Disclaimer: Anime serta Manga Naruto adalah milik Masashi Kishimoto
Warning: Mengandung Gender Bender, Semi-Au, Time Travel, Miss Typoo, Mild Sakura Bashing, dll
!Author Notes!
Hanya ada satu orang yang berhasil menebak dan sisanya tidak ada yang menjawab atau munkin salah menangkap? Karena kebanyakan para pembaca malah memberikan saran dan ide untuk pairing yang kalian semua mau tanpa memberi jawaban.
Hahaha saya anggap itu kesalahan saya yang kurang baik dalam menyampaikan pesan atau semacamnya dan sepertinya saya membuat banyak pembaca mengira saya meminta ide dan pairing dari kalian. Maafkan saya tapi semuya itu adalah kesalahan besar.
Walaupun saya buntu ide; saya tidak akan menanyakan pendapat atau apapun itu kepada para pembaca sekalian yang akan mempengaruhi jalan cerita utama dan ending cerita ini. Kalau hanya hint pair maka saya akan terima dengan senang hati kalau saya sedang buntu ide. Di karenakan kalau saya ikuti semua yang ada jalur cerita akan jadi berantakan, saya hanya akan mengonsultasikan cerita ini kepada teman saya.
Saya juga menyakan mengenai crack pairing kepada kalian di chapter kemarin bukan berarti cerita ini akan ada crack pairing atau semacamnya (kecuali bila konsultasi saya dengan teman saya membuahkan ide yang bisa membuat crack pairing tersebut bisa terjadi walaupun hanya sebuah hint), saya hanya kesepian karena saya penyuka crack pairing, tidak hanya di fandom ini saja melainkan di fandom lainnya; penyebab utamanya adalah saya suka gender-bender.
Lagi pula terlalu cepat untuk menentukan pairing utama di cerita ini, jelas-jelas tulisan di summarynya masih temporary. Mohon bersabar, cerita ini masih panjang! Saya tidak bisa begitu saja menentukan pairing di saat cerita baru saja mulai, you can't please everyone, maka dari itu saya tidak bisa menerima semua ide dan membuat para reader senang semua.
Munkin lagi-lagi kesalahan saya di chapter sebelumnya yang tidak menjelaskan apa maksud sebenarnya: saya hanya meminta pairing yang akan di munculkan di satu chapter saja, bukan berarti pairing tetapnya adalah pair itu. Saya hanya akan membuat hintnya.
Sebuah pemberitahuan saja: selama tulisan di summary masih bertuliskan: "temporary Naruto x all" maka pair utama belum di tetapkan.
Maaf bila terjadi kesalah pahaman dari chapter sebelumnya.
Sekian apa yang ingin saya katakan, silakan menikmati cerita To The Past yang baru!
Kakashi memeriksa sekitarnya sambil mencari keberadaan murid-muridnya yang tengah bersembunyi. Ia berhasil menemukan Sasuke dan Sakura "Hal terpenting yang harus di lakukan sebagai shinobi adalah bisa bersembunyi dengan baik"
Kakashi namun tidak bisa menemukan keberadaan Naruto, ia bahkan tidak bisa mendeteksi cakra milik Naruto. Ia mulai berfikir untuk menggunakan sharingan miliknya untuk mencari Naruto tapi akhirnya memutuskan untuk tidak melakukannya. Memang ia berjanji untuk melawan mereka dengan kekuatan penuh namun bukan berarti ia akan benar-benar lakukan, ia adalah seorang Joinin dan ia tidak mau melukai dengan parah murid-muridnya.
Sebuah ingatan dari masalalunya tiba-tiba memenuhi pikirannya dan ia langsung membuangnya jauh-jauh. Ia sedang mengajar murid-muridnya dan kalau ia tidak fokus maka ia yakin Sasuke dan Naruto bisa saja mengalahkannya karena ia terlalu banyak berfikir.
Kakashi memilih untuk pindah dari tempatnya sedang bersembunyi dan mencoba mencari keberadaan Naruto, hal terakhir yang iamau adalah Sasuke dan Naruto menyerangnya secara tiba-tiba bersamaan. Ia akan mencoba mengetes cara berfikir mereka dan melihat seberapa baik mereka bisa berkerja sama.
Untuk pembuka, ia akan mencobe mengetes Sakura, ia berjalan mengitari tempat Sakura bersembunyi dan mengeluarkan sebuah kage bunshin yang di berikan Henge menjadi Sasuke yang sedang terluka berat dan di ambang kematian.
Sakura yang tidak menyadari keberadaan Kakashi sedang sibuk mencari keberadaannya sambil mencari di mana Naruto dan Sasuke sedang bersembunyi. Ia tidak bisa menemukan Sasuke dan ia sedikit terkejut melihat Naruto ikut bersembunyi, Sakura tahu Naruto adalah anak yang terlalu berisik dan memiliki sifat yang tidak bisa diam, jadi ia mengira Naruto akan terang-terangan memperlihatkan di mana ia sedang berada, ia bahkan berfikir Naruto akan terang-terangan memperlihatkan dirinya di depan Kakashi dan menyerang Kakashi secara langsung seperti orang bodoh.
Sakura mengerutkan keningnya, ia merasa bahwa Naruto kini sudah berubah dengan sangat drastis dan ia tidak menyukainya. Bagai mana bisa hanya dalam waktu satu hari; Naruto bisa menjadi pintar? Ia jadi merasa iri dengan Naruto dan berharap bahwa ia yang di culik dan ia yang di buat sang penculik menjadi pintar. Apa juga alasan sang penculik membuat Naruto menjadi pintar? Penculik macam apa itu?
"Sakura" Sebuah suara membangunkan Sakura dari lamunannya dan Sakura mengenal suara tersebut, suara tersebut adalah milik Sasuke dan Sakura tidak bisa menyembunyikan betapa senangnya ia di datangi oleh Sasuke! Apakah Sasuke datang untuk mengajaknya berkerja sama mendapatkan lonceng itu dan membiarkan Naruto berkerja sendiri? Ia akan menerimanya dengan senang hati.
"Sasuke-kun!" Sakura langsung menoleh ke arah suara tersebut dan melihat pemandangan yang sepertinya keluar dari mimpi buruknya. Di depannya kini terlihat Sasuke yang berlumuran darah dan begitu banyak senjata menancap di tubuhnya, tubuhnya gemetaran dan Sasuke merintih minta tolong.
Sakura amengeluarkan teriakan sangat keras, membuat kawanan burung yang sedang beristirahat tidak terlalu jauh darinya kaget dan terbang menjauh, mengira ada ancaman bagi mereka. Teriakan Sakura terdengar oleh Sasuke dan Naruto yang masih tetap berada di tempatnya masing-masing.
Naruto hanya menggeleng dengan pelan karena ia tahu apa yang telah terjadi, tapi ia tidak ada keinginan untuk membantu Sakura karena ia ada tugas yang harus ia kerjakan dan ia sedang mencoba memenuhi permintaan Kurama.
Sasuke hanya mendecak kesal, karena ia berada tidak terlalu jauh dari Sakura dan yang paling dekat, ia tahu bahwa Sakura pasti yang pertama di serang oleh Kakashi; walau ia tidak tahu apa yang di lakukan oleh Kakashi namun yang pastinya ia tahu bahwa Kakashi melakukan sesuatu yang cukup ekstrim (bagi Sakura) untuk membuat Sakura berteriak seperti itu.
Sasuke melompat dari tempat persembunyiannya dan melempar fuma shuriken ke belakangnya karena ia menyadari keberadaan Kakashi, namun dengan mudah Kakashi melompat untuk menghindari shuriken tersebut dan mendarat mulus tepat di depannya.
"Hoo, ternyata kamu bisa menyadari keberadaanku ya" Kakashi mengantungkan tangannya dan menatap Sasuke dengan pandangan sedikit senang, ia tahu bahwa Sasuke adalah anak yang pintar dan ternyata Sasuke hampir memenuhi ekspetasi Kakashi.
Sasuke mengerang pelan dan mengeluarkan sebuah kunai dan bersiap untuk mempertahan diri kalau saja Kakashi ingin menyerangnya, namun melihat Kakashi tidak bergerak sama sekali; ia akhirnya memutuskan untuk menyerang terdahulu.
Ia mencoba menyerang Kakashi tepat di lehernya, seperti mencoba melukai organ vital Kakashi dengan kecepatan tinggi, namun Kakashi hanya menggunakan satu tangannya yang tidak ia kantungkan dan memblokir serangan Sasuke dengan sangat mudah menggunakan kunai miliknya.
"Langsung mengejar tempat yang vital ya" Kakashi tidak bisa berbicara dengan panjang lebar karena ia sudah harus menunduk untuk menghindari tendangan Sasuke. Mengambil kesempatan yang ada, Kakashi menangkap kaki Sasuke dan melemparnya ke sembarang arah.
Sasuke mendesis dan langsung membetulkan posisinya agar ia bisa menghadap Kakashi dan menggerakkan tangannya untuk membuat hand seal "Katon: Goukakyu no jutsu!"
Sebuah semburan bola api muncul dan merambat ke arah Kakashi, namun Kakashi tidak bergerak sama sekali dan hanya melirik bola api tersebut.
Sasuke mendarat dengan mulus dan membulatkan matanya di saat ia melihat semburan api yang sama muncul dan kali ini mengarah ke dirinya, ia langsung meloncat untuk menghindarinya namun ia bisa merasakan panasnya api dan membuat kulitnya mengeluarkan keringat karena kepanasan.
Ia tidak mempercai apa yang ia lihat, semburan api itu berasal dari Kakashi dan ia bisa melihat dengan jelas bahwa Katon milik Kakashi jauh lebih besar dan kuat darinya, makannya Kakashi tidak repot-repot berpindah dari tempatnya. Bagaimana bisa Kakashi tahu cara menggunakan Katon? itu adalah jutsu yang di ajarkan hanya di klan Uchiha! namun Sasuke tidak bisa berfikir terlalu lama karena ia sedang melawan Kakashi dan ia tidak mau di serang secara tiba-tiba hanya karena ia tidak fokus.
Sasuke mendecak kesal dan kali ini membuat kagebunshin dan mencoba menyerang Kakashi secara bersamaan, Kakashi menangkap tangan bunshinnya yang mencoba menyerang belakang lehernya dan menendang perut Sasuke yang mencoba menusuk perutnya dengan kunai.
Bunshin milik Sasuke menghilang di saat Kakashi membantingnya ke tanah dan Sasuke terpental sedikit jauh dan menabrak pohon. Di saat ia sudah berhasil bangun dan bersiap untuk menyerang lagi; Kakashi sudah hilang dari tempatnya berdiri.
Sasuke langsung mencoba mendeteksi cakra milik Kakashi namun ia gagal total karena Kakashi dengan sangat handal menyembunyikan dirinya. Ia mengeluarkan kagebunshin yang siap jaga di belakangnya dan mencoba melindungi dirinya dari sisi manapun.
Sasuke mengecek ke depan dan sampingnya sedangkan bunshinnya mengecek belakang dan atasnya, namun Sasuke tetap tidak bisa menemukan keberadaan Kakashi "Kemana perginya dia…"
Tiba-tiba saja Sasuke merasakan bahwa dirinya di Tarik ke bawah tanah dan hanya menyisakan kepalanya yang masih terlihat dan kagebunshin miliknya menghilang karena di tendang pinggangnya hingga terpental oleh seseorang.
Seseorang tersebut adalah kagebunshin milik Kakashi dan Kakashi sendiri kini berdiri di depannya sambil tersenyum manis sambil membaca bukunya "Sepertinya kamu sudah tidak bisa bergerak"
Benar apa yang di katakan oleh Kakashi; Sasuke tidak bisa menggerakkan badannya, jangankan mau keluar dari situ. Ia menatap tajam Kakashi dan mendesis dengan keras, ia tidak menyadari keberadaan Kakashi sama sekali dan tidak bisa merasakan cakra miliknya karena ternyata Kakashi bersembunyi di dalam tanah. Makannya ia juga tidak bisa menemukan Kakashi di manapun.
"Lalu, mau sampai kapan kamu bersembunyi—" Kakashi memutar tubuhnya dan menghadap ke arah semak-semak yang terletak tidak terlalu jauh dari tempat ia berdiri. Kakashi mengeluarkan kunai dari kantung senjatanya dan menangkis lemparan kunai yang berasal dari semak-semak tersebut "—Naruto?"
Naruto tiba-tiba saja muncul dari atas dan mencekik Kakashi menggunakan kakinya dan kagebunshin miliknya menyerang dari depan, sedangkan Kakashi hanya menggerakkan kunainya untuk menusuk kaki Naruto yang mencekiknya lalu melempar kunai yang tadi ia gunakan untuk menusuk kaki Naruto ke arah bunshinnya.
Namun nyatanya keduanya adalah kagebunshin dan Naruto muncul dari tanah untuk menahan kaki Kakashi, sedangkan kagebunshinnya yang tadi menyerang dari depan berhasil menghindari lemparan kunai Kakashi dan kini kembali menerkam Kakashi.
Sebuah asap berwarna putih dan bunyi 'pof' terdengar dan menunjukkan bahwa Kakashi yang ia serang hanyalah sebuah kagebunshin. Sasuke yang tidak bisa bergerak hanya bisa menonton dari tempatnya dan sebenarnya ia sedikit terkejut. Ia tidak merasakan keberadaan Naruto sedari tadi, sejak kapan Naruto bersembunyi? Dan bagai mana bisa Sasuke tidak mendeteksi cakranya sama sekali?
"Ah! Sial!" Naruto berpura-pura seperti ia tidak mengetahui bahwa yang ia serang sedari tadi adalah bunshin milik Kakashi, ia masih harus berpura-pura masih ada di level Genin dan tidak boleh kelihatan terlalu kuat. Lagi pula ia tidak mau mengeluarkan terlalu banyak cakra karena ia tidak mau membangunkan Kurama yang kelihatannya sedang tidur pulas.
Naruto meletakkan tangannya di pinggangnya dan mendecak kesal, ia lalu membalik tubuhnya dan menatap kasihan Sasuke "Kau gagal juga?"
Sasuke hanya menghela nafas lelah dan membuang mukanya, ia merasa malu kelihatan seperti ini dan ia merasa harga dirinya kini sedang di ambang kehancuran. Namun untungnya Naruto tidak mencibirnya atau tertawa karena bisa-bisa harga dirinya langsung hancur berkeping-keping dan ia akan malu besar. Naruto hanya mengeluarkan sebuah kagebunshin dan menggali sedikit tanah yang ada di sekitar Sasuke lalu membantu Sasuke keluar dari dalam tanah.
"Ini ujian dan tidak ada larangan untuk tidak saling membantu bukan? Dan tidak seru kalau aku hanya bertarung sendirian, lebih menyenangkan bersaing denganmu" Naruto langsung berbicara di saat Sasuke terlihat ingin mengatakan sesuatu, yang pasti adalah pertanyaan. Sasuke hanya bergumam pelan mengenai Naruto yang terlalu baik dan sedikit hipokrit karena ialah yang mengajarkan Sasuke untuk mengerahkan segala kekuatannya walau hanya sebuah latihan.
Sebuah seringaian muncul di wajah Naruto karena ia bisa mendengar jelas apa yang Sasuke katakan, ia tertawa sebentar dan tidak menghiraukan pandangan kelsal Sasuke, selain itu juga ia tidak menyadari sebuah rona merah mulai muncul di pipi Sasuke "Memang aku mengatakan hal seperti itu, namun bukan berarti kamu tidak boleh membantu temanmu Teme!"
Sasuke memutar bola matanya dan mengantungkan kedua tangannya di saku celananya, namun tiba-tiba saja sebuah ide muncul di kepalanya. Ia sedikit gugup dan ada perasaan malu untuk mengutarakan keinginanya untuk mengajak Naruto berkerja sama untuk mendapatkan lonceng tersebut namun sepertinya ia sudah keduluan oleh Naruto.
"Teme, bagai mana kalau kita berkerja sama? Tapi yang dapat loncengnya duluan adalah pemenangnya?" Naruto menyeringai dan mengulurkan tangannya, seperti mengajak Sasuke untuk berjabat tangan. Naruto merasa sangat senang di saat ia berfikir bahwa ia akan berkerja sama dengan Sasuke lagi, sudah lama sekali ia merindukan untuk bertarung bersama, saling membantu dan menjaga bersama Sasuke.
Sasuke sedikit tersentak kaget namun akhirnya ia menyeringai. Jantungnya berdegup dengan sedikit lebih cepat di saat ia membayangkan bahwa ia akan bertarung bersama dengan Naruto dan ia membuat dirinya percaya bahwa jantungnya berdegup dengan cepat karena ia merasa senang untuk bisa berkerja sama sebagai sebuah tim, bukan karena hal lain. Ia menjabat tangan Naruto dan dengan cepat mereka bersama-sama pergi dari tempat tersebut dan mencari Kakashi.
Kakashi yang menonton dari kejauhan dan sedang bersembunyi tersenyum lebar melihat Sasuke dan Naruto kini sudah berkerja sama, sekarang hanya tinggal Sakura saja yang tersisa. Kakashi hanya bisa berharap mereka akan mengajak Sakura juga, namun ia malah menjadi gelisah karena ia tidak tahu apakah mereka akan bisa lulus ujian ini, karena ujian yang sebenarnya akan di mulai di saat mereka berhasil mendapatkan bel darinya.
Kakashi hanya bisa menatap dengan pandangan yang sulit di artikan di saat ia melihat Naruto kini terikat di tiang kayu. Sasuke sedang berguman dan kelihatan sangat marah besar, berkali-kali ia melirik ke arah Sakura lalu langsung membuang muka dan bersikap seperti ia tidak peduli dengan apa yang terjadi sebelumnya di saat Kakashi atau Sakura melihatnya, sedangkan Sakura duduk dan sebuah senyuman puas terlukis di wajahnya, ia tidak menyadari bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh Sasuke.
Naruto hanya menghela nafas panjang dan cemberut, ia bersikap seakan-akan ia sedih dan pasrah terhadap apa yang akan Kakashi lakukan.
Sebenarnya yang terjadi setelah Sasuke dan Naruto memutuskan untuk berkerja sama, mereka mengajak Sakura juga dan akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk berkerja sama. Di tengah-tengah pertarungan mereka bertiga melawan Kakashi, Sasukelah yang paling pertama kali mendapatkan lonceng dan di saat Naruto sudah hampir mendapatkan lonceng satunya lagi, ia tidak sengaja terdorong oleh Sakura yang sedang berlari mencoba mengambil lonceng dan akhirnya Sakuralah yang mendapatkannya karena Naruto terjatuh.
Alhasil Narutolah yang di ikat di tiang sekarang.
Kakashi menggeleng pelan, ia ada perasaan tidak senang melihat hasil ujian ini, namun akhirnya ia memutuskan untuk bersikap professional, ia adalah guru mereka semua dan ia tidak boleh pilih kasih. Kalau memang Naruto yang kalah maka ia akan menerimanya. Karena ujian yang sebenarnya baru saja di mulai.
"Kalian tidak perlu kembali ke akademi" Sasuke menghela nafas lega dan melempar lonceng miliknya ke depan Kakashi sedangkan Sakura hanya mengerutkan dahinya namun ia akhirnya berpura-pura senang karena ia harus menjaga mukanya di depan Sasuke dan gurunya, namun dalam hati ia merasa kecewa karena akhirnya ia harus tetap bersama Naruto dan keinginannya untuk berdua saja dengan Sasuke tidak dapat terkabulkan. Naruto yang di ikat hanya membulatkan matanya dan menatap penuh harap Kakashi.
Kakashi jelas-jelas terpengaruh dengan pandangan yang di berikan oleh Naruto, ia merasakan perutnya sakit karena rasa bersalah yang akan ia dapatkan di saat ia melanjutkan omongannya, ia memutuskan untuk menutup matanya dan tidak melihat betapa sedihnya Naruto nanti mendengar apa yang akan ia katakan "Naruto, kamu harus berhenti menjadi ninja"
Sasuke membulatkan matanya dan terlonjak kaget, tanpa ia sadari; bangun dari posisinya. Amarah dan rasa kesal bercampur menjadi satu di dalam hatinya dan ia memberikan tatapan tertajam dan terdingin yang ia miliki kepada Kakashi "Apa maksudmu! Jangan bicara yang tidak-tidak!"
Kakashi membuka matanya dan menahan nafasnya di saat ia melihat Naruto yang menatapnya dengan pandangan sedih, ia bisa melihat Naruto menggretakkan giginya dan pandangannya kini berubah menjadi pandangan tidak kesal bercampur sedih. Begitu banyak rasa bersalah yang bermunculan dan membuatnya merasa dirinya baru saja menendang anak kucing.
"Aku tahu bahwa kamu telah berusaha namun usahamu tidak cukup untuk menjadi sinobi" Kakashi merasa beruntung ia menggunakan masker karena mereka tidak bisa melihat bahwa Kakashi sedang merasa sangat bersalah dan mulutnya tertarik ke bawah "Inti dari tugas ini adalah team work dan sepertinya kamu gagal untuk berkerja sama dengan baik di akhir-akhir, ingat; sekecil apapun kesalahan yang kau buat bisa saja membahayakan rekanmu"
Sasuke berdesis dengan sangat keras, rasanya ia ingin sekali menghajar Kakashi, tangannya merasa gatal untuk meraih senjatanya dan melemparnya ke arah Kakashi.
"Sasuke-kun tenang—"
"DIAM SAKURA!" Sakura tersentak kaget di saat ia melihat Sasuke menatapnya penuh kebencian, Sakura melihat betapa marahnya Sasuke dengannya dan ia akhirnya menyadari bahwa Sasuke menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi sebelumnya dan karenanyalah Naruto tidak berhasil mendapatkan loncengnya. Sakura merasa matanya mulai berkaca-kaca dan air mata hampir keluar.
"Teme! Jangan membentak Sakura! Bukan salahnya aku jadi di ikat di sini!" Naruto berteriak dan terlihat seperti ingin mencoba melepaskan ikatannya, ia menatap tajam Sasuke dan menyuruhnya untuk berhenti berbicara, ia tahu Sakura sudah ada di ambang ingin menangis.
Sasuke menggeretakkan giginya namun akhirnya ia memutuskan untuk mendengar omongan Naruto dan membuang mukanya, ia kembali duduk dan menghela nafas panjang "Maaf, aku hanya kelelahan dan kepanasan; makannya emosiku tidak terkendali"
Sakura melihat Sasuke mengulurkan tangannya untuk minta maaf, ia langsung mengelap air mata yang mencoba keluar dari matanya dan mengangguk lalu menjabat tangan Sasuke sebagai tanda ia telah memaafkan Sasuke. Sakura rasanya ingin sekali mempercayai apa yang Sasuke katakan namun dalam lubuk hatinya yang paling terdalam ia tahu bahwa Sasuke masih marah dengannya.
Kakashi menatap Sasuke dan mengangguk pelan, ia bisa melihat bahwa Sasuke kini telah berubah namun ia sedikit terkejut melohat Sasuke sudah bisa mengendalikan amarahnya dan terlebih lagi kini ia meminta maaf dengan Sakura di saat Naruto menyuruhnya. Kakashi jadi penasaran seberapa dekat mereka berdua dan bagaimana cara Naruto bisa menyuruh-nyuruh Sasuke dengan sangat mudah.
Kakashi mengalihkan perhatiannya ke arah Sasuke dan menatap Sasuke dan memberi tatapan 'aku-tidak-suka-kau-bersikap-seperti-itu' kepadanya yang hanya Sasuke balas dengan membuang mukanya "Sasuke-kun, kau tidak boleh saling menyalahkan satu sama lain, kalian tidak boleh bertengkar seperti ini"
Melihat sikap Sasuke, Kakashi hanya menggeleng pelan dan tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya berdiri, Kakashi muncul kembali dan kali ini ia berada di belakang Sasuke, ia dengan mudah dan cepat memiting Sasuke. Sakura yang kaget hanya bisa menatap horor Sasuke dan Kakashi sedangkan Naruto tersentak kaget.
"Sakura, bunuh Naruto atau Sasuke mati!" Ancam Kakashi dan mencoba melihat reaksi Sakura, ia ingin menguji sedikit bagai mana reaksi Sakura, ia hanya berharap Sakura tidak bersikap gegabah dan bisa memperlihatkan kepada Sasuke bahwa ia masih menganggap Naruto rekannya.
"E-eh?" Sakura tersentak kaget dan ia mengalihkan perhatiannya ke arah Sasuke dan Kakashi lalu ke arah Naruto, rasa takut bercampur panik yang di rasakannya membuat ia pusing dan ia tidak tahu mau melakukan apa.
"A-aku… tidak… tapi…" Sakura yang berdiri tadi karena kaget pelan-pelan mundur kebelakang dan ia semakin ketakutan, untungnya Kakashi sudah melepaskan Sasuke dan ia hanya bisa menahan nafasnya di saat ia melihat Sasuke yang tengah bangun dari posisinya dan membersihkan debu yang menempel di pakaiannya.
"Coba bayangkan bila kalian terjebak seperti itu? Apa yang akan kalian lakukan?" Kakashi mengantungkan tangannya di kantung celananya dan berjalan ke arah sebuah monument batu yang terletak tidak terlalu jauh dari mereka semua duduk tadi.
"Kalian tahu monument apa ini?" Kakashi meletakkan tangannya di atas monumen tersebut dan sebuah ingatan mengenai rekan satu timnya yang telah gugur memenuhi pikirannya, ia menatap nama sahabatnya yang terukir di monumen tersebut dengan pandangan sedih bercampur bangga "Nama yang ada di monumen ini adalah nama pahlawan yang gugur dalam tugasnya"
"Nama sahabatku juga terukir di sini" Ingatan Kakashi mengenai sahabatnya, Obito dan Rin, masih begitu segar. Samar-sama ia bisa mendengarkan suara teman-temannya memanggil namanya dan ia tersenyum lembut. Namun senyumannya hilang di saat ia mengalihkan perhatiannya ke arah Naruto, di gantikan dengan ekspresi serius.
"Aku akan memberikanmu kesempatan kedua kepadamu Naruto, setelah makan siang kamu akan melawanku sendirian" Kakashi berjalan meninggalkan mereka bertiga, namun ia melihat Sakura mengambil makan siang yang sudah ia siapkan dan memberikan Sasuke porsinya sebelum ia menghilang "Jangan ada yang memberikan makanan kepada Naruto, kalian munkin sudah lulus namun juka kalian melanggar peraturan ini maka kalian berdua akan gagal"
Kakashi menghilang dari hadapan mereka, namun tidak berarti ia pergi begitu saja, ia hanya sedang bersembunyi dan memperhatikan gerak-gerik mereka dari kejauhan. Dalam hati Kakashi berharap bahwa mereka bisa lulus.
Sasuke dan Sakura memakan makan siang mereka dengan tenang, tidak ada yang berbicara dan suasana hening, seperti kuburan. Sakura hanya bisa memakan makanannya sambil sesekali melirik Sasuke yang memakan makan siangnya secara sangat perlahan, seperti ia tidak ingin makan sama sekali.
Naruto hanya menatap bosan pemandangan di depannya, ia mengeluh sedikit karena ia kelelahan dan ingin duduk, ia juga sedikit mengeluh mengenai dirinya yang sedikit kepanasan.
Tidak lama kemudian di saat Sakura sudah hampir menghabiskan makan siangnya, Sasuke tiba-tiba saja bangun dari tempat duduknya dan menggunakan sumpitnya untuk menyuapi Naruto yang sedang terikat.
"Sa-sasuke-kun? Apa yang kau lakukan?" Sakura tersentak kaget dan berhenti makan, ia menatap tidak percaya Sasuke yang terlihat ingin menyuapi Naruto, perasaan cemburu kini kembali menyelimuti dirinya "Kakashi-sensei bilang kau bisa-bisa di gagalkan!"
Sakura langsung di hadiahi tatapan kesal oleh Sasuke, Sakura hanya bisa tersentak kaget dan mundur sedikit.
"Jangan terlalu berisiki! Aku tidak merasakan kalau Kakashi ada di dekat sini dan selama tidak ketahuan; aku tidak akan apa-apa." Sasuke mendesis pelan lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Naruto yang hanya menatapnya dengan tatapan bingung "Kau pasti kelelahan, kau terakhir kali makan sudah agak lama dan pasti sekarang sudah lapar lagi. Kau tidak akan bisa mengalahkannya dengan perut lapar dan kelelahan"
Sakura menunduk sebentar mendengar apa yang Sasuke katakan, perasaan bersalah kini menyelimuti dirinya. Akhirnya Sakura menutup matanya dan menyodorkan bekal makanannya juga "Ambil makananku juga, kau butuh energi yang banyak untuk melawannya"
"Teme… Sakura-chan…" Naruto menatap Sasuke lalu ke arah Sakura, ia membuka mulutnya dan membiarkan Sasuke menyuapinya. Kalau dulu ia meminta Sakura menyuapinya namun sekarang Sasuke sudah yang terlebih dahulu menawarkannya jadi ia menerimanya saja.
Wajah Sasuke sedikit memerah dan ia akhirnya menyuapi Naruto dan Sakura hanya bisa menatap iri Naruto tetapi ia tidak mengatakan apapun. Dari kejauhan di tempat bersembunyinya; Kakashi tersenyum melihat pemandangan di depannya sambil tidak menghiraukan perasaan tidak enak di hatinya.
"KALIAN!" Tiba-tiba saja Kakashi keluar dari persembunyiannya dan kini berada di depan Sasuke dan Naruto. Sakura tersentak kaget dan menjatuhkan makan siangnya sedang Sasuke mundur ke belakang sedikit dan membalik tubuhnya, seperti mencoba menutupi Naruto dari Kakashi dan ia sudah bersiap mengambil kunainya karena refleks. Naruto yang tidak bisa bergerak hanya bisa tersentak kaget sebelum ia melihat Sasuke menutupinya.
"Lulus!" Kakashi tersenyum lebar dan menepuk kepala Sasuke dan Naruto, perasaan senang menyelimuti dirinya, dugaannya memang benar, mereka benar-benar bisa lulus dan ia juga senang karena kelihatannya Sakura sudah mulai mengendalikan egonya.
"Ke-kenapa bisa?" Sakura menatap tidak percaya Kakashi, ia benar-benar tidak mengerti gurunya yang satu ini. Tadi ia mengatakan bahwa mereka tidak akan lulus kalau mereka memberi Naruto makan atau melanggaar peraturannya. Namun sekarang ia tiba-tiba bilang mereka lulus? Sebenarnya maunya apa gurunya yang satu ini?
"Yang lain hanya mengikuti apa yang aku suruh" Kakashi tersenyum dan mengacak-acak rambut Sasuke dan Naruto; membuat Sasuke mendorong tangannya dan menyuruhnya berhenti sedangkan Naruto hanya diam saja, seperti ia menikmati apa yang Kakashi lakukan kepadanya. Kakashi langsung teringat bahwa Naruto jarang mendapat pujian dan setelah berbicara dengan iruka kemarin ia mengetahui bahwa Naruto paling senang di puji dan di manjakan. Kakashi tersenyum hangat melihatnya "Orang yang mengabaikan peraturan adalah sampah, namun orang yang mengabaikan temannya lebih rendah dari sampah"
"Ujian selesai, kalian semua lulus! Mulai besok kelompok 7 akan mulai melakukan tugasnya" Kakashi melepaskan ikatan Naruto dan memperhatikan Naruto merenggangkan tubuhnya dan senyuman yang terlukis di wajahnya tidak pernah menghilang, Naruto menatap Kakashi dengan pandangan bahagia "Dan Naruto, kau berkerja sama dengan baik tadi itu, selamat"
Tidak ada yang menyangka apa yang Naruto lakukan setelahnya, Kakashi yang kaget hampir saja terjatuh karena tidak menyangka bahwa Naruto akan menerkamnya dan memeluknya. Sasuke hanya menatap tidak percaya Naruto dan dadanya terasa sakit sedangkan Sakura hanya sedikit tersentak kaget.
"Terimakasih Sensei!" Naruto tersenyum dengan sangat lebar dan memeluk Kakashi dengan erat, pandangannya tetap ke wajah kakashi, sedangkan yang di peluk sedikit salah tingkah, Kakashi merasa sedikit tidak nyaman karena ia hampir tidak pernah di peluk dan ia merasa beruntung mengenakan topeng karena ia bisa merasakan wajahnya menghangat.
Naruto tidak menyadari bahwa Kakashi salah tingkah namun akhirnya ia melepaskan pelukannya dan langsung berlari pergi sambil melambai ke arah mereka semua "Aku harus bilang ini kepada Iruka-sensei! Dadah teman-teman!"
Kurama tersenyum puas dan menepuk kepala Naruto dengan bangga 'Pekerjaan yang bagus Kit! Aku tidak bisa berhenti tertawa melihat wajahnya! Dan aku yakin ini akan menjadi pelajaran yang tidak akan pernah bisa ia lupakan! Hahahahahahah!'
Naruto yang terlalu senang karena tadi ia di puji oleh Kakashi lalu sekarang di puji oleh Kurama tersenyum dengan sangat lebar. Ia rasanya sudah seperti ada di surga dan ia merasa seperti ia orang paling bahagia di dunia, namun tidak sampai di situ saja; Naruto akan mendapatkan pujian dari Iruka-sensei setelah ini!
Sebenarnya Naruto tidak nyaman melakukan hal yang di pinta oleh Kurama: membuat Sakura di marahi oleh Sasuke dengan membuat seakan-akan Sakura berbuat curang dan menjahati Naruto serta membuat Kakashi iba dengan dirinya. Namun sekaranng ia tidak terlalu perduli karena ia mendapatkan pujian.
Lagi pula baginya ini adalah pelajaran yang cukup bagus untuk Sakura, ia memang tidak membenci Sakura untuk apa yang telah ia lakukan kepadanya karena Sakura pernah hampir membunuh Naruto juga sebelumnya, namun bukan berarti Naruto tidak marah. Ia hanya ingin memberikan pelajaran kepada Sakura agar ia tidak lagi melakukan hal yang sama nanti.
Naruto terus berlari tanpa menghiraukan warga desa yang menatapnya bingung dan langsung menerkam Iruka di saat ia melihatnya, tanpa Naruto sadari; ia hampir saja membuat Iruka terjatuh dan kaget sekali.
"Iruka-sensei! Aku lulus!" Naruto memeluk dengan erat gurunya dan tersenyum lebar. Iruka yang di terkam olehnya merasa pinggangnya hampir patah karena kekuatan Naruto menerkammnya dan di campur Naruto yang tidak sadar akan kekuatannya, Iruka hampir tidak bisa bernafas karena pelukan naruto.
"Na-Naruto!" Iruka berusaha sekuatnya untuk menjaga nada suaranya menjadi stabil dan tidak kelihatan kalau ia sedang merasa kesakitan dan kesulitan bernafas, ia tidak mau menghancurkan kebahagiaan yang Naruto tengah rasakan sekarang "Selamat! Aku bangga padamu!"
"Tapi bisakah kau melepaskan pe-pelukanmu? Aku ingin melihat dirimu" Naruto menyeringai dan melepaskan pelukkannya, namun ia tidak menyadari bahwa Iruka menghela nafas panjang dan kelihatan sedikit kesakitan karena Iruka menyembunyikannya. Setelah merasa sedikit baikan, Iruka memutar tubuhnya agar bisa berhadapan dengan Naruto karena tadi Naruto memeluknya dari belakang dan tersenyum lebar.
"Kerja bagus Naruto" Iruka mengacak-acak rambut Naruto dan tersenyum lembut di saat ia melihat wajah Naruto memerah dan ekspresi wajahnya seperti ia sedang berada di surga. Ia sudah tahu semenjak pertama kali ia memberikan ikat kepalanya kepada Naruto bahwa Naruto sangat menginginkan kasih sayang, ia sangat ingin di perhatikan dan sangat ingin di puji oleh seseorang, makannya ia berbuat onar untuk mendapatkan perhatian dari orang lain "Sebagai hadiahnya, bagai mana kalau aku meneraktirmu ramen di Ichiraku?"
Senyuman Naruto semakin melebar, ia mengangguk dengan sangat kuat dan langsung menarik tangan Iruka untuk menyeretnya ke Ichiraku Ramen. Ia tidak sempat menghabiskan makanan yang di berikan oleh Sasuke dan walau ia punya bekal; Naruto tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk makan bersama gurunya yang paling ia sukai.
'Coba saja Occhan dan Ero-sanin ada di sini, rasanya pasti lebih menyenangkan kalau aku bisa mendapatkan pujian dari mereka berdua juga!' Pikir Naruto, ia rasanya ingin sekali di puji oleh kedua orang yang paling ia sayangi juga, hanya saja ia mengetahui bahwa ia harus menunggu kesempatan untuk bertemu mereka berdua nanti. Sedangkan orang yang Naruto pikirkan sedang mengintip kamar mandi perempuan sambil menulis novelnya dan yang satu lagi sedang latihan bersama partnernya.
Bee yang sedang berada di gua tempat ia biasa berlatih bersin di tengah-tengah meditasinya dan membuat Gyuki menatap bingung dirinya. Berkali-kali ia melihat dan merasakan Bee sering bersin namun ia yakin Bee tidak sedang sakit dan ia sehat-sehat saja; karena kekuatannya Bee tidak akan pernah bisa jatuh sakit dan terluka dengan parah.
'Kenapa kau jadi sering bersin akhir-akhir ini?' Gyuki menepuk kepala Bee dengan tentakelnya, ia sedikit khawatir dengan Bee. Ia tahu partnernya yang satu ini susah di tebak, sama seperti Naruto hanya saja ia bisa dengan mudah membaca apa yang sedang di pikirkan oleh Bee 'Dan kau terlihat kesal dan tidak bisa diam'
'Aku bosan! Setiap hari hanya latihan dan latihan yo! Aku suka latihan tapi sekarang aku bosan bukan main baka yarou! Aku butuh hiburan~!' Bee menjatuhkan tubuhnya dan tiduran di atas moncong Gyuki sambil menatap bosan dinding gua, karena ia sudah kehabisan ide untuk latihan apa karena ia sudah mengerti dan menguasai teknik yang di berikan oleh kakaknya, ia merasa sangat bosan dan terlebih lagi kakaknya masih menguncinya di gua ini untuk menyembunyikan keberadaannya, jadi ia tidak di perbolehkan pergi ke mana-mana sendirian.
'Bersabarlah sedikit, kita bisa kabur dan bersenang-senang nanti setelah bertemu dengan mereka dan mendiskusikan rencana kita' Gyuki menghela nafas, sebenarnya ia juga kebosanan dan sangat membutuhkan pemandangan lain selain gua dan bebatuan di sepanjang pengelihatan. Ia ingin keluar dan merasakan rintikan hujan di Amegakure, hembusan pasir di Sunagakure, rindangnya pepohon di Konohagakure, dan pemandangan petir yang menyambar tanah di Kirigakure; sesuatu yang ia pernah rasakan di tengah peperangan walau saja yang ia lihat di sepanjang mata adalah kehancuran, ia tetap merindukan perasaan memiliki sebuah kebebasan.
Bee menyeringai mendengarnya, ia langsung memikirkan rencananya untuk kabur dan bagai mana caranya untuk mengelabui kakaknya dan para anak buahnya yang di suruh mengawasinya. Ia juga memutuskan untuk liburan dan pergi ke tempat-tempat yang menarik dan pastinya ia akan menyisihkan waktu untuk menemui adik angkatnya 'Ide bagus yo! Kau memang pintar!'
'Ngomong-ngomong soal adikmu, bukannya ia berubah menjadi perempuan ya?' Gyuki jadi teringat dengan Naruto, terakhir kali ia melihatnya adalah di saat ia dan Bee menculik Naruto untuk di berikan informasi melalui segel bersama Itachi, ia melihat perbedaan dari tubuh Naruto dan melihat bahwa Kurama sedang memasang wajah puas. Tidak membutuhkan jenius untuk mengetahui bahwa alasan mengapa Naruto berubah menjadi perempuan adalah ulah dari Kurama, bahkan Itachi hanya bisa menggeleng melihat apa yang Kurama lakukan 'Kasihan juga dia, kau melemparnya ke sungai juga'
Bee menyeringai mendengarnya, ia mengeluarkan buku dan pensil dari sakunya dan menulis sebuah lirik lagu barunya, ia mendapatkan ide dari apa yang Gyuki katakan 'Itu di butuhkan yo! Konohagakure memiliki sebuah klan yang dapat mencium bau seseorang dan mengikuti orang tersebut dari bau tersebut, namanya klan Inuzuka yeah~! Kalau mereka mencium bau Itachi maka habislah sudah kita dan rencana kita bisa hancur berantakan seperti bebatuan yang baru saja kita hajar~!'
Gyuki mengangguk dan kali ini menutup matanya untuk pergi tidur siang sedangkan Bee yang sudah selesai menulis berjalan keluar gua, ini sudah lewat dari jam makan siang dan Bee tahu bahwa Kamui dan Omoi sedang menunggunya di luar untuk menemaninya membeli makan siang atau munkin membawa makan siang untuknya.
Sedangkan Naruto yang sedang makan ramen bersama Iruka tiba-tiba saja bersin, membuat Iruka yang ada di sebelahnya mengambil selembar tisu dan memberikannya kepada Naruto. Sama seperti Gyuki, Iruka menatap bingung dan sedikit ceman Naruto "Apakah kamu sakit Naruto?"
Iruka tahu bahwa Naruto memiliki kekuatan dari Kyuubi di dalam tubuhnya yang bisa dengan cepat mengobati semua luka-lukanya dalam sekejap mata namun ia tidak tahu apakah kekuatan itu juga bisa menyembuhkan penyakit seperti pilek atau batuk? Karena ia memang belum pernah melihat Naruto sakit tapi ia tidak mau melihatnya.
"Ah tidak, hanya debu tadi datebayo!" Naruto mengelap hidungnya dengan tisu dan lalu melanjutkan memakan ramennya, Kurama yang tadinya sedang melamun jadi sedikit terkejut dan menatap bingung Naruto sebelum memutuskan untuk duduk dan memperhatikan Naruto makan.
Iruka menghela nafas lega dan kembali melanjutkan makan juga sambil sesekali mengobrol dengan Naruto dan terkadang Ayame dan Teuchi ikut mengobrol dengan mereka. Seusai makan, Iruka dan Naruto berpisah jalan karena Iruka masih memiliki pekerjaan lain dan Naruto memutuskan untuk pulang ke rumah dan bermeditasi.
Di perjalanannya pulang ia tidak sengaja berpapasan dengan Sasuke yang baru saja keluar dari toko buku dan kelihatannya baru saja membeli buku baru, Naruto melihat judul buku yang Sasuke beli dan tersenyum; sepertinya apa yang ia katakan kepadanya mengenai Itachi benar-benar merubah sikapnya.
Kemarin di saat Naruto bertemu dengan Itachi dan berdiskusi mengenai rencana mereka, Naruto menceritakan kepada Itachi apa yang telah ia lakuakn dan katakan kepada Sasuke dan juga bercerita bahwa Sasuke kini sudah berubah. Ia di hadiahi oleh sebuah pandangan takjub dan ekspresi kaget dari Itachi yang terkenal akan ketidak pernahannya untuk memperlihatkan emosinya, itu membuat Naruto merasa bangga entah mengapa.
Itachi terlihat senang namun ia juga kebingungan, tentu saja Naruto menjelaskan bahwa ia akan terus membimbing Sasuke dan memastikan bahwa Sasuke akan menjadi ninja yang bisa ia banggakan dan tentu saja membuat Sasuke tidak membencinya. Lagi-lagi Naruto mendapat hadiah berupa senyuman hangat dari Itachi dan sebuah tepukan di atas kepalanya, Naruto merasa egonya sudah terbang ke langit ke tujuh dan ia senang bukan main! Ia mendapat pujian daari orang yang terkenal paling dingin di Konoha!
"Teme! Senang bertemu denganmu lagi!" Naruto menyeringai dan buru-buru menghampiri Sasuke, namun tiba-tiba ia merasakan bahwa Sasuke sedang bad mood dan menatapnya dengan pandangan yang Naruto tidak mengerti. Tentu saja hal tersebut membuat Naruto memperlambat jalannya dan menatap bingung Sasuke "Ada apa? Kenapa kau kelihatan marah seperti itu?"
Sasuke sedikit terkejut dan membetulkan posturnya, ia juga mengendalikan ekspresinya dan membuatnya kembali tanpa ekspresi. Sebenarnya ia bukan sedang marah dengan Naruto hanya saja apa yang di lakukan oleh Naruto kepada Kakashi dan apa yang Naruto katakan sebelum ia pergi sedikit membuatnya…apa? Sedih? Marah? Cemburu—tidak, tidak munkin dan Sasuke tidak akan pernah sudi mengakui bahwa ia cemburu melihat Naruto memeluk Kakashi dan buru-buru mencari Iruka karena ia tidak memiliki perasaan seperti itu terhadap Naruto!
"Tidak, aku hanya masih sedikit kelelahan setelah ujian itu Dobe" Sasuke membuang mukanya dan kembali berjalan dengan Naruto mengikutinya di sampingnya.
Naruto berjalan mengikuti Sasuke tanpa berbicara sebelum melihat Sasuke memegang perutnya, Naruto melihat Sasuke memang kelihatan masih kelelahan dan sepertinya mulai lapar karena tidak sempat memakan makan siangnya sampai habis karena mencoba memberinya makanan dan tidak sengaja menjatuhkan makan siangnya dari Kakashi di saat Kakashi tiba-tiba saja muncul di belakangnya.
"Teme! Kita makan dango yuk! Bekalku juga masih ada karena aku memang sengaja membuat banyak dan sebagai tanda terimakasih atas apa yang kau lakuan tadi; aku yang traktir!" Naruto langsung menarik tangan tangan Sasuke tanpa memperdulikan atau menunggu jawab Sasuke ke took dango tempat ia biasa makan bersama teman-temannya.
Sasuke hanya bisa pasrah di tarik oleh Naruto dan duduk di depan Naruto, memang ia tidak sempat makan siang setelah ujian karena ia terlalu sibuk merasa marah dan memutuskan untuk menenangkan dirinya di toko buku dengan membaca buku; mencoba untuk menghilangkan image di mana Naruto memeluk Kakashi dari pikirannya.
Sasuke memesan seporsi dango karena tidak mau membebani Naruto karena ia tahu Naruto tidak seperti dirinya yang mendapat warisan dari keluarganya dan di beri uang perbulan oleh Hokage, Naruto hanya di berikan uang oleh Sandaime sebulan sekali saja tanpa memiliki uang peninggalan orang tuanya. Namun Sasuke tidak tahu bahwa Sandaime memberikan uang lebih banyak dari biasanya kepada Naruto bulan ini karena Sandaime berfikir bahwa Naruto membutuhkan banyak uang untuk membeli keperluannya karena sekarang ia berubah menjadi perempuan, namun yang Sandaime tidak tahu adalah Naruto tidak ada keinginan untuk menggunakan uangnya untuk membeli perlengkapan wanita karena ia menganggap apa yang ia punya sekarang sudah lebih dari cukup.
Naruto yang tidak senang melihat Sasuke hanya memesan sedikit akhirnya berinisiatif untuk memesan lebih banyak untuknya, ia tidak menghiraukan pandangan tidak senang dan protes dari Sasuke. Sasuke menyadari bahwa sifat Naruto yang keras kepala tidak berubah sama sekali, sepertinya sesuatu akan sangat sulit di ubah.
Di saat pesanan mereka sudah datang, Naruto mengeluarkan bekalnya dan mengambil sebuah nasi kepal lalu menyodorkannya kepada Sasuke. Sasuke manatap sebentar Naruto sebelum mencoba mengambil nasi kepal tersebut dari Naruto tapi Naruto malah menarik kembali tangannya dan menggeleng pelan.
"Buka mulutmu Teme" Naruto menyeringai melihat wajah Sasuke memerah dan menganggap Sasuke terkejut dan marah. Hanya saja tebakannya salah karena Sasuke kaget bercampur malu melihat Naruto yang tiba-tiba ingin menyuapinya.
"Apa-apaan kamu Dobe! Jangan main-main!" Sasuke menjauh dari Naruto dan setengah berteriak, ia tidak percaya dengan apa yang akan Naruto lakukan kepadanya, ia bisa merasakan lagi-lagi jantungnya berdegup lebih kencang dan lebih cepat. Ia buru-buru membetulkan ekspresinya dan berusaha sebisa munkin tidak menghiraukan wajahnya yang mulai menghangat.
"Tidak adil! Kau tadi menyuapiku! Sekarang gantian Teme!" Sebenarnya Naruto ingin balas dendam terhadap apa yang Sasuke lakukan kepadanya tadi di saat ujian, ia merasa geli dan harga dirinya hancur berkeping-keping karena ia harus di suapi oleh saingannya, ia lebih memilih Sakura yang menyuapinya walau ia masih marah dengannya karena ia punya harga diri sebagai laki-laki walau Kurama terlihat tidak sudi bila ia melihat Sakura menyuapi Naruto. Maka dari itu ia mau balas dendam, ia tidak mau harga dirinya saja yang hancur! Ia akan menyeret Sasuke untuk merasakan apa yang ia rasakan.
Namun Naruto lupa bahwa dirinya kini sudah menjadi perempuan dan efek yang ia mau Sasuke dapatkan jauh berbeda dari ekspetasinya karena Sasuke malah terlihat…senang?
Sasuke bergumam sedikit sebelum memutuskan untuk menggigit sekali nasi kepal yang di sodorkan oleh Naruto lalu mengambil sisanya secara langsung dari tangan Naruto dengan sangat cepat agar tidak ada yang melihatnya. Naruto tersenyum puas melihatnya dan menganggap muka Sasuke yang memerah adalah karena ia marah dan merasa harga dirinya hancur seperti dirinya, hanya saja lagi-lagi apa yang Naruto pikirkan berbeda jauh dengan kenyataan karena wajah Sasuke memerah bukan karena itu.
Naruto meletakkan sisa bekalnya di atas meja di sebelah Sasuke agar Sasuke bisa memakan sisanya dan ia memakan dango miliknya. Naruto tidak menyadari bahwa ia dan Sasuke sedang di perhatikan oleh penjaga toko yang tentu saja juga melihat Naruto menyuapi Sasuke, untungnya (atau tidak beruntung?) Naruto tidak mendengar apa yang sedang mereka bicarakan karena terlalu senang karena ia (mengira) berhasil mengerjai Sasuke, namun Sasuke mendengar dengan jelas apa yang mereka katakan dan tersedak makanannya.
"Aaah, cinta di masa muda ya, imut sekali!"
Naruto menatap bingung Sasuke yang tersedak makanannya dan menepuk punggung Sasuke untuk mencoba membantunya mengeluarkan makananannya dari tenggorokannya sedangkan Sasuke menatap tajam sang penjaga toko dengan wajah yang kembali memerah.
'Dasar anak-anak' Kurama memutar bola matanya sebelum mengerang pelan, ia tidak suka dengan apa yang Sasuke lakukan dan perasaan Sasuke terhadap Naruto, ia jadi sedikit menyesal mengganti Naruto menjadi perempuan.
Setelah selesai makan, Naruto dan Sasuke berpisah karena Sasuke memutuskan untuk pulang ke rumahnya sedangkan Naruto memilih untuk pergi bermain dengan Konohamaru. Di perjalanan Sasuke baru saja menyadari satu hal penting: Bukannya tadi mereka berdua seperti sedang pacaran? sepasang kekasih yang sedang pergi kencan?
Untuk menghentikan wajahnya yang akan menjadi merah seperti makanan kesukaannya dan mendapatkan mimpi yang tidak-tidak, Sasuke memutuskan untuk latihan hingga tubuhnya sakit semua dan kelelahan sekali agar nanti malam ia terlalu kelelahan dan kesakitan untuk berfikir yang tidak benar dan memimpikan hal paling tidak jelas di dalam hidupnya. Ia tidak perduli kalau ia terdengar berlebihan karena ia tahu bahwa ia tidak akan pernah dan tidak munkin menyukai Naruto! dan hingga sekarang Sasuke masih delusi.
To Be Continue
!Author Note!
Saya ucapkan selamat kepada Rita yang berhasil menjawab pertanyaan sebelumnya! Crack sekali yang pairing kesukaan saya…haha bisa tahu setelah mengecek profile saya kah? Atau munkin fanfic yang pernah saya tulis? Hahahah hadiahnya sudah saya penuhi ya! Semoga anda senang dengannya.
Sebenanrya ada pair lain yang lebih crack lagi yang saya suka, saya sepertinya tidak usah menyebutnya karena bisa-bisa bikin para pembaca trauma.
Dan sepertinya untuk menghindari kesalah pahaman lagi seperti sebelumnya dan menghancurkan ekspetasi para pembaca: saya tidak akan melakukan hal yang sama lagi, seperti meminta saran kepada para pembaca sekalian. Saya tidak mau menghancurkan ekspetasi kalian! Baiklah! Saya akan berusaha sebisa munkin untuk belajar menyampaikan informasi dengan baik dan benar agar kesalahan seperti ini tidak akan terjadi lagi!
Wish me luck!
Review please
Tolong beri masukan terhadap cerita yang baru ini
