TEST KENAMJAAN

Chap II

.

The Character's isn't MINE

..

ENJOY!

Semua uke sedang berkumpul di markas mereka – kamar Leeteuk – saat Sungmin tiba-tiba saja datang berteriak-teriak sambil membawa laptop – yang sepertinya milik Kyuhyun – dengan wajah yang sangat berbinar-binar.

"Hahahahaha." Sungmin tertawa-tawa kesetanan sambil mendudukkan dirinya di lantai. Ingatannya masih melayang pada Kyuhyun – si namja 47% itu dan ekspresi menyedihkannya tadi. Aduh, aduh, perutnya sampai terasa sakit begini.

Heeee?

Semua orang memandang heran; Sebuah pertanyaan 'kenapa ini anak' berputar-putar di benak mereka semua. Masalahnya mereka ini lagi acara asyik-asyiknya chit-chat-sambil-curhat dan tiba-tiba datang dengan keadaan mengeri – euh – menganehkan ini.

"Minnie? Kau kenapa?" Leeteuk bertanya penasaran. Karena memang sejak datang tadi, dongsaengnya itu tak sekalipun berhenti tertawa seperti orang gil – euh – tak waras. Kan menghawatirkan.

"Pokoknya kita harus coba game ini!" ujar Sungmin semangat tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan sang Leader.

Leeteuk mengais tanah.

Poor Leeteuk.

Semuanya – kecuali Leeteuk yang sedang pundung – saling berpandangan heran. Game apa memangnya?

Sungmin menyeringai samar, sebelum menjelaskan;

"Game ini berjudul; Kalkulator Kenamjaan," katanya, "Seperti namanya, game ini digunakan untuk mengetes seberapa namjakah kita!"

Eunhyuk yang emang sedang sensitif dengan kata 'Namja' langsung menghampiri Sungmin dan melirik laptopnya dengan penasaran – dengan jelas bisa melihat hasil permainan sebelumnya.

"Ini hasil siapa?"

"Kyuhyun,"

Krik.

"HAHAHAHA, Si namja evil itu hanya 47% Namja? Ini berita besar HAHAHAHA," Eunhyuk tertawa sambil berguling-guling dilantai memegangi perutnya yang terasa sakit. "Dia aja segitu apalagi si Fishy jelek ya? Hahaha,"

Sungmin menyeringai, "Itulah maksudku–" ujarnya.

Semua memandang Sungmin heran. Alis mereka berkerut karena tak mengerti. Bahkan Leeteuk yang tadinya pundung pun mendengarkan dengan penuh penghayatan. Meski ia tua, ia tak mau ketinggalan info.

"– kita harus tunjukan pada seme kita bahwa kita lebih 'namja' dari mereka,"

Ah!

Hei! Hei!

Senyum kalian mengerikan, tahu!

– o.o.o.o.o.o.o –

Kyumin's room…

Suasana hening dan gelap menyelimuti kamar yang biasanya ramai ini. Lampu kamar dimatikan, tak ada suara PS, suara jeritan, atau bahkan suara desahan yang biasanya terdengar /eh.

Ini aneh dan mengherankan, bukan?

Sebenarnya alasan ini semua hanyalah karena Sungmin belum kembali dari kumpul kumpul uke-nya.

Lalu?

Bagaimana dengan penghuni satu lagi? Kyuhyun? Si Namja 47%?

Haha.

Rupanya dia sedang berada di balik selimut tebal dan bantal yang menutupi hampir seluruh tubuhnya, tenggelam dalam keterpurukan dan ratapan dengan tumpukan bantal di atas ranjang.

Dia menyesal. Sangat menyesal. Menyesal kenapa dia harus mencoba game bodoh itu karena terlalu terbawa kenarsisan dalam dirinya. Ia benar-benar merutuk hasilnya yang hanya 47% Namja itu. Ah, bukan. Dia lebih merutuk orang yang membuat game bodoh itu.

Dan diantara itu semua yang paling ia sesalkan adalah; Minnie melihat hasilnya! Hancur sudah harga dirinya sebagai the top seme in the world.

Mungkin akan berbeda jika dia dipasangkan dengan Siwon, Changmin atau Zhoumi – ia akan menerima begitu saja hasil ini –

He? Itukah yang kau maksud the top seme in the world eh, Kyu?

– tapi kali ini pasangannya adalah SUNGMIN! Dia harus selalu menjadi seme dari namja manis itu. Titik. Mutlak tanpa bantahan.

Satu kata; Egois tingkat akut – Oke itu tiga kata.

Intinya, dia, Kyuhyun; Pundung.

Ia sama sekali tak berniat untuk keluar dari sana. Memang sesak di dalam, tapi apadaya, dia lebih malu untuk menampakkan wajahnya dulu mengingat hasil testnya tadi – yang pasti kini sudah di sebarkan namjachingunya yang belum balik-balik sampai sekarang.

Menyebalkan.

Mau dibuang kemana wajah seganteng ini?

Itulah yang memenuhi pikiran Kyuhyun – sampai-sampai ia galau tingkat dewa seperti ini. Kyuhyun merasa harga dirinya yang biasanya terjunjung tinggi, benar-benar jatuh ke tanah dengan benturan begitu keras –

47%.

– Membuatnya ingin menangis saja.

"…Hiks."

Klek.

Pintu kamar terbuka dan muncullah Sungmin masih dengan laptopnya dengan seringai manis bermain di wajahnya yang manis hingga menyebabkan overdosis.

Tak sengaja namja manis itu mendengar tangisan Kyuhyun. "Kamu kenapa, Kyu – ah, sebaiknya aku mulai memanggilmu namja 47%, eoh?" tanyanya sambil terkekeh.

Entah kenapa tapi Sungmin benar-benar merasakan kepuasan dengan mengejek seme-nya yang satu itu. Haha.

Hening..

Tidak ada jawaban.

Sungmin yang mulai khawatir mulai mendekati Kyuhyun. Dan…

… perlahan ia bisa mendengar suara isak tangis Kyuhyun di balik selimut.

Matanya membulat tak percaya. Sang laptop malang jatuh begitu saja membentur lantai dengan suara yang mengerikan

"47% Namja –"

Berhenti sejenak dengan pandangan kosong…

"– 53%... Cengeng. HAHAHAHAHAHA!"

…sebelum tertawa sekeras-kerasnya.

Dan sekali lagi aku katakan padamu;

Mati kau, Cho Kyuhyun.

– o.o.o.o.o.o.o –

Sibum's room…

Kibum sibuk dengan laptopnya. Setelah mendengar kata-kata Sungmin – meski dia hanya diam dan tak heboh seperti uke lainnya – ia langsung mencoba gamenya begitu sampai di kamar.

Dan coba tebak hasilnya apa?

Dia...

Smirk.

82% Namja.

Smirk.

Betapa bahagianya dirinya. Ia begitu yakin bahwa hasilnya ini – setidaknya – akan menyamai semenya – si perfect alim tapi menyebalkan, Choi Siwon.

Dan sekalipun itu tidak terjadi –

– setidaknya dia sudah mengalahkan Kyuhyun.

Smirk.

Kibum terus saja menatap dengan intens layar di depannya. Dia begitu gembira melihat hasilnya itu hingga sama sekali enggan untuk sekedar mengclose tab atau mungkin mencoba lagi.

Klek.

Pintu terbuka dan Siwon masuk – dengan alkitab (yang sangat dicemburui Kibum) di genggamannya. Siwon sudah sangat was-was kala tahu bahwa Kibum pasti mengabaikannya karena marah soal tadi –

"Ah! hyung sudah pulang?" Kibum bangkit dan langsung memeluk sebelah tangan Siwon.

Eh?

"N–ne," jawab Siwon gugup. Entah kenapa dia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi. Melihat sikap ukenya yang aneh dan nada bicaranya yang begitu semangat.

Apakah ajal Siwon sudah dekat?

Smirk.

Belajar dari siapa sih kau menyeringai seperti itu, Kibum-ah?

– o.o.o.o.o.o.o –

Hanchul's room…

YOU ARE 79.35% NAMJA!

"YES! Gue emang udah tahu dari dulu – meskipun cantik gue itu punya potensi dan bakat jadi SEME!" teriaknya girang padahal ini hampir pukul dua pagi. Benar-benar tidak tahu situasi.

Niatan semulanya untuk mencari seme baru – karena semenya tak mau memasakkan makanan untuknya – pupuslah sudah.

Kini yang menjadi tujuannya adalah;

Mencari orang yang pantas menjadi ukenya.

"Kekekeke," Suara kikikan layaknya milik setan pun tanpa sadar keluar dari bibirnya saat ia melihat sebuah foto. Foto namja manis yang jadi salah satu hoobae-nya.

Lee Hongki.

Bukankah Uke yang sempurna, huh?

"Hihihihihihihiiiihihihihiii –"

Hankyung yang tadinya sudah pulas tidur dan terbaring di atas ranjang langsung merinding dan merasakan firasat buruk.

Kenapa tadi kayaknya dia denger suara kuntilanak ya?

Hening.

Dan Hankyung kembali tidur. Tak mau memikirkannya –

– mungkin hanya perasaannya saja.

Selamat tidur Hankyung-sshi. Siapkan dirimu untuk menghadapi hari esok …

– o.o.o.o.o.o.o –

Eunhae's room…

"HAAAAAEEEEE!" Eunhyuk berteriak heboh. Oke, terlalu heboh.

Donghae yang tadinya sudah di sambut alam mimpi langsung tersentak dan bangun begitu mendengar 'teriakan melengking nan mematikkan' dari namjachingu. Dia mengerang pelan – merasakan kepalanya pening karena terbangun tiba-tiba.

"Apa, Nyuk?" tanyanya masih ngantuk – perasaan baru sedetik tadi dia memejamkan matanya. Tapi sebenarnya itu hanya perasaannya saja sih, karena yang sesungguhnya dia sudah tidur dari pukul dua siang dan sekarang sudah mau pukul sebelas malam.

Itu tidur apa doyan?

"AKU GAK MAU TAU POKOKNYA KAMU HARUS MAENIN GAME INI!" Eunhyuk teriak-teriak heboh – lagi, sambil sibuk menyalakan laptop dan mengetikkan sesuatu, mencari game yang tadi di kasih tahu Sungmin.

Donghae meregangkan tubuhnya. "Males ah. Kalo maenin cewe sih… mau," ujar pria berpanggilan Fishy ini sambil kembali tidur dengan sangat tidak berdosanya.

Hening…

Eunhyuk sepertinya tidak mendengar karena terlalu sibuk dengan kerjaannya. Kebayang kan kalo dia denger? Perang dunia versi tahun dua ribu dua belas bakalan di mulai.

Eunhyuk masih sibuk dengan laptopnya, hingga sepuluh detik kemudian.

Game itu akhirnya terbuka dan –

– Loading …

Matanya beralih dan langsung menatap sosok namjachingunya yang sekarang tertidur di ranjang sambil ngiler – euh - itu dengan tatapan setan. Dia menghirup napasnya pelan sebelum –

"BANGUN FISHY JELEEEEEEEEEEEEEK!"

– berteriak sekencang-kencangnya.

Mari berdoa bersama untuk kelangsungan pendengaran seorang lee Donghae.

– o.o.o.o.o.o.o –

Leeteuk menatap Kangin dalam.

Saat ini mereka berdua sedang berdiri dengan berhadap-hadapan sambil berpegangan tangan dilatar belakangi –

Apa itu?

– kompor, rak piring dan panci menggantung di belakang mereka.

Ya, mereka ada di dapur.

So romantic, huh?

"Kakanda..." Leeteuk mulai bersuara.

"Ya?" tanya Kangin dengan sebuah senyum – mesum ala oom-oom – menghiasi bibirnya. Dia benar-benar merasa senang saat Leeteuk ingin mengatakan sesuatu kepadanya dan langsung menariknya ke sini.

Dipikirannya adalah; Kalo Leeteuk gak bilang dia lagi ngandung ya setidaknya dia akan mengajaknya menikah.

HA? Benarkah?

Leeteuk memandang Kangin yang udah senyam-senyum sendiri tanpa berkata. Tatapannya begitu intens dan menusuk hingga ke pori-pori.

Membuat Kangin gugup, "A-ada apa?"

.

.

.

"…Kenapa ya kanda gak seganteng Kamandanu..."

JDEEEEEEEEERRR

Kangin langsung pundung di pojokan. – Rupanya Leeteuk tertular virus Tutur Tinular, batinnya merana.

"Kanda, aku hanya bercanda," Leeteuk mendekati Kangin dan mencoba membujuk.

Kangin geram. Sudah sejam menunggu dan perkataannya sama sekali tidak penting!

"Sebenarnya apa yang mau kau bicarakan sih, Teuk? Dan berhentilah memanggilku begitu –" tanya Kangin, bangkit dari keterpurukkan. "– Aneh sekali sih,"

Oh?

Leeteuk langsung tersadar dari sindromnya. "Sebenarnya aku hanya ingin kau mencoba sebuah game, kau mau kan?" Leeteuk kembali seperti semula. Menjadi namja manis dengan senyum menawan layaknya angel without wings.

Akhirnya.

"Game?" Kangin bertanya penasaran, "Game apa, manis?" lanjutnya sambil mencolek dagu Leeteuk.

Leeteuk udah misuh-misuh aja dalam hati di kataain manis – lagi.

"Nanti juga kau tahu. Mau ya?" Leeteuk bertanya dengan mata berbinar-binar dan senyum manis; benar-benar membuat Kangin ingin langsung mengendongnya ke kamar mereka.

Ngapain?

Tentu saja untuk tidur, bodoh. Kau kira apa?

"Ya, tentu saja aku mau. Apapun untukmu, baby,"

"Bagus…"

Dan mereka berjalan beriringan mengarungi samudra – eh, maksudnya; berjalan beriringan menuju kamar mereka.

Ngapain?

Jelas mau tidur. Ini sudah malam. Memang kau kira apa?

Tapi …

Senyum macam apa yang ada di wajah Leeteuk itu?

Hei! He –!

BLAM!

– o.o.o.o.o.o.o –

Yewook's room…

"Ya, Wookie! Buka pintunya!" Terdengar suara Yesung merengek sambil mencoba membuka pintu dari luar sambil sibuk mengetuk-ngetuk pintu.

Ryeowook yang memang masih kesal dengan namja kura-kura itu mencoba untuk tak peduli.

Biarkan saja namjachingunya itu tidur di sofa malam ini –

– Salahnya kenapa mengagetkannya sampai membuat sup itu tumpah.

Huh.

"Wookie..."

Suara Yesung terdengar lagi. Nadanya sekarang terdengar lebih menyedihkan – mungkin sejam berteriak sambil mengetuk pintu membuat ia lelah juga. Mau tak mau Ryeowook iba juga.

Apakah... sebaiknya dia membukakan pintu?

Tidak! Tidak!

Meski berat ia harus melakukannya. Supaya namjachingunya itu menyesal.

Hello? Namja itu bahkan belum minta maaf sampai sekarang soal kejadian sup tumpah itu!

Tapi...

Kasihan dia pasti kedinginan tidur di sofa tanpa selimut...

Ah. Akhirnya Ryeowook bangkit dan hendak membuka pintu.

Ia tidak tega.

Tapi…

Baru saja ia akan membukanya, suara Yesung kembali terdengar –

–"Wookie... buka pintunya… aku hanya ingin mengambil ddangkoma dan mengucapkan selamat malam padanya..."

Hek!

Jadi itu alasannya?

Brengsek.

Tap.

Tap.

Tap.

Ryewook menghentakkan kakinya kesal. Mengambil Ddangkoma dari kandangnya yang hanya kotak kaca itu dengan marah.

Dia berjalan menuju pintu, membukanya dan –

Kriet!

"Wookie, a–"

DUAK!

– Melempar Ddangkoma tepat ke wajah Yesung –

BLAAAAAM!

– Membanting pintu –

"MAKAN TUH DDANGKOMA!"

– Dan berteriak kesal.

Ih. Waw.

– o.o.o.o.o.o.o –

Keesokan harinya...

Ting! Tong!

Bel Dorm Super Junior tiba-tiba berbunyi. Hankyung, Kibum, Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun yang sedang sarapan jadi merasa sedikit terganggu.

"Buka pintunya gih, Hyung," kata Kyuhyun sambil melahap cereal plus susu yang sebenarnya milik Kibum.

PLETAK!

"Wadaw!"

Sebuah pukulan tepat di kepala menghantam Kyuhyun begitu ia selesai bicara.

"Enak aja nyuruh-nyuruh. Kau yang harusnya buka itu pintu," kata Eunhyuk, yang merupakan tersangka pemukulan.

Donghae tertawa melihat Kyuhyun tersiksa oleh namjachingunya.

Kyuhyun manyun, kembali melahap sarapannya – yang sebenarnya milik Kibum. "Jangan ketawa, fishy jelek," katanya mendelik pada Donghae.

Eunhyuk kembali mendeathglare Kyuhyun.

"Hahahaha," Donghae kembali tertawa.

Ting! Tong! Ting! Tong!

Sepertinya sang tamu semakin tak sabar.

"Cepetan, buka gih," Kyuhyun bertutur kata sambil menyenggol bahu Hankyung yang hanya diam diperlakukan seperti itu.

PLETAK!

"Awww! Ish, jangan pukul kepala kenapa sih! Bisa-bisa Kyuhyun yang jenius ini jadi bego!" Kyuhyun protes saat merasakan pukulan di kepalanya – lagi.

Tapi…

DUK!

"Hadaw!"

Kali ini kakinya yang kena sasaran tendangan si dancing mechine, Eunhyuk.

"Kau ini sama yang lebih tua itu harus sopan! Cepat buka pintu!" perintahnya.

Kyuhyun menyuapkan makanan lagi ke mulutnya.

"Iyaa iyaaa," katanya sambil berlalu, tak lupa menyuapkan cereal terakhir yang ada di mangkuk.

'Perasaan itu punyaku, tapi kenapa dia yang makan?' protes Kibum – cuma dalam hati dengan kesal sambil menunjukkan ekspresi aneh.

Melihat ekspresi Kibum, Donghae hanya bisa ketawa – lagi.

"HAAAAHAHAHA,"

Ini ikan satu kenapa pula?

.

Ting! Tong! Ting! Tong! Ting! To-!

"Sebentar woy!" Kyuhyun berteriak sebal karena suara bel yang tak berhenti berbunyi. Pengang tahu dengernya.\

Ia berniat memarahi orang itu –

"CEPETAN BUKA! ATAU ENGGA GUE DOBRAK INI PINTU!"

– Tapi nyalinya langsung ciut seketika saat mendengar suara dari balik pintu. Suara itu begitu familiar. Suara dengan nada cempreng milik hyung tertua kedua setelah Leeteuk. Siapa lagi kalo bukan –

– Kim Heechul.

Kyuhyun langsung lari secepat kilat ke pintu, takut kalo sekiranya pintu itu malah keburu hancur duluan gara-gara tendangan maut hyungnya satu itu.

Heechul emang gak pernah main-main sama kata-katanya.

Kadang-kadang Kyuhyun heran sendiri; Kok bisa sih Hankyung-hyung tahan sama raja evil ini?

Memikirkannya saja membuat Kyuhyun bergidik takut.

Yeah, Kyuhyun itu emang evil. Tapi sesuangguhnya rajanya itu ya... orang itu.

Klek!

Pintu terbuka. Dan Kyuhyun langsung melongo melihat apa yang ada di depannya.

"Lama banget sih, buka pintu doang." Heechul protes dengan kesal seraya melangkah masuk. Tapi dia gak sendirian. Karena seorang namja manis menemani di sebelahnya, memeluk lengan kanan Cinderella kita dengan mesra.

"Annyenghaseyo," sapa namja manis itu sopan sambil tersenyum – menampilkan giginya yang sekilas mirip Minnienya Kyuhyun /eh?

Kyuhyun terdiam. Heechul menyeringai.

"Kenalin. Ini Lee Hongki –" dengan nada percaya diri merangkul namja itu, "–uke baru gue," lanjut Heechul sambil berlalu ke kamarnya. Dengan Hongki yang membuntutinya dari belakang.

BLAM!

Krik.

Kyuhyun langsung berlari ke dapur dengan heboh setelah mematung sepersekian detik seperti orang bego. Tak lupa berteriak;

"HANKYUNG-HYUNG! HEECHUL HYUNG PUNYA UKE BARU!"

Uhuk!

Hankyung yang sedang minum langsung tersedak.

What the –

HELL?

– o.o.o.o.o.o.o –

To Be Continued…

Author's Note:

Annyeonghaseyo! Bertemu kembali dilanjutan fanfic geje tingkat dewa ini, ne? hehe ^^

Mianhae jika chapter ini tidak selucu chap sebelumnya ._. karena author geje ini lagi kehilangan semangat humornya /?/ dan sedang angst-angstnya /?/ karena hasil ulangan jelek :(

Oiya, Author juga mau ngucapin TERIMAKASIH BANYAK kepada semua orang yang udah mau baca bahkan review chap kemarin. Benar-benar tidak menyangka akan mendapat respon yang baik hehe. Seneng deh liat review-review kalian semua :* /pelukcium/

Dan yang terakhir buat WONKYU FOREVER sama WONKYU SHIPPER FANATIK author mau minta maaf kalo emang fanfic ini nyampah dan gak dibuat jadi Wonkyu ._.v mianhae, ne? Tapi janji deh ntar author buat fanfic Wonkyu :D

Ne. Sekian dari author yang sedang merana T.T

REVIEW?