Chap 10
Mingyu mengantarkan kekasih manisnya sampai didepan apartementnya. Wonwoo tersenyum tipis ketik Mingyu mencium keningnya,begitupun dengan Mingyu,namja tinggi itu tersenyum ketika melihat kekasihnya itu tersenyum.
"Hyung…"ucap Mingyu sambil memegang bahu kekasihnya,Wonwoo hanya menatapnya dengan senyuman yang terpatri diwajahnya.
"Ada apa denganmu?"Tanya Mingyu lembut,Wonwoo menautkan kedua alisnya.
"Memangnya aku kenapa?"Wonwoo malah bertanya balik,Mingyu hanya tersenyum.
"Kau tidak perlu berbohong padaku hyung"ucap Mingyu dengan senyuman mengapa Wonwoo malah menarik nafasnya dalam,dan segera tersenyum.
"Aku tidak berbohong padamu Mingyu"jawab Wonwoo sambil tersenyum manis. Mingyu hanya membalas senyuman Wonwoo,lalu mencium bibir pink itu sekilas.
"Baguslah jika kau tidak berbohong padaku,berarti kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku"ucap Mingyu sambil memegang tangan kekasihnya lembut.
'Maafkan aku' batin Wonwoo,ia hanya tersenyum tipis ketika Mingyu meremas tangannya lembut.
"Baiklah,aku akan pulang dulu hyung,kau jangan sampai terlambat bekerja hyung. Sampai jumpa"Mingyu berjalan mundur sambil melambaikan tangannya kepada kekasihnya yang juga membalas lambaian tangannya. Mingyu tersenyum saat melihat Wonwoo tersenyum padanya,tetapi senyumannya luntur ketika ia sudah membalikkan badannya. Mingyu memikirkan kekasihnya itu. Mingyu tau Wonwoo menyembunyikan sesuatu darinya,karena jelas-jelas,saat ditaman tadi,Mingyu melihat Wonwoo yang berkaca-kaca,kekasih manisnya itu tampak ingin membicarakan sesuatu padanya,tetapi Wonwoo lebih memilih untuk menyembunyikannya. Mingyu membuang nafasnya panjang.
"Sebenarnya ada apa denganmu hyung?"monolog Mingyu.
Sesampai di apartement miliknya,Mingyu segera membersihkan badannya dan mengirimi kekasihnya pesan. Ia terdiam sejenak,memikirkan sesuatu yang ia diketahui jawabannya. Setelah mengirim pesa kepada kekasihnya,ia segera melamun kembali.
"Hyung,mengapa kau menjadi seperti ini? Aku merindukanmu yang dulu,apa karena aku terlalu protektif padamu?"Mingyu kembali bermonolog.
"Sepertinya besok aku harus bertemu dengan Jisoo hyung,karena Wonwoo hyung pasti menceritakan semuanya"Mingyu tersenyum tipis,kemudian segera memejamkan matanya setelah ia mengirim pesan terakhirnya pada Wonwoo.
.
.
.
Tepat pukul 8 malam,sepulang Mingyu bekerja,ia segera pergi ke sebuah kafe,namja berkulit tan itu sudah memiliki janji dengan sahabat kekasihnya. Dengan sabar Mingyu menunggu Jisoo yang belum datang juga. Ia memesan minuman untuk dirinya dan Jisoo,sampai si pelayan pergi,Jisoo datang dengan senyum teduhnya.
"Maaf aku terlambat"ucap Jisoo sambil duduk dihadapan Mingyu.
"Tidak apa-apa hyung"jawab Mingyu dengan senyumannya.
"Ada apa? Kau ingin menanyakan Wonwoo?"Tanya Jisoo tepat sasaran,Mingyu tersenyum lebar sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hyung,sebenarnya apakah Wonwoo hyung akhir-akhir ini memiliki masalah?"Tanya Mingyu,Jisoo hanya menautkan alisnya.
"Maksudmu?"Tanya Jisoo bingung.
"Akhir-akhir ini,Wonwoo hyung agak pendiam,bahkan saat kemarin kami berjalan-jalan ditaman,mata Wonwoo hyung berkaca-kaca,saat aku Tanya,ia hanya menjawab jika ia tidak apa-apa. Apakah dia bercerita sesuatu padamu hyung?"ucap Mingyu. Jisoo terdiam sejenak.
"Wonwoo hanya bilang padaku jika ia akhir-akhir ini merasa lelah" Mingyu masih menunggu ucapan Jisoo,tetapi Jisoo tidak melanjutkan omongannya.
"Lalu mengapa ia kemarin terlihat ingin menangis?"Tanya Mingyu lagi. Jisoo kembali terdiam.
"Hyung,mengapa kau diam? Aku tau,kau pasti menyembunyikan sesuatu kan?"Tebak Mingyu lagi,Jisoo kembali tersenyum.
"Sebenarnya,Wonwoo masih merasa bersalah kepadamu karena masalah kalian minggu lalu itu,yang menyebabkan hubungan kalian hampir putus"jawab Jisoo.
"Hanya itu?"Mingyu masih penasaran.
"Sebenarnya Wonwoo juga ingin seali membunuh dirinya sendiri karena dia,kau harus menunggunya,bahkan Wonwoo membenci dirinya sendiri karena ia merasa sangat bersalah telah hampir membuat hubungan kalian hampir rusak karena dirinya terlalu sibuk dengan pekerjaannya,ia menyesal membuatmu merasa terabaikan,ia sadar jika ia telah membuat orang yang sangat ia sayangi menderita karenanya,mungkin karena itu Wonwoo agak pendiam dan juga ingin menangis"jelas Jisoo panjng lebar. Mingyu terdiam mendengar penjelasan Jisoo.
"Dan juga ia berbicara jika ia ingin jika melihatmu,karena ia masih merasa bersalah"tambah Jisoo. Mingyu meghembuskan nafasnya.
"Aku juga merasa bersalah karena telah membuat Wonwoo hyung seperti itu"Jisoo tersenyum mendengarnya.
"Sudahlah,yang terpenting kalian sudah berbaikan,dan jagalah hubungan kalian dengan baik"ucap Jisoo tersenyum,Mingyu ikut tersenyum.
"Setidaknya Wonwoo hyung tidak berbohong padaku. Aku merasa sangat bersalah karena aku pikir Wonwoo hyung telah membohongiku"ucap Mingyu sambil tersenyum,Jisoo hanya tersenyum tipis mendengarnya.
'Maafkan karena aku juga telah membohongimu'batin Jisoo.
.
.
.
Sepulangnya dari kafe tadi dengan Mingyu,Jisoo segera memanggil Wonwoo dari balkonnya. Ia hanya perlu menunggu beberapa detik,sampai namja manis itu datang kebalkonnya. Wonwoo menatap Jisoo dengan alis yang dinaikkan.
"Ada apa?"Tanya Wonwoo
"Aku baru saja pulang dari kafe bersama Mingyu" mata Wonwoo langsung membulat ketika mendengar nama kekasihnya.
"Mengapa hanya kalian berdua? Mengapa tidak mengajakku?"Wonwoo mempoutkan bibir tipisnya,membuat sahabatnya itu tertawa.
"Mingyu menanyakanmu"Jisoo kembali serius,Wonwoo mengkerutkan keningnya bingung.
"Dia menanyakan apa?"Tanya Wonwoo penasaran.
"Dia bertanya karena kemarin dia melihat matamu berkaca-kaca saat kalian kencan ditaman kota"jawab Jisoo dan sukses membuat Wonwoo menjatuhkan rahangnya dengan mata yang membulat.
"Mi… Mingyu melihatku?"Wonwoo masih membulatkan mata sipitnya,dan Jisoo hanya mengangguk.
"Lalu kau menjawab apa?"Tanya Wonwoo panic
"Gara-gara kau,aku harus membohongi Mingyu"ucap Jisoo dan Wonwoo segera bernafas lega.
"Aku merasa tidak enak pada Mingyu karena telah membohonginya"ucap Jisoo sambil menatap lurus. Wonwoo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Maafkan aku Hong"ucapnya sambil menunduk,Jisoo menoleh kepada Wonwoo dan tersenyum.
"Sudahlah,lupakan. Ohya,kau bilang kau ingin membicarakannya,apakah kau sudah membicarakannya pada Mingyu?"Tanya Jisoo penasaran. Wonwoo terdiam lalu menghembuskan nafasnya.
"Belum,aku masih belum siap"Wonwoo menatap gedung pencakar langit yang ada didepannya. Jisoo tersenyum melihat sahabatnya itu. Ia tau jika Wonwoo memang sedang membutuuhkan seuah sandaran,Wonwoo sedang membutuhkan seseorang untuk berkeluh kesah tentang masalahnya. Wonwoo memang lebih banyak bercerita kepada Jisoo dibanding kepada kekasihnya sendiri.
"Itu terserah kau Jeon,tapi bersikaplah seperti biasa dihadapan Mingyu"saran Jisoo.
"Aku akan bebricara pada Mingyu secepatnya"ucap Wonwoo sambil tersenyum tipis,dan membuat Jisoo tersenyum juga.
"Wonwoo-ah"ucap Jisoo sambil menatap Wonwoo dalam.
"Ada apa?"Wonwoo sedikit gugup ketika sahabatnya menatap matanya begitu dalam.
"Apakah kau mempunyai perasaan itu?"Tanya Jisoo sambil tersenyum,Wonwoo terdiam sejenak,lalu tersenyum ketika mengerti arti dari pertanyaan Jisoo.
"Tidak,tenang saja,itu sudah sangat lama Jisoo,aku sudah biasa saja sekarang"ungkap Wonwoo sambil tersenyum,dan sahabatnya itu ikut tersenyum.
"Baguslah jik seperti itu"jawab Jisoo.
"Lagipula aku sudah tau alasannya Hong"Wonwoo kembali tersenyum.
"Maafkan aku"ujar Jisoo kembali menatap Wonwoo,tetapi orang yang ditatap hanya tersenyum.
"Mengapa kau harus meminta maaf? Kau tidak salah Hong"ucap Wonwoo masih tersenyum.
"Aku terlalu mencintai Jeonghan"ungkap Jisoo. Wonwoo ingin sekali memeluk sahabatnya itu,ia tau,pasti Jisoo sangat berat saat ia harus meninggalkan orang yang paling ia cintai saat itu bahkan sampai sekarang.
"Aku tau itu,kau tidak bisa memaksakan cintamu Hong"ujar Wonwoo. Senyuman Jisoo kembali terpatri diwajah tampannya ketika ia melihat sahabatnya itu tersenyum.
"Baiklah,sekarang pergilah tidur,ini sudah malam"ujar Jisoo dengan senyuman khasnya.
.
.
.
Mingyu dan Wonwoo berjalan bersama ditengah dinginnya malam. Senyuman dari keduanya tidak bisa hilang dari wajah menawan mereka. Mingyu terus menggenggam tangan Wonwoo dengan erat,tidak melepasnya barang sedetikpun. Mereka duduk disebuah kursi panjang yang menghadap langsung ke sungai Han. Mereka berdua menikmati indahnya sungai Han dimalam hari.
"Hyung…"panggil Mingyu,Wonwoo menoleh sambil tersenyum manis.
"Ada apa?"Tanya Wonwoo masih dengan senyumnya.
"Hari ini aku sangat senang karena kau telah kembali"ujar Mingyu sambil tersenyum lembut,tetapi Wonwoo malah menautkan kedua alisnya.
"Aku telah kembali? Maksdumu?"Tanya Wonwoo dengan polosnya,membuat Mingyu sangat gemas.
"Saat itu,sebenarnya aku tau jika kau sempat ingin menangiskan? Dan aku mohon jangan marah pada Jisoo hyung,karena ia telah menceritakan semuanya padaku mengapa kau saat itu ingin menangis"Mingyu terdiam sejenak melihat kekasihnya yang masih menatapnya.
"Aku minta maaf,karena kau jadi terus merasa bersalah padaku dank au selalu ingin menangis saat kau melihatku,maafkan aku hyung"jelas Mingyu,Wonwoo tersenyum mendengarnya.
"Aku hanya masih merasa bersalah saja padamu,karena aku telah berbohong padamu"ucap Wonwoo.
"Baiklah,kalau begitu,jangan berbohong lagi padaku"ucap Mingyu,dan Wonwoo hanya tersenyum tipis.
'Kau sendiri berbohong padaku Kim'batin Wonwoo.
"Lalu,apakah kau pernah berbohong padaku?"Tanya Wonwoo sambil memicingkan matanya.
"Tentu saja tidak"jawab Mingyu tetapi tidak memandang Wonwoo. Wonwoo hanya membalikkan kepalanya kelain arah,ia ingin sekali berteriak saat ini.
"Ohya,Jisoo berkata apa saja?"Tanya Wonwoo lagi.
"Dia hanya memberitau jika kau begitu karena aku,jadi aku merasa sangat bersalah,dan juga Jisoo hyung memperingatkanku agar aku maupun kau tidak pernah saling berbohong"jawab Mingyu. Wonwoo cukup tersentak mendengarnya,tetapi ia masih bisa menyembunyikan ekpresinya itu.
"Aishh… Mengapa si Hong itu berbicara seperti itu? Lagipula,apakah dia tidak pernah berbohong? Cih…"ucap Wonwoo dan Mingyu tertawa mendengarnya.
"Mungkin ia tidak berbohong"celetuk Mingyu
"Bahkan dia mempunyai banyak rahasia yang tidak kau ketahui,bagaimana bisa kau menyebut ia tidak berbohong?"dengus Wonwoo,dan lagi-lagi Mingyu hanya tertawa mendengarnya.
Keduanya terdiam,tampak sedang sibuk dengan pikiran masing-masing. Wonwoo sesekali melirik Mingyu diam-diam,tampak ingin membicarakan sesuatu. Wonwoo berulang kali menarik nafasnya panjang.
"Ada apa hyung?"Tanya Mingyu.
"AKu ingin pulang,udara disini sangat dingin,aku takut mati membeku"ucapan Wonwoo itu dibalas oleh tawa Mingyu.
"Baiklah,ayo kita pulang" Mingyu kembali menggenggam tangan Wonwoo dengan lembut,dan mengantar namja manis itu sampai di apartementnya.
.
.
.
Wonwoo kembali melamun,pasalnya ia tadi melihat lagi orang yang saat itu memakai jaket hitam yang pernah ia lihat. Ya,anak sang CEO. Ia ingin sekali menarik kupluk yang dipakai oleh anak sang CEO itu yang ia yakin hanya untuk menutupi wajah dan identitasnya. Tanpa sadar,air mata Wonwoo jatuh begitu saja. Wonwoo semakin terisak,ia ingin sekali marah,tetapi ia tidak tau harus marah kepada siapa. Ia sangat kesal. Wonwoo terdiam dikamarnya sambil memeluk lututnya,dan punggungnya terlihat bergetar. Wonwoo menelpon Jisoo agar ia datang ke apartementnya,ia tidak ingin bertemu di alkon,ia sangat membutuhkan Jisoo untuk sandarannya.
Wonwoo langsung berdiri ketika ia mendengar suara bel apartement miliknya berbunyi,dan benar saja sahabat tampannya itu sudah berada didepan pintu dengan senyumnya,tetapi senyuman itu luntur tergantikan oleh raut khawatir ketika namja bermarga Hong itu melihat sahabatnya dengan keadaan kacau. Matanya sembab,hidungnya merah,dan terdapat jejak air mata di pipi mulusnya. Jisoo segera menutup pintu apartement Wonwoo,dan segera duduk dikursi ruang tamu disana. Wonwoo kembali menangis,dan itu membuat Jisoo sangat iba,ia tidak bisa melihat Wonwoo menangis seperti itu,dan itu membuat Jisoo memeluk erat sahabat manisnya itu.
"Jisoo,aku sudah tidak tahan,aku bertemu lagi dengannya tadi dikantor,aku sangat kesal"ucap Wonwoo ditengah tangisannya. Jisoo mengelus punggung sahabatnya itu,mencoba untuk mendengarkannya lagi sambil menenangkan sahabatnya.
"Aku benar-benar kesal,aku ingin mati Jisoo,aku tidak tahan lagi"Jisoo menatap Wonwoo dalam,ia tersenyum teduh ketika Wonwoo menatapnya juga.
"Mungkin kau harus mengakuinya lebih dulu,agar ia juga mau mengakui semuanya"ucap Jisoo masih dengan senyum teduhnya. Wonwoo berhenti menangis saat melihat senyuman teduh itu.
"Baik,aku berbicara padanya"ucap Wonwoo dan membuat Jisoo tersenyum.
"Tapi aku ingin sekali menangis"Wonwoo menggigit bibir bawahnya,dan membuat Jisoo memeluknya kembali.
"Menangislah jika itu bisa membuatmu lega,tetapi kau harus ingat jika menangis tidak bisa mengembalikan keadaan"ucap Jisoo tenang,dan ia merasakan punggung Wonwoo bergetar hebat.
.
.
.
'Mingyu,aku ingin berjalan-jalan' Mingyu tersenyum melihat pesan yang masuk kedalam ponselnya. Tumben sekali Wonwoo yang mengajaknya berjalan duluan,biasanya harus dia yang mengajaknya duluan.
Mingyu segera berjalan untuk menjemput Wonwoo diapartementnya. Saat ia sampai disana,ia sudah melihat kekasih manisnya sudah menunggu dia disana dengan senyum manisnya,membuat Mingyu tidak bisa untuk tidak tersenyum.
"Kajja"Mingyu merangkul Wonwoo. Keduanya berjalan bersama ditengah kerumunan banyak orang. Mereka berdua menghabiskan waktu bersama,sampai mereka tidak menyadari jika mereka sudah bermain lebih dari jam.
Mereka kemudian duduk dikursi taman yang ada disana. Wonwoo tampak bahagia,tetapi ia juga merasa gelisah,ia sangat gugup untuk membicarakannya dengan Mingyu. Mingyu tampak bingung saat banyak orang-orang yang berlalu lalang,terus menatap dirinya dan Wonwoo,tetapi ia sadar jika orang-orang itu membisikkan tentang Wonwoo dan hanya melirik kearah Wonwoo.
"Hyung,mengapa orang-orang it uterus berbisik dan melirikmu?"Tanya Mingyu heran.
"Kau tidak membaca berita?"Tanya Wonwoo dengan senyumnya.
"Memangnya kenapa?"Tanya Mingyu bingung.
"Lihat saja"ujar Wonwoo sambil tersenyum.
Mingyu mengeluarkan ponselnya untuk melihat berita terhangat. Saat ia menemukan beritanya,ia menjatuhkan rahangnya,dan membulatkan matanya. Mingyu tidak tau harus bagaimana,ia kemudian menatap kekasihnya yang terlihat sangat gugup,beda dengan tadi yang terlihat ceria.
"Hyung,kau-"
"Ya,aku ahli waris dari Yoomin Corp"potong Wonwoo.
TBC…
Ini ff udah mau kelar kayanya,soalnya udah saling ngaku gitu.
Ayo dong RnR,biar author makin semangat.
Author bakal lanjut lagi,mungkin ini juga terlalu cepetmsoalnya takut keburu hiatus.
RnR guysss….
Typo(s)
