"Orangtua mereka hanya salah menafsirkan kedekatan Jimin dan Taehyung selama ini. Tidak masalah, sebenarnya, tapi bagaimana jika berakhir perjodohan diantara keduanya? MASA SEME MAKAN SEME?! Bts Bangtan Boys VMIN MINV VKOOK MINKOOK"
author : MY Yeon
"MISUNDERSTAND"
=hanya sebuah pembuktian apakah cinta bisa berawal dari kesalahpahaman=
MY Yeon hanya memiliki ceritanya, tak bisa memiliki mereka meski banyak mengharap sekalipun
Happy Reading ^^^
888
Taehyung beserta Jimin uring-uringan semenjak upacara pernikahan sekaligus resepsi selesai dilangsungkan. Keduanya mengurung diri di kamar Jimin bahkan tidak keluar untuk makan malam. Seluruh anggota keluarga tidak ada yang berani mengganggu, mereka semua berpikir jika pasangan pengantin baru memang harusnya seperti itu.
Ini rahasia, tapi, author pun berpikir demikian. Meski belum berpengalaman. Ehem.
"Aku lapar."
"Aku juga."
Taehyung bergelung sembari memegangi perutnya yang menggerung minta diisi sementara Jimin sibuk mondar-mandir kesana-kemari. Jika kalian mengira Jimin sedang berpikir keras maka selamat kalian telah salah mengira.
Sebab Jimin hanya sedang merasa kebelet pipis.
"Baru kali ini aku benar-benar menyesal tidak ada kamar mandi di dalam kamarku." Jimin mengapitkan kedua kakinya lantas berjongkok. Bergerak random hanya demi menahan urine yang terasa berada di pucuk pohon celana.
"Baru kali ini aku menyesal dekat denganmu." timpal Taehyung.
"Yahh!"
Taehyung beranjak, menyenderkan punggungnya di kepala ranjang. Tangannya menyambar guling berbentuk pisang lalu memasang raut jijik pada selera kuning Jimin. Tak jadi mendekapnya, Taehyung justru melempar guling itu ke sembarang arah. Mendadak terbayang jika ia memegang kejantanan Jimin dan bergidik.
"Ku kira pernikahan kita hanya dihadiri keluarga saja. Aku tak pernah menyangka jika Jungkook ikut diundang." Taehyung menerawang. Kejadian di gedung tempat dijadikannya pernikahan. Netranya tak sedikitpun berpaling dari pemuda kelinci yang terlihat manis dengan kemeja soft blue yang dikenakannya. Tampak indah, meski nyatanya Jungkook lebih indah saat sedang tak memakai sehelai benang pun. Eh.
"Ya..." Jimin melemas. Ia jatuh terduduk di lantai. Persetan dengan urinenya yang mendesak ingin keluar. Jemarinya juga bisa ia pakai untuk menahannya tetap di dalam kok.
"Aku juga tak menyangka jika Hoseok hyung turut diundang." Taehyung menarik napas. "Ah setelah sekian lama, mengapa aku merasa dia semakin cantik saja?"
"Ya, dia memang cantik. Jungkook juga cantik sekali. Astagaaa kenapa dari sekian banyak lelaki cantik aku harus menikah denganmu?" Jimin melemparkan tatapan tajam ke arah Taehyung. Taehyung jadi berpikir untuk balik melemparkan pedang ke arah Jimin agar nyata tajamnya. Sayangnya, tidak ada pedang di sini.
Eh.
Pedang.
Pedang.
Pedang?
Ada kok. Tapi tak bisa Taehyung lempar.
Nanti Taehyung tidak bisa ena enain Jungkook bagaimana?
Taehyung berdehem. Membasahi tenggorokannya yang mengering dengan meneguk ludah. Tapi meneguk ludah saja belum cukup.
Taehyung mengeluarkan suara-suara serak aneh. Jimin melirik ke arahnya dengan tatapan horor.
"Bersihkan otakmu itu Jim. Aku hanya perlu air."
Jimin menyeringai. "Nah. Kebetulan aku sedang ingin kencing."
"Bangsat."
.
.
.
"Taehyung itu bedebah mesum. Pakai masker jika kau tidak ingin diciumnya tiba-tiba, arra?"
Jimin menggeliat tak nyaman di tempatnya. Antara merasa malu dengan apa yang dikatakan Hoseok dan merasa ngeri ditatap sedemikian tajam oleh Taehyung yang duduk di seberang. Tepatnya tatapan Taehyung tertuju pada lengan Jimin yang tengah digelayuti Hoseok, mantan kekasih Taehyung.
"Sebaliknya. Jika kau sedang ingin, pakai ini." Hoseok menyodorkan kotak besar berwarna merah menyala pada Jimin. "Taehyung lemah dengan benda-benda ini. Jika kau memakainya, kupastikan Taehyung menerkammu detik itu juga." Hoseok tersenyum penuh arti, sementara Jimin nyaris tersedak ketika membuka kotak itu dan melihat apa isinya.
Taehyung melotot horor. Sungguhkah Hoseok berpikir jika Taehyung akan terpikat pada Jimin hanya karena ia memakai benda-benda itu? Heol. Tubuh Jimin tidak semenarik dirimu, Hobi, asal kau tahu saja.
"Emm hyung." panggil Jimin. Hoseok mengangguk, ingin menyahut namun apa daya, kerongkongannya telah memekik protes karena ia gunakan menceramahi sepasang pengantin baru ini. Jadi ia menyambar cangkir teh yang disiapkan Seokjin di meja.
"Aku penasaran sampai sebatas apa pacaran kalian dulu."
Hoseok menyemburkan teh yang baru ia teguk. Taehyung segera menghampiri Hoseok dan mengusap bibirnya yang basah menggunakan ujung sweater yang ia kenakan. Wajah Hoseok memerah, melirik Jimin malu-malu lalu menatap Taehyung penuh peringatan.
'Kau itu sudah beristri. Sana jauh-jauh dariku!' begitulah kalimat yang dapat Taehyung tangkap dari pancaran manik Hoseok yang berkilat. Untung saja tidak disertai petir. Taehyung itu takut bunyi petir, loh.
Tapi lebih takut jika bunyi kentutnya didengar orang, sih. Terkadang bunyi kentut Taehyung memang mirip petir.
Lupakan soal kentut. Eh petir.
"Ah Jim. Ini sudah malam. Maafkan aku mengganggu malam pertama kalian. Aku permisi, ya?" Hoseok menyambar kunci mobilnya dan berlari keluar rumah Jimin secepat kilat menyambar. Untung tidak disertai petir. Kalau iya...
Hentikan. Jangan membicarakan kentut lagi. Taehyung malu setengah mampus, sungguh.
.
.
.
Pukul dua belas tepat tengah malam. Di kamar pengantin baru kita.
Krik
Krik
Krik
Taehyung melirik Jimin yang berbaring di sebelahnya.
Krik
Krik
Krik
Merasa ada yang memperhatikan, Jimin melirik Taehyung. Memekik pelan. Tak menyangka Taehyung tengah menatapinya.
Krik
Krik
Krik
Keduanya terpaku. Tatapan mereka terkunci satu sama lain.
Krik
Krik
Krik
Taehyung betah mengamati detail wajah Jimin. Alis yang menarik. Sepasang mata lebar namun sipit dalam waktu bersamaan. Hidung mungil menggemaskan. Serta bibir tebal Jimin yang seakan meminta ditelan. Jakun Taehyung bergerak naik turun, meneguk ludahnya. "Jim." panggilnya kemudian.
"Y-ya Tae?" Jimin menggigit bibirnya yang masih ditatapi Taehyung sedemikian rupa. Mengerjap beberapa kali ketika tiba-tiba merasa gugup.
Taehyung menyeret netranya kembali menatap mata Jimin yang berkilau. Penasaran apa mungkin di dalam matanya terdapat berlian atau permata. Jika iya, Taehyung bisa saja menjual bola mata Jimin dan menjadi kaya seketika. Terdengar menggiurkan, kan? Taehyung menjilat bibirnya yang terasa kering. "Bisa tidak angkat teleponmu? Dering suara jangkriknya menggangguku."
"E-eh?"
Krik
Krik
Krik
"AH!" Jimin melonjak, mencari-cari di mana kiranya ia menyimpan ponselnya. Merutuki diri mengapa tiba-tiba ia melupakan bagaimana bunyi nada deringnya. Jimin kira, itu hanyalah bagian backsound dari film yang tengah mereka tonton bersama saat ini.
"Kenapa tidak bilang daritadi?" semburnya. Bersiap menggeplak wajah Taehyung namun ia urungkan ketika di penglihatannya, pancaran mata Taehyung berbeda. Ada yang berbeda dengan tatapannya. Tapi apa? Astaga. Jimin mengacak rambutnya sebelum kemudian teringat ia harus mengangkat telepon.
Di layar yang berkedip, nama *Yoongi jjajangmyun* terdapat di sana.
"Ya, hyung."
'Jangan mendesah terlalu keras. Kupingku iritasi.'
"Apa?!"
Tut
Kebiasaan samchonnya yang tidak suka basa-basi. Ia hanya bicara beberapa patah kata secara to the point dan langsung menutup telponnya. Dasar pengiritan!
"Siapa?"
"Yoongi hyung."
"Bilang apa?"
"Tidak."
"Tidak? Hanya bilang tidak?"
"Kau tidak perlu tahu."
Taehyung menggeleng dramatis. "Yoongi hyung menelpon hanya untuk bilang tidak? Kau tidak perlu tahu? Seperti itu? Lalu apa gunanya dia menelpon?"
Kepala Jimin berasap. Tak tahan, telapak tangannya melayang mengenai wajah Taehyung tepat sasaran. Taehyung memekik tidak terima, hingga keduanya berakhir memasang kuda-kuda dan mendelik satu sama lain. "Kenapa memukulku?!"
"Kau idiot!"
"Apa?! Sialan kau!"
"Apa? Kau mau apa? Memukulku?" Jimin menyingsing kasar lengan piyamanya. Mengacungkan kepalan tinjunya tepat di depan wajah Taehyung. "Ayo gulat kalau berani! Sudah lama sekali semenjak aku mengalahkanmu di atas tempat tid-ur -ups." Jimin menutupi mulutnya ketika terbesit pemikiran lain mengenai gulat di tempat tidur. Padahal dulu, ia sudah terbiasa berkelahi di atas tempat tidur dengan sobatnya yang satu ini. Tapi kali ini konteksnya berbeda. Mereka sepasang suami istri. Dan gulat di ranjang berarti...
"Kau mengajakku..." Taehyung meneguk ludah. "...i-itu?"
Jimin sempat kehilangan kata-katanya selama beberapa detik sebelum kemudian jemarinya menyambar bantal, memukulkannya pada kepala Taehyung. Lagi-lagi tepat sasaran. Tapi Taehyung yang tengah dalam pose blanknya hanya mengerjap, tak bergerak sama sekali.
"Bodoh. Aku seme, brengsek. Kau juga. Jika aku mengajakmu itu, bagaimana caranya?" Jimin tertawa dipaksakan. Berharap itu lucu padahal nyatanya tidak sama sekali.
Taehyung mengangkat jemarinya di dagu, mengusapkan ibu jarinya di sana membuat gerakan berpikir yang sok cool. "Kita bisa... Gantian?"
Krik
Krik
Krik
Whuuuuushh
Gorden kamar mereka tertiup angin.
Krik
Krik
Krik
"Ya, ayah?" kali ini Jimin mengangkat telponnya segera.
'Lakukan dengan benar. Kau anak ayah.'
Tut
Krik
Krik
Krik
Ponselnya berbunyi lagi.
"Ya, ibu?"
'Jangan dengarkan ayahmu. Lakukan dengan lembut. Ayahmu selalu kasar.'
Tut
Krik
Krik
Krik
"Ya, ayah? Apalagi?" Jimin memutar matanya. Mulai jengah dengan tingkah laku orang rumahnya. Memalukan. Lihat saja tatapan Taehyung yang seperti tengah mengejeknya dengan seringai kotak semacam itu.
'Pelan di awal, selanjutnya percepat. Itu awal mula terbentuknya kau, Jimin.'
Tut
Krik
Krik
Krik
"Ya, ibu? Astaga. Loudspeaker sekarang!" Jimin memekik jengkel. Menarik napas panjang bersiap berteriak ketika terdengar bunyi familiar yang berarti Seokjin menurut untuk meloudspeaker ponselnya. "JIKA KALIAN MENELPONKU TERUS, KAPAN AKU AKAN MENUSUK TAEHYUNG?!"
Terdengar tawa menggelegar Chanyeol dan kikik mengerikan Seokjin di ujung sambungan. Sebelum telponnya benar-benar Jimin matikan, suara terakhir Seokjin justru makin membuatnya naik pitam.
'Perempuan, Jim. Beri kami cucu perempuan. Ibu bosan dengan anak laki-laki sepertimu.'
Tut
Aaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrgghhhhhh
Jimin berteriak dalam hati. Masih ingin hidup, tak ingin setelah ini Yoongi mendatanginya dengan sekotak peti mati karena telah membangunkan kumamon tidur.
Sementara itu Taehyung terbahak sekilas, lalu menaik turunkan alisnya genit. "Jadi, mau main pedang-pedangan?"
Jimin mencibir. "Aku tidak yakin kau punya pedang. Paling-paling hanya silet bergagang."
"Apa kau bilang?!" Taehyung mendelik ganas, napasnya berhembus berat menahan amarah yang siap membludak. "Jika aku silet bergagang, maka kau adalah gagangnya! Siletku akan memasukimu!"
"APA?!" Jimin mengambil ancang-ancang. "KIM BEDEBAH TAEHYUNG SIALAN KU BUNUH KAU!"
Brak
Kedebukk
Prangg
Ah
Ah
Awww
Nghh
.
.
.
.
.
Bhahahahhha adegan terakhirnya sukses bikin fokusku bener-bener ada dalam cerita sampai-sampai aku melonjak kaget pas kakakku lewat di sebelah. Kukira setan /?
Ohya, mau nanya.
Jika ada ff lain yang sama konsepnya seperti ffku ini, hanya konsep, bukan keseluruhan cerita, seperti;
VMin ngintip, jatuh, tindihan (Jimin di bawah, Taehyung di atas), salah paham, lalu dinikahkan, genrenya sama romance humor, apa itu bisa dikatakan plagiat?
Sudah itu saja, hehe. Aku sedang tak enak hati. Rasanya lemes. Tidak nyaman. Ingin marah, tapi sama siapa? Lalu, apakah aku memang berhak marah?
Aku sedang sensi dengan penjiplak. Jika ada yang merasa aku sindir, silahkan bicara di komentar. Katakan jika ff milikmu berbeda, agar aku bisa lega. Aku tidak akan menghakimi kamu kok, hanya perlu mengingatkan, jika konsep ke depannya masih sama, aku mungkin akan meninggalkan komentar di sana. Rasanya itu seperti kamu dan aku sedang berkolaborasi, satu ide tapi beda cerita. Padahal nyatanya, kamu ijin saja tidak. Rasanya sakit jika kamu mau tahu.
Sudah. Jangan diperpanjang. Aku juga tidak mau kamu tersinggung. Hehe. Untungnya, jalan ceritamu berbeda. Jika benar-benar copas, entah komentar seperti apa yang aku tinggalkan.
Akhir kata, big thanks to:
sasachim02 / ChimSza95 / Musawaki HarUchi / msx / Jichann / Baby Shin Chimchim / dulumikan / Kanghana / Guest / Guest / MingyuAin / Gasuga / Uozumi Han / OH7 / Kei88 / jeontaehyung7 / TaeHyun / Tania403 / joah / what / Mita / Mara997 / Eugene1151 / GaemGyu92 / MelvyE / Swaggxr13 / Elixir Edlar lagigaklogin / GestiPark / tity / lilcyriel / SIDERS / mohon maaf jika ada yang terlewat
SOAL SIAPA UKE SIAPA SEME, BELUM AKU TENTUKAN, YA. HIHI. MASIH AKAN BERGANTI-GANTI /? seiring berjalannya chapter (aku adil kan? hehe). Aku memantau review kalian, lho. Tentukan pairnya ya, nanti aku vooting :3
Tertanda,
MY Yeon
