"A–apa kau b–bilang?" Hankyung bertanya terbata dengan wajah pucat. Matanya melongo ke arah Kyuhyun, meminta penjelasan akan maksud teriakannya tadi.
Sementara tiga orang lain yang di sana hanya bisa membisu.
"N–ne–" ujar Kyuhyun dengan wajah pias dan napas tersengal karena habis berlari sambil berteriak tadi, "–Heechul-hyung punya uke baru!"
Glek!
Hankyung tiba-tiba lemas.
– o.o.o.o.o.o.o –
TEST KENAMJAAN
Chap III
Disclaimer:
I Do Not Own The Characters, but this fic is belongs to me!
Warnings:
Out of Characters. Yaoi. Minim Deskrip. Pendek. No EyD
ENJOY!
– o.o.o.o.o.o.o –
BRAAAAAK!
"Ryewooook! Buatkan sarapan–!"
...
Krik.
Heechul menyerhit merasa tak ada yang menyahut panggilan–ah, oke–perintahnya. Tadi dia memang pergi pagi-pagi buta untuk menemui Hongki dan menyatakan cinta padanya. Dia belum sempat sarapan dan sekarang dia benar-benar lapar!
Bisa dibayangkan saudara-saudara? Heechul yang dalam kondisi biasa saja sudah mengerikan, apalagi dalam kondisi lapar?
Mengerikan kuadrat.
"Hhhhh–" menghela napas kuat dengan sebal, kakinya mulai melangkah menuju dapur. Bukan, dia tidak akan memasak tentu saja–tangannya yang habis menipedi itu sangat berharga, dia akan menemui siapapun orang yang ada di sana dan menyuruhnya melakukan itu–ya, terkecuali satu orang. Coret untuk Kyuhyun.
Smirk.
Heechul berjalan dan baru saja mau masuk ke dapur,
"–Sudah, Hankyung-hyung..." itu suara Kibum.
Heechul tidak jadi masuk ke dapur, ia lebih memilih nguping.
"–Heechul-hyung hanya sedang tidak sadar, pasti dia hanya bercanda untuk memper'uke' Hongki," kali ini suara Donghae.
Dibalik dinding Hechul menyeringai mendengarnya. Perlahan kepalanya menengok sedikit, ia bisa melihat Hankyungie-nya terduduk lesu di salah satu kursi dan ditemani yang lainnya yang berusaha menghibur–dan tertawa setan dalam hati sambil bergumam;
Sayangnya aku serius.
Heechul berbalik dan melangkah kembali ke kamarnya–Hongki sedang menunggunya di dalam, rasa laparnya hilang seketika karena tahu bahwa semenya itu begitu menderita dan shock mendengar kabar dirinya yang melakukan emansipasi. Satu hal yang ia yakini saat ini;
Balas dendam itu memang menyenangkan.
Smirk.
– o.o.o.o.o.o.o –
Di kamar Yewook…
"Ngh,"
Erangan kecil muncul dari sosok Yesung yang sedari tadi malam tidur –em, pingsan. Ia mulai membuka matanya meski pandangannya agak kabur pada awalnya. Ia bisa melihat langit-langit kamar berwarna putih sekarang tapi kepalanya masih berdenyut sakit, mau tak mau ia mengangkat tangannya ke kepalanya–memijatnya sedikit.
"Sudah bangun?"
Ketus sekali.
Yesung menengokkan kepalanya ke kanan, mendapati namjachingunya berdiri dengan nampan di tangannya. Yesung kembali mengalihkan pandangannya, kepalanya benar-benar pusing.
Perlahan, pria berambut hitam ala-ala emo itu mulai mengerjapkan matanya beberapa kali. Dan–
Seeeeeeet
–bagaikan tersambar petir ia bangkit dari tidurnya dan berteriak panik;
"Hidungku!"
Cepat-cepat ia memegang hidungnya.
Fyuh. Masih ada–
–tapi kenapa dia merasa hidungnya menjadi lebih pendek ya? –
–dan sepertinya ada semacam plaster tertempel di sana. Hidungnya berdenyut sakit. Tapi masih ada.
"Untung hidungku gak kenapa-napa," ucapnya penuh rasa syukur sambil mengusap dada lega.
Braak!
Nampan–sedikit–dibanting di meja di samping ranjang secara tiba-tiba, membuat pemuda emo itu terlonjak kaget karena hal itu membuat suara sedikit mengerikan dengan tampilan susu tumpah tercecer. Ryeowook sang pelaku tampak menampilkan senyum terbaiknya–yang mengerikan.
Yesung tersentak lagi.
"Makan–"
Kali ini Yesung merinding saat Ryewook berbalik dan memunggunginya–mengeluarkan aura aneh yang benar-benar mengerikan.
"–Kalo ga, akan aku lempar Ddangkoma tepat di wajahmu untuk yang kedua kalinya, Hyung."
BLAM!
Tuhan...Apa salah hambamu ini?
Batin si pemuda emo itu dengan tak sadarnya, karena sebenarnya; salahnya memang banyak kan?
Dasar tidak peka!
.
Gzzz.
Ryeowook mendesis kesal sesaat setelah pintu tertutup. Ia kira, saat pertama kali mata namjachingunya itu terbuka dia akan langsung-ehm, setidaknya;Menyesal dan meminta maaf karena sadar dengan kesalahannya.
Tapi ini?Dia malah lebih mengkhawatirkan masa depan hidungnya.
Ish.
Ryewook berjalan ke arah dapur dengan pikiran dipenuhi kalimat; susahnya punya pacar tidak peka. Ia hanya ingin Yesung minta maaf. Hanya itu. Tapi kenapa selalu berakhir dengan Ryeowook yang marah-marah, sih? Menyesalkan.
Ryeowook itu manis, lemah lembut, keibuan–calon bapak rumah tangga yang sempurna. Tapi dia bisa menjadi 'Super Out Of Character' jika berhadapan dengan ke-sok- 'innocent'an Yesung, namjachingu pabbonya.
"Aku miris liat Han-ge,"
"Iya, kejem banget sih Heechul-hyung,"
Ryeowook sedikit menyerhit saat mendengar suara-suara ribut yang berasal dari dapur, tak mau berfikir lebih lama, Ryeowook masuk ke dapur dan ia, dapat dengan melihat dengan jelas empat orang namja sedang bergosip ria–dan oh Tuhan! Percaya atau tidak, Kibum ada diantara mereka.
"Ada apa sih?" Ryeowook bertanya karena memang ya, dia tidak tahu apa-apa.
Mendengar suara dari arah belakang, kedelapan pasang mata itu menengok lalu saling tatap menatap ragu.
"Heechul-hyung punya uke baru dan mencampakkan Han-ge," kata Donghae akhirnya yang seketika diangguki yang lainnya.
Ryeowook menyerhit sedikit mendengarnya, tapi wajahnya kembali tak berekspresi tak beberapa lama kemudian, "Oh," katanya.
Krik.
Oh?
Doang?
Tanpa berkata lagi Ryeowook beranjak mengambil gelas–mengisinya dengan air putih dingin lalu meminumnya. Kemudian pergi.
"Dia kenapa?" Kyuhyun bertanya.
"Biasaaaa~ Lagi gonjang-ganjing rumah tangga," Eunhyuk menjawab sok tahu.
– o.o.o.o.o.o.o –
Di depan kamar Hanchul…
Eh? Sekarang jadi kamar HeeKi ya?
Tok. Tok. Tok.
Bunyi pintu diketuk terdengar. Pintu kamar itu di ketuk Hankyung dengan susah payah karena dia harus sambil menabahkan hatinya yang bagai teriris-iris pisau lalu ditambahkan sesendok garam dan merica lalu diaduk-aduk, aduh. Merasa tak ada respon, diulangi lagi kegiatan itu.
Tok. Tok. Tok.
Di belakangnya, tak jauh dari situ, tepatnya di sofa. Keempat pria lain; Kibum, Kyuhyun, Eunhyuk dan Donghae–yang sudah berpindah tempat dari dapur–hanya bisa memandang prihatin pada pangeran Cina mereka. Menyemangatinya dengan bisikan semangat; 'Berjuang hyung,'–
–ngasih semangat kok bisik bisik?–
–sambil berdoa.
Yap. Just it. Mereka berfikir, mereka itu masih terlalu muda untuk mati demi berurusan dengan rumah tangga orang–sementara rumah tangganya sendiri pun perlu diurusi. Haha.
Melihat mereka, bukannya semangat Hankyung malah benar-benar putus asa. Rasanya Hankyung ingin menangis saja. Ia tak kuat. Sungguh tak kuat
–menahan rasa pegal di kakinya.
Hello? Kasian dong padanya, dia sudah di sana hampir sejam lebih sambil mengetuk pintu tanpa henti, tapi sang namjachingu–oke, mungkin statusnya dipertanyakan sekarang–malah asik berselingkuh, yang ia sesali kenapa harus begitu terang-terangan dan di tempat yang menjadi mahligai cinta mereka selama ini.
Menyedihkan~
– o.o.o.o.o.o.o –
Kangteuk room's...
Kangin; sang pria yang–katanya–paling ganteng tak tanggung tanggung nomor satu di Korea itu sedang bersemedi–bukan dalam arti sebenarnya sih, bersemedi di sini dia adalah; menatapi layar laptop yang Leeteuk pinjam dari Sungmin tanpa berkedip.
Layar laptop menampikkan soal yang berderet menunggu untuk dijawab. Kangin menatapi dengan begitu serius dengan pose tangan–di–dagu–dahi–ngerut ala detektif ternama.
"Chagi," Leeteuk memanggil.
"Apa, Teuk? Jangan ganggu aku, aku sedang fokus untuk menjawab pertanyaan ini,"
Dahi Leeteuk berkerut.
Fokus sih fokus, tapi masa sampai semaleman suntuk–mereka gak tidur loh–itu lima soal yang kalo diliat apa susahnya dijawab masih belum beres juga. Ck.
Leeteuk menggelengkan kepalanya tak habis pikir.
"Chagi, kau hanya harus memilih option A atau B," ujarnya sambil menguap, ia ngantuk karena kurang tidur. Cepat-cepat dihampirinya cermin; takut keriputnya yang notaben udah banyak semakin bertambah karena kurang tidur.
Biasa; Faktor U bikin parnoan.
Hening.
"Sweety–"
"Hm?" balas Leeteuk sekenanya–dia lagi sibuk mengoleskan krim anti keriput ke wajahnya.
"–sebenernya gimana cara gerakin panahnya, sih? di sini gak ada benda kecil nyala-nyala berekor yang biasanya bisa pindahin itu panah," adu Kangin–akhirnya mengemukakan hal yang mengganggu pikirannya sedari semalam. Selamat Kangin-shi, sepertinya kau benar benar sukses. Sukses–
–Membuat rahang Leeteuk seakan jatuh–secara harfiah–ke lantai.
Gzzz.
Suara desisisan keluar dari Leeteuk yang kini tengah bertranformasi menjadi Devil!Teuk, Krim anti keriput yang sedari tadi ditangannya jatuh begitunya saja, sementara matanya menyalak mengerikan.
Namjachinguku, balik dari wamil kok makin–
–ganteng ya?
Pengen deh nyubit pipinya sampai kulitnya ngelupas semua! Arght!
"KAU ITU WAMIL NGAPAIN AJA SIH? SAMPE GA TAU CARA GUNAIN LAPTOP!"
– o.o.o.o.o.o.o –
Sibum's room…
Siwon sedang terkulai lemas di ranjang saat cahaya matahari–yang memang sudah tinggi saat itu–muncul tiba-tiba membanjiri retina matanya yang masih susah melek karena dipenuhi belek. Mau tahu tampilan paling mengerikan dari seorang 'Choi Siwon'? Jawabannya ya saat ini. Haha.
"Mau sampai kapan tidurnya?" ini suara namjachingunya, Kibum–ia kenal betul suara baritone macam ini. Jadi dia yang membuka tirai, batin Siwon sambil menguap lebar selebar mulut kuda nil–upss. Maklum, seharian di gereja kemarin membuat dia lelah. Ya, karena ia terlalu semangat membuatnya lupa mengontrol kelakuannya kemarin.
Menguap, dan kembali tidur menjadi pilihannya. Ia sedang tidak ada jadwal syuting atau konser, jadi dia punya waktu yang lebih untuk istirahat lebih hari ini.
Sementara itu, Kibum merasa kesal karena tanpa sengaja 'dikacangin' sang namjachingu yang malah kembali menyambut alam mimpi. 'Lagi-lagi gini,' batinnya dipenuhi eceng gondok.
Kibum keluar dari kamar itu dengan mood yang jelek. Itu sudah ketiga kalinya dia membangunkan hyungnya itu dan hasilnya selalu sama. Menyebalkan.
.
Padahalkan dia kan ingin menagih janji yang pria itu buat semalam. Ia berjanji untuk mencoba game itu karena kemarin malam dia beralasan lelah, letih, lesu, capek dan sebagainya sehabis mengunjungi gereja.
Dengan mulut dimaju-majukan Kibum kembali ke perkumpulan tadi yang sepertinya masih setia dengan topik 'Chullie-hyung mencampakkan Hankyung-hyung,'
"Kau kenapa, Kibummie?" tanya Donghae penasaran saat melihat wajah cemberut milik Kim Kibum yang jarang sekali dia perlihatkan.
Kibum tidak menjawab dan malah membuang mukanya. Semuanya menatap prihatin tanpa berucap karena mengerti suasana hatinya, kecuali satu orang–
"Pasti gara-gara Siwon-hyung ya?"
–Kyuhyun.
Kibum menutup matanya erat, mencoba menahan emosinya yang mulai memancar karena hal yang tak ingin dia bahas malah sengaja diungkit.
"Tuh, kan be–hmmmmmm,"
Cepat-cepat mulut itu disumpal dengan kain pel. Pelakunya yang ternyata adalah Eunhyuk langsung tertawa canggung dan menghampiri Kibum untuk menenangkannya, "S-sudahlah, jangan terlalu dipikirkan," hiburnya dengan kalimat ambigu, sementara Donghae hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.
Kibum menghembuskan napasnya lalu mengangguk sedikit.
Benar juga, ini sudah biasa baginya.
"FYUH!–" Kyuhyun melepas lap pel dari mulutnya, "HYUNG INI LAP PEL KENAPA PAKE SUMPEL MULUT AKU SIH AAAAAA!" protesnya heboh sambil langsung berlari ke kamar mandi seraya mensterilkan mulutnya yang terkontaminasi rasa tak wajar. Yaiyah, secara lap pel itu belum dicuci dari sebulan yang lalu. Lebih-lebih kaos kakinya Eunhyuk tuh.
"MAKANYA JANGAN ISENG JADI ORANG!" teriak Eunhyuk ke Kyuhyun yang baru masuk kamar mandi dengan kecepatan cahaya.
.
"HAHAHAHAHA," Donghae tertawa begitu puas saat melihat Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan ekspresinya yang super duper aneh karena rasa aneh itu masih bersisa di mulutnya.
Kyuhyun cemberut dan berjalan menuju rak, mengambil gelas dan mengisinya dengan air. "GA LUCU!" teriaknya.
DUAK!
"AAW! A–AAAAAAAAAAAA H–Hyung SAKIT!"
"Sudah dibilangin juga, jadi orang itu harus sopan sama yang lebih tuaaaaa, Kyuhyuuun~~" ujar Eunhyuk sambil menjewer kuping Kyuhyun tanpa ampun setelah sebelumnya memukul kepalanya tanpa perasaan.
Donghae tertawa semakin keras sambil bergumam, "Rasain," lalu tertawa lagi.
Kibum mau tak mau tertawa juga melihat ekspresi tersiksa magnaenya itu.
"Hei, sudahlah," relainya.
Eunhyuk melepaskan jewerannya sementara Kyuhyun menggerutu. Donghae menghentikan tawanya lalu sibuk dengan handphonenya sambil duduk menyandar ke dinding.
"Mana Minnie, Kyu?" Kibum bertanya penasaran memecah kesunyian. Mereka masih duduk-duduk santai kayak di pantai, tapi sayangnya ini bukan pantai tapi dapur.
Kibum bosan ngegosipin Hanchul couple. Jadi dia lebih milih nyari topik baru dengan nanyain Bunny-hyungnya yang emang gak keliatan dari tadi.
"Jangan tanya," ujar Kyuhyun cembeyut dengan pipi menggembyung kyut. Pasalnya ia masih kesal karena di jewer Eunhyuk tadi dan sekarang dia ditanyai tentang namjachingunya yang emang lagi masa 'aneh-aneh'nya itu, menambah kesal saja.
"Kenapa lagi? Kau lagi gonjang-ganjing juga, ha?" tanya Eunhyuk yang lagi sibuk gelayutan mesra di tangan Donghae sambil senderan di dinding. Si Fishy cuman cengir-cengir ditatapin iri sama Kyuhyun.
"ENGGA!" jawab Kyuhyun cepat, "Minnie-hyung bilang; ga mau keluar kamar karena mau nyari wangsit!" katanya dengan wajah sebal.
"Wangsit apaan?" tanya Kibum.
Kyuhyun mengangkat bahu, masih dengan wajah cemberut.
– o.o.o.o.o.o.o –
Tok! Tok!
"Chullie buka pintunya..."
Hankyung bener-bener sudah tidak kuat menopang tubuhnya sekarang. Kalo bukan karena harga dirinya untuk mempertahankan uke, ia pasti sudah tumbang sedari tadi. Tapi memang pepatah cinta bikin menderita itu bener deh, nih buktinya; Hankyung menderita banget sekarang.
Tok! Tok!
"Chullie.."
Tok! Tok! Tok!
"Chullie-chagi–"
Tok! ––– Tek!
Eh? Kok suaranya beda?
Hankyung membatu, matanya yang sedari tadi menatap lantai langsung mendongak . Ternyata yang dia ketuk tadi bukanlah pintu lagi, melainkan dahi orang dan Hankyung malah tak berkedip karena–
"M-maaf," katanya terbata karena merasa bersalah.
"Ne, tidak apa-apa," kata orang itu–yang ternyata adalah Hongki, "Tapi Hankyung-shi, bisakah kau berhenti mengetuk pintu? Heechul-hyung bilang jangan berisik," lanjutnya dengan nada lembut special ditambah senyum manis yang bisa membuat gunung es meleleh saat itu juga.
–terpesona dengan sosok itu yang sumpah lucu, manis bin unyu unyu banget!
Nah Loh?
To Be Continued…
Author's Note:
Kembali dengan lanjutannya yang tidak jelas *ketawa setan* Alurnya lambat amat ya baru sadar -.-' Mau tanya dong, menurut kalian pair apa yang kurang di expos di sini? Soalnya author ngerasa kurang adil sama bagian tiap couple di tiap chap.
Mianhae menghilang karena harus benar-benar memperbaiki nilai dulu. m(_'_)m
Terimakasih bagi yang masih menunggu kelanjutan fic ini dan juga semua orang yang telah meluangkan waktu untuk mengisi kotak review, makasih banget. Jangan bosen ya *kedip-kedip*
Ah, buat lanjutan Ajari Aku Matematika, rencananya aku emang mau bikin yang bahasa Inggrisnya, tapi itupun kalau ada yang mau. Adakah yang mau membaca nanti?
Untuk fanfic Wonkyu yang aku janjiin juga udah ada tapi ga bisa apdate sekarang, Mianhae.
Yesungdahlah.
REVIEW?
