Disclaimer: Anime serta Manga Naruto adalah milik Masashi Kishimoto

Warning: Mengandung Gender Bender, Semi-Au, Time Travel, Miss Typoo, Mild Sakura Bashing, dll


!Author Notes!

Halo para pembaca, saya senang anda masih menyukai cerita ini dan bersabar menunggu chapter baru.

Sampai sekarang karakter yang punya ending adalah: Sasuke, Gaara, Kakashi, Itachi, dan Kurama

Saya juga akan membalas berberapa review dari para pembaca di ending Author Notes, bila tertarik silakan membaca karena bisa saja berisi informasi dan para pembaca sekalian tidak akan menanyakan hal yang sama berkali-kali.

Sekian Author Notes kali ini, selamat menikmati chapter baru To The Past.


Setelah menceritakan berberapa hal penting kepada Sandaime, Naruto terlihat sedikit berubah, ia jadi sering melamun dan terkadang bergumam sendiri, tentu saja hal tersebut membuat rekan satu kelompoknya dan gurunya menjadi kebingungan.

Kakashi tentu saja menyadari ke anehan tersebut dan melaporkannya kepada Sandaime, jawaban dari Sandaime sedikit membuatnya bingung karena Sandaime mengatakan bahwa Naruto sedang sedikit tidak enak badan akibat dari perubahan tubuhnya secara tiba-tiba dan kemunkinan besar juga ada hubungannya dengan Kyuubi.

Memang benar di saat pertarungan melawan Zabuza, chakra milik Kyuubi sempat Naruto gunakan namun sepertinya efek sampingnya sedikit terlambat. Bukannya Kakashi tidak mempercayai Sandaime hanya saja apa yang di katakan oleh Sandaime sedikit… mencurigakan baginya.

Namun Sandaime juga menjelaskan kepadanya bahwa setelah ia menganalisah informasi dari Kakashi dan berbicara dengan Naruto sendiri, ia mengambil konklusi bahwa semua perubahan yang di alami Naruto bukanlah efek samping dari jutsu atau semacamnya, melainkan memory transfer dari seseorang yang kemunkinan besar adalah penculiknya.

Ingatan Naruto terlihat sedikit tidak stabil dan selalu di masuki oleh ingatan milik orang lain yang menyebabkan sifat dan kelakuannya jadi berubah, ingatan yang di dapat oleh Naruto sepertinya tidak ada yang buruk dan kemunkinan besar adalah kegagalan dari sang penculik.

Kakashi tahu bahwa Kyuubi yang di segel di dalam tubuh Naruto tidak selalu membawa dampak buruk untuk Naruto, karena Kyuubilah Naruto jadi memiliki stamina dan tingkat regenerasi tubuh yang tinggi, segala bentuk penyakit dan bakteri yang menyerang Naruto langsung di hancurkan oleh sang Kyuubi dengan sangat cepat.

Kapasitas chakra milik Naruto juga sangat besar tanpa menghitung chakra milik Kyuubi itu sendiri, apa lagi bila ia menghitung juga chakra milik sang monster berekor sembilan tersebut.

Kakashi pernah mendengar cerita dari Iruka dan Sandaime mengenai bagai mana bisa Naruto lulus dari akademi dan berhasil menguasai taju kagebunshin dalam jangka waktu yang sangat cepat, jadi ada kemunkinan besar spekulasi milik Sandaime ada benarnya.

Sang penculik yang mencoba menculik Naruto tidak tahu bahwa Naruto adalah ninja yang cukup berbakat dan bisa saja melindungi dirinya sendiri bila ia mau, di saat ia mencoba merasuki dan mencuci otak Naruto; sang Kyuubi yang berada di dalam tubuh Naruto melawan dan berhasil membebaskan Naruto dari jutsu tersebut, tentu saja tanpa sengaja ia mengambil berberapa ingatan yang (bisa di bilang) baik lalu memberontak dari sang penculik.

Merasa ia di ikuti oleh ANBU yang di kirim oleh Sandaime untuk menyrlamatkan Naruto, ia tidak ada pilihan lain selain menghapus ingatan Naruto mengenai dirinya dan lalu membuang Naruto ke sungai, namun tentu saja karena ia terlalu terburu-buru akhirnya yang terhapus hanyalah ingatan mengenai dirinya dan tidak berhasil mengambil kembali ingatan miliknya.

Tapi bila benar itu yang terjadi, maka kemunkinan besar sang penculik adalah seorang shinobi dari desa lain yang menguasai sebuah teknik tingkat S karena apa yang ia gunakan adalah sebuah secret technique yang mirip dengan klan Yamanaka miliki.

Sebenarnya Sandaime merasa sedikit bersalah karena harus berbohong kepada mantan ANBUnya yang paling loyal dan ia percayai namun semua ini di butuhkan agar Naruto bisa tenang menjalankan misinya, semoga saja Kakashi memaafkannya di saat ia mengetahui kebenarannya.

Sandaime akhirnya menugaskan Kakashi untuk tidak menghawatirkan Naruto lagi dan jangan terlalu memperhatikan Naruto secara berlebihan karena Naruto juga sempat memarahinya karena membuat Kakashi terlalu mengawasinya.

Kakashi hanya bisa tersenyum canggung mendengarnya, apakah ia terlalu blak-blakan memperlihatkan bahwa ia sedang mengawasinya? Jawaban Sandaime adalah karena Naruto merasa paranoid karena pernah di culik, ia latihan untuk mendeteksi keberadaan seseorang yang ada di sekitarnya dan jadi lebih waspada.

Sekali lagi Kakashi menyalahkan dirinya yang terlalu meremehkan anak didiknya, sepertinya mulai sekarang ia harus memperkuat dirinya dan menganalisah lebih lanjut semua anak muridnya sebelum mengambil keputusan dan menilai mereka.

Namun apa yang di katakan oleh Sandaime tetap tidak menjelaskan mengapa Naruto terlihat sering melamun akhir-akhir ini, apakah ada sesuatu yang mengganggunya? Ia tahu bahwa ini adalah pertama kalinya Naruto melihat seseorang mati di depannya, namun apakah benar itu yang mengganggu Naruto dan membuatnya jadi sering melamun? Kalau ya; maka ia harus melatih Naruto untuk berhenti melakukannya.

Karena mereka adalah seorang ninja, membunuh seseorang adalah salah satu tugas mereka dan Naruto harus mengerti itu, bila nanti ia sudah ada di tingkat lebih tinggi dan mendapatkan tugas assassination tentu akan membuatnya kewalahan bila ia tidak terbiasas melihat orang mati di depan matanya atau bahkan mengambil nyawa seseorang.

Sebenarnya alasan mengapa Naruto jadi sering melamun adalah ia jadi sering memasuki alam bawah sadar yang hanya di miliki oleh seorang Jinchuriki, ia lebih senang menyebutnya sebagai 'tempat pertemuan para Jinchuriki' dan akhir-akhir ini ia sering datang ke sana untuk berbincang-bincang dengan penghuni baru dari tempat tersebut.

Sebenanrya di saat ia latihan dengan Bee waktu itu, ia dan Bee di beri tahu oleh Kurama dan Gyuki bahwa mereka bisa terus berkomunikasi dari jarak jauh dengan menyambungkan pikiran mereka, mereka bisa membuat sebuah alam bawah sadar yang mereka bisa datangi kapan saja dan bagi kepada sesama Jinchuriki, alam tersebut hanya bisa di datangi oleh Jinchuriki lain yang sudah terhubung dengan mereka dan menerima bantuan dari biiju mereka.

Dan sekarang penghuni dari alam tersebut kedatangan orang baru yaitu Jinchuriki dari Kokuo. Naruto merasa sangat senang karena ia bisa bertemu dengan teman seperjuangannya yang masih hidup dan bisa berbincang-bincang dengan mereka mengenai hidupnya dan berbagi informasi.

Laki-laki yang berasal dari Iwagakure yang merupakan Jinchuriki dari Kokuo bernama Han, ia adalah orang yang pendiam dan sering menyendiri namun sebenarnya adalah orang yang baik dan menyenangkan untuk di ajak berbicara. Naruto mengingatnya sebagai orang yang pernah menyindir teman sesama Jinchurikinya setelah melihat bagaimana Naruto berinteraksi dengan Kurama dan itu membuat Naruto sangat penasaran dengannya.

Setiap ada kesempatan, Naruto selalu mengunjunginya dan mencoba mengajak berbicara dirinya, tadinya ia hanya diam saja dan tidak mau berbicara dengannya, tapi bukan namanya Naruto kalau ia gampang menyerah, itu malah membuatnya semakin penasaran dan bersemangat untuk mencoba menjadikan Han sebagai temannya.

Memang tidak mudah namun dalam waktu satu minggu, ia berhasil membuat Han berbicara kepadanya dan benar saja, Han adalah orang yang sangat menarik baginya! Ia sangat baik hati dan pengertian namun karena miss treatment dari desanya membuat dirinya membenci umat manusia.

Namun di karenakan mereka memiliki masa lalu yang sama dan terlebih lagi Naruto sudah merasakannya semenjak ia masih sangat kecil membuat Han luluh dan sekarang malah ia menganggap Naruto sebagai teman seperjuangan dan adik kecilnya, sama seperti Bee.

"Oh! Dan aku tidak mau di panggil imouto! Aku laki-laki!" Kata Naruto sambil menunjuk dirinya saat mendengar Han mengatakan bahwa ia sudah seperti adik baginya, Naruto merasa senang karena 'keluarga' buatannya semakin besar dan sekarang ia punya dua orang kakak.

Han hanya menatap kosong Naruto, terlihat jelas sekali bahwa Han menganggap apa yang Naruto katakan adalah sebuah gurauan, karena di lihat dari sisi manapun, Naruto terlihat seperti wanita tulen dan ia tidak mendeteksi Genjutsu sama sekali.

"Uuh… ceritanya panjang tapi intinya aku di ubah menjadi perempuan oleh Kurama" Naruto cemberut dan melirik Kurama yang sedang (pura-pura) tidur siang, ia melipat kedua tangannya dan menatap Kokuo yang sedang duduk di belakang Han yang sedang memperhatikannya berbicara dengan Han "Bagai mana dengan dirimu? Apakah kau bisa mengubah Han menjadi perempuan juga?"

Han terlihat tidak nyaman mendengar apa yang Naruto katakan, ia melirik Kokuo dengan penuh curiga, ia masih senang menjadi laki-laki dan ia tidak ada keinginan untuk menjadi perempuan, terimakasih banyak.

"Tidak, aku tidak bisa. Alasan kenapa Kurama bisa merubahmu karena Jinchurikinya adalah perempuan, ia sudah hafal betul struktur tubuh berikut jalur chakra milik perempuan sedangkan Jinchuriki milikku semuanya adalah laki-laki" Kokuo harus menahan tawa melihat Han yang terlihat rileks kembali dan ia bisa mendengar jelas pikiran Han yang sedang berterimakasih kepada Kami-sama karena ia akan selalu menjadi laki-laki.

"Apa alasan Kurama mengubahmu menjadi perempuan?" Han sedikit penasaran karena ia tahu bahwa tidak munkin sang rubah berekor sembilan mengubah Jinchurikinya hanya karena sebuah gurauan. Memang benar ia baru mengenal Naruto dan Kurama baru-baru ini, namun itu sudah cukup untuk membuatnya melihat betapa dekatnya mereka berdua, sama halnya seperti melihat Bee dan Gyuki.

Naruto diam saja, ia mengerutkan keningnya sebelum tersenyum sedih, ia memainkan ujung pakaiannya dan menunduk agar Han tidak bisa melihat matanya yang jelas-jelas menyiratkan rasa sedih dan terhianati.

"Tidak apa-apa bila kau tidak mau membicarakannya" Han bukanlah Naruto yang tidak bisa membaca situasi, ia sempat merasakan yang namanya di ajari dan tahu bagai mana bersikap yang baik dan benar, semuanya berkat seseorang yang sudah ia anggap sebagai keluarganya sendiri dan satu-satunya manusia yang ia tidak benci.

"Aku melakukannya demi kebaikkannya sendiri" Namun sepertinya Kurama sudah terlebih dahulu menjawabnya, membuat Naruto menghela nafas panjang.

Han mengangguk, munkin penjelasannya terdengar sangat singkat dan tidak jelas namun bila Naruto merasa ia tidak ingin bercerita lebih lanjut maka ia akan dengan senang hati membiarkannya.

"Kalau begitu aku pergi duluan, aku harus menemui seseorang" Han bangun dari posisinya dan pelan-pelan menghilang, ia melambai sebagai tanda perpisahan kepada Naruto sebelum ia sepenuhnya menghilang bersama Kokuo.

"Hati-hati di jalan dan sampaikan salamku juga untuknya!" Sebuah senyuman kembali terlukis di wajah Naruto, ia balas melambai ke arah Han, tidak lama kemudia ia juga menghilang dari tempat tersebut bersama dengan Kurama.

"—Jadi intinya, kalian semua kekurangan konsentrasi dan kerja sama" Naruto yang sudah terbangun dari alam bawah sadarnya menatap Kakashi dengan pandangan sedikit bingung namun ia tutupi dengan memasang wajah datar, sepertinya Kakashi sedang menasihatinya dan rekan satu kelompoknya mengenai sesuatu "Untuk sementara waktu pulanglah dan dinginkan kepala kalian"

Kakashi menggunakan shunshin untuk menghilang dan pergi entah ke mana, meninggalkan Naruto dengan kedua rekan satu timya.

"Naruto! Ada apa denganmu! Gara-gara kau; kita jadi tidak bisa menyelesaikan misi dengan baik dan kita di marahi oleh Sensei!" Sakura langsung menatap tajam dan mengomeli Naruto tepat setelah Kakashi menghilang, ia bukannya ingin menyalahkan, namun memang benar karena Naruto yang sering melamun dan terlalu diam membuat pekerjaan mereka jadi sedikit berantakan akibat tidak adanya koordinasi.

Ada di saat mereka di suruh mencabut rumput; di karenakan Naruto yang tidak fokus membuat dirinya secara tidak sengaja mencabuti pucuk tanaman yang baru saja Sasuke tanam, ada pula di saat mereka di suruh menjaga dan mengajak jalan-jalan anjing; Naruto yang melamun di saat membawa karung berisi makanan anjing membuat anjing-anjing yang sedang Sasuke dan Sakura mandikan kabur dan menerkam Naruto mengakibatkan anjing-anjing yang masih basah itu semakin kotor, dan masih banyak lagi.

"Ada apa dengan dirimu Dobe…" Sasuke memang merasa sedikit kesal karena apa yang di katakan oleh Sakura ada benarnya, namun ada juga persaan khawatir melihat Naruto yang akhir-akhir ini bertingkah aneh semenjak mereka kembali dari misi melindungi Tazuna, ia tidak pernah melihat Naruto bersikap seperti itu bahkan di saat Naruto masih menjadi laki-laki.

Naruto hanya bisa tersenyum canggung di dalam, sepertinya ia terlalu bersemangat untuk mencoba membuat Han menjadi temannya sehingga ia sering melupakan tugas utamanya, namun tidak ada perasaan menyesal sama sekali di dalam dirinya 'Worth it'

Kurama hanya memutar bola matanya dan kembali melanjutkan tidur siangnya, sebenarnya ia setuju dengan Naruto karena ia lebih senang menghabiskan waktu dengan adiknya dari pada manusia lain, namun tentu saja ia tidak akan pernah mengatakannya secara terang-terangan kepada Naruto ataupun adik-adiknya, ia masih punya harga diri, terimakasih banyak.

"Aku hanya… sedang banyak pikiran" Ia tidak berbohong kok, ia benar-benar memiliki banyak hal yang harus ia pikirkan, dan semuanya menyangkut teman seperjuangannya atau yang biasa di panggil sebagai Jinchiurki.

Ya, selain mencoba berteman dengan Han, Naruto juga sedang di bingungkan dengan bagai mana caranya ia bisa dekat kembali dengan Gaara, mengingat kini Gaara kembali menjadi dirinya yang dulu: kejam, tidak berperasaan, dan menganggap dirinya sendiri sebagai monster.

Naruto juga bingung bagai mana caranya ia bisa berbicara dan mengajak Shukaku untuk berkerja sama dengan Gaara dan membuat Gaara bisa memasuki alam bawah sadar yang ia dan Bee buat agar bisa berkomunikasi dengan leluasa tanpa takut di curigai atau ketahuan.

'Kalau yang itu serahkan kepada aku, Gyuki, dan Kokuo, kau tidak perlu memikirkan Shukaku, cukup pikirkan bagai mana caranya kau bisa mendekati Jinchurikinya saja' Naruto memang merasa lega dengan apa yang Kurama katakan namun tetap saja itu tidak menyelesaikan masalah utamanya.

Naruto sempat bertanya dengan Han dan Bee untuk mencoba meminta saran darinya, namun Han sendiri tidak tahu dan tidak bisa memberikan saran apapun karena ia sendiri kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain berkat dirinya yang selalu di takuti dan di benci di desanya sendiri, mirip dengan Gaara namun berbedanya Han sudah dewasa dan Kokuo tidak membuatnya menjadi haus darah atau menjadi gila karena Kokuo pendiam dan lebih memilih untuk menyendiri walau ia memang selalu menginginkan kebebasan sedangkan Bee... yah, cara yang ia berikan terlalu unik.

"Tapi kau selalu saja membuat masalah!" Sakura mengerang tidak suka, berkali-kali Naruto menghancurkan pekerjaan yang sudah ia lakukan dengan susah payah demi mendapatkan perhatian dari Sasuke namun karena Naruto; ia malah mendapat tatapan tidak suka dari Sasuke.

"Bukan 'selalu'! misi-misi sebelumnya Dobe berkerja dengan baik, kalau ada orang yang mau di salahkan itu adalah kau Sakura, pekerjaanmu lebih buruk dari Dobe" Sasuke memberikan Sakura tatapan tidak suka kepada Sakura, Sakura hanya bisa tersentak kaget dan menundukkan kepalanya mendengar apa yang Sasuke katakan.

"Sudah! Ini bukan salah Sakura atau salah siapapun Teme! Aku akui, aku memang terlalu sering melamun dan karenanya aku jadi tidak berkerja dengan baik!" Naruto melipat kedua tangannya di depan dadanya dan mengerutkan keningnya, memang benar ini adalah salahnya jadi ia tidak ada masalah mengakuinya.

"Apa yang mengganggu pikiranmu, Dobe" Sasuke menaikkan sebelah alisnya, namun melihat Naruto memberikan dirinya tatapan lelah membuatnya menghela nafas panjang sebelum membalik badannya dan berniat untuk pergi latihan "Dinginkan kepalamu terlebih dahulu Dobe, baru kita bisa kembali mengambil misi"

Sasuke memang mengkhawatirkan Naruto, namun ia tahu bahwa Naruto sangat keras kepala dan ia tidak akan mendapatkan jawaban dari Naruto tentang apa yang sedang ia pikirkan, lagi pula ia yakin bahwa Naruto akan menceritakan apa yang mengganggunya nanti kalau ia sudah tenang, seperti saat di tempat Tazuna waktu itu. Sekarang ia harus latihan dan membuat dirinya menjadi kuat demi melindungi Naruto dan mengejar Itachi.


'Aku sedikit canggung untuk bertemu dengan Gaara lagi… aku tidak yakin bisa menahan diri untuk tidak menerkam dan memeluknya… aku sudah lama sekali tidak bertemu dengan sahabatku yang satu itu…' Naruto memainkan ujung pakaiannya sambil terus berjalan menelusuri jalanan di desa Konoha, akhir-akhir ini tanpa ia sadari, ia jadi suka bermain dengan ujung pakaiannya bila ia sedang canggung, seperti Hinata. Munkin itu karena Naruto secara tidak langsung merindukan Hinata dari masa lalunya.

'Tenang saja, nanti akan aku ikat dirimu jadi kau tidak akan bisa bergerak sama sekali' Naruto cemberut mendengar apa yang Kurama katakan, rubah yang satu ini terkadang sangat sadis dan tidak berperasaan bila ia mau, sehingga Naruto terkadang harus menahan diri untuk tidak memutar bola matanya melihat kelakuan partnernya.

Naruto membeku di tempat di saat ia mendengar sebuah suara yang terdengar sangat familiar di telinganya: suara Konohamaru yang sedang memarahi seseorang dan ia juga tahu siapa seseorang tersebut.

Naruto menghela nafas panjang untuk menenangkan diri sebelum berlari menghampiri Kankuro yang sedang mengangkat Konohamaru yang tidak sengaja menabraknya karena ingin bertemu dengannya, Naruto tahu bahwa Konohamaru dan teman-temannya sedang mengikuti dirinya dan ia tahu akhirnya akan menjadi seperti itu.

"Hei hentikan!" Naruto berlari dan meraih Konohamaru untuk menariknya menjauh dari Kankuro.

Kankuro hanya meliriknya dan menggerakkan tangannya untuk menggerakkan tali chakranya yang di sambungkan ke kaki Naruto untuk membuat Naruto terpeleset, namun Naruto tentu saja mengetahuinya dan dengan sangat mudah mengalirkan chakra ke kakinya untuk memutuskan tali chakra milik Kankuro.

'Ti-tidak munkin! Bocah ini bisa dengan mudah mengetahuinya!' Kankuro menatap tidak percaya Naruto yang sudah berhasil menarik Konohamaru dan menjauh dari dirinya.

"Kau tidak apa-apa Konohamaru-kun?" Naruto memeluk Konohamaru yang dengan kuat menggenggam pundak Naruto karena takut "Tidak apa-apa! Aku ada di sini!"

"Heh, jangan macam-macam kau bocah sialan" Kankuro bersiap untuk menyerang Naruto dengan menggunakan tali chakra miliknya lagi, namun sebelum ia bisa mengangkat tangannya, sebuah batu di lempar oleh seseorang dan mengenai dirinya "Aduh!"

Sasuke melompat turun dari pohon tempat ia sedang bersembunyi dan langsung berada di depan Naruto dan Konohamaru, Moegi terlihat sangat senang namun bersembunyi di balik Naruto bersama dengan Udon yang sudah sedari tadi bersembunyi di belakang Naruto semenjak Naruto berhasil menarik Konohamaru.

"Teme!" Naruto terlihat sedikit kaget karena seingatnya memang benar Sasuke akan menyelamatkannya namun mengapa ia melompat ke depannya? Seingatnya Sasuke akan tetap berada di atas pohon. Namun perasaan kaget tersebut langsung tergantikan dengan ekspresi senang bercampur canggung di saat ia merasakan chakra yang yang kenal betul milik siapa.

Naruto tidak mendengar apa yang Temari katakan ataupun Kankuro yang sudah bersiap menggunakan bonekanya dan Sasuke yang sudah siap dengan senjatanya, ia juga tidak merasakan bahwa Konohamaru sudah melepaskan pelukannya dan mengikuti Udon dan Moegi untuk bersembunyi di belakangnya, ia hanya berkonsentrasi dengan chakra yang berada di pohon tempat Sasuke berada sebelum ia melompat ke depannya.

"Hentikan Kankuro" Sang pemilik chakra akhirnya angkat bicara, ia berdiri terbalik di dahan pohon sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya "Kau membuat malu desa kita"

Naruto hanya terdiam dan menutup matanya, mencoba untuk menahan emosinya dan menahan dirinya untuk tidak berbuat yang tidak-tidak sebelum ia merasa seperti ia sedang di ikat.

Naruto melirik ke belakang dan melihat Kurama menggunakan cakarnya untuk menahan Naruto dan mengaitkan cakarnya ke kerah bajunya untuk menahan dirinya agar tidak bisa bergerak, ia mencoba mengatur nafasnya yang tanpa ia sadari ia tahan dan menegak ludahnya dengan susah payah.

Perasan ini sama dengan di saat ia bertemu kembali dengan Sandaime dan Kurama juga melakukan hal yang sama untuk menahannya, Naruto tidak mendengar atau menyadari apapun yang terjadi di luar, ia tidak mendengar penjelasan Temari di saat ia di tanya oleh Sasuke mengapa ia yang merupakan ninja dari desa lain bisa berada di Konoha atau apapun itu, ia terlalu sibuk menahan emosinya.

Perasaan yang menyerangnya jauh lebih menyakitkan dari pada di saat ia pertama kali bertemu dengan Sandaime, ini adalah perasaan yang ia rasakan di saat ia bertemu dengan Bee dan Gyuki, karena Naruto terlalu emosional mengakibatkan Bee harus menculik Naruto dan membawanya bersembunyi sementara agar Naruto bisa sepuasnya mengeluarkan segala emosi yang ia pendam. Itachi saja sedikit kewalahan melihat Naruto yang begitu nempel dengan Bee.

'Ambil nafas… buang… ambil nafas… buang… tenang Naruto! Tenang!' Naruto tahu bahwa ia sedikit overacting namun ia tidak bisa menyalahkan dirinya karena kekuatan dari Kurama; ia jadi lebih sensitif terhadap perasaan orang lain serta dirinya sendiri dan perasaan ini seperti sebuah koneksi yang ia dapatkan sebagai sesama Jinchuriki; makannya ia sangat bersikeras dan berusaha untuk membuat Han menjadi temannya.

'Kit, tatap mataku' Naruto membuka matanya dan langsung melakukan apa yang Kurama suruh, ia menatap mata Kurrama yang berwarna merah darah sambil mengatur nafasnya 'Kau baik-baik saja, Gaara yang ada di depanmu bukanlah Gaara dari masa lalumu, ia tidak mengenali dirimu dan kau memiliki tugas untuk menjadi temannya!'

Naruto pelan-pelan menjadi lebih tenang, ia merasakan nafasnya kembali menjadi teratur dan tubuhnya sudah tidak terasa berat lagi, ia pelan-pelan membuka matanya dan sebuah senyuman kecil terlukis di wajahnya 'Ya… aku harus menjadi temannya… aku harus menyelamatkannya'

Naruto menatap Gaara yang shunshin ke antara Kankuro dan Temari menggunakan pasir miliknya, ia tersenyum lembut melihat Gaara kembali dan hampir tertawa di saat ia merasakan chakra milik Shukaku yang keluar dari Gaara, ia jadi kangen dengan tanuki berekor satu yang selalu kelihatan marah itu.

"Siapa namamu?" Sasuke yang sudah tidak dalam posisi bertarung dan kini tengah mengantungkan sebelah tangannya di kantungnya bertanya, namun ia tidak beranjak dari depan Naruto.

'Sok keren!' Naruto berfikir bahwa Sasuke tidak beranjak dari depannya karena ingin terlihat keren dan menganggapnya lemah dan harus di lindungi, Naruto menganggap ini adalah bayaran dari dirinya yang waktu itu melindungi Sasuke dari Haku 'Aku bisa menjaga diriku sendiri!'

"Sabaku No Gaara" Jawab Gaara namun pandangan mata Gaara sebenarnya tertuju ke arah Naruto yang berada di belakang Sasuke 'Anak itu… ia dengan mudah memutuskan tali chakra milik Kankuro dan bergerak dengan sangat cepat, kapasitas chakranya besar sekali dan… ada apa ini… kenapa Shukaku jadi tidak bisa diam…'

"Aku penasaran denganmu juga, siapa namamu" Gaara menatap Naruto lalu ke arah Sasuke, pertanyaan itu di tujukan untuk mereka berdua karena ia juga penasaran dengan kekuatan Sasuke yang bisa dengan mudah melempar batu ke arah Kankuro dan mengenainya telak di tangan.

"Sasuke Uchiha" jawab Sasuke, pandangannya tidak lepas dari Gaara, memang benar ia sudah tidak memegang senjata atau memasang kuda-kuda, namun ia tidak menurunkan pertahanannya dan siap melindungi Naruto bila Gaara atau Kankuro mencoba menyerang secara tiba-tiba.

"Dan kau?" Sasuke mengerang pelan mendengar Gaara bertanya kepada Naruto.

"Eh? Aku?" Naruto menunjuk dirinya sendiri, seingatnya Gaara tidak menanyakan namanya bahkan di saat Naruto memintanya, namun ia akan dengan senang hati menjawabnya.

"Uzumaki Naruto, senang berkenalan denganmu" Naruto tersenyum dengan lebar, matanya yang berwarna biru menyinarkan kebahagiaan dan antusiasme, ia merasa sangat senang bisa berkenalan kembali dengan sahabat lamanya.

Gaara terdiam, ia sebenarnya bingung karena ini baru pertama kalinya ada orang yang memperkenalkan diri kepadanya seperti Naruto, ia memutuskan untuk pergi dari situ bersama dengan Kankuro dan Temari untuk menyelesaikan urusannya.


"Pertama, kita akan mendengar laporan dari para jounin yang menjadi pengawas Genin yang baru lulus akhir-akhir ini" Sandaime membuka rapat yang di laksanakan setiap tahun, rapat yang akan menentukan siapa saja yang pantas mengikuti ujian Chunin.

"Kakashi, Kurenai, dan Asuma… jadi… adakah Genin yang menurut kalian sudah pantas dan bisa di ikutkan dalam ujian Chunin tahun ini?" Sandaime menatap ketiga orang yang berdiri di depannya, mereka adalah jounin yang paling senior dan memiliki kelompok yang bagus hasil laporannya.

"Kalian sudah tahu kan kalau seorang Genin yang setidaknya sudah menyelesaikan 8 buah misi bisa mengikuti ujian ini" Sandaime mengambil pipa kayunya dan meletakkannya di mulutnya, wajahnya yang sudah menua tetap saja sedikit mengintimidasi bila ia sedang serius "Namun kau tahu bahwa itu hanyalah peraturan kecil"

'Tidak perlu mengatakannya seperti itu… mereka semua belum siap…' Pikir Iruka, ia tahu bagai mana sifat anak-anak muridnya dulu dan ia tahu bagai mana sikap dan mental mereka semua sehingga ia yakin tidak ada yang siap untuk melanjutkan ke Chunin… itu sih yang ia pikirkan namun ia punya perasaan buruk entah mengapa.

"Oke di mulai dari dirimu Kakashi" Sandaime mengalihkan perhatiannya ke arah Kakashi, ia sebenarnya sudah tahu jawaban dari Kakashi berkat cerita dari sang Kyuubi karena Naruto hanya menceritakan mengenai peperangan shinobi ke empat saja dan ingatan miliknya mengenai ujian Chunin sedang di kunci sementara, walaupun sejujurnya mendengarnya langsung dari sang Kyuubi no Kitsune… sedikit… aneh.

Sandaime tidak habis pikir, bagai mana bisa Naruto berteman dengan sangat baik dengan sang rubah berekor sembilan yang terkenal dengan kekejamannya dan egonya yang setinggi langit, bahkan ia melihat sang rubah sangat protektif terhadap Naruto, tidak pernah ada orang yang bisa membuka pintu hati sang rubah, tidak ada jinchuriki dari sang rubah yang bisa membuat sang rubah menjadi seperti itu.

Namun pernah satu kali Sandaime mendengar Naruto bercerita mengenai dirinya yang memiliki seorang mentor yang juga seorang Jinchuriki yang sudah ia anggap seperti kakak sendiri dan tidak lama ini juga Naruto bercerita bahwa ia akan mendapatkan kakak baru. Naruto tidak memberi tahu siapa Jinchuriki yang menjadi kakaknya namun Naruto mengatakan bahwa ia sangat menyayanginya dan juga sebaliknya; kakak angkatnya menyayanginya, baginya itu sudah lebih dari cukup; mengetahui cucunya mendapatkan figure seorang kakak yang ia impi-impikan dulu.

"Kelompok yang di pimpin oleh Kakashi; Sasuke Uchiha, Naruto Uzumaki, dan Sakura Haruno" Sandaime terbangun dari lamunannya di saat ia mendengar Kakashi berbicara, sepertinya ia harus fokus terlebih dahulu terhadap tugasnya sekarang, ia bisa memikirkan Naruto nanti seusai rapat ini "Atas nama Kakashi Hatake, aku menominasikan kelompok 7 untuk mengikuti ujian Chunin"

"A-apa?!" Iruka tidak bisa mempercayai apa yang ia dengar, Kakashi menominasikan kelompoknya untuk mengikuti ujian Chunin? Yang benar saja! Iruka tidak habis pikir bagai mana bisa Kakashi mengikut sertakan Naruto yang (menurutnya) belum siap mengikuti ujian!

"Kelompok yang di pimpin oleh Kurenai; Hinata Hyuga, Kiba Inuzuka, dan Shino Aburame" Kurenai yang beridir di samping Kakashi gantian berbicara, walaupun lagi-lagi Sandaime sudah tahu bahwa ia juga akan menominasikan kelompoknya "Atas nama Kurenai Yuuhi, saya juga melakukan hal yang sama dengan yang di samping saya"

"Kelompok yang di pimpin oleh Asuma; Ino Yamanaka, Shikamaru Nara, dan Chouji Akimichi" Kini gantian Asuma yang berdiri di samping Kurenai untuk berbicara, lagi-lagi Sandaime sudah tahu apa yang mau ia katakan walau ia sedikit bingung; dari mana sang rubah berekor sembilan itu bisa tahu? Bukannya dulu ia terkunci dengan rapat jadi seharusnya ia tidak tahu mengenali hal ini atau ada kemunkinan besar Naruto bercerita kepadanya "Atas nama Asuma Sarutobi, saya juga melakukan hal yang sama dengan yang di samping saya"

"Langsung ketiganya ya… jarang sekali" Walaupun Sandaime sudah tahu, ia harus berpura-pura tidak tahu demi tidak menarik kecurigaan yang bisa menghancurkan rencana besar milik Naruto.

"Tunggu dulu Sandaime-sama! Tolong dengarkan apa yang harus aku katakan" Iruka tiba-tiba saja berbicara dan berjalan mendekat ke arah tiga orang jonin yang baru saja selesai memberikan laporannya.

Sandaime hampir lupa dengan Iruka, ia pasti sangat menghawatirkan Naruto, sedangkan dirinya tidak sama sekali, alasannya? Demi Hokage pertama, Naruto seharusnya sudah ada di tingkat Jonin di karenakan kekuatannya yang di atas rata-rata, adalah seorang Jinchuriki yang berhasil berkerja sama dengan Biijunya, sudah pernah ikut perang, dan memiliki pengetahuan anak umur 17 tahun! Kasihan para Genin yang harus melawan Naruto di ujian Chunin kali ini.

Sandaime hanya bisa memandang iba Iruka yang sedang adu argumen dengan Kakashi mengenai murid-muridnya, betapa kasihannya Iruka yang tidak mengetahui bahwa muridnya yang ia anggap terlalu lemah dan terlalu polos untuk bisa mengikuti ujian Chunin sebenarnya sudah merasakan bagai mana rasanya ikut perang dan bahkan sudah pernah mati lalu hidup kembali.

Rasanya ingin sekali dirinya menceritakan bahwa Naruto sudah lebih dari siap untuk mengikuti ujian ini, Naruto bukanlah ninja yang bodoh dan lemah seperti yang orang-orang kira, namun sekali lagi sang Sandaime hanya bisa diam saja demi menjaga rahasia besar Naruto.

Sandaime hanya bisa menghela nafas panjang sambil menyaksikan Iruka dan Kakashi yang sedang berdebat, ia merasa sangat lelah dan ingin sekali cepat-cepat berbicara dengan Naruto mengenai gurunya yang terlalu protektif terhadapnya, sudah cukup sang Kyuubi no Kitsune yang sangat over protective terhadap dirinya, tidak perlu gurunya juga.

Namun tanpa Sandaime ketahui, ada seseorang yang juga sangat protektif dengan Naruto dan orang tersebut tengah melindungi Naruto dari kelompok yang di kirim oleh Sunagakure. Oh, dan jangan melupakan seorang rapper dan partnernya yang berbentuk seperti kerbau dengan delapan buah ekor yang bentuknya seperti tentakel, mereka juga sangat protektif terhadap Naruto namun menunjukkannya dengan cara mereka sendiri.

Oh, hampir lupa juga dengan seseorang yang bisa di bilang sepupu jauh dari Naruto yang… tidak perlu di tanya bisa menjadi seprotektif apa terhadap 'adik' kecilnya seperti Itachi yang protektif dengan adiknya sendiri… namun dengan caranya sendiri.

Naruto harus belajar untuk tidak membuat orang-orang yang sangat berbahaya (dengan cara masing-masing) menjadi protektif dengannya, namun, bukankah itu adalah sifat yang juga di miliki oleh anak kedua dari Hogoromo yang juga di katakan bahwa Naruto adalah reinkarnasi dari dirinya, Asura?

'Aku yakin kalau Asura terlahir sebagai perempuan pasti perang antara clan tidak akan terjadi dan Indra akan mengidap siscon' Kata Kurama secara tiba-tiba.

'Ha? Kau bicara apa Kurama? Apakah kau mabuk?' Naruto hanya menatap bingung sang rubah berekor sembilan seperti sang rubah adalah alien yang entah muncul dari mana.


Naruto menatap kosong sebuah kertas yang merupakan tiket untuk mengikuti ujian Chunin yang di berikan kepadanya oleh Kakashi, rekan satu timnya dan Kakashi hanya menatap Naruto dengan pandangan yang sedikit sulit di mengerti namun mereka seperti menunggu reaksi Naruto.

Mereka mengira Naruto merasa sedikit kesulitan membaca tulisan kanji di dalam kertas tersebut dan sedang memproses apa yang Kakashi katakan sebelumnya.

Namun pada kenyataannya lagi-lagi ia sedang mengunjungi tempat pertemuan Jinchuriki, kini di situ ada Han dan Bee bersama dengan Biiju mereka masing-masing.

"Lihat! Lihat! Aku sebentar lagi akan menjadi Chunin…lagi!" Naruto menunjukkan selembarannya kepada Han dan Bee dengan penuh semangat, ia melompat-lompat kegirangan sehingga membuat Kurama menyeringai melihat penahannya senang terhadap hal yang sangat aneh menurutnya.

"Yo! Selamat berjuang! Sayangnya kakakku terlalu keras kepala dan tidak mengizinkan ninja dari desa untuk mengikutinya yo!" Bee menepuk kepala Naruto dan membuat yang di tepuk tersenyum lebar dan di penuhi dengan rasa bangga.

Naruto mengalihkan pandangannya ke arah Han dan memberikan Han pandangan penuh harap yang membuat Han sedikit salah tingkah karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan sebelum ia melihat Bee memberikan dirinya kode untuk melakukan hal yang sama dengannya.

Han dengan ragu-ragu menepuk kepala Naruto juga, ia tidak terlalu mengerti apa yang sebenarnya harus ia lakukan, namun melihat Naruto yang terlihat sangat senang, sepertinya apa yang ia lakukan sudah benar.

"Hehehe!" Naruto merasa seperti dirinya sudah terbang ke langit ke tujuh, namun sepertinya ia tidak bisa berlama-lama berada di tempat tersebut dan berbicara panjang lebar dengan Han dan Bee karena ia merasakan teman-temannya mulai khawatir karena ia melamun terlalu lama "Ah! Sepertinya teman-temanku sudah memanggilku, nanti aku kembali lagi!"

Pelan –pelan tubuh Naruto dan Kurama menghilang, meninggalkan Bee dan Han berdua di ruangan kosong berwarna pastel tersebut.

"Jadi bagai mana dengan pekerjaanmu? Kau berhasil menemukannya?: Bee mengalihkan perhatiannya ke arah Han, ia melipat kedua tangannya di depan dadanya "Kalau aku sih hanya tinggal pergi Takigakure terlebih dahulu yo! Aku dengar ia sangat bersahabat!"

"Lebih tepatnya ia terlalu santai dan happy go lucky" Gyuki menghela nafas pendek, ia paling ingat dengan adiknya yang satu itu karena hanya ia saja yang dulu masih ingin memperbaiki hubungan mereka semua, ia juga yang satu-satunya yang memiliki hubungan paling baik dengan yang lain, bertolak belakang sekali dengan Kurama.

"Aku masih mencarinya, sudah lama sekali ia pergi dari desa, bahkan lebih lama dariku namun aku tahu ia kemunkinan besar pergi ke mana" Han menggeleng pelan, ia sudah berkeliling Iwagakure (kecuali ke dalam desanya karena ia masih membenci desanya dan ia yakin dirinya tidak akan di perbolehkan masuk) dan tidak menemukan keberadaan temannya.

"Aku yakin kau bisa menemukannya, tidak usah terburu-buru karena kelompok yang di tugaskan untuk mencarinya baru akan di beri perintah 1 tahun lagi, kau punya banyak waktu, kono yarou! Baka yarou!" Bee menyeringai, ia sudah di beri tahukan bahwa orang yang di tugaskan untuk menangkap Son adalah Kisame dan Itachi, jadi mereka masih punya banyak waktu untuk mencarinya.

"Namun tidak ada salahnya kita berhati-hati dan lebih baik lebih awal dari pada terlambat, kau sendiri yang bilang kalau prosesnya akan memakan waktu yang cukup lama bukan?" Kokuo yang tadinya diam saja akhirnya angkat bicara, ia memang tidak memiliki hubungan yang cukup baik dengan kakak-kakaknya namun ia tetap tidak ingin kakak-kakaknya berakhir buruk seperti yang di ceritakan oleh Gyuki.

"Kokuo benar Bee, kita harus secepatnya mengumpulkan Jinchuriki yang lainnya, terutama Isobu yang sebentar lagi akan ada di alam bebas" Gyuki mengangguk lalu menatap serius Bee, ia tahu bahwa Yagura, Jinchuriki dari Isobu sudah di kontrol oleh Madara—yang sebenarnya adalah Obito—dan sudah mati, hanya tinggal menunggu waktu Isobu hidup kembali dan berkeliaran di alam bebas.

"Aku dengar bahwa Naruto sudah bertemu dengan Jinchuriki dari Ichibi?" Bee mengagguk mendengar pertanyaan Han "Jadi? Apa yang Naruto lakukan selanjutnya?"

"Agak sulit pasti membujuk Shukaku untuk membantu Gaara mengingat bahwa Shukaku sangat membenci Kurama, Naruto harus berusaha keras nanti" Kokuo terkekeh pelan mendengar apa yang ia katakan, entah mengapa ia seperti menganggap apa yang ia katakan barusan adalah sebuah gurauan "Itu yang munkin akan aku pikirkan kalau aku tidak tahu seperti apa Naruto sebenarnya, bocah itu mirip sekali dengan ayah"

Han diam saja karena ia kurang mengerti apa yang Kokuo katakan, jadi ia memberi tatapan penuh tanya kepada Gyuki dan Bee.

"Yo! Aku lupa kalau kau tidak memiliki ingatan masa depan! Maaf! Kau sudah keburu mati untuk memiliki ingatan lebih yang akan berguna untuk sekarang karena kau juga Jinchuriki pertama yang berhasil mereka tangkap" Han hanya bisa mendumal pelan dan mendesis, ia merasa beruntung terselamatkan sekarang namun ada perasaan tidak enak mendengar bahwa dirinya sudah mati di masa depan milik Bee dan Naruto.

"Oke, cukup berbicaranya, ayo kita pergi sekarang Han, sebelum ANBU kiriman Tsuchikage menyadari bahwa ada keanehan terhadap chakramu, kita pergi ke luar perbatasan Iwagakure sekarang" Han mengangguk dan pelan-pelan dirinya dan Kokuo menghilang.

"Ayo, kita juga harus pergi ke Takigakure, sekalian aku ingin pergi ke tempat pemandian air panas di Konohagakure! Pinjamkan aku tubuhmu Bee, kita akan masuk ke Konohagakure secara diam-diam dan menonton Naruto di ujian Chunin" Bee menyeringai mendengar apa yang Gyuki katakan, ia seratus persen setuju dengan rencan Gyuki, siapa yang mau melewatkan kesempatan menonton sang adik kecil mengerjakan ujian menjadi Chunin? Pasti akan menarik sekali nanti.

Pada waktu yang bersamaan, seorang laki-laki berambut hitam panjang tengah duduk di dahan pohon sambil menatap kosong sebuah gua yang tertutup oleh batu dan sebuah segel terpasang di depannya, partnernya yang sedang duduk di bawah pohon menatap bingung dirinya.

"Ada apa denganmu Itachi? Kau jadi pendiam akhir-akhir ini" tanya partnernya yang sedang membersihkan pedangnya yang ukurannya hampir sama dengan dirinya.

"…Ujian Chunin" Jawabnya dengan singkat, namun partnernya sepertinya mengerti apa yang ia maksud.

"Aaah… adikmu yang tidak tahu terimakasih itu akan mengikuti ujian ya" Partnernya tertawa, seperti menganggap apa yang dirinya katakan adalah sebuah lelucon "Ngomong-ngomong kau sudah minum obatmu belum, Itachi?"

Itachi diam sebentar lalu mengeluarkan obat dan botol minum dari saku bajunya sebelum meminum obat tersebut "Hn"

Partnernya menyeringai melihat Itachi meminum obatnya yang sama dengan yang pernah ia belikan untuk Itachi setengah tahun yang lalu, kalau waktu itu ia tidak pernah mau meminumnya, sekarang semua sudah berubah hingga Itachi mau meminum obatnya.


To Be Continue


!Review Reply!

ranraihan03: Hahaha, perubahan memang terkadang tanpa kita sadari ya, yang namanya hormone memang tidak bisa di hentikan atau di ubah ya. Entahlah, munkin anda harus bertanya kepada Sandaime itu sendiri, ia di juluki professor bukan hanya sebagai bahan candaan.

Lusy922: Kalau soal itu munkin anda harus membaca ulang chapter 9 sebelum melanjutkan membaca ke chapter berikutnya. Untuk jawaban siapa yang Bee temui sudah ada di chapter ini.

asyfaaulia31: Pertanyaan yang cukup aneh, ini adalah sebuah cerita jadi mana munkin saya menjawab hal seperti itu.

saruchiyuu: Pertanyaan yang sama anehnya dengan yang di atas… saya anggap pertanyaan ini adalah anda menanyakankapan up-date chapter berikutnya… kemunkinan besar saya up-date cerita ini satu minggu sekali. Dan untuk cerita saya yang baru juga sudah saya post, saya harap anda menyukainya.

sina: For your information, saya paling tidak suka review seperti ini, apa yang anda coba buktikan kepada saya dengan menulis alasan-alasan seperti itu? Tolong hargai pemabaca lainnya yang menyukai pairing lain dan tolong hargai saya sebagai penulis, munkin anda tidak bermaksud buruk namun sebagai penulis, apa yang anda katakan seperti ingin mengikat imajinasi dan ide saya dalam menulis cerita dengan pair tersebut. Maaf, saya tahu anda tidak bermaksud buruk, namun tolong hargai pembaca lainnya yang memiliki OTP yang berbeda oke? Saya saja menghargai anda dengan tidak mengutamakan OTP saya sendiri di dalam cerita ini dan berusaha bersikap netral. Oh ya ini bukan request namanya kalau di sertai alasan macam itu...

AkarisaRuru: Terimakasih atas pengertiannya, ini open ending kok, semua punya chapter tersendiri di mana mereka akan di pasangkan dengan Naru, termasuk Sasuke.

Madara's Queen: Aah sedikit kesalah pahaman, bukan maksudnya ItaKyuu yang di chapter sebelumnya saya bilang, maksud saya Itachi dan Kurama akan punya ending juga di mana akan di pasangkan dengan Naru. Terimakasih atas dukungannya.

Sekian dan terimakasih, sampai jumpa di chapter selanjutnya.

Review Please