"Orangtua mereka hanya salah menafsirkan kedekatan Jimin dan Taehyung selama ini. Tidak masalah, sebenarnya, tapi bagaimana jika berakhir perjodohan diantara keduanya? MASA SEME MAKAN SEME?! Bts Bangtan Boys VMIN MINV VKOOK MINKOOK"

author : MY Yeon

"MISUNDERSTAND"

Seme!TaeJimYoonNamChan

Uke!Jungkook

Gs!BaekJin

=hanya sebuah pembuktian apakah cinta bisa berawal dari kesalahpahaman=

MY Yeon hanya memiliki ceritanya, tak bisa memiliki mereka meski banyak mengharap sekalipun

WARNING! AWAS KECEWA!

Happy Reading ^^^

888


Jimin menggosok wajahnya dengan ekstra tenaga. Taehyung yang berdiri di belakangnya hanya mengangkat sebelah alis, tak habis pikir mengapa Jimin mencuci wajahnya sebanyak itu. Lima kali cuci bilas. Dan bukannya makin tampan, wajah Jimin justru mengerikan karena jadi memerah begitu.

"Hei, sudahlah, kau bisa menghabiskan facial washmu yang katanya mahal itu hanya dalam satu waktu."

Padahal alasan sebenarnya sih, Taehyung takut tidak kebagian sabun cuci muka. Nanti bisa-bisa Taehyung tidak tampan lagi bagaimana?

"Peduli setan. Dan setannya itu kau."

"Yah!"

Jimin membasuh wajahnya lalu menepuk-nepuknya dengan handuk. Setelah itu ia mencium aroma di handuknya. Leganya, hanya ada wangi facial wash di sana. "Kau tidak tahu betapa menjijikannya celanamu yang basah sperma itu menempel wajahku. Jadi jangan berteriak atau aku akan melakukan hal yang sama."

Taehyung memicing. "Aku kan tidak sengaja, kenapa kedengarannya kau jadi dendam padaku begitu?"

"Lupakan. Sana mandi. Kita harus bergegas pulang."

"Jim."

"Apa?" Jimin yang telah berada di luar kamar mandi kembali menyembulkan wajahnya ke dalam.

"Untuk menghemat waktu, bagaimana jika kita mandi bersama?"

Jimin memasang wajah datar. "Cukup dalam mimpimu saja Tae, terima kasih."

Setelahnya, pintu kamar mandi tertutup dengan tidak berperikepintuan. Jimin yang melakukannya, sebelum Taehyung mulai bernegosiasi mengenai mandi bersama.

Jimin bergidik di luar sana. Tidak masalah jika mandi bersama sebenarnya, tapi Taehyung adalah tipe orang yang akan membandingkan apapun miliknya dengan milik orang lain. Sudah cukup Taehyung menertawakan jari-jarinya yang memang mungil. Jimin tidak mau jika Taehyung menertawakan jari tambahannya di bawah sana. Meski Jimin yakin seratus persen jika panjang dan besarnya tidak mengecewakan, tapi tetap saja ada kemungkinan jika milik Taehyung lebih panjang. Lihat saja jari tangannya.

Hei, kenapa Jimin jadi membayangkan seberapa panjang jari tambahan Taehyung?

Sementara Taehyung di dalam sana panik luar biasa. Kenapa Jimin bicara mengenai mimpi? Apa dia tahu jika Taehyung bermimpi memasukinya? Atau yang terjadi semalam bukanlah mimpi?

Hei, jangan membuat Taehyung bingung di pagi hari begini. Yang semalam itu mimpi kok, iyalah, kalau nyata, Taehyung pasti melepaskan cairannya di dalam Jimin kan? Bukan di celananya begini? Oke fix. Yang semalam itu mimpi.

Taehyung mengangguk-angguk tidak jelas sembari mulai membuka kausnya dan memperhatikan perutnya. Di sana memang ada gelombang-gelombang, walau tidak sekeren ombak yang ada di perut Jimin. Dalam hati ia berjanji akan memperbaiki kualitas otot di tubuhnya, agar setidaknya kedua orangtua Jimin tidak salah paham menganggap Taehyung uke manis. Dan ia tidak perlu menikah dengan Jimin. Masalah selesai.

Taehyung hanya tidak mengingat jika orangtua Taehyung justru menganggap Jiminlah penyandang gelar uke di antara keduanya.

Kesimpulannya, apapun yang mereka berdua lakukan untuk memperbaiki kualitas kesemean mereka, semuanya hanya akan berakhir sia-sia karena mereka akan tetap dinikahkan.

.

.

.

Baekhyun mondar-mandir di ruang tamu sembari menggigiti kukunya. Sudah dua jam berlalu semenjak Namjoon mengabarinya bahwa ia telah bertemu dengan Taehyung beserta Jimin dan menyuruh mereka pulang. Namun nyatanya anak dan calon menantunya belum juga menampakkan batang hidung mereka. Baekhyun juga berulangkali mengintip rumah keluarga Park yang berada di depan rumahnya, siapa tahu mereka pulang ke sana terlebih dahulu. Tapi nyatanya tidak ada tanda-tanda pagar terbuka.

Alhasil, ketimbang gelisah begini, Baekhyun berinisiatif menelpon anak tampan kesayangannya. Sempat menepuk dahinya sekali dan bergumam 'bodoh, kenapa tidak terpikir semenjak tadi'.

Tuut

Tuut

Tuut

Cklek

"Halo, ada apa ibu menelpon?"

Baekhyun berbalik, mendapati Taehyung telah berdiri di depannya dengan cengiran tanpa dosa. "Bodoh matikan. Pulsa ponsel canggih ibu harganya mahal, tahu."

Semahal apapun, tetap saja ayah yang membelinya, bukan ibu, batin Taehyung menggerutu. Ia berniat segera mengisi perutnya yang keroncongan sebelum kemudian telinganya tertangkap oleh jemari ibunya.

"Yaaaakk adudduduh sakiiiit bu. Lepaaaaas."

"Kenapa tidak sekalian tidak usah pulang saja hm? Anak nakal."

"adududuhh maafkan Taehyungiiiii eommmaaaa."

"Eww aegyomu menjijikan." Baekhyun akhirnya melepaskan telinga Taehyung yang sudah memerah. Bukan karena kasihan, hanya saja mendadak perutnya mual. Ini bukan karena hamil, tapi karena melihat aegyo gagal Taehyung yang menurutnya sebelas dua belas dengan aegyo Namjoon ayahnya. Entah, padahal wajah Taehyung sembilan puluh sembilan persen mirip dengannya, hanya satu persennya yang mirip Namjoon. Tapi mungkin saja satu persen itu membiakkan parasit yang memakan sembilan puluh sembilan persen gen normal yang diturunkan olehnya. Jadi wajar saja tingkahnya alien begitu.

Tapi tidak masalah. Meski bak alien, tak dapat dipungkiri jika Taehyung itu tampan sekali. Yang terpenting, bisa menggaet lelaki manis macam Jimin, hihi.

Omong-omong soal Jimin,

"Harusnya kau tidak usah pulang hari ini, minimal pulang besok jadi kau akan segera menikah dengan Jimin." raut wajah Baekhyun terlihat sedih, sedangkan Taehyung menatapnya horor.

"Ibu sungguhan ingin menikahkan aku dengan Jiminie?"

"Tentu saja! Memangnya ibu terlihat bercanda?"

Jika tidak mengingat status seme yang perlu ia pertegas di dirinya, Taehyung mungkin sudah menangis sekencang-kencangnya dan berlutut memohon sembari menarik-narik rok mini yang dikenakan Baekhyun, sungguh.

.

.

.

Jimin baru saja selesai menuntun motornya masuk pagar ketika gonggongan Holly yang khas terdengar dari arah jalanan. Merasa aneh karena setahunya Holly adalah anjing pemalas yang lebih senang meringkuk di alas empuk dan memejamkan mata ketimbang jalan-jalan.

Maka Jimin melangkah kembali keluar, hanya demi memastikan apakah itu benar Holly atau bukan. Dan tebakannya memang tidak salah.

"Jungkook-ssi?"

"Oh halo Jimin sunbae." Jungkook membungkuk sopan. Di sebelahnya Holly menggonggong sembari menjulurkan lidahnya. Sejujurnya Jimin jadi merasa Holly tengah mengejeknya karena tidak berani mendekati Jungkook secara terang-terangan sementara Holly bahkan bisa berdampingan dengan Jungkooknya. Kan Jimin galau.

"Err kenapa Holly bersamamu?"

"Oh? Dia melihatku saat aku ingin lari pagi dan menggonggong keras sekali. Karena tidak tega jadi aku mengajaknya ikut serta. Maaf tadi aku sempat masuk ke rumah sunbae tanpa ijin." Jungkook mengusap kepalanya canggung sembari meringis memperlihatkan gigi kelincinya yang aduhai manis. Jimin mati-matian menahan liurnya. Tidak ingin terlihat semesum Holly yang kadar liurnya selalu bertambah jika dekat-dekat orang manis.

Ini kenapa Jimin jadi membanding-bandingkan dirinya dengan Holly yang notabene adalah seekor anjing sih? Holly shit. Sepertinya otak Jimin mulai bengkok. Atau memang ini semua karena Jungkook yang bahkan mampu membuatnya menyimpang dari yang seharusnya penyuka dada besar menjadi penyuka dada rata kelamin sama.

"-jadi apa sunbae tidak keberatan?"

"A-apa?" sial. Kenapa Jimin mendadak budek begini?

"Anu.." pipi Jungkook memerah.

"Anu?"

"Anu sunbae.."

"Hah? Anu ku?" Jimin reflek melirik ke arah celananya. Aman kok, sudah ia resleting dan tidak ada tanda-tanda ketegangan di sana. Lalu apa maksudnya anu?

"Anu.. Sunbae.. Apa sunbae tidak keberatan jika aku mengajak Holly sarapan di rumahku? Aku punya banyak daging, sayang sekali jika harus basi dan berakhir terbuang."

Serius, jika diperbolehkan, rasanya Jimin ingin sekali makan sate Holly detik ini juga. Oh betapa hatinya hancur berkeping-keping melihat dirinya dihianati oleh anjing.

"Oh, yah. Tentu saja aku tidak keberatan." Jimin sebisa mungkin menunjukkan senyum manis walaupun pura-pura.

"Terima kasih sunbae." Jungkook membungkuk sopan. "Nah ayo, Holly. Aku akan memberimu banyak steak daging buatanku." Jungkook memasuki pagar rumahnya dan Holly membuntutinya dengan riang sembari menggonggong.

Guk

Guk

Gukkk

Dasar anjing.

Kan, Jimin mengumpat jadinya.

.

.
.

Jimin melangkah lemas memasuki rumahnya. Baru saja ia menutup pintu, kepalanya telah disambut penggorengan yang untungnya masih baru. Tapi tetap saja,

"Aww!"

kan sakit.

"Dasar genit. Kau itu akan segera menikah, jaga sikapmu."

"Hyuuung."

"Dan jangan sekali-kali berpikir menjadikan Holly sate."

"Aduhh. Kenapa memukulku lagi?"

"Itu salam dariku."

"Yahh hyuuuung."

"Berhenti merengek. Kau seperti perempuan."

"Hyung!"

"Apa?"

"Bantu aku menikah dengan Jungkook dan bukan dengan Taehyung."

"Kepalamu."

"Aduhh hyung!"

Oh, sepertinya kepala Jimin makin berat karena tiga benjolan baru saja tumbuh di sana.

.

.

.

.

Big Thanks To :

ParkceyePark/ Elixir Edlar/ SwaggxrBang/ Mara997/ tobikkoARMY/ Park RinHyun-Uchiha/ MingyuAin/ Arvhy/ CuteTaetae/ Baby Shin Chimchim/ vanillatae/ ORUL2/ taegurl/ Kanghana/ tity/ MinV/ yohanasoherti98/ lilcyriel/ Park Byun Soo/ Guest/ ara'seo/ VKookKookV/ SIDERS/ [mohon maaf jika ada yang terlewat]

Gaje tidak sih? Ha

Hahaha

Ga ngerti kenapa selera humorku receh sekali

Berasa banyak jangkrik bertebaran di sekitarku serius

Yang ga baca noteku, hayo, jadi ga ngerti kalo chap kemaren cuma mimpi kan wkwksk

Aku memang lemah dalam membuat narasi, wajar jika kalian tidak begitu paham maksudku, eheheh

Padahal yang kemaren sengaja ku buat aneh lho, pertama; masa wajah gantian Jungkook sama Jimin? (abaikan pengecoh soal zat aneh makanan) Kedua; apa pisau buah bisa motong rantai besi dengan begitu mudah? Ketiga; borgolnya belum dibuka lho, harusnya pergerakan Taehyung terhambat.

Gimana sekarang? Nah aneh kan ahaha karena semuanya hanya mimpi, dan mimpi biasanya memang aneh.

Seaneh mimpiku dicium Yoongi hyung atau dipeluk Jimin; bhak. Padahal kan aku ngarepnya nyata ya *ditendang.