Disclaimer: Anime serta Manga Naruto adalah milik Masashi Kishimoto
Warning: Mengandung Gender Bender, Semi-Au, Time Travel, Miss Typoo, Mild Sakura Bashing, dll
!Author Notes!
Halo para pembaca yang terhormat! Selamat datang di chapter 8!
Ada yang menyadari perbedaan dari cerita ini?
Kalau belum maka akan saya beri tahu: silakan lihat Summary!
Ada yang mengerti maksudnya? Bila tidak maka akan saya jelaskan: ending dari cerita ini akan bercabang! Atau dalam artian lain kalian bisa memilih ending mana yang kalian suka! Ending yang saya maksud tentunya berhubungan dengan pairing, dalam arti lain setiap ending pairingnya akan berbeda!
Para pembaca tidak perlu merasa cemas lagi! Tidak usah takut mengenai OTP kalian yang tidak akan muncul! Kalian tinggal memilih ending di mana OTP kalian menjadi canon (di cerita ini).
Untuk sementara yang akan memiliki ending adalah: Sasuke, Gaara, dan Kakashi (kemauan teman saya)! Katakan terimakasih kepada teman saya yang tiba-tiba memiliki ide brilian ini!
Saya harap pembaca bisa senang dengan keputusan saya ini!
Sekian pemberitahuan penting dari saya! Selamat menikmati cerita To The Past yang terbaru!
Kakashi menatap bingung Sakura dan Naruto yang baru saja keluar dari kamar mereka, ia di bingungkan dengan apa yang ia lihat; Naruto terlihat tidak perduli dan tidak seceria biasanya karena senyuman tidak terlukis di wajahnya sedangkan Sakura terlihat mencoba menjauh dari Naruto dan bersikap seperti ada sesuatu yang mengganggunya.
Apa yang terjadi dengan mereka berdua hanya dalam jangka waktu satu malam? Kakashi tidak tahu dan ia menyesali keputusannya untuk tidak mencoba mengawasi Naruto tadi malam. Kakashi melirik Sasuke dan menemukan bahwa Sasuke juga bingung seperti dirinya, namun sepertinya berbeda dengan dirinya, Sasuke seperti mengetahui sesuatu dan 'sesuatu' tersebut membuat dirinya mengerutkan keningnya sebelum menggeleng dengan pelan.
Sasuke tahu apa yang terjadi dengan mereka berdua, tidak di butuhkan jenius untuk mengetahuinya, yang di butuhkan hanya memperhatikan bagai mana sikap Sakura terhadap Naruto akhir-akhir ini. Cemburu, Sasuke yakin Sakura cemburu dan mencoba membuat Naruto berhenti dekat dengannya namun sepertinya apa yang ia inginkan malah menjadi sebaliknya, Sasuke yakin Naruto yang menjadi pemenang dalam argumen tersebut.
Sasuke tidak tahu apa yang Naruto katakan kepada Sakura dan bisa membuat Sakura menjadi terdiam sepeti itu dan itu membuat Sasuke penasaran. Sasuke terbangun dari pikirannya setelah menyadari bahwa Naruto kini sudah berjalan mendekatinya, ia mencoba sebisa munkin menenangkan pikirannya dan bersikap seperti biasa.
"Selamat pagi Teme" Sapa Naruto yang berhenti di depannya, Naruto terlihat sedang dalam mood yang bagus namun Sasuke menyadari bahwa Naruto seperti menjaga sedikit jarak darinya. Naruto berdiri agak terlalu jauh (menurutnya) darinya, seperti mencoba untuk tidak menginvasi zona nyamannya namun agak terlalu jauh dari biasanya.
Sasuke menahan dirinya untuk tidak memperlihatkan ekspresi kesakitan karena ia merasakan seperti dadanya di tusuk oleh beratus-ratus jarum, sepertinya apapun itu yang Sakura katakan semalam sedikit mempengaruhi Naruto dan Sasuke tidak suka itu.
"Oh! Selamat pagi! Kalian mau pergi keluar?" Tazuna yang baru saja bangun dan kini memasuki ruangan di mana tim tujuh sedang berkumpul dan menyapa mereka dengan sebotol bir di sebelah tangannya yang langsung di ambil oleh Tsunami yang lewat di belakangnya dengan cucian yang akan ia jemur.
"Ayah! Tidak boleh minum di pagi hari!" Tsunami langsung meninggalkan Tazuna tanpa menghiraukan pandangan memohon dari Tazuna, Naruto tertawa pelan melihatnya, ia jadi teringat dengan Shizune yang selalu memarahi Tsunade bila saja Tsunade ingin minum di pagi hari sebelum mengerjakan tugasnya.
"Baiklah anak-anak, ayo kita berangkat nanti kita kesiangan kalau terlambat" Kakashi menepuk kepala Sasuke dan Sakura karena ia menyadari perubahan mood keduanya dan karena Naruto berada terlalu jauh darinya, ia akan mencoba mencari tahu apa yang Naruto lakukan semalam nanti; seusai latihan.
Di perjalanan ke tempat mereka akan berlatih terasa sangat berat, bukan karena mereka kelelahan namun karena hawa tidak menyenangkan yang di keluarkan oleh Sasuke dan Sakura sementara Naruto sedari tadi diam saja. Kakashi hanya bisa menghela nafas panjang, ia hanya bisa pasrah untuk sekarang, semoga saja mereka akan tetap bisa berkerja sama dengan baik nanti kalau di butuhkan.
Andai saja yang lain tahu bahwa yang sedang berjalan dengan mereka bukanlah Naruto melainkan sebuah bunshin yang terbuat dari tentakel milik Bee dan Gyuki yang di selimuti oleh chakra milik Naruto dan Kurama lalu di buat mirip menjadi Naruto.
Alasan mengapa Naruto terlihat sedikit menjauh dari teman-temannya dan selalu diam adalah karena yang sedang ikut dengan mereka bukanlah bunshin milik Naruto namun bunshin milik Bee yang di berikan chakra dan bentuk Naruto, di karenakan cara berbicara Bee yang selalu di campur dengan rap dan nyanyian serta agar tidak ada yang mendeteksi keanehan dari bunshin tersebut maka 'Naruto' menjaga jarak dari teman-temannya.
Naruto yang sebenarnya tengah berada di dalam sebuah gua yang tersembuny dani sedang berlatih dengan Bee, ia tengah di lilit oleh tentakel milik Gyuki yang di kendalikan oleh Bee.
"Bukan seperti itu baka yarou! Kono yarou!" Bee meletakkan kembali Naruto dan melepas lilitan tentakel yang ia gerakan dari tubuh Naruto, ia bertolak pinggang dan menggeleng dengan pelan melihat Naruto yang sedang cemberut.
"Ini pertama kalinya aku mencoba untuk mengendalikannya tanpa menggunakan tambahan apapun…" Naruto menghela nafas lelah, ia mengerutkan keningnya sebelum membetulkan posisi kuda-kudanya "Aku memang berberapa kali pernah berubah namun aku selalu kehilangan kontrol karena aku belum bisa menguasai chakra milik Kurama dan Kurama waktu itu juga masih membenciku dan mencoba kabur"
Kurama hanya membuang mukanya, memang benar apa yang Naruto katakan dan ia tidak bisa menyanggah, lagi pula itu dulu dan bukan sekarang.
"Pada saat sebelum perang memang benar kau pernah berubah menjadi versi yang pertama dan yang kedua, namun keduanya sebelum kau bisa merteman baik dengan Kurama sedangkan di saat peperangan kau selalu berada di dalam sage mode" Bee menyenderkan tubuhnya di dinding gua setelah menyimpan kembali tentakel milik Gyuki, sebuah seringaian muncul di wajahnya melihat Naruto terlihat kesulitan "Maka dari itu, karena sekarang tubuhmu melemah dan kini menjadi lebih kecil; kau harus belajar menggunakan kekuatan jinchuriki tanpa sage mode"
"Kalau kau sudah bisa belajar menggunakan versi pertama dengan baik maka kau bisa lanjut ke versi kedua. Kalau kau bisa menguasai keduanya maka melakukan hal seperti ini akan sangat mudah" Bee mengeluarkan kembali tentakel milik Gyuki dan menghancurkan batu di dekatnya lalu memperlihatkan Naruto tangannya yang pelan-pelan berubah warna menjadi coklat terang dan besar seperti tangan Gyuki sebagai contoh.
Mata Naruto terlihat berbinar-binar melihat apa yang Bee lakukan, pikirannya di penuhi dengan bayangan dirinya bisa mengeluarkan ekor yang sangat lembut milik Kurama dan mengubah tangan atau bagian tubuhnya menjadi seperti tubuh Kurama "Un! Aku akan berjuang!"
Bee menyeringai mendengarnya, ia melompat dari tempatnya tadi bersender dan mendarat dengan mulus di depan Naruto, ia memasang kuda-kudanya sendiri dan pelan-pelan dari tubuhnya mulai muncul sebuah chakra berwarna merah "Baiklah ayo kita ulangi, pertama pelan-pelan biarkan chakra Kyuubi untuk keluar dan menyelimuti dirimu"
Pelan-pelan chakra berwarna merah itu menyebar hingga menutupi seluruh tubuh Bee dan membentuk sebuah ekor yang pelan-pelan terus bertambah hingga total empat buah ekor "Jangan melamun dan tetap fokus, jangan biarkan kesadaranmu tertarik dan membuat kau bertukar tempat dengan Kurama"
Bee menyeringai dan kali ini berdiri dengan tegak dan membuat pose peace, tubuhnya bergerak naik turun dengan cepat dan sepertinya ia sedang menari "Dan begitulah caranya untuk mengeluarkan versi yang pertama, wheeeee!"
Naruto mengangguk dan mencoba melakukan apa yang Bee katakan, Kurama juga melakukan hal sama dan mencoba mengatur jalan masuk chakranya dan sama-sama berkonsentrasi.
'Hahahahaha!' Tiba-tiba saja Gyuki tertawa dengan keras dan membuat Bee sedikit tersentak kaget, ia menatap bingung Gyuki dan menunggu Gyuki menjelaskan mengapa ia tiba-tiba saja tertawa 'Perempuan itu jatuh dari pohon dan menimpa sang Uchiha!'
Ternyata Tentakel yang di gunakan untuk membuat bunshin Naruto bisa di kendalikan oleh Gyuki. Mereka menggunakan tentakel milik Gyuki untuk membuat bunshin karena agar bunshin tersebut lebih sulit terdeteksi dan memiliki chakra yang cukup banyak agar tahan lama, bahkan chakra yang ada di dalam bunshin tersebut sama banyaknya dengan chakra yang Naruto miliki di saat ia masih berumur 12 tahun.
Selama tidak ada yang bisa mendeteksi chakra yang ada di dalam bunshin tersebut secara teliti maka bunshin tersebut tidak akan ketahuan, maka dari itu Naruto bisa kabur dan berpindah tempat dengan bunshin itu dengan sangat mudah, hanya saja mereka harus menghindari orang-orang yang bisa menggunakan byakugan karena mereka bisa dengan mudah menyadari perbedaan chakra di dalam bunshin tersebut.
Bee juga pernah melakukan hal yang sama dulu di saat ia berpura-pura tertangkap oleh Akatsuki dan mereka tidak menyadari perbedaannya sama sekali sampai bunshin itu menghilang dan berubah kembali menjadi tentakel milik Gyuki.
Tentu saja yang kali ini sedikit berbeda karena Gyuki kini bisa mengendalikan bunshin tersebut dan bisa melihat apa yang bunshin tersebut lihat 'Oh, sekarang ia sedang meminta maaf mati-matian dengan sang Uchiha'
'Yo! Jangan berbuat ulah Gyuki~! Nanti kita ketahuan baka yarou~! Kono yarou~!' Bee duduk di moncong Gyuki sambil menggeleng dengan pelan, namun sebuah seringaian terlukis di wajahnya. Gyuki seperti tidak terlalu memperdulikan apa yang Bee katakan dan kembali menonton anggota kelompok tujuh berlatih bersama bunshinnya.
Seringaian Bee melebar di saat ia melihat Naruto pelan-pelan bisa mengendalikan chakra milik Kyuubi dengan cukup baik "Yak! Lanjutkan seperti itu dan kau akan bisa menggunakan versi pertama yo!"
Kisame melompat dari satu pohon ke pohon lain, sebuah seriangaian terlukis di wajahnya di saat ia melihat sebuah jembatan yang sedang di bangun dan belum selesai lalu berhenti di saat ia merasa sudah cukup dekat.
"Jadi, sekarang apa yang harus aku lakukan? Kau tahu, aku mulai bosan menonton dari jauh saja" Kisame menyandarkan tubuhnya di pohon dan melipat kedua tangannya di depan dadanya, ia melirik burung gagak hitam yang bertengger di pundaknya.
"Bersabarlah, kau bisa bersenang-senang nanti" Jawab sang burung gagak tanpa menatap Kisame, pandangannya masih tertuju ke arah seorang pembuat jembatan yang sedang di ancam oleh dua orang yang kemunkinan besar orang yang di bayar untuk menghentikan para pembuat jembatan menyelesaikan jembatan tersebut.
"Samehada sudah mulai kelaparan, aku harus mencari mangsa" Kisame menpuk pedang yang ia bawa dan sang pedang bergerak-gerak sedikit seperti mencoba meminta penggunanya untuk menggunakannya.
"Bersabar lah sedikit, untuk Samehada tenang saja nanti ia akan mendapat makanan yang banyak" Sang burung gagak melirik pedang milik Kisame yang sepertinya ingin sekali memakan chakra miliknya sebelum melirik pemiliknya "Apakah samehada suka rubah?"
Mata Kisame sedikit membesar dan seringaian di wajahnya semakin melebar, ia tertawa pelan sebelum melirik sang burung gagak "Oh? Aku yakin Samehada akan menyukainya"
'Asalkan jangan terlalu suka saja seperti chakra milik Hachibi' Pikir sang burung gagak sebelum kembali memandang jembatan di depannya, namun tiba-tiba saja orang yang ia tenggeri sedikit bergerak dan membuat sang burung gagak menoleh ke arahnya lagi dan melihat seringaian milik Kisame telah menghilang dan sebuah kerutan terbentuk di keningnya.
"Madara memanggilku" Kisame melirik sang burung gagak dan mengangguk di saat ia melihat sang burung gagak terbang menjauh darinya dan kini bertengger di atas pohon yang terletak di sampingnya, pandangan burung gagak tersebut terus berada padanya.
Kisame duduk di atas pohon tersebut dan membuat hand seal yang dapat membuat dirinya berkomunikasi dari jarak jauh dan memunculkan bayangannya di tempat Madara sedang berada.
Kisame memperhatikan sekitarnya dan menyadari bahwa tempat ia berada sekarang adalah sebuah gua terpencil yang gelap dan pengap, namun dengan penglihatannya ia tidak ada masalah dan dapat melihat dengan jelas siloet Madara yang sedang mengenakan topeng ANBU.
"Kemana saja dirimu? Apa yang Itachi lakukan? Dan apa yang Itachi rencanakan" Kisame hanya menyeringai melihat Madara tidak basa-basi dan langsung bertanya kepadanya, ia sudah tahu jawabannya.
"Aku dan Itachi baru saja dari Kumogakure untuk mengambil gulungan rahasia yang pernah mereka curi dari Konohagakure, gulungan tersebut mengenai teleportasi yang dulu pernah teman Itachi buat, aku lupa siapa namanya. Itachi terlihat sedang mengumpulkan gulungan rahasia milik Uchiha yang pernah di curi, aku pikir itu untuk adiknya nanti. Rencana Itachi? Mati di tangan Sasukekan?" Jawab Kisame dengan lancar, ia membuat tubuhnya rilex dan matanya tetap tertuju kepada Madara. Lagi pula ia tidak sedang berbohong, ia hanya tidak mengatakan secara detail apa yang sedang ia lakukan.
"Shisui Uchiha…" Madara terdiam, ia tidak bergerak sama sekali, Kisame tidak memperlihatkan tanda-tanda bahwa ia sedang berbohong dan ia tahu betul sikap Kisame, ia tidak munkin menghianati dirinya, karena mereka berdua memiliki ambisi dan keinginan yang sama.
Tentu saja itu yang Madara pikirkan, kenyataannya?
"Apa penyebab Itachi berubah seperti itu… ia terlihat berbeda dan berubah dalam jangka waktu terlalu cepat" Kisame terdiam sebentar dan tidak langsung menjawab pertanyaan Madara.
Kisame melipat kedua tangannya di depan dadanya dan menyenderkan tubuhnya ke dinding gua di belakangnya, ia menatap dinding gua sebentar, Madari masih tetap diam dan menunggu jawaban Kisame dengan sabar.
"Memang benar ia berubah sedikit dan aku menyadarinya; ia jadi lebih sering berbicara dan lebih terbuka denganku" Kisame menutup matanya dan merilekskan kembali tubuhnya "Dari apa yang aku perhatikan, sepertinya penyebabnya adalah mimpi"
Madara tetap diam saja namun Kisame tahu bahwa Madara menyuruhnya melanjutkan omongannya, tentu saja Kisame dengan senang hati melanjutkan omongannya "Ia pernah tidak sengaja memberi tahuku bahwa ia mendapatkan mimpi buruk di mana ia mati di tangan Sasuke namun Sasuke mati di tangan orang lain tidak lama setelahnya"
"Aku pikir karena itulah Itachi terlihat gelisah, ia mencoba mengumpulkan gulungan rahasia dan mempelajari banyak jutsu, semuanya demi adiknya yang tidak tahu terimakasih itu" Kisame membuka matanya dan kali ini seringaian terlukis di mulutnya, ia menatap Madara secara langsung, saling bertemu mata tanpa takut sedikitpun Madara menggunakan sharingannya "Tidak usah menghawatirkannya, ia masih kakak yang terlalu menyayangi adiknya yang tidak tahu terimakasih, hanya saja ia jadi sedikit paranoid karena mimpinya itu"
Madara mengangguk dan sepertinya puas dengan jawaban dari Kisame, karena dari apa yang Kisame katakan benar adanya karena Zetsu juga memberi tahukan hal yang sama dengannya: Itachi mencoba mengumpulkan banyak gulungan rahasia yang ada hubungannya dengan klan Uchiha. Pain juga mengatakan bahwa Itachi sering meminta izin dengannya untuk mendatangi desa-desa yang menyimpan gulungan tersebut dan mencurinya.
Madara memang memiliki rencana yang melibatkan Sasuke, untuk sementara waktu ia akan menyimpan kekuatannya dan melatih Obito. Madara membalik tubuhnya dan berjalan meninggalkan Kisame sendirian.
Kisame diam saja dan pelan-pelan menghilang dari tempatnya tadi berdiri.
Kisame yang sedang berada di dekat jembatan membuka matanya dan melirik ke arah gagak yang tadi bertengger di sampingnya, namun sang gagak kini sudah tiada dan tempatnya tadi bertengger kini di tempati oleh Itachi.
Kisame menyeringai di saat ia melihat mata Itachi menatapnya dengan pandangan tenang, untuk pertama kaliya Kisame melihat mata Itachi terlihat rileks dan memancarkan sedikit kehangatan dengan sebuah senyuman kecil terlukis di wajahnya.
"Terimakasih… karena sudah mau mempercayaiku" Itachi menutup matanya dan pelan-pelan berubah kembali menjadi burung gagak. Kisame yang melihatnya hanya bangun dari posisinya dan melompat ke pohon lainnya, ia melanjunkan perjalanannya di temani burung gagak yang bertengger di pundaknya.
"Ternyata kau bisa tersenyum juga"
Selama dua hari full Naruto berlatih dengan Bee dan bunshin buatan Gyuki dan Bee berlatih dengan tim tujuh dan selama itu juga tim tujuh masih tidak menyadari bahwa yang latihan bersama mereka hanyalah bunshin.
Namun pada hari ketiga, Naruto harus kembali karena bunshin yang bersama tim tujuh sudah mulai kehabisan chakra dan bisa saja menghilang secara tiba-tiba dan berubah kembali menjadi potongan tentakel milik Gyuki. Naruto tidak mau hal itu terjadi jadi ia memutuskan untuk bertukar tempat tengan bunshinnya.
Ia dan bunshin miliknya bertukar tempat di saat Naruto pergi hanya berdua dengan Tazuna, Naruto yang sudah menyelesaikan latihannya lebih awal di beri amanah untuk menjaga Tazuna di saat Tazuna berkerja.
Naruto duduk di bagian jembatan yang belum selesai sambil menonton Tazuna berkerja, sesekali ia menyanyi dengan pelan dan tanpa di sadari tubuhnya juga sedikit berguncang seperti ia sedang menahan dirinya untuk tidak menari.
"Kamu terlihat lebih baikan hari ini dan… lagu apa itu yang kau nyanyikan? Aneh sekali" Tazuna tersenyum melihat Naruto kelihatan telah kembali ke dirinya yang semula, memang benar Tazuna baru mengenal Naruto tidak terlalu lama namun ia tahu bahwa Naruto adalah anak yang ceria dan optimis, melihatnya menjadi pendiam berberapa hari ini membuatnya sedikit tidak nyaman.
"O-oh? Hahaha, entah mengapa aku merasa baikan hari ini, maaf sudah membuatmu khawatir" Naruto menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum canggung, ia baru menyadari bahwa lagu yang ia nyanyikan tadi adalah lagu buatan Bee 'Aduuuh! Karena terlalu lama bersama Occhan; aku jadi sering menyanyikan lagu miliknya tanpa aku sadari!'
Kurama yang tadinya sedang tertidur tiba-tiba saja bangun di saat ia mendengar Naruto berhenti menyanyi, entah mengapa ia merasa tidak senang Naruto berhenti menyanyi karena nyanyian Naruto membuatnya merasa tenang dan mengantuk. Namun karena egonya yang sangat tinggi, Kurama tidak mengatakan apapun ke Naruto, ia membuang mukanya dan berusaha kembali tidur.
"Senang melihatmu kembali ceria tapi apakah kau tidak bosan menunggu di sini?" Tazuna tersenyum lembut dan kembali melakukan pekerjaannya dengan penuh semangat.
"Tidak kek, aku senang melihat kakek bekerja, kakek sangat menekuni pekerjaan kakek dalam membuat jembatan ini ya" Naruto tersenyum hangat melihat Tazuna yang berkerja dengan gigih sendirian, perasaannya di selubungi oleh kehangatan melihat Tazuna yang pantang menyerah dan tidak pernah putus asa walau pembuat jembatan lainnya sudah kabur semua karena takut oleh ancaman dari Gato.
"Karena jembatan ini akan menentukan masa depan desa ini, makannya aku tidak boleh putus asa!" Jawab Tazuna sambil tertawa namun Naruto bisa melihat mata Tazuna yang memancarkan aura sedih bercampur tekad yang sekuat baja.
Naruto mengangguk dan kali ini mengalihkan perhatiannya ke arah jembatan yang belum selesai di saat ada seorang pekerja lainnya yang ingin berbicara dengan Tazuna, ia bisa melihat kabut yang begitu tebal menutupi pemandangan indah yang seharusnya bisa di lihat dari jembatan tersebut dan tanpa Naruto sadari; ia kembali bernyanyi dengan suara pelan.
"Hidup sebagai jinchuriki itu tidak mudah, yo~! Dari satu pertarungan ke pertarungan lain, semua harus di menangkan, yeah~!" Naruto akui bahwa ia sudah ketularan Bee dan sekarang jadi suka menyanyi namun tetap saja lirik yang di buat oleh Bee terdengar aneh baginya "Occhan tidak ada bakat membuat lagu"
"Naruto, ayo kita pergi sekarang; sudah sore dan aku harus belanja bahan makanan" Naruto terbangun dari lamunannya dan berhenti menyanyi, ia bangun dari posisinya dan berjalan mengikuti Tazuna yang sudah berjalan duluan.
Naruto menggumamkan lagu buatan Bee di perjalanan menuju desa dan tidak berhenti walau ia sudah sampai di desa dan sudah sampai ke toko bahan makanan, ia berhenti bernyanyi di saat ia merasakan seseorang mau mengambil dompetnya dari tas yang ia gantung di pinggangnya.
Naruto hanya melompat menjauh dari orang tersebut dan membuat orang tersebut kaget dan jatuh karena kehilangan keseimbangan, berberapa orang termasuk Tazuna menatap bingung orang tersebut yang langsung bangun dari posisinya dan kabur.
Seusai membeli bahan makanan, Tazuna dan Naruto keluar dari toko dan Naruto di hampiri oleh seorang anak kecil yang seperti meminta sesuatu kepada Naruto. Anak kecil itu kurus kering dan pakaiannya lusuh sehingga Naruto mengetahui apa yang anak tersebut inginkan.
Naruto merogoh sakunya dan mengeluarkan permen yang Bee berikan sebelum mereka berpisah, sepertinya Bee sebelumnya habis jalan-jalan ke sebuah tempat dan membeli banyak makanan dan sufernir untuk Naruto sebelum mereka bertemu, termasuk sekantung plastik penuh permen dan coklat 'Occhan baik sekali membelikanku semua ini'
Naruto tersenyum hangat dan memberikan permen tersebut kepada anak kecil tersebut yang langsung di terima dengan senang hati, anak kecil tersebut langsung berlari ke tempat teman-temannya berada setelah berterimakasih kepada Naruto.
Tazuna hanya bisa tersenyum hangat bercampur sedih melihat apa yang Naruto lakukan, ia akhirnya bercerita kepada Naruto mengenai apa yang membuat desa ini bisa menjadi seperti ini, Naruto hanya diam saja dan mendengarkan apa yang Tazuna katakan dan sedikit membuat Kurama kesal karena lagi-lagi Naruto berhenti bernyanyi.
Sesampainya di rumah Tazuna, Naruto langsung di beri tatapan terkejut oleh Kakashi, Sasuke, dan Sakura hanya karena ia tersenyum lebar. Sebuah bulir keringat muncul di samping kepala Naruto 'Ya ampun… apa yang telah bunshin yang di buat oleh Occhan dan Gyuki lakukan…'
Mereka makan malam bersama dengan tenang namun Naruto tahu bahwa ia di perhatikan oleh Kakashi, Sasuke, dan Sakura namun ia memutuskan untuk berpura-pura tidak tahu dan makan dengan lahap seperti ia sedang sangat kelaparan.
Sebenarnya Naruto tidak terlalu lapar namun ia hanya senang bisa makan daging dan masakan rumah bikinan Tsunami karena Bee melarangnya memakan ramen instan yang ia bawa dan memberikannya diet ketat yang isinya sayur semua karena mendengar bahwa Naruto selalu makan ramen setiap hari, Naruto juga berniat menyeduh ramennya nanti secara diam-diam dan memakannya di saat Kurama sudah tertidur pulas.
Namun karena ia terus-terusan selama dua hari full berlatih dengan Bee, Naruto jadi kurang tidur dan langsung pergi ke kamarnya untuk tidur seusai makan dan mengucapkan selamat malam kepada teman-temannya berserta Tazuna, Inari dan Tsunami. Naruto hanya bisa menghela nafas panjang di saat ia bisa mendengar Sasuke dan Sakura mengintrogasi Tazuna mengenai dirinya dan ia tahu Kakashi juga sedang mendengarkannya dengan sangat serius.
Naruto menepuk keningnya dan menggeleng pelan mendengar kelakuan teman-temannya 'Ampun, mereka terlalu berlebihan'
Tidak serasa satu minggu telah berjalan dan kini Kakashi sudah sembuh total, mereka memutuskan untuk bersama-sama menjaga Tazuna mengerjakan jembatannya.
Naruto kelihatan sedikit kelelahan dan kesal karena berberapa hari sebelumnya teman-temannya menanyakan perubahan sifatnya dan menanyakan alasan mengapa ia menjadi pendiam berberapa hari yang lalu. Naruto memang menyukai perhatian dan senang teman-temannya menghawatirkan dirinya namun ia jadi sedikit kesal juga karena teman-temannya tidak mau meninggalkan dirinya sama sekali.
Naruto melihat perubahan juga, Sasuke terlihat lebih rileks dan tenang, ia entah mengapa menjadi lebih terbuka dengannya dan itu membuat Naruto menjadi senang karena ia tahu Sasuke pelan-pelan berubah menjadi lebih baik dan tidak akan meninggalkan desa seperti dulu. Sakura juga terlihat lebih rileks dan tidak memberikan pandangan iri kepadanya secara berlebihan bila Sasuke berbicara dengannya, namun Naruto masih bisa melihat bahwa Sakura masih sedikit tidak nyaman berada di sekitarnya.
Naruto melirik Kakashi yang memberikannya sebuah senyuman kecil dan menepuk kepalanya, ia bisa merasakan bahwa Kakashi terlihat lebih tenang dan rileks melihat ia telah kembali lagi seperti semula namun ia yakin Kakashi akan melapor kepada Sandaime mengenai dirinya nanti namun Naruto tidak keberatan karena ia punya rencana yang akan membantunya nanti.
Naruto dan kelompoknya berangkat bersama Tazuna namun di perjalanan tiba-tiba saja Naruto berhenti dengan ekspresi kaget menghiasi wajahnya di saat ia mendengar apa yang Kurama katakan dan merasakan keberadaan seseorang yang sedang bersembunyi tidak jauh darinya 'Hoshigaki Kisame mengikuti kita!'
Naruto melirik ke arah tempat Kisame bersembunyi sebelum merilekskan tubuhnya di saat ia melihat Kakashi dan Sasuke yang menyadari dirinya berhenti tiba-tiba memberikannya tatapan bingung.
"Aaaah!" Naruto pura-pura terlihat panik dan merogoh tasnya dengan terburu-buru, ia membuat seakan-akan ia mencoba mencari sesuatu sebelum menatap sedih Kakashi dan Sasuke "Aku lupa membawa kantung shuriken milikku! Aku hanya membawa kunai!'
"Aku mengambilnya terlebih dahulu ya! Kalian duluan saja!" Sebelum Sasuke atau Kakashi bisa menghentikannya, Naruto keburu lari duluan dan menghilang dalam waktu sekejap, ia tidak mendengar apa yang Sasuke dan Kakashi katakan mengenai mereka akan memberikan berberapa shuriken kepadanya kalau ia membutuhkannya nanti.
Naruto menjadi sedikit panik karena merasakan bahwa Kisame kini tengah berlari ke arah rumah Tazuna, pikirannya di penuhi oleh segala macam kemunkinan terburuk apa yang akan Kisame lakukan kepada Inari dan Tsunami bila saja ia sudah sampai terlebih dahulu sebelum dirinya. Persetan ia adalah partner dari Itachi, Naruto tidak akan memaafkannya bila ia melukai Tsunami atau Inari.
Karena terlalu panik, Naruto tidak menyadari bahwa Kisame membawa Naruto berputar-putar mengelilingi hutan dan melewati jalan yang jauh untuk sampai kembali ke rumah Tazuna namun di saat ia menyadarinya semuanya sudah terlambat "Aah! Ia membawaku berputar-putar!"
Kurama hanya bisa mengerang pelan melihat kebodohan partnernya, ia mengingatkan dirinya untuk mengajari Naruto bagai mana cara yang baik dan benar menjadi Ninja. Hal yang paling pertama ia akan ajarkan adalah mengapa Naruto harus berhenti menggunakan pakaian berwarna orange terang terus-terusan.
Namun di saat Naruto sudah sampai ke rumah Tazuna, pemandangan di depannya sudah seperti sebuah film horror; darah membasahi taman di depan rumah Tazuna dengan dua buah mayat yang sudah terpotong-potong tergeletak di depan pintu masuk rumah Tazuna. Inari dan Tsunami terlihat sedang tiduran agak jauh dari mayat tersebut, mereka berdua masih hidup namun tidak sadarkan diri.
Sebelum Naruto bisa berteriak marah kepada Kisame, seekor burung gagak mendarat di pundaknya dan mulai berbicara "Tenang saja, mereka hanya tertidur dan terkena genjutsuku; mereka sedang bermimpi bahwa dirimulah yang menyelamatkan mereka"
Naruto mengatupkan mulutnya dan memberikan tatapan kesal ke arah Kisame yang hanya melipat kedua tangannya di depan dadanya dan menyeringai.
"Itukah tanda terimakasih yang aku dapatkan setelah membantumu?" Kisame tertawa melihat reaksi Naruto, ia jadi tertarik dengan apa saja yang bisa Naruto lakukan dan tentu saja kekuatannya, jarang sekali ia bisa melawan jinchuriki dengan kekuatan sebesar Kyuubi, di desanya saja ia sudah sangat senang bisa melawan Yagura yang merupakan jinchuriki dari Sanbi (walau sebenarnya yang ia lawan adalah Madara yang mengendalikan Yagura), bagaimana dengan Kyuubi? Pasti akan lebih menyenangkan lagi.
"Kenapa ia ada di sini!" Naruto menunjuk ke arah Kisame dan menatap kesal burung gagak yang bertengger di pundaknya, Kurama juga mengerang tidak suka dan tetap memberikan tatapan tajam kepada Kisame walau Kisame sendiri tidak menyadarinya.
"Tenang saja, ia bersamaku. Kisame tidak datang ke sini untuk main-main atau berbuat onar" sang burung gagak yang di kendalikan oleh Itachi menggelengkan kepalanya dengan perlahan sebelum menatap Naruto "Dia di sini untuk membantumu malahan"
Naruto menaikkan sebelah alisnya dan mengalihkan pandangannya ke arah Kisame sebelum merinding melihat Kisame lagi-lagi memberikan senyuman ikan hiu miliknya "Apa maksudmu ia akan membantuku?"
"Biarkan samehada memakan chakra milik Kyuubi" Naruto langsung menatap sang burung gagak dengan pandangan seperti ia sudah kehilangan akal sehatnya sehingga sang burung gagak melanjutkan omongannya "Apakah kau tidak menyadarinya? Kau berkali-kali tanpa kau sadari telah menggunakan chakra milik Kyuubi"
"Kisame yang menonton pertarunganmu melihat dengan jelas bahwa kau mengeluarkan chakra milik Kyuubi di saat melawan Zabuza, untungnya Hatake sedang di penjara oleh Zabuza dan tidak menyadarinya" Sang burung gagak terbang dan kali ini berpindah ke pundak Kisame, matanya yang tadinya berwarna hitam kelam kini berubah menjadi sharingan "Terlebih lagi kau baru saja berlatih dengan Bee bukan? Aku yakin chakra milikmu sebenarnya tersedot cukup banyak karenanya yang nanti akhirnya tanpa kau sadari, kau akan berubah menjadi versi kedua dari Kyuubi"
"Apakah kau mau hal itu terjadi? Ingat, kau harus merahasiakan bahwa kau sudah bisa mengendalikan Kyuubi dan membuka segelnya. Menurutmu apa yang akan terjadi bila Hatake menyadari bahwa kau telah berubah menjadi versi kedua secara tiba-tiba? Sepertinya kau lupa bahwa tubuhmu kini kembali mengecil, kapasitas chakra milikmu menurun drastis, dan kau tidak punya kekuatan tambahan" Naruto terdiam mendengar pejelasan sang gagak sebelum ia menyadari bahwa apa yang di katakan oleh sang gagak adalah kebenaran, pantas saja Kakashi jadi sangat curiga terhadapnya!
Naruto lupa bahwa ia bukan lagi berumur 16 tahun dan ia tidak memiliki mode apapun, di saat perang ia tidak terlalu memperhatikan kapasitas chakranya karena ia tahu ia bisa mendapatkan bantuan dari Kurama dan orang-orang sudah tahu bahwa ia sudah bisa mengendalikan Kurama, namun sekarang?
"Ah! Bagai mana bisa aku lupa!" Naruto mengacak-acak rambutnya dan menghentakkan kakinya ke tanah 'Maafkan kecerobohanku Kurama!'
Kurama diam saja, ia juga sebenarnya baru menyadari bahwa apa yang Itachi katakan adalah kebenaran, ia tidak menyadari bahwa dirinya selalu memberikan chakranya kepada Naruto kalau saja chakra milik Naruto sudah mulai hampir habis karena kebiasaan di saat perang.
"Heh, jadi cepat ke sini dan berikan chakra milik Kyuubi kepada samehada, ia sudah sangat lapar" Kisame melepaskan samehada dari penahan di punggungnya dan menancapkannya ke tanah sambil menyeringai, ia menunggu Naruto mendekat ke arahnya "Tenang saja, tidak akan terasa sakit"
Naruto memberikan tatapan tidak suka kepada Kisame lalu menatap penuh curiga pedang yang di pegang oleh Kisame, ia memang pernah melihat samehada di gunakan oleh Bee dan tahu bahwa pedang tersebut sangat suka memakan chakra 'Kurama?'
Kurama tidak menjawab dan hanya membuang mukanya jadi Naruto menganggapnya sebagai jawaban 'ya' dan memperbolehkan chakra miliknya di ambil oleh samehada. Naruto berjalan dengan perlahan-lahan mendekati Kisame namun matanya terus menatap penuh curiga Kisame.
Seringaian Kisame melebar melihat Naruto mendekatinya lalu berubah menjadi tawa karena ia melihat naruto merinding lagi "Ini hanya sementara, kau akan bertarung melawan Zabuza dan bawahannya maka dari itu chakra milik Kyuubi harus di kurangi agar tidak keluar nanti di tengah-tengah pertarungan"
Naruto berhenti di saat ia sudah berada di dekat Samehada lalu melirik gagak yang bertengger di pundak Kisame sebelum mengangguk, ia menggerakkan tangannya untuk menyentuh samehada dan mengalirkan chakra milik Kurama yang pelan-pelan di makan oleh samehada.
Naruto sedikit menjauhkan tangannya di saat ia melihat samehada pelan-pelan membesar dan sisik-sisik yang menyelimutinya menjadi semakin besar dan keluar dari balutan perban yang menyembunyikan wujud aslinya, samehada juga bergerak-gerak seperti mencoba mendekatkan dirinya dengan tangan Naruto membuat Naruto menjadi tidak nyaman.
"Oke cukup" Naruto langsung berhenti dan menjauhkan tangannya sejauh munkin dari samehada yang sekarang ukurannya sudah lebih besar dari dirinya dan bahkan sudah lebih besar dari Kisame.
Kisame mencabut samehada dari tanah dan mememeriksanya, seringaian di wajahnya tidak pernah menghilang dan ia mengelus duri-duri yang menyelumiti samehada "Ini baru pertama kalinya aku melihat samehada sekenyang ini, chakra milik Kyuubi memang berbeda ya. Namun sepertinya samehada tidak terlalu menyukai rasanya hanya saja ia senang mendapat chakra sebanyak ini"
Naruto merinding untuk ketiga kalinya dan menjauh dari Kisame, ia benar-benar merasa tidak nyaman berada di dekat Kisame dan sekarang di dekat samehada juga, ia tidak tahu bagai mana bisa Bee dengan sangat tenang membawa samehada ke mana-mana tanpa merasa terbebani.
"Sekarang chakra milikmu sudah stabil dan tidak ada lagi chakra milik Kyuubi yang tercampur, kau bisa bertarung dengan tenang" Kisame menggembalikan samehada kembali ke tempatnya yang semula dan memberikan aba-aba kepada Naruto untuk segera pergi "Kau boleh pergi sekarang, Itachi dan aku akan membereskan ini"
"Naruto" mendengar namanya di panggil, Naruto menengok ke arah sang burung gagak memanggilnya "Kau menerima gulungannya kan?"
Naruto mengangguk, ia memang menerima gulungan dari Bee sebelum mereka berpisah dan sudah memberikan gulungan miliknya kepada Bee namun ia belum sempat mengecek apa isi gulungan yang Bee berikan.
"Berikan itu kepada Sasuke secara diam-diam" Naruto tersenyum kecil sebelum akhirnya mengangguk dan pergi ke jembatan di mana anggota timnya sedang bertarung dengan Haku dan Zabuza.
"Jangan coba-coba menyakiti Tsunami dan Inari atau akanku hajar kau nanti!" adalah apa yang Naruto katakan sebelum ia menghilang dari tempatnya berdiri tadi, Kisame yang mendengarnya hanya menyeringai.
"Oh, akan dengan senang hati aku melawanmu" sang burung gagak hanya menatap Kisame dengan pandangan kosong mendengar apa yang Kisame katakan dan yang di pandang hanya mengangkat bahunya "Kalau soal itu aku tidak akan bisa merubahnya Itachi-san, kau tahu seberapa aku menyukai pertarungan dan pertumpahan darah"
Itachi hanya bisa menggeleng pelan melihat kelakuan partnernya, mau di jinakkan bagai manapun juga; Kisame adalah ikan hiu bukan ikan lumba-lumba.
"…Itachi-san, kau tidak sedang membanding-bandingkan aku dengan ikan hiu aslikan…"
"Hanya perasaanmu saja, Kisame"
Naruto mengutuk siapapun yang ada di atas sana dan membuat dirinya menjadi tidak beruntung seperti ini walau ia tahu bahwa setengahnya adalah salahnya sendiri, kalau saja ia membiarkan Kisame mengambil lebih banyak lagi chakra milik Kurama maka hal seperti ini tidak akan terjadi.
Tadinya Naruto hanya sedang bertarung dengan biasa dengan Haku, ia sebisa munkin menahan kekuatannya dan membuat pertarungannya sama dengan pertarungan di masa lalu dengan sedikit perbedaan: Naruto akan berusaha sebisa munkin melindungi Sasuke agar Sasuke tidak terluka parah seperti dulu.
Namun sepertinya menjaga Sasuke tidak semudah yang ia pikirkan, Sasuke malah terlihat lebih memfokuskan dirinya untuk melindungi Naruto dan bertidak lebih ceroboh. Naruto tidak tahu apa alasannya pada awalnya namun di saat Sasuke mencoba menghentikannya untuk menyerang Haku secara tiba-tiba; Naruto mendapatkan jawabannya.
Sasuke tidak senang dan sedang membuktikan bahwa ia lebih kuat dan handal dari Naruto, sepertinya ini semua karena latihan special dari Kakashi, di mana Naruto lebih cepat handal dan lebih cepat menguasai teknik memanjat pohon, sepertinya Sasuke sudah lelah terus-terusan di kalahkan oleh Naruto dan sepertinya egonya sudah meledak.
Sepertinya Gyuki bermain-main dengan bunshin yang menjadi pengganti Naruto berberapa kali dan mengganggu Sasuke dan Sakura, pantas saja di saat latihan, Gyuki terlihat sibuk sendiri dan jarang berkomentar 'Ini semua salah gurita menyebalkan satu itu!'
'Sebenarnya bukan sepenuhnya salah Gyuki… setengahnya adalah salah Teme yang egonya terlalu besar dan tidak mau kalah' Naruto tidak mau menyalahkan Gyuki dan memang benar sepenuhnya bukan salah Gyuki namun Naruto tidak bisa berbicara panjang lebar dengan Kurama karena ia sekarang tengah di landa masalah besar.
Masalahnya? Ia tengah masuk ke dalam mode biiju versi pertama; untungnya hampir semua chakra milik Kurama di makan oleh samehada jadinya hanya ada satu buah ekor yang muncul tapi tetap saja itu tidak meringankan masalah yang menimpanya sekarang.
Semua ini terjadi karena Naruto mencoba menyelamatkan Sasuke dari serangan Haku dan berakhir dengan dirinya yang malah jadi terkena serangan tersebut dan terpental hingga menabrak Sasuke yang mencoba menangkapnya hingga membuat Sasuke pingsan karena kepalanya terbentur dengan sangat keras ke salah satu kaca buatan Haku.
Luka yang cukup parah berserta suplai chakra Naruto yang sudah menipis sebenarnya tidak cukup membuat Naruto berubah namun Kurama tiba-tiba saja mengamuk. Kurama seperti baru bangun dari mimpi buruk yang menghantuinya, ia tidak berfikir dengan jernih karena hanya satu hal yang memenuhi kepalanya: LINDUNGI NARUTO!
Kurama seperti hampir melihat mimpi buruknya menjadi kenyataan; di mana ia gagal menyelamatkan dan menjaga Naruto yang berakhir dengan kematian Naruto seperti sebelumnya. Kurama berteriak dengan sangat keras dan semua ekornya di hentak-hentakan dengan kencang.
Hampir saja ia mengeluarkan seluruh chakra yang masih tersisa darinya kepada Naruto, walau tidak banyak namun itu cukup untuk membuat Naruto berubah, ia mengambil alih tubuh Naruto dan menyerang Haku secaara membabi buta, ia tidak memperdulikan hal lain.
Kakashi yang tengah bertarung dengan Zabuza hanya bisa terperanjat karena merasakan chakra milik Kyuubi yang tiba-tiba saja muncul dari Naruto, apa yang menjadi penyebabnya? Apakah segelnya melemah?
Kakashi menggunakan sharingan miliknya dan menemukan bahwa Naruto tengah mengamuk dan Sasuke tergeletak tidak sadarkan diri, ia tahu bahwa chakra milik Naruto memang sudah mau habis di saat melawan Haku dan kemunkinan besar secara tidak sadar Naruto mengambil chakra milik Kyuubi dan berubah menjadi liar seperti itu karena tidak bisa mengendalikannya.
Tidak lama kemudian, Naruto berhasil menghancurkan semua kaca milik Haku dan memaksa Haku untuk keluar dari tempat persembunyiannya, sekarang Haku tengah di cekik oleh Naruto. Kakashi terperanjat di saat ia melihat Naruto mau membunuh Haku dan mencba berteriak untuk menghentikan Naruto namun Zabuza mengayunkan pedangnya untuk menyerang Kakashi.
"Cheh, jadi itu yang aku rasakan kemarin" Kakashi yang menghindari serangan Zabuza namun ia terlihat sedikit bingung dengan apa yang Zabuza katakan karena ia tidak mengerti maksudnya "Tapi lawanmu adalah aku Hatake, jangan coba-coba melamun"
Kakashi tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan Naruto karena Zabuza terus saja menyerangnya tanpa ampun.
Namun sepertinya Naruto tiba-tiba berhenti di saat tangannya melepas topeng milik Haku dan tangan sebelahnya lagi sudah lima senti dari wajah Haku untuk mencabik-cabik dan membunuhnya, tiba-tiba saja Naruto terdiam membatu.
Kurama yang mengendalikan tubuh Naruto terdiam di saat ia merasakan seseorang memeluk tangannya dengan sangat erat, secara perlahan ia melirik ke arah orang yang memeluk tangannya dan menemukan Naruto yang membenamkan wajahnya di tangannya 'Ssh, Kurama… aku disini, aku tidak apa-apa'
Naruto pelan-pelan melepas pelukannya dan berpindah ke depan wajah Kurama, ia memeluk moncong Kurama dengan senyuman hangat terlukis di wajahnya sambil mengelus lipatan yang terbentuk di moncong Kurama 'Aku baik-baik saja, aku tidak akan mati. Aku sudah berjanji kepadamu untuk membuat masa depan yang indah… untuk dirimu'
Naruto terus memeluk Kurama dan mengelusnya hingga ia merasa Kurama mulai menjadi tenang, ia melepas pelukannya dan menatap mata Kurama denngan senyuman hangat bercampur sedih menghiasi wajahnya 'Kau tidak perlu khawatir, aku kuat dan bisa menjaga diriku sendiri dengan baik. Aku tidak akan pergi meninggalkanmu Kurama'
Naruto tahu bahwa Kurama menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi kepada dirinya waktu itu, ia tahu bahwa Kurama setiap malam selalu di hantui oleh mimpi buruk di mana Naruto di bunuh secara berulang-ulang, karena itulah Naruto selalu mencoba membuat senang Kurama dan melakukan apapun yang Kurama minta, itu adalah cara Naruto memperlihatkan kepada Kurama bahwa ia tidak menyalahkannya atas kematian dirinya.
Kurama sangat menyayangi Naruto, namun karena egonya yang terlalu besar; ia tidak pernah mau mengakuinya.
Naruto tahu bahwa Kurama sangat menyayanginya, maka dari itu Naruto selalu melakukan apapun untuk membuat Kurama senang.
Kurama sangat protektif terhadap Naruto, namun ia menunjukkannya secara diam-diam dan dengan caranya sendiri.
Naruto tahu bahwa Kurama sangat protektif terhadapnya, maka dari itu Naruto berlatih dengan sangat giat agar ia bisa melindungi dirinya sendiri dan tidak menghawatirkan Kurama.
Senyuman di wajah Naruto semakin melebar dan berubah menjadi cengiran di saat ia bisa merasakan bahwa Kurama sudah menjadi tenang 'Hehe, kau tidak perlu khawatir Kurama! Aku sudah ikut perang sangat lama, hal kecil seperti ini tidak munkin membunuhku!'
Kurama terdiam sebentar sebelum mendengus dan membuang mukanya 'Aku tidak khawatir, aku hanya tidak suka mendengar laki-laki transgender itu memanggilku sebagai mahluk lemah'
'Yang Haku maksudkan aku bukan dirimu' Naruto tertawa mendengar jawaban Kurama, ia tahu Kurama sangat keras kepala dan tidak pernah bisa mengutarakan isi hatinya yang sebenarnya karena egonya yang terlalu besar, namun Naruto tidak keberatan karena baginya hal tersebut membuat Kurama menjadi lucu di matanya, lagi pula ia sudah mengerti betul sifat partnernya yang satu ini.
Naruto kini sudah kembali mengambil alih tubuhnya dan melepaskan Haku, ia melompat menjauh dari Haku, membuat Haku menatap bingung Naruto sebentar sebelum sebuah ekspresi sedih menghiasi wajah cantiknya "Kenapa kau tidak membunuhku, aku sudah tidak ada gunanya lagi untuk Zabuza-sama"
Naruto terdiam sebentar. Ia melirik Sasuke yang masih tidak sadarkan diri dan mengambil kunai dari kantung senjatanya dan bersiap menyerang Haku, namun tiba-tiba Haku malah memblokir serangan Naruto dan pergi entah ke mana.
Tiba-tiba saja sebuah ingatan muncul di dalam pikiran naruto dan membuat Naruto membulatkan matanya, Naruto langsung membalik badannya untuk berlari ke arah Kakashi yang sedang menggunakan raikiri untuk menyerang Zabuza.
Namun sebelum Naruto bisa menyelamatkan Haku dari serangan Kakashi karena ingin melindungi Zabuza, tiba-tiba saja sebuah tanda segel muncul di kening Naruto dan menyebabkan Naruto hilang keseimbangan dan jatuh sambil memegang kepalanya yang terasa seperti mau pecah.
"Aaaaaahhh!" Naruto memegangi kepalanya dan meronta-ronta di tanah, ia merasa seperti kepalanya tengah di tusuk-tusuk oleh beratus-ratus jarum dan pandangannya mulai kabur dan memutih "Sakiiit!"
Naruto bisa merasakan Kurama mengangkat tubuhnya dan mendekatkan Naruto ke dadanya, Naruto langsung membenamkan wajahnya ke dada Kurama dan menarik bulu Kurama untuk mencoba menghilangkan rasa sakit "Kurama! Sakiiit!"
Kurama tidak berkata apa-apa dan terus menahan tubuh Naruto yang terus-terusan saja meronta karena kesakitan, ia tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya bisa menatap segel yang muncul di kepala Naruto.
Gyuki dan Bee yang sedang mengawasi Naruto dari jauh hanya bisa menatap iba Naruto yang telrihat meronta-ronta kesakitan lalu ke arah Kakashi yang tidak sengaja membunuh Haku dengan raikirinya 'Kasihan sekali Naruto…'
Bee diam saja, ekspresinya kosong dan pandangannya terus-menerus ada di Naruto, ia menyenderkan tubuhnya ke pohon di sebelahnya 'Tidak ada pilihan lagi yo~! Segel itu akan menghentikan Naruto bila ia mencoba menyelamatkan seseorang dari takdir kematiannya…'
'Hidup sebagai time traveler tidak mudah yo~! Beban hidup dan ingatan dari masa depan akan selalu mengikutimu seperti bayangan~!' Bee mulai bernyanyi namun ia tidak menari sama sekali, ia juga tidak menghiraukan tatapan aneh dari Gyuki.
'Bisa-bisanya kau bernyanyi di saat seperti ini' Gyuuki menggeleng pelan melihat kelakuan partnernya sebelum mengalihkan perhatiannya kembali lagi ke Naruto yang kini sudah tidak kesakitan lagi dan terlihat sedang berbicara dengan Zabuza sambil menangis 'Jadi itu efek samping dari segel tersebut ya…'
'Segel tersebut akan menyegel sementara ingatan Naruto mengenai siapa yang akan mati dan penyebab orang itu mati lalu akan menghentikan Naruto bila ia mencoba menyelamatkan orang tersebut. Itu adalah segel buatan Uchiha Itachi, untuk sementara segel itu menyegel ingatan Naruto mengenai kematian Haku, Zabuza dan Sandaime Hokage' Bee mengeluarkan sebuah gulungan dari kantung celananya dan memperlihatkannya isinya kepada Gyuki 'Setelah ingatan tersebut terjadi maka segelnya akan menghilang, kita bisa mengeceknya dari gulungan ini'
Gyuki menatap gulungan yang di perlihatkan oleh Bee, di dalam gulungan tersebut terlihat tiga buah segel dengan lambang Uchiha di tengahnya, segel yang paling pertama pelan-pelan menghilang dan berubah bentuk menjadi tulisan kanji untuk kata 'lepas'.
'Itachi menyembunyikan segelnya di dalam gulungan ini dan memanipulasi Naruto untuk memberikannya kepadaku dengan mengatakan bahwa isi gulungan ini adalah segel untuk ingatan milikku' Bee menyeringai dan menyimpan kembali gulungan yang tadi ia perlihatkan kepada Gyuki 'Naruto kalau sudah sangat dekat dengan seseorang dan menganggapnya teman baik sering sekali terlalu menurunkan pertahannya'
'Makannya ia bisa terbunuh oleh temannya dan sangat keras kepala untuk membawa bocah Uchiha tersebut kembali ke desanya' Gyuki menggretakkan giginya dan menatap tidak suka Sakura yang berada agak jauh dari Naruto dan sedang melindungi Tazuna 'Pantas saja Kurama mengubahnya menjadi perempuan…'
'Oke, sudah cukup menontonnya, kita ada tugas yang lebih penting baka yarou, kono yarou!' Bee melompat pergi dari tempat persembunyiannya dengan kecepatan super, ia melompat masuk ke dalam sungai dan berenang dengan bantuan tentakel milik Gyuki 'Pertama-tama kita ke Iwagakure, aku dengar ia cukup bersahabat!'
'Hmm, lebih tepatnya ia pendiam dan penyendiri'
To Be Continue
!Author Notes!
Terimakasih sudah membaca hingga selesai chapter ini! Di chapter ini di di jelaskan lebih lanjut mengenai rencana Naruto dan Bee serta pertama kalinya Madara muncul!
Setelah berdebat dengan teman saya, saya berhasil membuat Kisame menjadi karakter yang cukup menting di cerita ini! Hahaha hanya untuk kesenangan saya sendiri, saya harap para pembaca bisa menerimanya!
Dan saya harap pembaca senang dengan keputusan saya membuat open ending dan branched ending~!
Sebentar lagi Tazuna arc akan berakhir dan saya telah menyelesaikan semua chapter yang saya revisi dari to the past yang lama! Di saat itu; saya akan mengeluarkan fanfic baru! Tenang saja, ceritanya hanya sebagai sambilan, prioritas utama saya adalah to the past!
Sekian dan terimakasih! Sampai jumpa di chapter selanjutnya!
Review Please
