Disclaimer: Anime serta Manga Naruto adalah milik Masashi Kishimoto
Warning: Mengandung Gender Bender, Semi-Au, Time Travel, Miss Typoo, Mild Sakura Bashing, dll
!Author Notes!
Kembali lagi bersama saya wahai pembacaku yang sangat saya hormati, seperti yang saya bilang Up-date kali ini sedikit di undur di karenakan saya yang harus kuliah.
Saya senang dengan masukan dari kalian semua, kesalahan penulisan di chapter sebelumnya memang salah saya, itu adalah efek samping dari Up-Date terlalu cepat dan di malam hari. Author memiliki sedikit masalah dalam indra pengelihatannya, terlebih lagi di malam hari jadi saya harap Reader sekalian bisa memaafkannya.
Kali ini Author ingin menjelaskan sedikit bagai mana bisa berkali-kali memasuki dunia di dalam dirinya dan bertemu Kurama sesuka hatinya dan tanpa di ketahui oleh yang lainnya.
Seperti Bee, ia hanya tinggal membayangkan keberadaan Kurama dan muncullah Kurama di sampingnya; jadi seperti sebuah Khayalan namun sebenarnya Kurama benar-benar ada di sampingnya. Segala macam interaksi yang Naruto lakukan kepada kurama (seperti memeluk kurama) tidak terlihat di dunia nyata, Naruto hanya membayangkan dirinya sedang memeluk Kurama, tidak memeluk beneran namun Kurama bisa merasakannya.
Nah soal Indra perasa Kurama yang bisa merasakan segala bentuk interaksi yang Naruto lakukan adalah karena tubuh mereka tersambung, seperti layaknya Bee dan Gyuki; Bee bisa menggunakan tentakel milik Gyuki dan di saat ia di perjalanan kabur dari desanya dan menemui gurunya ia kelihatan sedang mengobrol dengan Gyuki.
Alasan sebenarnya Author membuat Naruto bisa dengan mudah memasuki dunianya dan berinteraksi dengan Kurama di manapun dan kapanpun adalah bentuk penggambaran hubungan Naruto dan Kurama yang sudah sangat dekat dan kemahiran Naruto dalam multitasking dan pengendalian pikirannya.
Oke cukup segitu saja informasi mengenai Naruto dalam cerita ini, selamat menikmati cerita To The Past! (Pssst! Sedikit pertanyaan: ada yang suka crack pairing di sini?)
Naruto tidak bisa tidur walaupun ia sudah berkali-kali memejamkan matanya dan mencoba pergi ke alam mimpi. Alasan mengapa ia tidak bisa tidur adalah hasil diskusi dan negosiasi dengan Itachi tadi siang. Mereka berdua memiliki pendapat yang berbeda mengenai apa yang akan terjadi nanti pada ujian Genin. Naruto terus saja berguling-guling di atas tempat tidurnya dan berkali-kali menghela nafas panjang.
'Kit, kau seharusnya tahu; walaupun kau bisa pergi ke masa lalu bukan berarti kamu harus—bisa mengganti semua hal yang kamu tidak mau terjadi. Kita sudah melanggar peraturan pertama dalam time traveling: mengganti masa lalu, jadi kita tidak boleh melakukan sesuatu secara berlebihan atau keseimbangan dunia bisa hancur. Sesuatu memang di takdirkan untuk terjadi, kita tidak boleh bermain dengan takdir.; Kurama mengerang, ia mulai merasa risih dengan Naruto yang tidak bisa diam dan terlihat kesusahan. Apa yang Naruto lakukan dan sekarang mengganggunya dan ia jadi tidak bisa tidur dengan tenang karenanya.
Naruto menghela nafas panjang sekali lagi dan sebuah lipatan muncul di keningnya, matanya berkaca-kaca dan senyuman yang biasa terlukis di wajahnya kini tidak ada. Naruto mencoba sebisanya menahan matanya untuk menguakan cairan asin yang menandakan bahwa ia sedang menangis. Bagai mana ia tidak sedih dan ingin menangis? Itachi bilang Naruto tidak boleh membantu Sandaime dalam pertarungannnya dengan Orochimaru yang akan menjadi penyebab kematian dari Sandaime! Naruto sangan menyayangi Sandaime, ia sudah menganggapnya sebagai kakeknya sendiri, bagai mana ia tidak sedih di saat ia tahu Kakeknya akan mati dan ia tidak di perbolehkan berbuat apa-apa?
'Tapi Kurama—!' Sebelum Naruto bisa menyelesaikan omongannya, Kurama terlebih dahulu menutup wajah Naruto dengan tangannya, ia berhati-hati agar ia tidak menekan wajah Naruto terlalu kuat dan memastikan Naruto masih bisa bernafas; ia tidak mau penahannya mati karena tidak bisa bernafas ataupun karena tergencet dirinya.
'Relakan saja Kit, tidak ada yang bisa kau lakukan' Naruto merasakan cakranya pelan-pelan berkurang dan rasa lelah mulai menyerangnya. Ia mencoba melawannya namun tubuhnya malah tidak bisa di gerakkan sama sekali. Ia merasakan dadanya seperti di tekan dan ia tidak bisa bernafas bila ia mencoba menggerakkan tubuhnya. Pelan-pelan matanya menjadi sangat berat dan tidak dapat terbuka lagi, hal terakhir yang Naruto lihat adalah Kurama yang sudah mengangkat tangannya dari wajahnya dan berbisik kepadanya 'Tidurlah Kit, kau ada ujian besok'
Setelah mendengar bisikan Kurama, Naruto langsung kehilangan kesadarannya dan pergi ke dunia mimpi. Kurama memperhatikan Naruto dengan seksama dan mendengus di saat ia melihat sebuah segel muncul di kening Naruto dengan sibol sharingan di tengahnya. Sebuah keputusan yang di buat oleh dirinya dan Itachi tanpa di ketahui oleh Naruto adalah Itachi akan memasang segel ungatan kepada Naruto dan Kurama tidak akan mencoba merusak segel tersebut, karena semua ini mereka lakukan demi kebaikan Naruto.
'Kau tidak boleh bermain dengan takdir Kit, ini adalah beban yang harus kau bawa bila kau melakukan time traveling' Kurama membenarkan posisinya dan menutup matanya, sebenarnya ia tidak mau Naruto bertemu dan berdiskusi mengenai rencana mereka bersama Itachi karena ia tahu hasilnya akan menjadi seperti ini, namun apa boleh buat; mereka harus memastikan keberadaan Akatsuki terlebih dahulu untuk memeriksa keberadaan Madara sekarang. Mereka tidak mau rencana mereka hancur berantakan karena sebuah kesalahan kecil.
Tadinya harusnya tidak bertemu dengan Itachi, namun Itachi mengatakan bahwa ia menjadi pengganti sementara karena mereka tidak mau menarik perhatian anggota Akatsuki lainnya ataupun desa lainnya, mereka masih sebuah organisasi gelap, maka dari itu mereka harus berhati-hati dalam melakukan sesuatu.
Itachi mengatakan bahwa mulai sekarang kalau mereka akan berdiskusi maka ia yang akan datang karena anggota Akatsuki yang lainnya tidak akan curiga melihat Itachi berada di sekitar Konoha ataupun mencoba mendekati desa Konoha karena bagi mereka itu hal biasa. Terlebih lagi partner Itachi, Hoshigaki Kisame adalah orang terdekat dan paling terpecaya Itachi, maka dari itu Itachi harus sedikit ekstra hati-hati dengannya; Kisame bisa dengan mudah mendeteksi keanehan dan perubahan sifat dan gerak-gerik Itachi. Hal terakhir yang Itachi mau adalah partnernya mulai curiga dengannya dan kepercayaan di antara mereka akan hancur.
Di saat Kurama dan Naruto sudah tertidur pulas, Itachi yang dalam perjalanan kembali ke markas rahasia Akatsuki bersama partnernya tengah duduk di atas sebuah batu dan memandang langit yang di penuhi bintang-bintang dan bulan terlihat benar-benar utuh sekarang.
"Kenapa? Tadi bertemu adikmu?" Kisame yang sedang duduk tidak jauh darinya dan bersender di batu yang ada di belakangnya menyeringai, memperlihatkan deretan gigi taringnya. Kisame bisa melihat bahwa Itachi tengah berfikir dan ada sesuatu yang mengganggunya, mereka sudah menjadi partner lama sekali untuk bisa mengetahui bila salah satu dari mereka sedang kesusahan. Kisame sendiri mengakui bahwa mereka adalah partner yang paling bisa berkerja sama dan yang paling bagus, tidak seperti Sasori dan Deidara yang selalu berbeda pendapat dan terkadang sering berakhir dengan pertarungan, tidak seperti Kakuzu dan Hidan yang kelihatannya pasangan paling cocok karena atribut dan kekuatan mereka namun pada kenyataannya mereka berdua tidak menyukai satu sama lain, ataupun Zetsu—oke kalau yang itu ia bahkan tidak mengerti tapi ia berkali-kali melihat Zetsu berbeda pendapat dengan dirinya sendiri.
Itachi tidak menjawab langsung, ia menatap bulan yang memperlihatkan dirinya secara sempurnya sebelum mengalihkan perhatiannya ke arah Kisame. Ia sedikit penasaran apa yang di lakukan oleh sang Hachibi yang akhirnya membuat Kisame kehilangan Samehada dan (kemunkinan besar) nyawanya "Tidak, hanya ada sedikit hambatan"
Itachi sekarang malah merasakan apa yang Naruto rasakan, ia rasanya ingin memastikan bahwa Kisame tidak akan terbunuh nanti, namun ia bahkan tidak tahu penyebab kematian Kisame atau kapan Kisame mati di masa depan. Akhirnya ia memutuskan untuk tidak berfikir terlalu lama karena ia bisa-bisa terkena sakit kepala dan Kisame malah akan mencurigainya, jadi Itachi memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan "Ketua tidak memberikan perintah atau misi apapun untuk jangka waktu yang agak panjang, aku memutuskan untuk pergi ke Kumogakure untuk mengecek sebuah gulungan rahasia yang pernah mereka curi dari Konoha"
Kisame menyeringai mendengarnya dan Itachi sudah tahu apa jawabannya temannya namun ia tetap diam dan membiarkan Kisame menjawabnya, ia tidak boleh kelihatan terlalu mengerti Kisame di karenakan ia sudah hapal betul dengan partnernya yang satu ini, terimakasih dengan ingatannya dari masa depan "Oh? Kelihatannya menarik, aku ikut denganmu"
Itachi mengangguk dan menutup matanya, ia harus memikirkan strategi dan bagai mana cara mengalihkan perhatian Kisame nanti, karena ia akan bertemu dengan Jinchuriki dari Hachibi, Killer Bee untuk mendiskusikan rencana mereka dan sekaligus menanyakan bagaimana bisa ia mendapatkan Samehada milik Kisame.
Naruto yang baru bangun tidur merasa kepalanya sakit sekali, seperti seseorang memainkan drum tepat di kupingnya dan memukulnya berkali-kali dengan palu, ia hanya bisa mendesis dan memegang kepalanya, rasanya seperti ia terkena hangover setelah minum terlalu banyak sake, namun seingat Naruto kekutan Kurama tidak akan pernah membolehkan dirinya terkena hangover dan ia hanya tahu rasanya bagaimana setelah melihat teman-temannya kesakitan, banyak temannya yang iri dengan Naruto kerenanya.
Kurama bilang kalau rasa sakit tersebut hanyalah sedikit efek samping yang datang terlambat setelah membuka segel miliknya tanpa bantuan Bee atau berlatih terlebih dahulu, Naruto sedikit curiga kalau Kurama sedang berbohong namun memutuskan untuk tidak bertanya lebih lanjut. Ia ada ujian yang harus ia lewati dan sedikit rencana tambahan yang harus ia jalankan di pagi hari.
Kurama diam saja dan memperhatikan gerak-gerik Naruto, ia mendengus dan memutar bola matanya. Bila saja mengenai Sandaime saja Naruto tidak bisa menahan dirinya dan sudah patah semangat bagai mana dengan Jiraya? Kurama yakin Naruto akan melakukan apapun demi menyelamatkan gurunya yang satu itu. Namun Kurama dan Itachi sudah setuju untuk mengunci ingatan Naruto mengenai hal tersebut dan akan di buka nanti bila waktunya sudah tepat. Naruto tidak butuh ingatan seperti itu untuk sementara waktu karena di yakinkan akan terjadi kekacauan bila Naruto tidak bisa bersikap dengan baik di depan teman-temannya dan terus-terusan terbebani dengan ingatan tersebut.
Karena Kurama tahu, Naruto bukan satu-satunya orang yang terbebani dengan ingatan dari masa depan ini dan Kurama juga yakin orang-orang yang membawa ingatan dari masa depan lainnya juga terbebani dengan masalah yang sama; hanya saja dengan alasan dan orang yang berbeda. Namun mereka juga tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya bisa menunggu, mereka tidak boleh bermain dengan takdir.
Kurama dan Gyuki juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu mereka bila sudah bersangkutan dengan takdir, mereka berdua hanya bisa menunggu dan menonton dari kejauhan. Karena mereka yakin; ini adalah keinginan dari Hagoromo. Mereka juga yakin Biju yang lainnya juga akan mengerti, mereka akan menerima apa adanya, tentu saja ia dan Gyuki akan mencoba bernegosiasi dengan yang tidak setuju, seperti Shukaku.
Kurama menutup matanya setelah menghela nafas panjang, ingatannya mengenai Hagoromo memenuhi pikirannya dan ia memutuskan untuk pergi ke alam mimpi; hal terakhir yang ia inginkan adalah Naruto mendeteksi bahwa dirinya sedang sedih dan terbebani.
Ia samar-samar bisa mendengar Naruto yang sedang bersiap-siap untuk berangkat dan suara burung yang menanyikan lagu alam dari jendela yang di buka oleh Naruto. Pelan-pelan kesadarannya hilang dan membawanya ke dunia mimpi; mimpi di mana ia masih bersama-sama dengan Bijuu lainnya dan tengah berbicara dengan Hagoromo mengenai seorang anak bermata biru yang akan menjadi penyelamat dunia.
Sedangkan Naruto kini sudah selesai mandi dan tengah berpakaian, kali ini ia memilih kaus tanpa lengan berwarna orange dengan cardigan berlengan pendek warna hitam dan celana pendek berwarna hitam. Tadinya Naruto sedikit kebingungan karena Kurama tidak berkomentar apa-apa melihat warna pakaian yang ia pilih namun saat ia melihat Kurama tengah tertidur pulas; Naruto tersenyum lembut dan mengelus kepala Kurama sebentar sebelum kembali mengerjakan pekerjaannya.
Terkadang Naruto berfikir: apa jadinya bila ia tidak memiliki Kurama sekarang?
Ia tidak mau tahu jawabannya, karena baginya Kurama adalah bagian dari hidupnya sekarang dan ia bisa-bisa depresi dan bunuh diri bila kehilangan Kurama. Naruto merasa dirinya sangatlah beruntung untuk memiliki Kurama sekarang dan ia merasa segala kesulitan yang ia hadapi di masa lalu di karenakan Kurama di segel di tubuhnya sangatlah tidak penting dan ia tidak masalah bila ia harus mengulang lagi masa-masa ia masih di anggap anak bermasalah dan monster karenanya.
Bee saja bisa melewatinya dan sekarang lihat dia! Ia sudah di anggap sebagai seorang pahlawan di desanya, ia telah membuat bangga kakaknya, ia sudah menjadi ninja terkuat dan sudah bisa mengendalikan Gyuki dalam waktu yang sangat singkat. Kalau Bee bisa, ia pasti juga bisa. Maka dari itu Naruto tidak pernah menghiraukan bisikan dari para warga mengenai dirinya, ia hanya peduli bahwa kini dirinya memiliki keluarga; ia memiliki Kurama, Gyuki, dan Bee.
Naruto tidak pernah bisa menggambarkan seberapa besar rasa sayangnya terhadap Kurama dan tidak bisa berhenti berfikir betapa beruntungnya ia memiliki Kurama.
Ia tidak menghiraukan pandangan tidak suka para warga di perjalanannya menuju tempat latihan biasanya dan ia tidak peduli dengan apapun yang mereka katakan. Sampai akhirnya ia tanpa sengaja berpapasan dengan Sasuke dan menyapanya.
Kali ini bisikan para warga tertuju ke arah Sasuke, mereka memuji betapa pintarnya Sasuke dan betapa baiknya juga Sasuke bersikap, tidak seperti dirinya. Biasanya dulu kalau Naruto mendengarnya ia akan merasa sangat marah dan mencoba mengusili Sasuke sebagai gantinya atau berbuat hal bodoh yang akan membuat warga desa semakin menganggapnya sebagai anak yang bermasalah. Namun sekarang ia hanya tersenyum dan tidak memperdulikan mereka, karena baginya hanya opini Kurama lah yang akan ia perdulikan; karena ia ingin membuat Kurama bangga memiliki Jinchuriki seperti dirinya.
Namun sepertinya Naruto tidak mengetahui bahwa Sasuke lah yang perduli dengan apa yang warga katakan, namun bukan mengenai dirinya melainkan mengenai Naruto. Sasuke tahu bahwa apa yang di katakan oleh para warga tersebut adalah sebuah kebohongan dan sesuatu yang seharusnya mereka tidak katakan kepada Naruto, karena apa yang terjadi dulu bukanlah salah Naruto! Ia tidak tahu secara detailnya namun Sasuke tahu apa yang mereka katakan adalah sebuah kebohongan.
Dulu ia tidak perduli dengan apa yang warga desa katakan tentang Naruto, namun sekarang ia merasa sangat kesal dan tidak suka mendengarnya. Ada perasaan ingin memarahi mereka semua dan menyuruh mereka berhenti mengatakan hal-hal yang buruk mengenai Naruto. Namun sebelum ia bisa melampiaskan amarahnya ke para warga; Naruto sudah keburu berbicara kepadanya.
"Hei Teme! Mau latihan bersama sebelum ujian?" Naruto tersenyum dan melipat kedua tangannya di belakang kepalanya, matanya bersinar cerah dan sepertinya ia tidak memperdulikan apa yang para warga desa katakan mengenai dirinya.
Sasuke merasa bodoh sendiri, kenapa ia terlalu menghawatirkan temannya yang satu ini? Seharusnya ia tidak bereaksi secara berlebihan, karena Naruto sendiri terlihat tidak pedulu, lalu kenapa ia harus marah? Namun secara tidak sengaja ia mendengar seorang warga mengatakan bahwa anak pintar sepertinya seharusnya tidak dekat dengan anak pembawa masalah seperti Naruto, di situ lah ia merasa amarahnya kembali muncul dan kali ini ia tahu harus bereaksi seperti apa.
"Kalau begitu ayo kita melawan satu sama lain Dobe, kita lihat sudah sekuat apa dirimu" Sasuke menyeringai dan mengantungkan kedua tangannya. Ia melirik warga desa yang berbisik tadi dan mendengus melihat warga tersebut tersentak kaget dan buru-buru pergi dari situ karena bisa melihat Sasuke mentap tajam dirinya; seperti menantangnya untuk berkata yang tidak-tidak mengenai dirinya dan Naruto.
"Yosh! Ayo kita latihan di sungai dekat pemandian air panas! Aku juga mau memperlihatkan sebuah teknik yang aku temukan di buku kemarin!" Naruto menyeringai dan berjalan terlebih dahulu ke tempat mereka akan berlatih dan lalu di susul oleh Sasuke. Naruto tentu saja menyadari apa yang Sasuke dan ia hanya bisa tersenyum bahagia, sepertinya Sasuke kini sudah menganggapnya sebagai teman baik dan kali ini persahabatan mereka sudah berkembang yang tadinya hanya sebagai saingan; kini Naruto sudah bisa melihat Sasuke menganggapnya sebagai teman.
Hanya saja Naruto tidak tahu bahwa Sasuke sedang dalam masa delusi dan sedang berusaha keras menolak kenyataan bahwa ia mulai menyukai Naruto.
Itachi tidak tahu harus berkata apa di saat ia sampai di markas Akatsuki, karena hal pertama yang ia lihat di saat ia sampai adalah kepala Hidan yang melayang dari ruang tengah sampai akhirnya menabrak dinding gua di sebelah Itachi. Kisame hanya menyeringai dan lalu tertawa yang langsung di sambut oleh suara Hidan mengumpat dengan sangat keras.
Itachi melirik ke arah ruang tengah dan menemukan Kakuzu yang sedang menghitung uang dan tubuh Hidan tergeletak di depannya, Kakuzu sepertinya tidak peduli dengan apa yang Hidan teriakan dan kedatangan Kisame dan Itachi. Itachi hanya menggeleng pelan dan melanjutkan perjalanannya ke ruang milik sang ketua Akatsuki untuk memberikan sedikit laporan dan meminta izin untuk pergi bersama Kisame ke Kumogakure.
Rekannya sendiri kelihatannya memilih untuk tetap di ruang tengah, ia bisa melihat Kisame mengambil kepala Hidan yang masih saja berteriak memarahi Kakuzu dan membawanya ke ruang tengah. Kisame terus saja tertawa dan tidak berhenti walau ia sudah sampai di ruang tengah dan meletakkan kepala Hidan di sebelah tubuhnya yang tergeletak di lantai.
Setelah puas tertawa dan di marahi oleh Hidan, Kisame duduk di sofa di depan Kakuzu dan menancapkan Samehada di tanah di depannya. Kini ia tengah berfikir; munkin orang lain tidak bisa melihatnya namun Kisame bisa dengan jelas melihat bahwa partnernya, Uchiha Itachi telah berubah. Ia tidak tahu, hanya saja aura dan bahasa tubuh Itachi berubah drastis hanya dalam jangka waktu satu malam.
Pada pagi harunya Kisame menatap dengan bingung Itachi di saat Itachi terlihat kebingungan dan kaget melihat anggota Akatsuki lainnya, ia tidak tahu mengapa tapi hal tersebut membuat Itachi panik dan langsung kembali masuk ke dalam kamarnya. Berberapa jam kemudian itachi keluar dan kelihatan sudah tenang namun ia masih bisa mendeteksi rasa tidak nyaman di dalam Itachi.
Lalu ia melihat Itachi sering mondar-mandir ke ruang sang ketua dan berkali-kali ia melihat setiap kali itachi keluar dari ruangan tersebut ia terlihat semakin tenang dan rileks, apakah ini ada hubungannya dengan sang ketua yang tiba-tiba menyuruh para anggota Akatsuki lainnya untuk ekstra hati-hati dalam menjalankan misi mereka? Kisame tidak tahu.
Seperti sekarang ini, setelah keluar dari ruang ketua, ia bisa melihat Itachi menjadi lebih tenang dan seperti sebuah beban berat telah terangkat dari pundaknya.
Itachi menanyakan kepadanya kapan ia mau berangkat ke Kumogakure dan ia menjawab sekarang juga. Itachi menatapnya dengan pandangan datar namun ia tahu Itachi sedikit kebingungan dengan jawabannya. Namun Kisame hanya mengatakan bahwa ia sudah bosan terus-terusan berada di markas dan ia butuh hiburan.
Itachi mengangguk dan menyuruhnya untuk mempersiapkan peralatannya dan barang-barang yang ia ingin bawa. Setelah mereka berdua bersiap-siap mereka langsung berangkat, namun di perjalanannya ke luar markas ia melihat kini Hidan sudah kembali utuh karena kepalanya sudah di jahit oleh Kakuzu.
Kisame tentu saja memiliki alasan mengapa ia ingin berangkat secepat munkin karena ia ingin bertanya kepada Itachi mengenai perubahannya. Ia tahu Itachi adalah orang yang tidak suka berbicara mengenai dirinya di depan umum dan ia menyimpan banyak rahasia. Kisame adalah tipe orang yang memegang teguh prinsipnya, ia bahkan membunuh teman-temannya karena prinsipnya: Rahasia harus di jaga sampai mati, kalau bisa di bawa ke kubur. Kisame menghargai apa yang Itachi lakukan karena mereka memiliki pandangan yang sama, maka dari itu ia tidak mau menghancurkan persahabatan dan kepercayaannya dengan Itachi.
"Jadi? Kau mau menjelaskan kepadaku tentang perubahan yang terjadi begitu drastis kepadamu?" Kisame langsung bertanya di saat mereka sudah berjalan agak jauh dari markas dan ia tahu tidak ada yang bisa menguping pembicaraan mereka, terutama Zetsu yang adalah seorang mata-mata Akatsuki. Kalau Itachi tidak mau ketua mengetahui apa yang terjadi terhadapnya maka Kisame akan menghargai keputusan Itachi dan menjaga rahasianya.
Itachi menghela nafas, benar dugaanya, Kisame akhirnya curiga dengannya dan ternyata cukup sulit untuk mengelabui partnernya yang satu ini. Akhirnya Itachi memutuskan untuk bercerita sedikit mengenai masalahnya "Kau masih ingat apa yang kau katakan kepadaku dulu?"
Kisame terdiam sebentar sebelum mengangguk dan menjawab pertanyaan Itachi "Ya…"
"Apakah aku bisa mempercayai dirimu?" Itachi melirik Kisame yang sepertinya sedang berfikir keras, ia akan memberikan jawabannya dan bercerita kepada Kisame bila ia bisa menjawab pertanyaannya dengan benar, ia harus berhati-hati karena ia tahu: Madara lah yang merekruit Kisame ke dalam Akatsuki dan Kisame mengetahui rencana dari Madara. Jadi hal pertama yang harus ia lakukan adalah memastikan Kisame tidak mencoba membocorkan apa yang ia katakan nanti ke Madara.
"Aku membunuh teman-temanku agar mereka tidak membocorkan informasi bila mereka di tangkap dan di introgasi dan aku membunuh mentorku karena ia menjual informasi rahasia kepada orang lain" Kisame menyeringai dan memperlihatkan gigi-gigi taringnya, matanya menatap secara langsung Itachi untuk menekankan apa yang ingin sampaikan kepada Itachi: bahwa ia akan menjaga rahasia Itachi dan membawanya ke kuburannya.
Itachi menatap mata Kisame, ia mencoba mencari kebohongan dari apa yang Kisame katakan dan tidak menemukannya, ia mengangguk dan kembali berbicara "Aku mempercayaimu Kisame, hanya saja aku tidak mempercayai orang yang merekruit dirimu"
Kisame langsung terdiam, ia mengerti apa yang Itachi katakan namun yang membuatnya terkejut adalah: bagaimana bisa Itachi tahu bahwa Madara lah yang merekruitnya? Dan dari mana Itachi tahu apa yang Madara katakan kepadanya?
"Kau tahu, alasan mengapa aku bisa berdiri di sini dan mengenakan jubbah ini karenanya? Walau secara tidak langsung; karenanya hidupku hancur berantakan" Itachi membuang mukanya dan menatap pepohonan yang mereka lewati dalam kecepatan tinggi.
Kisame semakin terdiam, ia tidak tahu mau berbicara apa dan ia sangat terkejut dengan perubahan yang di alami Itachi. Untuk pertama kalinya Itachi berbicara soal masa lalunya dan untuk pertama kalinya Kisame bisa berbicara panjang dengan Itachi walau topik pembicaraannya sangat membuatnya terkejut.
Kisame tetap diam sampai akhirnya ia memutuskan bahwa ia akan mempercayai instingnya "Aku tidak tahu mengapa tapi aku mempercayaimu, karena aku tahu instingku tidak pernah salah"
Sebuah senyuman kecil pelan-pelan terlukis di wajah Itachi "Kalau begitu coba buat aku mempercayaimu sepenuhnya, Kisame"
Sasuke tidak mengira bahwa mimpi buruknya dulu kini menjadi kenyataan, namun munkin sekarang bukan lagi mimpi buruknya; karena ia telah berubah. Mimpi buruk tersebut adalah Naruto berhasil mengalahkannya, bukan hanya sekali namun dua kali. Dulu ia akan marah besar dan berjuang mati-matian untuk bisa mengalahkan kembali Naruto; karena ia tidak ingin menjadi orang yang lemah dan ia harus menjadi kuat demi membalaskan dendamnya kepada kakaknya. Namun sekarang di saat matanya sudah terbuka, ia tidak terlalu mempermasalahkan soal dirinya di kalahkan Naruto; namun bukan berarti harga dirinya menurun.
"Bagai mana bisa kau mengalahkanku, Dobe" Sasuke yang kini duduk di tanah sambil mengatur nafasnya mengerang pelan, peluh dan keringat membasahi pakaian dan tubuhnya; berbeda sekali dengan Naruto yang kelihatannya masih segar dan tersenyum ke arahnya. Tidak hanya Naruto menang melawannya namun Naruto juga lebih handal melakukan sebuah teknik yang tadi mereka pelajari bersama.
Namun Sasuke tidak tahu bahwa teknik yang Naruto ajarkan adalah teknik yang Naruto sendiri sudah kuasai, ia hanya berpura-pura tidak tahu dan bertingkah seperti pemula, namun tetap saja Naruto memperlihatkan bahwa teknik miliknya sudah sedikit lebih baik dari Sasuke.
"Karena kamu tidak menyerangku dengan keinginan membunuh, Teme" Naruto berjalan mendekati Sasuke dan mengulurkan tangannya ke arahnya, senyumnya tidak pernah hilang dan matanya menatap langsung mata Sasuke "Kalau kau menyerangku dengan keinginan membunuh, aku pasti kalah"
Sasuke menatap Naruto seperti Naruto sudah menjadi gila. Ia menyuruhnya menyerangnya dengan keinginan membunuh? Apakah Naruto ingin mati? Sasuke tahu dulu ia memang pernah ingin membunuh seseorang (kakaknya) dan berlatih untuk menjadi yang terkuat, namun bukan berarti ia akan main-main dengan hal yang seperti, karena dulu Sasuke hanya ingin membunuh satu orang; ia bukan pembunuh berdarah dingin "Kau gila Dobe?"
Naruto tertawa namun ia menggeleng kepalanya "Aku tidak bercanda. Menyerang dengan keinginan membunuh bukan berarti kau harus membunuh orang tersebut Teme"
"Yang aku maksud adalah: keluarkan segala tenaga dan teknik yang kau miliki walau hanya sebuah latihan" Naruto menyeringai dan menarik tangan Sasuke sambil membantunya bangun dari posisinya. Naruto tahu kalau Sasuke memiliki potensial yang sangat besar dan ia yakin Sasuke bisa menjadi lebih kuat darinya. Pertama ia sudah membuat Sasuke tidak di butakan dengan amarah karena emosinya lah kelemahan utama dari Sasuke, sekarang ia harus mengajarkan Sasuke cara bertarung yang benar.
"Kau lebih kuat dariku, aku tahu itu" Naruto melingkarkan tangannya di bahu Sasuke dan menonjok dengan pelan dada Sasuke, sebuah gesture yang biasa sahabat lakukan. Namun sepertinya Naruto salah perkiraan karena Sasuke terlihat tidak nyaman dan wajahnya memrah, Naruto mengira Sasuke kepanasan makannya wajahnya memerah jadi ia melepaskan Sasuke dan melipat kedua tangannya di depan dadanya.
Sasuke hampir saja mendorong menjauh Naruto karena mendadak zona nyamannya di invasi oleh Naruto tanpa izin darinya. Ia bukan merasa marah namun malah merasa dadanya sakit karena jantungnya berdegup begitu kencang. Ia mati-matian mencoba menenangkan jantungnya dan mengatakan kepada dirinya bahwa jantungnya berdegup dengan kencang karena ia tidak suka zona nyamannya di masuki tanpa izin darinya, siapapun itu dan bukan hanya Naruto.
Sasuke buru-buru menenangkan dirinya dan membetulkan posturnya, ia tidak mau Naruto menyadari perubahan yang di alaminya dan akan mengejeknya, ia masih punya harga diri dan ego, terimakasih banyak.
"Bagai mana kalu kita istirahat dulu sebentar?" Naruto berjalan ke arah sebuah pohon yang rindang dan duduk di bawahnya, mencoba mendinginkan diri di bawah bayangan pohon tersebut sambil bersenderan. Ia menepuk tanah di sebelahnya; seperti menyuruh Sasuke duduk bersamanya.
Sasuke tentu saja langsung buang muka dan berjalan ke arah Naruto, namun ia duduk agak jauh dari Naruto, ia tidak mau duduk tepat di sebeelah Naruto karena kalau ada orang yang melihat mereka bisa-bisa mereka di kira sepasang kekasih yang sedang pacaran.
Sasuke langsung membuang jauh-jauh pikiran mengenai dirinya di kira pacaran, karena entah kenapa ada rasa senang—oke stop di situ, ia tidak butuh berfikir yang tidak-tidak mengenai temannya yang satu ini. Ia tidak mau menghancurkan pertemanan yang sudah mereka buat sekarang dan ia merasa nyaman menganggap Naruto bukan hanya sebagai saingannya namun juga sebagai sahabatnya.
Sasuke menengok ke arah Naruto di saat ia melihat bahwa Naruto sedang memakan bekalnya dan kini menawarinya, ia menatap nasi kepal yang naruto tawarkan dan ia bisa merasa perutnya protes minta di isi. Namun ia mengingat apa yang Kakashi katakan dan menatap bingung Naruto "Sensei bilang kita tidak usah makan siang, nanti kita yang ada muntah"
Naruto menyeringai, ia mengambil sebuah Nasi kepal dan memaksa Sasuke mengambilnya. Mereka berdua habis latihan dan ia tahu kalau Sasuke tidak makan sekarang bisa-bisa ia pingsan di tengah ujian, lagi punya Kakashi juga menyuruh mereka tidak makan siang karena ujiannya adalah mengenai pertahanan tubuh dan akan di imbali dengan makan siang "Sensei bilang 'lebih baik' jadi bukan berarti kita tidak boleh makan siang. Lagi pula kita habis latihan, nanti kalau kau tidak makan bisa-bisa kau pingsan nanti"
Sasuke menghela nafas dan menerima nasi kepal pemberian Naruto, apa yang Naruto katakan ada benarnya, energinya sudah hampir terkuras habis dan perutnya sudah protes minta di sini; ia tidak mau mempermalukan dirinya di depan gurunya dan kelompoknya dengan bunyi perutnya yang minta di isi atau pingsan di tengah-tengah ujian.
Sasuke menutup matanya dan menghabiskan nasi kepal buatan Naruto dengan cepat, sebelum akhirnya mengambil lagi setelah di tawarkan oleh Naruto dan Naruto mengatakan ia boleh mengambil berapapun karena ia sengaja membawa lebih karena aka nada ujian hari ini 'Lagi-lagi di isi tomat, kalau aku tidak tahu Naruto yang sebenarnya; aku akan mengira Naruto membuat nasi kepal ini untukku'
Naruto mendengar Kurama mendengus dan ia melihat Kurama kini sudah bangun dari tidur siangnya dan sekarang tengah menguap 'Tidur nyenyak?'
Kurama tidak menjawab dan hanya merenggangkan tubuhnya, ia kembali dengan posisi duduk dan memperhatikan Sasuke yang sedang makan bersama dengan Naruto. Setelah melihat sekelilingnya dan melihat Sasuke yang kelihatan kelelahan ia tahu bahwa Naruto dan Sasuke baru saja selesai latihan 'Kau tahukan bahwa klan Uchiha memiliki kutukan yang selalu di bawa turun-temurun?'
Naruto tidak menjawab dan hanya mengangguk dan kembali memakan bekalnya, ia mengingat teman satu kelompok Kakashi dulu dan ia juga tahu apa yang terjadi dengannya. Ia mengingat apa yang Kakashi katakan dan Obito katakan mengenai apa yang terjadi sebenarnya dan mengapa ia bisa menjadi seperti itu.
'Nanti akan aku coba tanyakan kepada Itachi bagai mana dirinya dan Shinsui bisa melepas kutukan tersebut' Naruto menghabiskan bagian bekalnya dan Sasuke sepertinya juga sudah kenyang jadi ia menyimpan sisanya ke dalam tasnya kembali. Karena Sasuke masih kelihatan kelelahan, Naruto memutuskan untuk beristirahat lebih lama; lagi pula Kakashi akan telat lagi.
Angin yang sejuk dan rindangnya apohon pelan-pelan membuat mata Naruto menjadi berat dan pelan-pelan kesadarannya mulai hilang. Sasuke yang berada tidak jauh dari Naruto dan kelelahan juga bernasib sama dengan Naruto namun ia yang terlebih dahulu jatuh tertidur karena ia kelalahan.
Kurama memperhatikan naruto dan Sasuke yang tertidur pulas dan memutuskan untuk duduk diam saja dan menikmati pemandangan yang ada di depannya, ia baru saja bangun dari tidur siangnya dan ia tidak ingin pergi ke alam mimpi di mana ia akan memimpikan hal yang sama terus-menerus.
Sakura sedang di landa rasa cemburu yang amat besar, karena ia melihat Sasuke dan Naruto berjalan ke arahnya dan sampai ke tempat latihan secara bersama; yang lebih parah lagi, mereka berdua terlambat secara bersamaan. Ia mencoba menenangkan diri dan tidak dengan cepat mengambil konklusi, munkin saja mereka terlambat karena hal yang berbeda dan mereka baru saja bertemu di perjalanan menuju tempat latihan, tidak munkin mereka terus saja berduaan dari pagi atau berlatih bersama karena Sakura tahu Sasuke lebih suka latihan sendiri dan selalu menolak keinginan Naruto untuk mengajaknya bertarung.
Namun penderitaan Sakura tidak berhenti di situ saja, Naruto dan Sasuke terlihat jauh lebih akrab dan mereka berdua terlihat lebih rilex di dekat satu sama lain; tidak seperti kemarin di mana Sasuke terlihat tidak ingin berbicara dengan Naruto (Karena apa yang Naruto katakan di hari sebelumnya lagi). Namun mereka berdua sekarang sesekali berbicara walau tidak panjang lebar, hanya berberapa cibiran dan mengejek satu sama lain namun dengan nada yang menandakan kalau mereka hanya sedang bercanda dan apa yang mereka lakukan adalah cara mereka memperlihatkan seberapa baiknya pertemanan mereka.
Sakura hanya bisa menatap cemburu Naruto, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena di saat pertama kali Sakura memarahi Naruto karena mencibir Sasuke (yang terjadi sekitar lima belas menit yang lalu), ia di hadiahi tatapan tidak suka dari Sasuke dan Naruto hanya tertawa dan mengatakan bahwa ini adalah cara mereka berdua berinteraksi sebagai teman. Seperti layaknya teman laki-laki yang baik.
Sakura terus-terus memaki-maki Naruto dalam hati dan kali ini amarahnya tertuju ke guru pembimbingnya, ia terlambat lagi dan Sakura menyalahkan Kakashi karena bila Kakashi tidak terlambat maka ia tidak harus melihat betapa dekatnya Sasuke dan Naruto.
Berberapa menit kemudian, sebuah asap berwarna putih muncul di depan Sakura, Sasuke dan Naruto, di saat asap tersebut telah menghilang terlihatlah wujud guru mereka yang tengah menggaruk kepalanya yang mereka yakin tidak gatal "Selamat pagi"
"KAU TERLAMBAT!" Sakura langsung bangun dari tempat duduknya dan bertahan mati-matian untuk melempar kunai yang ia bawa ke arah Kakashi, semua amarahnya langsung ia tujukan kepada sang guru yang baru saja datang. Sakura kali ini memaki-maki Kakashi dalam hati dan ia sedang menahan keinginannya untuk menangis karena begitu banyaknya perasaan cemburu dengan Naruto dan amarahnya menjadi satu.
Kakashi menatap bingung ke arah Sakura, ia menyadari bahsa tubuh Sakura yang seperti sedang menahan sesuatu dan matanya yang berkaca-kaca. Apakah ia melewati sesuatu? Kakashi melirik ke arah Sasuke dan Naruto yang bangun dari tempat duduknya dan sedang mengobrol—atau munkin mencibir satu sama lain, tipikal persahabatan laki-laki dan Kakashi langsung mengerti penyebab utama mengapa Sakura menjadi seperti itu.
Ia jadi sedikit khawatir apa yang akan terjadi dengan kelompok ini di saat ujian nanti. Ia yakin kalau Sasuke dan Naruto bisa melewatinya tapi inti ujian ini adalah kerja sama dan pertemanan, ia hanya bisa berharap Naruto dan Sasuke mau membantu Sakura dan membimbingnya.
Kakashi akhirnya memutuskan untuk menenangkan Sakura terlebih dahulu dengan meminta maaf dan lalu langsung berjalan ke arah tiga buah kayu yang tertanam secara berjejer dan meletakkan sebuah jam di atas kayu yang ada di tengah setelah menyetel jam tersebut untuk berbunyi di waktu yang ia tentukan "Baiklah, aku sudah menyetel jamnya untuk berbunyi di siang hari"
Sakura menghela nafas panjang sebelum akhirnya memutuskan untuk menumpahkan semua amarahnya kepada gurunya di saat ujian, kalau bisa ia akan menghajar habis-habisan Kakashi dan membuktikan kepada Sasuke bahwa ia lebih baik dari Naruto dan seharusnya Sasuke tidak mendekati Naruto.
Sasuke menatap jam tersebut lalu melirik Naruto, ini akan menjadi penentu dari hasil latihannya kemarin dan tadi bersama Naruto; ia akan membuktikan kepada Naruto bahwa ia lebih hebat darinya. Ia mengingat apa yang Naruto katakan mengenai dirinya harus menyerang lawannya dengan niat membunuh, dan ia akan mencobanya.
Naruto menyeringai dan menepuk kaki Kurama, jantungnya berdegup dengan kencang karena antisipasi dan kebagiaan. Sudah lama sekali ia tidak bertarung bersama tim tujuh yang lengkap, pertarungan bersama sebagai sebuah kelompok dan tim. Bukan berarti ia tidak menyukai Said dan Yamato; hanya saja ia kangen bertarung bersama tim tujuh yang asli.
'Kau tidak membutuhkan aku, maka dari itu aku tidur siang saja' Kurama menguap dan membetulkan posisinya sebelum menutup matanya, ia lebih memilih tidur karena tidak mau mengganggu konsentrasi Naruto dan meminimalisirkan kemunkinan cakra miliknya keluar dan mempengaruhi cakra Naruto.
"DI sini aku memiliki dua buah lonceng, tugas kalian adalah mengambil lonceng ini dariku sebelum waktunya habis" Kakashi mengeluarkan dua buah lonceng dari sakunya dan ia bisa melihat bahwa muridnya menatapnya bingung, seperti menyuruhnya cepat-cepat menjelaskan apa yang mereka harus lakukan 'Bersemangat sekali… ingin cepat-cepat menyelesaikan ujian atau ingin melampiaskan amarah kepadaku karena aku datang terlambat?'
Kakashi menunjuk ke arah jam yang ia letakkan tadi lalu kayu yang ada di bawahnya dan menatap muridnya dengan pandangan serius "Yang tidak berhasil mendapatkan lonceng ini akan di ikat di tiang itu dan tidak akan mendapat makan siang"
Sakura terperanjat mendengarnya, ternyata Kakashi mengelabui mereka untuk tidak makan siang demi ujian ini. Sakura memegang perutnya yang mulai protes minta di isi, ia tidak makan siang dan ia hanya makan sedikit sarapan karena takut ia akan muntah nanti; mana munkin ia mau muntah di depan Sasuke! Ia punya harga diri dan image untuk di jaga 'Jadi itu alasannya mengapa ia menyuruh kami untuk tidak sarapan'
Sasuke menghela nafas lega dan berterimakasih dalam hati dengan Naruto, untung ia sudah makan bekal Naruto walau tidak terlalu banyak (mana munkin ia menghabiskan bekal Naruto walau ia mau, ia masih punya sopan santun), setidaknya perutnya tidak protes minta di isi dan ia mempunyai tenaga yang cukup karena berisitirahat tadi. Ia yakin kalau ia tidak menerima tawaran Naruto untuk makan tadi; ia akan benar-benar pingsan.
Naruto hanya menyeringai dan memberikan tatapan 'sudah-aku-bilang' kepada Sasuke yang meliriknya, sebenarnya walaupun Sasuke menolak makanannya tadi, Naruto akan tetap memaksanya memakan sampai habis bekalnya karena bisa-bisa ia pingsan di tengah ujian karena kelaparan dan kelelahan. Kurama hanya memutar bola matanya, ia masih belum tidur dan bisa mendengarkan apa yang Kakashi katakan.
Kakashi memeriksa reaksi muridnya dan menyeringai melihat reaksi Sakura, hanya saja ia langsung menatap bingung Sasuke dan Naruto yang kelihatan tidak terlalu terkejut, namun ia bisa melihat Sasuke berberapa kali melirik Naruto yang hanya menyeringai, apakah mereka berdua merencanakan sesuatu? Lagi-lagi Kakashi di kejutkan dengan apa yang Naruto lakukan, namun orang yang bersangkutan hanya mengangkat bahunya.
"Untuk lulus kalian hanya membutuhkan satu buah lonceng, karena hanya ada dua jadi salah satu dari kalian akan di ikat di tiang dan akan gagal. Jadi salah satu dari kalian akan kembali ke akademi" Kakashi menggoyangkan bel yang ada di tangannya dan membuatnya berbunyi, ia memasang ekspresi serius sambil menatap satu per satu muridnya.
Sasuke dan Sakura tersentak kaget karenanya, mereka berdua hanya bisa memikirkan mengenai nasib mereka dan hampir lupa bahwa mereka harus berkerja sebagai kelompok. Sakura yang paling panic karena ia takut akan di tinggal oleh Sasuke yang lebih memilih Naruto untuk di jadikan teman berkerja sama mendapatkan bel tersebut. Namun Sakura langsung menghela nafas lega di saat ia mendengar Sasuke dan Naruto saling mencibir dan mengejek satu sama lain. Namun Sakura lupa bahwa Naruto dan Sasuke hanya sedang bercanda dan mereka hanya sedang bermain-main; layaknya seorang saingan yang berteman baik.
Kakashi hanya bisa menghela nafas melihat sikap Naruto dan Sasuke, karena Kakashi mengira mereka tidak bisa berkerja sama tanpa mengetahu bahwa Naruto dan Sasuke hanya sedang bercanda dan mencoba membuktikan kehebatan masing-masing, sama seperti Sakura.
"Bila kalian mau, kalian boleh menggunakan shuriken dan kunai. Kalian tidak akan berhasil bila kalian tidak menyerangku dengan keinginan membunuh" Kakashi menggantungkan lonceng yang tadi ia pegang dan mengaitkannya di celananya. Di saat ia melihat ke arah Sasuke dan Naruto ia tidak bisa menghentikan dirinya untuk tidak tersentak kaget, karena kini mereka berdua tengah menatap dirinya layaknya ia adalah sebuah mangsa dan mereka adalah predatornya.
Sasuke menyeringai dan sudah mengeluarkan kunainya, ia bisa merasakan matanya menjadi sedikit panas dan tubuhnya tidak mau diam. Ia menggunakan segala akal pikirannya untuk membayangkan kalau Kakashi adalah mangsanya dan tubuhnya seperti sudah tidak sabar untuk bergerak dan menerkam Kakashi.
Naruto menyeringai dan menjilat bibirnya, ia pelan-pelan meraih kunainya dan sudah ada di posisi siap menyerang, walaupun hanya di buat-buat Naruto tetap ingin memperlihatkan kepada Kakashi bahwa ia bukan lagi bocah ingusan yang tidak tahu apa-apa dan lemah. Selain itu ia juga ingin di puji oleh Kurama setelah ujian.
'Ya tuhan, mereka berdua kelihatan kejam sekali' Kakashi hanya bisa menggelengkan kepalanya, apakah mereka semarah itu hanya karena ia sedikit terlambat? Oke tidak sedikit tapi apakah ia harus di benci hanya karena itu? Kakashi hanya bisa berdoa kepada gurunya yang sudah beristirahat selamanya untuk memberinya kekuatan dan bimbingannya dalam menghadapi kedua muridnya yang satu ini, terutama Naruto.
"Te-tetapi kamu bisa saja dalam bahaya" Kakashi tertawa di dalam mendengar Sakura yang menghawatirkannya, karena ia tahu ia benar sedang dalam bahaya karena dua muridnya seperti benar-benar ingin membunuhnya dan ia tahu ia bisa menjaga dirinya sendiri dengan cukup baik; hanya saja ia kurang tahu apakah ia akan terluka dan kelelahan atau tidak.
"Aku tidak akan main-main dan aku akan menyerang kalian dengan kekuatan penuh; sekalipun kau adalah perempuan" Kakashi harus menghindari sebuah kunai yang di lempar oleh Naruto yang tidak suka di lihat di saat ia menyebutkan kata 'perempuan'.
"JIWAKU MASIH LAKI-LAKI" Naruto menatap tajam Kakashi dan menghentakkan kakinya, ia meresa harga dirinya tersakiti oleh Kakashi. Naruto masih benci bila ia di anggap perempuan karena baginya yang perempuan hanyalah tubuhnya dan jiwanya masih laki-laki sejati.
"Iya, iya" Kakashi menghela nafas panjang, sepertinya Naruto masih tidak mau menerima kenyataan, ia tidak bisa menyalahkannya karena selama hidupnya Naruto adalah laki-laki dan sekarang ia tiba-tiba berubah menjadi perempuan. Sasuke hanya menyeringai dan mendapatkan hadiah tatapan kesal Naruto, sedangkan Sakura hanya membuang mukanya.
"Baiklah…kita akan mulai…" Naruto kembali memasang posisi siap menyerang, Sasuke sedang bersiap-siap untuk melompat dan Sakura mengeluarkan kunainya dan memasang kuda-kuda untuk menyerang. Mereka menunggu Kakashi memulai ujiannya dan semuanya sudah siap dengan trik dan cara untuk mendapatkan lonceng dari Kakashi.
"SEKARANG!" dan mereka semua menghilang; berpencar untuk bersembunyi dan bersiap untuk melawan guru mereka, semuanya memiliki tekad sekuat baja untuk lulus dari ujian ini.
'Kit, aku ada sedikit permintaan…'
'Aku akan mengabulkannya, apapun itu Kurama'
To Be Continue
!Author Notes!
Yak, satu chapter kini telah selesai lagi! Maaf bila sedikit terlambat karena saya sedang sibuk kuliah.
Namun saya tidak bisa menjanjikan untuk Up-Date kilat minggu depan karena kuliah kembali normal (minggu ini masih sedikit santai karena baru selesai ujian) dan saya harus membagi waktu untuk menulis dan mengerjakan tugas kuliah.
Maka dari itu hanya minggu ini dan sabtu-minggu lah saya bisa menulis cerita dengan aman (itu pula bila saya tidak memiliki tugas kuliah yang harus di kumpulkan pada hari senin maka hari minggu saya akan sibuk mengerjakan tugas tersebut).
Namun saya akan berusaha sebisa saya untuk melawan rasa malas dan belajar mengatur waktu agar cerita ini tidak terlupakan atau akan berakhir hiatus dalam jangka waktu yang lama lagi, namun sekali lagi saya ingatkan saya tidak bisa up-date kilat karena tugas kuliah dan cerita lainnya yang harus saya selesaikan juga.
Selain itu ada saya sedikit kebablasan di chapter ini, habis saya paling suka dengan interaksi dan persahabatan antara Kisame dengan Itachi! Selain itu karakter yang paling saya sukai di serial Naruto adalah Kisame dan Sasori. (Perhatian, saya suka mereka dalam artian persahabatan dan bukan pairing, saya bukan seorang fujoshi dan saya tidak menyukai yaoi (bukan berarti saya membencinya, saya lebih memilih gender-bender, makannya saya menulis cerita ini).
Oh ya, a little something: Bagi yang bisa menebak OTP saya akan mendapatkan hadiah berupa pair di chapter berikutnya yang akan di tampilkan secarang terang-terangan adalah pair pilihan anda! yang paling cepat yang akan menang~(Hint ada di kedua author notes~)
Kalian cukup memberi jawabannya melalu review kalian dan jangan lupa cantumkan pairing yang kalian mau untuk di tampilkan di chapter depan!
Saya hanya sedang sedikit buntu ide makanya saya butuh sedikit bantuan untuk menentukan pair selanjutnya, biasanya saya mendapat ide kalau mendapat pendapat dari orang lain, makannya saya biasanya bertanya kepada teman saya mengenai cerita ini (sayangnya ia bukan penulis cerita, ia adalah seorang doujinka dan punya UTAU).
Sekian dan terimakasih, sampai jumpa lagi di chapter depan!
Review please
Tolong beri masukan terhadap cerita yang baru ini
Yang masih mau baca chapter yang aslinya atau yang sebelumnya untuk di baca dan di bandingkan silakan bilang, nanti saya kirimkan
