Hankyung menatap sosok itu tanpa sekalipun berkedip, dipikirannya terbayang-bayang pertanyaan besar; Kenapa ada makhluk semanis ini? Karena sungguh sebelumnya Hankyung memang hanya menganggap sang ibu dan Heechulnya lah yang merupakan wanita tercantik di dunia ini–err, meski Heechul sendiri sebenarnya bukan wanita juga sih.
"Em, Hankyung-shi..." Hongki yang sedari tadi ditatap hingga tak berkedip oleh Hankyung akhirnya buka suara karena merasa risih. Sebelah tangannya ia ayun-ayunkan di depan wajah pemuda itu guna menyadarkannya. Alisnya mengerut heran. Kenapa dia, batinnya.
Hankyung yang sebenarnya sadar tapi pura-pura terbengong hanya bisa menahan tangannya untuk tidak mencubit pipi pria di depannya itu saat ekspresi keheranan muncul di wajahnya yang manis. So cute!
"Berhenti menatap uke-ku seperti itu."
Glek.
Mendengar kalimat yang satu itu Hankyung langsung tersadar, ya karena itu memang suara yang berbeda. Jika sedari tadi suara yang mencoba menyadarkannya bagaikan suara alunan musik dari surga, kalo suara yang ini terdengar bagai suara sambaran petir dan lantunan kematian yang hendak datang merengut nyawanya–
–suara Kim Heechul.
– o.o.o.o.o.o.o –
TEST KENAMJAAN
Chap IV
Disclaimer:
I do not own the characters, but this fic is belongs to me!
Warnings:
Out of Characters. Yaoi. Minim Deskrip. Pendek. No EyD
HAPPY READING!
– o.o.o.o.o.o.o –
Yewook's room…
Ryeowook sepertinya masih kesal.
Buktinya sedari tadi dia hanya duduk di samping ranjang Yesung tanpa bersuara sedikitpun. Yesung sendiri hanya bisa menghabiskan makanannya dalam hening karena takut malah akan membuat kesalahan lagi jika ia membuat suara. Pengalaman selama ini memberi pelajaran bahwa; mending diam dibanding harus menjadi mendiang.
Meski ya, sebenarnya Yesung sendiri sudah ingin sekali protes dengan rasa makanan yang oleh namjachingunya itu dinamai bubur yang baru satu suap–dan itu pun dengan susah payah–ia telan.
Satu kata;
Gila ASIN BANGET!
Err, oke itu tiga.
Kayaknya niatan Ryeowook untuk menyadarkan sang namjachingu akan kesalahannya memang tak main-main, ya? Segala cara ia coba, bahkan sampai rela menghabiskan persedian garam dapurnya yang berharga cuma untuk semangkuk bubur untuk sang namjachingu tercinta. Ih waw.
Rasa asin yang begitu pekat di lidah membuat Yesung berniat untuk menghentikan acara makannya–meski masih bersisa banyak, tapi nyalinya langsung ciut begitu Ryeowook kembali menatapnya dengan tatapan menyalak khas serigala liar yang seakan berkata abisin–atau–mati.
Yesung menghentikan niatannya dan kembali mencoba menelan itu bubur.
Daripada mati, batinnya miris.
Ryeowook cuma diam sambil sibuk ngeliatin ekspresi tersiksa sang namjachingu. Wajahnya sih tanpa ekspresi padahal dalam hati dia udah loncat-loncat kegirangan tuh, bahkan lebih-lebih dari para gadis cheers yang super berisik–nah loh? Sesenang itukah melihat sang seme menderita?
Sepuluh menit berlalu ditemani detik demi detik penyiksaan bagi seorang Kim Jongwon. Hingga...
Suapan terakhir!
Dan Yesung benar-benar bersyukur pada Yang Maha Kuasa ini akan berakhir. Bener deh, dia ga akan sanggup makan–nelen–lagi jika porsinya lebih dari ini. Ini aja udah bikin mual-mual.
Perlahan bulir-bulir yang dikatakan bubur–padahal sesungguhnya lebih pantas disebut sup garam–itu melewati tenggorokkannya, menyisakkan rasa asin tak terkira di mulutnya. Dan–
Glek!
Benda dalam mangkuk itu benar-benar tandas, yang berarti tandaslah pula penderitaan Yesung. Horeeee!
Dengan semangat Yesung menyerahkan mangkuk kosong ke Ryeowook sambil berujar, "HABIS!" dengan nada yang kelewat girang.
Dengan tanpa beranjak dari tempatnya, satu tangan Yesung meraih segelas susu putih yang begitu menggodanya sedari tadi. Setelah makan bubur super duper asin itu, setidaknya Wookie masih mau berbaik hati padanya untuk memberinya segelas susu. Senangnyaaaa~~
Tanpa menunggu lama Yesung meneguk susunya.
Tapi–
Sang eternal magnae tersenyum.
–"AAAAAA! MANIS BANGEEET!" memuntahkannya sedetik kemudian sambil berteriak heboh, membuat susu itu tumpah tercecer mengotori pakaian yang dipakai Yesung, selimut dan bahkan kasur!
Setelah tadi menghabiskan persediaan garam dapur, sepertinya Ryeowook juga menghabiskan persedian gula untuk sebulan ke depan.
Smirk.
Poor Yesung.
– o.o.o.o.o.o.o –
Kangteuk's room...
Kangin menatap layar laptop di depannya dengan pandangan nanar. Ia sudah mendapatkan sedikit penjelasan dari namjachingunya tadi. Dan ia sekarang tiba-tiba merasa menyesal mengutarakan pertanyaan itu jika harus dihadiahi sebuah cendramata berupa luka lebam di pipi kirinya.
Nanti dia ga tampan lagi dong?
Sambil mengusap-ngusap bekas kejadian perkara, mata Kangin mulai membaca soal lagi. Sebenarnya ia tak tahu untuk apa dia melakukan ini karena Leeteuk meman tak memberitahu alasannya. Tapi, berhubung Kangin tak ingin sebelah pipinya yang lain mendapat hiasan yang sama–lebam. Kangin hanya bisa menurut.
Sementara Leeteuk tertidur karena mungkin kelelahan akibat berteriak-teriak dan telah menganiaya seseorang.
Haaaah.
TES KE'NAMJA'AN.
Seberapakah kadar kelaki-lakian yang mengalir dalam darah anda?
Merasa menjadi orang tertampan di dunia? AYO COBA!
.
Merasa Laki?
Coba jawab soal di bawah ini dengan TIDAK BERBOHONG!
.
1. Apa yang paling Anda sukai dari seorang wanita?
A. Sikapnya yang perhatian, manis dan keibuan.
B. Wajahnya yang cantik dengan bibir seksi dan tubuh yang bagus.
Jawaban: Kangin teringat Leeteuk saat membaca option A dan langsung terbayang Angelina Jollie saat membaca option B. Oh tidak, ia menyukai keduanya! Bagaimana ini? Hatinya galau, pikirannya kacau dan otaknya pun tak bisa berfikir jernih. A.
.
2. Bagaimanakah perasaan Anda saat pertama kali melihat wanita yang Anda sukai?
A. Terkagum-kagum karena terpesona .
B. Biasanya saja, tetapi mulai jatuh cinta saat sudah mengenalnya.
Jawaban: Sebenarnya malah saling memaki dan cakar-cakaran sih, tapi berhubung ga ada yaudah Kangin memilih; B.
.
3. Mana yang lebih sering Anda lakukan?
A. Membuat pacar Anda menunggu.
B. Menunggu pacar Anda.
Jawaban: Kangin tanpa berfikir memilih A. Terbukti diatelah meninggalkan Leeteuk selama dua tahundan menyuruhnya untuk tetap menunggu dirinya dan Leeteuk melakukannya. Kangin menitikan air matanya. Hiksu~
.
4. Apa hadiah ulang tahun yang akan Anda berikan untuk wanita Anda?
A. Emas dan berlian yang berharga jutaan dollar.
B. Cinta, kasih saying tulus dan kesetiaan.
Jawaban: Berhubung Kangin memang tidak punya uang, ia memilih B.
.
5. Apa yang Anda lakukan jika Anda merasa kangen pada pasangan Anda?
A. Menelponnya meski harus rela menghutang pulsa.
B. Menghayalkannya karena itu gratis.
Jawaban: Sebenarnya Kangin ingin menjawab A, tapi berhubung ini harus jujur, jadi ia memilih B.
.
Submit!
Loading…
.
THE RESULT is…
– o.o.o.o.o.o.o –
"Denger sesuatu ga?" tanya Kibum tiba-tiba bangkit dari posisi tidur-tidurannya di meja.
Ketiga pasang mata lain memandangnya heran.
"Suara apa emang?" tanya mereka hampir berbarengan, masalahnya mereka bener ga denger apa-apa.
"Seperti suara teriakan seseorang minta tolong..." jawab Kibum ngelantur.
"Mungkin hanya perasaan hyung kali. Ga ada suara apa-apa kok," jelas Kyuhyun, "Daritadi kan hyung tidur, jangan-jangan cuma mimpi lagi."
Dia ga tidur! Hanya tidur-tiduran.
Apa iya?
Kibum membatin ragu. Pasalnya pendengarannya itu benar-benar tajam, bukti dari hasil latihannya menguping-in setiap pembicaraan orang lain.
Nah loh?
Kibum memeriksa lubang telinganya dengan menggunakan jari telunjuk–tadinya ia mau pinjem punya Eunhyuk tapi tidak dikasih jadi ia memakai punyanya sendiri–guna mengorek kupingnya. Bersih ko ga ada kotoran, batinnya lega.
Ia yakin tidak ada yang salah sama pendengarannya dan sekarang ia semakin yakin kalau tadi dia mendengar sesuatu, yang dari nadanya sih sepertinya ia kenal suara siapa.
Peduli amat deh, batinnya kemudian tak ingin lebih lama memikirnya.
Kibum kembali ke posisinya yang kayaknya udah enak banget tiduran di meja makan–ditemenin piring-piring kotor yang belum sempat dicuci bekas sarapan tadi.
Sementara itu, Kyuhyun menatapi hyungnya aneh tapi tak mau ambil pusing juga.
Ia masih betah menatapi pasangan Eunhyuk dan Donghae yang sepertinya hari ini sangat harmonis dan tidak seperti rumah tangganya yang sedang mode ge je dan gonjang-ganjing.
Huh.
"AH! Kenapa disetiap foto aku ga pernah bagus!" keluh Eunhyuk saat melihat hasil selcanya bersama sang namjachingu, Donghae. Memang sih di foto itu ia terlihat 'kurang tampan,' jika dibandingkan orang yang satu lagi.
Eunhyuk misuh-misuh sementara Donghae cuma cekikikan yang malah bikin Eunhyuk semakin kesal.
"Udahlah, Nyuk." hibur Donghae meski masih dengan senyumnya yang menyebalkan di mata Eunhyuk, "Ayo foto lagi, siapa tahu yang kali ini bisa lebih bagus," lanjutnya setengah meledek, tapi Eunhyuk hanya menggeleng dengan bibir dipoutkan.
Kyuhyun sweetdrop.
Ia langsung menarik kata-katanya yang tentang harmonis tadi.
Donghae tak perduli dan kembali berselca dengan narsisnya.
"Kau benar-benar tampan, Lee Donghae," ucap Donghae memuji diri sendiri saat melihat hasil jepretan handphone miliknya.
Kyuhyun yang mendengar–err, menguping dari kejauhan serasa ingin muntah.
Hening.
"Ke mall aja yuk!" ajak Lee Hyukjae tiba-tiba, ia benar-benar bosan setelah hampir setengah hari berada dorm. Terlebih, ia bosan melihat namjachingunya si ikan teri–Lee Donghae yang sedari tadi tak berhenti berselca dan bernarsis ria.
"Ha? Mau ngapain?" kali ini suara Kibum menimpali.
"Jalan-jalan dong, bosen tahu diem terus di sini. Lebih baik kita pergi keluar dan senang-senang!" Eunhyuk terlihat begitu semangat, ia tak mau hidup dalam keterpurukan di dorm ini–
–biarlah Hankyung-ge yang menderita untuk saat ini.
Dasar dongsaeng durhaka!
Donghae yang sedari tadi sibuk dengan handphonenya pun langsung semangat, "Ayo. Sekalian cuci mata liatin cewek-cewek cantik," katanya.
Zzzzzzrrrrrtttttt!
"APA?"
Eunhyuk yang sudah siap-siap bertranspormasi menjadi devil!Nyuk membuat Donghae ciut seketika, "M–maksud–nya, cuci mata itu sambil l–liatin barang-barang bagus, Ya! Itu!" katanya gelagapan.
Eunhyuk mendelik pada Donghae tapi tak balas berkata.
Sementara Kibum dan Kyuhyun hanya bisa membatin; bisa aja ngelesnya kayak bajaj–yang tentu saja ditujukan pada sang namja ikan.
"Oh, yaudah! Ayo! Kibum kau ikut, kan?" tanya Eunhyuk tanpa sedikitpun kekurangan semangat.
Kibum memandang Eunhyuk dan Donghae bergantian. Ia sudah bangkit dari acara tidur-tidurannya di meja makan.
Sebenarnya ia malas, tapi...
"Baiklah, aku ikut," ujarnya seraya bangkit dari kursinya. Sepertinya dia memang butuh refreshing, bisa pecah kepalanya jika terus direcoki dengan sikap namjachingunya–Siwon–yang tidak pernah peduli padanya itu.
Kyuhyun?
Kibum melirik sosok yang kini masih manyun-manyun tak jelas dengan tampang yang sepertinya ingin dibuat imut tapi malah terkesan aneh, "Kau ikut kan, Kyu?" tanyanya pada sosok itu–
–yang seketika dibalas gelengan oleh Kyuhyun.
"Ga ah," –lagian aku gak diajakin– "Aku mau liat Minnie-hyung aja. Kira-kira udah pembukaan berapa ya dia?" tanya sosok itu entah pada siapa seraya pergi begitu saja meninggalkan Kibum yang terbengong.
Pembukaan?
Dikira Sungmin-hyung lagi lahiran apa?
Alisnya berdenyut.
"Kibum ayo! Kenapa malah bengong?"
Ah!
"I–iya!" Kibum pun berlari menghampiri kedua hyungnya yang sudah siap pergi di depan pintu.
– o.o.o.o.o.o.o –
Sibum's room…
"Nggggh…"
Siwon benar-benar terbangun kali ini, matanya menatap sekeliling dengan perasaan was-was. Nah loh? Kemana Kibum–namjachingunya? Siwon mengira kalau Kibum akan kembali sepuluh menit kemudian setelah membangunkannya terakhir kali. Tapi ini? Dia tidak terlihat.
Apa di luar ya?
Siwon bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke luar, tak lupa ia memperbaiki sedikit penampilannya saat melewati cermin–yah, setidaknya menghilangkan belek di matanya.
Membuka pintu, Siwon melangkah menuju dapur. Sambil mencari Kibum dia juga berniat mencari makanan untuk mengisi rasa lapar yang melanda perutnya yang belum diisi padahal ini sudah hampir siang. Sekali dayung dua pulau terlampaui.
Tapi…
"Huuuaaaaaa!"
Bukannya sang namjachingu yang ia temui malah…
"Yesung-hyung–" mata Siwon seketika terbelalak kaget melihat Yesung yang kini merengek sambil terduduk di lantai layaknya anak kecil, "–kau kenapa?" lanjutnya.
Dihampirinya sosok itu.
"Siwooooooooooooooon!"
Siwon langsung terhunyung ke belakang begitu mendapat pelukan tiba-tiba dari hyungnya itu.
Nah loh?
– o.o.o.o.o.o.o –
Hanchul's room…
"Ada apa?" tanya Heechul pada sosok yang kini terduduk di tepi ranjang, Heechul berdiri sambil melipat tangannya di dada–sementara Hongki menatapi mereka tak jauh di sana tanpa bicara.
"Kau tahu kita harus bica–"
"–tak ada yang perlu dibicarakan lagi," potong Heechul cepat. Dia berjalan dan merangkul Hongki mesra–yang membuat Hankyung merasa sedikit kesal, entah karena sang namjachingu merangkul pria lain atau malah–karena sang pria manis itu yang sama sekali tak menolak saat dirangkul seperti itu. Nah loh?
"Bagaimana mungkin tidak ada. Aku ini kan namjaching–"
"–Kau bahkan tak mau kusuruh membuat nasi goreng, apa itu yang dinamakan 'namjachingu', eh?" cibir Heechul dengan mata menyipit seram memandang Hankyung.
"Kau tahu aku sedang online, Chull–"
"–Kau bisa berhenti dulu," lagi-lagi sebuah potongan dari Heechul menginterupsinya. Hankyung mendesis kesal–apalagi saat melihat tangan Heechul kini bermain di rambut pria manis itu.
Demi Tuhan!
Hankyung jarang sekali punya kesempatan untuk online, karena seringnya–laptop yang merupakan miliknya itu dipinjam dan dipake Heechul untuk twitter-an berjam-jam tanpa sadar waktu.
Tapi dia tak pernah protes. Bahkan saat Heechul mengabaikannya karena terlalu sibuk dengan kegiatannya itu. Tapi kali ini, saat Hankyung ingin mencoba 'egois', Heechul marah dan langsung berbuat seenaknya begini.
Padahalnya–lagi, dia bahkan baru mau membuat account twitternya saat itu.
Tiba-tiba sebuah lagu mengalun indah–
Sejak dulu sang uke dijajah seme~ Sang uke dijajah seme sejak dulu~
Tapi kini sang seme dijajah uke~ Sang seme dijajah uke mulai kini~
–dengan sukses menyindir nasib percintaannya yang bersama raja setan.
Baiklah, baiklah…
"Oke, Chullie–"
Heechul memandang Hankyung. Oke apa? Batinnya heran.
"Aku terima kita putus–"
Hek!
"–Tapi aku mau berebut Hongki denganmu." ujar Hankyung sungguh-sungguh, "Karena aku menyukainya!"
Heechul langsung terkena serangan jantung saat itu juga.
"APA?"
– o.o.o.o.o.o.o –
Di salah satu pusat perbelanjaan…
"Hyung, sepertinya hanya rumah tanggamu dan Eunhyuk yang terlihat baik-baik saja," ujar Kibum mencoba membuka pembicaraan. Saat ini mereka sedang duduk di kursi yang ada di sana, sementara Eunhyuk sendiri sekarang sedang sibuk berfoto dengan manusia berkostum monyet yang ada di sana–ia langsung berlari begitu melihat itu, mungkin ingin menyamakan muka.
"Haha," yang ditanyai malah tertawa lepas, tak lupa sambil menyapa dan dadah-dadah pada para gadis yang lewat dan tanpa sadar melihat ke arah mereka–membuat mereka cekikikan dan balas dadah-dadah dengan senyum genit.
"Oh itu," kata Donghae santai sambil sibuk kedip-kedip sebelah matanya, "Kalau itu sih–"
.
Flashback On.
Donghae merasa telinganya berdenging, ia memanyunkan bibirnya sedemikian rupa karena merasa tak senang sang namjachingu mengganggu acara tidurnya, "Ada apa sih, Nyuk?" tanyanya.
Bukannya menjawab, Donghae malah disuguhi sebuah laptop dengan layar menyala menampilkan soal-soal yang berderet rapi menunggu dijawab.
"Jawab itu, Fishy jelek! Baru kau boleh tidur!" ujar Eunhyuk tegas, tak minta bantahan.
Dengan ogah-ogahan Donghae menurut, ia ingin segera tidur.
5 menit…
"Selesai!" kata Donghae menyerahkan kembali laptopnya. Cepat-cepat Eunhyuk mengklik Submit dan dengan tidak sabar menunggu hasilnya keluar.
Loading…
"Sebenarnya apa sih itu?" tanya Donghae meski tak terlalu penasaran, Donghae hanya ingin tahu.
Eunhyuk tak menyahut, masih sibuk menatap layar yang sedang loading.
"Hyuk…" Donghae menarik lengan baju sang namjachingu tapi hasilnya sama.
Huh.
Akhirnya Donghae memilih kembali tidur–yang untuk saat ini ia bersyukur tidak dihalangi Hyukkienya.
"Ah!" Eunhyuk menjerit tertahan saat hasilnya keluar. Matanya membelalak manatap hasil yang terpampang.
.
THE RESULT is :
YOU ARE 90% NAMJA
Tipe :
Pria suka tebar pesona dan mempermainkan hati wanita.
.
"TIDDDDDDAAAAAAAAAAAAAAAK!"
Flashback Off.
"Lalu setelah itu?" tanya Kibum penasaran.
"Aku terbangun. Apa lagi?" kata Donghae terlihat sebal mengingat saat-saat itu, "Bener deh itu suaranya bikin kuping pengang." keluhnya.
Kibum hanya tersenyum kecil melihat ekspresi hyungnya yang seperti itu.
"Dan kau tahu, dia langsung memukulku saat itu juga dan berteriak seperti; ini tidak mungkin, kau harusnya tidak mendapatkan hasil ini, dan sebagainya, membuatku tidak mengerti–" Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tapi kenapa kalian bisa menjadi begitu harmonis setelahnya?" tanya Kibum lagi, jujur ia masih sangat penasaran.
"Itu…"
Flashback On.
"NYUK! KAU KENAPA! SAKIT TAHU!" Donghae berteriak tak terima setelahnya, ia menggenggam kedua tangan sang namjachingu guna menghentikan pukulan yang melayang kea rah tubuhnya.
"Hiks…"
Mata Donghae membola saat melihat Hyukkie-nya menangis, pipinya dibasahi air mata.
"K-kau m-menangis?"
Eunhyuk tertunduk dan tanpa sadar tangan Donghae sudah melingkari tubuhnya.
"A-aku…"
"Ada apa sebenarnya, Nyukkie?"
"Kau lebih namja daripada aku, p-padahal aku begitu berharap aku bisa mengalahkan kadar kenamjaanmu agar kau bisa berhenti tebar pesona dan meledekku!"
Alis Donghae berkerut tanda mengerti tapi dia tak mengutarakannya karena masih tahu suasana. Perlahan di angkatnya dagu sang namjachingu hingga ia bisa melihat matanya yang memerah karena tangis, "Berhenti menangis, ne?" ucapnya sambil mengecup air mata yang mengalir di pipinya.
"Kau tidak suka aku tebar pesona pada wanita-wanita itu, eoh?"
Eunhyuk yang sudah berhenti menangis mengangguk pelan.
"Kau tidak suka aku memanggapmu wanita?"
Ia mengangguk lagi.
Donghae tersenyum, "Kalau begitu aku tidak akan."
Mata Eunhyuk membulat, "Benarkah?"
Donghae mengulurkan jari kelingkingnya, "Aku berjanji."
Eunhyuk tersenyum dan mengaitkan kelingkingnya dengan milik Donghae–
Chu.
–dan mendaratkan sebuah kecupan singkat di bibirnya.
Flashback Off.
"Benarkah?" tanya Kibum masih tak percaya.
Donghae mengangguk dengan sombong, "Iya dong–" katanya "Romantis, kan?"
Kibum hanya mengangguk, wajahnya berubah murung saat mengharapkan sang namjachingu–Siwon–yang tidak mungkin melakukan hal seperti itu.
Donghae kembali dadah-dadah pada para gadis yang lewat.
Kibum sweetdrop, "Katanya sudah berjanji tidak akan tebar pesona lagi?"
Donghae tertawa,
"Kalo yang itu sih, sebenarnya hanya janji supaya aku bisa cepat tidur waktu itu," ujarnya santai.
Tak sadar di belakangnya tengah ada bahaya yang mengintainya.
"OH JADI GITU? SEMUNYA CUMA BOHONG?"
Oow. Sepertinya Hyukkie dengar
– o.o.o.o.o.o.o –
Kyuhyun berjalan dengan langkah santai, sebenarnya ia belum mau mati dengan mengganggu Minnie-hyungnya yang sudah di bilang tadi sedang mencari pangsit, eh–wangsit. Tapi karena penasaran–dan sedang kekurangan pekerjaan–akhirnya Kyuhyun nekat.
Klek.
Pintu kamar itu terbuka dan–
–nuansa gelap langsung menyambut pandangannya. Tapi ia bisa melihat cahaya di atas ranjang, dan ia juga bisa melihat Minnie-hyungnya. Sepertinya sedang memainkan laptop. Dan yang mengerikan–
–dia tersenyum-senyum sendiri.
Hiiii~
"Kenapa lampunya dimatikan, Minnie-hyung?" tanya Kyuhyun, menghampiri sang namjachingu.
Merasa namanya dipanggil, Sungmin pun menengadah dan menyeringai mengerikan. "Tidak apa-apa, Kyuhyun."
Kyuhyun merinding.
Hening.
"Ah dan ya, kebetulan aku ingin menantangmu, Kyuhyun."
Kyuhyun tersentak, "A-apa, hyung?"
"Aku ingin menantangmu untuk bertukar posisi jika aku bisa membuktikan aku 100% namja." dan tawanya yang mengerikan kembali keluar.
Sementara itu Kyuhyun terbengong.
HA?
(masih)
To Be Continued…
REVIEW?
