Disclaimer: Anime serta Manga Naruto adalah milik Masashi Kishimoto
Warning: Mengandung Gender Bender, Semi-Au, Time Travel, Miss Typoo, Mild Sakura Bashing, dll
!Author Notes!
Liburan Author kini telah berakhir dan kembali kuliah. Maka dari itu mohon maaf pembaca yang terhormat, saya tidak bisa up-date dengan cepat lagi. Saya harap pembaca sekalian bisa bersabar.
Ada yang menanyakan sifat Naruto mengapa begitu berubah, jawabannya adalah: itu yang akan terjadi kepadamu bila kamu tumbuh dewasa, ikut dalam peperangan, mati, lalu hidup kembali dan menemukan bahwa kau telah berubah menjadi perempuan.
Ingat, Naruto yang ini sudah berumur 15 tahun, ikut dalam peperangan, dan sudah pernah merasakan bagai mana rasanya mati. Naruto berusaha mati-matian terus berfikir bahwa dirinya adalah laki-laki namun dalam hati yang terdalam ia tahu bahwa ia kini akan terus hidup sebagai perempuan, ada yang namanya kekuatan sugesti; di mana tanpa kita sadari kita bisa berubah hanya dengan berfikir.
Ada sebuah percobaan di mana ada orang yang di ikat dan matanya di tutup lalu di biarkan di ruangan yang sangat sunyi, tangannya di tusuk jarum dan di biarkan darahnya menetes ke sebuah botol, yang bisa mereka dengarkan hanya suara tetesan darah mereka. Sebenarnya darah mereka hanya menetes sedikit namun di ruangan tersebut di letakan sebuah botol yang di teteskan air secara perlahan, suaranya sama dengan tetesan darah mereka dan hanya suara itu yang mereka bisa dengar. Setelah 2 jam di tinggal orang tersebut di temukan mati.
Intinya mereka membuat orang tersebut berfikir bahwa darahnya terus menetes dan ia akan mati karena kehabisan darah padalhal tidak sama sekali: itulah kekuatan dari pikiran.
Naruto berubah karena ia terus-menerus di pengaruhi pikirannya oleh Kurama, pelan-pelan Naruto akan beradaptasi dan seutuhnya menjadi perempuan. Dan seperti yang saya bilang, semua bisa saja terjadi dengan pikiran. Di chapter-chapter sebelumnya sudah di beri hint mengenai hal ini.
Pengalaman mengubah seseorang: lihat Naruto yang sekarang di saat ia sudah menjadi Hokage, apakah ia terlihat seperti Naruto di awal-awal atau di shipunden? Pekerjaan, lingkungan, dan bagai mana cara orang bersifat kepadamu akan membuatmu berubah. Naruto kini sudah lebih dewasa, sudah memiliki teman jadi tidak seperti dulu di mana ia berbuat onar hanya untuk mendapatkan perhatian (lihat Boruto, dia mengikuti apa yang Naruto lakukan demi mendapatkan perhatian), sudah pernah ikut perang jadi ia lebih banyak berfikir, dan orang-orang di sekitarnya berubah dan lebih perhatian karena ia berubah jadi perempuan.
Saya harap para pembaca sekalian bisa mengerti kenapa Naruto sangat berubah di sini! Sekian dan terimakasih, selamat menikmati cerita To The Past yang terbaru.
Misi yang di dapat oleh Naruto seusai lulus dari ujian dari Kakashi adalah misi dengan tingkat kesulitan D, atau tingkat yang paling rendah. Alasan mengapa para Jounin merasa tidak senang bila mereka di berikan tugas untuk menjadi guru sebuah tim dari akademi adalah hal tersebut; mereka harus berulang kali melakukan misi yang terlalu mudah dan kadang malah lebih melelahkan dari misi di yang lebih sulit.
Namun sebaliknya; Naruto malah senang melakukan misi seperti itu karena baginya misi tersebut adalah sebuah penggambaran sebuah desa yang makmur dan tentram; mereka tidak memiliki masalah besar yang bisa merengut nyawa mereka atau munkin hanya membahayakan diri mereka sendiri. Naruto merasa lelah dengan peperangan dan sekarang ia sedang menikmati bagai mana rasanya kembali tenang. Tidak ada teriakan kesakitan para ninja yang sedang di serang, tidak ada bangunan yang hancur, tidak ada bau anyir darah yang selalu menyerang indra penciumannya, dan yang terpenting tidak ada yang mati.
Terkadang Naruto berfikir; bagai mana bisa ia masih normal di kala ia sudah pernah merasakan pahit dan kerasnya peperangan? Bagaimana kewarasannya masih ada di saat ia melihat begitu banyak darah yang tumpah dan kehilangan begitu banyak teman-temannya? Lihat Kakashi, ia sudah hancur di saat ia melihat temannya mati, lihat Itachi yang harus mengambil mata Shisui dan membunuh klannya sendiri, lihat Zabuza yang harus membunuh teman-temannya, mereka semua berubah seratus delapan puluh derajat karenanya dan ia tahu kewarasan mereka berkurang sangat banyak.
Kakashi menjadi pemalas dan kelihatan selalu bersedih, ia tidak bisa berhenti memikirkan teman-temannya dan menutup dirinya sendiri, membuatnya menjadi orang yang penyendiri dan tidak pandai bersosialisasi. Itachi menjadi depresi, sepertinya satu-satunya yang membuatnya tidak bunuh diri adalah Sasuke dan Kisame, Itachi juga menjadi suicidal dan satu-satunya hal yang ia inginkan adalah mati di tangan Sasuke. Zabuza… ia sangat beruntung karena menemukan Haku yang bisa mengisi kekosongan hatinya.
Naruto menemukan jawabannya di saat ia melihat Kurama, ya, berkat Kurama lah ia masih bisa tersenyum dengan tulus, berkat Kuramalah ia masih bisa bercanda dan bermain tanpa ada rasa takut terhadap perang yang akan terjadi di masa depan. Karena Naruto tahu ia memiliki Kurama, ia tahu ia tidak sendirian.
Karena itu Naruto sangat menyayangi Kurama, ia akan melakukan apapun demi membuat Kurama senang. Karena Naruto tahu bahwa Kurama tidak memiliki banyak kenangan manis, karena ia tahu bahwa hanya ialah yang berhasil berteman dengan Kurama dan bisa membuat Kurama memiliki rasa kebebasan.
Naruto tersenyum dari tempat persembunyiannya, namun matanya tetap tertuju kepada target yang mereka harus tangkap. Seperti biasa, hari ini juga di penuhi dengan mengerjakan misi tingkat D dan kali ini misi mereka adalah menangkap kucing peliharaan seorang istri penguasa tanah.
"Berapa jarak kalian dari target?" Naruto terbangun dari pikirannya di saat ia mendengar suara Kakashi dari alat komunikasi jarak jauh yang ia kenakan. Naruto mentap kucing yang tidak menyadari keberadaannya dan memperkirakan jarak di antara mereka.
"5 meter dan aku siap untuk menangkapnya" Naruto menjawab sambil tersenyum. Kurama hanya duduk dengan posisi tiduran miring, satu tangannya menopang kepalanya dan ia menatap bosan Naruto lalu menguap. Naruto yang melihatnya hanya tertawa, ia tahu Kurama mulai merasa bosan dengan misi yang ia terima.
"Oke" Kakashi yang berada jauh dari anak muridnya mengangguk, dengan satu buku favorit miliknya di tangan kanannya dan satu tangannya lagi sedang menekan tombol yang bisa membuat ia berkomunikasi dengan orang-orang yang tersambung dengannya, ia kelihatan sama bosannya dengan Kurama. Ia tidak sabar untuk menyelesaikan misi ini "Sekarang"
Mendengar aba-aba dari Kakashi, Naruto dengan gesit dan cepat berpindah dari tempatnya dan menangkap sang kucing yang hanya bisa mengeong dengan sangat keras dan bulunya naik semua karena kaget
"Dapat~!" Naruto mengangkat tinggi-tinggi kucing tersebut sebelum ia menyanyikan lagu circle of life. Sasuke yang melihatnya hanya menatap Naruto dengan bingung sambil menggeleng, namun ia tidak bisa menutupi bahwa bibirnya tertarik ke atas dan sebuah kekehan terdengar darinya sedangkan Sakura juga sepertinya menganggap apa yang Naruto lakukan adalah hal yang lucu dan sebuah tawa pelan terdengan keluar dari bibirnya. Kurama hanya memutar bola matanya dengan bosan.
"Pfft….hah, pita di kuping kanan; apakah kalian yakin yang kalian tangkap adalah Tora?" Sepertinya Kakashi yang mendengarnya juga menahan tawa, walaupun ia tidak bisa melihatnya; Kakashi tahu apa yang Naruto lakukan.
Naruto tertawa di saat sang kucing mendengkur dengan pelan dan menenang di saat Naruto memeluknya, ia juga melihat Kurama menatapnya masih dengan pandangan bosan, namun sebuah senyum jahil terlukis di wajah Naruto 'Bulunya lembut seperti dirimu, Kurama!'
Tangan yang menopang kepala Kurama melemas dan ia jatuh dengan tidak indah, sebuah perempatan muncul di dahinya dan ia mengerang dengan sangat kencang 'Jangan macam-macam Kit! Buluku seratus kali lebih indah dari mahluk lemah dan tidak berguna itu! Jangan pernah membandingkan diriku dengan benda tak berguna itu!'
Naruto terkekeh, namun ia tahu bahwa ia tidak boleh membuat Kurama terlalu marah karena nanti ia akan kesepian karena tidak ada orang yang bisa ia ajak mengobrol nanti karena Kurama ngambek. Jadi Naruto memberikan sang kucing kepada Sasuke agar Kurama tidak menakuti kucing tersebut dengan hawa membunuhnya.
Kucing tersebut protes dan meronta di pelukan Sasuke, seperti meminta dirinya di kembalikan kepada Naruto dan hampir mencakar Sasuke karenanya. Sasuke hanya mendesis kesal dan memutuskan untuk mengecek apakah benar bahwa yang mereka tangkap benar adalah Tora. Di saat ia melihat pita berwarna pink yang terikat di kuping kanannya ia mengangguk lalu memberikan kucing tersebut kepada Sakura "Ya, kami yakin"
Sakura dengan susah payah menenangkan sang kucing yang masih meronta di pelukannya, ia rasanya ingin memberikan kucing tersebut kepada Naruto namun mengingat kejadian di saat ujian dari Kakashi; Sakura mengurungkan niatnya dan berusaha sebisanya menahan Tora agar tidak kabur.
Mereka bertiga langsung berjalan menemui Kakashi yang sudah menunggunya, Kakashi mengangguk dan membawa mereka ke tempat di mana mereka akan mengembalikan Tora dan mendapatkan bayaran atas misi yang telah mereka selesaikan.
"Tora!" Seorang wanita gemuk yang mengenakan kimono dan perhiasan yang kelihatan sangat mahal langsung berlari menghampiri Sakura dan mengambil Tora dari pelukannya. Sang kucing mengeluarkan suara seperti ia sedang tersiksa di saat wanita tersebut memeluknya dengan sangat kencang. Yang melihatnya hanya bisa menatap iba Tora, pantas saja ia kabur.
"Halo Kakek! Iruka-sensei!" Naruto melambai ke arah Sandaime dan Iruka yang sedang menyortir data-data mengenai misi yang bisa mereka ambil. Sandaime tersenyum dan mengangguk sementara Iruka tersenyum melihat Naruto.
"Bagai mana? Tadi berjalan dengan lancar?" Naruto tersenyum dan mengangguk dengan semangat mendengar pertanyaan dari Iruka sehingga membuat yang bertanya tersenyum puas, ia merasa sangat senang di saat melihat adik angkatnya bahagia.
"Mau mengambil misi lain kelompok tujuh? Masih ada waktu jadi kalian bisa mengambil misi lagi" Sandaime tersenyum lembut kepada anak muridnya yang ada di depannya, ia merasa sangat tua melihat anak-anak muda dan sinobi yang bertalenta di depannya, terutama Naruto. Ia senang melihat Naruto terlihat energik dan terlebih lagi ia merasa bangga di saat melihat Naruto menggunakan pakaian pemberiannya walaupun Naruto belum mengenakan rok yang ia belikan "Menjaga cucu seorang kakek tua, belanja di desa tetangga, atau membantu menggeli kentang? Atau mau semuanya?"
Kakashi menghela nafas lelah, ia tahu akan begini jadinya bila ia menjadi guru pembimbing dari sebuah tim yang baru saja lulus dari akademi. Mereka harus menyelesaikan begitu banyak misi tingkat D yang sangat membosankan dan melelahkan batin; Kakashi merasa tubuhnya sangat ingin bergerak dan bertarung, sebagai seorang jounin dan mantan ANBU, tubuhnya sangat terlatih dan bila ia tidak menggerakkannya secara rutin ia takut nanti skill miliknya berkurang 'yaah, aku tahu pasti akan berakhir seperti ini…'
Namun sepertinya penderitaan Kakashi dan keinginannya terkabulkan karena Naruto tiba-tiba berjalan mendekati Sandaime dan Iruka, ia mengambil selembar kertas yang memiliki cap berwarna merah dan bertuliskan huruf 'C' di depan Sandaime dan tersenyum "Kakek! Aku boleh ambil misi yang ini tidak?"
Sandaime mengambil kertas tersebut dari Naruto dan membacanya sebelum menatap Naruto dan menggeleng "Ini misi tingkat C Naruto"
Naruto mengangguk namun senyuman sedih terlukis di wajahnya, ia menatap Iruka dan Sandaime dengan pandangan memelas dan mata berkaca-kaca "Boleh ya kek? Hanya mengantar seorang pembuat jembatan ke desanya kok! Aku janji tidak akan berbuat onar…"
Sandaime tertegun dan ia merasa pandangan yang Naruto berikan kepadanya sangatlah persis dengan pandangan yang di berikan kepadanya oleh Kushina dulu; pandangan tersebut adalah senjata maut Kushina untuk mendapatkan apapun darinya dan pandangan tersebut selalu membuatnya memberikan apapun yang Kushina mau darinya. Sedangkan Iruka yang melihatnya menjadi salah tingkah, ia tidak mau Naruto terluka dan tidak ignin membahayakan nyawanya seperti waktu itu, namun di sisi lain ia tidak bisa menolak permintaan Naruto karena ia yakin rasa bersalah yang bisa saja membuatnya lompat dari tebing akan menyerang dirinya kalau saja setetes air mata keluar dari mata biru tersebut atau ekspresi sedih terlukis di wajah manis tersebut.
Kakashi menghela nafas panjang, ia tahu rasanya di berikan pandangan seperti itu oleh Naruto dan ia juga pernah merasakan apa yang terjadi bila ia salah menjawab atau tidak memenuhi keinginan dari sang jinchuriki.
Sasuke membuang mukanya dan pura-pura tidak melihat ekspresi Naruto karena jantungnya sedikit berdegup sedikit lebih cepat dan wajahnya menghangat. Ia mengingatkan dirinya bahwa wajahnya menghangat karena ia kepanasan dan jantungnya berdegup lebih cepat karena ia tidak sabar untuk mendapatkan misi yang lebih tinggi dari tingkat D. Sedangkan Sakura menatap Naruto dengan ekspresi bingung, dari mana Naruto belajar menggunakan jurus rahasia para wanita?
Dalam hati Naruto menyeringai, apa yang ia lakukan adalah salah satu yang ia pelajari dulu untuk menyempurnakan orioke no jutsu miliknya, ia siap dengan tipe-tipe perempuan apapun yang akan menarik perhatian laki-laki yang akan ia goda atau kerjai. Kurama hanya menatap mata Naruo lekat-lekat, sepertinya ia tertarik dengan mata Naruto yang membesar dan berkaca-kaca.
"Sepertinya tidak apa-apa Sandaime-sama, misinya tidak terlalu sulit dan aku bisa menjaga mereka dengan baik" Kakashi yang merasa kasihan dengan Sandaime dan Iruka akhirnya angkat biacara, ia tidak mau melihat ekspresi sedih terlukis di wajah Naruto lagi karena ingatannya mengenai dirinya yang menerima tatapan sedih dari Naruto waktu ujiannya masih sangat segar di pikirannya.
Sandaime yang akhirnya bisa menenangkan dirinya berpura-pura batuk dan mengambil cap untuk memberikan wewenang bahwa kelompok tujuh boleh mengambil misi tersebut, sedangkan Iruka yang berada di sebelahnya menghela nafas lega; seperti sebuah beban berat telah di angkat dari pundaknya.
"Yay! Terimakasih banyak Kakek! Aku sayang Kakek!" Naruto tersenyum lebar dan berjalan kembali ke posisinya semula; di sebelah Sasuke dan Sakura. Namun dalam hati, Naruto menyeringai dan menepuk kaki Kurama yang terbangun dari lamunannya dan ikut menyeringai. Mereka berdua memiliki sebuah rencana, rencana yang melibatkan mereka berdua kabur secara diam-diam nanti di tengah-tengah misi.
"Baiklah, kalau begitu akan aku perkenalkan klient kalian, silakan masuk Tazuna-san" Sandaime mempersihlakan masuk seorang kakek yang bernama Tazuna yang sedang memikul tas besar, menggunakan topi jerami, dan kaleng yang berbau alkohol di sebelah tangannya.
"Apa ini? Aku akan di jaga oleh anak emo, gadis berambut gulali, dan anak rubah?" Sebuah perempatan muncul di dahi Sasuke mendengar panggilan dari Tazuma sedangkan Sakura menatap tidak suka Tazuma karena panggilan yang di berikan kepadanya mengingatkannya terhadap masa lalunya di saat ia selalu di kerjai dan di katai anak-anak lainnya.
"Tazuna-san, aku harap kau tidak memanggil anak muridku dengan panggilan tersebut, terutama yang terakhir" Kakashi menatap tajam Tazuma di saat ia mendengar panggilan untuk Naruto, kebetulan sekali Tazuna bisa memanggil Naruto dengan nama panggilan Naruto dari para warga desa yang membencinya dan Kakashi tidak suka itu. Sepertinya Iruka juga merasakan hal yang sama dengan Kakashi karena ia terlihat sedang menahan amarahnya.
Sandaime menggeleng pelan, kali ini ia di ingatkan bahwa Naruto masih tidak di sukai oleh warga desa yang masih menganggapnya reinkarnasi dari Kyuubi dan penghancur kota ini dulu. Namun di saat ia melirik Naruto ia tidak menyangka bahwa Naruto malah akan bereaksi positif terhadap apa yang Tazuna katakan dan bukannya merasa tersinggung atau sedih seperti biasanya.
'Lihat Kurama! Aku di bilang mirip rubah, mirip dirimu!' Naruto menunjuk dirinya sendiri sambil tersenyum ke arah Kurama, ia tidak ada rasa kesal atau sedih sama sekali dengan apa yang Tazuna katakan karena ia hanya di panggil rubah, bukan monster rubah ataupun rubah terkutuk; hanya seekor rubah. Lagi pula Naruto menyukai rubah semenjak ia sudah dekat dengan Kurama dan berniat untuk memelihara seekor; namun Kurama menolak keras dan Naruto teringat bahwa ia sudah memiliki seekor rubah, rubah berukuran jumbo yang ia sayangi seperti keluarga sendiri.
'Apa yang kau banggakan dari hal itu, kau aneh sekali Kit' Kurama hanya membuang mukanya namun mulutnya tertarik ke atas, ia tidak pernah bertemu seseorang yang bahagia karena di bilang mirip dengannya, ia tidak pernah mendengar ada orang yang sangat menyayanginya sampai-sampai bangga di bilang mirip dengannya. Kurama bisa merasakan dadanya menghangat dan Naruto memeluk kakinya, tanpa ia sadari sepertinya dirinya sudah mulai melembek dan menikmati hidupnya sekarang.
Tazuna yang menyadari perubahan atmosphere dan suhu ruangan akhirnya merapikan dirinya dan berpura-pura batuk, ia menyadari tatapan yang di berikan kepada dua orang ninja di depannya dan ia menyadari bahwa ia harus berhenti dan melanjutkan urusannya, ia tidak mau berada di sisi yang salah dan mengakibatkan permohonannya tidak di kabulkan "Aku adalah ahli pembuat jembatan, namaku Tazuna. Aku harap kalian bisa menjagaku dan mengantarku sampai ke desa tempat aku tinggal dan menyelesaikan jembatan yang sedang aku buat"
"Baiklah anak-anak, persiapkan barang-barang yang ingin kalian bawa dan temui aku di sebelah gerbang Konoha satu jam lagi" Kakashi mengangguk dan mengambil kertas yang akan menjadi tanda bahwa Hokage memperbolehkan mereka keluar dari Konoha untuk menjalankan misi.
Sakura, Sasuke, dan Naruto mengangguk dan berjalan keluar dari ruangan tersebut dan langsung berjalan ke apartemennya untuk mempersiapkan barang-barangnya, Sasuke dan Sakura juga memutuskan untuk pulang terlebih dahulu dan mempersiapkan barang-barang mereka juga.
Sesampainya di apartemennya, Naruto langsung mengambil tasnya yang sudah ia persiapkan dari tadi pagi, ia sudah tahu bahwa hari ini adalah hari di mana mereka akan mengantar Tazuma dan dimana mereka akan bertemu dengan Zabuza dan Haku.
Naruto tersenyum sedih mengingat kedua missingnin tersebut, ia masih ingat pertama kalinya ia bertemu dengan Haku dan perasaan sebenarnya Zabuza terhadap Haku. Ia tahu bahwa ia tidak bisa melakukan apapun untuk membantu mereka berdua karena… ia tidak tahu mengapa namun setiap kali ia berfikir untuk menyelamatkan seseorang dari kematiannya, kepalanya pasti langsung terasa berat dan pikirannya kosong. Naruto menutup matanya dan memegang kepalanya, ia mencoba menenangkan dirinya dan berhenti berfikirlalu membuka matanya kembali "Eh, tadi aku sedang apa ya?"
'Kau lupa memasukkan gulungan yang akan kau berikan kepada Bee nanti' Kurama menatap Naruto yang terlonjak kaget dan menepuk tangannya yang di kepalkan ke sebelah tangannya yang terbuka lebar, Naruto langsung mencari gulungan tersebut dan memasukkannya ke dalam tasnya. Kurama menatap lekat-lekat dahi Naruto yang sedikit bersinar dan memperlihatkan sebuah segel sebelum sinar tersebut hilang bersamaan dengan segel tersebut.
"Yosh! Sudah semua! Aku harus berangkat secepatnya! Aku tidak mau terlambat" Naruto menyeringai dan memakai tasnya sebelum keluar dari apartemen dan menguncinya. Kurama menutup matanya lalu melipat kedua tangannya dan menyenderkan kepalanya di atas tangannya. Ia tahu bahwa segel tersebut tidak bersifat permanen dan ia tahu bahwa apa yang ia lakukan hanya akan menunda perasaan sedih yang akan Naruto rasakan nanti, namun ia juga tahu bahwa ia akan selalu ada di samping Naruto dan mengingatkan bahwa ia tidak sendirian dan apa yang terjadi bukanlah salahnya.
Kurama tahu bahwa ia tidak akan sendirian dan akan ada orang lain yang membantunya menghibur Naruto, ia tahu bahwa Naruto bukan satu-satunya orang yang akan merasakan kesedihan tersebut, karena satu orang lagi… dia tidak akan bisa melakukan apapun dan akan terasa lebih pedih baginya karena ialah penyebab dari kematian orang yang ia sayangi tersebut. Tapi Kurama yakin, Bee dan Gyuki sudah lebih dari cukup untuk sementara, mereka berdua pasti bisa menghibur Naruto nanti di saat waktunya telah tiba.
Sedangkan orang yang sedang di bicarakan oleh Kurama kini sedang berjalan-jalan di hutan perbatasan Konoha, sebuah seringaian terlukis di wajahnya sebelum ia berlari melewati perbatasan tersebut.
Bee telah berhasil mengelabui penjaganya dan kakaknya, ia telah memasang sebuah kagebunshin yang ia buat menggunakan tentakel Gyuki agar terlihat lebih realistis dan kuat jadi kehilangannya tidak akan langsung ketahuan. Gyuki hanya bisa menghela nafas pasrah karena lagi-lagi tentakelnya harus di potong dan di gunakan untuk membuat kagebunshin, namun ia tersenyum karena kali ini ia mendapat kebebasan dan tidak ada perang yang akan mengganggunya, ia tidak sabar untuk jalan-jalan dan berlibur.
'Yo! Kita berhasil keluar~ dengan ini kita bisa bertemu dengan Naruto, Yeah~!' Bee menyeringai sambil melompat dari satu pohon ke pohon lain dengan kecepatan super berkat bantuan Gyuki. Ia membawa sebuah tas kecil yang berisi sebuah gulungan yang nanti akan ia berikan kepada Naruto 'Ah! Aku jadi merindukan Samehada! Ia adalah senjata yang sangat berguna!'
Bee jadi teringat dengan senjatanya yang satu itu setelah berdiskusi dengan Itachi, karena Itachi menanyakan mengenai kematian dari partnernya dan bagai mana bisa ia mendapatkan Samehada. Bee tentu saja menceritakan semua yang ia tahu tapi ia juga memberi tahu Itachi bahwa yang membunuh Kisame bukanlah dirinya dan A melainkan bawa Kisame bunuh diri agar informasi yang ia miliki tidak di ketahui oleh siapapun.
Bee merasa sedikit iba di saat ia melihat Itachi terlihat tidak senang dengan apa yang ia dengar, ia bisa melihat bahwa Itachi memiliki hubungan yang cukup dekat dengan partnernya yang satu itu dan Bee juga menyadari bahwa Itachi tidak sedingin dan tidak sekejam yang orang-orang katakan. Buktinya ia terlihat sangat peduli dengan partnernya dan sepertinya ada sesuatu yang ia ingin katakan namun waktu tidak membiarkannya. Bee memutuskan untuk bertanya kepada Naruto mengenai Itachi nanti di saat mereka bertemu.
Ia berhenti di atas sebuah pohon yang besar dan menatap pemandangan yang di sajikan dari tempatnya berdiri, ia menyadari bahwa Gyuki terlihat senang dan menikmati pemandangan yang ia lihat juga. Untuk sekarang ia akan melakukan perjalanan ke tempat perjanjian mereka, ia dengar tempatnya cukup terkenal dengan kabut yang tebal dan hutan yang mengelilingi tempat tersebut, Bee tidak sabar untuk pergi ke sana, begitu juga dengan Gyuki. Namun Bee mendapatkan sebuah ide, karena ia sudah sampai lebih awal dari waktu perjanjian kenapa ia tidak mengikuti Naruto dari desanya? Kalau ia ingat hari ini juga adalah hari di mana Naruto mengambil misi tingkat C.
Naruto menyenderkan tubuhnya di sebelah gerbang keluar Konoha, kedua tangannya ia lipat dan ia bersenandung kecil, sebuah senyuman yang sangat lebar terlukis di wajahnya. Ia sedang memikirkan betapa senangnya ia akan pergi melakukan misi bersama kelompok tujuh tanpa kekurangan orang atau pergantian sama sekali, perasaan nostalgia yang menyelimuti Naruto membuat senyumannya menjadi lebih melebar.
"Kau kelihatan senang, Dobe" Sasuke yang berdiri tidak terlalu jauh dari Naruto menatap Naruto dengan pandangan sedikit sulit di mengerti namun pelan-pelan seringaian muncul di wajahnya "Jangan terlalu bersemangat, nanti kau malah akan menjadi beban lagi"
Naruto langsung berdiri tegap dan bertolak pinggang, ia menunjuk Sasuke dengan jarinya dengan tajam, gigi taring seperti terlihat di mulutnya yang terbuka, ia menghentak-hentakan kakinya dengan kencang "Diam Teme! Aku bukan beban! Aku bisa menjaga diriku dengan baik!"
Sasuke mendengus dan melipat kedua tangannya di depannya dan memberikan tatapan meremehkan kepada Naruto, ia memiliki hobi baru sekarang dan itu adalah mengerjai dan membuat Naruto kesal. Ia senang melihat Naruto yang sangat ekspresif dan ia senang melihat berbagai macam emosi yang di tampilkan oleh Naruto "Lucu sekali candaanmu"
"Lebih lucu lagi melihat dirimu terpeleset waktu itu" Naruto menutup mulutnya seperti mencoba menahan tawanya namun dapat memperlihatkan seringaian yang menghiasi wajahnya, Naruto masih ingat kejadian di mana mereka harus membantu seorang petani mengurusi hewan ternaknya dan Sasuke terpeleset ke dalam kubangan lumpur karena sedang tidak fokus.
Wajah Sasuke sedikit memerah sebelum ia mendesis dengan pelan, ia sebenarnya memiliki alasan mengapa ia terpeleset waktu itu, alasannya adalah tubuhnya yang kesakitan dan pikirannya yang tidak focus karena hari sebelumnya ia latihan hingga tubuhnya tidak bisa bergerak lagi untuk menghilangkan pikiran tidak jelas miliknya mengenai kenca—ah! Sudah tidak usah di pikirkan, intinya ia latihan keras demi mengosongkan pikirannya.
Sebelum mereka berdua bisa saling mengatai satu sama lain seperti biasa, mereka berdua di hentikan dengan kedatangan Kakashi dan Tazuna. Sakura menatap tidak percaya Kakashi dan membuat yang di tatap tertawa dalam hati. Sakura tidak mengerti mengapa gurunya yang biasanya terlambat masuk tiba-tiba saja datang tepat waktu dan Tazuna ada di sampingnya? Apakah Tazuna melakukan sesuatu yang membuat Kakashi tidak terlambat? Atau munkin Sandaime dan Iruka yang memaksanya tidak terlambat? Sakura harus tahu karena ia sudah lelah menunggu gurunya yang selalu terlambat ini.
"Kalian berdua sepertinya dekat sekali ya, hahaha" Tazuna yang baru datang tertawa karena melihat Naruto dan Sasuke yang sedang menatap tajam satu sama lain. Ia seperti melihat seorang sahabat karib yang sedang bercanda dengan cara mengatai satu sama lain, tipikal pertemanan laki-laki. Namun karena salah satu dari mereka adalah perempuan maka Tazuma tahu ada sesuatu yang berbeda dari mereka "Pasangan sekarang memperlihatkan betapa dekat mereka dengan suka beradu argumen ya"
Wajah Sasuke memerah mendengar apa yang Tazuna katakan dan menatap tajam Tazuna setelah ia berhasil menghilangkan semburat merah dari pipinya, ia berdesis dengan kencang "Aku dan Dobe bukan pasangan!"
Naruto menggembungkan pipinya dan menunjuk Sasuke, ia juga menghentakkan kakinya sedikit "Aku dan Teme hanya teman! Teman satu kelompok!"
Sasuke entah mengapa meringis, ia merasa dadanya seperti baru saja di tusuk oleh belati. Ia menahan dirinya untuk meletakkan tangannya di dadanya dengan cara mengantungkan tangannya ke kantung celananya, namun sepertinya ia lupa untuk mengendalikan ekspresinya karena ia kelihatan dengan jelas tidak senang apa yang Naruto katakan.
Untungnya tidak ada yang melihat atau menyadarinya, kecuali Kurama yang bisa dengan jelas merasakan emosi Sasuke dengan sangat jelas, jelas sekali Kurama tidak suka dengap apa yang Sasuke rasakan karena ia mengerang dengan kencang dan membuat Naruto menatap bingung dirinya.
Sakura menahan nafasnya dan menahan dirinya untuk tidak memberi tatapan tidak suka kepada Naruto, ia tidak mau terlihat menyebalkan dan lebih tidak di sukai oleh Sasuke. Kurama yang lagi-lagi bisa mendeteksi perasaan seseorang dengan sangat mudah menyeringai, sepertinya pelajaran yang ia berikan sangat berhasil dan ampuh, untuk sekarang ia akan memberikan sedikit ketenangan kepada Sakura namun ia tahu bahwa ia akan memberi pelajaran lagi nanti.
Kakashi yang sedari tadi diam saja sebenarnya sedang memperhatikan gerak-gerik dan bahasa tubuh Sasuke dan Naruto. Ia cukup senang karena kelompoknya bisa berkerja sama dengan baik dan sepertinya sudah baikan karena ia melihat Sakura sedang mengendalikan emosinya, namun bukan berarti ia tidak khawatir. Kakashi tahu bahwa ini hanyalah misi dengan tingkat kesulitan C, namun ia punya firasat buruk mengenai misi ini.
Matanya kali ini menatap Naruto yang sedang mengomeli Tazuma karena menyangka dirinya dan Sasuke berpacaran, ia sedang menghawatirkan Naruto. Sandaime berbicara kepadanya berberapa hari yang lalu di saat ia menjelaskan perubahan Naruto.
"Jadi, tidak hanya jenis kelamin dan sifat namun juga kekuatan yang berubah?" Sabdaime mengerutkan keningnya, ia menatap lekat-lekat laporan yang di berikan oleh Kakashi. Ia terlihat tidak nyaman dan sangat kebingungan "Ada apa ini…."
Kakashi yang berdiri di depannya mengangguk, ia sendiri tidak tahu bagaimana tapi ia melihat dengan mata kepalanya sendiri dan ia merasakannya secara langsung bahwa kekuatan Naruto telah meningkat dengan cepan; begitu juga dengan chakranya "Aku melihatnya sendiri Sandaime-sama, aku juga bisa merasakan bahwa ia menahan sesuatu; membuat seakan-akan ia lemah"
"Sebenarnya apa motif dan siapa yang menculik Naruto" Sandaime bangun dari tempat duduknya dan menggeleng pelan, ia membalik badannya dan menatap ke jendela yang memperlihatkan pemandangan desa Konoha, Kakashi tahu bahwa Sandaime tengah menatap apartemen tempat Naruto tinggal "Mereka tidak meninggalkan jejak, klan Yamanaka tidak dapat menemukan informasi dari ingatan Naruto karena Naruto tidak sadarkan diri di saat ia di culik maupun sebelum di culik, klan Inuzuka tidak dapat menemukan bau yang bisa memberikan ide siapa sang penculik; walau Naruto sudah mandi dan membersihkan diri sebelum di cek tetap saja penciuman klan Inuzuka tetap akan bisa mencium baunya namun tidak di temukan bau yang spesifik"
Kakashi menjadi semakin tidak nyaman dan khawatir mengenai Naruto, mereka akan pergi keluar Konoha dan mereka juga belum mengetahui identitas dari sang penculik, Kakashi jadi sedikit menyesali memperbolehkan Naruto mengambil misi ini; begitu juga Sandaime.
Kurama memberikan Naruto kekuatannya dalam mendeteksi emosi, Naruto secara diam-diam melirik Kakashi yang ia deteksi sedang memiliki perasaan khawatir dan curiga, ia tahu apa alasan mengapa Kakashi mengeluarkan emosi tersebut dan ia harus menenangkannya karena ia tidak bisa membuat Kakashi memperhatikan dan mengawasinya terus-terusan selama misi karena ia memiliki rencana di mana ia harus pergi secara diam-diam untuk bertemu dengan Bee.
"Kakashi-sensei! Tazuna-san tidak percaya kalau aku dan Teme hanya rekan satu kelompok!" Naruto menunjuk Tazuma dan menghentakkan kakinya, ia membuat wajahnya sedikit memerah untuk memperlihatkan bahwa ia sedang kesal bercampur marah.
Tazuna hanya tertawa melihatnya dan Sasuke membuang mukanya mendengar dan melihat reaksi Naruto. Kakashi yang melihatnya langsung memasang ekspresi tenang dan tersenyum kecil, matanya yang terlihat setengah terbuka dan mengeluarkan aura malas, untuk sementara ia harus menutupi emosinya dan berlagak kalau ini hanya misi biasa, nanti di sepanjang jalan dan di saat misi ia bisa menganalisah dan mencari tahu lebih lanjut mengenai perubahan Naruto.
"Sudah, jangan bertengkar lagi; kita harus berangkat sekarang, nanti kita sampai terlalu malam" Kakashi menepuk kepala Naruto dan berjalan ke arah penjaga gerbang untuk memberikan surat keterangan dari Sandaime untuk keluar dari Konoha.
'Kit, kalau kita mau melanjutkan rencana kita; kita harus membuat gurumu yang satu ini berhenti mengawasi kita. Munkin untuk sekarang kita bisa mengelabuinya tapi trik tersebut tidak akan bisa di gunakan berkali-kali karena bagai manapun, ia adalah seorang jounin' Kurama mengerang karena ia bisa dengan mudah mendeteksi bahwa Kakashi sedang berpura-pura dan menutupi emosinya, sebagai mantan ANBU, Kakashi bisa dengan sangat handal menutupi emosinya dan mengendalikan bahasa tubuhnya namun ia adalah Kyuubi, ia bisa mendeteksinya dengan sangat mudah dan membacanya seperti ia membaca buku milik anak-anak 'Kita harus melakukan sesuatu'
Naruto tersenyum di saat ia melihat Kakashi sudah mendapatkan Izin dari penjaga gerbang dan mereka bisa pergi, ia mendapatkan ide dan ia tahu bahwa idenya sangatlah jenius dan bisa membuat mereka tidak di curigai lagi—atau di awasi setidaknya dan ia dan Kurama bisa bergerak dengan bebas.
'Aku ada ide, nanti aku ceritakan' senyuman Naruto berubah jadi seringaian, Kurama yang melihatnya ikut menyeringai karena ia tahu bahwa ide Naruto pasti cemerlang, sekarang tinggal tunggu kapan mereka menjalankannya.
"Kau terlihat bersemangat sekali" Tazuna yang menyadari perubahan mood Naruto menatap Naruto dengan pandangan usil dan tertawa.
"Uhm!" Naruto mengangguk dan tersenyum lebar, matanya yang berwarna biru bersinar dengan terang dan memperlihatkan betapa besarnya antusiasmenya terhadap perjalanan dan misi yang akan mereka kerjakan, Tazuma merasa sedikit bersalah di saat melihatnya karena ia tahu bahwa ia tengah mengelabui mereka "Ini kali pertamanya aku keluar desa!"
Sakura yang mendengarnya menaikkan sebelah alisnya, karena seingatnya berberapa kali di akademi di adakan latihan dan praktek di luar Konoha, walau hanya di sekitar perbatasan Konoha dan tidak jauh dari pintu keluar tetap saja itu di luar Konoha "Di akademi bukannya kita pernah ada latihan di luar konoha? Kau sudah pernah keluar"
Naruto sedikit berfikir karena ia sedikit lupa dengan apa saja yang ia lakukan di akademi dan setelah berberapa detik ia ingat mengenai waktu di mana mereka ada latihan di luar Konoha, memang benar ia bisa keluar karena itu namun seingatnya ia tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut "Itukan butuh tanda tangan"
"Tanda tangan orang tua ya? Kau tidak mendapatkan izin dari Sandaime, Dobe? Atau munkin yang menjagamu dulu?" Sasuke menaikkan sebelah alisnya dan menatap Naruto dengan bingung, seingatnya memang ada acara seperti itu, namun ia juga mengingat bahwa Naruto tidak ada dan tidak ikut pada saat itu, ia tahu karena ia tidak merasakan keberadaan Naruto dan Naruto tidak terlihat sama sekali selama satu harian itu. Waktu itu ia masih memiliki keluarganya dan tiba-tiba saja Sasuke mengingat hal penting: yang menandatangani formulir tersebut adalah kakaknya, Itachi!
Pada waktu itu ayahnya terlalu sibuk dan tidak ada di rumah karena ada rapat sedangkan ibunya tidak berani menandatangani formulir tersebut tanpa izin ayahnya, ia merasa sedih karena ia sangat ingin ikut namun tiba-tiba saja Itachi mengatakan bahwa ia akan menandatanganinya dan ia akan menerima semua omelan dan bertanggung jawab kepada ayahnya bila ternyata ayahnya tidak mengizinkan asalkan Sasuke bisa ikut acara tersebut.
Sasuke mengatupkan mulutnya dan bibirnya sedikit tertarik ke atas, sebuah memori manis mengenai kakaknya yang hampir saja ia lupakan. Ia yakin bila ia masih membenci Itachi seperti dulu ia tidak akan mengingat ingatan semanis ini mengenai kakaknya, ia yakin masih banyak ingatan manis lainnya yang ia lupakan karena membenci Itachi tanpa alasan dan ia akan mencoba mengingatnya; apa yang Naruto katakan benar, mana munkin kakaknya membunuh klannya tanpa alasan seperti tu, pasti ada sesuatu yang membuat Itachi menjadi seperti itu dan ia akan menemukan jawabannya!
"Itu…kakek tidak memperbolehkan aku ikut sebagai hukuman karena berbuat onar sehari sebelumnya" Sasuke terbangun dari lamunannya di saat mendengar Naruto menjawab pertanyaannya; karena berbuat onar sehari sebelumnya? Kenapa itu terdengar sangat ganjil di telinganya?
"Hahaha ternyata kamu anak yang nakal ya, tapi kamu tidak terlihat seperti itu sekarang" Tazuna tertawa dan berjalan keluar mengikuti Kakashi yang sudah berjalan terlebih dahulu lalu di susul oleh Sakura dan Sasuke.
Kakashi melirik Naruto secara diam-diam dan kembali berjalan, ia tahu alasan sebenarnya mengapa Naruto tidak di perbolehkan ikut: untuk merahasiakan keberadaan Naruto sebagai Jinchuriki dan anak dari mendiam hokage ke empat, maka dari itu Naruto tidak boleh keluar karena ia juga belum bisa mengatur chakranya dengan benar dan bisa-bisa ninja musuh mendeteksi keberadaannya. Sebenarnya misi ini sangatlah berbahaya bagi Naruto namun misi ini juga di lakukan untuk mengecek sifat dan perubahan Naruto. Sandaime memang senang Naruto menjadi kuat dan dewasa namun mereka tidak tahu apa yang membuat Naruto seperti itu dan siapa yang membuat Naruto menjadi seperti itu.
Kakashi memang kasihan dengan Naruto namun ini adalah untuk kebaikan Naruto sendiri, sudah cukup Naruto menderita karena di cemo'oh oleh warrga desa dan selalu tersakiti, tidak usah di kejar-kejar oleh ninja dari desa lain yang ingin membunuhnya atau mengincarnya karena ia adalah seorang Jinchuriki.
Kakashi jadi teringat oleh teman satu timnya yang pernah di jadikan Jinchuriki dan perasaan sedih langsung menyelimuti dirinya, ia tidak akan membiarkan Naruto menerima nasib yang sama dengan Rin dan ia sudah berjanji kepada Obito untuk melindungi teman-temanya walau harus melanggar peraturan, cukup Obito, Rin, Minato, dan Kushina saja yang ia gagal lindungi, ia tidak mau kehilangan orang-orang yang ia sayangi lagi.
Perjalan mereka sedikit lamban karena mereka tidak bisa berlari atau melompat dari satu pohon ke pohon lain layaknya ninja biasa karena Tazuna bersama mereka. Naruto terlihat sangat bersemangat dan berjalan sambil menikmati pemandangan di sekitarnya, sesekali ia bergumam dan bersenandung kecil sedangkan Sasuke terlihat seperti ia sedang berfikir dengan keras, namun ekspresinya terlihat santai dan tenang jadi kemunkinan yang ia pikirkan adalah hal bagus atau munkin sedang mengingat masa lalunya. Sakura yang baru pertama kali keluar dari desa dan melakukan misi tingkat C terlihat sedikit gugup dan ketakutan, ia tahu ini hanya misi tingkat C namun tetap saja ini pertama kalinya ia keluar desa dan pergi agak jauh dari Konoha walau ia juga sedikit senang karena bisa jalan-jalan.
Kakashi dan Tazuna terlihat sedang mengobrol sesekali namun ia tidak mengeluarkan buku kesukaannya, Naruto dan Kurama tahu alasannya. Kurama hanya membuang mukanya dan terlihat sedikit kesal. Kalau saja mereka menjalankan rencana yang Naruto buat lebih cepat maka hal seperti ini tidak akan terjadi.
Naruto tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang aneh dan dadanya menjadi sedikit sakit, ia juga melihat bahwa Kurama merasakan hal yang sama namun ia menyeringai 'Ada apa ini, dadaku sakit! Kurama?'
'Kau merasakannya juga ya Kit, itu pertanda bahwa ia berada tidak terlalu jauh dari sini' Seringaian Kurama melebar dan ia terlihat sedikit lebih rileks karena mengetahui bahwa rencana pertemuan mereka akan berjalan dengan lancar walau Kakashi akan mengawasi mereka terus menerus 'Sepertinya pertemuan kita bisa berjalan dengan lancar'
Naruto tersenyum lebar di saat ia mengerti apa yang Kurama katakan 'Occhan!'
Bee yang berada tidak jauh dari Naruto dan kelompoknya menyeringai di saat ia merasakan Naruto merespon keberadaannya, ia menutupi chakra dan keberadaannya dengan sempurna berkat sebuah jutsu dari Itachi sehingga tidak ada yang menyadari keberadaannya, namun ia tetap hati-hati karena ia tahu bahwa Kakashi bersama mereka, ia tidak boleh berada terlalu dekat dengan mereka jadi ia memutuskan untuk menonton dari jauh.
'Hoo, jadi ini adalah misi tingkat C pertama dan juga pertama kalinya Naruto keluar dari desa ya' Gyuki duduk dengan manis dan menopang kepalanya dengan sebelah tangannya, sebuah senyuman terbentuk di mulutnya, ia seperti sedang bernostalgia 'Aku jadi ingat misi pertama kita di saat kau pertama kali menjadi jinchuriki'
Bee juga ikut tersenyum, ia juga mengingat apa yang terjadi dalam misi tersebut, hanya dalam waktu satu minggu ia menjadi jinchuriki; ia sudah bisa dengan handal memanipulasi chakra milik Gyuki tanpa kehilangan kesadarannya; sesuatu yang membuat A begitu terkejut dan sangat bangga dengannya, itu adalah ingatan yang manis baginya.
'Oh lihat itu, ada ninja yang menyembunyikan dirinya menjadi kubangan air… apakah mereka tidak punya otak? Bodoh sekali' Gyuki yang melihat Naruto dan kelompknya berjalan melewati kubangan air kecil menggeleng pelan kepalanya, ia tahu bahwa Kakashi menyadarinya tapi serius; orang bodoh mana yang menyembunyikan diri mereka di kubangan air di saat jelas-jelas di sekitarnya tidak ada tanda-tanda berasal dari mana kubangan air tersebut?
'Kalau aku sih aku akan berpura-pura tidak tahu dan menginjak kubangan air tersebut dan mengalirkan chakra listrik di kakiku agar mereka tersengat hingga gosong baby~!' Bee seperti memperagakan apa yang akan ia lakukan di tempatnya berdiri dan tertawa, sifatnya yang suka mengerjai orang seperti Naruto tidak akan hilang dengan cepat walaupun ia sudah beranjak dewasa. Bee menyeringai karena ia tahu bahwa ia juga memberikan sebuah kejutan untuk kakaknya dan penjaganya, ia tinggal menunggu mereka menyadari bahwa ia telah kabur dan Bee yang bersama dengan mereka hanyalah tentakel Gyuki yang di berikan wujud dirinya.
'Oh? Naruto terluka karena di serang namun sepertinya ia sengaja' Gyuki melihat Naruto melompat dari tempatnya berdiri di saat melihat ninja yang bersembunyi tadi memperlihatkan diri mereka dan menyerang Kakashi, Naruto mencoba membantu Kakashi namun terluka karena di saat ia mencoba menghalangi rantai yang mencoba melilit Kakashi yang mengakibatkan tangannya tergores senjata yang di kaitkan di ujung rantai.
'Sepertinya ia sengaja baka yaro kono yaro! Ia seperti mencoba memperlihatkan bahwa ia masih lemah seperti anak rubah di depan gurunya~!' Bee melompat dari satu pohon ke pohon lain yang lebih tinggi agar bisa menonton pertarungan tersebut dengan lebih jelas.
Pertarungan berakhir dengan sangat cepat karena Kakashi yang melihat Naruto terluka terlihat sangat kesal dan menggunakan rantai yang tadi melukai Naruto untuk mengikat kedua ninja tersebut dan membuat kedua ninja tersebut tidak bisa berkutik sama sekali.
'Hatake Kakashi ya, memang seorang jounin yang handal. Mantan ANBU terbaik, anak murid dari ayah Naruto, dan anak dari White Fang, menarik sekali' Gyuki mengagguk, ia tidak pernah melihat secara langsung Kakashi bertarung di saat perang namun sekarang ia bisa melihatnya secara langsung, Gyuki menyukai orang-orang yang kuat seperti Bee, Blue Bee, A, atau Raikage ketiga dan ia paling tertarik dengan orang yang jenius. Munkin nanti ia bisa membuat Bee mencoba melawan Kakashi untuk sedikit latihan melawan seseorang yang memiliki sharingan karena ia masih punya perasaan tidak suka di saat ia hampir kalah dengan Sasuke waktu Sasuke menjadi anggota Akatsuki.
Bee menaikkan sebelah alisnya di saat ia melihat Naruto menusuk tangannya sendiri menggunakan kunai yang sedang ia pegang, apa yang sedang Naruto lakukan? Ia tahu bahwa Naruto memiliki kekuatan untuk menyembuhkan luka dalam waktu sangat cepat seperti dirinya namun mengapa ia tiba-tiba melukai dirinya sendiri seperti itu? Bee menutup matanya dan memperkuat indra pendengarannya untuk mendengar apa yang Naruto katakan.
"Dengan luka ini aku akan membuat janji: Aku akan melindungi kakek dan menyelesaikan misi ini!" Naruto berkata dengan lantang sambil memperlihatkan luka yang tadi ia buat kepada Tazuna dan membuat Bee menyeringai dan Gyuki tertawa mendengarnya.
"Kamu memang bisa mengeluarkan racunnya namun kamu juga bisa mati karena kehabisan darah" Kakashi menghela nafas panjang dan menggeleng pelan melihat kelakuan Naruto, ia mengeluarkan perban dan obat merah yang akan ia pasangkan di tangan Naruto, namun ia menemukan bahwa racunnya sudah keluar semua dan lukanya sudah tertutup sepenuhnya, hanya menyisakan sebuah goresan berwarna putih yang pelan-pelan berubah menjadi warna kulir asli Naruto 'Lukanya langsung sembuh dan tertutup, pasti ini berkat kekuatan Kyuubi'
'Hahahahahah! Oh ya ampun! Naruto, kau ada-ada saja!' Gyuki yang sedari tadi memperhatikan Naruto tertawa semakin keras karena ia melihat Naruto diam-diam mengedipkan sebelah matanya ke arah tempat dirinya dan Bee sedang bersembunyi, Bee sendiri sedang menahan dirinya agar tidak tertawa dengan terlalu keras.
'Itu baru Naruto yang aku tahu! Apa yang kau lakukan keren sekali yo! Ah—! Aku jadi dapat ide!' Bee mengeluarkan sebuah buku dan pensil dari kantungnya dan mulai menulis ide yang muncul di kepalanya sambil menyeringai.
Gyuki yang sudah berhasil mengendalikan dirinya dan berhenti tertawa akhirnya mengalihkan perhatiannya ke arah Sasuke lalu ke arah Bee 'Nah sekarang aku mau Tanya mengapa bocah Uchiha yang satu itu kelihatan kesal berlebihan di saat ia melihat Naruto terluka dan sekarang aku merasakan perasaan cemburu keluar darinya saat ia melihat Hatake mengobati Naruto?'
'Jangan tanya aku, tapi aku yakin ada alasannya dengan perubahan Naruto'
To Be Continue
!Author Notes!
Yak seperti yang saya bilang di atas bahwa saya tidak bisa up-date kilat lagi, kuliah sudah kembali dan tugas akan menumpuk nanti.
Namun setidaknya saya masih ada semangat untuk menulis cerita ini dan begitu banyak ide yang muncul di kepala saya, saya harap saya bisa menulis semuanya dan para pembaca sekalian menyukainya.
Akhir-akhir ini saya sedang suka dengan kakek ganteng yang juga adik dari hokage pertama, hokage kedua a.k.a Tobirama Senju dan menemukan fanfic dengan pairing dirinya dengan Naruto (cewek), kecintaanku terhadap crack pairing membuatkan menyukai pair itu dan tiba-tiba jadi ada ide untuk menulis fanfic dengan pair itu… oke lupakan saja, saya tidak mau membuat pembaca sekalian trauma.
Ada yang menanyakan mengenai hal-hal yang seharusnya sudah ada jawabannya di Author Notes… saya jadi curiga tidak ada yang membaca karena sebenarnya Author Notes ini terkadang penting loh…
Ya sudah deh, sekian apa yang mau saya katakan, sampai jumpa di chapter selanjutnya
Review please
