasku dulu" saat Wonwoo sudah kembali dari kamarnya,Mingyu segera merangkul Wonwoo dan pergi dari apartementnya.
"Bukankah cuaca hari ini sangat dingin hyung?"Tanya Mingyu sambil mengeratkan rangkulannya dibahu Wonwoo. Pria manis itu hanya mengangguk sambil menggosok-gosokan tangannya. Mingyu tersenyum,lalu ia membalikkan badan Wonwoo sehingga mereka berdua sekarang saling berhadapan. Mingyu memegang tangan Wonwoo,meremasnya dengan lembut,Wonwoo tersenyum hangat ketika Mingyu melakukan itu padanya.
"Kau tau hyung? Senyuman hangatmu itu bahkan membuat dinginnya cuaca hari ini terasa lebih hangat"goda Mingyu membuat tersipu.
"Kau sangat manis,aku mencintaimu hyung"ucap Mingyu
"Aku tidak manis"ucap Wonwoo datar,membuat Mingyu tertawa kecil
"Baiklah,mau kau imut ataupun manis atau tampan,aku mencintaimu hyung,aku akan tetap mencintai,selama orang itu adalah kau"Wonwoo kembali tersipu ketika mendengar Mingyu mengucapkan kata-kata romantis itu,Mingyu yang gemas,segera menangkup pipi Wonwoo yang semakin memerah itu,menatap mata hitam Wonwoo dengan lembut,kemudian mencium kening Wonwoo,dan segera turun ke bibir pink alami milik Wonwoo.
"Hyung,kau tidak boleh terlambat,bekerjalah yang giat,jangan terlalu lelah"ucap Mingyu sambil mengacak surai hitam milik Wonwoo.
"Kau juga,bekerjalah yang giat"ucap Wonwoo sambil tersenyum manis.
"Tentu saja aku akan bekerja dengan giat,agar aku bisa segera membeli rumah untuk kita hyung"goda Mingyu dan…. Blush… Wonwoo kembali tersipu mendengar ungkapan Mingyu yang selalu sukses membuatnya terlhat seperti kepiting rebus.
"Ya sudah,annyeong" Wonwoo melambaikan tangannya kepada kekasih tampannya itu.
.
.
.
.
.
Mingyu segera meregangkan badannya yang terasa pegal,ia segera mengajak namja keturunan China disebelahnya untuk pergi ke kantin.
"Hyung,aku sangat lapar"ucap Mingyu sambil memegang perutnya. Namja bermarga Wen itu segera melihat jam dinding,kemudian segera berdiri.
"Kajja,aku juga lapar"ucap Jun dan membuat Mingyu tersenyum cerah.
.
.
"Hyung ini espresso-mu"ujar Mingyu sambil membawa 2 cup espresso ditangannya.
"Kau hoobae yang baik"ucap Jun sambil terkekeh.
"Ohiya hyung,kau daritadi pagi terlihat sangat senang,ada apa?"Tanya Mingyu sambil menyesap espresso miliknya.
"Apakah aku sangat terlihat bahagia?"Tanya Jun dengan senyuman yang tidak bisa ia sembunyikan.
"Bahkan kau tidak berhenti tersenyum"ucap Mingyu.
"Kekasihku sudah berada di Korea"Jun terlihat sangat bahagia ketika ia membicarakan kekasihnya.
"Woahh… Cukkae hyung,aku ingin sekali bertemu dengannya"ucap Mingyu
"Bagaimana jika kita double date?"Tanya Jun masih dengan senyum sumringahnya
"Tapi kekasihku sedang sangat sibuk"ucap Mingyu sambil berdengus sebal
"Maksudku saat nanti kita weekend bodoh"ucap Jun,Mingyu terlihat berfikir sejenak
"Aku akan bertanya dulu"ucap Mingyu lalu menelpon kekasih manisnya. Ia kembali mendengus sebal ketika Wonwoo tidak menjawab teleponnya.
.
.
Wonwoo membulatkan matanya ketika setumpuk file diletakkan diatas meja kerjanya. Ia mendengus ketika ia tau bahwa setumpuk file itu harus ia kerjakan dalam waktu sehari. Ia berfikir bahwa dia tidak akan bisa mengerjakannya dalam waktu sehari saja,tetapi saat melihat Jihoon,ia membulatkan matanya kembali,bahkan lebih lebar,karena file yang Jihoon terima lebih banyak dibanding miliknya.
"Sepertinya aku tidak akan pulang kerumah"ujar Jihoon sambil meratapi setumpuk file diatas mejanya.
"Ini benar-benar menyiksa"Wonwoo mendengus sebal
"Kau lebih baik dibanding milikku Wonwoo-ah"ucap Jihoon
"Tapi deadline kau kan besok,sedangkan aku hari ini"ujar Wonwoo sambil menempatkan kepalanya diatas tumpukan file itu.
"Kau bisa Wonwoo-ya,asalkan kau fokus dengan pekerjaanmu."Jihoon segera membuka file-nya dan segera mengerjakannya untuk mengejar deadline,Wonwoo yang melihatnya,segera mengerjakan tugasnya juga.
Wonwoo melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 3 dini hari. Wonwoo melihat Jihoon disebelahnya yang masih terfokus terhadap layarnya. Ia mendengus sebal karena ia benar-benar merasa lelah. Wonwoo meregangkan badannya,kemudian menguap untuk kesekian kalinya. Ia menatap 3 file lagi yang belum ia selesaikan.
"Kau mau membeli kopi?"Tanya Jihoon pada Wonwoo yang terlihat mengantuk.
"Bolehkah?"Tanya Wonwoo,Jihoon hanya mengangguk.
"Kajja,aku sangat lelah,mataku terasa sangat berat"ujar Wonwoo langsung menarik Jihoon.
Jihoon membawa 2 cup Americano di tangannya. Ia menempelkan cup itu diatas pipi Wonwoo yang sedang menidurkan kepalanya diatas meja. Mata Wonwoo langsung terbuka ketika ia menyesap kopinya.
"Kau biasa seperti ini?"Tanya Wonwoo
"Hanya saat saham turun saja"jawab Jihoon. Wonwoo hanya menganggukkan kepalanya.
"Bahkan aku pernah tidak pulang selama 2 hari karena saham yang anjlok"tambah Jihoon membuat Wonwoo membulatkan mata sipitnya.
"Problem perusahaan besar apakah seperti ini?"Tanya Wonwoo kembali menyesap kopinya.
"Ya seperti itulah. Yoomin Corp juga sama seperti kita,jika saham turun,para pegawainya diwajibkan untuk lembur"jelas Jihoon
"Bagaimana jika Mingyu sibuk?"seketika Wonwoo teringat pada ponselnya,dan benar saja ada sebuah pesan dari Mingyu.
"Oh ya,saat kau tidak pulang 2 hari itu,apakah kau tidur? Dan berapa saham yang turun sehingga kau tidak pulang selama 2 hari?"Wonwoo tidak jadi membalas pesan dari Mingyu karena ia penasaran terhadap tempat kerjanya itu.
"Selama 2 hari itu,aku hanya tidur selama 3 jam,kau tau itu membuat kantung mataku menjadi sangat mengerikan,dan saat itu saham yang turun sebesar 7%"jawab Jihoon,Wonwoo mengernyitkan jidatnya.
"Selama 48 jam,kau hanya tidur selama 3 jam,berarrti kau bekerja selama 45 jam? Tanpa istirahat? Woahh.. Jinjja,itu benar-benar menyiksa. Lagipula bukankah hanya 7%?" dan pertanyaan Wonwoo membuat Jihoon hampir menyemburkan kopinya.
"Kau bilang hanya? 7% itu hanya? Bahkan uang gaji kita selama 2 tahun saja tidak akan mencapai kerugian itu"ucap Jihoon
"Memangnya 7% itu berapa?"Tanya Wonwoo dengan polosnya
"Aku tidak tau pasti,tapi yang aku dengar 7% itu,lebih dari 8 milyar"jawaban Jihoon sukses membuat Wonwoo tersedak ludahnya sendiri.
"8 milyar? Banyak sekali"Wonwoo masih tidak mempercayainya.
"Ya begitulah,makanya CEO perusahaan ini mati-matian untuk menaikkan kembali saham perusahaan ini,dan sehingga menyuruh pegawainya untuk lembur" Wonwoo yang mendengarnya hanya bergidik ngeri.
"Semoga aku tidak akan merasakan bagaimana saham yang anjlok"ucap Wonwoo dan diamini oleh Jihoon.
Wonwoo dan Jihoon kembali ke ruangan mereka ketika jam menunjukkan pukul 3 lewat 20 menit dini hari. Sebelum itu,Wonwoo melihat kembali ponselnya,dan berniat untuk membalas pesan Mingyu yang sempat ia lupakan tadi,saat ia akan membalas,Sekertaris Yoon memasuki ruangan itu,lantas Wonwoo segera menyembunyikan ponselnya dan memasukannya kedalam laci. Ternyata Sekertaris Yoon hanya mengecek saja,kemudian keluar lagi.
"Huh.. hampir saja"Wonwoo mengelus dadanya,kemudian kembali berkutat dengan 3 file yang harus ia kerjakan lagi.
"Fighting!" Wonwoo menyemangati dirinya sendiri.
.
.
Pukul 4 kurang 13 menit,Wonwoo telah selesai mengerjakan seluruh tugasnya,ia menatap file yang telah selesai ia kerjakan dalam waktu 22 jam. Ia melirik jam dinding,kemudian melihat Jihoon yang masih berkutat dengan layar datar itu. Wonwoo melihat masih ada kurang lebih 13 tumpukan lagi yang harus Jihoon selesaikan. Wonwoo menatap Jihoon prihatin.
"Kau akan kemana?"Tanya Jihoon ketika melihat Wonwoo bangkit dari duduknya.
"Aku akan mengembalikan file ini,sekalian untuk memeriksa hasil kerjaku kepada Sekertaris Yoon"jawab Wonwoo sambil membawa tumpukan file ditangannya. Jihoon hanya mengangguk.
"Cukkae karena telah menyelesaikan tugasmu. Huh.. Tugasku masih banya"Jihoon mempoutkan bbibirnya,membuat Wonwoo gemas.
"Selamat lembur Jihoonnie"ejek Wonwoo kemudian berlalu menuju ruangan Sekertaris Yoon.
.
.
Kurang dari 2 jam,alarm Wonwoo sudah berbunyi lagi. Wonwoo membuka matanya yang terasa sangat berat. Wonwoo segera membasuh dirinya. Ia menatap pantulan dirinya di cermin kamar mandinya. Ia mendecak kesal ketika melihat kantung mata yang cukup tebal dibawah matanya.
Saat selesai bersiap-siap,Wonwoo segera pergi ke kantornya tanpa sarapan,karena ia takut terlambat,ia tau bahwa dia diperbolehkan untuk terlambat,tapi hanya setengah jam,yang berarti,paling lambat adalah setengah tujuh pagi. Wonwoo mengeluarkan ponselnya.
"Pesan Mingyu"Wonwoo menepuk jidatnya,ia segera mengetikkan sesuatu di ponselnya,tapi karena Wonwoo lupa mencharger ponselnya,akhirnya ponsel itu mati. Wonwoo mendengus kesal. Ia mengacak rambutnya frustasi.
"Sial,aku merindukan Mingyu"rutuk Wonwoo.
.
.
.
.
.
Mingyu sudah pasrah dengan kelakuan Wonwoo akhir-akhir ini. Mereka sudah jarang berkomunikasi,lebih tepatnya, Wonwoo jarang membalas pesannya ataupun mengangkat telepon darinya.
"Mengapa kau masam sekali?"Tanya Jun sambil memberikan jus jeruk kepada Mingyu.
"Aishh… Kekasihku tidak membalas pesannya lagi. Sebenarnya saham Gyuwon itu turun berapa persen? Hanya 3% saja,mengapa mereka sangat berlebihan?"Mingyu meremas ponselnya. Junhui tertawa melihatnya.
"Kau bilang hanya 3%? Yak! Itu sama saja dengan gaji kita selama 1 tahun. Lagipula,mengapa kalian tidak satu kantor saja jika tidak mau berpisah?"Tanya Junhui.
"Karena ada sesuatu"jawab Mingyu,Junhui mengerutkan keningnya.
"Sesuatu? Maksudmu?"Tanya Junhui penasaran.
"Bukankah gaji disini lebih besar dibanding dengan Gyuwon?"Tanya Mingyu sambil menaikkan alisnya. Junhui menepak kepala Mingyu.
"Hanya berbeda sedikit"
"Tetap saja lebih besar perusahaan ini,lagipula,aku ingin tau CEO perusahaan ini seperti apa,mengapa dia bisa mempunyai perusahaan sebesar ini"ujar Mingyu
"Tanyakan saja"Junhui membalasnya dengan tawa.
.
.
.
Mingyu mengacak rambutnya frustasi,ia memang tidak menghubungi Wonwoo sejak terakhir kali ia mengirimkan pesan pada Wonwoo pada hari Senin,dan sekarang sudah hari Jumat,ia sama sekali tidak mendapatkan pesan apalagi telepon dari Wonwoo.
"Hyung,apakah saat hubunganmu dengan kekasihmu dalam jarak jauh,kau pernah tidak slaing berhubungan selama seminggu?"Tanya Mingyu pada Junhui yang sedang sibuk dengan ponselnya. Junhui melirik Mingyu,kemudian menyimpan ponselnya.
"Tidak,paling lama juga hanya 2 hari,itupun karena sinyal di China saat itu sangat buruk,selebihnya,kita tidak pernah tidak saling berhubungan selama itu. Aku akan mati merindukan Minghao jika seperti itu."jawab Junhui dan membuat Mingyu semakin frustasi.
"Wae? Kekasihmu itu belum member jawaban?"Tanya Junhui lagi,Mingyu mengangguk kesal.
"Jika aku memutuskan hubungan ini,yang benar saja,aku sangat mencintainya"ucapan Mingyu itu membuat Junhui membulatkan matanya.
"Kalau begitu,tidak perlu memutuskannya"ucap Junhui.
"Tapi aku sangat kesal kepadanya"Mingyu menatap ponselnya kesal
"Kalau begitu,putuskan saja" dan ucapan Junhui sukses membuatnya mendapatkan pukulan dari Mingyu.
"Yak! Mengapa kau memukulku"ringis Junhui
"Aku harus menemuinya lagi" Mingyu segera memasukkan ponselnya ke saku.
.
.
.
.
.
Wonwoo terbebas dari segala tugas,karena Wonwoo sudah menyelesaikan seluruh tugasnya. Ia teringat pada Mingyu,lalu segera membuka pesan. Wonwoo terdiam sejenak ketika ia akan membalas pesan dari kekasihnya itu.
"Mengapa dia tidak menghubungiku?"batin Wonwoo. Ia mendengus sebal karena Mingyu tidak menghubunginya sama sekali.
"Dia melupakanku? Padahal dia tidak sibuk sama sekali. Kim Mingyu itu apa maunya?"Wonwoo mengumpat didepan Jihoon yang sedang menatapnya datar.
"Jihoon-ah,apakah Soonyoung selalu mengabarimu atau mengirimkanmu pesan setiap hari?"Tanya Wonwoo dan mendapat anggukkan dari Jihoon. Wonwoo membuang nafasnya kasar.
"Kim Mingyu! Apa maunya dia? Mengapa dia tidak menghubungiku?"Wonwoo sangat kesal sehingga membuat ia membantingkan ponselnya diatas meja.
"Ada apa dengan kalian?"Tanya Jihoon.
"Mingyu tidak menghubungiku selama seminggu,apakah itu yang namanya seorang kekasih? Mengapa dia sangat menyebalkan?"Wonwoo mengusap wajahnya dengan kasar.
"Mungkin karena kau terlalu sibuk"ucap Jihoon.
"Bahkan dia bilang akan tetap menghubungiku walaupun aku sibuk"ujar Wonwoo sarkatis. Jihoon hanya mengedikan bahunya.
Wonwoo segera mengirimkan pesan untuk Mingyu. Wonwoo benar-benar merasa kesal pada Mingyu,dan memutuskan untuk bertemu dengan Mingyu pada hari Minggu.
TBC…
RnR jan lupaaa…
Udah dibanyakin nih Meanie momentnya.
Maafkan kalo ini ff gaje dan tidak sesuai harapan,author mentok ide(?)
JANGAN LUPA RnR yaaaa^^
