Disclaimer: Anime serta Manga Naruto adalah milik Masashi Kishimoto
Warning: Mengandung Gender Bender, Semi-Au, Time Travel, Miss Typoo, dll
!Author Notes!
Halo para pembaca, terimakasih sudah mau menunggu dengan sabar untuk chapter selanjutnya.
Saya sedikit sibuk seusai lebaran namun sekarang saya sudah kembali dan saya memiliki pengumuman yang cukup penting dan munkin sudah di tunggu-tunggu; saya sudah selesai membuat blog yang berisi... hal-hal tidak penting...
Bercanda, isinya adalah semua chapter dari To The Past yang lama berserta dengan gambar design dari Naruto (Dari cerita ini), Naruko (Dari cerita crack pairing saya), Naru (Dari cerita GaaNaru), dan yang lainnya. Mohon maaf bila gambar buatan saya malah merusak mata para pembaca sekalian, saya masih belajar dan saya harap saya akan terus bisa berkembang.
Belum semua di post, nama blognya: Neko's Playground (Kalau mau langsung bisa cek di profile saya)
Untuk sekarang, pairing yang akan mendapat ending adalah: Itachi, Sasuke, Gaara, Kurama, dan Kakashi.
Seperti biasa, ada Omake di akhir cerita.
Uchiha Itachi adalah tipe orang yang sangat serius dan kalau bicara langsung ke inti masalah tanpa basa-basi, namun ia juga orang yang sangat berhati-hati dan tipe orang yang suka melakukan observasi; karena itu ia menyadari ada keanehan di markas Akatsuki kali ini.
Keanehan yang pertama adalah markas yang mendadak jadi sepi dan ia bahkan bisa merasaskan bahwa para penghuni markas tersebut semuanya tidak berada di tempat masing-masing; ia tidak bisa merasakan chakra milik Sasori yang biasa berada di dalam ruangannya mengerjakan bonekanya, ia tidak mendengar umpatan keras dari Hidan, ia bahkan tidak bisa merasakan keberadaan Tobi yang biasanya sangat berisik dan tidak bisa diam.
Keanehan yang kedua adalah hilangnya partnernya tanpa sepengetahuan dirinya, yang ia tahu adalah Kisame tidak pernah pergi ke mana-mana tanpa pamit atau memberikan pemberitahuan kepadanya, mereka berdua adalah partner dan Akatsuki berkerja selalu berdua, jadi ia kehilangan partnernya adalah hal cukup membuatnya gelisah.
Keanehan yang ketiga adalah ia menemukan Zetsu dalam keadaan terbalik dan menatap kosong dirinya, apakah ia sedang berpura-pura menjadi tanaman asli? Karena sedari tadi ia hanya memperhatikan dirinya tanpa berkedip.
Dan keanehan yang terakhir, sejak kapan segel yang menyegel ruangan milik ketua semakin bertambah? Ia bahkan bisa melihat segel milik klan Uzumaki di tumpukkan segel-segel lainnya. Itachi tahu bahwa sang ketua sangatlah berhati-hati namun apakah ini tidak berlebihan?
"Adakah pemberitahuan yang aku lewatkan?" Itachi menghela nafas pendek, obat pemberian Kisame sangatlah manjur sehingga kini ia bisa beristirahat dengan tenang namun pada waktu yang bersamaan tubuhnya yang jarang mendapatkan istirahat yang cukup melunjak dan selalu memaksa dirinya untuk beristirahat lebih, karena itulah ia jadi lebih sering menghabiskan waktu di kamarnya.
"Ketua mengatakan ada berita bahwa berberapa Jinchuriki di temukan dalam keadaan penuh luka kemunkinan besar ada yang mencoba mengumpulkan mereka juga selain kita jadi ketua menyuruh anggota yang lain mencari informasi mengenai siapa yang mencoba mengumpulkan wadah biiju selain kita" Zetsu akhirnya berbicara dan kali ini pandangannya berubah mengarah ke belakang Itachi, sepertinya ia mencoba mengintip apa yang ada di dalam kamar Itachi namun ia terlihat sedikit kecewa melihat isi kamar Itachi yang hampir kosong melompong, memangnya apa yang ia harapkan?
Itachi diam sebentar, ia tahu bahwa apa yang di katakan oleh Zetsu adalah informasi palsu pemberian Nagato, karena Itachi yakin bahwa Nagato merencanakan sesuatu dan kalau di lihat dari keadaan dan waktu sekarang; ada kemunkinan besar ini ada hubungannya dengan Naruto.
"Kisame?" Namun itu tidak menjelaskan mengapa Kisame menghilang, ia mulai menghawatirkan keadaan sahabatnya sekaligus partnernya yang satu itu.
"Di luar markas kau tidak merasakan keberadaannya karena kini markas di beri pengawasan lebih ketat dari sebelumnya untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang bisa mendapatkan informasi mengenai kita" Itachi hanya mengangguk mendengar jawaban Zetsu sebelum melirik sang manusia setengah tanaman—lebih tepatnya ia melirik bagian berwarna hitam dari Zetsu.
Ini hanya perasaannya atau apa namun apakah ia pernah melihat bagian hitam dari Zetsu menempel di orang lain? Seseorang yang setengah tubuhnya terlihat ada bekas luka dan entah mengapa ia merasa ia mengenal laki-laki tersebut? Dan apakah benar ia bisa membelah diri dan menempel di orang lain? Orang yang berdiri di sebelah Madara...
"Kenapa?" Sisi putih dari Zetsu kelihatan bingung mellihat kelakuan Itachi yang sedari tadi memperhatikan dirinya, tanpa mengetahui bahwa yang sebenarnya di perhatikan adalah sisi hitamnya.
"Kenapa kau masih ada di sini?" Itachi tentu saja tidak memperlihatkan emosinya, namun dalam hati ia bersumpah ia ada perasaan kesal bukan main di saat ingatan mengenai mimpinya di mana ia melihat sisi hitam dari Zetsu entah bagai mana menempel di setengah tubuh Naruto muncul.
"Jaga markas Tobi juga bersamaku namun ia sedang di luar markas kemunkinan besar mengikuti Kisame" Itachi merasa kasihan dengan Kisame sekarang, ia pasti sedang di ganggu oleh Tobi.
Sebagai tanda terimakasih juga dengan obat pemberiannya, Itachi akan menyelamatkan Kisame dari Tobi kali ini.
Namun Itachi tiba-tiba saja teringat dengan sesuatu di perjalanannya keluar markas.
Model rambut laki-laki yang di tempeli oleh Zetsu hitam mirip dengan Tobi, hanya saja warna rambutnya berbeda, begitu juga dengan postur tubuhnya.
Itachi ada perasaan tidak enak dengan Tobi sekarang.
Hiruzen Sarutobi atau yang biasa di panggil Sandaime Hokage kini tengah duduk di ruangannya sambil membaca sebuah laporan dari salah satu anak buahnya yang ia tugaskan sebagai wasit sekaligus pembimbing dalam ujian tahap kedua Chunin tahun ini, Gecko Hayate.
Ia harus menahan tawa sekaligus senyum agar tidak membuat ANBU yang di tugaskan sebagai penjaganya bisa saja khawatir atau munkin mencurigainya, karena siapa yang tidak curiga di saat melihat orang yang sedang membaca laporan penting yang katanya sangat berbahaya tiba-tiba saja tertawa? Sandaime sudah sering di katakan terlalu tua, ia tidak mau di bilang karena umurnya ia sudah mulai menjadi gila.
Namun ia tidak bisa menahan diri membaca laporan tersebut tanpa tersenyum kecil, karena di laporan tersebut di tuliskan bahwa ada tanda-tanda sang rubah berekor sembilan muncul dari dalam tubuh Naruto, bukan chakranya saja melainkan wujudnya karena Hayate melihat mata Naruto berubah menjadi merah berberapa kali selama ujian berlangsung..
Hayate mengatakan bahwa semenjak pertarungannya dengan Dosu Kinuta, Naruto mulai bersikap cukup mencurigakan dan aneh, berkali-kali Hayate merasakan bahwa Naruto terlihat suka bicara sendiri, berberapa kali juga ia terlihat frustasi dan sering menjambak rambutnya sendiri.
Di laporan di katakan juga di saat pertarungan Sasuke melawan salah satu ninja dari Otogakure, Hayate melihat mata Naruto sering berubah menjadi warna merah dan bahkan bisa melihat ada gigi taring muncul, selain itu juga Naruto terlihat sedang menahan sesuatu di saat menonton pertarungan antara Hinata dan Neiji. Naruto memang tadinya kelihatan hanya sedang memberi Hinata semangat namun di saat Hinata terluka cukup parah hingga Hayate harus menghentikan pertarungan dengan Neiji sebagai pemenangnya; Naruto terlihat hampir melompat ke arah Neiji namun bukan itu saja, ekspresi yang Naruto perlihatkan sedikit aneh, namun untungnya ia di hentikan oleh anggota kelompoknya.
Dari isi laporan dari Hayate, Sandaime seperti mengerti bahwa Hayate meminta Sandaime untuk memberikan pengawasan lebih kepada Naruto, takut kalau itu adalah pertanda dari Kyuubi yang mencoba keluar dan memberontak.
Jadi jangan salahkan Sandaime yang ingin tertawa karena Sandaime tahu bahwa sang rubah berekor sembilan sudah seperti keluarga bagi Naruto, sang rubah tidak munkin melakukan hal-hal seperti itu jadi yang Sandaime tahu bahwa semua hal yang terjadi bukan di karenakan Kyuubi melainkan Naruto sendiri.
Sandaime kini merasa sedikit sedih mengingat pasti apa yang akan terjadi selanjutnya cukup membuat Naruto tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri maka dari itu sang rubah berekor sembilan mencoba menghentikannya, jangan salahkan Naruto karena sebenarnya ini adalah salahnya sendiri... ia akan pergi meninggalkan Naruto seusai ujian ini selama-lamanya.
Sandaime menghela nafas pendek sebelum meletakkan laporan yang tadi sedang ia baca di mejanya dan mengetuk mejanya lima kali, berberapa detik kemudian; seorang ANBU bertopeng rubah muncul dan memberi hormat kepadanya.
"Ada yang bisa saya bantu, tuan Hokage?" Sang ANBU menunduk dengan hormat dan menunggu dengan sabar Sandaime menjelaskan mengapa ia tiba-tiba saja di panggil.
Sandaime menatap sang ANBU sembentar, ia adalah ANBU yang berkerja secara langsung dengannya dan adalah bawahan dari Kakashi dulu, ia juga tahu bahwa ANBU yang ada di depannya ini memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Naruto, di masa depan Naruto tentunya.
Kalau bukan karena mereka dekat dulu, tidak munkin Naruto sering ia lihat mengikuti sang ANBU dan bahkan berberapa kali ia melihat Naruto menonton dari jauh sang ANBU sedang latihan, oh; dan juga di saat Naruto berkunjung ke tempatnya hanya untuk bertemu dengannya, Sandaime menyadari Naruto sering melirik ke arah tempat persembunyian sang ANBU.
Jadi tidak ada salahnya mengirim sang ANBU untuk sedikit menjaga Naruto bukan? lagi pula ujian tahap kedua akan berakhir sebentar lagi, jadi Naruto tidak akan keberatan bila ia sedikit di awasi oleh sang ANBU bukan? atau munkin ia malah akan merasa senang (munkin) bisa bertemu secara langsung dengan sang ANBU.
"Kau tahu siapa Uzumaki Naruto bukan?" Sandaime menaikkan sebelah alisnya di saat ia melihat sang ANBU tubuhnya menegang dan ia terlihat sedikit merasa sedikit bersalah, ada apa ini? Apakah sang ANBU tidak menyukai perhatian dari Naruto? Munkinkah ia menyadari Naruto suka mengikuti dirinya?
Sandaime diam saja, ia menunggu dengan sabar sang ANBU menjelaskan reaksinya di saat mendengar nama sang Jinchuriki dari rubah berekor sembilan yang sudah ia anggap sebagai cucu sendiri.
"Ya, tuan Hokage" Setelah diam sebentar barulah sang ANBU mau menjawab, Sandaime mendeteksi perasaan tidak enak dan ragu-ragu di nada bicara sang ANBU "Saya..."
Sandaime masih menunggu dengan sabar sang ANBU.
"Saya..." sang ANBU membuang mukanya dan jelas sekali tubuhnya sangat tegang, ada apa ini? Apakah ada sesuatu yang terjadi dengan sang ANBU dengan Naruto yang Sandaime tidak ketahui?
"Maafkan saya Sandaime, berberapa kali saya bertemu dengan sang jinchu—Naruto, ia sering menonton saya sedang latihan dan berberapa kali memberikan saya makanan sebagai bekal"
Hening.
"Oh..." Sandaime hampir lupa bahwa ia pernah membuat peraturan bahwa semua ANBU di larang untuk mendekati—terlebih lagi memperlihatkan diri mereka—kepada Naruto, mereka hanya di tugaskan untuk menjaga Naruto dari jauh.
Salah satu ANBU yang ia turunkan untuk menjadi penjaga Naruto adalah sang ANBU yang kini ada di depannya sekarang bersamaan dengan Kakashi, mereka berdua adalah sedikit dari ANBU yang benar-benar mengerjakan tugas mereka dengan baik, sisanya membenci Naruto dan sering tidak memperdulikan sang Jinchuriki. Sepertinya sang ANBU merasa malu dan bersalah karena sudah melanggar peraturan tersebut.
"Selama interaksi yang kau lakukan kepada Naruto bersifat baik maka tidak apa-apa, lagi pula Naruto sering bercerita kepadaku bahwa ia suka berada di dekatmu" Mendengar apa yang Sandaime katakan membuat sang ANBU terlihat tidak teralu kaku lagi dan Sandaime bersumpah ia bisa membayangkan sang ANBU tersenyum di balik topengnya.
"Aku punya tugas untukmu, selama ujian kedua ini, kau aku tugaskan untuk mengawasi Naruto" Sang ANBU tidak perlu di suruh dua kali dan ia langsung sudah pergi untuk menjalankan tugasnya dengan senang hati.
Sandaime tersenyum kecil melihatnya dan membalik tubuhnya untuk memandang pahatan wajah Hokage dari jendela di belakang kursinya 'Naruto mirip denganmu ya, ia bisa meluluhkan hati seseorang dengan mudah...'
Naruto tahu bahwa apa yang tengah ia lakukan sekarang akan membuat dirinya terlihat sangat mencurigakan namun ia tidak ada pilihan lain, berberapa kali ia tidak bisa menghentikan dirinya untuk melompat dan melakukan sesuatu yang tentu saja bisa membuat ia di curigai.
Seperti di saat pertarungan Hinata dengan Neiji, ia hampir melompat dan menghentikan Neiji untuk memberi tahu dirinya bahwa apa yang ia katakan sebelumnya adalah sebuah kesalah pahaman, ia rasanya ingin sekali berteriak dan bercerita kepada Neiji mengenai ayahnya (yang ia ketahui dari Neiji sendiri di masa depannya) dan ia rasanya ingin sekali cepat-cepat menasehati Neiji mengenai jalan hidupnya untuk mengubahnya menjadi orang yang lebih baik.
Namun berkali-kali juga Naruto di hentikan oleh Kurama dan di marahi bahwa apa yang ia lakukan bisa saja membuat kekacauan, dari mana Naruto bisa mengetahui hal-hal tersebut coba? Ia bisa-bisa membuat kekacauan karena informasi mengenai masalah dari keluarga Hyuuga tersebut adalah sebuah rahasia tingkat tinggi yang hanya di ketahui oleh anggota keluarga dari Hyuuga tersendiri, bahkan Neiji sendiri tidak tahu sekarang, bagai mana bisa Naruto menjelaskan dari mana ia bisa tahu mengenai masalah tersebut?
Kurama terkadang mengutuk perasaan naive dari penahannya dan sikapnya yang terlalu baik, ia selalu senang ikut campur masalah orang lain yang mengakibatkan dirinya menjadi magnet untuk masalah, ia harus mulai mengajari sang pemuda yang sekarang sudah berubah menjadi gadis mengenai sikapnya yang satu itu walau memang benar; berkat sikapnya yang satu itu, Naruto memiliki banyak teman.
Ngomong-ngomong Kurama juga mulai menyadari keanehan dari Naruto yang kelihatannya berkali-kali seperti berbicara sendiri atau tiba-tiba frustasi, ia tidak mengerti apa yang Naruto katakan dan ia tahu bahwa Naruto tidak berbicara dengan dirinya, Naruto berbicara dengan seseorang yang kemunkinan tidak bisa ia lihat namun siapa?
'Hantu Ashura dan Indra... mereka berdua tiba-tiba saja muncul dan mengaku bahwa mereka adalah pengawalku... entah apa yang mereka maksud sebagai pengawal...' Kurama hanya bisa menatap Naruto layaknya ia sudah hilang akal atau menjadi gila namun ekspresi Naruto berkata sebaliknya, ia berkata sejujurnya.
Namun Kurama tidak bisa berfikir terlalu lama mengenai informasi yang baru ia dapatkan dari Naruto karena ia menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikan dirinya—atau Naruto dan ia tahu bahwa Naruto juga menyadarinya, karena mereka berdua kenal betul siapa yang sedang memperhatikan mereka secara diam-diam.
Kurama bisa merasakan bahwa Naruto sedikit menegang sebelum tubuhnya kembali tenang dan sebuah senyum tipis terlukis di wajahnya, ia menggaruk pipinya dengan jarinya dan tersenyum canggung 'Sepertinya kita terlalu blak-blakan sehingga kakek tidak punya pilihan lain selain mengirim dirinya..."
Kurama tahu mengapa sang ANBU bertopeng rubah dikirim dan sekarang sedang memperhatikan Naruto secara diam-diam, mudah sekali mengerti di saat kau mengetahui kekuatan dari sang ANBU bertopeng rubah, jadi Kurama hanya mengerang pelan dan memutar bola matanya dengan bosan 'Ini semua salahmu Kit, kalau saja kau tidak mencoba melakukan hal bodoh seperti tadi; aku tidak akan secara terpaksa mengambil alih tubuhmu untuk menghentikan dirimu'
Naruto hanya tersenyum canggung dan melirik tempat sang ANBU bersembunyi sebelum melirik ke arah Kakashi yang ada di sampingnya yang sedang melirik ke arah tempat sang ANBU bersembunyi membuat Naruto tersenyum kecil dan mendekat ke arah Kakashi secara diam-diam.
Ingatan manis mengenai kedua orang yang begitu ia sayangi dan hormati muncul di kepalanya, kedua orang yang sama yang telah secara diam-diam membesarkan dirinya dulu, dua orang yang sama yang telah mengajarinya begitu banyak hal, dan dua orang yang telah berkali-kali menyelamatkan nyawanya.
'Klise' Naruto tidak memperdulikan ejekan dari Kurama, ia hanya membelai dengan pelan moncong Kurama dan tersenyum kecil.
"Pertarungan selanjutnya, Rock Lee melawan Sabaku no Gaara" Suara Hayate membangunkan Naruto dari lamunannya dan kini pandangannya mengarah ke arah Gaara yang menggunakan pasirnya untuk masuk ke dalam arena pertarungan.
Naruto berjalan mendekat ke arah jeruji yang memisahkan mereka dan menatap penuh arti Gaara, kedua tangannya menggenggam erat jeruji besi yang ada di depannya untuk menahan perasaan sedih, karena Naruto sudah bisa merasakan Shukaku yang mengendalikan kewarasan Gaara.
Gaara yang merasa dirinya di perhatikan menatap balik gadis berambut kuning yang berberapa hari ia temui, ia tak bisa menahan diri untuk menatap bingung sang gadis karena entah mengapa pandangan yang di berikan oleh sang gadis terlihat seperti... kesedihan? Pengertian? Entah apalah itu.
Dan Gaara bisa merasakan bahwa monster berekor yang di segel di dalam tubuhnya mulai bereaksi aneh, ia jadi tidak bisa diam dan ia bahkan menggumamkan hal-hal yang Gaara tidak mengerti, apa yang di maksud oleh sang monster rakun? Entah mengapa sang rakun terus menerus menyebut kalimat rubah; sang gadis memang mirip rubah dengan luka yang ada di pipinya namun seingatnya rubah hanyalah hewan biasa namun mengapa sang rakun menyebutnya dengan nada penuh amarah dan kebencian? Lalu mengapa sang gadis terus-menerus memberikan dirinya pandangannya aneh seperti itu?
Tunggu dulu.
Seingatnya warna mata sang gadis tersebut adalah biru cerah seperti langit, namun kenapa sekarang yang ia lihat malah berwarna merah seperti warna darah?
'Shuuuukaaaakuuuuu' Gaara seperti mendengar suara seorang laki-laki—tunggu dulu, suaranya tidak terdengar seperti laki-laki namun lebih terdengar seperti monster dan Gaara tahu bahwa itu bukanlah suara sang rakun.
'BERISIK! PERGI SANA KUDA SIALAN!' Tadi rubah, sekrang kuda, Gaara langsung memegang kepalanya yang mulai terasa sakit, begitu banyak suara yang tidak ia kenal tiba-tiba saja muncul.
"Pertarungan—" Gaara menutup matanya, mencoba memblokir segala suara-suara aneh yang terus-menerus muncul di kepalanya bersamaan dengan suara sang monster berekor yang ada di dalam tubuhnya sebelum ia membuka matanya kembali di saat ia merasakan kini tidak ada lagi suara yang mengganggunya dan kini ia menyadari bahwa sang wasit ujian akan memulai pertarungannya "—Di mulai!"
Tidak ada waktu untuk memikirkan suara siapa itu yang ada di kepalanya yang berkali-kali memanggil-manggil sang monster rakun, ia akan memikirkannya nanti setelah pertarungan dan yang terpenting setelah menjalankan misinya, ia harus mengalahkan musuhnya yang ada di depannya sekarang: seorang bocah beralis tebal, dengan potongan rambut mirip mangkuk, dan menggunakan spandex... memalukan.
Walaupun Gaara bisa menghilangkan suara-suara aneh yang ada di kepalanya, ia tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa dirinya masih di tatap oleh sang gadis berambut kuning yang bernama Naruto, namanya hampir membuatnya menaikkan sebelah alisnya kalau ia punya alis; siapa yang menamakan anaknya dengan nama kue ikan di hidangan mie?
'Oi kit, berhenti memperhatikan bocah itu terus-menerus, ia jadi grogi tuh' Kurama harus menahan tawa melihat Gaara terus menerus melirik ke arah Naruto di tengah-tengah pertarungannya dengan Lee, membuat Lee berkali-kali hampir saja melewati pertahanan pasir miliknya.
"Neh Naruto, anak berambut merah itu sama denganmu ya" Naruto melirik sesosok kasat mata yang berdiri di sampingnya sambil bersender dengannya sebelum pandangannya kembali tertuju ke arah Gaara, ia hanya mengangguk pelan sebagai jawabannya karena Kakashi ada di sebelahnya dan bisa saja mendengarnya kalau ia berbicara, hal terakhir yang ia mau adalah di kira gila oleh gurunya sendiri.
"Wadah dari Ichibi, ia kelihatan tidak stabil... segel miliknya berantakan sekali" Sang kakak melipat kedua tangannya dan menatap serius Gaara, matanya yang seharusnya berwarna hitam gelap kini sudah berubah menjadi merah karena menggunakan sharingan.
Naruto hanya tersenyum masam mendengarnya, ia tahu bahwa Gaara tidak seberuntung dirinya yang memiliki kedua orang tua yang sangat handal mengenai segel serta mendapatkan kasih sayang yang cukup dari kakeknya yang merupakan Hokage ketiga dan kedua ANBU yang di tugaskan untuk menjaganya, sedangkan Gaara tidak punya siapa-siapa, ia bahkan ingin di bunuh oleh ayahnya sendiri, terlebih monster berekor yang di segel di dalamnya adalah yang paling keras kepala dan haus akan darah—ya masih menangan Kurama sih kalau soal kekejaman dan haus akan darah namun setidaknya sekarang Kurama punya batasan dan ia sudah kapok makan manusia semenjak Kinkaku dan Ginkaku berhasil memakan dagingnya dan kabur.
"Waah, masalah besar" Ashura, sang adik bersiul pelan sambil menatap takjub Gaara yang berhasil menangkap kaki serta tangan Lee di dalam gumpalan pasirnya dan Ashura sudah tahu apa yang akan terjadi kepada Lee selanjutnya "Ia bisa kehilangan kaki dan tangannya selamanya"
Naruto menggigit bawah bibirnya dan menutup matanya, ia mencoba menahan perasaan yang sangat besar untuk melompat dan menyelamatkan Lee dan menghentikan Gaara, berkali-kali ia mengingatkan dirinya bahwa Lee nanti tidak akan kehilangan tangan dan kakinya karena nenek Tsunade akan menyembuhkan Lee nanti.
Indra, sang kakak, menyadari perasaan campur aduk dan reaksi Naruto sebelum ia membalik badannya dan menepuk pundak Naruto untuk menenangkan Naruto sedikit sebelum berbicara "Naruto, apakah kau ingat bahwa kami berdua pernah bilang bahwa kami di sini untuk menjadi pengawalmu?"
Naruto membuka matanya dan kini sudah berhadap-hadapan dengan sang anak tertua dari Hagoromo, matanya kini sudah kembali menjadi warna hitam kelam yang menatap langsung matanya yang berwarna biru cerah, Naruto hanya mengangguk pelan sebagai jawaban dari pertanyaan Indra.
"Kami di tugaskan untuk menjadi pengawalmu dalam artian bahwa kami di haruskan untuk menjagamu agar tidak terluka secara mental maupun fisik, di sini bisa di lihat bahwa mentalmu sedang tersakiti" Indra berbagi pandangan dengan Ashura sebelum mereka berdua mengangguk dan Indra kembali berbicara "Sekarang aku akan memperlihatkan kekuatan kami sebagai pengawalmu, namun tentu saja ada bayaran yang harus kamu bayar setiap kali kami melindungimu"
"Bayarannya tidak banyak kok, kami hanya meminta chakra milikmu dan tentu saja milik Kyuubi juga" Ashura ikut menjelaskan sebelum ia melirik ke arah tempat pertarungan Lee dengan Gaara kembali "Cepat ambil keputusan, kamu mau kami bantu atau tidak? Sang Jinchuriki sudah mau mengaktifkan pasirnya"
Naruto buru-buru mengangguk namun ia menyesali keputusannya karena hal terakhir yang ia tahu adalah tiba-tiba kakinya sudah seperti berubah menjadi jelly, nafasnya tersengal-sengal, dan keringat dingin langsung membasahi tubuhnya. Perasaan lelah langsung menyerangnya dan ia bahkan bisa merasakan bahwa setengah dari chakranya menghilang begitu saja, ini lebih parah dari di saat Nagato mengambil chakranya!
"Oops... maaf, yang keambil hanya chakramu..." Naruto mendengar Ashura berbicara, suaranya terdengar canggung dan kelihatan sekali ia merasa bersalah, ia menepuk pundak Naruto dan membelai kepalanya sebelum memberikan kode kepada kakaknya agar ia melakukan tugasnya "Pergilah kak, lakukan tugasmu"
"Naruto? Ada apa denganmu?" Sakura yang tadinya sedang duduk langsung merangkak mendekat ke arah Naruto dan menepuk punggungnya, ia membulatkan matanya di saat ia menyadari chakra milik Naruto yang setengah hilang secara tiba-tiba "Sensei!"
Sakura tidak pernah melihat Naruto selelah itu, seingatnya Naruto memiliki stamina di atas rata-rata dan selalu penuh dengan tenaga! Kenapa tiba-tiba ia terlihat sangat kelelahan seperti ini? Apa yang terjadi? Sakura langsung mencoba mencari penyebab dari Naruto yang kehilangan chakranya secara tiba-tiba, apakah di sini ada yang berbuat curang dan mencoba menyabotase Naruto agar ia kalah? Adakah ninja yang memiliki kekuatan untuk mencuri chakra? Begitu banyak kemunkinan buruk yang muncul di kepala Sakura yang mengakibatkan dirinya menjadi panik.
"Naruto?" Kakashi yang ada di sebelahnya juga menyadari keanehan dari Naruto dan juga menyadari Naruto yang tiba-tiba saja kehilangan setengah chakranya, ada apa ini! Naruto tepat ada di sampingnya! Kenapa ia tidak menyadari bahwa ada kemunkinan besar orang yang mencuri chakra milik Naruto? Ia langsung mencoba mencari penyebab dari hilangnya chakra Naruto dan tidak menemukan siapapun atau apapun yang bisa menjadi penyebab muridnya kini terduduk lemas.
"Aku...tidak...apa...apa" Naruto hanya bisa berbicara pelan-pelan sambil mencoba mengatur nafasnya, rasanya sulit sekali ingin berbicara, jangankan berbicara, bernafas saja ia merasa kesulitan.
'Oi! Oi! Kit! Bertahanlah! Ada apa ini!' Kurama langsung mengangkat tubuh Naruto dan mencoba memberikan chakra sedikit demi sedikit untuk mengembalikan lagi stamina dan kekuatan Naruto dengan cepat.
"Aku...tidak apa-apa" Naruto merasakan pelan-pelan chakranya mulai kembali lagi ke dalam tubuhnya dan pelan-pelan nafasnya teratur kembali, ia menegak ludah dengan susah payah sebelum pelan-pelan bangun dengan bantuan Sakura dan Kakashi.
"Dobe?" Sasuke tiba-tiba saja kini sudah ada di depannya dan juga ikut membantunya bangun "Ada apa ini?!"
"Sudah aku bilang, aku tidak apa-apa" Naruto menggeleng dengan cepat dan mencoba bangun sendiri, ia sudah merasa baikan namun ia memberikan tatapan tajam ke arah Ashura yang sedang memeluknya sambil meminta maaf "Hanya... tiba-tiba saja aku lelah..."
Naruto menyadari bahwa Indra kini sudah menghilang dari tempatnya dan kini tidak terlihat di manapun, tunggu dulu, kemana perginya sang kakak dari Ashura—
"Pemenangnya adalah Sabaku no Gaara!" Suara Hayate membangunkan Naruto dari lamunannya, ia langsung melepaskan diri dari Kakashi, Sakura, dan Sasuke untuk menatap tidak percaya arena pertandingan Lee melawan Gaara dan membulatkan matanya.
Di samping Gaara terlihat dengan jelas Indra yang melirik ke arahnya sebelum mengangguk, tunggu dulu! Seingatnya pertarungan Gaara melawan Lee harus di sudahi dengan paksa karena Gaara ingin tetap melawan Lee! Namun mengapa tidak ada yang menghentikan Gaara? Ada apa ini?
Naruto menatap tidak percaya ke arah Lee yang kini sedang di gendong oleh gurunya, Gai, ke ruangan kesehatan untuk di obati, Naruto bisa melihat bahwa tangan dan kaki Lee patah namun lukanya tidak separah yang ia ingat, karena seingatnya Gaara meremukkan tulang Lee sedangkan yang ia lihat hanyalah tangan dan kaki Lee patah saja, luka itu bisa sembuh bahkan tanpa bantuan nenek Tsunade!
"Dobe! Kau harus ke ruang kesehatan sekarang juga!" Naruto langsung di tarik secara paksa oleh Sasuke untuk di bawa ke ruang kesehatan untuk di periksa yang di ikuti oleh Sakura.
"Tidak ada keanehan, hanya kelelahan dan kekurangan chakra, itu saja" Kata sang suster penjaga dengan cuek, ia menulis laporannya di dalam papan berisi data yang ia bawa sebelum pergi meninggalkan ruangan tempat Naruto di periksa "Kalau sudah selesai silakan keluar"
Sakura mengerutkan keningnya melihat kelakuan sang suster dan bagai mana sang suster melayani Naruto sebelum mengatakan bahwa ia akan pergi untuk mencari makanan untuk Naruto dan memberi tahukan keadaannya kepada Kakashi yang menunggu di luar.
Sedangkan Sasuke hanya menatap tajam sang suster dan mendecak kesal sebelum membalik tubuhnya untuk berhadap-hadapan dengan sahabat sekaligus teman satu kelompoknya "Kau terlalu memaksakan diri Dobe"
"Sudah di bilang, aku baik-baik saja" Naruto menghela nafas pendek dan cemberut sebelum membuang mukanya, ia sudah mengatakan kepada teman-temannya bahwa ia baik-baik saja namun mereka semua keras kepala sekali, membuat dirinya menjadi serasa di anggap anak yang lemah dan tidak bisa menjaga diri.
"Kau istirahat dulu di sini dan jangan pergi kemana-mana" Sasuke menggeleng dengan pelan melihat betapa keras kepalanya Naruto, ia tahu bahwa temannya yang satu ini tidak akan pernah bisa diam walaupun sudah di suruh berkali-kali.
"Memangnya kau siapa Teme! Jangan suruh-suruh aku" Naruto menjulurkan lidahnya kepada Sasuke sebelum melipat kedua tangannya di depan dadanya, membuat Sasuke menyeringai melihatnya.
"Heh, kekanak-kanakan" Sasuke hanya memberikan tatapan meremehkan sebelum berjalan meninggalkan Naruto di ruangannya untuk istirahat, namun tentu saja sebelum ia pergi, ia memberikan tatapan super dingin kepada suster yang terlihat tidak menyukai mendengar Naruto akan tinggal di ruangan itu lebih lama, membuat sang suster jadi grogi dan pura-pura sibuk sendiri.
"Apa katamu? Kembali kau ke sini Teme!" Naruto mendesis keras dan menatap tajam Sasuke yang tidak menghiraukan dirinya, membuat dirinya semakin marah dan Sasuke semakin senang entah mengapa.
"Maafkan aku Naru! Ini baru pertama kalinya aku menggunakan kekuatan baruku..." Naruto tiba-tiba saja di serang dengan pelukan oleh Ashura yang membuatnya nyaris terjungkal, serius! Ashura sangat mirip dengannya namun ia masih bingung, kenapa ia senang sekali menginfasi zona nyamannya? Ia jadi risih karena terlalu sering di peluk...oh tidak! Ia tidak akan mengaku bahwa wajahnya memerah setiap di peluk oleh Ashura! Tidak! Ia tidak malu sama sekali!
"Ceroboh sekali..." Indra menggeleng dengan pelan sebelum menjitak kepala Ashura "Kau bisa saja tidak sengaja mengambil terlalu banyak"
"Kau tidak perlu menjitakku kak..." Ashura mengelus-elus bagian kepalanya yang di jitak oleh Indra sebelum ia menghela nafas pendek dan melepaskan pelukannya dari Naruto "Tapi aku benar minta maaf Naru..."
"Oke, sekarang jelaskan kepadaku, apa yang kau lakukan tadi" Naruto berbisik dengan pelan sambil melirik tempat persembunian sang ANBU bertopeng rubah, ia tahu bahwa sang ANBU masih mengikuti dan mengawasi dirinya dan ada suster yang sedang berada di ruangan yang sama denganya jadi ia tidak boleh kelihatan seperti ia sedang berbicara sendiri.
"Seperti yang aku bilang sebelumnya, kami membutuhkan chakra milikmu demi melindungimu, bisa di bilang sebagai bayaran" Ashura duduk di samping Naruto dan menggaruk pipinya dengan jarinya sambil tersenyum canggung "Namun aku mengambilnya terlalu banyak, lebih banyak dari seharusnya karena aku masih belum mahir menggunakan kekuatan baruku ini; kekuatan yang aku maksud adalah mengambil chakramu sebagai bayaran agar kami bisa menggunakan kekuatan kami dulu di saat kami masih hidup"
"Sebenarnya hanya di butuhkan seperempat chakramu untuk diriku menggunakan sharingan serta mengaktifkan mangekyo sharingan milikku untuk mengendalikan sang Jinchuriki dari Ichibi agar tidak melukai dengan parah musuhnya. Memang terdengar sangat banyak namun itu bayaran yang cukup mengingat seberapa kuat sharingan milikku" Indra memilih untuk berdiri dan menyenderkan tubuhnya di dinding sambil menatap serius Naruto "Semakin besar kekuatan yang kami gunakan maka semakin besar pula bayaran chakra yang harus kau berikan"
"Ini adalah hadiah dari ayah kami serta kami-sama kepadamu" Ashura membelai kepala Naruto dan tersenyum lebar "Kau yang telah berkorban banyak demi dunia ini"
Naruto terdiam sebelum pelan-pelan sebuah senyuman mulai mengembang di wajahnya.
''Kit, jelaskan kepadaku sekarang juga! Sebelum aku kehabisan kesabaranku dan menghancurkan tempat ini!" Aah, Naruto hampir lupa menjelaskan kepada partnernya mengenai apa yang terjadi, karena Kurama tidak bisa melihat dan mendengar Indra maupun Ashura.
To Be Continue
Omake
Lets find out, Naruto's Ideal Boyfriend! (Sasuke, Sakura, and Kakashi Style!)
"Baiklah, bagai mana kalau kalian latihan dengan cara mencoba mengikuti Naruto tanpa ketahuan dan mendapatkan informasi mengenai Naruto?" Kakashi tersenyum kecil melihat Sakura dan Sasuke menatap penuh curiga dirinya.
"Jadi ini alasan mengapa kau mengatakan bahwa Naruto membutuhkan istirahat lebih dan tidak apa-apa tidak ikut latihan kali ini" Sakura melipat kedua tangannya di depan dadanya, sebenarnya ia sudah curiga di saat mendengar penjelasan Kakashi bahwa mereka akan melakukan latihan special.
"ya, karena ini adalah latihan special, apakah kalian tahu? Bahwa Naruto berhasil masuk ke dalam markas utama ANBU tak terdeteksi dan berhasil mengebom ruang utama ANBU dengan bom cat pada umurnya yang masih 6 tahun?" Kakashi harus menahan tawa melihat ekspresi Sasuke dan Sakura yang mendengarnya "Ya, semua itu ia lakukan di umurnya yang sangat belia, bahkan kalian seharusnya tahu bahwa ia berhasil mengecat pahatan wajah Hokage dulu, semua keisengan yang Naruto lakukan sebenarnya tingkat atas loh"
Kakashi menyeringai di balik maskernya di saat ia melihat ekspresi tidak mau kalah dari Sasuke dan Sakura, jelas sekali mereka berdua merasa telah di kalahkan oleh Naruto bahkan di saat Naruto masih berumur 6 tahun.
Bermula dari kejadian yang di ceritkan di atas, kini Sasuke dan Sakura mencoba mendapatkan informasi mengenai teman satu kelompoknya yang berambut kuning, selama satu hari penuh dari pagi hingga malam lalu memberikan informasi yang mereka dapatkan keesokan harinya kepada Kakashi.
"Oh ya ampun! Yang benar saja!" Naruto yang di informasikan keesokan harinya menatap tidak percaya Sasuke dan Sakura, ia kira mereka berdua hanya bercanda dan penasaran terhadap dirinya kemarin dan mencoba mengikutinya, bukan mencoba meraup informasi!
Naruto hanya bisa mendumal pelan dan cemberut di saat Kurama menasehatinya mengenai terlalu percaya terhadap seseorang dan gampang menurunkan pertahannya.
"Sudahlah Naruto, bukannya ini adil? Biarkan mereka latihan, kau sudah mahir soal mengendap-endap dan memasuki tempat tanpa terdeteksi bukan? aku masih ingat loh waktu itu kau mengebom markas ANBU" Kakashi tersenyum kecil dan menepuk kepala Naruto dengan pelan dan mengacak-acak rambutnya.
"Itukan karena aku ingin memberikan hadiah sebagai tanda terimakasih kepada kak Inu dan kak Kitsune! Namun keduanya tidak ada jadi aku merasa kesal dan memutuskan untuk mengebom tempat tersebut" Naruto cemberut dan melipat kedua tangannya di depan dadanya, apa yang ia katakan adalah kebenaran kok; ia hanya ingin membalas kebaikan kedua ANBU penjaganya yang benar-benar melakukan tugas mereka dan bahkan memberikannya hadiah secara diam-diam!
Tidak ada yang menyadari mata Kakashi yang menatap penuh kasih sayang bercampur penyesalan ke arah Naruto dan ia membelai kepala Naruto.
"Oke, jadi langsung saja ke hasil pengamatan kami" Sakura mengeluarkan sebuah buku yang sedikit mencurigakan, tunggu sebentar; sepertinya Naruto pernah melihat buku itu di suatu tenmpat namun di mana?
"Ahem, menurut hasil pengamatanku Laki-laki idaman Naruto adalah—"
"TUNGGU SEBENTAR!" Naruto langsung menatap horor dan memotong omongan Sakura, ia menunjuk dengan tajam buku yang Sakura pegang "ITU BUKU PUNYA KONOHAMARU! DAN KENAPA KAU MALAH MENCARI INFORMASI SEPERTI ITU!"
Sakura hanya mengangkat bahunya dengan cuek, ia tidak terlalu memperdulikan apa yang Naruto katakan selama informasi yang ia dapatkan memang yang Kakashi mau, lagi punya Kakashi tidak memberi tahu informasi seperti apa yang mereka harus dapatkan; maka Sakura memilih untuk membahas informasi yang sama dengan Konohamaru namun lebih mendalam,
"Kembali lagi ke informasi yang aku dapatkan, Naruto menyukai laki-laki yang terlihat menyenangkan dan baik hati, jadi aku kurang setuju dengan Konohamaru mengenai laki-laki yang cocok adalah yang seperti Nidaime-sama, aku pikir ia terlalu serius dan Naruto akan menjadi sedikit kesulitan untuk berbaur dengannya" Sakura mulai kembali membaca laporannya tanpa memperdulikan permintaan Naruto untuk berhenti dan tidak menyadari tatapan yang sulit di mengerti dari Sasuke "Aku menemukannya dari melihat Naruto terlihat begitu senang berbicara dengan seorang penjual sayuran yang baik hati dan terlihat sangat santai, aku juga melihat Naruto mengobrol dengan ANBU bertopeng rubah dan aku bisa melihat ANBU tersebut mengeluarkan aura menyenangkan"
Tidak ada yang menyadari bahwa Kakashi sedang menahan tawanya.
Lagi-lagi Naruto merasakan perasaan yang sama di saat Konohamaru dan teman-temannya melakukan hal yang sama terhadapnya, yang benar saja! ia benar-benar terlihat mulai tertarik dengan laki-laki yang mirip dengan ayahnya!
Ibunya yang ada di alam baka mengangguk-angguk setuju dan melompat kegirangan melihat reaksi Naruto sedangkan Minato hanya bisa menangis terharu dan memeluk erat istrinya.
"Jadi untuk menggantikan Nidaime-sama, aku lebih memilih laki-laki yang cocok untuk Naruto adalah—" Sakura memberi jeda sesaat sebelum mengeluarkan sebuah foto yang membuat Sasuke menganga lebar, Kakashi terjungkal ke belakang dan Naruto membenamkan wajahnya di kedua tangannya "—Shisui Uchiha!"
Kakashi pusing, dari mana Sakura bisa mendapatkan foto laki-laki Uchiha tersebut?
Sasuke untuk pertama kalinya mulai merasakan perasaan tidak suka dengan sahabat kakaknya.
Naruto menjerit dalam hati.
Kurama tertawa dengan keras.
Shisui yang sudah di alam baka bersin-bersin (?).
"Ne ne, bukannya kalau menurut deskripsi yang sang gadis berambut pink itu katakan, bukannya itu cocok denganku ya? Senangnya!" Hantu dari Asura memutuskan untuk muncul detik itu juga dan kini sedang memeluk Naruto.
Naruto jadi kepiting rebus.
"AKU MASIH NORMAL! JIWAKU MASIH LAKI-LAKI!" Naruto berteriak dengan keras namun sepertinya tidak ada yang mendengarkan dirinya sama sekali 'Kami-sama! Tolong bebaskan aku dari siksaan ini!'
"Dari mana kau mendapatkan foto itu, Sakura" Sasuke menatap penuh curiga ke arah teman satu kelompoknya yang berambut pink, Kakashi juga terlihat penasaran dan menunggu jawaban dari Sakura.
"Aku minta kepada orangnya sendiri, kak Shisui pernah menyelamatkanku di saat aku terjatuh ke sungai dan lalu aku minta fotonya" jawab Sakura dengan polos dan memberikan foto tersebut kepada Sasuke "Kau mau? Aku ada copynya di rumah"
'Ya ampun! Kak Shisui! Yang benar saja! kau baru saja memberikan seorang penguntit fotomu!' Sasuke menepuk jidatnya dan memijat keningnya yang entah mengapa terasa sangat sakit, ia melirik tidak suka foto Shisui yang di berikan oleh Sakura namun tetap menerimanya.
'Anak muridku berbakat namun dengan alasan yang tidak benar...' sebuah bulir keringat mengalir di sebelah kening Kakashi dan ia menghela nafas dengan lelah.
'Selamat berjuang Sasuke-kun, aku sudah memberi hint kepada Naruto' Sakura tersenyum sedih melihat Sasuke sedang menatap tidak suka foto yang ia berikan dan menatap langit biru yang memperlihatkan burung gagak yang numpang lewat.
Jauh di sebuah gua yang pengap dan gelap, seorang laki-laki berambut biru gelap dan berkulit biru menatap bingung partnernya "Kenapa kau Itachi-san..."
"Adikku jadi ada keinginan membunuh sahabatku" Jawab Itachi singkat padat dan tidak jelas, membuat partnernya yang bernama Kisame menatap layaknya dirinya sudah gila.
Hantu dari Indra yang akhirnya muncul untuk menjemput adiknya menghela nafas lelah melihat kelakuan adiknya dan mulai merasa iba terhadap Naruto "Lepaskan pelukanmu Asura, Naruto sudah mau meledak itu"
Kurama kini sedang tertawa sambil menghentak-hentakan ekornya dan memukul-mukul tanah saking ia merasa apa yang sedang ia dengar adalah lelucon terlucu yang pernah ia dengar.
Naruto memutuskan untuk mandi kembang tujuh rupa nanti untuk mencoba membersihkan segala ketidak beruntungan yang ia dapati, moga-moga saja berhasil dan ia tidak akan terjebak di dalam situasi tidak jelas seperti ini lagi.
!Review Reply!
Dobe Amaa-chan: Melihat pairing yang akan mendapat ending dan Author yang tidak nyaman menulis Yaoi, kemunkinan seratus persen iya, Naruto akan terus menjadi perempuan
Uzumaki Prince Dobe-Nii: Sepertinya anda salah nulis ya? Apakah yang di maksud Ashura memiliki perasaan ke Naruto? Karena setahu saya Indra dan Ashura adalah kakak beradik jadi interaksi mereka akan tetap layaknya kakak beradik dengan kakak yang serius dan pintar dan adik yang happy go lucky
ranraihan03: Pertanyaan yang bagus, kenapa harus di buang ya? Padalhal bisa di jadikan bahan ancaman atau bahkan di jual ulang, namun sepertinya harga diri Indra jauh lebih penting dari pada kedua hal tersebut bagi Naruto, bisa di bilang insting seorang adik secara tidak langsung?
primara: Mandi bareng sebenarnya tidak apa-apa ya kan? Mereka berduakan satu jiwa—ADUH *Author di jitak oleh Indra*
Silent Reader-san: Sebenarnya semua cerita gender bend yang saya buat adalah pelampiasan amarah dan rasa kurang suka Author terhadap cerita-cerita gender bend yang biasanya; maksud dari biasa adalah tanpa adanya logika. Bayangkan diri anda adalah remaja laki-laki sehat yang normal dalam masa puber tiba-tiba saja berubah menjadi perempuan, berapa persen kemunkinan anda bisa mendadak jadi wanita sempurna dan pintar hanya dalam waktu lima menit? Atau munkin satu hari? Tanpa adanya logika tentu saja semua hal tersebut selalu terjadi dan itu membuat saya menjadi sedikit frustasi. Berubah kelamin bukan berarti merubah seluruh sifat dan kepintaran tanpa sebab! Maka dari itu saya berusaha sebisa saya mencoba menulis cerita dengan logika berserta research macam-macam karena saya tidak mau menjadi orang yang hipokrit—lalu kenapa saya malah jadi curhat.
Mengenai hal tendang-menendang bokong sepertinya saya harus bertapa di gua sebentar karena saya sendiri masih bingung dengan apa yang akan saya lakukan kepada sang pedofil satu itu. Boneka Pakkun (Ninken punya Kakashi), terinspirasi dari salah satu episode Naruto di mana memperlihatkan dulu Ashura dan Indra punya anjing jenis shiba inu sebagai peliharaan. Biarkan lah rubah transgender itu membebaskan diri, nanti ia akan di—ADUH! JANGAN TARIK-TARIK AKU! HEI HEI! STOP! *Author di geret dan di buang ke kubangan lumpur oleh Naruto*
Lussy922: Setelah membaca chapter ini semoga pertanyaan anda bisa sedikit terjawab
Fumetsu Vara: Akhirnya sang ANBU bertopeng rubah muncul secara langsung, sudah bisa menebak?
Hatake Mimiru: Ashura sifatnya dari yang Author tangkap mirip Naruto dan Hashirama—atau munkin keduanya yang sifatnya mirip Ashura... jadi begitulah...
uchiha sabai: pada saat yang bersamaan, karena hanya Sasuke yang berhasil hampir membunuh Naruto berkali-kali, membuat Naruto di hajar hingga babak belur oleh Karui, hampir kehilangan kakak angkatnya yang mengajari dirinya bagai mana mengendalikan Kurama, berkali-kali hampir kehilangan kendalinya terhadap Kurama yang bisa saja mengakibatkan naruto mati dan tidak sengaja melepaskan Kurama, tidak pernah memikirkan bagai mana perasaan Naruto yang menganggapnya sebagai teman dekatnya serta tidak tahu terimakasih. Maka dari itu saya mohon hapus kata 'harus' karena banyak orang-orang yang memiliki pair lain yang mereka sukai, tenang saja, Sasuke juga akan mendapat ending tersendiri kok.
retvianputri12: Silakan cek private message anda dan terimakasih sudah mau menunggu dengan sabar chapter selanjutnya.
naginagi: Mari kita berdoa untuk kewarasan dan kesabaran milik Naruto... agar ia masih bisa tahan dan hidup dengan damai...
AkarisaRuru: Siapa yang tidak suka Naruto? Semua suka Naruto kok, hahaha.
riobethethe dan Thanatos: Nanti Sasuke punya ending sendiri, kebagian juga kok.
Madara's Queen: Peran sebagai pengawal Naru munkin saja penting loh, karena mereka akan selalu berada di sisi Naru. Yah akan saya usahakan untuk omake karena saya juga butuh ide untuk membuatnya. Senang mendengar saya bisa mengurangi keenatan anda.
Ayaaammm: Ada kok, bertebaran di mana-mana kok hintnya.
Yak sekian untuk chapter ini, sekali lagi saya umumkan bahwa chapter To The Past yang lama sudah di post di blog milik saya: Neko's Playground (atau silakan cek Biodata saya)
Review Please
