Squel YeWook fanfiction Please stay there

Couple: Ryeowook and Yesung.

Pemain sampingan: Kyuhyun, Sungmin, Leeteuk, Eunhyuk, dan Donghae.

Hai lagi~ udah ah author gak banyak bacot oke? Kita langsung mulai saja.

*Yesung:tumben thor… *Author: karena kau bentar lagi mati jangan banyak ribut ya~ *yesung: aishh itu kan di ffnya author aja. *author: udah-udah ayo mulai. ^^

Author P.O.V

"sudah siap operasi?" Tanya dokter yang baru saja memasuki kamar Yesung. Yesung menatap dokter itu panic tapi kemudian sedikit mereda. Ia menarik nafas panjang.

"Eomma, apa aku harus operasi?" Tanya Yesung kepada eommanya.

"ne chagi, wajib." Kata Eommanya.

"hm… bailah dok aku ikut operasi saja." Kata Yesung. Sebenarnya perasaanya tidak jelas antara ingin operasi atau tidak.

'baguslah oppa, kau mengambil keputusan yang tepat.' Suara angin kepada Yesung. Yesung pun hanya tersenyum tipis mendengarnya.

"baiklah segera bersiap, setengah jam lagi kita operasi, anda hanya tinggal ganti pakaian yang akan diantarkan suster sebentar lagi. Saya permisi dulu." Kata sang dokter lagi lalu meninggalkan ruangan itu.

"ye! Hyung bental lagi cembuh~" kata Donghae senang.

"ya nih hyung, bentar lagi sembuh yeee…" kata Eunhyuk ikutan.

Yesung menoleh kesamping menatap para dongsaeng lucu itu sambil tersenyum tipis dan mengacak rambut mereka.

Yesung P.O.V

'Ruangan ini begitu dingin dan mengerikan… disana-sini peralatan operasi.' Batinku saat memasuki ruangan itu. Diatas kepalaku sudah ada lampu besar yang menyala terang.

"tuan saya akan membius tuan dulu ya." Kata sang suster lalu menyuntikan obat bius di tanganku.

Perlahan semuanya kabur, cahaya dari lampu itu makin lama makin redup dan yang terahir kulihat adalah Wookie tersenyum kepadaku.

-Skip Time-

Sudah satu bulan aku keluar dari rumah sakit setelah difonis sembuh dari penyakit itu.

"Hyung, kita kunjungin Donghae sama Eunhyuk yu, Minnie ngajakin aku nih~" kata Kyuhyun kepadaku saat aku sedang merapikan buku-buku kuliahku di bangku kelas.

"ne~ aku juga rindu pada mereka." Jawabku.

"kajja hyung." Kata Kyuhyun lalu menarik tanganku. Semenjak operasi itu kami makin dekat apalagi dengan kenyataan bahwa Kyuhyun lah yang membayar semua pengobatanku.

Kami pun masuk ke dalam mobilnya, aku duduk di belakang karena Minnie duduk bersama Kyuhyun di depan.

"eh, gimana kalau kita beli buah buat mereka berdua?" ajak Minnie.

"ne… bener juga tuh… ayo." Kata Kyuhyun lalu mengendarai mobil itu keluar dari parkiran kampus.

Kyuhyun menghentikan mobil tepat di samping toko buah.

"aku aja ya yang turun." Kata Minnie.

"ne~" jawab aku dan Kyuhyun kompak. Minnie pun segera turun.

"Hyung, kau benar-benar sudah baikan?" Tanya Kyu.

"tentu saja kyu, sangat baik malah." Jawabku.

"syukurlah." Kata Kyuhyun sambil memandangi yeojachingunya yang kesulitan membawa buah-buahan.

"aku bantu-."

"ani Kyu, hyung saja yang bantu." Potongku lalu turun dari mobil dan berjalan ke arah Minnie.

"sini aku bantu." Tawarku.

"ne oppa…" jawabnya sambil tersenyum.

Sejenak aku rasa pusing di kepalaku. Aish kenapa sakit lagi sih? Bukannya aku sudah sembuh. Perlahan kami berjalan tapi baru satu langkah keseimbanganku goyah dan mataku berat yang terakhir aku dengar adalah suara Minnie yang memanggil namaku.

Perlahan aku buka mataku, bau rumah sakit langsung menyambutku.

"Hyung udah sadar?" Tanya suara Euhyuk di sampingku.

"ne. Hyukkie, aku udah berapa lama di sini?" tanyaku.

"udah dari beberapa jam yang lalu." Kata Hyukkie. "oh iya Hyung, tadi eommanya hyung datang tapi sekarang lagi di ruangan dokter." Kata Eunhyuk lagi.

"oh, hyung mau ke sana kamu temenin hyung ya?" Ajakku.

"oke hyung." Jawabnya sambil membantuku turun dari ranjang dan membantuku memegang infusan.

Tok tok tok

Kuketuk pintu ruangan dokter.

"ne~ silahkan masuk." Kata sang dokter dari dalam. Aku pun membuka pintu, benar saja eommaku dan sang dokter sedang bertemu.

"oh, Yesung-ssi silahkan duduk." Katanya. Aku menarik tangan Eunhyuk dan mendudukannya di pahaku.

"kebetulan sekali kalau begitu, ada beberapa hal yang harus saya bicarakan." Kata sang dokter.

"ada apa dok?" tanyaku.

"sebenarnya tumormu kembali lagi." Kata sang dokter.

"mwo?" tanyaku ling lung

"ne, jeongmal mianhae." Kata sang dokter lagi.

"bukannya tumor hyung sudah sembuh ya?" Tanya Eunhyuk. Aku mengangguk menyetujuinya.

"mianhae tuan, tumor anda terlalu ganas." Kata sang Dokter.

"Lakukan apa saja dok…hiks… asak anakku selamat." Kata Eomma.

"eomma, gak apa-apa kok." Kataku. Sebenarnya aku tidak bisa memberitahu eommaku tentang kenapa aku ingin mati tapi apa boleh buat.

"jeongmal mianhae, sekarang kemungkinan anda sembuh tinggal 10% kemungkinan anda hidup juga tinggal 1 bulan lagi." Kata sang dokter.

"maldo andwae…" kata eommaku sudah menangis hebat.

"eomma gwenchana… aku bisa trima kok." Kataku memegang tangan eommaku.

"bagaimana mungkin eomma biarkan kamu ninggalin eomma chagi… appa udah gak ada, sekarang kamu mau pergi, lebih baik eomma ikut pergi juga sama kamu." Tangis eommaku lebih parah.

"ajhuma jangan nangis dong, kan masih ada aku sama Donghae. Ajhuma bisa anggep aku anak ajhuma." Kata Eunhyuk sambil memeluk eomma.

"gomawo chagiya, mulai sekarang panggil eomma saja ya?" Tanya Eommaku balas memeluk Eunhyuk.

"baiklah eomma." Katanya sambil tersenyum manis.

Syukurlah setidaknya Tuhan mengirimkan dua malaikat kecil kepada eomma aku tak perlu ragu lagi meninggalkan eomma. *author: aku gimana dong oppa hiks hiks *Yesung: sapa loe? *author:#pundung dipelukan Donghae. #plaaak.

"ya sudah, sekarang nikmati lah kehidupanmu oke?" Tanya sang dokter.

"tentu." Jawabku

-skip time-

Ini adalah hari terakhirku. Selama sebulan ini semua orang yang tahu penyakitku memperlakukanku sangat baik hingga membuatku merasa risih.

"hyung, sudah siap?" Tanya Kyuhyun sambil memegang dorongan pada kursi rodaku. Aku sudah mulai rapuh, kemampuanku untuk berjalan sudah hilang 3 minggu yang lalu, rambutku juga mulai rontok sehingga aku memakai kupluk untuk menutupinya. Aku juga sudah tidak bisa berbicara terlalu banyak. Akhir-akhir ini aku sering pingsan. Eommaku sudah merelakan aku dan sering menghabiskan waktu bersama kedua malaikat kecil alias Donghae dan Eunhyuk semenjak mereka berdua keluar dari rumah sakit dua minggu lalu karna sudah sembuh.

"ne… kajja." Jawabku pelan.

Niatnya hari ini aku akan mengunjungi makam Wookie untuk terakhir kalinya. Walau itu hanya fonis tapi aku rasa itu semua benar aku makin rapuh dan makin sakit.

Kyuhyun mendorong kursi rodaku ke arah parkiran mobilnya dan membantuku naik ke dalam mobil. Ia memasangkan seatbelt padaku baru masuk ke kursi pengemudi.

Tanpa banyak bicara ia mengendarai mobilnya ke daerah pemakaman Wookie. Setibanya di sana ia membantuku turun dari mobil.

"ayo hyung." Katanya sambil hendak mendudukanku di kursi roda.

"bolehkah aku coba berjalan?" tanyaku lembut.

"tapi hyung, aku takut nanti hyung jatuh." Kata Kyuhyun menatapku khawatir.

"sekali ini saja." Kataku.

"baiklah hyung." Katanya lalu membantuku turun.

Aku mencoba melangkahkan kakiku, walau berat tapi aku bisa sampai di depan makam Wookie. Aku meletakan mawar merah di atasnya lalu menatapinya.

"Wookie apa kita akan ketemu besok?" tanyaku pelan. "aku ingin bertemu denganmu, sungguh… aku bahkan tidak bisa melupakanmu." Kataku lagi.

Kyuhyun memegangi pundakku sambil tersenyum miris. Aku dapat melihat jelas ia sudah menahan air matanya.

"jemput aku ya chagi…" kataku lagi. Tiba-tiba kepalaku terasa sangat sakit. Kakiku mulai lemas dan pandanganku kabur. Lagi-lagi yang terakhir aku dengar hanya teriakan melengking dari Kyuhyun.

Aku melihat dengan jelas eommaku sedang menangisi seseorang di tempat tidurnya tapi aku tidak melihatnya dengan jelas. Aku mendekat dan berusaha mendekap eommaku tapi tanganku serasa tembus dari tubuhnya. Perlahan aku menatap sosok yang sedang ditangisi eommaku. Aku. Tuhan apa aku sudah mati? Tapi aku masih di sini, aku masih melihat garis tak beraturan di samping tubuhku.

"Chagi… eomma minta maaf. Hiks, eomma gak bisa jadi orang tua yang baik buat kamu." Katanya. Aku menangis tapi air mataku tak keluar. Yang aku lihat adalah air mata keluar dari tubuhku yang terbaring di ranjang itu.

Aku memasuki tubuhku entah bagaimana caranya. Perlahan membuka mataku dan menatap eommaku yang sedang menangis.

"eomma, tenang saja. Aku akan selalu bersamamu di hatimu eomma. Sampai kapanpun aku menyayangimu." Kataku lirih.

Terdengar bunyi panjang menandakan aku sudah tidak ada. Aku melihat beberapa orang memakai baju putih mengerubungi tempat tidurku. Tapi aku di sini, berdiri memandangi mereka, aku sudah keluar dari tubuh fisiku itu. Aku menatap keluar jendela. Aku melihat seorang yeoja berbaju putih menatapku tepat di depan jendela. 'apa ia terbang?' batinku #aish oppa pabbo. Aku tahu itu siapa. Sangat teramat tahu.

"Wookie." Lirihku sambil tersenyum kepadanya.

"Yesungie, kajja kita pergi." Katanya sambil mengulurkan tangan yang melewati jendela itu.

Aku mengangguk lalu menggenggam tangannya dan ikut bersamanya.

'eomma, Kyu, Minnie, Donghae, Kyuhyun, tenang saja. Aku baik-baik saja. Aku bersama yeoja yang aku cintai dan kalian bisa bertemu denganku suatu hari nanti, gomawo kalian telah peduli padaku. Aku menyayangi kalian lebih dari apapun.' Batinku saat melihat mereka masih mengelilingi tubuhku di ranjang itu.

"ayo oppa." Kata Wookie sambil tersenyum kepadaku dan cahaya putih pun mengelilingi kami dan kami pun meninggalkan dunia ini.

Sungguh aku tidak menyesal meninggalkan dunia ini untuk bersamamu Wookie, satu-satunya yeoja yang aku cintai.

END

Hahahhaha pasti gaje ya? Mianhae otakku mentok gara-gara mau nyelesein yang High School Romance FFku itu. Makanya lama updatenya.

Tidak memuaskan kah? Mian jeongmal mianhae T.T

Makasih ya Riviewnya…

Aduh aku gak sempet bales satu-satu nih tapi itu yang Yeowookieyeoja: aku salah orang ada orang yang minta di bikinin Squel juga tapi namanya mirip sama kamu hehehehe ^^v

Makasih bagi yang mau baca FF Gaje yang alurnya kecepetan ini ya~ hehehehe… annyeong ^^ *deepbow bareng SuJu